Jurnal Mitra Kesehatan
Not a member yet
155 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER: HERBAL DAUN SALAM DAN RELAKSASI AUTOGENIC PADA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN HIPERTENSI: LAPORAN KASUS
Pendahuluan: Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 29,4% menjadi 40% selama kurun waktu 5 tahun. Tindakan pengobatan dapat dilakukan dengan mengintegrasikan terapi komplementer. Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran nyata melakukan asuhan keperawatan keluarga pada pasien hipertensi dengan integrasi herbal daun salam dan relaksasi autogenik.
Metode Laporan kasus disusun menggunakan metode deskriptif.
Hasil: Hasil dari pengkajian didapatkan diagnosis prioritas adalah ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan. Kriteria hasil pengetahuan: proses penyakit, partisipasi dalam keputusan perawatan kesehatan, pengetahuan: prosedur penanganan, perilaku patuh: diet yang disarankan, dan pengetahuan sumber-sumber kesehatan. Intervensi yang disusun adalah pengajaran: proses penyakit, dukungan: pengambilan keputusan, pengajaran prosedur perawatan: rebusan daun salam dan relaksasi autogenik, manajemen nutrisi, panduan sistem pelayanan kesehatan. Hasil evaluasi setelah 3 minggu menunjukkan peningkatan kemandirian keluarga dari kemandirian I menjadi II dengan penurunan tekanan darah dari 160/ 100 mmHg menjadi 150/ 90 mmHg.
Kesimpulan: Kunjungan rumah secara regular, edukasi kesehatan dengan menggunakan media yang mudah dipahami serta mengintegrasikan terapi komplementer berbasis budaya dan riset perlu dilakukan
ST-ELEVASI MIOCARD INFARK DAN KETOASIDOSIS DIABETIKUM : SEBUAH STUDI KASUS DENGAN PENDEKATAN PROSES KEPERAWATAN
Pendahuluan: Ketoasidosis diabetikum (KAD) diabetikum diketahui memiliki hubungan dengan prognosis ST Elevation Miocardial Infact (STEMI). Peningkatan kejadian gagal jantung, shock hingga terjadinya kematian. Perawat memiliki peran penting kolaboratif dalam penanganan kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen asuhan keperawatan pada pasien STEMI dengan KAD.
Metode: Pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dimana kami mempersembahkan penerapan asuhan keperawatan pada pasien laki-laki usia 42 tahun STEMI disertai ketoasidosis diabetikum di ruang gawat darurat.
Hasil: Pada studi kasus ini pasien masuk unit gawat darurat dengan keluhan nyeri dada khas dan kondisi hiperglikemia. Hasil pemeriksaan penunjang pasien didiagnosis mengalami STEMI ekstensif anterior onset 3 jam dan KAD, diagnosis keperawatan pada pasien tersebut adalah nyeri akut (NANDA: 00132) dan defisit volume cairan (NANDA 00027), intevensi yang digunakan Manajemen nyeri dengan aktivitas tindakan tatalaksana STEMI dan manajemen cairan dengan aktivitas tindakan tatalaksana cairan KAD sesuai dengan evidence based practice. Evaluasi hasil tindakan keperawatan, nyeri masih terajdi dan defisit volume cairan tidak terjadi.
Kesimpulan: STEMI dan KAD merupakan dua kasus gawatdarurat yang memerlukan penanganan yang tepat, manajemen keperawatan dengan pendekatan interpersonal kolaborasi dan berbasis evidence based practice pada pasien pada kasus tersebut dapat meningkatkan outcome yang baik bagi pasien
ASUPAN ZAT GIZI DAN HUBUNGANNYA DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI
Pendahuluan: Remaja merupakan kelompok rentang mengalami permasalahan gizi yang berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status gizi dan asupan zat gizi pada remaja putri.
Metode: Jenis penelitian adalah cross sectional study dengan jumlah sampel 50 remaja yang dilakukan secara accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan indeks massa tubuh 22,39 ± 4,46 dan lingkar lengan atas 26,35 ± 3,51 cm, terdapat 20% remaja mengalami kekurangan energy kronik dan 20% obesitas. Gambaran asupan zat gizi menunjukkan asupan vitamin C 3,87 ± 8,10 mg (96% kurang), vitamin E 1,22 ± 0,89 mg, zat besi 3,59 ± 2,84 mg, seng 1,22 ± 1,15 mg (100% kurang) sementara asupan kalsium 172,93 ± 302,02 mg (98% kurang).
Kesimpulan: Analisis bivariate menunjukkan tidak terdapat hubungan antara asupan zat gizi dengan status gizi pada remaja. Disimpulkan bahwa remaja putri masih mengkosumsi zat gizi di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan
IDENTIFIKASI Candida sp DALAM URINE PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS NGEMPLAK 2 KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Pendahuluan: Jamur Candida sp dapat berperan sebagai mikroorganisme yang bersifat patogen yaitu menimbulkan infeksi primer dan sekunder. Penderita diabetes mellitus (DM) dapat mengalami infeksi jamur tersebut karena mekanisme pertahanan alami tubuh yang rendah. Komplikasi yang terkait DM dapat meningkatkan risiko infeksi, peningkatan kadar gula dalam darah, jaringan, dan urine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan jamur Candida sp dalam urine penderita diabetes mellitus tipe 2.
Metode Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 spesimen urine penderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, pasien adalah peserta program pengelolaan penyakit kronis (prolanis) di Puskesmas Ngemplak 2 Kabupaten Sleman Yogyakarta. Tahap pengumpulan data dilakukan pada bulan Juli 2019 di Puskesmas Ngemplak 2 Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pemeriksaan jamur Candida sp dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 8 sampel (26,7%) ditemukan jamur Candida sp dan 22 sampel (73,3%) tidak ditemukan jamur Candida sp. Sampel dengan jamur Candida sp, sebagian besar berasal dari penderita diabetes mellitus berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 5 sampel (16,3%).
Kesimpulan: Jamur Candida sp dapat ditemukan dalam urine penderita diabetes mellitus terutama penderita dengan jenis kelamin perempuan. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi sistem kekebalan tubuh menurun, atau sering menggunakan pakaian ketat dari bahan sintetis
UJI AKTIVITAS LARVASIDA EMULSI MINYAK ATSIRI DARI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP LARVA Aedes aegypti
Pendahuluan: Jumlah kasus demam berdarah yang berfluktuasi tiap tahunnya disebabkan pengendalian vektor (Aedes aegypti) berbasis insektisida kimiawi belum optimal. Banyak yang enggan menggunakan insektisida kimiawi karena berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan. Diperlukan alternatif lain yang dapat digunakan yaitu menggunakan insektisida dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang berpotensi sebagai larvasida adalah daun sirih merah.
Metode: Penelitian ini bertujuan melihat efektivitas minyak atsiri daun sirih merah (MASM) dalam membunuh larva Aedes aegypti. MASM yang digunakan diperoleh dari proses destilasi air, kemudian dibuat menjadi formula emulsi. Untuk menentukan hubungan konsentrasi minyak terhadap kematian larva digunakan uji korelasi.
Hasil: Penentuan pengaruh minyak terhadap kematian larva digunakan uji regresi linear dan untuk mendapatkan nilai Lethal Concentration (LC50 dan LC90) digunakan uji regresi Probit.
Kesimpulan: Hasil uji aktivitas larvasida emulsi MASM menunjukkan bahwa Formula 2 dengan perbandingan Tween 20 dan Span 80 (1:1) merupakan formula yang paling optimal dengan sifat fisik yang paling stabil, nilai LC50 22,69 ppm dan LC90 127,05 ppm
PERANAN FAUNA LALAT DALAM BIDANG KESEHATAN DI PASAR TRADISIONAL KABUPATEN SLEMAN, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Pendahuluan: Lalat merupakan salah satu serangga yang berperan dalam masalah kesehatan sebagai vektor mekanik penyakit. Lalat memiliki kebiasaan hidup di sanitasi buruk seperti pasar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi pasar tradisional di Kabupaten Sleman, Daetah Istimewa Yogyakarta, mengetahui fauna lalat, hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus yang ditemukan pada tubuh lalat, mengetahui hubungan sanitasi pasar dengan parasit usus, mengetahui hubungan kepadatan lalat dengan jumlah pasasit usus dan mengetahui kemampuan lalat sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus.
Metode: Penelitian ini bersifat obeservasional dan eksperimental. Lalat dikoleksi dari 6 pasar tradisional menggunakan sweep net selama 3 hari dan diperiksa parasit ususnya di Laboratorium Parasitologi UGM. Data dianalisis dengan Fisher’s Exact Test (a=0,05). Pasar Cebongan, P. Sleman dan P. Condongcatur memiliki sanitasi baik, sedangkan P. Gamping, P. Godean dan P. Ngino memiliki sanitasi buruk. Fauna lalat yang ditemukan adalah M. domestica ,C.megacephala dan Sarcophaga spp.
Hasil: Parasit usus tidak ditemukan dari tubuh lalat yang dikoleksi. Kepadatan lalat tidak memiliki hubungan dengan jumlah parasit usus pada tubuh lalat.
Kesimpulan: Lalat M. domestica mampu berperan sebagai vektor mekanik setelah dipaparkan dengan tinja yang mengandung parasit usus
AKUPRESUR UNTUK MENGURANGI NYERI PENUSUKAN AKSES ARTERIOVENA FISTULA (AFV) PADA PASIEN HEMODIALISIS: LITERATURE REVIEW
Pendahuluan: Gold standart akses pembuluh darah yang digunakan yaitu arteriovenous fistula (AVF). Akses arteriovenous fistula (AVF) pada pasien hemodialisis dapat mempengaruhi kualitas hidup karena penusukan pada akses AFV dilakukan saat awal prosedur hemodialisis. Selain itu, penusukan akses AFV dilakukan setiap pasien menjalani hemodialisis, sehingga dalam kurun waktu satu tahun pasien dapat mengalami lebih dari 100 kali. Saat ini terdapat banyak intervensi yang digunakan untuk mengurangi nyeri saat penusukan akses AVF, salah satunya yaitu akupresur. Akupresur merupakan intervensi non-farmakologi dan intervensi mandiri perawat untuk mengatasi nyeri saat penusukan akses AFV. Tujuan dari literature review ini untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai Evidance Based Nursing dalam mengurangi nyeri penusukan akses arteriovenous fistula (AFV).
Metode: Metode yang digunakan yaitu pendekatan terhadap tiga jurnal penelitian tentang akupresur untuk mengurangi nyeri pada penusukan akses arteriovena pasien hemodialisis. Selain itu, jurnal yang didapatkan dilakukan proses critical appraisal dan perhitungan nilai kemaknaan klinis. Critical Appraisal dilakukan sesuai dengan desai penelitian pada jurnal. Kemaknaan klinis dilakukan dengan menghitung nilai Size Effect yang kemudian dikonversi menjadi nilai Number Need to Treat.
Hasil: Terdapat satu jurnal yang memiliki hasil Critical Apprasisal dan kemaknaan klinis yang baik sehingga dapat digunakan sebagai salah satu Evidance Based Nursing (EBN) dalam pelayanan klinis. Semua literatur yang didapatkan menunjukkan bahwa terapi akupresur pada titik tertentu dapat mengurangi nyeri penusukan akses arteriovena. Hasil jurnal yang didapatkan juga menunjukkan terdapat penurunan skor nyeri setelah diberikan terapi akupresur pada titik tertentu.
Kesimpulan: Akupresur pada titih tertentu, terutama pada titik Hugo sangat berpengaruh pada proses penurunan nyeri penusukan akses arteriovenous fistula (AFV). Mekanisme akupresur yaitu berperan dalam mencegah transfer rangsangan akut dan meningkatkan tingkat endorfin dalam darah, sehingga menyebabkan penghilang rasa sakit sehingga nyeri berkuran
PEMBUATAN SNACK BAR TEPUNG KACANG MERAH (PHASEOLUS VULGARIS L.) DAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L) SEBAGAI ALTERNATIF CAMILAN PELANCAR ASI
Pendahuluan:. Air susu ibu (ASI) dihasilkan dari seorang ibu agar diberikan kepada bayi dan merupakan sumber nutrisi terbaik sebelum dapat mencerna makanan padat. ASI diproduksi oleh hormon prolactin dan oksitosin. ASI memiliki banyak sekali manfaat terutama melindungi tubuh dari serangan penyakit pada sistem pernafasan, dan pencernaan ini karena adanya antibodi dalam ASI melindungi dari infeksi. Namun, tidak semua ibu mau untuk menyusui bayinya karena berbagai alasan. Tetapi terdapat juga ibu yang ingin menyusui bayinya dan mengalami hambatan seperti ASI tidak keluar atau produksi tidak berjalan dengan baik karena banyak hal yang berdampak pada produksi ASI, sehingga diperlukan upaya untuk memperbanyak ASI dengan cara memperbaiki kualitas makanan yang berdampak langsung pada produksi ASI. Kacang-kacangan dapat menstabilkan produksi ASI pada ibu menyusui. Ibu yang rutin makan kacang-kacangan sejak hamil hingga melahirkan menghasilkan ASI dua kali lebih banyak dan lebih kental saat menyusui dibandingkan dengan ibu yang tidak rutin mengonsumsi kacang sejak hamil hingga melahirkan. Sehingga berdasarkan penjelasan diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian inovasi makanan dengan tujuan sebagai camilan alternatif untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI yaitu membuat snack bar tepung kacang merah serta kacang tanah.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu tepung kacang merah dan kacang tanah, dengan tiga perlakuan perbandingan masing-masing tepung kacang merah dan kacang tanah yaitu, pada F1 = tepung kacang merah 90 gr dan kacang tanah 60 gr, F2 = tepung kacang merah 80 gr dan kacang tanah 70 gr, dan F3 = tepung kacang merah 70 gr dan kacang tanah 80 gr. Penelitian ini dilakukan oleh 30 orang panelis tidak terlatih.
Hasil: Analisis inderawi/organoleptik dan analisis hedonik/kesukaan didapatkan formula 3 lebih unggul dengan perbandingan tepung kacang merah 70 gr, dan kacang tanah 80 gr. Uji protein yang ada didalam snack bar dihasilkan sebanyak 18,53/100 gr (sesuai dengan SNI).
Kesimpulan: Snack bar tepung kacang merah dan kacang tanah dengan masing-masing formula, pada warna dan rasa terdapat perbedaan yang signifikan, sedangkan pada aroma dan tekstur tidak terdapat perbedaan yang signifikan
LAMA PENGOBATAN HEMODIALIS BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK
Pendahuluan: Prevalensi Penyakit GGK (Gagal Ginjal Kronis) semakin meningkat dan menjadi urutan keempat penyebab kematian di dunia. Gagal Ginjal Kronik tidak dapat diatasi hanya dengan obat obatan namun harus digantikan fungsinya dengan tindakan Hemodialisis. Tindakan Hemodialisis dilakukan seumur hidup pasien, sehingga dapat berdampak secara fisik dan psikologis. Dampak psikologis Hemodialisis yang sering terjadi yaitu ansietas ( kecemasan). Kecemasan yang tidak tertangani dapat memperburuk prognosis GGK sehingga menyebabkan kematian. Peneliti ingin mengetahui korelasi lama pengobatan dengan kecemasan responden dengan gagal ginjal kronis dengan hemodialisis di RS Swasta X Bekasi Timur.
Metode: menggunakan desain penelitian cross sectional yang berarti dilakukan pengukuran dalam satu waktu tertentu. Teknik sampling yang digunakan dengan total sampling sebanyak 50 responden. Total sampling dilakukan dengan menjadikan seluruh responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Total sampling dapat dilakukan jika jumlah responden kurang dari 100. Analisa yang digunakan dengan menggunakan uji univariat untuk karakteristik responden, lama menjalani pengobatan dan tingkat kecemasan dengan distribusi frekuensi dan uji bivariate (Chi – Square) untuk menganalisis korelasi lama hemodialisis dengan tingkat kecemasan.
Hasil: Hasil yang didapatkan mayoritas lama menjalani HD > 6 bulan sebanyak 66,0% dan mayoritas tingkat kecemasan berat sebesar 36,0% dari 50 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji Fisher Exact didapatkan nilai yang signifikant dengan p-value 0,000 (p<0,005). Hasil analisis data menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara lama menjalani Hemodialisis dengan tingkat kecemasan.
Kesimpulan: Pasien dengan pengobatan lebih dari 6 bulan tingkat kecemasan lebih ringan dibandingkan dengan pasien yang kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu sebagai perawat sangat perlu mengkaji tingkat kecemasan pada pasien yang baru akan menjalani Hemodialisis
PEMANFAATAN AUDIOVISUAL DALAM PENANGANAN DEPRESI PADA REMAJA
Pendahuluan: Depresi pada remaja merupakan masalah yang sangat penting karena akan menjadi masalah yang lebih lanjut pada remaja yang dapat menyebabkan peningkatan kecemasan, kesepian, gangguan tidur, bahkan menyebabkan bunuh diri. Pada sebuah penelitian menemukan bahwa 60,8% mahasiswa merasa sangat cemas, 38,2% merasa sangat tertekan sehingga sulit untuk berfungsi, dan 10,4% serius menganggap bunuh diri. Penggunaan teknologi audiovisual menggunakan aplikasi telah terbukti dalam mengurangi tingkat depresi pada remaja.
Metode Penulis melakukan kajian literatur dengan pendekatan sederhana terhadap 13 artikel tentang pemanfaatan aplikasi audio visual dengan masalah depresi mental pada remaja dalam periode 2015-2020 dengan maksud untuk mengetahui keefektifan penggunaan teknologi bagi masalah depresi mental pada remaja
Hasil: Hasil yang didapat dalam penggunaan aplikasi audiovisual dalam mengurangi masalah depresi pada remaja metode ini mampu memunculkan ketertarikan remaja dalam mengetahui masalahnya dengan informasi yang disampaikan dapat berupa audio, video, dan audiovisual/ animasi dan mengurangi tingkat depresi pada remaja tersebut.
Kesimpulan: Masih kurangnya penelitian tentang penggunaan teknologi aplikasi audiovisual di indonesia menjadi tantangan bagi para peneliti selanjutnya, besarnya manfaat yang dibbuktikan dari penggunaan teknologi aplikasi audiovisual bagi remaja dengan masalah depresi mental diharapkan mampu meningkatkan keinginan perawat dalam mengadvokasi atau edukasi keluarga dan klien dalam penggunaan teknologi tersebut serta melakukan penelitian lebih lanjut di Indonesia