Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Edukasi Menggunakan Booklet untuk Membantu Keluarga Mencegah Penyakit Menular pada Lansia
The elderly often have mild levels of immunosuppression, age-related organ changes, comorbidities, weakness, malnutrition, functional dysfunction, all of which affect the prognosis of geriatric patients with infectious diseases. Vulnerability to infectious diseases in the elderly can have an impact on the complexity of health problems experienced by the elderly and even increase the risk of death, so preventing infectious diseases in the elderly is a priority. The family is the main source of support in the care of the elderly, because the family is the person who lives with the elderly. Knowledge is a resource that can support behavior, including the prevention of infectious diseases. Education is the main means in increasing family knowledge for the prevention of infectious diseases in the elderly. Booklet media is one of the educational media that contains the information needed and its use is easy and can be used as needed. This study aims to identify the effect of education with booklet media on the ability of families to prevent infectious diseases in the elderly in the working area of ??Abeli ??Health Center. The study method used is a quasi-experimental, pre-test and post-test design. The population and sample in this study were families who had elderly, the technique of determining the sample was using the simple random sampling method. Each family who is willing to become a respondent is represented by 1 person in the family, the total number of respondents is 55 people. The results showed that there was an effect of providing education using booklets on the ability of families to prevent the transmission of infectious diseases to the elderly (P value = 0.000). Education for elderly families by using booklets can help families prevent infectious diseases in the elderly.Lansia seringkali memiliki tingkat imunosupresi ringan, perubahan organ terkait usia, komorbiditas, kelemahan, malnutrisi, disfungsi fungsional yang semuanya mempengaruhi prognosis pasien geriatri dengan penyakit menular. Kerentanan akan terjadinya penyakit menular pada lansia dapat berdampak pada kompleksitas masalah kesehatan yang dialami oleh lansia bahkan meningkatnya risiko kematian, maka pencegahan penyakit menular pada lansia menjadi prioritas. Keluarga merupakan sumber pendukung utama dalam perawatan lansia, sebab keluarga merupakan orang yang tinggal bersama lansia. Pengetahuan merupakan sumber yang dapat mendukung perilaku termasuk tindakan pencehan penyakit menular. Edukasi merupakan sarana yang utama dalam meningkatkan pengetahuan keluarga untuk pencegahan penyakit menular pada lansia. Media booklet merupakan salah satu media edukasi yang berisi informasi yang dibutuhkan serta penggunaannya mudah dan dapat digunakan sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi dengan media booklet terhadap kemampuan keluarga dalam mencegah penyakit menular pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Abeli. Metode kajian yang digunakan adalah quasi experiment, desain prates dan pascates. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah keluarga yang memiliki lansia, teknik penentuan sampel menggunakan metode simple random sampling. Setiap kelurga yang bersedia menjadi responden diwakili oleh 1 orang dalam keluarga tersebut, total responden berjumlah 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian edukasi dengan menggunakan booklet terhadap kemampuan keluarga mencegah penularan penyakit menular pada lansia (nilai P = 0,000). Edukasi pada keluarga lansia dengan menggunakan booklet dapat membantu keluarga melakukan pencegahan penyakit menular pada lansia
Peer Education through Empowerment of Youth Posyandu Cadres on Adolescent Knowledge, Attitudes, and Behaviors about the Benefits of Nutrition in Stunting Prevention: A Quasi-Experimental Research
Sebanyak 53 % remaja mengalami defisiensi energi berat dan 48 % defisiensi protein berat. Resiko lebih besar terjadi pada remaja putri, para calon ibu, di mana defisiensi gizi akan berdampak pada kesehatan ibu dan buah hati selama masa kehamilan dan melahirkan, seperti anak lahir dengan berat badan lahir rendah yang nantinya dapat menjadi stunting. Diperlukan suatu program pelayanan posyandu remaja untuk mencegah masalah stunting sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberdayaan Kader Posyandu Remaja terhadap pengetahuan sikap dan perilaku remaja tentang Gizi dalam pencegahan stunting di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design yang dilaksanakan pada bulan Juli-November tahun 2021, dilakukan terhadap 45 kader posyandu dan 100 remaja peserta posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Puuwatu dan UPTD Puskesmas Abeli Kota Kendari. Sebelum pelatihan sebagian besar kader posyandu remaja tidak terampil setelah pelatihan sebagian besar kader posyandu terampil. Pengetahuan, sikap dan perilaku kader pada prates sebagian besar kurang, pada pascates sebagian besar menjadi baik. Remaja peserta posyandu sebagian besar memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku kurang pada prates, setelah pendidikan teman sebaya aspek pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tersebut sebagian besar menjadi baik. Secara statistik terdapat perbedaan yang signifikan pada sebelum dan setelah pelatihan dan pendidikan teman sebaya pada karakteristik penelitian. Diperlukannya pelaksanaan pelatihan secara berkala dan berkesinambungan.As many as 53% of adolescents have severe energy deficiency and 48% severe protein deficiency. The risk is greater for young women, mothers-to-be, where nutritional deficiencies will have an impact on the health of the mother and baby during pregnancy and childbirth, such as children born with low birth weight who can later become stunted. A youth posyandu service program is needed to prevent stunting problems as early as possible. This study aims to determine the effect of empowering Youth Posyandu Cadres on knowledge of attitudes and behavior of adolescents about nutrition in preventing stunting in Kendari City. This type of research is a quasi-experimental design with a one group pretest-posttest design which was carried out in July-November 2021, carried out on 45 posyandu cadres and 100 youth posyandu participants in the working area of UPTD Puskesmas Puuwatu and UPTD Puskesmas Abeli Kendari City. Before the training most of the youth posyandu cadres were unskilled, after the training most of the posyandu cadres were skilled. The knowledge, attitudes and behavior of cadres at the pretest were mostly lacking, at the post-test most of them became good. Most of the youth participating in the posyandu had less knowledge, attitudes and behavior on the pretest, after peer education the aspects of knowledge, attitudes and behavior of the teenagers were mostly good. Statistically there are significant differences before and after peer training and education on the characteristics of the study. Regular and continuous training is required
Family Support as a Coping Mechanism in Adolescent with Dysmenorrhoea
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari dukungan keluarga sebagai mekanisme koping remaja dengan dismenorea. Desain penelitian yang digunakan ialah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kota Kendari yang berjumlah 81 responden. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga, dan kuesioner perilaku remaja. Data dianalisis dengan uji statistik Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 42 responden dari kategori dukungan keluarga baik sebanyak 36 (62,06%) dengan perilaku positif dan 6 (26,08%) dengan perilaku negatif, 22 responden dari kategori dukungan cukup sebanyak 14 (24,13%) dengan perilaku positif dan 8 (34,78%) dengan perilaku negatif, 17 responden dari kategori dukungan kurang sebanyak 8(13,79%) dengan perilaku positif dan 9 (39,13%) dengan perilaku negatif. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan bahwa nilai p <0,05. Secara statistik ada hubungan antara dukungan keluarga dengan perilaku remaja putri dalam mengatasi dismenorea.This study aims to determine the relationship of family support as a coping mechanism for adolescents with dysmenorrhea. The research design used was observational with a cross-sectional approach. The research sample was young women at State Senior High Schools in Kendari City, totaling 81 respondents. Sampling technique with total sampling. The data collection instruments used were family support questionnaires and adolescent behavior questionnaires. Data were analyzed by Chi-square statistical test. The results showed that 42 respondents from the good family support category were 36 (62.06%) with positive behavior and 6 (26.08%) with negative behavior, 22 respondents from the sufficient support category as many as 14 (24.13%) with positive behavior and 8 (34.78%) with negative behavior, 17 respondents from the less support category as many as 8 (13.79%) with positive behavior and 9 (39.13%) with negative behavior. Based on the results of statistical tests using chi-square showed that the value of p <0.05. Statistically, there is a relationship between family support and young women's behavior in overcoming dysmenorrhea
Neuroprotector Effects of Moringa Leaf (Moringa Oleifera Lamk) Ethanol Extract on Type Two Diabetes Rats Induced by Streptozotocin-Nicotinamid
Daun kelor (Moringa Oleifera Lamk) telah banyak digunakan sebagai terapi alternatif untuk diabetes melitus, didukung oleh bukti ilmiah. Namun, efek daun kelor pada neuropati diabetes belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terjadinya neuropati diabetik dan aktivitas neuroprotektif ekstrak daun kelor terhadap induksi streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA). STZ-NA diinduksi intra peritoneal selama tiga hari untuk mendapatkan kondisi hiperglikemik pada tikus, sedangkan pengurangan jumlah makanan pada hewan uji dilakukan untuk mendapatkan kekurangan nutrisi yang akan mempercepat terjadinya neuropati diabetes. Injeksi intra peritoneal 65 mg/kg bb STZ dan 150 mg/kg bb NA dilakukan dan diamati sampai terjadi neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor diberikan secara oral setelah hewan uji mengalami neuropati diabetik pada hari ke-28 dengan dosis 50.100 dan 150 mg/kg bb. Glibenclamide, Vitamin B6, Glibenclamide + vitamin B6 digunakan sebagai kontrol obat. Akibatnya, kekurangan nutrisi dapat mempercepat terjadinya neuropati diabetik. Ekstrak etanol daun kelor dosis 100, 150 mg/kg bb memberikan aktivitas yang lebih baik dari glibenclamide, tetapi tidak lebih baik dari glibenclamide + vitamin B6. Neuropati diabetik pada tikus malnutrisi terjadi pada hari ke 28 setelah induksi STZ-NA. Dosis paling ampuh dari ekstrak etanol daun kelor yang akan dikembangkan sebagai neuroprotektor adalah dosis 150 mg / kg bb.Moringa leaf (Moringa Oleifera Lamk) has been widely used as an alternative therapy for diabetes mellitus, supported by scientific evidence. However, the effect of moringa leaves on diabetic neuropathy has not been studied. This study aims to determine the timing of the occurrence of diabetic neuropathy and the neuroprotective activity of moringa leaf extract on streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA) induction. STZ-NA was induced intra peritoneal for three days to obtain hyperglycemic conditions in rats, while reducing the amount of foods in test animals was carried out to get the nutritional deficiencies that will accelerate the occurrence of diabetic neuropathy. Intra peritoneal injection of 65 mg/kg bb STZ and 150 mg/kg bb NA were performed and observed until diabetic neuropathy occurred. Extract ethanol of Moringa leaf was given orally after the test animals had diabetic neuropathy on day 28 with doses of 50,100 and 150 mg/kg bb. Glibenclamide, Vitamin B6, Glibenclamide + vitamin B6 were used as medicines control. As result, lack of nutrition can accelerate the occurrence of diabetic neuropathy. Moringa leaf ethanol extract dose of 100, 150 mg/kg bb gave better activity than glibenclamide, but it’s not better than glibenclamide+vitamin B6. Diabetic neuropathy in malnourished rats occurred on day 28 after STZ-NA induction. The most potent dose of ethanol extract of moringa leaves to be developed as a neuroprotector is a dose of 150 mg/kg bb
Correlation between Age, Gender, and Formal Education with Symptom Clusters in Head and Neck Cancer Patients: An Observational Study
Persamaan gejala umum dialami oleh pasien kanker, namun prevalensi dan tingkat keparahannya dapat berbeda. Prevalensi dan tingkat keparahan gejala dalam klaster mempengaruhi semakin baik atau memperburuk keseluruhan pengalaman tanda dan gejalanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, jenis kelamin, dan pendidikan formal terhadap klasterisasi gejala pada pasien kanker kepala dan leher. Metode studi ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi didiagnosis kanker kepala dan leher tanpa metastasis ke otak, rentan umur 18-70 tahun, mampu kooperatif dan baik dalam berkomunikasi, dan sampling menggunakan metode consecutive sampling pada 111 pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi Semarang. Analisis data statistik menggunakan metode Spearman Rho. Hasil studi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dari variabel jenis kelamin terhadap klaster gejala gastrointestinal dengan signifikansi p<0,05. Umur dan pendidikan formal tidak berhubungan dengan klasterisasi gejala kanker kepala dan leher. Sedangkan tingkat keparahan dari gejala yang dialami berbeda berdasarkan jenis kelami, perempuan lebih mengalami keparahan dibandingkan laki-laki. Identifikasi yang baik tentang umur, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan dapat membantu perawatan gejala kanker kepala dan leher yang lebih baik.Cancer patients experience the same general symptoms, but the prevalence and severity can be different. The prevalence and severity of symptoms within a cluster influence the better or worse the overall experience of signs and symptoms. This study aims to analyze the relationship between age, gender, and formal education on symptom clustering in head and neck cancer patients. The method of this study is analytic observational with a cross-sectional approach. Sample selection used inclusion criteria diagnosed with head and neck cancer without metastases to the brain, aged 18-70 years, able to cooperate and communicate well, and sampling used the consecutive sampling method on 111 patients treated at Dr. Central General Hospital. Kariadi Semarang. Statistical data analysis using the Spearman Rho method. The results of the study showed that there was a significant relationship between the gender variable and the cluster of gastrointestinal symptoms with a significance p<0.05. Age and formal education are not related to clustering of head and neck cancer symptoms. While the severity of the symptoms experienced differs based on gender, women experience more severity than men. Good identification of age, gender, and level of education can help treat head and neck cancer symptoms better
Status of Spike Receptor Binding Domain Antibody Levels after Second Vaccination using Inactivated Vaccine
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang berlangsung cukup cepat dan menyebar ke berbagai negara dalam waktu singkat. Vaksinasi merupakan salah satu upaya menanggulangi pandemi COVID-19. Salah satu jenis vaksin yang saat ini digunakan adalah vaksin dengan jenis inaktivasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar antibodi setelah vaksinasi kedua menggunakan jenis vaksin inaktivasi sebelum diberikan vaksinasi lanjutan ketiga, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan metode observasional yang berlokasi di Poltekkes Kemenkes Jakarta III selama Februari 2022, jumlah sampel sebanyak 33 orang. Pengukuran kadar antibodi S-RBD (receptor binding domain) SARS-CoV-2 kuantitatif menggunakan metode ECLIA dengan alat Cobas e-411. Setelah penelitian, kadar antibodi 100% reaktif dengan rentang yang bervariasi, kelompok tinggi (>250 U/mL) sebanyak 84,8%, menengah (117-250 U/mL) sebanyak 6,1%, dan rendah (<117 U/mL) sebanyak 9,1%. Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kadar antibodi (p=0,046). Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin, usia, jarak waktu setelah vaksin kedua, riwayat COVID-19, dan riwayat komorbid dengan kadar antibodi. Vaksin COVID-19 jenis inaktivasi menginduksi respons antibodi kuat yang masih bertahan sebelum dilakukannya vaksinasi lanjutan ketiga.Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) which progresses quite quickly and spreads to various countries in a short time. Vaccination is one of the efforts to tackle the COVID-19 pandemic. One type of vaccine that is currently used is a vaccine with a type of virus inactivation. The purpose of this study was to determine antibody levels after the second vaccination using a type of virus inactivation vaccine before being given the third follow-up vaccination, and the factors that influence it. The research used an observational method located at the Jakarta III Ministry of Health Poltekkes during February 2022, the number of samples was 33 people. Quantitative measurement of SARS-CoV-2 S-RBD (receptor binding domain) antibody levels used the ECLIA method with the Cobas e-411 tool. After the study, the antibody levels were 100% reactive with varying ranges, the high group (> 250 U/mL) was 84.8%, the medium (117-250 U/mL) was 6.1%, and the low (<117 U/mL) mL) as much as 9.1%. There is a relationship between body mass index and antibody levels (p=0.046). There is no relationship between gender, age, time interval after the second vaccine, history of COVID-19, and history of comorbidities with antibody levels. The virus-inactivated COVID-19 vaccine induces a strong antibody response that persists before the third follow-up vaccination
Konseling Menggunakan Buku Saku "Gentas" dan Pemberian Minyak Kelapa Murni terhadap Pengetahuan Gizi, Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Anak Sekolah Dasar yang Obesitas di Kota Kendari: Penelitian Kuasi Eksperimen
Obesity in children can continue into adulthood accompanied by the risk of comorbidities such as coronary heart disease, stroke, gallbladder disease, diabetes, hypertension, hyperlipidemia, and various other diseases that can reduce life expectancy. Nutrition education or assistance through counseling is one of the efforts to prevent nutrition and health problems, because it can increase knowledge and change behavior to achieve optimal nutritional and health status. There are various factors that cause obesity, including excessive food intake, lack of physical activity, genetic, hormonal, and environmental factors. Virgin coconut oil (VCO) contains 70-85% medium chain fatty acids (MCFAs) which are easily oxidized and are not stored in body fat tissue (adipose), provide a feeling of fullness, and help reduce appetite. With a reduced appetite, the calorie intake from food can also be reduced, thus allowing for weight loss. The purpose of this study was to determine the effect of counseling using pocket books and giving VCO on nutritional knowledge, nutrient intake and nutritional status of obese elementary school students at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ummushabri Pesri Kendari, in March-August 2018. This type of research was a quasi-experimental design. pre test and post test. The population in this study were all obese elementary school students in grades 4, 5, and 6 aged 10-12 years. A sample of 30 people was taken by purposive sampling. Data analysis was performed using paired T-test. The results showed that there were significant differences in knowledge of nutrition, energy intake, protein, and carbohydrates in research subjects after nutrition counseling was carried out using the "Gentas" pocket book and VCO administration. Meanwhile, in the intake of fat, fiber and nutritional status, there was no significant difference after the intervention.Obesitas pada anak dapat berlanjut sampai dewasa disertai risiko penyakit penyerta seperti jantung koroner, stroke, penyakit kantung empedu, diabetes, hipertensi, hiperlipidemia, dan berbagai penyakit lainnya yang dapat menurunkan usia harapan hidup. Edukasi atau pendampingan gizi melalui konseling merupakan salah satu upaya mencegah masalah gizi dan kesehatan, karena dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku untuk mencapai status gizi dan kesehatan yang optimal. Terdapat berbagai faktor penyebab kegemukan, antara lain asupan makanan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik, hormonal, dan lingkungan. Minyak kelapa murni (VCO) mengandung 70-85% asam lemak rantai sedang (MCFAs) yang mudah teroksidasi dan tidak disimpan dalam jaringan lemak tubuh (adiposa), memberi rasa kenyang, serta membantu mengurangi selera makan. Dengan berkurangnya selera makan, maka asupan kalori dari makanan juga dapat berkurang, sehingga memungkinkan terjadinya penurunan berat badan. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh konseling menggunakan buku saku dan pemberian VCO terhadap pengetahuan gizi, asupan zat gizi dan status gizi siswa SD obesitas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ummushabri Pesri Kendari, pada Maret-Agustus 2018. Tipe penelitian ini adalah eksperimental semu dengan desain pra tes dan pasca tes. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswa SD obesitas kelas 4, 5, dan 6 berumur 10-12 tahun. Sampel sebanyak 30 orang, diambil secara purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji T berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada pengetahuan gizi, asupan energi, protein, dan karbohidrat pada subyek penelitian setelah dilakukan konseling gizi menggunakan buku saku “Gentas” dan pemberian VCO. Sedangkan pada asupan lemak, serat dan status gizi tidak terdapat perbedaan bermakna setelah pemberian intervensi
Analisis Persepsi Masyarakat Pesisir terkait COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Nambo, Kota Kendari
Kendari City is an area in Southeast Sulawesi Province with the highest number of cases of COVID-19, and one of them occurred in the coastal area of ??Nambo District. The purpose of this study was to determine the perception of the coastal community regarding COVID-19 in the working area of ??the Nambo Health Center, Kendari City. This study used the interview method, and a total of 7 participants. The results of this study indicate that the perception of coastal communities is categorized into psychological and social.Kota Kendari adalah wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan angka kejadian COVID-19 tertinggi, dan salah satunya terjadi di wilayah pesisir Kecamatan Nambo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat pesisir terkait COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Nambo, Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, dan total 7 partisipan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat pesisir dikategorikan ke dalam psikologis dan sosial
An Exploration of Living Experiences with post-COVID-19 in Flores, East Nusa Tenggara
Pandemi COVID-19 mempengaruhi para penyintasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman hidup penyintas COVID-19 di Flores Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah fenomenologi terhadap 10 penyintas COVID-19 dalam rentan usia berusia 19-39 tahun yang mengalami COVID-19 maksimal 6 bulan saat pengumpulan data. Pengumpulan data menggunakan metode semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi dengan perangkat lunak ATLAS.ti. Hasil penelitian didapatkan 19 kode, 7 sub tema dan 3 tema dengan tema-tema utama yaitu hidup dalam bayang-bayang COVID-19, beban psikososial karena menularkan COVID-19, dan status vaksinasi meningkatkan kepercayaan diri. Terdapat berbagai implikasi dalam kaitannya dengan psikosisial yang dapat dikaji lebih dalam oleh penelitian lanjutan.The COVID-19 pandemic is affecting its survivors. This research aims to explore the life experiences of COVID-19 survivors in Flores, East Nusa Tenggara. The research method used was phenomenology of 10 COVID-19 survivors aged 19-39 years who had experienced COVID-19 for a maximum of 6 months at the time of data collection. Data collection used a semi-structured method and was analyzed using the Colaizzi method with ATLAS.ti software. The results of the study obtained 19 codes, 7 sub-themes and 3 themes with the main themes namely living in the shadow of COVID-19, the psychosocial burden of transmitting COVID-19, and vaccination status increasing self-confidence. There are various implications in relation to psychosocial which can be studied more deeply by further research
Nurses' Coping Strategies in Dealing with Work Stress During the COVID-19 Pandemic: a qualitative research
Stres kerja merupakan masalah kesehatan yang serius, baik dari segi tingginya angka kejadian maupun dampaknya. Stres kerja dilaporkan terjadi pada tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi koping yang efektif digunakan oleh perawat dalam menghadapi stres kerja selama pandemi COVID-19 di Rumah Sakit di Kota Sorong. Desain penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada 12 responden. Data dikumpulkan melalui diskusi grup terpumpun. Peneliti mengidentifikasi 3 tema utama, dan 6 kategori yang menjelaskan strategi koping perawat. Tema tersebut yaitu 1) mencari dukungan, dengan kategori utama a) tempat berbagi masalah, dan b) bantuan untuk penyelesaian masalah. 2) spiritualitas, dengan kategori utama a) mendekatkan diri kepada tuhan, dan b) membuat makna yang positif. 3) pengendalian diri, dengan kategori utama a) memahami kondisi, dan b) mengendalikan emosi. Penelitian lanjutan pada kelompok partisipan dengan cakupan karaktersitik yang lebih luas diperlukan untuk melengkapi penelitian ini.Work stress is a serious health problem, both in terms of the high incidence and impact. Work stress was reported among health workers during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to find out effective coping strategies used by nurses in dealing with work stress during the COVID-19 pandemic at hospitals in Sorong City. The research design uses qualitative methods with a phenomenological approach to 12 respondents. Data was collected through clustered group discussions. The researcher identified 3 main themes, and 6 categories that explained nurses' coping strategies. The themes are 1) seeking support, with the main categories being a) a place to share problems, and b) assistance for solving problems. 2) spirituality, with the main categories a) getting closer to God, and b) making positive meanings. 3) self-control, with the main categories a) understanding conditions, and b) controlling emotions. Further research on a group of participants with a wider range of characteristics is needed to complete this research