Jurnal Mitra Kesehatan
Not a member yet
155 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP KECEMASAN PASIEN
Pendahuluan: Gangguan mental emosional yang bermanifestasi sebagai gangguan kecemasan dan depresi sehingga dapat mempengaruhi pasien dalam menjalani proses penyembuhan, relaksasi autogenik diketahui menjadi salah satu dari terapi komplementer yang dapat memberikan efek positif terhadap kondisi kecemasan yang dialami oleh pasien.
Metode: Penulis melakukan studi literatur dengan pendekatan sederhana terhadap 10 artikel tentang efektifitas pemberian terapi relaksasi autogenik atau autogenic training.Metode yang digunakan dalam penumpulan artikel pada databasegoogle scholar. Sumber referensi dipilih menggunakan metode Problem, Intervention, Comparison, Outcomes (PICO) dengan batasan artikel yang diterbitkan dari tahun 2016-2021.
Hasil: Hasil yang didapatkan adalah pemberian terapi relaksasi autogenik cukup efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan yang dialami oleh pasien dalam berbagai kondisi
Kesimpulan: Kesimpulan dari penulisan ini adalah mengingat relaksasi autogenik adalah salah satu terapi yang membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaannya kepada pasien, maka tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan untuk menguasai metode relaksasi autogenik agar dapat membawa hasil yang signifikan bagi pasien
PENGARUH ASUPAN GIZI MAKRO TERHADAP KEJADIAN OVERWEIGHT PADA SISWA JAKARTA PUSAT
Pendahuluan: Overweight adalah kondisi seseorang dimana terjadi ketidakseimbangan antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Jakarta Pusat merupakan salah satu kota administrasi di Provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi overweight anak usia 5-12 tahun tertinggi sebesar 16,02%. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya overweight pada anak adalah asupan zat gizi makro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan design cross sectional dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020. Subyek penelitian siswa SD kelas 4 dan 5 berjumlah 106 siswa yang ditentukan dengan metode Simple Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner via daring kemudian dilakukan analisis menggunakan uji chi-square.
Hasil: Terdapat hubungan asupan energi (p=0,012), karbohidrat (p=0,040) dengan kejadian overweight dan tidak terdapat hubungan asupan protein (p=0,096), lemak (p=0,204) dengan kejadian overweight.
Kesimpulan: Asupan energi dan karbohidrat berhubungan dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat. Sedangkan asupan protein dan lemak tidak berhubungan dengan kejadian overweight pada siswa SD N Kenari 01 Jakarta Pusat
FAMILY SUPPORT TO ADOLESCENTS WITH THALASSEMIA
Introduction: Thalassemia is one of the genetic disorders characterized by the decrease or absence of one of the globin chains, either alpha chain or beta chain. Which are the main components of normal hemoglobin. Thalassemia has become serious health issue in Mediterranean, Middle East, India, and South East Asia, including Indonesia. The thalassemia gene frequency in Indonesian population ranging from 3-8%. Adolescent is the transition period from children to adult. Thalassemia adolescents express psychosocial reaction and unpleasant experience due to the lifetime treatment routines that they must face off. These impact on the adolescents’ family and self-esteem. This study aims to analyze the relationship between family support and self-esteem of thalassemia adolescents.
Method: This was a quantitative study design with phenomenology approach. A total of 50 subjects were collected with purposive sampling technique. Data were obtained by from questionnaire and analyzed using Spearman Rho method with cross sectional approach.
Results: The statistical result with Spearman Rho method shows significant p value of 0.024 (p <0.05) and r value of 0.319. The positive correlation implies that both variables are moving in same direction with weak relationship. These results are in accordance with the hypothesis that family support are related with self-esteem of thalassemia adolescents.
Conclusion: Family support in thalassemia adolescents is high and no thalassemia adolescents present with low self-esteem, mostly normal. The correlation between these two variables is weak but significant
THE EFFECT OF GROUP EDUCATION USING ONLINE MEDIA ON SELF CARE ON OBESITY STUDENTS AT THE FACULTY OF NURSING MUHAMMADIYAH UNIVERSITY JAKARTA 2021
Introduction: Obesity in young adults can cause various health problems, including in the long term it will cause complications of diseases such as hypertension, diabetes mellitus and death at a young age. Self care in obesity is a management consisting of diet processing, physical activity, modification of life attitude (behavior therapy) and medical therapy. Peer group education is a method that helps increase understanding and self-care for obese students. The purpose of this study was to determine the peer group education method to increase self-care of obese students.
Method: The research design used was a quasi-experimental pre and post test, with a dependent t-test. Collecting data using the Diabetes Self Management Questionnaire (DMSQ). Sample of 30 respondents.
Results: The results of this study obtained that there was an effect of peer group education on increasing the self-care value of obese students (p-value = 0.00).
Conclusion: Suggestions from this study are self-care is one of the efforts that can be used to overcome the problem of obesity at a young age. Educational institutions can implement self-care through healthy exercise programs every morning or health education programs in health services
EFEKTIVITAS TERAPI LEG EXERCISE INTRADIALYTIC TERHADAP PENURUNAN MUSCLE CRAMP PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) yang terjadi > 3 bulan dan ditunjukan oleh nilai laju filtrasi glomerulus (GFR) < 15 ml/menit/1,73m2 pada tahap stadium akhir (End Stage Renal Disease (ESRD)) diperlukan terapi pengganti ginjal, yaitu salah satunya hemodialisis. Salah satu permasalahan yang sering dikeluhkan pasien hemodialisis rutin adalah muscle cramp, yang biasanya dirasakan satu jam sebelum hemodialisis selesai dilakukan. Untuk mengatasi gejala tersebut dilakukan leg exercise intradialytic. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh terapi leg exercise intradialytic terhadap penurunan muscle cramp pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.
Metode: Metode penelitian: penelitian bersifat kuantitatif dengan desain quasi eksperimental one group pre-post test design. Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan muscle cramp sebelum dan sesudah dilakukan terapi leg exercise intradialytic dengan p value = 0,000.
Kesimpulan: Terapi leg exercise intradialytic selama hemodialisis dapat menurunkan muscle cramp pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis
PEMBUATAN MINUMAN TEH HITAM (Camellia sinensis) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL SUMBER ANTIOKSIDAN PADA MASA PANDEMI COVID-19
Pendahuluan: Minuman fungsional disukai semua kalangan dan berpotensi dalam upaya peningkatan kesehatan tubuh. Minuman ready to drink (RTD) adalah sebuah jenis minuman yang dijual dalam bentuk kemasan khusus sehingga dapat langsung dikonsumsi serta memudahkan konsumen dalam mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik organoleptik, kandungan aktivitas antioksidan produk, serta penerimaan masyarakat terhadap produk minuman fungsional teh ready to drink.
Metode: Produk ini diformulasikan ke dalam 3 formula, Formula 1 (daun teh hitam 3,75 gram, daun salam 1,25 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL), Formula 2 (daun teh hitam 2,5 gram, daun salam 2,5 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL), dan Formula 3 (daun teh hitam 1,25 gram, daun salam 3,75 gram, gula stevia 7 gram, dan air 500 mL). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain eksperimental
Hasil: Hasil analisis uji statistik pada indikator kejernihan dan warna menunjukkan ada perbedaan Formula 1 dengan Formula 3 dan Formula 2 dengan Formula 3 dari hasil uji statistik didapatkan nilai p < 0,05. Uji aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu Formula 2 sebesar 633,36 ppm.
Kesimpulan: Daya terima pada produk minuman fungsional teh ready to drink panelis paling banyak menyukai Formula 2. Kesimpulannya adalah minuman fungsional teh dapat diterima oleh masyarakat
EFEKTIVITAS TERAPI BEKAM PADA PASIEN DENGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH: LITERATUR REVIEW
Pendahuluan: Nyeri punggung bawah dan nyeri leher merupakan suatu gejala yang memberikan dampak yang cukup besar dalam aktivitas gerak seseorang. Nyeri punggung bawah dan nyeri leher dapat diatasi dengan terapi bekam. Terapi bekam merupakan bagian dari terapi komplementer yang dilakukan melalui prosedur penghisapan kulit dengan melakukan penyayatan sehingga mengeluarkan darah dari permukaan kulit lalu ditampung di dalam gelas dengan cara disedot menggunakan gelas atau vakum modern yang bersih dan steril. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi bekam dalam mengurangi nyeri punggung bawah dan nyeri leher.
Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan sederhana terhadap 6 artikel tentang bekam bagi pasien dalam periode 2016-2020.
Hasil: Hasil yang didapatkan adalah dalam beberapa penelitian membuktikan penggunaan terapi bekam (cupping) memiliki efek positif yaitu dapat mengurangi skala nyeri dan nyeri punggung bawah non-spesifik.
Kesimpulan: Kurangnya penelitian yang ada di Indonesia tentang terapi bekam menjadi tantangan bagi perawat dan perawat diharapkan menekuni terapi bekam karena dapat memberikan banyak manfaat
PENGALAMAN IBU DENGAN PUTING LECET TERHADAP KEBERLANJUTAN MENYUSUI
Pendahuluan: Pengalaman puting lecet dialami oleh semua ibu menyusui terutama pada saat melahirkan anak pertama karena merupakan pengalaman pertama yang dilakukan oleh ibu menyusui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengalaman ibu menyusui.
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan fenomenologi deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini adalah 7 orang dengan perjuangan 22 sampai 35 tahun dengan bola salju. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan teknik teknik analisis data Colaizzi.
Hasil: Penelitian ini menghasilkan 3 tema yaitu pengalaman ibu menyusui, manajemen dalam mengatasi masalah, dan kegiatan yang menghasilkan ibu menyusui.
Kesimpulan: Peneliti menginginkan agar ibu bersalin khususnya puting lecet tidak berhenti memberikan ASI kepada bayinya, begitu juga sebaliknya ibu memahami manajemen dalam penanganan masalah yang dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini juga dapat dikembangkan
HEWAN SEBAGAI MODEL PENYAKIT INFEKSI PERNAFASAN YANG DISEBABKAN OLEH BAKTERI
Pendahuluan: Penyakit infeksi pernafasan karena bakteri merupakan penyakit yang memiliki kasus tinggi di Indonesia. Penyakit pernafasan karena infeksi bakteri juga bersifat nosokomial dan dapat menyebar di komunitas. Bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan ini sangat beragam baik dari jenis bakterinya, tingkat resistensinya, maupun tingkat virulensinya. Tingkat virulensi bakteri mempengaruhi konsekuensi penyakitnya pada pasien.
Metode: Dalam menentukan virulensi bakteri secara in vivo, beberapa hewan dapat digunakan sebagai model infeksi pernafasan karena bakteri seperti tikus, ikan zebra (Danio rerio), ngengat lilin (Galleria mellonella), nematoda Caenorhabditis elegans.
Hasil: Dari sudut pandang author, jika menilik biaya dan kemudahan sebagai prioritas, ulat G. mellonella memiliki beberapa keunggulan dibandingkan hewan lain seperti biaya produksi murah, tidak membutuhkan perizinan etik, dapat diinkubasi pada suhu 37° C, juga sudah banyak publikasi yang menggunakan ulat ini dalam uji virulensi bakteri.
Kesimpulan: Review artikel ini akan menjelaskan perbandingan kelebihan dan kekurangan hewan model tersebut dalam model in vivo bakteri infeksi pernafasan
THE DETERMINANT OF THE INCIDENT OF HYPERTENSION IN BALEKAMBANG HELATH CENTER, BENDUNGAN VILLAGE, JONGGOL SUB - DISTRIC, IN THE YEAR 2021
Introduction: Hypertension is a condition of high blood pressure and as The Silent Killer because most are asymptomatic or asymptomatic. sethat treatment is often too late. The incidence of hypertension is influenced by several factors, such as obesity (obesity), alcohol consumption, sodium intake, and stress. The purpose of this research is to find outdeterminants of the incidence of hypertension in Balekambang Health Center.
Method: This type of research is analytic observational using a cross sectional research design. The sampling technique used in this study is Probability Sampling with Simple Random Sampling with a total sample of 86 respondents using the chi square test.
Results: The results of this study are the majority of the respondents' ages are included in the early elderly, namely the age of 46-55 years (26.7%), the most gender is female (61.6%) and the majority have low education (65.1%), the majority of respondents do not experience obesity (76.7%), the majority of respondents do not consume alcohol (81.4%), more respondents have high sodium intake (59.3%) and the majority of respondents experience stress (51.2%).
Conclusion: The conclusion of this study obtained that the factors associated with the incidence of hypertension are overweight/obesity (p-value = 0.001), sodium intake (p-value = 0.001), and stress (p-value = 0.001). Meanwhile, there is no relationship between the incidence of hypertension and alcohol consumption (p-value = 0.055). Health services can improve health promotion efforts regarding prevention of hypertension cases through education to overcome obesity, alcohol consumption, high sodium intake and stress