17060 research outputs found
Sort by
Rethinking marriage guardians for widows in Indonesia: Perspective of legal certainty and Maslahah theory
The issue of marriage guardianship (wali nikah) for widows remains crucial in Indonesia. BPS 2022 data shows over 13 million widows (cerai mati) and 2.7 million divorced women (cerai hidup). He absence of explicit regulation in Article 14 of KHI creates legal uncertainty, often leading widows to unregistered marriages (nikah sirri), risking their legal protection and rights. It is at this point that the study of this article aims to examine more deeply the stipulation of the “marriage guardian” requirement for widows in the Compilation of Islamic Law, reviewed according to the theory of legal certainty and benefit. At the same time, this article also aims to identify and analyze the form of reformulation of the provisions of marriage guardianship for widows according to the theory of legal certainty and legal benefit. The research method used in this article is a qualitative prescriptive method with a normative juridical approach, utilizing legal interpretation and literature review. The findings indicate that Article 14 of the Compilation of Islamic Law does not explicitly regulate the marriage guardian for widows, causing legal uncertainty and increasing unregistered marriages (nikah sirri), which result in unclear legal status and administrative obstacles. The study recommends the reformulation of clear and fair provisions affirming the widow's authority in marriage, ensuring legal certainty and alignment with the principles of Islamic law and national legal norms. The contribution of this article lies in offering a specific legal reformulation of Article 14 of the KHI regarding the marriage guardian for widows
Random forest classification of infant mortality rate in Indonesia: A Gini-based analysis
One of the indicators used to measure the success of development programs in Indonesia is the Infant Mortality Rate (IMR). IMR is a sensitive indicator and represents maternal and child health problems in a country. Random forest is an ensemble machine learning method that combines multiple decision trees using bootstrap aggregation. It aims to improve the prediction accuracy and robustness of the model. In addition, it can be applied to both case classification and regression because it can handle high-dimensional and complex cases and non-linear relationships. In this study, Random Forest is used to solve the classification of IMR cases in Indonesia, making them easy to interpret and related to policy relevance. The aim of this study is to predict infant mortality factors using the Gini Index to determine which variables need to be improved. The Gini Index is used to identify key factors, enabling targeted policy interventions. It highlights the most influential variables, helping policymakers focus on areas that require improvement for more effective outcomes. The evaluation model in this study uses out-of-bag estimation and k-fold validation. The model achieves an overall accuracy of 99.97%, with a sensitivity of 99.87% and specificity of 100\%, indicating excellent performance. The most important variables in this study are breastfeeding, type of birth (single and twin), and birth weight of the baby. The parent node in IMR is breastfeeding, where live IMRs that are breastfed have a greater chance of survival than dead IMRs that are not breastfed
Khat quest: Warisan sang kaligrafer (sertifikat hak cipta)
Hak Cipta untuk permainan komputer berjudul "Game Khat Quest: Warisan Sang Kaligrafer
The Impact of Fatherlessness on Moral and Religious Development in 4-Year-Old Children
This study aims to analyze the influence of fatherlessness on the moral and religious development of 4-year-old children and explore moral and religious development in children, especially in the aspects of understanding ethical values, discipline, and introduction to religious teachings. The research is based on the importance of parenting by both parents in shaping morals from an early age. This study uses a Mixed Method approach, namely a combination of quantitative and qualitative methods. The research findings indicate that fatherlessness has a significant impact on children's moral and religious evelopment. Children who grow up without a father tend to have difficulty internalizing moral and religious values. They are more dependent on mothers and peers in understanding social and religious norms. The results of the Two-Way ANOVA statistical test show that differences in moral and religious development between children growing up with and without a father are significant. This study recommends increasing the role of the extended family and society to replace the father's function, as well as a communitybased approach to support the moral and religious development of children who experience fatherlessness
Profil, motivasi, dan harapan mahasiswa baru Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2025/2026: Analisis eksploratif berbasis survei terstruktur
Penelitian ini telah berhasil memetakan profil, motivasi, harapan, dan kebutuhan mahasiswa baru Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Arab UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan tingkat kedalaman dan kelengkapan yang memadai. Temuan-temuan ini bukan hanya angka dan persentase, tetapi cerminan dari aspirasi nyata generasi muda yang ingin menjadikan studi pascasarjana mereka sebagai batu loncatan menuju karier akademik, profesional, dan dakwah yang lebih bermakna.
Rekomendasi yang dirumuskan dalam bab ini dirancang bukan sebagai daftar keinginan, tetapi sebagai peta jalan strategis yang dapat diimplementasikan secara bertahap. Dengan merespons suara mahasiswa, Prodi S2 PBA UIN Malang tidak hanya akan mempertahankan reputasinya sebagai program studi unggul nasional, tetapi juga berpotensi menjadi pemain kunci di tingkat internasional dalam bidang pendidikan bahasa Arab
Digitalisasi anyaman Probolinggo: Strategi branding dan promosi UMKM anyaman berbasis potensi lokal dan teknologi digital (sertifikat hak cipta)
Hak cipta ini ini merupakan hak cipta laporan pelatihan digitalisasi yang dilaksanakan sebagai bentuk penguatan bagi para pelaku UMKM Anyaman Bambu yang ada di Kabupaten Probolinggo agar mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. UMKM Anyaman selama ini masih mengandalkan pemasaran secara konvensional memerlukan adanya perluasan pasar serta membangun identitas merek di era serba digital saat ini. Pelatihan berfokus pada peningkatan literasi digital, strategi branding berbasis potensi local, juga pemanfaatan media social serta marketplace sebagai sarana promosi untuk penjualan barang. Metode pelatihan menggunakan ceramah interaktif, worshop serta praktek secara langsung yang dibagi menjadi dua hari. Hari pertama focus pada materi branding, storytelling serta inovasi desain anyaman, hari kedua lebih berfokus pada praktek langsung pembuatan media social online dan pengelolaan marketplace, untuk jual beli serta praktek membuat video dan fotografi produk untuk kontek promosi sederhana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap strategi digital serta kemampuan dalam membuat konten visual yang menarik, juga peserta berhasil membuat identitas merk dan logo untuk produk anyaman. Pelatihan digitalisasi ini diharapkan dapat menjadi Langkah awal dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis pada kearifan local terutama di Kabupaten Probolinggo yang dapat berdaya saing pada era digital
Puasa dopamin
Pernahkah berniat membuka ponsel “sebentar saja”, lalu tanpa sadar satu jam berlalu? Lalu mata lelah, kepala penuh, tapi hati terasa kosong. Itulah tanda bahwa kita sedang menjadi korban paling halus dari zaman digital: overdosis dopamin.
Dopamin adalah hormon kebahagiaan yang diproduksi otak setiap kali kita mendapat rangsangan menyenangkan—entah itu like di Instagram, video lucu di TikTok, atau pesan masuk ke WA dari seseorang yang kita tunggu. Tubuh kita merasa bahagia, tapi dalam dosis berlebihan, dopamin bisa menjadi racun yang mengikis kemampuan fokus, kesabaran, dan ketenangan batin
Penerapan metode GA-TOPSIS untuk sistem seleksi karakter game dengan pembobotan dinamis berbasis waktu
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk seleksi karakter optimal dengan menerapkan metode hybrid Algoritma Genetika dan TOPSIS (GA-TOPSIS) yang mempertimbangkan variasi temporal dalam kriteria pembobotan. Pendekatan ini mengintegrasikan kemampuan optimasi Algoritma Genetika dalam menentukan bobot kriteria secara otomatis dengan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi GA menghasilkan variasi pembobotan yang signifikan sesuai skenario waktu: pada kondisi Pagi dengan dominasi kriteria Gerakan (82%), Siang dengan penekanan pada Tinggi Badan (52%) dan Nyawa (38%), serta Malam yang didominasi Pertahanan (85%).Evaluasi menggunakan TOPSIS menghasilkan peringkat alternatif yang berbeda untuk setiap skenario. Pada kondisi Pagi, alternatif A4 mencapai skor CCi tertinggi (0.83) karena keunggulan dalam kriteria Gerakan. Skenario Siang menempatkan A2 sebagai optimal (CCi=0.90) berkat performa pada Tinggi Badan dan Nyawa, sedangkan di Malam, A3 unggul (CCi=0.89) dengan Pertahanan terbaik. Konsistensi hasil ditunjukkan oleh A1 yang selalu berada di peringkat terbawah karena nilai kriteria yang minimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem pendukung keputusan adaptif, khususnya yang memerlukan penyesuaian bobot dinamis berdasarkan perubahan kondisi lingkungan. Potensi integrasi dengan teknologi IoT untuk pembaruan bobot secara real-time menjadi nilai tambah penerapan metode ini
Penerapan metode GA-TOPSIS untuk sistem seleksi karakter game dengan pembobotan dinamis berbasis sensor suhu
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendukung keputusan untuk seleksi karakter optimal dengan menerapkan metode hybrid Algoritma Genetika dan TOPSIS (GA-TOPSIS) yang mempertimbangkan variasi temporal dalam kriteria pembobotan. Pendekatan ini mengintegrasikan kemampuan optimasi Algoritma Genetika dalam menentukan bobot kriteria secara otomatis dengan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria TOPSIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi GA menghasilkan variasi pembobotan yang signifikan sesuai skenario waktu: pada kondisi Pagi dengan dominasi kriteria Gerakan (82%), Siang dengan penekanan pada Tinggi Badan (52%) dan Nyawa (38%), serta Malam yang didominasi Pertahanan (85%).Evaluasi menggunakan TOPSIS menghasilkan peringkat alternatif yang berbeda untuk setiap skenario. Pada kondisi Pagi, alternatif A4 mencapai skor tertinggi (0.83) karena keunggulan dalam kriteria Gerakan. Skenario Siang menempatkan A2 sebagai optimal ( =0.90) berkat performa pada Tinggi Badan dan Nyawa, sedangkan di Malam, A3 unggul ( =0.89) dengan Pertahanan terbaik. Konsistensi hasil ditunjukkan oleh A1 yang selalu berada di peringkat terbawah karena nilai kriteria yang minimal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan sistem pendukung keputusan adaptif, khususnya yang kan perubahan kondisi lingkungan. Potensi integrasi dengan teknologi IoT untuk pembaruan bobot secara real-time menjadi nilai tambah penerapan metode ini
Pengaruh literasi keuangan, promosi, dan hedonisme terhadap penggunaan paylater pada ibu rumah tangga di Kota Pontianak
This study aims to analyze the factors driving the use of PayLater services among housewives in Pontianak, with a focus on financial literacy, promotions, and hedonistic motivations. With the development of digital payment systems, PayLater services, which offer delayed payment options, have become increasingly popular among consumers. This study used a quantitative approach with a purposive sampling technique to survey 97 housewives in Pontianak. Data were collected through a questionnaire designed to measure financial literacy, the influence of promotions, hedonism, and the use of PayLater services using multiple linear regression analysis. The results show that financial literacy, promotions, and hedonism have a significant influence on the decision to use PayLater services, with promotions and hedonism having a stronger influence than financial literacy. Special offers such as discounts and cashback encourage usage, while the hedonistic desire for immediate gratification and consumption also plays a significant role