Jurnal Mitra Kesehatan
Not a member yet
    155 research outputs found

    HUBUNGAN STATUS GIZI DAN INDEKS PRESTASI DENGAN ASUPAN GIZI SEBAGAI FAKTOR RESIKO

    Full text link
    Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan indeks prestasi mahasiswa STIKes Raflesia Depok. Prestasi akademik pada mahasiswa dipengaruhi oleh faktor yang bersumber dari internal dan eksternal setiap individu. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi adalah status gizi. Gizi yang baik sangat penting untuk perkembangan mental, produktivitas serta prestasi akademik. Namun, peranan masing-masing faktor penentu tidak selalu sama dan tetap. Metode: Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross sectional dengan jumlah sampel 140 orang mahasiswa. Pengambilan data primer dilakukan dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, dan pengisian kuesioner secara mandiri (self-administering questionnaire) sesuai pedoman pengisian kuesioner. Kuesioner 2x24-hour of food recall digunakan untuk mengetahui asupan gizi mahasiswa. Data sekunder didapatkan berupa indeks prestasi mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan indeks prestasi mahasiswa. Dalam penelitian ini terdapat faktor lain yang lebih kuat sebagai penentu kesuksesan indeks prestasi mahasiswa. Kesimpulan: Asupan Fe memiliki hubungan secara signifikan dengan indeks prestasi mahasiswa D3 Keperawatan STIKes Raflesia Depok

    ASUHAN KEPERAWATAN SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI PRE-EKLAMSIA BERAT

    Full text link
    Pendahuluan: Preeklamsia berat adalah penyakit vasospastik yang ditemukan setelah usia kehamilan 20 minggu atau postpartum dini yang ditandai dengan proteinuria. Komplikasi preeklamsia merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas ibu prenatal. Penatalaksanaan preeklampsia sejauh ini belum menghasilkan perubahan yang signifikan dalam hasil. Studi kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi antara teori, kasus, dan penerapan asuhan pada ibu preeklamsia. Metode: Studi kasus ini melibatkan seorang wanita preeklamsia dengan usia kehamilan 37 minggu dengan subyek studi kasus. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan format penilaian dan pemeriksaan penunjang protein urin. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil: Hasil penelitian adalah riwayat ibu mengalami preeklamsia berat pada kehamilan pertama kedua (indikasi sectio caesarea) saat diagnosis. Ada sejarah antara teori dan kasus, diagnosis yaitu risiko ketidakstabilan tingkat darah terkait. Selanjutnya, implementasi intervensi yang ditentukan dalam diagnosis dapat diperhatikan. Tindak lanjut temuan dalam perawatan kasus pada kasus preeklamsia berat harus dioptimalkan dengan mengacu pada praktik dan intervensi berbasis bukti. Kesimpulan: Sebagai upaya promotor, diharapkan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan untuk mengontrol tekanan darah secara teratur selama kehamilan

    ASUHAN KEPERAWATAN STROKE ISKEMIK DENGAN FAKTOR KOMPLIKASI HYPOKALEMIA DI RUANG CEMPAKA RS Swasta BEKASI BARAT SELAMA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Pendahuluan: Stroke merupakan masalah kesehatan yang penting dan perlu mendapat perhatian. Stroke iskemik adalah hilangnya fungsi otak yang disebabkan oleh terhentinya suplai darah ke bagian otak yang disebabkan oleh trombus atau embolus. Stroke atau gangguan peredaran darah serebral (GPDO) merupakan penyakit saraf yang sering dijumpai dan harus ditangani secara cepat dan tepat. Menurut hasil Riset Kesehatan Daerah (RIKESDAS) Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi stroke sebesar 11,4% dan memiliki perkiraan jumlah penderita tertinggi yaitu 131.846 orang. Berdasarkan data rekam medis rumah sakit swasta di Bekasi Barat, dalam setahun terakhir diperoleh data sebanyak 101 pasien atau sekitar 1,98%. Berdasarkan data prevalensi stroke di atas, ditemukan bahwa kejadian stroke semakin meningkat setiap tahunnya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui cara memberikan asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik dengan faktor penyulit hipokalemia di bangsal cempaka RSUD Bekasi Barat. Metode: Rancangan penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan purposive sampling yaitu pengobatan dan observasi pasien stroke iskemik dengan faktor penyulit hipokalemia, dirawat di Ruang Medis Rumah Sakit Swasta Bekasi Barat. Hasil: Pengkajian didapatkan 4 diagnosa keperawatan yaitu perfusi serebral tidak efektif berhubungan dengan emboli, ketidakseimbangan elektrolit berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan, gangguan menelan berhubungan dengan paralisis serebral, resiko cedera berhubungan dengan penurunan fungsi psikomotor, dan gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Intervensi prioritas dalam diagnosis perfusi serebral yang tidak efektif terkait dengan emboli adalah menilai tanda-tanda peningkatan TIK. Intervensi prioritas dalam diagnosis ketidakseimbangan elektrolit yang berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan adalah pencatatan intake-output dan hitung balance cairan 24 jam. Intervensi prioritas dalam mendiagnosis risiko cedera terkait penurunan fungsi psikomotor adalah menghitung risiko jatuh menggunakan Skala Morse Jatuh setiap hari. Intervensi prioritas dalam diagnosis gangguan menelan adalah pemantauan tingkat kesadaran dan kemampuan menelan. Intervensi prioritas dalam diagnosis gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan penurunan kekuatan otot adalah mengajarkan mobilisasi sederhana yang akan dilakukan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada pasien stroke iskemik perlu memperhatikan masalah keperawatan yaitu perfusi serebral tanpa komplikasi

    RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE, NUTRITIONAL ADEQUACY LEVEL, TEA DRINKING HABITS AND NUTRITIONAL STATUS WITH ANEMIA AMONG ADOLESCENT GIRLS IN SMK PRATAMA MULYA KARAWANG

    Full text link
    Introduction: Adolescent is a nation’s future asset that is prone to nutritional problems. One of the nutritional problem in adolescent is anemia. Anemia is a condition when the hemoglobin level is below normal limits. Currenty, anemia among adolescent is still a health problem both globally and in Indonesia. Anemia has a negative impact on adolescents, including reducing concentration in learning, reducing work productivity, and disrupting the body’s defense system. Furthermore, anemia is one of the indirect factors that cause maternal death. The prevalence of anemia among adolescent in Karawang Regency, especially at SMK Pratama Mulya Karawang is still quite high (53,3%), so it is necessary to do further research on the factors that influence the incidence of anemia among adolescent girls. This study aims to determine the relationship between knowledge, nutritional adequacy level, tea drinking habits, and nutritional status with incidence of adolescent girls anemia in SMK Pratama Mulya Karawang. Method: This study use a quantitative observational research with a cross sectional design. The minimum number of samples in this study was 65 people. Anemia data was collected using biochemical measurements of hemoglobin levels, knowledge data using a knowledge questionnare, nutritional intake data and tea drinking habits were carried out by interviewing using the SQ-FFQ form, while nutritional status data was measured by anthropometric measurements. Results: The results showed that there was a significant relationship between energy adequacy levels, protein adequacy levels, iron adequacy levels, and vitamin C adequacy levels with the incidence of anemia and there was no significant relationship between knowledge, vitamin B12 adequacy levels, tea drinking habits and nutritional status  with the incidence of anemia in adolescent girls. Conclusion: Nutritional adequacy level is related to the incident of anemia among adolescent gils in SMK Pratama Mulya Karawan

    THE ILLUSTRATION GROW OF CONTAMINANT FUNGI AT WHITE BREAD BASED ON TEMPERATURE AND HUMIDITY

    Full text link
    Introduction: Food is a basic need for every living creature. Bread is one of the processed foods that is consumed by many people as a staple food substitute for rice. The shelf life of white bread is usually not more than a week or even just three days. The appearance of bread that is not suitable for consumption is indicated by the appearance of discoloration on the bread due to being overgrown with fungus. The fungus that grows on white bread can produce mycotoxins during the storage process. Food poisoning can cause symptoms such as nausea, vomiting, and diarrhea. Method: The purpose of this study was to determine the average percentage of white bread covered with contaminant fungi based on temperature and humidity. The method used is descriptive. Results: The results showed that white bread overgrown with contaminant fungi by steaming and not steaming which was placed at room temperature grew faster than white bread placed at refrigerator temperature. At room temperature (27°C - 30°C), contaminant fungi began to grow on the seventh day on white bread 1 and on the fourth day on white bread 2 with the steamed treatment, while for the non-steamed treatment the contaminant fungi began to grow on the fifth day. At refrigerator temperature (13°C - 16°C), white bread with steamed and unsteamed treatment was not covered with contaminant fungi. Conclusion: The conclusion of this study is that white bread overgrown with contaminant fungi at room temperature with steam treatment was 3.33% on the fourth to fifth day, and 66.6% on the seventh day. Bread covered with contaminant fungi at room temperature with treatment not steamed as much as 3.33% on the fifth to the seventh day. Researchers hope that future researchers can conduct this research by adding a microscopic examination method

    PENERAPAN GAMIFICATION BERBASIS ANDROID PADA SASARAN PROMOSI KESEHATAN DI RUMAH SAKIT: TINJAUAN LITERATUR

    Full text link
    Pendahuluan: Promosi kesehatan merupakan salah satu strategi untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian. Berbagai inovasi telah dilakukan untuk menemukan  strategi yang tepat dalam melaksanakan promosi kesehatan. Rumah sakit yang sebelumnya fokus kepada ranah kuratif dan rehabilitatif, melalui tuntutan akreditasi harus melaksanakan pengorganisasian promosi kesehatan. Pada era milenium, perkembangan teknologi sangat cepat, terjadi peningkatan jumlah pengguna smartphone. Permainan game menjadi hal yang menarik dari semua kalangan usia. Strategi promosi kesehatan belum berjalan dengan optimal di Rumah Sakit, perlu metode yang efektif dan menyenangkan. Tujuan untuk memberikan gambaran dan gagasan dari hasil literature review tentang kemungkinan penerapan strategi promosi kesehatan di rumah sakit dengan metode gamification. Metode: Dengan melakukan kajian literatur terhadap jurnal jurnal pilihan. Hasil: Dari hasil telaah dan review 10 jurnal pilihan,didapatkan bahwa guna mengembangkan strategi promosi kesehatan , gamification merupakan metode yang perlu dikembangkan dan diaplikasikan. Kesimpulan: Gamification dapat menjadi pilihan metode promosi kesehatan rumah sakit sesuai dengan perkembangan teknologi

    STATUS GIZI SERTA ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN SIGNIFIKAN DENGAN KEBUGARAN JASMANI ATLET LARI DI SOUTH BORNEO RUNNERS BANJARMASIN

    Full text link
    Pendahuluan: Kebugaran jasmani mutlak diperlukan oleh seorang atlet agar dapat berlatih maupun bertanding dengan maksimal untuk mencapai prestasi. Klub South Borneo Runners merupakan suatu klub olahraga yang melakukan pembinaan terhadap atlet agar menjadi atlet yang berprestasi dalam bidang olahraga lari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi serta tingkat konsumsi energi dan protein dengan kebugaran jasmani atlet. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional terhadap 72 atlet lari. Hasil: Didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan asupan energi dan protein dengan kebugaran jasmani atlet lari berdasarkan nilai p masing masing adalah 0,001, 0,017 dan 0,006 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi menunjukkan bahwa korelasi antara status gizi, asupan energi dan protein dengan kebugaran jasmani menunjukkan kekuatan hubungan yang rendah dengan masing-masing nilai r sebesar 0,391, 0,280 dan 0,319. Kesimpulan: Perhatian terhadap status gizi dan asupan gizi menjadi hal penting bagi atlet karena hubungannya dengan kebugaran jasmani

    PERBEDAAN JUMLAH PERTUMBUHAN KOLONI BAKTERI PADA RONGGA MULUT SEBELUM DAN SESUDAH MEMAKAI OBAT KUMUR YANG MENGANDUNG ALKOHOL DAN NON ALKOHOL

    Full text link
    Pendahuluan: Banyaknya penyakit pada gigi dan mulut mengharuskan masyarakat lebih menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menggosok gigi dan pemakaian obat kumur. Obat kumur yang sering digunakan untuk membersihkan gigi dan mulut biasanya mengandung alkohol dan non alkohol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah pertumbuhan koloni bakteri pada rongga mulut sebelum dan sesudah memakai obat kumur yang mengandung alkohol dan non alkohol. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan penelitian pre test dan post test controlled group. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 20 responden yang dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B yang masing-masing kelompok berjumlah 10 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukan perbedaan penurunan jumlah bakteri antara setelah berkumur menggunakanan obat kumur alkohol dan non alkohol didapatkan nilai rata-rata yaitu 1,9 x 101 CFU/ml (obat kumur alkohol) dan 4,6 x 101 CFU/ml (obat kumur non alkohol). Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat penurunan jumlah bakteri pada rongga mulut sebelum dan sesudah berkumur menggunakan obat kumur alkohol dan non alkohol, namun obat kumur alkohol lebih efektif dalam menurunkan jumlah bakteri pada rongga mulut dibandingkan dengan obat kumur non alkohol

    PENGEMBANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR (EXPERT SYSTEM) UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT DAN MASALAH PADA ANAK: STUDI LITERATUR

    Full text link
    Pendahuluan: Anak sangat rentan terserang penyakit disebabkan karena lingkungan yang tidak sehat. Penanganan penyakit pada anak dapat dilakukan ahli medis dengan mudah apabila bisa mendiagnosa penyakit dengan cepat dan tepat. Sistem pakar adalah program komputer yang meniru perilaku pakar manusia. Sistem pakar mewakili pengetahuan yang diminta dari pakar manusia sebagai data atau aturan produksi dalam program komputer. Aturan dan data ini dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang kompleks di berbagai bidang salah satunya adalah bidang kesehatan. Tujuan dari studi literatur ini adalah untuk mengetahui pengembangan aplikasi sistem pakar dalam diagnosa dan masalah penyakit pada anak. Metode: Dalam penelitian artikel ini menggunakan metode studi literatur, yaitu studi yang dilakukan dengan menganalisis literatur-literatur yang telah dipilih dari berbagai sumber melalui basis data online. Hasil: Dari hasil telaah beberapa jurnal didapatkan berbagai pengembangan aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit dan masalah pada anak. Kesimpulan: Dengan adanya pengembangan aplikasi sistem pakar terkait diagnosa penyakit dan masalah pada anak, tenaga kesehatan diharapkan dapat mempercepat dalam mendiagnosis jenis penyakit dan masalah pada anak-anak, sehingga dapat dengan mudah diketahui jenis penyakit yang diderita

    PENGGUNAAN M-HEALTH DALAM MELAKUKAN IMPLEMENTASI SKRINING GEJALA DEPRESI IBU HAMIL PADA KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC): A LITERATURE REVIEW

    Full text link
    Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang paling umum yang dapat mempengaruhi wanita selama kehamilan. Pelayanan kesehatan antenatal dengan pendekatan m-health melalui aplikasi telepon pintar dapat memfasilitasi pemantauan perkembangan penyakit dan respon pengobatan, serta membantu memastikan bahwa masalah-masalah penting tidak diabaikan oleh penyedia pelayanan kesehatan terutama terkait gejala depresi pada ibu hamil. Selama periode prenatal ini, ibu hamil membutuhkan pelayanan teratur dan panduan. Diharapkan dengan berkembangnya m-health ini mampu memberikan informasi kesehatan di masa awal kehamilan yang akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan mengurangi kecemasan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review, yaitu suatu studi yang dilakukan untuk menganalisis literatur-literatur yang telah dipilih dari berbagai sumber hingga menjadi sebuah satu kesimpulan ide baru. Tinjauan literatur awal menghasilkan 15 (lima  belas) jurnal. Setelah kriteria inklusi dan eksklusi digunakan 10 (sepuluh) studi memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk ulasan ini. Hasil: Hasil pencarian didapatkan sebanyak 10 jurnal yang dianggap sesuai dan tepat  dengan tujuan penelitian kemudian setelah itu dijadikan satu, kemudian dilakukan skrining apakah judul pada jurnal-jurnal tersebut memiliki persamaan atau perbedaannya. Melalui skrining  didapatkan 10 jurnal yang memenuhi kriteria yang ditetapkan juga berdasarkan eligibility sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Kesimpulan: Beberapa keuntungan yang didapatkan dalam pendekatan m-health yaitu menawarkan cara yang mudah diakses dan murah untuk mengumpulkan gejala pada pasien dalam waktu nyata, menerima saran untuk mendiskusikan hasil mereka dengan para professional perawatan, serta meningkatkan kualitas tindak lanjut perawatan prenatal terkait depresi perinatal

    142

    full texts

    155

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mitra Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇