17060 research outputs found
Sort by
Surat Pencatatan Ciptaan Buku Dinamika Pengelolaan Zakat (sertifikat hak cipta)
Buku ini merupakan sebuah panduan komprehensif yang
menguraikan prinsip-prinsip fundamental dalam pengelolaan zakat
dengan fokus yang mendalam pada aspek keadilan. Melalui analisis
yang cermat, penulis membahas berbagai konsep dan teori yang
mendasari praktik pengelolaan zakat, serta menyoroti pentingnya
memastikan distribusi zakat yang adil dan merata. Dengan
memecahkan materi menjadi empat bab yang terstruktur, pembaca
akan dibimbing melalui pemahaman mendalam tentang prinsip-
prinsip pengelolaan zakat dan keterkaitannya dengan konsep keadilan
sosial dalam Islam
Moderasi Beragama sebagai tema sentral: Kajian pada film-film karya mahasiswa PTKIN (sertifikat hak cipta)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep nilai moderasi beragama dalam enam film karya mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Fokus utama penelitian ini adalah pada penerapan konsep nilai-nilai moderasi, struktur naratif (unsur intrinsik) film yang memuat ajaran moderasi beragama, dan visualisasi moderasi beragama dalam film karya mahasiswa, yang mencakup empat aspek penting: komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan keramahan terhadap budaya lokal dan tradisi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik analisis data terhadap narasi dan visual dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam film tersebut secara konsisten menampilkan nilai-nilai moderasi beragama melalui beragam representasi cerita dan tokoh. Nilai komitmen kebangsaan tergambar melalui penggambaran sikap cinta tanah air, penghargaan terhadap simbol-simbol kebangsaan, serta upaya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Nilai toleransi tercermin dari interaksi harmonis antartokoh dengan latar belakang berbeda. Nilai anti-kekerasan tampak melalui penyelesaian konflik yang mengedepankan dialog dan pendekatan damai. Sementara nilai keramahan terhadap budaya lokal dan tradisi terlihat dari penggambaran positif terhadap kearifan lokal yang berjalan seiring dengan ajaran keislaman. Temuan ini menegaskan bahwa film sebagai medium ekspresi mahasiswa PTKIN dapat menjadi sarana edukasi publik yang efektif dalam membumikan nilai-nilai moderasi beragama, sekaligus memperkuat narasi Islam yang inklusif, cinta tanah air, dan kontekstual di tengah masyarakat multikultural
Optimalisasi kurikulum Pendidikan Agama Islam pada kelas inklusi di Sekolah Dasar Yamastho Surabaya
Pembelajaran di sekolah inklusif serupa dengan kelas reguler tetapi disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus (ABK). Jika diperlukan, mereka dapat dipindahkan sementara dari kelas reguler untuk mendapatkan bimbingan khusus. Pendekatan ini memberi siswa dengan tantangan fisik atau psikologis pilihan antara sekolah inklusif atau sekolah luar biasa (SLB), sesuai kebutuhan mereka. Di SD Yamastho Surabaya, siswa ABK di kelas 1 hingga 3 sepenuhnya diintegrasikan ke dalam kelas inklusif. Namun, untuk kelas 4 hingga 6, pendekatan yang lebih fleksibel diterapkan, di mana mereka dapat bergabung dengan kelas reguler berdasarkan kesiapan, kemampuan mengikuti pelajaran, dan keterampilan sosial, sesuai penilaian guru. Optimalisasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi prioritas, dengan modifikasi yang memastikan kurikulum dapat mengakomodasi kebutuhan semua siswa. Pendekatan ini bertujuan agar pembelajaran PAI efektif bagi siswa reguler maupun ABK, dengan penyesuaian materi dan metode sesuai kemampuan mereka. SD Yamastho menggunakan metode Instruksi Berbeda (Differentiated Instruction) untuk mengembangkan kurikulum PAI yang inovatif dan inklusif. Model ini tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan kemandirian, kemampuan bersosialisasi, dan potensi individu. Pendekatan individual mencakup pengenalan materi bertahap, tugas adaptif, dan bimbingan yang disesuaikan. Strategi seperti dukungan satu satu, penguatan psikologis, dan fleksibilitas metode menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Pendekatan ini membuktikan bahwa pendidikan inklusif dapat berhasil melalui praktik pengajaran inovatif dan kolaboratif yang menghargai potensi unik setiap siswa
Al-Jumlah Al-Mutsbatah Fi Qishshah ash-Shaut Al-Mukhif: Dirasah Tahliliyyah Taghmimiyyah Li Kenneth L. Pike
This study analyzes the sentence structure in the short story "Al-Shaut Al-Mukhif" by Hasan Muhammad Kamil using Kenneth L. Pike’s Tagmemic approach. The research employs a qualitative method with data analysis based on the Miles and Huberman model, which includes three main stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The aim of the study is to identify the patterns of positive sentence structures within the text. The results indicate that several positive sentences in the short story exhibit the patterns P + S + Adverbial and S + P + Complement. The analysis is based on the four main elements in Tagmemic theory: slot, class, role, and cohesion. These elements contribute to the cohesion of sentence structures, forming clear meaning and establishing systematic relationships among the components. This study demonstrates that the Tagmemic approach is not only relevant for formal linguistic studies but also highly effective in examining the relationship between structure and meaning in literary works, particularly short stories
Gender representation in @amer_al_jazie caricatures: A critical discourse analysis of women's social roles
The focus of this research is to analyze the representation of women's social roles in Amer Al-Jazie's caricatures on the Instagram account @amer_al_jazie using Sarah Mills' Critical Discourse Analysis (CDA) approach. Using a qualitative descriptive method, this study highlights four caricatures that display gender construction in Iraqi society. The results show that Amer Al-Jazie's caricatures represent the social role of women with a critical approach to the social construction of gender in Iraq. On the one hand, it criticizes patriarchy and traditional gender norms that oppress women, but on the other hand, it maintains certain gender stereotypes, which place men as the dominant party. Women are represented in various positions, both as subjects with agency and as objects controlled by patriarchal social structures. In Aljazie's caricatures, women are often positioned as individuals who are under social pressure, controlled and judged, whether in social media, state policies, households, or community norms, while men have more agency in determining their own roles and the roles of wome
Pemberdayaan masyarakat melalui pemerintahan desa menuju kemandirian sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran pemberdayaan masyarakat melalui pemerintah desa dalam mencapai kemandirian sosial. Pemberdayaan masyarakat di tingkat desa menjadi strategi krusial dalam meningkatkan kapasitas lokal dan ketahanan sosial. Melalui studi kasus di beberapa desa, penelitian ini mengidentifikasi berbagai inisiatif dan program yang dilaksanakan oleh pemerintah desa, termasuk pelatihan keterampilan, penyuluhan ekonomi, dan pengembangan infrastruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif pemerintah desa dalam merancang dan melaksanakan program- program pemberdayaan secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kemandirian sosial masyarakat. Program- program tersebut tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kesehatan, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui pemerintahan desa dapat mempercepat pencapaian kemandirian sosial dan menciptakan komunitas yang lebih resilien dan mandiri
Rindu yang Lahir dari Gelap
Dalam hidup, ada malam-malam yang tidak pernah selesai menjadi pagi. Malam-malam di mana cahaya tidak dicari untuk menerangi, melainkan untuk direnungi. Dari malam-malam itulah puisi-puisi dalam buku ini lahir—bukan sekadar sebagai karya sastra, melainkan sebagai serpih-serpih perasaan yang tumbuh dari gelap, dari sunyi, dari rindu yang tak tahu kepada siapa harus pulang. Buku ini adalah kumpulan suara-suara yang tak selalu lantang, tapi setia mengendap di dada. Suara bunga sedap malam yang mekar demi perhatian langit, tapi tak pernah bisa menyentuh bintang. Suara-suara yang mendamba cinta, tapi kerap terjerat bayang-bayang fana.Puisi-puisi ini juga adalah cermin—tempat jiwa yang letih berkaca. Kadang ia memantulkan kerinduan kepada sesama, yang ternyata hanya bayang dari kerinduan yang lebih dalam: kepada Yang Maha Memeluk, yang selalu ada bahkan ketika kita sibuk berpaling. Saya tidak menulis untuk mengajari, tidak pula untuk menyembuhkan. Saya hanya ingin menemani—siapa pun yang pernah merasa lelah mencinta, lelah mencari, lelah merasa jauh dari Tuhan. Dan jika di antara baris-baris ini Anda menemukangema dari hati Anda sendiri, maka puisi ini telah sampai pada tujuannya.Terima kasih telah membuka buku ini. Semoga kita semua, suatu saat, menemukan cahaya—yang tidak datang dari terang, tapi justru dari gelap yang kita peluk dengan juju
Eksplorasi learning style preference mahasiswa generasi z pada program studi PGMI di PTKIN (sertifikat hak cipta)
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mengetahui model preferensi/kecenderungan gaya belajar VARK (Visual, Auditorial, Read/Write, Kinestetic) pada Mahasiswa PGMI di Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri yang terakreditasi Unggul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian survey. Berdasarkan hasil penelitian yang Anda laporkan mengenai distribusi gaya belajar dominan menggunakan model VARK pada 49 cluster dengan total 457 sampel, ditemukan bahwa gaya belajar kinesthetic mendominasi sebanyak 51.1%, diikuti oleh reading/writing (31.9%), auditory (10.6%), dan visual (6.4%). Model Learning Style Preference dapat ditotal sebagai berikut Total cluster yang terbentuk: 47 ; Rata-rata sampel per cluster: 9.
Speech Acts in Strategic Diplomacy: An Analysis of Joe Biden’s Address on the Israel–Hamas Conflict
Political speeches play a crucial role in shaping public opinion, constructing ideological narratives, and guiding international diplomatic relations. This study seeks to identify and analyze the illocutionary acts employed in U.S. President Joe Biden’s Oval Office address concerning the Israel–Hamas conflict, as well as to explore how linguistic choices are used to convey political positions and strategic diplomatic intentions. Drawing on Searle’s classification of speech acts—assertive, directive, commissive, expressive, and declarative—this research adopts a descriptive qualitative approach using the official transcript published by The New York Times and the corresponding video released by Sky News. The findings reveal that assertive acts are the most prevalent, serving to affirm factual information, build credibility, and articulate the United States’ foreign policy stance. Commissive and expressive acts are also frequently employed to signal moral responsibility, empathy, and alignment with particular stakeholders, while directive and declarative acts occur less often and function mainly to encourage support without imposing direct action. These findings suggest that Biden strategically utilizes speech acts to maintain a balance between authoritative leadership and humanitarian discourse within a sensitive diplomatic context. This study contributes to pragmatic analyses of political discourse by highlighting the role of speech acts as strategic instruments in managing international crises. Future studies may expand this research by investigating audience reception and the perlocutionary impacts of political speeches
Strategi pendidikan Abad 21 dalam peningkatkan efektifitas pembelajaran
Abstract: The development of digital technology demands effective and
adaptive learning, especially in post-pandemic blended learning conditions. In
2021, teachers faced the challenge of limited face-to-face learning, where some
students studied at school and others studied from home. Observations at SD
Negeri Diwek 1 showed that Islamic Religious Education (PAI) learning was
still dominated by lectures and literacy with minimal use of technology,
resulting in students tending to be passive and less enthusiastic. This study
aims to describe the application of 21st-century education strategies in
improving the effectiveness of PAI learning through the integration of
information technology and to identify the obstacles and solutions faced by
teachers. This study used a descriptive qualitative method with observation,
interview, and documentation techniques. The results showed that the
application of flipped learning with digital media and learning videos was able
to increase student independence and engagement. The obstacles found
included limitations in devices, internet networks, and technological
capabilities. Teachers overcame these obstacles by adjusting methods and
providing simple technology training