Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Studi Kasus Pemenuhan Kebutuhan Personal Hygiene pada Pasien Post Natal Care (PNC) Bedah Sesar
Sectio Caesarea is an artificial delivery in which the fetus is born through an incision in the abdominal wall and uterine wall with the uterine nerves intact and weighing more than 500 grams. Personal hygiene or personal hygiene is a person's effort to maintain the cleanliness of himself as a whole body for physical and psychological well-being. The medical record data of Dewi Sartika Kendari General Hospital, the number of mothers who gave birth in 2016 gave birth to a sectio caesarea as many as 496 people, then in 2017 there were 586 sectio caesarean deliveries, and in 2018 the number of sectio caesarean deliveries was 669 people. Purpose: to determine the care of post natal care patients with sectio caesarea in fulfilling personal hygiene needs. Results: The data were obtained from direct assessment, interviews, and looking at the patient's medical records, where at the time of the assessment, there were several complaints that the client complained about in fulfilling the client's personal hygiene needs so that a diagnosis was carried out where the diagnosis that was appointed in this case was a deficit of care. self: shower. The intervention was carried out in accordance with the existing theory, namely using the Nursing Outcomes Classification and Nursing Intervention Classification, the implementation was carried out for 3 days so that the results were that the client could carry out personal hygiene care independently with a little help from nurses and family.Sectio Caesarea adalah suatu persalinan buatan di mana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding perut dan dinding rahim dengan saraf rahim dalam keadaan utuh serta berat di atas 500 gram. Personal hygiene atau kebersihan diri adalah upaya seseorang untuk memelihara kebersihan dirinya secara keseluruhan tubuh untuk kesejahteraan fisik dan psikis. Data rekam medik RSU Dewi Sartika Kendari, jumlah ibu yang bersalin pada tahun 2016 persalinan sectio caesarea sebanyak 496 orang, kemudian pada tahun 2017 persalinan sectio caesarea sebanyak 586 orang, dan pada tahun 2018 dengan jumlah persalinan sectio caesarea sebanyak 669 orang. Tujuan : untuk mengetahui asuhan keperawatan pasien post natal care dengan sectio caesarea dalam pemenuhan kebutuhan personal hygiene. Hasil : Data diperoleh dari pengkajian langsung, wawancara, serta melihat catatan rekam medik pasien, dimana pada saat pengkajian didapatkan beberapa keluhan yang dikeluhkan klien dalam pemenuhan kebutuhan kebersihan diri atau personal hygiene klien sehingga dilakukan penegakkan diagnosa dimana diagnosa yang diangkat pada kasus ini adalah defisit perawatan diri : mandi. Intervensi dilakukan sesuai dengan teori yang ada yaitu menggunakan Nursing Outcomes Classsification dan Nursing Intervention Classification, implementasi dilakukan selama 3 hari sehingga didapat kasil klien dapat melakukan perawatan kebersihan diri secara mandiri dengan sedikit bantuan dari perawat dan keluarg
Peran Dukungan Masyarakat terhadap Penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari
Places designated as No-Smoking Areas are equipped with a no-smoking sign or symbol. However, there are still many smokers who smoke in these smoke-free areas. This study aims to analyze the process of implementing the Regional Regulation on Non-Smoking Areas (KTR) at the Kendari City Regional General Hospital. This type of research is qualitative research with a phenomenological approach. The informants in this study consisted of 4 key informants and 3 regular informants. The technique of determining the informants used the snowball technique and purposive sampling. The results showed that there was a lack of communication and socialization carried out by the government and the Kendari City Regional Hospital regarding the Regional Regulation without Smoking to the target, in this case the community and especially visitors to the Kendari City Hospital, even though socialization was very important to do to implement a policy. It is hoped that the Kendari City government and the Kendari City Regional General Hospital will sit together to carry out the mandate of the rules made, namely to establish a special task force to supervise smoking free areas in the Kendari City Hospital area.Tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Dilarang Merokok dilengkapi dengan tanda atau simbol dilarang merokok. Akan tetapi, masih banyak perokok yang merokok di kawasan tanpa rokok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses Penerapan Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci sebanyak 4 orang dan informan biasa sebanyak 3 orang. Teknik penetapan informan menggunakan teknik snowball dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya komunikasi maupun sosilisasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak RSUD Kota Kendari terkait perda Kawasan Tanpa Rokok kepada sasaran dalam hal ini masyarakat dan khususnya pengunjung di RSUD Kota Kendari, padahal sosialisasi merupakan hal yang sangat penting di lakukan untuk mengimplementasikan sebuah kebijakan. Diharapkan kepada pemerintah Kota Kendari serta Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari untuk duduk bersama menjalankan amanat dari aturan yang dibuat yakni melakukan pembentukan satuan tugas khusus pengawasan kawasan tanpa rokok di areal Rumah Sakit Kota Kendari
Penerapan Perawatan Payudara pada Pasien Post Natal Care (PNC) terhadap Keberhasilan Menyusui
Post Natal Care starts from the first 2 hours after the birth of the placenta until 6 weeks / 42 days after that. During the puerperium, the mother will experience physiological changes. Changes occur in the reproductive system. Changes in the reproductive system include breast (mamae), uterine involutio, discharge of lochia, changes in the endometrium, cervix, vulva and vagina, and in the perineum. Data shows that the number of post-partum mothers in 2015 was 589 (64%), in 2016 the number of post-partum mothers was 931 (65%), in 2017 there were 1,230 people (67%), in 2018 as many as 804 people. This case study aims to determine the success of breast care implementation on the success of maternal breastfeeding in Post Natal Care (PNC) patients. The design of this case study is to use a descriptive research design with the application of case studies with case study subjects using one patient according to predetermined inclusion and exclusion criteria. The data were obtained by direct assessment and interviews with patients and documents at the hospital. The results of the case study found that the application of breast care was effective in increasing the volume of milk produced. The hospital is expected to add and develop existing knowledge and improve the quality of health services, especially for the implementation of breast care for postpartum mothers with breast and breastfeeding problems.Post Natal Care dimulai sejak 2 jam pertama setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu/42 hari setelah itu. Selama masa nifas, ibu akan mengalami perubahan fisiologis. Perubahan terjadi pada sistem reproduksinya. Perubahan pada sistem reproduksi tersebut diantaranya adalah payudara (mamae), involutio uterus, pengeluaran lokia, perubahan pada endometrium, serviks, vulva dan vagina, dan pada perineum. Data menunjukkan jumlah persalinan normal pada tahun 2015 jumlah ibu nifas sebanyak 589 orang (64%), tahun 2016 jumlah ibu nifas sebanyak 931 orang (65%), tahun 2017 sebanyak 1.230 orang (67%), tahun 2018 sebanyak 804 orang. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan penerapan perawatan payudara terhadap keberhasilan menyusui maternal pada pasien Post Natal Care (PNC). Desain studi kasus ini adalah menggunakan desain penelitian deskriptif dengan bentuk penerapan studi kasus dengan subjek studi kasus menggunakan satu orang pasien sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data diperoleh dengan pengkajian dan wawancara secara langsung kepada pasien serta dokumen-dokumen yang ada Di Rumah Sakit. Hasil studi kasus ditemukan bahwa penerapan perawatan payudara efektif dalam meningkatkan volume produksi ASI yang keluar. Bagi Rumah Sakit diharapkan dapat menambah dan mengembangkan ilmu yang sudah ada serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya untuk penerapan perawatan payudara pada Ibu Post Partum dengan masalah payudara dan ASI
Perbedaan Efektivitas Pemberian Jus Tomat Dan Jus Mentimun Dalam Penurunan Tekanan Darah Ibu Hamil Yang Mengalami Hipertensi
Latar Belakang : Seseorang yang mengalami tekanan darah tinggi pada ibu hami sangat beresiko salah startegi penurunan dan tekanan darah tinggi yaitu pemberian jus tomat dan jus mentimunh. Tujuan Penelitian : Mengetahui Perbedaan Efektivitas Pemberian Jus Tomat Dan Jus Mentimun Dalam Penurunan hipertensi pada ibu hamil Di Puskesmas Neglasari Tangerang Tahun 2020 Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara eksperimen two group pre test dan post test design dengan pendekatan kuantitaif. Sampel penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 30 ibu hamil yang mengalami hipertensi pada bulan Maret dan April 2020 secara accidental sampling. waktu penelitian dilakukan Maret sampai Agustus 2020 Hasil Penelitian : Hasil analisa univariat yaitu. Rata – rata sebelum dan sesudah pemberian jus tomat mean rank yaitu sebelum dengan nilai 20,67 dan sesudah dengan nilai 10,33 dan rata – rata sebelum dan sesudah pemberian jus mentimun yaitu sebelum dengan nilai 22,33 dan sesudah dengan nilai 8,67. Hasil analisa uji beda di dapatkan 0,021 yang mana p- value < 0,05 yang dapat disimpulkan adanya perbedaan antara pemberian jus tomat dengan jus mentimun dan hasil yang paling efektif terdapat pada pemberian jus mentimun. Kesimpulan dan Saran : pihak kesehatan khususnya Bidan untuk memberikan edukasi dalam penanganan penurunan tekanan darah secara non farmakologik khususnya konsumsi jus tomat dan jus mentimun
FAKTOR RISIKO WASTING DALAM PENERAPAN FULL DAY SCHOOL PADA ANAK DI PAUD PESANTREN UMMUSABRI KENDARI
Artikel ini ditarik (retracted) oleh penerbit karena lebih dahulu telah diterbitkan (double publication) oleh penerbit jurnal lain.Artikel ini ditarik (retracted) oleh penerbit karena lebih dahulu telah diterbitkan (double publication) oleh penerbit jurnal lain
Penilaian Risiko Kesehatan Kerja pada Penggunaan Pestisida dengan Metode (Hirac) di Perkebunan Sawit Sumatera Selatan Indonesia
Along with the increase in oil palm plantations, the involvement of the number of workers in this sector also increases as does the contact of workers to various active ingredients of pesticides. This study aims to assess the risks involved in applying pesticides to oil palm plantations. This study is an observational study using the Hazard Identification Risk Assessment Control (HIRAC) method. Risk control is based on the scale of risk through administrative control and use of personal protective equipment according to standards and the provision of a special site for decontamination after pesticide application. Conclusion: the risk identification hazard control method (HIRAC) is one of the methods used to assess the health risks of workers that contribute to the occupational health and safety management system (SMK3), in particular to assess the health risks of workers. Therefore, this method needs to be developed as a method to assess the health risks of workers in the process of applying pesticides to oil palm plantations.Seiring dengan meningkatnya perkebunan kelapa sawit, keterlibatan jumlah pekerja di sektor ini juga meningkat demikian pula kontak pekerja terhadap berbagai bahan aktif pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk menilai risiko yang terlibat dalam penerapan pestisida di perkebunan kelapa sawit. Kajian ini merupakan kajian observasional dengan menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment Control (HIRAC). Pengendalian risiko didasarkan pada skala risiko melalui pengendalian administratif dan penggunaan peralatan pelindung diri sesuai dengan standar dan penyediaan situs khusus untuk dekontaminasi setelah penerapan pestisida. Kesimpulan: metode pengendalian bahaya identifikasi risiko (HIRAC) adalah salah satu metode yang digunakan untuk menilai risiko kesehatan pekerja yang berkontribusi pada sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3), khususnya untuk menilai risiko kesehatan pekerja. Oleh karena itu, metode ini perlu dikembangkan sebagai metode untuk menilai risiko kesehatan pekerja dalam proses penerapan pestisida di perkebunan kelapa sawit
Mekanisme yang Terlibat dalam Terapi Oksigen Hiperbarik: theoritical review hyperbaric oxygen therapy/HBOT
Terapi Oksigen Hiperbarik (HBOT) semakin sering digunakan di berbagai bidang medis, perawatan, dan praktik kesehatan. Menjadi intervensi penting dengan mekanisme tindakan yang tidak dipahami dengan baik. Terapi Oksigen Hiperbarik adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan menyediakan 100% oksigen murni yang dihirup oleh pasien di ruangan khusus dengan udara bertekanan tinggi. Tekanan udara yang meningkat pada ruang Hiperbarik menyebabkan paru pasien menyerap lebih banyak oksigen daripada biasanya, yang dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Diharapkan adanya kajian ilmiah, ulasan dan diskusi tentang terapi heperbaric dan pencarian literatur tentang penggunaannya dapat bermanfaat bagi tim medis baik perawat, dokter, pekerja kesehatan lainnya dan masyarakat, sehingga mereka dapat meningkatkan pengetahuan, berdasarkan fisiologi, patologi, fisika, farmakologi, manfaat, indikasi dan perawatan tentang terapi hiperbarik sehingga dapat diterapkan dalam berbagai bidang yang diperlukan
Identifikasi Jamur Pathogen pada Air Bak Toilet SPBU di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru
Water is a source of disease transmission. Many water-borne diseases are caused by contamination by bacteria, viruses, parasites and fungi. Fungal contamination of water comes from water sources that are not properly maintained. Lacto Phenol Cotton Blue (LPCB) solution serves to color the mushrooms blue. The purpose of this study was to determine the pathogenic fungi found in the water of gas stations in Rumbai District, Pekanbaru City. This research was conducted using experimental methods in the laboratory. Laboratory tests include planting on PDA (Potato Dextrose Agar) media using the pour plate method. The identification was carried out macroscopically by looking at the shape and color of the colony, and microscopically using the LPCB solution. The results obtained from this study were mostly found Candida fungi and there are also other fungi such as Aspergillus, Trichophyton, Penicillium. From the results obtained, it was concluded that in the toilet water of gas stations in Rumbai District, Pekanbaru City, found pathogenic fungi.Air merupakan salah satu sumber penularan penyakit, Banyak penyakit yang di tularkan melalui air yang di sebabkan dari kontaminasi bakteri, virus, parasit dan jamur. Kontaminasi jamur pada air berasal dari sumber air yang tidak dijaga dengan baik. larutan Lacto Phenol Cotton Blue (LPCB) berfungsi mewarnai jamur menjadi biru. Tujuan dari penelitian ini mengetahui jamur patogen yang terdapat pada air bak toilet SPBU di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode experimen di laboratorium. Pemeriksaan laboratorium meliputi penanaman pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan melakukan metode pour plate. Identifikasi dilakukan secara makroskopis dengan melihat bentuk dan warna koloni, serta secara mikroskopis menggunakan larutan LPCB. Hasil yang didapat dari penelitian ini paling banyak ditemukan jamur Candida dan ada juga jamur lain seperti Aspergillus, Trichophyton, Penicillium. Dari hasil yang didapat, disimpulkan bahwa pada air bak toilet SPBU di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru ditemukan adanya jamur patogen
Identifikasi Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara
Risk factors for hereditary Diabetes Mellitus, lack of exercise, obesity, old age, stress factors, eating too much sweet and fatty foods, lots of foods containing salt, lack of fiber and other unhealthy habits such as smoking and drinking alcohol. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of DM in Unaaha Konawe District. This study includes a descriptive analytical study with a cross-sectional study approach. The population in this study is the people in the Unaaha Konawe District, the sub-district with a total of 24,886 people and the sample in the study totaling 60 people. This study showed that obesity was statistically significant with the incidence of diabetes mellitus with p = 0044. Obesity was associated with the incidence of DM, while genetic history, obesity based on BMI, physical activity, carbohydrate intake and fat intake did not correlate with the incidence of diabetes mellitus.Faktor risiko untuk terjadinya penyakit Diabetes Mellitus turun-temurun, kurang olahraga, obesitas, usia tua, faktor stres, terlalu banyak makan makanan manis dan berlemak, banyak makanan yang mengandung garam, kurang serat dan kebiasaan tidak sehat lainnya seperti merokok dan minum Alkohol. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang berhubungan dengan kejadian DM di Kecamatan Unaaha Konawe. Penelitian ini mencakup penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi lintas-sectional. Populasi dalam kajian ini adalah masyarakat di Kecamatan Unaaha Konawe Kecamatan dengan jumlah 24.886 orang dan contoh dalam kajian yang berjumlah 60 orang. Kajian ini menunjukkan bahwa obesitas secara statistik signifikan dengan kejadian diabetes mellitus dengan p = 0044. Obesitas yang terkait dengan insiden DM, sementara sejarah genetik, obesitas berdasarkan BMI, aktivitas fisik, asupan karbohidrat dan asupan lemak tidak bergaul dengan kejadian diabetes mellitus
Analisis Kadar Fe pada Lemiding Tua dan Muda di Wilayah Kubu Raya Kalimantan Barat
Lemiding (Stenochlaena Palustris) is one type of vegetable that grows on peatland, which is a type of fern or fern that is included in the kingdom of plantae and the pteridophyta division (ferns) which is commonly found in the forests of Kalimantan, especially West Kalimantan. Lemiding is one that is easy and fast to adapt to nature, so that it can grow anywhere such as on tree trunks, rotten wood or dry land, even though this local vegetable will flourish on peatlands because of the considerable water intensity facilitate breeding. In the region of West Kalimantan, Lemiding plants are usually consumed in two types, namely young lemiding (white) and old lemiding (red). Red lemiding is a green lemiding with a reddish color, while white lemiding is a green lemiding with a pale color. Lemiding in the people of Kalimantan is processed into vegetables or added as the main vegetable in the typical foods of West Kalimantan, namely spicy porridge. This study aims to determine the comparison of Fe levels in young and old Stenochlaena Palustris in the Kubu Raya Regency. The inspection methodology that will be used is using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Based on the results of the study obtained an average Fe content in young lemiding is 0.39 mg / L and old lemiding is 0.48 mg / L. Statistical test results obtained by computerized data processing throughtest Mann Whitney U obtained p value of 0.038, p <0.05, so it can be concluded that Ha is accepted which means that there are differences in Fe levels in young lemids and old lemiding.Lemiding (Stenochlaena palustris) merupakan salah satu jenis sayuran yang tumbuh di lahan gambut, yaitu jenis tumbuhan paku atau pakis yang termasuk dalam kerajaan plantae dan pteridophyta divisi (tumbuhan paku) yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan khususnya Barat. Kalimantan. Lemiding merupakan salah satu tanaman yang mudah dan cepat beradaptasi dengan alam, sehingga dapat tumbuh dimana saja seperti di batang pohon, kayu lapuk atau lahan kering, padahal sayuran lokal ini akan tumbuh subur di lahan gambut karena intensitas air yang cukup memudahkan perkembangbiakan. Di wilayah Kalimantan Barat, tanaman lemiding biasanya dikonsumsi dalam dua jenis, yaitu lemiding muda (putih) dan lemiding tua (merah). Lemiding merah merupakan lemiding hijau dengan warna kemerahan, sedangkan lemiding putih merupakan lemiding hijau dengan warna pucat. Lemiding pada masyarakat Kalimantan diolah menjadi sayuran atau ditambahkan sebagai sayuran utama pada makanan khas Kalimantan Barat yaitu bubur pedas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar Fe pada Stenochlaena Palustris muda dan tua di Kabupaten Kubu Raya. Metodologi pemeriksaan yang akan digunakan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata kadar Fe pada kukang muda 0,39 mg / L dan kukang tua 0,48 mg / L. Hasil uji statistik diperoleh pengolahan data terkomputerisasi melalui uji Mann Whitney U diperoleh p value 0,038 p <0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan kadar Fe pada lemid muda dan lemiding tua