Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Food Management Module Intervention on the Knowledge and Attitudes of Food Processors in the Islamic Boarding Schools in Kendari City

    No full text
    One of the efforts to maintain the nutritional status of students, the boarding school needs to maintain and increase the consumption to remain adequate in the process of organizing the food. This research aims to determine the influence of the design of the companion module on food Implementation guidelines on the knowledge and attitude of food processing personnel in the boarding school in Kendari City. This type of research is an analytical survey with the design quasi experiment with one group pre-test post-test which is the food processing force group of 48 people observed before the intervention with pre-test and after intervention (mentoring using modules for 2 days/week for 1 month) with post-test I (after training) and post-test II (after 1 month of training). The results of knowledge level statistical test and attitude of food processing personnel are known between before, after the training (post-test I) and 1 month after training (post-test II) obtained the p-value 0,000 (P < 0.05) can be concluded that there is a difference in knowledge and attitude of food processing personnel before and after the mentoring using the Food maintenance module.Salah satu upaya mempertahankan status gizi santri, maka pondok pesantren perlu mempertahankan dan meningkatkan konsumsi agar tetap adekuat pada proses penyelenggaraan makanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rancangan modul pendamping tentang pedoman penyelenggaraan makanan terhadap pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan di pondok pesantren di Kota   Kendari. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan quasi eksperiment dengan model one group pre-test post-test yaitu kelompok tenaga pengolah makanan sebanyak 48 orang diobservasi sebelum intervensi dengan pre-test dan setelah intervensi (pendampingan menggunakan modul selama 2 hari/minggu selama 1 bulan) dengan post-test I (setelah pelatihan) dan post-test II (setelah 1 bulan pelatihan). Hasil uji statistik tingkat pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan diketahui antara sebelum, sesudah pelatihan (post test I) dan 1 bulan sesudah pelatihan  (post-test II) diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan ada  perbedaan pengetahuan dan sikap tenaga pengolah makanan sebelum dan setelah pendampingan dengan menggunakan modul penyelenggaraan makanan

    Knowledge and Attitudes of Third Trimester Pregnant Women on Covid-19 Prevention

    No full text
    The COVID-19 virus can be transmitted from person to person through coughing or saliva droplets. Pregnant women have a higher risk of morbidity and mortality than the general population. For this reason, knowledge of pregnant women regarding the prevention of COVID-19 is needed. The purpose of this study was to analyze the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women towards the prevention of COVID-19. This research method used a cross sectional approach. The population in this study were 64 pregnant women in the city of Bandung with a sample of pregnant women who visited the Casa Medika Clinic. The research instrument was a questionnaire that was distributed online. The questions included 25 knowledge questions, 12 attitude questions and 10 preventive behavior questions. All questions on the questionnaire have been tested for validity and reliability. The results showed that out of 64 respondents, 56.3% of the respondents had a good prevention of COVID-19, 62.5% had good knowledge and 51.6% had a positive attitude towards preventing COVID-19. 19. There is a significant relationship between knowledge and prevention of COVID-19 in pregnant women. In this study, attitudes did not show a significant relationship with COVID-19 prevention behavior. Pregnant women are advised to maintain a positive attitude towards the prevention of COVID-19 in their daily life during the pandemic period, in order to avoid spreading COVID-19.Virus COVID-19 dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui percikan batuk atau ludah. Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk  terjadinya  morbiditas dan  mortalitas dibandingkan  dengan  populasi  umum. Untuk itu diperlukan pengetahuan Ibu Hamil terkait pencegahan COVID-19. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III terhadap pencegahan COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 64 ibu hamil di Kota Bandung dengan sampel ibu hamil yang berkunjung memeriksakan kehamilannya di Klinik Casa Medika. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disebarkan melalui online. Pertanyaan meliputi 25 pertanyaan pengetahuan, 12 pertanyaan sikap dan 10 pertanyaan perilaku pencegahan. Semua pertanyaan pada kuesioner telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 64 responden, yang melakukan pencegahan COVID-19 dengan baik sebanyak (56,3%) responden, sebanyak (62,5%) responden berpengetahuan baik dan sebanyak (51,6%) memiliki sikap positif terhadap pencegahan COVID-19. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan COVID-19 pada ibu hamil. Sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan COVID-19. Untuk ibu hamil disarankan agar tetap mempertahankan sikap positif terhadap pencegahan COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari selama masa pandemi, agar tetap terhindar dari penularan COVID-19

    Efektivitas Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) sebagai Larvasida Alami terhadap Nyamuk Aedes sp.

    Get PDF
    Bilimbi (Averrhoa Bilimbi Linn) is a plant that commonly used as a daily cooking spice. A. Bilimbi has the potential as a larvicide, as it containing alkaloids, saponins, and flavonoids. This study aimed to determine the effectiveness of A. Bilimbi juice as a larvicide for Aedes sp. This research was an experimental laboratory study with a post test only control group design, the objects were divided into two groups, the treatment group and the control group. Total samples was 350 larvae of Aedes sp.. The results showed that the effectiveness of the A. Bilimbi juice on the death of Aedes sp. larvae within 24 hours was ineffective at concentrations of 2%, 3%, and 4% while effective at concentrations of 5%, 6%, 7%, and 8%. The calculation of probit model showed that the value of LC50 is 4.080% and LC90 is 7.014%. A. Bilimbi juice is effective as a natural larvicide for the Aedes sp.Belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi Linn) adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan sehari-hari sebagai bumbu masakan. Buah A. Bilimbi merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai larvasida karena kandungannya yaitu alkaloid, saponin, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas sari buah A. Bilimbi sebagai larvasida nyamuk Aedes sp.. Rancangan penelitian adalah experimental laboratoriespost test only control group, objek yang terdiri dari dua kelompok coba yaitu perlakuan dan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah larva Aedes sp. yang diovitrap sebanyak 350 larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas buah A. Bilimbi terhadap kematian larva Aedes sp. dalam waktu 24 jam dinyatakan tidak efektif pada konsentrasi 2%, 3%, dan 4%, sedangkan yang dinyatakan efektif yaitu pada konsentrasi 5%, 6%, 7% dan 8%. Hasil perhitungan analisis probit didapatkan bahwa nilai LC50 adalah 4.080% dan LC90 adalah 7.014%. A. Bilimbi L. efektif sebagai larvasida alami nyamuk Aedes sp.

    Systematic Literature Review of Psychosocial Factors Associated with Psychosocial Risk in Workers

    Get PDF
    Stres merupakan bentuk risiko psikososial, yakni respon fisik maupun mental akibat ketidakseimbangan antara tuntutan dengan kemampuan. Selain faktor pekerjaan, sumber stres juga dapat berasal dari faktor individu, sosial, dan keluarga. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang dapat meningkatkan risiko psikososial di tempat kerja dengan menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta Analyses (PRISMA) sebagai metode pengumpulan, dan penulisan hasil kajian. Database yang digunakan dalam pencarian data dan informasi adalah PubMed dan Science Direct. Kata kunci yang digunakan adalah work stress, job stress, mental health, occupational stress, work conflict, dan psychosocial risk. Diperoleh 244 studi pada pencarian awal, namun hanya 25 studi yang masuk kriteria. Faktor yang berhubungan dengan risiko psikososial pada pekerja adalah jenis kelamin, tingkat pendidikan, tekanan kerja, dukungan sosial, aktivitas fisik, jam kerja, kepuasan kerja, dan konflik keluarga-pekerjaan.Stress is a form of psychosocial risk, those physical and mental responses due to an imbalance between demands and abilities. Apart from job factors, stressors can be form in individual, social, and family factors. The are many people who not realize their psychosocial symptoms arise. The study aims to analyze factors associated with psychosocial risk in the workplace. This study is a systematic review with Preferred Reporting Items for Systematic Reviews & Meta Analyses (PRISMA) method. The database used to search data and information is PubMed and Science Direct. The keywords used during the search process are work stress, job stress, mental health, occupational stress, work conflict, and psychosocial risk. There were 244 studies in the initial search, but only 25 studies met the criteria. Factors associated with psychosocial risk of workers are gender, education level, work pressure, social support, physical activity, working hours, job satisfaction, and family-work conflict

    Efektivitas Pendampingan Suami dan Pijat Punggung Terhadap Kecemasan Saat Persalinan Pada Ibu Melahirkan Kala I

    Get PDF
    Latar Belakang. Biasanya menjelang persalinan di tandai dengan adanya tingkat stress dan rasa cemas akan di rasakan semakin meningkat yang di sebabkan ibu bersalin akan berpikir apakan kondisi bayi dalam keadaan sehat atau sebaliknya Tujuan Penelitian : Mengetahui Efektivitas Pendampingan Suami dan Pijat Punggung Terhadap Kecemasan Saat Persalinan Pada Ibu Melahirkan Kala I di PMB Acih Suarsih, S.SiT., M.Kes Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara quasy eksperimen one group pre test dan post test design dengan pendekatan kuantitaif. Sampel penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 15 responden ibu melahirkan di PMB Acih Saursih secara accidental sampling. waktu penelitian dilakukan September sampai November 2020. Hasil Penelitian : Hasil analisa univariat karakteristik ibu bersalin sebelum di lakukan pendampingan suami dan pijat punggung di dapatkan hasil kecemasan mayoritas terdapat pada kecemasan tingkat sedang sebanyak 10 dari 15 responden ( 66,67%) dan karakteristik ibu bersalin sesudah di lakukan pendampingan suami dan pijat punggung di dapatkan hasil mayoritas tingkat kecemasan sebanyak 12 dari 15 responden (80%) Pada hasil uji beda ( T-Test) di dapatkan hasil Sig (2 tailed) yaitu 0,000 yang dapat di simpulkan adanya perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan pendampingan suami dan pijat punggung terhadap kecemasan saat persalinan pada ibu melahirkan kala I. Kesimpulan dan Saran : pihak kesehatan khususnya Bidan untuk menurunkan tingkat kecemasan pada ibu bersalin dengan pendampingan suami dan pijat punggung

    Dampak Psikologis dalam Memberikan Perawatan dan Layanan Kesehatan Pasien COVID-19 pada Tenaga Profesional Kesehatan

    Get PDF
    Stress and anxiety are reactions to threatening and unpredictable situations such as in a coronavirus pandemic outbreak. Health workers are the most vulnerable to this. Stress-related reactions include changes in concentration, irritability, anxiety, insomnia, reduced productivity, and interpersonal conflict, in subsequent cases, they will experience more severe psychiatric conditions, separation from family, abnormal situation, increased exposure, increased exposure exposure, fear of transmission of COVID-19, feeling of failure in handling a poor prognosis, inadequate technical facilities, PPE, tools and equipment, to help treat patients. Health workers have difficulty maintaining physical and mental health conditions that are at risk of experiencing psychological disorders such as depression, anxiety, severe stress, and fatigue. Other risk factors identified are feelings of being unsupported, concerns about personal health, fear of bringing infections and transmitting them to family members or others, isolated, feeling uncertain, social stigmatization, excessive workload, and feeling insecure when providing care and health in COVID -19 patients.Stres dan kecemasan adalah reaksi terhadap situasi yang mengancam dan tak terduga seperti dalam wabah pandemi koronavirus. Petugas kesehatan adalah yang paling rentan terhadap hal tersebut. Reaksi terkait stres meliputi perubahan konsentrasi, lekas marah, cemas, susah tidur, berkurangnya produktivitas, dan konflik antarpribadi, dalam kasus selanjutnya, mereka akan mengalami kondisi kejiwaan yang lebih parah, pemisahan dari keluarga, situasi abnormal, peningkatan paparan, ketakutan akan penularan COVID-19, perasaan gagal dalam menangani prognosis yang buruk, fasilitas teknis yang tidak memadai, APD, alat dan peralatan, untuk membantu merawat pasien. Petugas kesehatan mengalami kesulitan mempertahankan kondisi kesehatan fisik dan mental yang berisiko mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, stres berat, dan kelelahan. Faktor risiko lain yang diidentifikasi adalah perasaan tidak didukung, kekhawatiran tentang kesehatan pribadi, takut membawa infeksi dan menularkannya kepada anggota keluarga atau orang lain, diisolasi, perasaan  tidak pasti, stigmatisasi sosial, beban kerja yang berlebihan, dan merasa tidak aman ketika memberikan layanan perawatan dan kesehatan pada pasien COVID-19

    Efektivitas Pemberian Jus Alpukat Terhadap Penurunan Dismenorea

    Get PDF
    Latar Belakang : Dismenorea menggambarkan rasa kram dan menyakitkan umumnya muncul pada saat haid. Biasanya nyeri menstruasi ini bisa di kurangi dengan pemberian terapi non farmakologi di antaranya jus alpukat. Tujuan Penelitian : Mengetahui Efektivitas Pemberian Jus Alpukat Terhadap Penurunan Dismenorea Pada Siswi di SMA Negeri 25 Seapatan Tangerang Tahun 2021 Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan secara quasy eksperimen one group pre test dan post test design .Sampel penelitian ini yaitu total populasi berjumlah 15 siswi yang mengalami dismenorea di SMA Negeri 25 Seapatan Tangerang dengan accidental sampling. waktu penelitian dilakukan Mei dan Juni 2021 Hasil Penelitian : Hasil penelitian di ketahui Asymp. Sig (2 – Talled) bernilai 0.006, karena 0.006 < 0.05 maka dapat di simpulkan bahwa hipotesis di terima. Artinya adanya perbedaan antara pemberian jus alpukat terhadap penurunan dismenorea pada siswi di SMA Negeri 25 Seapatan Tangerang Tahun 2021. Kesimpulan dan Saran : pihak kesehatan untuk dapat memberikan penyuluhan kesehatan tentang penanganan dalam menurunkan dismenorea pada remaja agar mengurangi konsumsi obat–obat

    Pengaruh Pemberian Contrast Bath dengan Elevasi Kaki 30 Derajat terhadap Penurunan Derajat Edema pada Pasien Congestive Heart Failure

    No full text
    Congestive heart failure, which is the inability to pump blood around the body which causes the walls to be unable to pump adequately. The aim of this study was to ascertain the effect of a contrast bath with a foot elevation of 30 º on edema reduction in patients with congestive heart failure at Wafa Husada Hospital, Kepanjen. The design in this study is quasi experimental with the control group design is not equivalent. The population was patients with congestive heart failure, the sample was used consecutive sampling. 34 respondents divided into two groups, 17 respondents 'intervention groups and 17 respondents' control groups. The resulting Mann-Whitney P value = 0.027 (P <0.05) represented a significant reduction in Bath contrast edema with 300 feet elevation in the intervention group and control group patients with congestive heart failure. Based on the results of this study, it is expected to apply a bath contrast with an elevation of 30 º in nursing services to reduce the degree of edema in patients with congestive heart failure.Gagal jantung kongestif yang merupakan ketidakmampuan untuk memompa darah ke seluruh tubuh yang menyebabkan dinding yang tidak mampu memompa memadai. Tujuan kajian ini adalah memastikan efek kontras bath dengan elevasi kaki 30 º terhadap reduksi edema pada pasien gagal jantung kongestif di rumah sakit Wafa Husada, Kepanjen. Desain pada studi ini quasi eksperimental dengan desain kelompok kontrol tidak setara. Populasi adalah pasien dengan gagal jantung kongestif, sampel digunakan sampling berturut-turut. 34 responden membagi dua kelompok, 17 kelompok intervensi responden dan 17 kelompok kontrol responden. Hasil nilai Mann-Whitney P = 0,027 (P < 0.05) itu mewakili signifikan pengurangan edema kontras Bath dengan 300 kaki elevasi dalam intervensi kelompok dan pasien kelompok kontrol dengan gagal jantung kongestif. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menerapkan kontras mandi dengan elevasi 30 º dalam pelayanan keperawatan untuk mengurangi derajat edema pada pasien gagal jantung kongestif

    Analisis Pengukuran Ketepatan Antropometri Tinggi Badan Balita pada Pelatihan Kader Posyandu di Panduman Kecamatan Jelbuk

    Get PDF
    The nutritional status of children under five is one indicator of the level of health in Indonesia. Nutritional status can help detect the risk of health problems early. Anthropometric measurements carried out by cadres at the posyandu include measurements of body length, weight and height measurements for infants and toddlers. The ability and accuracy of posyandu cadres in taking anthropometric measurements is very important, this is related to the wrong interpretation of nutritional status as well as decision making and planning for further treatment. The purpose of the study was to analyze the Effect of Posyandu Cadre Training on Anthropometric Measurement Skills. This study used a pre-experimental design research design. The population in this study were 35 cadres of Posyandu in Panduman village. The results of the study The value of the skills of the cadres of TB measurement training for children aged <2 years, pretest was 46.71 in the treatment group and 45.31 in the control group. The posttest in the treatment group was 82.24 while in the control group it was 50. And the value of training cadres in measuring TB for children aged> 2 years Pretest was 52.11 in the treatment group, and 49.33 in the control group. The posttest in the treatment group was 86.32 while in the control group it was 50.63. conclusion; The skills of a cadre in TB will determine the next intervention, errors in measuring TB affect the results of nutritional status data and management carried out. By practicing or simulating, it will be easier for cadres to remember what they have done by themselves and be seen firsthand.Status gizi anak balita adalah salah satu indikator tingkat kesehatan di Indonesia. Status gizi dapat membantu mendeteksi risiko masalah kesehatan sejak dini. Pengukuran antropometrik yang dilakukan oleh kader di posyandu meliputi pengukuran panjang tubuh, timbang berat badan dan tinggi badan pada bayi dan balita. Kemampuan dan keakuratan kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometrik sangat penting, hal ini terkait dengan interpretasi status gizi yang salah dan juga pengambilan keputusan dan perencanaan untuk penanganan selanjutnya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu pada Keterampilan Pengukuran Antropometri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian desain pra-eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah kader balita Posyandu di desa Panduman sebanyak 35 kader. Hasil penelitian Nilai ketrampilan kader Pelatihan pengukuran TB balita usia < 2 tahun, Pretest yaitu 46.71 pada kelompok perlakuan, dan 45.31 pada kelompok kontrol. Posttest pada kelompok perlakuan sebesar 82.24 sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 50. Dan Nilai ketrampilan kader pelatihan pengukuran TB balita usia > 2 tahun Pretest yaitu 52.11 pada kelompok perlakuan, dan 49.33 pada kelompok kontrol. Posttest pada kelompok perlakuan sebesar 86.32 sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 50.63. kesimpulan; Keterampilan seorang kader dalam, TB sangat menentukan intervensi selanjutnya, kesalahan dalam mengukur TB mempengaruhi hasil data status gizi dan manajemen yang dilakukan. Dengan latihan atau simulasi, kader akan lebih mudah mengingat apa yang telah mereka lakukan sendiri dan dilihat secara langsung

    Pengaruh Elevasi Kepala 30 Derajat terhadap Saturasi Oksigen dan Kualitas Tidur Pasien Strok

    Get PDF
    Stroke is a cerebral injury or brain attack that occurs due to a lack of blood flow and oxygen to the brain associated with obstruction of blood flow to the brain or rupture of cerebral blood vessels so that the disruption of oxygen flow to the brain causes hypoxia and the patient experiences sleep quality disturbances. The aim of this study was to ascertain the effect of the head on the 30o position on oxygen saturation and sleep quality in stroke patients in Dr. hospital. Soedarsono, Pasuruan. The study design was quasi experimental with Nonequivalent control group. The population was 34 patients with stroke from 14 January-9 February 2019, the sample was used consecutive sampling. The results on the Mann-Whitney test obtained values ??of P = 0.000 (P <0.05) and P = 0.001 (P <0.05), which means that there is an effect of giving the head a position of 30o in the treatment group and the control group that was not given intervention to improve. oxygen saturation values ??and sleep quality in stroke patients. Based on the results of this study, it is expected to add 30 º Head up position therapy in nursing services to increase oxygen saturation and sleep quality of stroke patients.Stroke adalah cedera serebral atau serangan otak yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak yang terkait dengan obstruksi aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah serebral sehingga gangguan aliran oksigen ke otak menyebabkan hipokxia dan penderita mengalami gangguan kualitas tidur. Tujuan kajian ini adalah memastikan efek kepala atas posisi 30o terhadap saturasi oksigen dan kualitas tidur pada pasien stroke di rumah sakit Dr. Soedarsono, Pasuruan. Desain studi ini quasi eksperimental dengan kelompok kontrol Nonequivalent. Populasi adalah pasien dengan stroke pada 14 Januari-9 Februari 2019 jumlah 34 pasien, sampel digunakan sampling berturut-turut. Hasil pada tes Mann-Whitney memperoleh nilai P = 0,000 (P < 0,05) dan P = 0,001 (P < 0,05) yang berarti bahwa ada efek memberi kepala posisi 30o dalam kelompok pengobatan dan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi untuk meningkatkan nilai saturasi oksigen dan kualitas tidur pada pasien stroke. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menambahkan terapi posisi Head up 30 º dalam pelayanan keperawatan untuk meningkatkan saturasi oksigen dan kualitas tidur stroke pasien

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇