Paedagogia : Jurnal Pendidikan
Not a member yet
158 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING DALAM MATA KULIAH ULUMUL QUR’AN PADA PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR
This study aims to see the implementation of blended learning in Ulumul Qur'an courses at uin Alauddin Makassar Postgraduate. The method used in this study uses a type of qualitative research related to the implementation of Blended Learning Courses Ulumul Qur'an at the Postgraduate UIN Alauddin Makassar. The results showed that: (1) the description of the model of implementation of the implementation of the study blended Ulumul Qur'an courses at the Postgraduate UIN Alauddin Makassar using a dual-system that is a combination of conventional systems with online. More use of online learning systems during the Pandemic (80%) compared to traditional face-to-face learning systems. The merger of the two systems includes the incorporation of learning resources as well (learning modules, textbooks, and journals), the implementation of learning (online discussions, watching videos, and accessing supporting resources, and the incorporation of a learning evaluation system, including standardized assessment through quizzing, midterm exams, and final exams. (2) the results of the implementation of blended learning in Ulumul Qur'an courses are illustrated from five main aspects, namely (a) increased utilization of various sources, (b) increased active participation, (c) increased ability to construct knowledge, (d) activation of feedback, and (e) improvement of academic achievemen
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI MASA COVID-19
Pendidikan yang semula dengan metode tatap muka di lembaga pendidikan, kini diubah menjadi pembelajaran daring/online dan dilaksanakan dari rumah masing-masing untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran virus COVID-19 ini. Kebijakan tersebut berlaku bagi semua jenjang pendidikan baik dari tingkat PAUD hingga tingkat perguruan tinggi. Hal tersebut menimbulkan banyak problematika khususnya pelaksanaan pembelajaran bagi anak usia dini. Pembelajaran dengan menggunakan sistem daring ataupun sistem online ini masih mengalami banyak problematika dalam penerapannya, karena anak tidak dapat belajar sendiri tanpa pendampingan dari orang tua. Dalam mendorong kualitas pembelajaran pada Anak Usia Dini perlu kerjasama dan dukungan orang tua. Orang tua menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab dalam keberlangsungan pendidikan anak usia dini di masa covid-19. Pengasuhan positif, penyediaan lingkungan belajar yang memadai, dan sumber belajar yang relevan akan sangat membantu anak usia dini dalam menjalani masa transisi menuju era new normal. Oleh karena itu, komunikasi antara guru dan orang tua harus berjalan dengan baik. Kebijakan pemerintah tentang belajar dari rumah tidak serta merta membuat guru melepaskan tugasnya dalam memberikan pendidikan kepada anak usia dini. Justru hal tersebut menuntut guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam melakukan pembelajaran jarak jauh dan tetap menilai perkembangan anak berdasarkan laporan kegiatan dari para orang tua
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE PADA MATERI JENIS PEKERJAAN DAN KEGIATAN EKONOMI DI KELAS IV SD KATOLIK TEBUK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil belajar siswa kelas IV SD Katolik Tebuk yang kurang memuaskan dimana hanya 18 orang mencapai nilai KKM 75. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran guru hanya memberikan pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, demonstasi dan penguasaan saja sehingga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengamati, mencari, serta menemukan konsep yang dipelajari. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran yang meliputi aktivitas guru dan siswa yang diamati oleh guru pamong, (2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model Scramble di kelas IV SD Katolik Tebuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan dalam dua siklus pelaksanaan tindakan. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen tes tertulis dan pedoman observasi. Data-data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Scramble dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa serta hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil pengamatan yang diperoleh pada tiap siklusnya. Pada siklus I , presentase ketuntasan aktivitas guru mencapai 80,76%, presentase ketuntasan aktivitas siswa 67,85% dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 88,18%. Data pada siklus II, presentase ketuntasan aktivitas guru mencapai 95,19%, presentase ketuntasan aktivitas siswa mencapai 87,5%, dan presentase ketuntasan hasil belajar Siswa mencapai 92,72%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe scramble yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS meteri jenis-jenis pekerjaan dan kegiatan ekonomi dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas IV SD Katolik Tebuk
EMPATHY DAN DESIGN THINKING DALAM INOVASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DISRUPTIF
Abstract
the phenomenon of the current disruptive era makes technology develop fast paced. The rapid progress must be matched with the ability of human resources as the executor of the organization. This study aimed to find out the management innovation in Islamic education institution that nowadays becomes a serious concern to face the global competition. The abilities of empathy and design thinking are the skills that need to be had by headmasters in facing the disruptive era. Innovation in Islamic education management is essential to do considering that the success of education goals is seen from how to manage an organization. This study is the result of literary research sourced from indexed scientific journals, books, and news on the internet. The procedures used included three phases, namely organize, synthesize, and identify. The result of content analysis showed the concept of design thinking as the process to obtain problem solving which is relevant to the education field namely the formulation of new policy and analysis towards a problem by collecting analyses so that it is helpful to obtain right and effective decision making.
Abstrak
Fenomena era disruptif saat ini menjadikan teknologi berkembang serba cepat. pesatnya kemajuan harus diimbangi dengan kemampuan SDM sebagai pelaksana organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali inovasi manajemen di lembaga pendidikan Islam yang saat ini menjadi perhatian serius untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan empati dan design thinking adalah skill yang harus miliki oleh kepala sekolah dalam menghadapi era disruptif. Inovasi dalam manajemen pendidikan Islam penting dilakukan mengingat keberhasilan tujuan pendidikan dilihat dari cara mengelola organisasi. Penelitian ini merupakan hasil riset kepustakaan dengan referensi jurnal ilmiah terindeks, buku dan berita di internet. Prosedur yang digunakan meliputi 3 tahap, yaitu organize, synthesize dan identify. Hasil analisis isi menunjukkan konsep design thinking sebagai proses menghasilkan problem solving relevan dalam dunia pendidikan khususnya perumusan kebijakan baru dan analisis terhadap suatu permasalahan dengan mengumpulkan analisa-analisa sehingga membantu dalam upaya pengambilan keputusan yang tepat dan efektif
IMPLEMENTASI METODE TAMI OTAKA DALAM PEMBELAJARAN HAFALAN AL-QUR’AN DI TK PINTAR KOTA BANDUNG
The purpose of this research is to see the implementation, evaluation, and advantages and disadvantages of the Tami Otaka Method. The Tami Otaka Method is a method of memorizing by using the ability of the right brain by means of the students memorizing the Qur’an while moving their hands from the verse they are reading. The type of research taken is field research using a qualitative approach. The object of this research is TK PINTAR Bandung, which includes the principal, tahfidz teacher, curriculum, and students. To obtain research data, researcher used observation, interview, and documentation techniques. This research uses descriptive qualitative analysis, so that the results of this study are manifested in the form of words both orally and verbally. The results obtained are as follows: first, to achieve purpose of the learning, TK PINTAR Bandung uses the Tami Otaka method with the help of audio, visual, audio-visual and body movements of a teacher. Second, the curriculum used is a synthesis of the National Curriculum and the Typical Curriculum of TK PINTAR Bandung. Third, learning is carried out in groups. Fourth, the evaluation is given continuously everyday and there is also an evaluation every semester.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan, penerapan, evaluasi serta kelebihan dan kekurangan dari Metode Tami Otaka. Metode Tami Otaka adalah Metode menghafal menggunakan kemampuan otak kanan dengan cara siswa menghafal Al-Qur’an sambil menggerakkan tangan dari arti ayat yang dibaca. Jenis penelitian yang diambil adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Objek penelitian ini adalah lembaga TK PINTAR Bandung yang di dalamnya ada kepala sekolah, guru tahfidz, kurikulum, dan siswa. Untuk memperoleh data penelitian, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif, sehingga hasil dari penelitian ini diwujudkan dalam bentuk kata-kata baik tulisan maupun lisan. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: pertama, untuk mencapai tujuan pembelajaran, TK PINTAR Bandung menggunakan metode Tami Otaka dengan dibantu media auido, visual, audio-visual dan gerakan tubuh dari seorang guru. Kedua, kurikulum yang digunakan sintesis dari kurikulum Nasional dan kurikulum khas TK PINTAR Bandung. Ketiga, pembelajaran dilakukan secara berkelompok. Keempat, evaluasi diberikan terus menerus setiap harinya dan ada juga evaluasi tiap semester.
 
ISOMERISM: IS THERE MISCONCEPTION?
Nine articles have been analyzed containing research results on misconceptions about isomerism. Analysis was conducted to examine the potential to causes emergence of the misconception. The analysis result are expected to be useful for teachers in learning for the same concepts. At least the teacher can avoid misconceptions that have happened before and innovate to find the right learning strategy. Isomerism can be categorized as a defined concept so that students are expected to be able to use rules for the purpose of classifying objects or events. The analysis showed 31 misconceptions experienced by grade 11 students to prospective chemistry teachers on isomerism concept. Thirty-one misconceptions are classified into three groups based on students' abilities needed to understand the concept of isomerism. The three groups are: (1) understanding the definition and application of rules; (2) spatial understanding; and (3) microscopic understanding. At this time only eleven misunderstandings were discussed, namely misunderstandings whose causes belong to the group (1). As an indicator caused misconception is inability of the sample to classify objects/events based on the attributes or characters indicated by the object/event. To teach a defined concept, it is recommended to use a strategy that contains detailed explanatory definitions and rules, examples and non-examples, and the elaboration process. In order to increase student reasoning, it is recommended to use a isomerism concept logic schem
KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PRAKTIKUM IPA MATERI ASAM BASA PADA MAHASISWA PGMI IAIN PALU
The purpose of this study was to describe the science process skills of students of PGMI FTIK IAIN Palu on the science laboratory of Asam Basa. This research is a descriptive study conducted at the PGMI Study Program in September to October 2019. The research subjects were students of semester 3 of PGMI in the academic year 2019/2020 who took 28 natural science courses. Data in the form of students' Science Process Skills were obtained from the student performance appraisal in the science practicum on acid-base material. The results showed that students' science process skills varied in each category. For the category of skills using tools and materials, the average percentage for the 2 indicators is 83.05% or very high. For the category of observation skills, the average percentage for the two indicators is 83% or very high. For the grouping / classification skills category, the average percentage for the 2 indicators is 79% or in the high category. Whereas for communication skills where in this category there are 3 indicators with an average indicator of 82.5 or very high. Overall by averaging the percentage of all indicators obtained the percentage for science process skills in science lab, wet acid material is 82%. This shows that the science process skills of PGMI students are very high
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 3 REJANG LEBONG, BENGKULU
This study aimed at analyzing qualitatively the implementation of K13 curriculum which has long been applied in the state senior high school number 3 of Rejang Lebong. The data were garnered using observations and interviews for the sake of eliciting information to answer the proposed problem. The other technique considered important was documentation to see the curriculum-based depictions and loads in the existing documents. After the data were gathered, the selection of data was undertaken in order to be displayed in findings; the data were analyzed and discussed; and they were concluded as the ultimate answer to the formulated problem. The present study drew a conclusion that the implementation of k13 curriculum ran well although some obstacles were faced such as learning facilities. The entire school’s community seemed to be committed to carry out the mandate of this national educational system’s law such as training for teachers’ competence, doing the duties of making lesson plans in the form of RPP and syllabi, providing a monthly report concerning the implementation of learning by teachers, and carrying out evaluations alongside giving guidance for teachers’ performances
PENGARUH KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 3 MAUMERE
Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya disiplin pada peserta didik SMK Negeri 3 Maumere.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kedisiplinan dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Peserta Didik Kelas XI SMK Negeri 3 Maumere baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SMK Negeri 3, berjumlah 170 orang. Karena populasinya terbatas, maka penelitian ini dilakukan secara random sampling. Data dikumpulkan melalui quisioner dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan melalui Uji F dan Uji t. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa variabel Kedisiplinan nilai thitung sebesar 2.937dengan nilai signifikan sebesar 0.004. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari tingkat alpha yang digunakan 5% (0,05), maka keputusannya adalah menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha), bahwa secara parsial variabel Kedisiplinan Belajar(X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Prestasi Belajar. Sedangkan variabel Motivasi Belajar menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 2.888 dengan nilai signifikan sebesar 0.005. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari tingkat alpha yang digunakan 5% (0,05), maka keputusannya adalah menolak hipotesis nol (Ho) dan menerima hipotesis alternatif (Ha), bahwa secara parsial variabel Motivasi Belajar berpengaruh signifikan terhadap variabel Prestasi Belajar. Selain itu, hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0.122 yang berarti bahwa kedua variabel bebas dalam penelitian ini (Kedisiplinan Belajar, dan Motivasi Belajar) mampu menjelaskan variasi naik turunnya Prestasi Belajar SMK Negeri 3 Maumere sebesar 12.2%. Peserta didik SMK Negeri 3 Maumere disarankan untuk terus meningkatkan dan memperbaiki beberapa sub indicator disiplin dan Prestasi Belajar yang mempunyai nilai indeks lebih rendah dari nilai indeks Variabel
PENDIDIKAN ISLAM TERPADU: SEBUAH KAJIAN TEORITIK
Artikel ini membahas tentang sistem pendidikan Islam terpadu yang merupakan suatu sistem pendidikan yang memadukan antara sistem pendidikan pesantren yang berorientasi pada pembinaan imtak, dengan sistem pendidikan sekolah umum yang berorientasi pada pembinaan iptek dan keterampilan fungsional yang berorientasi pada siap pakai untuk kerja dan berwira usaha. Lahirnya Sistem Pendidikan Islam Terpadu dilatarbelakangi oleh: (1) Adanya dikotomi antara ilmu umum dengan ilmu agama yang berimplikasi pada pesatnya kemajuan di bidang pengetahuan dan teknologi sementara pengetahuan agama diabaikan, atau sebaliknya pengetahuan keagamaan maju tetapi wawasan ilmu dan teknologi yang dimiliki anak didik rendah. (2) Adanya dikotomi jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah yang berimplikasi tidak sinerginya antara kegiatan belajar, beribadah dan berkarya dengan keterampilan fungsional