Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    The Audiovisual Education Effect on Knowledge Skills and Efficacy of Mother in Carrying out Kangaroo Method Care

    Full text link
    Perawatan Metode Kanguru (PMK) adalah salah satu bentuk intervensi yang diperuntukkan bagi bayi berat lahir rendah (BBLR) sehingga edukasi menggunakan media yang tepat penting dilakukan agar ibu paham dan mampu melakukannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi melalui media audio-visual dan leaflet terhadap pengetahuan, keterampilan, dan efikasi diri ibu dalam melakukan PMK. Bentuk penelitian ini yaitu quasi eksperimen pre-post test dengan kelompok kontrol. Penelitian ini melibatkan ibu dengan BBLR sejumlah 48 orang yang terbagi dalam kelompok kontrol dan intervensi. Penelitian dilakukan di unit perinatologi Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar Jawa Timur pada bulan Agustus hingga November 2023. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan daftar tilik keterampilan PMK untuk selanjutnya dilakukan analisis dengan Wilcoxon dan Mann-Witney. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan signifikan peningkatan keterampilan dan efikasi ibu dalam melakukan PMK antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p< 0,05), namun tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan ibu tentang PMK (p > 0,05). Media audiovisual lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan dan efikasi ibu dalam melaksanakan PMK, namun memiliki efektivitas yang sama dengan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang PMK Oleh karena itu, media audiovisual seperti video dapat digunakan sebagai salah satu media dalam edukasi tentang PMK.              Ringkasan: Latar Belakang: Perawatan Metode Kanguru (PMK) merupakan intervensi efektif untuk bayi berat lahir rendah (BBLR), namun memerlukan edukasi menggunakan media yang tepat agar ibu mampu melakukannya dengan optimal. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi melalui media audiovisual dibandingkan leaflet terhadap pengetahuan, keterampilan, dan efikasi ibu dalam melakukan PMK. Metode: Penelitian quasi experimental pre-post test dengan kelompok kontrol. Sebanyak 48 ibu dengan BBLR dibagi dalam kelompok intervensi (audiovisual) dan kontrol (leaflet). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi dan daftar tilik PMK, dianalisis dengan Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Media audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan (p<0,001), keterampilan, dan efikasi ibu (p<0,05). Leaflet hanya meningkatkan keterampilan dan efikasi (p<0,05), namun tidak signifikan pada pengetahuan (p>0,05). Audiovisual lebih efektif dibandingkan leaflet untuk keterampilan dan efikasi (p<0,001). Simpulan: Media audiovisual superior dalam meningkatkan keterampilan dan efikasi PMK dibandingkan leaflet, dengan efektivitas setara untuk pengetahuan. Saran: Media audiovisual direkomendasikan sebagai strategi edukasi PMK dalam persiapan pulang ibu BBLR

    Effect of Wedang Uwuh Celup on the Sleep Quality of Postpartum Mothers

    Full text link
    Penurunan hormon progesteron dan estrogen secara signifikan pada ibu postpartum menyebabkan mood swings, seperti istirahat yang tidak cukup dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan kelelahan. Wedang uwuh celup merupakan minuman kaya antioksidan yang mengandung asam askorbat, flavonoid, isoflavon, tanin, eugenol, alkaloid, sapponin, terpenoid, minyak atsiri serta tannin dan memiliki efek sedatif ringan sehingga dapat meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh seduhan wedang uwuh celup terhadap kualitas tidur ibu nifas. Penelitian  menggunakan  metode  true experiment dengan rancangan randomized pretest and posttest with control group design. Variabel independent yaitu seduhan wedang uwuh celup dengan dosis 2 gr/ 220 ml air mendidih dan frekuensi pemberian 1x sehari dalam waktu 14 hari, variable dependent yaitu kualitas tidur ibu nifas yang diukur menggunakan kuesioner PSQI. Variable confounding yaitu asupan nutrisi yang diukur dengan formulir SQ-FFQ dan usia ibu nifas. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 40 ibu nifas. Hasil Pemberian seduhan wedang uwuh celup dengan dosis 2 gram/ 220 ml diberikan selama 14 hari terbukti berpengaruh terhadap peningkatan kualitas tidur ibu nifas dengan nilai p value < 0.05. Pemberian seduhan wedang uwuh celup berpengaruh terhadap peningkatan dan kualitas tidur ibu nifas.Ringkasan: Latar Belakang: Penurunan hormon progesteron dan estrogen pasca persalinan menyebabkan gangguan tidur pada ibu nifas. Wedang uwuh celup kaya flavonoid dan antioksidan memiliki efek sedatif ringan yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur. Tujuan: Mengetahui pengaruh seduhan wedang uwuh celup terhadap kualitas tidur ibu nifas. Metode: True experiment randomized pretest–posttest control group design pada 40 ibu nifas di Puskesmas Bangetayu Semarang. Kelompok intervensi menerima wedang uwuh celup 2 g/220 ml sekali sehari selama 14 hari; kontrol menerima asuhan standar. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI dan dianalisis dengan Paired Sample Test. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor PSQI rata-rata dari 7,55 menjadi 4,25; kontrol dari 7,20 menjadi 6,10. Perbedaan peningkatan kualitas tidur antara kelompok intervensi dan kontrol signifikan (p=0,001). Simpulan: Wedang uwuh celup efektif meningkatkan kualitas tidur ibu nifas. Saran: penggunaan sebagai terapi komplementer dalam asuhan

    Pengaruh Kelas Psikoedukasi Mental Health Maternal terhadap Efikasi diri Ibu Hamil dan Dukungan Keluarga

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Masalah kesehatan mental maternal merupakan permasalahan kesehatan masyarakat dengan prevalensi 10-20% wanita mengalami gangguan mental selama kehamilan dan postpartum. Psikoedukasi diperlukan untuk mencegah depresi perinatal melalui peningkatan efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan: Membuktikan pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test design with control group pada 60 responden (30 kelompok intervensi, 30 kelompok kontrol) di Puskesmas Sawa Konawe Utara. Kelompok intervensi mengikuti kelas psikoedukasi terintegrasi selama 2 bulan. Data dianalisis menggunakan McNemar dan Chi-Square. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan efikasi diri pre-post pada kelompok intervensi (p=0,008). Analisis antar kelompok menunjukkan perbedaan bermakna efikasi diri (p=0,001) dan dukungan keluarga (p=0,02). Simpulan: Kelas psikoedukasi mental health maternal efektif meningkatkan efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Saran: Integrasi psikoedukasi dalam kelas ibu hamil rutin untuk pencegahan depresi perinatal komprehensif.Masalah kesehatan mental pada ibu (mental health maternal) merupakan masalah kesehatan masyarakat utama yang perlu ditangani dengan serius. Sebanyak 10%-20% wanita  mengalami penyakit mental selama kehamilan dan pasca melahirkan di seluruh dunia. Banyak metode yang dapat dilakukan dalam hal menjaga mental health maternal sehingga terhindar dari kejadian depresi postpartum. Beberapa metode yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian psikoedukasi yang bukan hanya kepada ibu hamil tetapi juga pada keluarga sehingga dapat mengurangi stigma masyarakat terkait gangguan kejiwaan yang dialami ibu. Tujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian psikoedukasi terhadap efikasi diri ibu hamil dan dukungan keluarga. Penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan memakai rancangan pre-post test design with control group. Penelitian melibatkan 30 orang yang terdiri dari ibu hamil beserta keluarga sebagai kelompok intervensi yang mengikuti kelas psikoedukasi mental health maternal yang terintegrasi dengan kelas ibu hamil selama 2 bulan.  Kelompok kontrol dengan 30 orang juga akan mengikuti kelas ibu hamil pada umumnya selama 2 bulan. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sawa Konawe Utara yang merupakaan daerah binaan Poltekkes Kemenkes Kendari dan juga aktif melakukan kelas ibu hamil namun belum terdapat materi terkait mental health maternal. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kelas psikoedukasi mental health maternal terhadap efikasi diri ibu hamil dengan nilai p-value (0,001) < nilai ? (0,05) dan terdapat pengaruh kelas tersebut terhadap dukungan keluarga dengan p-value (0,001) < nilai ? (0,02). Ibu yang mendapat kelas psikoedukasi mental health maternal pada umumnya efikasi diri ibu tinggi dan dukungan keluarga kepada ibu hamil juga tinggi

    Fisherman Mobile Screening (F-Mobile NCDs) untuk Deteksi Dini Resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Berbasis Android pada Nelayan

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Perkembangan teknologi informasi memberikan dampak pada bidang kesehatan, khususnya deteksi dini penyakit. Nelayan sebagai kelompok berisiko tinggi terhadap penyakit tidak menular (PTM) memerlukan perhatian khusus dalam dokumentasi deteksi dini. Tujuan: Mengembangkan aplikasi screening risiko PTM pada nelayan berbasis android untuk membantu program transformasi kesehatan. Metode: Research and Development (R&D) dengan tahapan studi pendahuluan, pembuatan aplikasi, validasi pakar, uji coba, dan implementasi. Sampel 31 responden di Puskesmas Sawa menggunakan purposive sampling. Hasil: Aplikasi F-Mobile NCDs menunjukkan kemudahan penggunaan (100%), mengunduh (90,90%), mengakses web (90,90%), kejelasan tampilan (96,97%-100%), dan kemanfaatan untuk kesehatan serta pendataan nelayan (100%). Kesimpulan: F-Mobile NCDs mempermudah kader PTM dalam pelaporan secara efektif dan dapat menjadi alternatif deteksi dini risiko PTM pada nelayan. Saran: Diperlukan pengembangan fitur yang lebih komprehensif dan pelatihan optimal bagi pengguna.ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi berkembang dengan sangat pesat sehingga membawa dampak bagi manusia pada kehidupan sehari-hari. Perkembangan tersebut memberikan dampak pada besarnya kemudahan dalam menunjang aktivitas sehari-hari dengan memanfaatkan akses dari informasi teknologi tersebut. Bidang kesehatan merupakan salah satu bidang yang memperoleh dampak dari berkembangnya informasi teknologi tesebut. Penggunaan teknologi internet digunakan sebagai salah satu metode dalam melakukan deteksi dini kesehatan, hal ini sejalan dengan program transformasi kesehatan salah satunya adalah deteksi dini terhadap penyakit menular. Nelayan adalah kelompok khusus yang beresiko terhadap resiko penyakit tidak menular dikarenakan gaya hidup, pola makan, aktivitas, dan pekerjaanya. Oleh karena itu, melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk membuat screening resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) pada nelayan berbasis android, diharapkan dengan adanya aplikasi ini dapat membantu program pemerintah dalam transformasi kesehatan secara cepat melalui upaya penuntasan, pengobatan dan pelacakan penyakit tidak menular  oleh kader PTM. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode Research and Development (R&D), dengan langkah terdiri dari: (1) Tahap studi pendahuluan; (2) Rancangan dan pembuatan aplikasi android; (3) validasi desain oleh pakar; (4) Melakukan uji coba dan revisi desain; (5) Implementasi dan pengukuran penilaian aplikasi android, lokasi penelitian diwilayah kerja Puskemas Sawa dengan populasi seluruh kader PTM dan Programer PTM dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 31 orang menggunakan metode purvosive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi F-Mobile NCDs ini dapat diaplikasikan untuk Deteksi dini resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) berbasis android pada nelayan yaitu kemudahan mengunduh aplikasi, mengakses android di playstore kategori mudah, simbol pada aplikasi tampilan gambar dan bermanfaat bagi pelaporan di Posyandu PTM. Kesimpulan: kebutuhan masyarakat akan informasi sangat besar dan salah satu akses untuk mendapatkan informasi adalah melalui media sosial yang salah satu medianya menggunakan smatrphone, aplikasi ini bisa menjadi salah satu alternatif deteksi dini risiko penyakit tidak menular pada nelayan.   Kata Kunci : f-Mobile Ncds, Nelayan, PTM

    Pengaruh Terapi Bekam Basah Terhadap Skala Nyeri Dismenore Pada Wanita Usia Subur dengan Infertilitas di Kota Kendari

    Full text link
    Ringkasan: Latar belakang: Dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas dapat mengganggu keseimbangan hormonal dan kualitas hidup, sehingga memerlukan intervensi non-farmakologis efektif. Tujuan: Menilai pengaruh terapi bekam basah terhadap skala nyeri dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas di Kota Kendari. Metode: Quasi-eksperimen pre-post test nonequivalent control group pada 30 responden (15 intervensi, 15 kontrol) dengan teknik purposive sampling. Terapi bekam basah diberikan dua sesi sebulan sekali selama dua bulan. Skala nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan paired t-test (?=0,05). Hasil: Kelompok intervensi mengalami penurunan skor nyeri rata-rata 1,33 (p=0,00), sedangkan kontrol 0,53 (p=0,32). Simpulan: Terapi bekam basah signifikan menurunkan intensitas nyeri dismenore. Saran: Terapkan terapi bekam basah sebagai pelengkap manajemen dismenore pada pasien infertilitas.Infertilitas merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering diabaikan. Salah satu keluhan yang biasa terjadi pada wanita usia subur dengan infertilitas yaitu dismenore. Dismenore adalah nyeri atau kram pada perut dan punggung bawah selama mesntruasi yang merupakan indikasi ketidakseimbangan hormonal dan masalah ovarium yang dapat menganggu kesuburan. Terapi bekam basah dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan reproduksi wanita diantaranya gangguan kesuburan, siklus menstruasi dan dismenore.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bekam basah terhadap skala nyeri dismenore pada wanita usia subur dengan infertilitas di Kota Kendari. Desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen. Sampel adalah wanita usia subur yang mengalami infertilitas dengan keluhan dismenore di Kota Kendari sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Terapi bekam basah diberikan sekali dalam sebulan selama 2 bulan berturut-turut. Hasil uji statistik paired t-test menunjukkan penurunan skala nyeri haid (dismenore) yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p-value 0,00 dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan p-value 0,32. Terapi bekam basah bermanfaat untuk keseimbangan hormon dan mengurangi kadar prostaglandin sehingga dapat menurunkan skala nyeri haid (dismenore) pada wanita usia subur dengan infertilitas

    Deteksi Metilasi Gen IGF2/H19 Pada DNA Sel Darah Tepi Anak Stunting Usia 3-5 tahun: Metilasi IGF2 pada anak stunting

    No full text
    Ringkasan: Latar Belakang: Stunting dengan prevalensi 24% pada anak Indonesia berkaitan dengan kekurangan donor metil yang mengatur ekspresi gen pertumbuhan melalui metilasi DNA gen IGF2. Tujuan: Mengevaluasi perbedaan metilasi DNA gen IGF2 pada anak stunting sebagai penanda biologis. Metode: Studi case-control retrospektif melibatkan 46 anak usia 3-5 tahun (23 stunting, 23 normal) di Pandeglang, Banten. DNA darah tepi dianalisis menggunakan Methylation Specific PCR dengan kit CpG WIZ H19-IGF2. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Metilasi DNA gen IGF2 lebih tinggi pada anak stunting (median 22% vs 17,83%, p>0,05) namun tidak bermakna statistik. Metilasi bermakna lebih tinggi pada anak laki-laki (median 28,68% vs 14,80%, p=0,04). Simpulan: Metilasi DNA gen IGF2 berpotensi menjadi penanda biologis stunting, terutama pada anak laki-laki. Saran: Diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler stunting.Stunting atau tinggi badan anak tidak sesuai umur masih merupakan tantangan kesehatan di Indonesia. Keberadaan stunting adalah indikasi asupan gizi yang kurang secara kronis yang berdampak kepada keterlambatan pertumbuhan, kecerdasan, dan kerentanan mengalami penyakit seperti infeksi dan obesitas. Kekurangan gizi kronis berdampak pada jumlah donor metil yang diperlukan untuk mengatur ekspresi gen dengan memodifikasi DNA. Metilasi pada situs DNA yang menyandi IGF2 (insulin growth factor) pada lokus DMR (differential methylated region) berpotensi mengatur tingkat ekspresi gen IGF2. Untuk mengevaluasi adanya perbedaan metilasi DNA gen IGF2, studi retrospektif case control dilakukan dengan merekrut 23 anak stunting dan 23 anak normal di rentang usia 3-5 tahun. Dengan menggunakan MSP (Methylation Specific PCR), metilasi DNA pada gen IGF2 ditemukan lebih tinggi di DNA darah anak stunting dibanding anak normal (median 22% vs 17,83%, p value >0.05) namun tidak bermakna secara statistik. metilasi DNA IGF2 ditemukan lebih tinggi pada anak laki-laki dibanding perempuan yang bermakna secara statistik (median 28,68% vs 14,80%, nilai p 0,04). Perbedaan persentase metilasi DNA pada gen IGF2 perlu dieksplorasi lebih jauh untuk menjelaskan mekanisme terjadinya stunting akibat malnutrisi kronis

    Effect of a Combination of Soybean Powder and Rosella Flowers (Hibiscus Sabdariffa) on Changes in Hemoglobin Levels in Women of Childbearing Age

    Full text link
    Kasus anemia pada wanita usia subur dapat disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, serta kebutuhan nutrisi yang meningkat. Terapi utama yang dapat dilakukan yaitu pemberian tablet tambah darah, sedangkan terapi komplementer dapat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan gizi seperti kombinasi bubuk kedelai yang tinggi zat besi serta bunga rosella yang mngandung vitamin C untuk mempermudah absorbsi. Jenis penelitian true experiment dengan teknik sampling simple random sampling. Alat yang digunakan dalam mengukur kadar hemoglobin yaitu hematology analyzer. Ada pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin. Selisih rata-rata kadar hemoglobin kelompok kontrol sebesar 1,02 gr/dL dan kelompok intervensi sebesar 1,87 gr/dL (p=0,000). Pemberian kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella serta tablet Fe berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada wanita usia subur.Ringkasan: Latar Belakang: Anemia pada wanita usia subur merupakan masalah kesehatan global yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi dan kebutuhan nutrisi yang meningkat. Terapi komplementer melalui kombinasi bubuk kedelai yang kaya zat besi dan bunga rosella yang mengandung vitamin C tinggi dapat membantu meningkatkan absorpsi zat besi. Tujuan: Menganalisis pengaruh kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella terhadap perubahan kadar hemoglobin pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Metode: Penelitian true experiment dengan desain pretest-posttest control group melibatkan 60 wanita usia subur (20-30 tahun) dengan anemia ringan, dibagi menjadi kelompok kontrol (tablet Fe) dan kelompok intervensi (tablet Fe + kombinasi bubuk kedelai 4g + bunga rosella 3g) selama 14 hari. Kadar hemoglobin diukur menggunakan hematology analyzer dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan pada kedua kelompok (p=0,000). Kelompok intervensi mengalami peningkatan rata-rata 1,87 gr/dL sedangkan kelompok kontrol 1,02 gr/dL dengan perbedaan yang bermakna (p=0,000). Simpulan: Kombinasi bubuk kedelai dan bunga rosella bersama tablet Fe lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan pemberian tablet Fe saja pada wanita usia subur dengan anemia ringan. Saran: Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan periode observasi yang lebih Panjang

    Pembuatan Peta Bising dengan Software Golden Surfer sebagai Upaya Pengendalian Kebisingan di Power Plant PT. X, Jawa Tengah

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Kebisingan di lingkungan kerja power plant menjadi perhatian utama karena dampak signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Lebih dari 30% pekerja sektor energi Indonesia terpapar kebisingan di atas Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA. Tujuan: Memetakan tingkat kebisingan di unit Power Plant PT. X menggunakan software golden surfer untuk mengidentifikasi zona-zona kritis yang memerlukan penanganan khusus. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan pengukuran kebisingan di 35 titik sampling menggunakan metode grid. Pengukuran dilakukan menggunakan Sound Level Meter PCE-322A dan dianalisis dengan software golden surfer untuk membuat peta kontur kebisingan. Hasil: Tingkat kebisingan bervariasi dari 64,10 dBA hingga 104,75 dBA, dengan 42,86% area melebihi NAB 85 dBA. Area G3 memiliki kebisingan tertinggi (103,1-106,0 dBA) yang berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran dan risiko kesehatan non-auditori. Simpulan: Peta kontur kebisingan berhasil mengidentifikasi zona-zona berisiko tinggi yang memerlukan intervensi segera untuk melindungi kesehatan pekerja. Saran: Diperlukan sistem zonasi kebisingan dengan penandaan jelas dan pemantauan berkala untuk evaluasi efektivitas pengendalian kebisingan.Kebisingan di lingkungan kerja industri, khususnya sektor power plant, menjadi perhatian utama karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kebisingan di unit power plant PT. X menggunakan software Golden Surfer. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pengukuran kebisingan di 35 titik sampling menggunakan metode grid. Pengukuran dilakukan pada 14 Agustus 2024 menggunakan Sound Level Meter PCE-322A. Hasil penelitian menunjukkan variasi tingkat kebisingan dari 64,10 dBA hingga 104,75 dBA, dengan 42,86% titik pengukuran melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dBA. Area G3 teridentifikasi memiliki tingkat kebisingan tertinggi pada rentang 103,1 – 106,0 dBA, tingginya paparan kebisingan berpotensi menyebabkan gangguan pendengaran (NIHL) dan risiko kesehatan non-auditori. Peta kontur kebisingan yang dihasilkan memvisualisasikan distribusi kebisingan di seluruh area, mengidentifikasi zona-zona kritis yang memerlukan penanganan khusus. Kesimpulannya, meskipun PT. X telah menerapkan berbagai upaya pengendalian kebisingan, masih terdapat area yang memerlukan perhatian khusus dan pengendalian lebih lanjut. Peta kebisingan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan pengendalian kebisingan, evaluasi efektivitas upaya pengendalian yang telah dilakukan, dan penyusunan strategi perlindungan kesehatan dan keselamatan pekerja di lingkungan industri energi

    Effervescent Tablets as an Alternative to Increase Breast Milk Production with an Indicator of Baby's Defecation Frequency in Breastfeeding Mothers

    Full text link
    Air Susu Ibu (ASI) suatu asupan gizi  alami yang baik dan penting karena mengandung nutrisi yang sangat dibutuhkan bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupan. ASI mengandung  laktagogum  dapat membantu merangsang  produksi ASI,  sehingga  dapat  membantu  ibu  dalam mengatasi masalah menyusui memiliki potensi dalam meningkatkan produksi ASI yang terbukti dari peningkatan berat badan bayi, peningkatan frekuensi BAB bayi, frekuensi BAK bayi dan frekuensi menyusui. Pemberian ASI eksklusif yang masih tergolong rendah karena adanya kendala yang dialami ibu yaitu salah satunya faktor ASI sedikit dan tidak mencukupi sehingga menghambat aktivitas menyusui, maka dari itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi ASI. Salah satunya dengan cara non farmakologi dengan mengkonsumsi tablet effervescent daun kelor yang mengandung zat laktagogum sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi ASI. Tujuan penlitian ini mengetahui pengaruh tablet effervescent daun kelor terhadap produksi ASI dengan indikator frekuensi BAB bayi. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment dengan rangcangan pretest-posttest control group desain, pada 32 ibu nifas yang direkrut dengan metode purposive sampling, menggunakan kuesioner Endiburgh Postnatal Depression Scale (EPDS), lembar karakteristik responden, kepatuhan mengkonsumsi tablet, dan lembar observasi Frekuensi Buang Air Besar bayi digunakan untuk mengukur jumlah ASI yang diproduksi. Analisis data menggunakan uji Friedman Test, Mann Whitney. Hasil ada pengaruh tablet effervescent daun kelor 100 mg 1x sehari selama 14 hari sebagai alternatif peningkatan produksi ASI dilihat indikator frekunesi BAB bayi rata-rata sebelum intervensi 2,69 meningkat menjadi rata-rata 4,50 (p=0,010) dengan effect size 1,04. Ada pengaruh Pemberian tablet effervescent daun kelor dapat meningkatkan produksi ASI dengan indikator frekuensi BAB bayi.Ringkasan: Latar Belakang: Cakupan ASI eksklusif masih rendah akibat produksi ASI ibu yang kurang optimal . Daun kelor mengandung laktagogum flavonoid dan polifenol yang meningkatkan hormon prolaktin dan oksitosin untuk memperlancar laktasi. Tujuan: Menganalisis pengaruh tablet effervescent daun kelor terhadap produksi ASI berdasarkan frekuensi defekasi bayi pada ibu menyusui. Metode: Penelitian quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group pada 32 ibu nifas di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru. Kelompok intervensi mendapat tablet effervescent daun kelor 100 mg, kelompok kontrol mendapat plasebo selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan uji Friedman dan Mann-Whitney. Hasil: Tablet effervescent daun kelor berpengaruh signifikan terhadap produksi ASI (p=0,010). Frekuensi defekasi bayi meningkat dari rata-rata 2,69 menjadi 4,50 dengan effect size 1,04 dan efektivitas klinis 67%. Simpulan: Tablet effervescent daun kelor efektif meningkatkan produksi ASI. Saran: tenaga kesehatan memanfaatkan sebagai alternatif mendukung program ASI eksklusif

    Deteksi Kontraksi Uterus pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Menggunakan Uterine Electromiography

    Full text link
    Ringkasan: Latar belakang: Angka kematian ibu di Indonesia mencapai 3.572 jiwa tahun 2022, dengan distosia akibat kelainan kontraksi menjadi salah satu penyebab komplikasi persalinan. Deteksi kontraksi uterus melalui palpasi manual menunjukkan keterbatasan akurasi, sehingga diperlukan metode pemantauan yang lebih objektif. Tujuan: Menganalisis pemanfaatan uterine electromyography dalam deteksi kontraksi uterus pada ibu bersalin kala I fase aktif. Metode: Systematic review menggunakan rumusan PICO dengan pencarian artikel pada database ProQuest, Sage Journal, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar. Dari 4.875 artikel ditemukan, 8 artikel dipilih sesuai kriteria inklusi dan disusun dalam bentuk tabel. Hasil: Uterine electromyography mampu mendeteksi aktivitas kelistrikan otot uterus selama kontraksi dengan akurasi tinggi, menunjukkan pola frekuensi, durasi, interval, dan potensial aksi yang meningkat mendekati kala II persalinan. Teknologi ini terbukti lebih sensitif dibandingkan tokodinamometer dalam mendeteksi kontraksi. Simpulan: Uterine electromyography efektif mendeteksi kontraksi uterus berdasarkan pengukuran aktivitas kelistrikan otot rahim. Saran: Pengembangan lebih lanjut alat deteksi kontraksi uterus yang akurat dan mudah digunakan untuk implementasi klinis.Angka kematian ibu yang tergolong masih cukup tinggi pada tahun 2022 yakni sebesar 3.572 jiwa, masih perlu upaya agar target Indonesia emas 2030 dapat terwujud. Pencegahan komplikasi selama persalinan akan mengurangi kesakitan dan kematian ibu, Salah satu kompenen penting yang harus dipantau dalam persalinan adalah kontraksi uterus untuk mengidentifikasi adanya komplikasi dalam proses persalinan. Distosia dalam persalinan dapat pula disebabkan oleh kelainan kontraksi, dampak dari hal tersebut pada ibu adalah terjadinya infeksi intrapartum, ruptur uteri, pembentukan fistula, cidera otot dasar panggul. Sedangkan pada janin berpotensi menimbulkan kaput suksedaneum dan molase kepala janin bahkan  dapat mengakibatkan fraktur tengkorak jika manajemen persalinan tidak dilakukan dengan baik. Deteksi kontraksi uterus dengan alat uterine electromyography menggunakan elektroda permukaan yang dianggap satu inovasi pemantauan his yang dinilai efektif dan efisien, akurat dan tanpa resiko. Telaah artikel ini bertujuan untuk menganalisa pemanfaatan alat deteksi kontraksi uterus pada ibu bersalin dengan menggunakan alat uterine electromyography. Metode telaah artikel dengan cara systematic review pada rumusan pertanyaan PICO dengan mencari judul artikel pada database online (ProQuest, Sage Journal, Science Direct, Scopus dan googlescholar). Artikel yang ditelaah telah sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh secara umum dapat disimpulkan bahwa kontraksi uterus pada ibu bersalin dapat dideteksi dengan menggunakan uterine electromyography berdasarkan pengukuran kelistrikan otot rahim saat berkontraksi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menghasilkan alat pemeriksaan kontraksi uterus yang akurat dan mudah digunaka

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇