Journal Universitas Pasundan
Not a member yet
    15441 research outputs found

    exploring Exploring Opinion Exchange in Speaking Learning through Task-Based Language Teaching: A Case Study at Senior High School: Introduction Importance of Speaking Skills in EFL Learning Challenges in Speaking Activities Role of Task-Based Language Teaching (TBLT) The Influence of Gender on Participation and Interaction Research Methodology Research Design and Approach Participants and Location Data Collection Procedures and Learning Design Data Collection Instruments Findings and Discussion Gendered Opinion Expression and Reasoning Students' Perceptions of Opinion Gap Tasks for Speaking Development The Role of TBLT in Fluency and Critical Thinking Gender Differences in Speaking Activities and Interaction Patterns Conclusion and Suggestions Key Findings Recommendations for EFL Classroom Practice Future Research Directions

    No full text
    This study aims to explore how Opinion Gap Tasks in the Task-Based Language Teaching (TBLT) framework facilitate students' speaking skills development through opinion exchange activities and analyze how gender differences influence students' participation, interaction patterns, and performance during these tasks. A qualitative case study design was employed, involving 11th-grade students from a high school in Lembang. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews, and analyzed using Braun and Clarke's (2006) Thematic Analysis and Toulmin's (1958) Argumentation Model. The findings reveal different communication and reasoning patterns between male and female students. Female students were more expressive, emotional, and confident, often relying on experiential reasoning and empathy, while male students were more logical, structured, and cautious in their argumentation. Despite these differences, both genders found Opinion Gap Tasks effective in enhancing fluency, confidence, and critical thinking in speaking English. These tasks also fostered respect for differing opinions, learner autonomy, and reflective awareness in communication. Overall, the study concludes that integrating Opinion Gap Tasks into TBLT effectively promotes inclusive communicative competence and meaningful language learning in the EFL classroom. Keywords: Task-Based Language Teaching, Opinion Gap Tasks, Opinion Exchange, Gender, Speaking Skills

    PENGEMBANGAN EDUPRENEURSHIP MELALUI KANTIN KEJUJURAN UNTUK PENGUATAN LITERASI KEWARGANEGARAAN DAN NUMERASI SISWA

    Get PDF
    This study aims to analyze the role of implementing honesty canteens in shaping students’ character and numeracy skills through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review examines various studies discussing the effectiveness of honesty canteen programs as a medium for character education within school environments. Data were obtained from five articles identified through Google Scholar based on PRISMA criteria. The findings indicate that honesty canteens make a significant contribution to fostering students’ values of honesty, responsibility, discipline, and integrity through experiential learning. In addition to serving as a means of internalizing moral values, honesty canteens also have the potential to develop basic numeracy skills through transactional activities involving price calculation, payment, and change. However, the success of this program’s implementation depends on the support of school culture, teachers’ role modeling, and student participation. Overall, the honesty canteen represents a contextual, integrative, and relevant approach to character education aligned with the principles of 21st-century learning

    Pengaruh Penggunaan Teknologi Digital terhadap Kemampuan Membaca Anak di Sekolah Dasar: A Systematic Literature Review

    Get PDF
    The advancement of digital technology has significantly transformed the learning process in elementary schools, particularly in developing students’ reading skills. However, the integration of digital technology in basic literacy learning remains debated regarding its effectiveness, learning motivation, and the role of teacher and parental support. This study aims to analyze the influence of digital technology use on elementary students’ reading ability through a Systematic Literature Review (SLR) approach. Data were collected from twelve nationally indexed Sinta articles published between 2022 and 2025. The review process followed the PRISMA model, consisting of identification, screening, and thematic analysis based on each study’s focus. The synthesis results indicate that the use of digital media such as Canva, Literacy Cloud, digital comics, instructional videos, and read-aloud e-books consistently improves early reading skills, text comprehension, and students’ learning motivation. On the other hand, the success of digital technology utilization largely depends on teachers’ pedagogical design and parental supervision in managing screen time. This study concludes that digital technology has great potential to enhance elementary students’ reading literacy when implemented pedagogically, adaptively, and accompanied by character-based digital literacy reinforcement

    Implementasi Model Life A Rise berbasis Role Play dan Problem Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Alalak Tengah 3 Kelas 4 Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa

    No full text
    Penelitian ini mengkaji penerapan model pembelajaran Life A Rise yang terintegrasi dengan Role Play dan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi gambaran rute perjalanan dalam teks petunjuk dan teks deskripsi di kelas IVB SDN Alalak Tengah 3 Banjarmasin. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum model Life A Rise digunakan, siswa cenderung pasif dan kegiata belajar lebih didominasi oleh penjelasan guru. Setelah penerapan model Life A Rise, keaktifan siswa meningkat secara signifikan, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam diskusi, simulasi peran, serta peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan berpikir kritis. Dengan demikian, penerapan model Life A Rise yang terintegrasi dengan Role Play dan PBL terbukti mampu mendorong keaktifan belajar, memperkuat interaksi sosial, serta meningkatkan kemampuan komunikasi fungsional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar

    EKSPLORASI KENDALA PEMBELAJARAN DAN STRATEGI SOLUSI GURU PGSD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DI SEKOLAH DASAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kendala pembelajaran serta strategi solutif yang diterapkan oleh guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca siswa di jenjang sekolah dasar. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah tujuh artikel jurnal yang relevan dan berfokus pada faktor-faktor penghambat serta strategi efektif dalam pengembangan literasi membaca. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesulitan membaca siswa disebabkan oleh faktor internal, seperti rendahnya motivasi, minat, dan kemampuan kognitif, serta faktor eksternal, meliputi kurangnya dukungan keluarga dan keterbatasan sarana belajar. Guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, sekaligus inovator dalam menerapkan beragam strategi pembelajaran, antara lain metode fonik, metode eja, pendekatan berbasis cerita rakyat, serta model kooperatif seperti Think Pair Share dan CIRC, yang terbukti berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman bacaan siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan membaca perlu dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif antara guru, orang tua, serta lingkungan sekolah guna membangun ekosistem literasi yang berkesinambungan di tingkat pendidikan dasar

    MODEL PEMBELAJARAN SIBALIPARRIQ UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA PADA PENDIDIKAN ABAD KE-21

    No full text
    Penelitian ini bertujuan merancang model pembelajaran SIBALIPARRIQ sebagai inovasi berbasis kearifan lokal Mandar untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada pendidikan abad ke-21. Model ini dikembangkan berdasarkan nilai-nilai budaya seperti solidaritas, amanah, loyalitas, respect, dan inklusivitas yang selaras dengan prinsip pembelajaran kolaboratif modern. Kajian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode tinjauan pustaka sistematis terhadap berbagai sumber ilmiah nasional dan internasional yang membahas pendidikan berbasis budaya, kolaborasi, dan keterampilan abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran dapat memperkuat keterampilan kolaborasi, empati sosial, dan tanggung jawab peserta didik. Model pembelajaran SIBALIPARRIQ menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan identitas budaya dengan tujuan pendidikan modern, sehingga menjadi dasar kontekstual bagi pembelajaran kolaboratif yang berkelanjutan

    DAMPAK BENCANA GALODO (BANJIR BANDANG) TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NAGARI PANDAI SIKEK KABUPATEN TANAH DATAR

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh dampak yang dirasakan masyarakat setelah terjadinya bencana Galodo (Banjir Bandang) di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar seperti kehilangan tempat tinggal, kerusakan lahan pertanian,hewan ternak, harta benda bahkan kehilangan keluarga. Penelitian ini memiliki tujuan antara lain : (1) Untuk mengetahui dampak sosial yang ditimbulkan oleh Galodo (Banjir Bandang) di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar (2) Untuk mengetahui dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Galodo (Banjir Bandang) di Nagari Pandai Sikek Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kuntitatif Dekriptif. Populasi sampel dalam  penelitian ini alah semua Masyarakat yang terdampat bencana Galodo di Nagari Pandai Sikek sebanyak 100 KK. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner dan pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data yaitu: observasi, wawancara, dokumentasi dan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian, dilihat dari kondisi sosial masyarakat aspek pendidikan kesehatan dan tempat tinggal. Aspek pendidikan seperti akses pendidikan sebelum terjadi bencana Galodo berjalan baik. Namun setelah terjadi Galodo dimana terdaoat 46% anak tidak sekolah dan 30% tidak lancar. Aspek Kesehatan seperti Kondisi dan ketersedian air bersih sebelum terjadi Galodo tergolong lancar dan baik. Namun setelah terjadi Galodo kondisi kesehatan masyarakat  sebanyak 28% masyarakat mengalami maslaah kesehatan. Dan ketersedian air bersih juga menurun dimana 42% masayarakat denagn kondisi ketersedian layanan air bersih kondisi Kurang baik dan 26% kondisi buruk. Dari Aspek tempat tinggal Masyarakat dengan kondisi rusak berat yaitu 42%. Kemudian Kondisi Ekonomi Masyarakat dari aspek Pekerjaan mengalami penurunan kondisi kurang baik 46% . Aspek pendapatan juga mengalami perubahan 34% serta  40% Masyarakat kehilangan hewan ternak, dan 40% kondisi lahan mengalami kerusakan. &nbsp

    MENARI AKHLAK: MENGGALI NILAI MORAL DALAM BUDAYA TARI RUDAT LOMBOK UTARA

    No full text
    Tari Rudat, tarian Islam tradisional dari Lombok Utara (KLU), merupakan artefak budaya yang unik memadukan gerakan bela diri dengan lantunan religius (shalawat). Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai moral (akhlak) yang tertanam dalam tradisi Tari Rudat dan menganalisis potensinya sebagai media pendidikan karakter. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis konten terhadap elemen-elemen semiotiknya, penelitian ini mengidentifikasi beberapa prinsip moral inti: disiplin, kolektivitas (ukhuwah), kerendahan hati (tawadhu), dan pengabdian (dzikr). Gerakan ritmis, yang sering dilakukan oleh kelompok laki-laki dalam formasi serempak, melambangkan persatuan dan kepatuhan pada prinsip-prinsip agama. Lebih lanjut, musik dan puisi pengiringnya, yang terutama berisi doa dan pujian kepada Nabi Muhammad, berfungsi sebagai sumber bimbingan spiritual dan moral yang berkelanjutan. Temuan menunjukkan bahwa Tari Rudat bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi sistem budaya hidup yang secara aktif mentransmisikan karakter moral Islam, menawarkan sumber yang berharga, terlokalisasi, dan kaya konteks untuk penguatan pendidikan akhlak di masyarakat

    FILSAFAT PRAGMATISME DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA UNTUK MENJAWAB TANTANGAN PENDIDIKAN ABAD 21-BERBASIS LITERATUR REVIEW

    No full text
    21st-century education demands relevant skills to prepare students to face challenges in the workplace and society. The philosophy of pragmatism, with its emphasis on experiential learning, provides an effective approach to implementing the Independent Curriculum. This study aims to analyze how the principles of pragmatism can strengthen the implementation of the Independent Curriculum in the context of 21st-century education. Through a literature review of 10 accredited articles, it was found that the application of pragmatism supports interactive, collaborative, and project-based learning, as well as relevance to technology. The results indicate that this approach can improve students' critical, creative, and adaptive thinking skills. Therefore, the implementation of the Independent Curriculum, based on the philosophy of pragmatism, is a strategic solution to address the challenges of 21st-century education

    ASESMEN KEBUTUHAN BINA GERAK DAN MOBILITAS PESERTA DIDIK DI SEKOLAH INKLUSI DAN SLB

    Get PDF
    This study aims to identify, analyse, and design movement and mobility intervention programmes for students with mobility impairments in inclusive schools and special needs schools (SLB). Through a comprehensive multi-source approach, this study explores a systematic assessment framework that includes the identification of mobility impairments, assessment of gross and fine motor skills, and evaluation of mobility issues including orientation, independence, and coordination. Data were collected from three main sources: assessment instruments from Sultan Ageng Tirtayasa University, the Inclusive Education Implementation Guidelines from the Ministry of Education and Culture, and practical guidelines from SLB-A Pembina Jakarta. The results of the study indicate that motor skills assessment must be conducted in a multi-dimensional manner involving a multidisciplinary team of professionals. The main findings identified 11 movement competencies with 37 specific assessment indicators, a percentage-based quantitative assessment system, and a qualitative approach based on independence. This article also presents recommendations for structured and personalised intervention programmes based on the assessment results, including structured motor exercises, school environment modifications, and inter-professional collaboration. The implementation of this comprehensive assessment is expected to improve the quality of inclusive education services and the independence of students with mobility impairments

    12,057

    full texts

    15,441

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Universitas Pasundan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇