17060 research outputs found
Sort by
The spiritualization of Arabic grammar: Theological meaning making of Nahwu in a Salaf Pesantren in Indonesia
This article examines how Arabic grammar (nah}wu) is theologically reinterpreted as a medium for ethical and spiritual formation within a Salaf Pesantren in Indonesia. In response to contemporary moral challenges confronting pesantren communities, the study explores a pedagogical approach known as Spiritual Nah}wu, developed at Pondok Pesantren Babussalam Pagelaran. Employing a phenomenological– hermeneutical methodology, the research analyzes how kiai and ustādh reconfigure nahwu from a technical–linguistic discipline into a spiritually grounded epistemology oriented toward tazkīyat al-nafs. Drawing on in- depth interviews, participant observation, and textual analysis, the findings demonstrate that grammatical categories are interpreted as symbolic representations of moral and spiritual states, enabling nah}wu to function as a mode of theological meaning-making and ethical internalization. This pedagogical model integrates cognitive, affective, and spiritual dimensions of learning, thereby challenging the modern separation between knowledge and morality. The article contributes to scholarship on Islamic education by illustrating how auxiliary Islamic sciences can serve as sites of epistemic agency and decolonial knowledge production rooted in pesantren traditions
Telaah Empiris-Positivistik Auguste Comte terhadap Fenomena Dispensasi Nikah di Indonesia
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dispensasi nikah di Indonesia melalui perspektif empiris-positivistik Auguste Comte, guna memberikan pemahaman ilmiah yang objektif terhadap dinamika sosial-hukum yang berkembang pasca perubahan batas usia perkawinan. Subjek penelitian ini adalah praktik dispensasi nikah sebagai realitas sosial-hukum yang tercermin dalam putusan Pengadilan Agama, statistik perkara Badan Peradilan Agama, serta regulasi hukum terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan landasan positivistik, melalui pengumpulan data empiris institusional yang dianalisis menggunakan teknik observasi, klasifikasi, analisis pola, serta hubungan sebab–akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) positivisme Auguste Comte menyediakan kerangka epistemologis yang menempatkan fakta empiris sebagai sumber pengetahuan yang sah, dengan kebenaran diuji melalui konsistensi dan keterulangan data; (2) fenomena dispensasi nikah di Indonesia merupakan realitas sosial-hukum yang objektif dan terstruktur, ditandai oleh pola peningkatan, stabilisasi, dan variasi kasus yang dapat diukur lintas wilayah dan waktu; serta (3) telaah positivistik menegaskan bahwa dispensasi nikah berfungsi sebagai mekanisme keteraturan sosial yang lahir dari interaksi antara norma hukum dan kondisi sosial yang konkret. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan pendekatan empiris dalam kajian hukum keluarga agar analisis kebijakan lebih berbasis data dan realitas sosial
Modul Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru LP Ma'arif Kota Malang (sertifikat hak cipta)
Modul ini digunakan dalam peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran mendalam di level sekolah. Modul ini meliputi pemahaman mendasar tentang kerangka pembelajaran mendalam, penyusunan perangkat pembelajaran, serta pemanfaatan media pembelajaran yang mendukung pembelajaran
Cyber feminisme dan multilingualisme: Transformasi bahasa dan identitas gender di media sosial
Cyber feminisme melalui platform media sosial memberikan ruang strategis bagi perempuan untuk menantang norma patriarkal dan membentuk narasi yang lebih inklusif. Gerakan seperti #MeToo dan #TimesUp menunjukkan bagaimana aktivisme digital dapat memperluas suara perempuan secara global. Dalam konteks tersebut, multilingualisme memainkan peran penting karena memungkinkan diskursus feminis berkembang lintas budaya, menjadikannya lebih representatif dan relevan bagi perempuan dari berbagai latar sosial. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan bagaimana cyber feminisme mentransformasi bahasa sebagai antitesis terhadap wacana patriarki; (2) mengungkap bagaimana perempuan dari latar budaya berbeda menggunakan bahasa untuk membentuk identitas gender yang lebih kompleks dan inklusif; (3) memahami terbentuknya solidaritas transnasional dalam gerakan feminis digital melalui praktik multibahasa; dan (4) menganalisis bagaimana ruang digital berfungsi sebagai arena dialektika antara pembebasan dan kontrol terhadap ekspresi identitas gender dalam praktik cyber feminisme multibahasa. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode netnografi, melalui observasi pasif terhadap interaksi online pada platform seperti Instagram, Twitter, dan TikTok, serta wawancara semi-terstruktur dengan pakar feminis multibahasa. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola bahasa, representasi identitas, dan bentuk solidaritas dalam gerakan feminisme digital multikultural. Temuan menunjukkan bahwa: (1) cyber feminisme mentransformasi bahasa digital menjadi alat perlawanan terhadap patriarki melalui produksi istilah baru, humor kritis, dan counter-discourse yang memperkuat suara Perempuan; (2) Praktik multibahasa—meliputi bahasa lokal, Indonesia, Inggris, dan campur kode—mendukung pembentukan identitas gender yang cair dan inklusif, sekaligus memungkinkan negosiasi kreatif terhadap norma budaya; (3) multibahasa juga berperan sebagai penghubung solidaritas transnasional melalui translanguaging, meskipun masih menghadapi hierarki bahasa; dan (4) ruang digital pada akhirnya menjadi arena dialektika antara pembebasan dan kontrol, saat perempuan menavigasi sensor algoritmik, moral policing, dan tekanan sosial melalui strategi linguistik dan persona digital. Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa merupakan arena politik penting dalam pembentukan identitas gender dan resistensi feminis, sehingga teori feminisme digital perlu mengintegrasikan perspektif sosiolinguistik. Secara praktis, temuan ini relevan untuk memperkuat strategi advokasi feminis multibudaya dan mendorong kebijakan digital yang lebih berkeadilan gender
Implementasi Pendidikan Inklusif Berbasis Alam terhadap Perkembangan Sosial-Skills Siswa di MIS Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, tantangan, dan dampak pendidikan inklusif berbasis alam terhadap perkembangan keterampilan sosial siswa di MIS Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen, Malang. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research), yang memungkinkan peneliti untuk mengamati secara langsung kondisi nyata penerapan pembelajaran inklusif berbasis alam di lingkungan madrasah. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis secara manual melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahap perencanaan, madrasah
menekankan integrasi nilai-nilai keislaman, pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan, serta desain kurikulum adaptif untuk mengakomodasi kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan difokuskan pada aktivitas luar ruangan, proyek
kolaboratif, dan pembelajaran tematik yang menumbuhkan empati, kerja sama, serta komunikasi antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan guru pendamping khusus, fasilitas belajar yang belum
merata, serta keterlibatan orang tua yang masih bervariasi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan adanya dampak positif berupa meningkatnya empati, kemampuan bekerja sama, dan kesadaran sosial siswa. Secara keseluruhan, model pendidikan inklusif berbasis
alam di MIS Bilingual Al-Ikhlas Kepanjen terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang humanis, inklusif, dan berwawasan ekologis, serta mendukung pengembangan
keterampilan sosial siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna di alam
Pengaruh Literasi dan Nilai Religius Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa SMA Melalui Self Efficacy
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh literasi ekonomi dan nilai religius terhadap hasil belajar ekonomi siswa SMA, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui self-efficacy sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya hasil belajar ekonomi siswa di sekolah menengah, yang diduga dipengaruhi oleh lemahnya literasi ekonomi, kurangnya internalisasi nilai-nilai religius dalam pembelajaran, serta rendahnya keyakinan diri (self-efficacy) siswa terhadap kemampuan belajar mereka sendiri. Dalam konteks pendidikan Islam, penguasaan literasi ekonomi perlu diimbangi dengan nilai-nilai religius agar siswa tidak hanya memahami aspek rasional dan teknis ekonomi, tetapi juga memiliki dasar moral, etika, dan tanggung jawab sosial dalam penerapan pengetahuan ekonomi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antarvariabel. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 8 Malang yang berjumlah 210 orang, dengan sampel sebanyak 138 responden yang diambil menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert untuk variabel literasi ekonomi, nilai religius, dan self-efficacy, serta dokumentasi nilai ulangan harian untuk variabel hasil belajar. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan program IBM SPSS Statistics versi 25 dengan uji regresi berganda, uji Sobel, dan analisis mediasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa; (2) nilai religius berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-efficacy, namun tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar ekonomi; (3) self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar serta tidak memediasi hubungan antara literasi ekonomi dan nilai religius terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, penguatan literasi ekonomi terbukti menjadi faktor dominan yang secara langsung meningkatkan hasil belajar siswa, sementara nilai religius berperan penting dalam membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab moral yang mendukung proses belajar.
Temuan ini menegaskan bahwa hasil belajar ekonomi siswa tidak hanya ditentukan oleh aspek kognitif, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek afektif dan spiritual yang terintegras dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru ekonomi diharapkan dapat mengembangkan model pembelajaran yang menyeimbangkan antara peningkatan literasi ekonomi, penanaman nilai religius, dan pembentukan self-efficacy agar siswa mampu memahami konsep ekonomi secara ilmiah, bertindak etis, dan percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan akademik maupun kehidupan sosial-ekonomi di masa depan
Analisis Molecular Docking dan Molecular Dynamic Senyawa Kandungan Pule Hitam (Alstonia spectabilis) sebagai Antimalaria (sertifikat hak cipta)
Malaria merupakan penyakit purba yang hingga kini belum dapat diberantas. Obat antimalaria klorokuin saat ini kurang efektif karena adanya resistensi terhadap Plasmodium sp. Oleh karena itu, masyarakat sangat membutuhkan obat antimalaria baru yang efektif dan terjangkau. Pada profil metabolit menggunakan instrumen gas chromatography mass spectrometry (GC-MS) dan ultra-performance liquid chromatography quadrupole time of flight mass spectrometry (ULPC-QToF-MS/MS), ekstrak etanol 70% A. spectabilis mengandung senyawa-senyawa yang berkhasiat sebagai antimalaria, antiinflamasi, antipiretik, dan analgesik, seperti makralstonidin, pleiokarpamin, villalstonin, dan berbagai senyawa lainnya. Senyawa yang diperoleh dari pengujian profil metabolit disiapkan dengan skrining fisikokimia berdasarkan Hukum Lima Lipinski, prediksi toksisitas senyawa dan prediksi farmakokinetik senyawa, kemudian dilakukan molecular docking pada reseptor. Dinamika molekular juga dilakukan pada senyawa yang dihasilkan dari profil metabolit pada sistem komputer pribadi (PC) Linux Ubuntu 20.04.1 LTS 64-bit, kartu grafis NVIDIA Quadro P2200, RAM 16 GB, dan prosesor Intel Xeon(R) W-2223 @ 3,60 GHz octa-core dengan Desmond di Maestro Schrödinger 2021–2. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat 5 senyawa potensial yang mengikat reseptor PfENR dan 5 senyawa potensial yang mengikat reseptor PfCRT
Indonesian EFL Teachers' Technology Integration in the Shifting of Online to Offline Learning
The evolving education system has led to new habits and adaptations in technology use. This study aims to investigate the Indonesian EFL university teachers’ integration of technology in the shifting period from online to offline learning and explore preferences on teaching methods (online/offline). This study employed a phenomenological research design to discover the technology integration in the shifting period from online to face to face learning from the perspective of teachers. To collect the data, the researchers employed questionnaire and interviews by involving 30 EFL teachers teaching at several universities in Indonesia. The qualitative data were analyzed using thematic
analysis to identify patterns and themes related to teachers’ technology
integration and teaching preferences. Additionally, descriptive statistical
analysis was applied to identify and visualize the most technological tools used during this transition. The results show that even though the learning system return to offline learning, teachers still implemented technology in their teaching and technology habituation was still maintained in the post-pandemic period. Teachers integrated technology in three aspects: teaching preparation, teaching implementation, and teaching assessment. Furthermore, teachers’
preferences of online or offline teaching are also being investigated. The findings of this study contribute insights for education stakeholders in designing appropriate teaching systems in the post-pandemic context
Governance and management of Diversity, Equity, And Inclusion (DEI) in higher education institutions in Indonesia and Hong Kong (sertifikat hak cipta)
This study investigates how higher education institutions in Asia are working to create campuses where everyone feels they belong regardless of race, religion, nationality, sexual orientation, age, or ability. By comparing these two different but globally connected societies, the research looks at the cultural, historical, and institutional forces that shape strategies for diversity, equity, and inclusion (DEI). By comparing universities in Indonesia and Hong Kong, this study explores the sociocultural, historical, and institutional forces that underlie diversity, equality, and inclusion (DEI) strategies. Using perspectives from social justice and institutional change, the study asks: How do universities fight inequality? What policies and practices open doors for underrepresented students and staff? To answer these questions, the research draws on interviews with administrators, teachers, and students, as well as an analysis of policy documents
Optimalisasi Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Berbasis RDApada Sistem Otomasi SLiMs Versi 9 Bulian di Perpustakaan MAN2 Kota Madiun (sertifikat hak cipta)
Optimalisasi Pengelolaan Koleksi Perpustakaan Berbasis RDApada Sistem Otomasi SLiMs Versi 9 Bulian di Perpustakaan MAN2 Kota Madiu