Journal Universitas Pasundan
Not a member yet
15441 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEGIATAN FINGER PAINTING PADA PAPER CUP TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DI TAMAN KANAK-KANAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterampilan motorik halus anak belum berkembang secara optimal terutama dalam kegiatan menggunakan gunting, memegang pensil dan menarik garis dengan benar, mewarnai gambar masih belum rapi. Penggunaan media guru dalam mengembangkan motorik halus di Taman Kanak-kanak kurang lentur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan finger painting pada Paper Cup terhadap perkembangan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak Taman Kanak-kanak Bhayangkari 3 Padang, dengan sampelnya yaitu kelas B3 sebagai kelas eksperimen dan kelas B1 sebagai kelas kontrol yang masing-masing kelas berjumlah 15 anak. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas,uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan tabel uji hipotesis pada kolom sig. (2-tailed) diperoleh nilai sig 0,000. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 0,000< 0,05. Sesuai dengan kriteria pengukuran pada uji hipotesis, apabila diperoleh nilai sig < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kegiatan finger painting pada Paper Cup memiliki pengaruh yang tinggi terhadap keterampilan motorik halus anak di Taman Kanak-kanak
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS VI SD NEGERI PAJURANGAN
The objective of this study is to examine the implementation and improvement of students’ critical thinking skills in the IPAS subject through the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by crossword puzzle at SD Negeri Pajurangan. This research uses a Classroom Action Research (CAR) method following the Kemmis and McTaggart model, conducted over two cycles. Each cycle consisted of two meetings and followed four stages: planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 21 sixth-grade students at SDN Pajurangan, consisting of 7 male students and 14 female students. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. The results showed that in Cycle I, only 13 students achieved the minimum mastery criteria, representing 61.90%, with an average score of 67.14. Meanwhile, the average score for critical thinking skills was 48.38. In Cycle II, the number of students who met the criteria increased to 18, or 85.71%, with a class average of 82.61, and the average critical thinking score improved significantly to 80.76. These results indicate an overall improvement in both learning outcomes and critical thinking skills, meeting the classical completeness threshold set by the researcher at 70%
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZ WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS III SDN KLENANG LOR I
This research was motivated by the low cognitive learning outcomes of third-grade students at SDN Klenang Lor I in the Pancasila Education subject, particularly the topic of rules at home and school. Students were less active during learning, the teaching methods did not meet their learning needs, and there was minimal use of engaging learning media. In addition, the learning process was still teacher-centered, which hindered student participation. This study employed Classroom Action Research (CAR), aimed at increasing student engagement and improving learning outcomes. The CAR method consists of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles, each consisting of two meetings. The subjects were 19 third-grade students, comprising 10 boys and 9 girls. The study took place from February 18 to February 22, 2025. In the first cycle, 13 out of 19 students achieved learning mastery (68.42%). After improvements were made in the second cycle through the application of cooperative learning methods and the use of a game-based learning media called “Quiz Wordwall,” the number of students achieving mastery increased to 18 out of 19 (94.73%). This improvement demonstrates that the use of interactive media tailored to students’ learning needs can enhance cognitive learning outcomes. Therefore, the application of cooperative learning methods and game-based educational media proved effective in improving the learning outcomes of third-grade students at SDN Klenang Lor I
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN VISUAL, AUDITORY, KINESTETIC, TACTILE (VAKT) TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS II SDN 28 CAKRANEGARA TAHUN AJARAN 2024/2025
Pendidikan memegang peranan penting dalam peradapan manusia guna mengembangkan kemampuan dalam dirinya, salah-satunya adalah kemampuan numerasi. Mengembangkan kemampuan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah-satunya menerapkan proses pembelajaran yang menggunakan metode multisensori seperti metode VAKT. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode pembelajaran visual, auditory, kinestetic, tactile (VAKT) terhadap kemampuan numerasi siswa kelas II SDN 28 Cakaranegara tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sample dalam penelitian adalah siswa kelas II SDN 28 Cakranegara yang terdiri dari 48 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan soal tes kemampuan numerasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji pra-syarat yaitu normalitas dan homogenitas. Selanjutnya, uji hipotesis menggunakan uji Independet Sample t-test. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa nilai signifikansi yaitu 0.000 < 0.05, artinya terdapat pengaruh yang signifikan. Kemudian, dilihat dari uji effect size sebesar 0.10 berada di antara klasifikasi d ≤ 0.5, dimana pengaruh metode VAKT terhadap kemampuan numerasi tergolong dalam kategori sedang. Ho ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan ada pengaruh metode pembelajaran visual, auditory, kinestetic, tactile (VAKT) terhadap kemampuan numerasi siswa kelas II SDN 28 Cakranegara tahun ajaran 2024/2025”.
 
INOVASI PEMBELAJARAN GEOMETRI SEKOLAH DASAR MELALUI POP-UP BOOK ETNOMATEMATIKA BANGUNAN MASJID AL-AKBAR SURABAYA
This research was motivated by the lack of interest of students in implementing mathematics learning activities. Mathematics learning will be more interesting if you use media. The media used is an ethnomathematics-based popup book media which displays three- dimensional elements by increasing understanding of geometric concepts and connecting them with the local culture of the Surabaya Al-Akbar Mosque on the geometric material of cubes and blocks. The aim of this research is to describe observations of teacher activities, student responses and student learning outcomes for class VI students at SDN Margorejo 1 Surabaya. This research is descriptive quantitative research. Data in the form of observations of teacher activities, student responses and student learning outcomes. The results of the research show that observations of teacher activities are in the "good" category, student responses are in the "very good" category and student learning outcomes are in the "very good" category
INNOVATION MANAGEMET CLASS PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL HUDA 1 PALANGKA RAYA
Classroom management is one of the important skills that must be mastered by teachers, because it can support success in the learning process. This study aims to explore the application of classroom management innovation in Fiqh learning at Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda 1 Palangka Raya. The method used is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and documentation, and data validation techniques using source triangulation. The results showed that classroom management innovation was carried out through four main aspects, namely understanding the situation and conditions of students, applying varied learning methods, using learning media, and structuring the learning environment. Teachers adjust learning strategies to student conditions, apply interactive methods such as discussion and question and answer with rewards, and utilize visual media and teaching aids. In addition, seating arrangements are made to improve student comfort and interaction. This research shows that innovative strategies in classroom management can create a conducive learning atmosphere and improve student engagement and understanding
PENGARUH MEDIA DIORAMA MATERI ORGAN PENCERNAAN MANUSIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI SERENGAT
Keterbatasan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran di SD Negeri Serengat berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media diorama terhadap hasil belajar siswa kelas VB, karena media tersebut dinilai mampu meningkatkan pemahaman abstrak melalui ilustrasi nyata visual dua dimensi dalam bentuk papan bergambar dengan beberapa elemen gambar yang saling mendukung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri atas 21 siswa kelas VB yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengujian hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test pada SPSS-25 menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.001. Nilai signifikansi tersebut ≤ 0.05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media diorama berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VB SD Negeri Serengat pada materi organ pencernaan manusia
HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 86 SINGKAWANG
ABSTRAK
Rani Ananda: Hubungan Lingkungan Teman Sebaya terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V di SDN 86 Singkawang. Skripsi, ISBI Singkawang, 2024.
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan mengenai lingkungan teman sebaya siswa kelas V di SDN 86 Singkawang. 2) mendeskripsikan mengenai tingkat motivasi belajar siswa di kelas V di SDN 86 Singkawang. 3) mendeskripsikan hubungan lingkungan teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas V di SDN 86 Singkawang.. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yang bersifat korelasi dengan desain penelitian assosiatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VA dan VB SDN 86 Singkawang dengan jumlah 46 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik sampel jenuh, sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 46 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu berupa angket adaptasi dari Hutagulung (2023) dan Sulam (2021). Teknik analisis data yaitu rata-rata keseluruhan dan korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) lingkungan teman sebaya berada pada kategori cukup dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71,74%, 2) motivasi belajar siswa berada pada kriteria sedang dengan rata-rata keseluruhan sebesar 58,29%, 3) terdapat hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan motivasi belajar siswa yang dibuktikan berdasarkan nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05 dengan nilai (Pearson Correlation) sebesar 0,721 dan menunjukkan tingkat kekuatan hubungan yang tinggi. Berdasarkan perhitungan menggunakan rumus koefisien determinan hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan motivasi belajar siswa kelas V di SDN 86 Singkawang sebesar 51,98%.
Kata kunci: Lingkungan Teman Sebaya, Motivasi Belajar
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MANAJER DALAM MEWUJUDKAN ANTI BULLYING MELALUI BUDAYA POSITIF DI SDN BULU LOR SEMARANG
Fokus penelitian ini mencakup beberapa aspek, yaitu: (1) peran kepala sekolah dalam perencanaan program anti bullying melalui budaya positif di SDN Bulu Lor Semarang, (2) peran kepala sekolah dalam mengorganisasikan program anti bullying melalui budaya positif di SDN Bulu Lor Semarang, (3) peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program anti bullying melalui budaya positif di SDN Bulu Lor Semarang, dan (4) peran kepala sekolah dalam pengawasan program anti bullying melalui budaya positif di SDN Bulu Lor Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan qualitative research dengan metode deskriptif analitis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mewujudkan program anti bullying di SDN Bulu Lor Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan teknik triangulasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian a) Analisis peran kepala sekolah dalam perencanaan program anti bullying melalui budaya positifadalah (1) melakukan analisa dan identifikasi masalah kenakalan anak, (2) melakukan analisa kebutuhan guru dan anak, (3) Penyusunan draft kesepakatan bersama MOU antara pihak sekolah dengan orang tua selaku wali dari peserta didik, (4) menyusun anggaran sesuai kebutuhan pada aspek aspek yang memerlukan pembiayaan. b) Analisis Peran kepala sekolah dalam mengorganisasikan program anti bullying melalui budaya positif1) mengalokasikan sumber daya; 2) merumuskan dan menetapkan tugas; 3) menetapkan prosedur yang diperlukan; 4) menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggungjawab. c) Analisis Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program anti bullying melalui budaya positifdiantaranya 1) Peran sebagai fasilitator dengan menyediakan media gambar, poster tentang bahaya bullying, 2) peran sebagai demonstrator kepala sekolah mengintruksikan guru untuk dapat mendemontrasikan secara jelas bahaya dan dampak Bullying, 3) peran sebagai motivator memberikan semangat dan arahan kepada anak dan guru untuk hidup salig tolong menolong,
4) peran sebagai evaluator kepala sekolah mengamati perkembangan anak dengan lembar pengamatan dan mengevaluasi dinamika dan dampak penangan. d) Peran kepala sekolah dalam pengawasan program anti bullying melalui budaya positifmeliputi pengawasan internal dilakukan kepala sekolah danpengawas, kemudian pengawasan eksternal dilakukan komite sekolah, dilihat dari teknis pengawasan dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pengawasan langsung yang bersifat teknis dan pengawasan tidak langsung dalam bentuk laporan
PERAN MANAJEMEN STRATEGIK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM
This study examines the role of strategic management in developing an Islamic values-based curriculum in Islamic educational institutions. The findings reveal that the systematic and effective implementation of strategic management significantly enhances the quality of Islamic education through strategic planning, directed implementation, and continuous evaluation. The study highlights the importance of involving all stakeholders, such as teachers, parents, and communities, to ensure the successful implementation of the curriculum. Despite challenges like resistance to change and limited resources, the study recommends utilizing technology and conducting socialization efforts to support better curriculum development. This research provides practical and theoretical contributions to the development of Islamic education management, particularly in the digital era.
Keywords: strategic management, curriculum, Islamic values, Islamic education, curriculum evaluatio