Journal Universitas Pasundan
Not a member yet
15441 research outputs found
Sort by
PEMANFAATAN BERITA ONLINE CNBC UNTUK MEMAHAMI STRUKTUR TEKS BERITA SEBAGAI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: Berita Online CNBC untuk Memahami Struktur Teks Berita sebagai Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pentingnya otoritas media dan kemampuan membaca yang mendasar di era modernisasi informasi, pemanfaatan berita online dalam pembelajaran bahasa Indonesia telah menjadi kebutuhan yang mendesak. Penyelidikan ini mengeksplorasi analisis struktur berita yang dipublikasikan oleh CNBC Online serta penerapannya sebagai materi pembelajaran teks berita bagi siswa kelas XI SMA. Studi ini berfokus pada identifikasi struktur berita dalam artikel yang diterbitkan pada tanggal 3 April 2024 dan 7 Mei 2024, sedangkan subfokus analisis yaitu kelengkapan struktur berita pada tanggal tersebut dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif Hasil kajian mengungkapkan bahwa berita yang disajikan oleh CNBC memiliki struktur lengkap yang mencakup elemen-elemen utama seperti judul, teras berita, tubuh berita, dan penutup. Temuan ini dijadikan contoh dalam pelajaran teks berita di kelas XI SMA kurikulum Merdeka mengintegrasikan hasil penelitian ini ke dalam bahan ajar dalam bentuk handout.This investigation explores the analysis of the structure of news published by CNBC Online and its application as news text learning material for class XI high school students. This study focuses on identifying news structures in articles published on April 3 2024 and May 7 2024. Using qualitative descriptive, this research focuses on news from the online media CNBC which is the focus of this analysis, while the subfocus of the analysis is the completeness of the news structure on the date the. The results of the study reveal that the news presented by CNBC has a complete structure which includes main elements such as title, news core, news body and conclusion. These findings show the suitability of CNBC's news structure to be used as an example in news text lessons in class XI. The next step is to integrate the results of this research into teaching materials in the form of news text handouts which are prepared in line with the Basic Competencies for news texts in accordance with the syllabus adapted to K13 for class XI SMA)
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS ANEKDOT STRATEGI REVIEWING A FILM SISWA SMAN 1 KALASAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan keterampilan menulis peserta didik. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui strategi reviewing a film dengan memanfaatkan aplikasi Ibis Paint X. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Kalasan kelas X E1 yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. dan skor keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 8,67% dari siklus pertama ke siklus kedua. Proses pembelajaran juga menjadi lebih aktif dengan peningkatan sebesar 11,2%. Peningkatan tersebut tercermin pada perhatian, kerja sama, keaktifan, dan kreativitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks anekdot melalui strategi reviewing a film dengan memanfaatkan aplikasi Ibis Paint X. Subjek penelitian ini adalah siswa SMAN 1 Kalasan kelas X E1 yang terdiri dari 36 siswa. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi yang dianalisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. dan skor keterampilan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 8,67% dari siklus pertama ke siklus kedua. Proses pembelajaran juga menjadi lebih aktif dengan peningkatan sebesar 11,2%. Peningkatan tersebut tercermin pada perhatian, kerja sama, keaktifan, dan kreativitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. 
IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS STUDENT AGENCY DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARATIF DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERCERITA PESERTA DIDIK FASE D OLEH GURU PENGGERAK PADA KURIKULUM MERDEKA SMP NEGERI 4 CIMAHI TAHUN PELAJARAN 2023/2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Hal tersebut disebabkan peserta didik kurang memahami struktur dan kebahasaan dalam menulis teks naratif. Selain itu peserta didik belum terlatih ketika berbicara di depan kelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis memilih implementasi problem based learning berbasis student agency untuk meningkatkan kemampuan peserta didik kelas VII SMPN 4 Cimahi dalam menulis teks naratif dan berdampak terhadap kemampuan bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model tersebut terhadap kemampuan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Kemampuan peserta didik kelas VII SMPN 4 Cimahi dalam menulis teks naratif dan kemampuan bercerita dikategorikan baik. Berdasarkan hasil perhitungan statistik, bahwa implementasi model tersebut berdampak terhadap kemampuan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Hal ini didukung dengan perhitungan statistik. Terdapat perbedaan signifikan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita peserta didik di kelas eksperimen menggunakan problem based learning berbasis student agency dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan mix method dengan teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menulis teks naratif berdampak terhadap kemampuan bercerita peserta didik. Selain itu, dapat menjadi alternatif pemilihan model pembelajaran di kelas. Terbukti dari rata-rata pretest menulis teks naratif di kelas eksperimen memperoleh 56,86, sementara perolehan rata-rata posttest kelas eksperimen memperoleh 81,86 menunjukkan kenaikan nilai. Begitu pula dengan nilai rata-rata pretest kemampuan bercerita peserta didik yaitu 49,25, sementara nilai rata-rata posttest 74,25, juga menunjukkan kenaikan.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik dalam menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Hal tersebut disebabkan peserta didik kurang memahami struktur dan kebahasaan dalam menulis teks naratif. Selain itu peserta didik belum terlatih ketika berbicara di depan kelas. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis memilih implementasi problem based learning berbasis student agency untuk meningkatkan kemampuan peserta didik kelas VII SMPN 4 Cimahi dalam menulis teks naratif dan berdampak terhadap kemampuan bercerita. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model tersebut terhadap kemampuan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Kemampuan peserta didik kelas VII SMPN 4 Cimahi dalam menulis teks naratif dan kemampuan bercerita dikategorikan baik. Berdasarkan hasil perhitungan statistik, bahwa implementasi model tersebut berdampak terhadap kemampuan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita. Hal ini didukung dengan perhitungan statistik. Terdapat perbedaan signifikan menulis teks naratif dan kemampuan bercerita peserta didik di kelas eksperimen menggunakan problem based learning berbasis student agency dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan mix method dengan teknik pengumpulan data melalui tes, observasi, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa menulis teks naratif berdampak terhadap kemampuan bercerita peserta didik. Selain itu, dapat menjadi alternatif pemilihan model pembelajaran di kelas. Terbukti dari rata-rata pretest menulis teks naratif di kelas eksperimen memperoleh 56,86, sementara perolehan rata-rata posttest kelas eksperimen memperoleh 81,86 menunjukkan kenaikan nilai. Begitu pula dengan nilai rata-rata pretest kemampuan bercerita peserta didik yaitu 49,25, sementara nilai rata-rata posttest 74,25, juga menunjukkan kenaikan
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK MASYARAKAT DI KECAMATAN JAGAKARSA
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KEWASPADAAN DINI MASYARAKAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK MASYARAKAT DI KECAMATAN JAGAKARSA
Djakit Prihartono, M. Qudrat Nugraha Ph.D, Dr. Khaerul Umam Noer, M.Si, Dr. Izzatusholekha, M.Si.
Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
[email protected]
ABSTRAK
Kebijakan merupakan kompas atau pedoman tercapainya tujuan yang ditentukan sebelumnya. Kebijakan juga merupakan sebuah pedoman yang terdiri atas 2 nilai luhur, yaitu kebijakan harus cerdas dan dapat menjadi penyelesaian masalah, sehingga penyusunannya haruslah dengan sangat teliti dan haruslah sangat bijaksana. Masalah gangguan keamanan serta ketertiban menjadi hal yang sangat serius di DKI Jakarta, yang mana DKI Jakarta menjadi corong segala aspek kehidupan. Terutama di Kecamatan Jagakarsa yang merupakan penduduk terpadat pertama di Kota Jakarta Selatan dan Jagakarsa juga merupakan daerah yang bisa dikatakan strategis karena perbatasan langsung dengan Depok yang merupakan bukan wilayah dari DKI Jakarta sehingga dikatakan perbatasan langsung. Hal ini dilakukan karena banyaknya permasalahan di lingkup sosial seperti : Tawuran, Balap Liar, Prostitusi, Begal dan Narkoba. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah apakah FKDM sebagai Lembaga yang bernaung di pemerintahan dalam menangani kebijakan penyelesaian konflik yang dalam tesis ini diambil pada kecamatan Jagakarsa. Dalam melakukan penelitian kita menggunakan Teori Edward III Yaitu : Komunikasi dan koordinasi FKDM dalam Penyelesaian Konflik, Sumberdaya Manusia FKDM dalam Pencegahan ATHG, Disposisi Positif FKDM dan Struktur Birokrasi FKDM. Metode deskriptif dengan pendekatan Kualitatif, yaitu mengambil data – data yang berkaitan dengan permasalahan yang akan diteliti sehingga dapat diuraikan secara deskriptif, kualitatif dan Komprehensif. Didalam tercapainya penyelesaian konflik FKDM di Kecamatan Jagakarsa, harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas FKDM itu sendiri. Pada keberhasilannya FKDM kecamatan Jagakarsa harus bekerjasama berbagai stakeholder agar dalam penyelesaian konflik di masyarakat dapat diatasi dan ditangani oleh semaksimal mungkin oleh para pihak yang berwenang sehingga Implementasi Kebijakan Peraturan Gubernur No.138 Tahun 2019 Tentang Kewaspadaan dini di Provinsi DKI Jakarta sepenuhnya berjalan dengan efektif. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) secara tidak langsung merupakan garda terdepan dalam pencegahan setiap konflik di masyarakat.
Kata Kunci : FKDM, Kebijakan, Kewaspadaan Dini masyarakat,
Konflik Masyarakat
Prediksi Harga Cabai Musiman Menggunakan Model LSTM di Jawa Tengah
Penelitian ini mengembangkan model prediksi harga cabai musiman di Jawa Tengah menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) yang mengintegrasikan data harga harian dan data cuaca, termasuk curah hujan, suhu udara, dan kelembapan relatif. Model ini dirancang untuk memprediksi fluktuasi harga cabai yang dipengaruhi oleh faktor musiman dan kondisi cuaca, yang sering menyebabkan ketidakstabilan harga. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model LSTM berhasil menghasilkan prediksi dengan nilai RMSE 512,83, MAE 387,49, dan R² 0,861, yang mengindikasikan kemampuan model dalam menangkap pola harga yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Keunggulan utama LSTM dibandingkan dengan model lain seperti Support Vector Regression (SVR) dan Random Forest terletak pada kemampuannya untuk menangkap korelasi temporal dan pola musiman dalam data deret waktu. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi penggunaan model untuk membantu petani dalam menentukan waktu tanam dan panen yang optimal serta bagi pemerintah daerah dalam mengatur distribusi dan pengendalian harga cabai untuk mengurangi dampak inflasi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan. Penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang dapat mengembangkan model yang lebih kompleks dan mengakomodasi faktor eksternal lainnya.Penelitian ini mengembangkan model prediksi harga cabai musiman di Jawa Tengah menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) yang mengintegrasikan data harga harian dan data cuaca, termasuk curah hujan, suhu udara, dan kelembapan relatif. Model ini dirancang untuk memprediksi fluktuasi harga cabai yang dipengaruhi oleh faktor musiman dan kondisi cuaca, yang sering menyebabkan ketidakstabilan harga. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model LSTM berhasil menghasilkan prediksi dengan nilai RMSE 512,83, MAE 387,49, dan R² 0,861, yang mengindikasikan kemampuan model dalam menangkap pola harga yang dipengaruhi oleh faktor eksternal. Keunggulan utama LSTM dibandingkan dengan model lain seperti Support Vector Regression (SVR) dan Random Forest terletak pada kemampuannya untuk menangkap korelasi temporal dan pola musiman dalam data deret waktu. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi penggunaan model untuk membantu petani dalam menentukan waktu tanam dan panen yang optimal serta bagi pemerintah daerah dalam mengatur distribusi dan pengendalian harga cabai untuk mengurangi dampak inflasi pangan dan meningkatkan ketahanan pangan. Penelitian ini membuka peluang untuk penelitian lanjutan yang dapat mengembangkan model yang lebih kompleks dan mengakomodasi faktor eksternal lainnya
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN SOSIAL DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA PADA KELAS V SDN 58 SINGKAWANG
This research aims to: 1) determine the social skills of class V students at SD Negeri 58 Singkawang: 2) determine the learning outcomes of Pancasila Education for class V students at SD Negeri 58 Singkawang; 3) determine whether or not there is a relationship between social skills and the learning outcomes of Pancasila Education for fifth grade students at Singkawang State Elementary School. The type of research used is quantitative correlation research. The population of this study was all fifth grade students at SD Negeri 58 Singkawang. Sampling in this study was carried out using saturated sampling, this sample consisted of 33 students consisting of one class V. The prerequisite test carried out was a normality test using the Kolmogorov-Smirnov test formula. Data were analyzed univariately with a significance level of 5% (0.05). Hypothesis testing uses the Pearson product moment correlation technique. Research results 1) The overall level of social skills of class V students at SD Negeri 58 Singkawang is classified as high based on the overall average score of the students' social skills questionnaire of 113.8; 2) The level of learning outcomes for class V students at SD Negeri 58 Singkawang as a whole falls within the criteria based on the overall average score of 78.7; 3) There is a significant relationship between social skills and the learning outcomes of class V students at SD Negeri 58 Singkawang, namely with a correlation value of 0.199 with very low criteria with a positive relationship direction
IMPLEMENTASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PADA STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR: IMPLIKASINYA PADA MANAJEMEN SEKOLAH DASAR
Improving the quality of basic education is strongly influenced by the quality of educators and education personnel. The National Education Standards (SNP) have set Educator and Education Personnel Standards as minimum indicators to ensure quality education services. This article aims to examine the implementation of these standards in primary schools and analyze their implications for school management. The method used is a literature review of relevant laws and regulations, books, scientific journals and research reports. The results of the study show that the implementation of the CFS in primary schools faces various challenges such as inequality in teacher competence, limited ongoing training, and the minimal role of education personnel in supporting the learning process. Implications for school management include the need for transformational leadership, strengthening academic supervision and improving human resource planning. Synergy between principals, teachers and other stakeholders is needed for this standard to be implemented effectively and sustainably
PENGARUH LATIHAN MENGGUNAKAN RESISTANCE BAND TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN ATLET DAYUNG JUNIOR JALUR RAJO BUJANG KECAMATAN PANGEAN KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
This study uses a quantitative research method with Quasi-experimental (Nonequivalent Control Group Design), this design is almost the same as the pre-test and post-test control group design, which means that this design has two groups that are selected and then given a pre-test to find out the initial state of whether there is a difference between the experimental group and the control group, the difference lies in the sampling that is not randomly selected. Based on leven's test for equality of variances, a value of F=3.505 with a value of sig.=0.072. Because the significance value (sig.) is greater than 0.05, it can be concluded that the variance of the two groups is homogeneous, so the results of the t-test are used in the first line (equal variances assumed). In the independent sample t-test, the value of t=1.321 was obtained, with df=28 and sig. (2-tailed)=0.197. This significance value was greater than 0.05, which means that there was no significant difference between the treatment group and the control group in the post-test results. In addition, the average difference between the two groups was 1,667 with a 95% confidence interval range of -919 to 4,252. Since this range includes a value of zero, it further reinforces that there is no significant difference between the two groups
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA WORDWALL PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SDN KONANG 2
This study aims to explore how the use of Wordwall as an instructional medium can enhance students’ learning interest in the Pancasila Education subject for third-grade students at SDN Konang 2. The research is grounded in the recognition of learning interest as a crucial internal factor that contributes to student success, as well as the necessity for engaging and interactive teaching strategies aligned with students’ needs and characteristics. A quantitative approach was employed, utilizing an experimental design involving both pretest and posttest measures. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale and analyzed using descriptive statistical methods. The questionnaire instrument was developed to assess four key dimensions of learning interest: enjoyment, curiosity, attention, and engagement during the learning process. The analysis revealed that all four indicators yielded high results, with an average percentage of 80.5%. These findings indicate that the integration of Wordwall, featuring content on the application of Pancasila values, effectively stimulates students’ interest and active participation in learning activities. Therefore, Wordwall can be considered an innovative and relevant learning tool that supports the demands of 21st-century education
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA KARTU BILANGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS II DI SDN SEMERU 1 KOTA BOGOR
This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by number card media on the mathematics learning outcomes of second-grade students at SDN Semeru 1 Kota Bogor in the topic of place value. The research problem is based on the low understanding of place value concepts and the dominance of conventional teaching methods in the classroom. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The research subjects consisted of 25 students. The instruments used were pretest and posttest questions that had been validated by experts. The results showed an increase in the average score from 45.23 to 75.18 with a gain score of 64.89%, which is categorized as high. The t-test showed a t-value of 12.456 with a p-value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between the pretest and posttest results. The use of concrete media in the form of number cards effectively helped students understand abstract mathematical concepts, while the PBL model was able to increase active student engagement in the learning process. The findings conclude that the combination of PBL and number card media can significantly improve mathematics learning outcomes while providing a meaningful and contextual learning experience. Therefore, active, innovative, and contextual learning approaches are recommended to be implemented in primary school mathematics learning