Jurnal Mitra Kesehatan
Not a member yet
    155 research outputs found

    GAMBARAN KERASIONALAN PENGOBATAN PADA PASIEN PEDIATRIK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI SALAH SATU RUMAH SAKIT SWASTA DI BEKASI TIMUR PADA TAHUN 2020

    Full text link
    Pendahuluan: Infeksi Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar diseluruh dunia dan Indonesia. Sekitar 90% infeksi ini terjadi pada anak-anak di bawah 15 tahun. Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh beberapa spesies nyamuk dan membutuhkan terapi yang tepat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji kerasionalan pengobatan dalam terapi DBD pada pasien pediatrik di salah satu Rumah Sakit Swasta di Bekasi Timur tahun 2021 Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian diambil sebanyak 50 data rekam medik pasien DBD. Data disajikan dalam bentuk tabel dan persentase. Hasil: Hasil yang diperoleh dari penelitian gambaran kerasionalan pengobatan pada pasian pediatrik DBD yaitu tepat indikasi 86%, tepat obat 86%, tepat dosis 94%, dan tepat cara pemberian 100%. Kesimpulan: Sebagian besar dari hasil sudah menunjukkan ketepatan pada pengobatan DBD dan perlu dilakukan penelitian lainnya untuk mengevaluasi kerasionalan terapi pada pasien DBD

    ANALISA BETA KAROTEN PADA SAYURAN LOKAL DI INDONESIA

    Full text link
    Pendahuluan: Potensi sayuran sebagai antioksidan sangat besar mengingat sayur termasuk kedalam menu utama makan yang dikonsumsi setiap hari. Antioksidan memiliki fungsi untuk mencegah terbentuknya radikal bebas yang terjadi akibat pencemaran atau polusi. Metode: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kandungan beta karoten pada sayuran lokal di Indonesia dengan cara kuantitaif menggunakkan alat spektrofotometri dengan panjang gelombang 350 – 550 nm. Sampel yang digunakan adalah wortel, labu kuning, bayam merah, jagung, kol ungu, terong ungu, bit merah, cabai merah, tomat dan bayam. Pengukuran sampel dibandingkan dengan standar beta karoten murni, pengukuran dilakukan triplo. Hasil: Pengukuran seri larutan standar beta karoten dimulai dari konsentrasi 1,5 ppm, 3 ppm dan 5 ppm diperoleh R = 0.985. Kesimpulan: Dari hasil pengukuran sampel diperoleh bahwa urutan kandungan beta karoten dari yang tertinngi adalah cabai merah, wortel, jagung manis, bayam merah, labu kuning, tomat, bayam hijau, bit merah, kentang, terong ungu

    CITRA TUBUH NEGATIF CENDERUNG MENURUNKAN ASUPAN GIZI PADA REMAJA PEREMPUAN

    Full text link
    Pendahuluan: Remaja adalah periode transisi yang melibatkan perubahan perkembangan fisiologis, psikologis, dan sosial yang dapat menyebabkan kelebihan berat badan dan cenderung menjadi obesitas di masa dewasa. Pada masa remaja ada perubahan fisik, biologis, dan kognitif, cepat dan drastis. Perubahan yang cepat ini membuat respons remaja yang sangat memperhatikan bentuk tubuh mereka dan ingin menurunkan berat badannya. Untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh, asupan makanan dan aktivitas fisik di kalangan remaja perempuan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional, pada 140 siswa SMU di Yogyakarta. Citra tubuh diukur dengan gambar tubuh-34 kuesioner; asupan makanan yang diukur dengan recall 24 jam yang dilakukan selama 3 hari, mewakili hari kerja dan akhir pekan, dan aktivitas fisik yang diukur dengan aktivitas recall.Data dianalisis dengan uji-T. Hasil: Ada 22,14% wanita muda yang diketahui mengalami ketidakpuasan dengan citra tubuh. T-test menunjukkan bahwa, ada hubungan yang signifikan antara citra tubuh dan asupan gizi (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan secara statistik antara citra tubuh dengan asupan gizi

    FORMULASI DAN EVALUASI NANOEMULSI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TWEEN 80

    Full text link
    Pendahuluan: Nanoemulsi adalah sistem emulsi transparan, terdiri dari campuran minyak dan air, serta molekul surfaktan untuk menstabilkannya. Ukuran partikel nanoemulsi berkisar antara 10-200 nm. Kandungan alkaloid, flavonoid, tannin, saponin dan eugenol pada daun kemangi bermanfaat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi stabilitas fisik dari formulasi nanoemulsi ekstrak daun kemangi menggunakan surfaktan tween 80 dengan konsentrasi 36%, 37% dan 38%. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental untuk mengetahui stabilitas fisik dari sediaan nanoemulsi dengan membuat tiga perbedaan konsentrasi tween 80 (36%, 37% dan 38%) serta dilakukan evaluasi uji organoleptis, pH, viskositas, transmitan, penentuan partikel (ukuran partikel dan indeks polidispersitas) dan stabilitas (sentrifugasi dan freeze thawing). Hasil: Hasil penelitian sediaan nanoemulsi ekstrak daun kemangi F1, F2 dan F3 mempunyai rata-rata ukuran partikel 14,43 nm, 14,73 nm dan 15 nm dengan indeks polidispersitas sebesar 0,38, 0,42 dan 0,37. Ketiga formula berwarna coklat, jernih, berbau khas daun kemangi, memiliki nilai persen transmitan diatas 90%. Hasil uji sentrifugasi pada semua formula tidak terjadi pemisahan fase dan pada uji freeze thawing hasil yang didapat tidak mengalami perubahan warna, bau dan pemisahan fase. Ketiga formula tetap stabil selama masa penyimpanan 2 minggu. Kesimpulan: Nanoemulsi ekstrak daun kemangi dengan konsentrasi 36% pada F1 merupakan nanoemulsi terbaik dengan karakteristik jernih berwarna coklat terang, berbau khas daun kemangi, memiliki nilai pH 6,24, viskositas 1333,33-1416,67 cP, transmitan 96,7%, ukuran partikel 14,43 nm dan indeks polidispersitas 0,38. Tetap stabil tidak mengalami perubahan warna, bau dan pemisahan fase setelah pengujian sentrifugasi dan freeze thawing

    EVALUASI PENGOBATAN ANTI TUBERKULOSIS PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT SWASTA WILAYAH BEKASI TIMUR TAHUN 2020-2021

    Full text link
    Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksius dengan prevelensinya tertinggi di dunia. Menurut data di pendahuluan, 46% adalah angka 3 provinsi dengan jumlah terbanyak. Pengobatan yang rasional perlu dilakukan untuk mengeradikasi infeksi Mycrobactericum Tuberculosis, sehingga kualitas hidup pasien meningkat serta angka resistensi menurun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi pengobatan antituberkulosis (OAT) pada pasien geriatri rawat jalan di rumah sakit swasta wilayah Bekasi Timur tahun 2020- 2021. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medis pasien rawat jalan berjumlah 40 pasien. Hasil: Penelitian yang dilakukan di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Bekasi Timur tahun 2020-2021 dengan sampel sebanyak 40 orang dengan karakteristik responden terbanyak adalah pasien laki-laki, berusia 50-55 tahun, dan memiliki riwayat penyakit penyerta. Sediaan OAT yang diberikan adalah 80% KDT dan 20% combipak. Lama pemakaian OAT <2 bulan (5%), dan tepat 2 bulan (95%). Hasil evaluasi rasionalitas OAT pada Pasien Geriatri Rawat Jalan Rumah Sakit Swasta Wilayah Bekasi Timur Tahun 2020-2021 menunjukkan bahwa diagnosis tepat (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), dan tepat dosis (77,5%). Kesimpulan: Hasil evaluasi rasionalitas OAT pada pasien geriatri rawat jalan di rumah sakit (RS) swasta wilayah Bekasi Timur tahun 2020-2021 menunjukan bahwa ketepatan diagnosis 100%, ketepatan indikasi 100%, ketepatan obat 100%, dan ketepatan dosis 77,5%

    HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI EDUKASI KEPERAWATAN DI RUANG INTENSIF RUMAH SAKIT A BEKASI

    Full text link
    Pendahuluan: Penulisan dokumentasi edukasi kesehatan menjadi bagian elemen penilaian Akreditasi Rumah Sakit dan penilaian kinerja perawat dalam menjaga kualitas serta mutu pelayanan rumah sakit. Kelengkapan dokumentasi edukasi masih kurang sesuai komponen penilaian. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kelengkapan dokumentasi edukasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan motivasi perawat dengan pelaksanaan dokumentasi edukasi kesehatan di Ruang Intensif Rumah Sakit A Bekasi. Metode: Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Sampel berjumlah 55 responden yang diambil secara total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square menggunakan software statistic menggunakan software statistic. Hasil: rata-rata usia perawat berusia 37,78 tahun, rerata lama kerja adalah 14 tahun, sebanyak 46 responden (83,6%) berjenis kelamin perempuan. Pada umumnya perawat berpendidikan D3 keperawatan yaitu sebanyak 37 responden (67,3%). Sebagian besar yang menjadi responden memiliki motivasi yang baik dalam mendokumentasikan edukasi kesehatan yaitu sebanyak 21 responden (38,2%). Sebagian besar pelaksanaan dokumentasi edukasi kesehatan diruang intensif kategori lengkap yaitu sebanyak 34 responden (61,8%). Hasil uji chi square diperolah P value = 0,001 (a < 0,05) artinya terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan pelaksanaan pendokumentasian edukasi kesehatan di Ruang Intensif. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa motivasi perawat berhubungan dengan pelaksanaan pendokumentasian edukasi kesehatan di Ruang Intensif Rumah Sakit A Bekasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan meningkatkan layanan kepada pasien

    KEPADATAN POPULASI TUNGAU DEBU RUMAH PADA KAMAR TIDUR PONDOK PESANTREN X DI KOTA BEKASI

    Full text link
    Pendahuluan: Tungau debu rumah (TDR) merupakan sumber alergen yang berpotensi menyebabkan alergi pada manusia. Komponen tubuh TDR yang berpotensi menyebabkan alergi pada manusia antara lain kutikula, organ reproduksi, saluran pencernaan dan feses. Adapun persentase TDR yang berpotensi menyebabkan alergi di Asia sebesar 60 %. Mengingat dampak buruk TDR bagi kesehatan khususnya di Indonesia, maka perlu dilakukan penelitian mengenai identifikasi dan kepadatan populasi TDR pada salah satu pondok pesantren di kota bekasi. Tujuan Penelitian untuk memberikan informasi mengenai kepadatan populasi TDR pada tempat tidur pondok pesantren di Kota Bekasi. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional menggunakan teknik sampling total sampling. Hasil: Identifikasi TDR pada sampel tempat tidur pada pondok pesantren X di Kota Bekasi hanya menunjukkan genus Dermatophagoides sp. dengan  rata-rata kepadatan tertinggi sebesar 13,80 tungau/gram debu sedangkan terendah sebesar 4,50 tungau/gram debu. Kesimpulan: Dari semua sampel debu kamar tidur di pondok pesantren X kota Bekasi hanya ditemukan genus Dermatophagoides sp dengan kepadatan tertinggi sebesar 13,80 tungau/gram debu

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TIDUR MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DI FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA TAHUN 2021

    Full text link
    Pendahuluan: Tidur merupakan salah satu proses fisiologis penting pada manusia yang bertujuan untuk menjaga kesehatan dan melanjutkan fungsi biologis, psikologis, sosial dan budaya. Kualitas tidur merupakan suatu kondisi yang dapat dilihat dari kemampuan individu untuk mempertahankan gerakan mata cepat dan gerakan mata non cepat tidur. Kualitas tidur yang buruk pada mahasiswa akan berdampak pada kesehatan fisik, psikis dan penurunan prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa keperawatan sarjana keperawatan fakultas keperawatan universitas muhammadiyah jakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel responden menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Hasil: Hasil penelitian menggunakan analisis uji statistik Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada mahasiswa adalah jenis kelamin, aktivitas fisik, stres psikologis dan stres akademik. Kesimpulan: Ada hubungan antara jenis kelamin, aktivitas fisik, stres psikologis, dan stres akademik terhadap kualitas tidur mahasiswa

    THE RELATION BETWEEN THE CYCLE OF ADMINISTRATION OF CHEMOTHERAPY TO PSYCHOSOCIAL PROBLEMS IN BREAST CANCER PATIENTS

    Full text link
    Introduction: Breast cancer is the most common malignant neoplasm that affects women.  One of the treatments for breast cancer is chemotherapy which is carried out according to a particular schedule with a specified length of therapy to increase the patient's recovery rate.  In addition to the physiological effects, chemotherapy also has a psychological impact on the patient.  Fulfillment of psychosocial needs is important to improve the quality of life of patients caused by changes in physical, social, cognitive, spiritual, emotional and role functions.  The purpose of this study was to determine the relationship between the cycle of chemoteraphy with psychosocial problems in breast cancer patients. Method: This study is a quantitative correlational study using 54 breast cancer patients as samples by purposive sampling.  Data collection was carried out during April 2020 to June 2020 in the chemotherapy room at Koja Hospital, North Jakarta. The Depression Anxiety Stress Scale (DASS 21) questionnaire was used to identify psychosocial problems in breast cancer patients.  Statistical analysis of the Spearman rank test was carried out to analyze the relationship between chemotherapy cycles and psychosocial problems. Results: The results showed that there was a relationship between chemotherapy cycles and psychosocial problems (p value 0.001) although it showed a weak relationship between those  two variables (r 0.257).  Psychosocial problems identified included anxiety (53%), depression (9.3%), low self-esteem (16.7%) and stress (20.4%). Conclusion: Nurses need to provide comprehensive nursing care for patients undergoing chemotherapy including identifying problems related to physical complaints and psychosocial needs so that nursing interventions can be given comprehensively to breast cancer patients undergoing chemotherapy

    RISK OF POST STROKE PNEUMONIA DURING HOSPITALIZATION

    Full text link
    Introduction: Post-stroke pneumonia is the most a common complication during the first few weeks after a stroke. Thus, a score is needed for the early identification of stroke patients with an increased risk of pneumonia to assist the nursing team in preventing the onset of pneumonia in stroke patients during hospitalization. This study aimed to assess the application of the A2DS2 score to predict pneumonia in acute ischemic stroke patients. Method: This is a diagnostic study that used a cross-sectional method conducted among adult acute ischemic stroke patients. Data analysis was performed to assess the calibration and discrimination performance of the A2DS2 score. Results: A total of 16 respondents were followed up. The incidence of post-stroke pneumonia was observed in 6 patients (37.5%). Conclusion: This scoring proved clinically accurate to predict the incidence of pneumonia in acute ischemic stroke patients

    142

    full texts

    155

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mitra Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇