Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Analisa Kepuasan Pasien Ditinjau dari Aspek Mutu Pelayanan Dibagian TPPRJ di Rumah Sakit Ibu dan Anak dr. Djoko Pramono Karawang
Kepuasan pasien amat sangat tergantung kepada kulitas pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan Kualitas pelayanan pada pendafataran rumah sakit dapat dilihat dari keramahan petugas, kecepatan memberi tanggapan, ketepatan memberi informasi, kecepatan melayani dan penampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang didapatkan pada saat melakukan kunjungan kesehatan di RSIA dr. Djoko Pramono khususnya ditinjau dari mutu pelayanan dibagian Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan suatu keadaan. Populasi adalah pasien di dalam TPPRJ pada bulan maret – mei 2023 dengan jumlah sampel yang diambil 100 Pasien dengan menggunakan instrumen kuesioner yang diberikan oleh petugas TPPRJ kemudian diisi oleh pasien. Pengolaan data dilakukan secara editing dan tabulating. Metode yang digunakan untuk perhitungan kuesioner Hasil penelitian membuktikan keramahan petugas kecepatan memberi tanggapan ketepatan memberi informasi kecepatan meyanani dan penampilan petugas. Dapat disimpulkan dari hasil kuesioner kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan di TPPRJ RSIA dr Djoko Pramono
Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Keluhan Myalgia Upper Trapezius pada Perawat Rawat Inap Puskesmas di Kabupaten Ngawi
Introduction: Puskesmas is an important part of facilitating the implementation of changes in conditions. people's health for the sake of improving the health condition of the best. One of the most common work disorders in Health Center nurses is when nurses work in a sitting or standing posture for a long time, with their bodies bent and lowered, so that such a working posture can increase the likelihood of complaints of neck discomfort in the upper trapezius muscle. Therefore, it is necessary to conduct in-depth research on the relationship of working posture and length of service with complaints of myalgia in the upper trapezius in inpatient nurses at the Ngawi District Health Center. Methods: the type of research used in this study is quantitative with observational design and cross-sectional approach in which researchers look for the relationship between the independent variable with the dependent variable by making instantaneous measurements. The population in this study was 91 people taken from inpatient health centers in Ngawi Regency. The number of samples in this study amounted to 47 people. Data collection techniques in this study is by filling out a questionnaire NDI or direct interviews with nurses at this time. Result: data analysis technique using bivariate analysis with Chi-square test. Obtained p value= 0.012 in chi-square test complaints with working posture and p value= 0.013 in chi-square test, where p value<0.05. Conclusion: it can be concluded that there is a relationship between working posture (p-value = 0.012) and working period (p-value =0.013) with complaints of upper trapezius myalgia in inpatient nurses of Puskesmas in Ngawi Regency.Pendahuluan: myalgia merupakan bagian penting untuk memfasilitasi terselenggaranya perubahan kondisi. kesehatan masyarakat demi peningkatan kondisi kesehatan yang sebaik-baiknya. Salah satu gangguan kerja yang paling sering terjadi pada perawat Puskesmas yaitu ketika perawat bekerja dengan postur kerja duduk atau berdiri dalam waktu yang lama, dengan tubuh membungkuk dan menunduk, sehingga postur kerja seperti itu dapat meningkatkan kemungkinan keluhan ketidaknyamanan leher pada otot upper trapezius. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang mendalam mengenai hubungan postur kerja dan masa kerja dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap di Puskesmas Kabupaten Ngawi.Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain observasional serta pendekatan cross-sectional yang mana peneliti mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat dengan melakukan pengukuran sesaat. Populasi dalam penelitian ini yaitu 91 orang yang diambil dari Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Ngawi. Sementara jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 47 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara mengisi kuesioner NDI atau wawancara langsung dengan perawat pada saat ini,Hasil: Teknik analisis data menggunakan analisis bivariat dengan uji Chi-square. Diperoleh nilai p= 0,012 pada uji chi-square keluhan dengan postur kerja dan nilai p= 0,013 pada uji chi-square keluhan dengan masa kerja ,dimana nilai p<0,05.Simpulan: Disimpulkan bahwa ada hubungan antara postur kerja (p-value = 0.012) dan masa kerja (p-value = 0.013) dengan keluhan myalgia upper trapezius pada perawat rawat inap puskesmas di Kabupaten Ngawi
Analisis Faktor Determinan Kejadian Hidronefrosis Di RSUD Dr.M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo
Hydronephrosis is one of the urological problems that are often encountered in clinical practice. This condition is characterized by fluid buildup in the kidneys due to obstruction of urine flow. The purpose of this study was to analyze the determinants of hydronephrosis events in patients at Dr.M.M Dunda Limboto Hospital. Type of analytical observational research with a cross sectional study approach. The samples in this study were patients who were carried out abdominal ultrasound at the Radiology Installation when the study took place a total of 85 samples. Based on the results of the study, it can be concluded that the age of p-value = 0.006 (<0.05), blood pressure p-value = 0.027 (<0.05), kidney stones p-value = 0.000 (<0.05) has a significant relationship with the incidence of hydronephrosis with kidney stones being the variebal most associated with the incidence of hydronephrosis.Hidronefrosis merupakan salah satu masalah urologi yang sering dijumpai dalam praktik klinis. Kondisi ini ditandai oleh penumpukan cairan di dalam ginjal karena adanya obstruksi aliran urin. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor determinan kejadian hidronefrosis pada pasien di RSUD Dr.M.M Dunda Limboto. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang dilakukan USG abdomen di Instalasi Radiologi saat penelitian berlangsung sejumlah 85 sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa umur p-value = 0.006 (<0.05), tekanan darah p-value = 0.027 (<0.05), batu ginjal p-value = 0.000 (<0.05) memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hidronefrosis dengan batu ginjal merupakan variebal yang paling berhubungan dengan kejadian hidronefrosis
Uji Toksisitas Ekstrak Bunga Turi Putih (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) pada Hati Tikus Putih (Rattus novergicus)
The abundant plants make people use them as food, clothing, building materials, and traditional medicine. Turi plant contains phenolic compounds, tannins, flavonoids, carbohydrates, proteins, alkaloids and glycosides. The aim of this study was to determine the acute toxicity of turi putih ethanol extract for toxic symptoms, macroscopic observation of the liver and measurement of bilirubin and alkaline phosphatase levels. This type of research is a laboratory experimental research using the Post Test Only Control Group Design research design. Rats were divided into 5 groups, namely normal control, doses of 10,000, 15,000 and 20,000 mg/kgBB, then observing macroscopic toxic symptoms, levels of bilirubin and alkaline phosphatase. Phytochemical test results showed that turi flowers contain alkaloids, saponins, tannins, steroids, and triterpenoids. On macroscopic observations, the liver shows normal condition. Based on the One Way ANOVA test on bilirubin and alkaline phosphatase levels, the results showed that the bilirubin level was p<0,05 (0,000) and the alkaline phosphatase level was p<0,05 (0,004). It can be concluded that the dose of ethanol extract of white turi flower with variations if 10.000mg/kgBB, 15.000 mg/kgBB and 20.000 mg/kgBB shows acute toxicity of white Turi flower extract based on the toxic symptoms it causes but it has not caused death in experimental animals but has a toxic effect on the levels of bilirubin and alkaline phosphatase in the liver of rats.Tumbuhan yang melimpah membuat masyarakat memanfaatkannya sebagai bahan pangan, sandang, bahan bangunan, serta obat tradisional. Tumbuhan turi memiliki kandungan senyawa fenolik, tannin, flavonoid, karbohidrat, protein, alkaloid dan glikosida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut ekstrak etanol turi putih terhadap gejala toksik, pengamatan makroskopis organ hati dan pengukuran kadar bilirubin dan alkalin fosfatase . Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik menggunakan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Tikus terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol normal, dosis 10.000, 15.000 dan 20.000 mg/kgBB, kemudian mengamati gejala toksik makroskopis, kadar bilirubin dan alkalin fosfatase. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa bunga turi mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, steroid dan triterpenoid. Pada pengamatan makroskopis organ hati menunjukkan dalam kondisi normal. Berdasarkan uji One Way Annova pada kadar bilirubin dan alkalin fosfatase menunjukkan hasil kadar bilirubin p<0,05 (0,000) dan kadar alkalin fosfatase p<0,05 (0,004). Dapat disimpulkan bahwa dosis penggunaan ekstrak etanol bunga turi putih dengan variasi 10.000, 15.000 dan 20.000 mg/kgBB menunjukkan adanya toksisitas akut ekstrak bunga turi putih berdasarkan gejala toksik yang ditimbulkan namun belum sampai menimbulkan kematian pada hewan coba tetapi menimbulkan efek toksik terhadap kadar bilirubin dan alkalin fosfatase pada organ hati tikus
Hot Work Climate can Increase the Hypertension of Production Workers in PT X Batam City
Iklim kerja panas merupakan kombinasi suhu udara, kelembaban udara, kecepatan pergerakan, dan suhu radiasi. Panas timbul dari mesin atau peralatan produksi, iklim, dan kerja otot manusia. Panas juga dapat mempengaruhi fungsi tubuh yaitu detak jantung dan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas dan faktor daya tahan tubuh dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja produksi di PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan analisis statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p value 0,044), faktor ketahanan aklimatisasi (p value 0,002), umur (p value 0,008), masa kerja (p value 0,015), dan status gizi (p value 0,017). dengan kejadian hipertensi. Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas, aklimatisasi, umur, masa kerja, dan status gizi dengan hipertensi. Sehingga disarankan agar perusahaan memberikan edukasi kepada pekerja terkait hipertensi dan melatih mereka dalam menyesuaikan suhu tubuh terhadap tekanan panas, menambah ventilasi, dan memeriksa tekanan darah secara rutin.Iklim kerja panas merupakan kombinasi suhu udara, kelembaban udara, kecepatan pergerakan, dan suhu radiasi. Panas timbul dari mesin atau peralatan produksi, iklim, dan kerja otot manusia. Panas juga dapat mempengaruhi fungsi tubuh yaitu detak jantung dan denyut nadi, peningkatan tekanan darah, dan konsentrasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan iklim kerja panas dan faktor daya tahan tubuh dengan kejadian hipertensi pada pekerja produksi di PT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja produksi di PT. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dan analisis statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas (p value 0,044), faktor ketahanan aklimatisasi (p value 0,002), umur (p value 0,008), masa kerja (p value 0,015), dan status gizi (p value 0,017). dengan kejadian hipertensi. Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara iklim kerja panas, aklimatisasi, umur, masa kerja, dan status gizi dengan hipertensi. Sehingga disarankan agar perusahaan memberikan edukasi kepada pekerja terkait hipertensi dan melatih mereka dalam menyesuaikan suhu tubuh terhadap tekanan panas, menambah ventilasi, dan memeriksa tekanan darah secara rutin
Pengaruh Kelengkapan Pengisian Resume Medis Pasien Terhadap Pengajuan Klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung
This study aims to determine the effect of the completeness of filling in the patient's medical resume on the submission of BPJS Health claims at the Cicendo Eye Hospital in Bandung. In this study the authors used a quantitative research methodology with a descriptive approach. Data collection techniques used are Observations, Literature Review and Questionnaires. The results of the study found that the completeness of filling out medical resumes had an effect of 40.5% on BPJS Health claim submissions at the Cicendo Eye Hospital in Bandung, and the remaining 59.5% was influenced by other variables not examined by the authors and resulted in a Strong correlation between the two variable that is equal to 0.637. The problems found in this study were: (1) Incomplete or even incomplete patient identities were found, (2) The high rate of incompleteness in filling out inpatient medical resumes and validation of the doctor in charge of the patient as well as the clarity of the patient's certificate. recording of medical resumes, (3) There are still several claims returned by the BPJS verifier to be revised by the hospital verifier. The suggestions given to overcome the existing problems are: (1) Head of Verification Installation and Patient Administration conducts socialization of SOPs to doctors or related officers who do not complete medical resume sheets, (2) Conducts routine monthly work evaluations and conducts training for health workers. staffing, especially doctors and medical record officers, (3) Increasing the number of human resources in the verifier section.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan pengisian resume medis pasien terhadap pengajuan klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Studi Pustaka, Kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa kelengkapan pengisian resume medis berpengaruh sebesar 40,5% terhadap pengajuan klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, dan sisanya sebesar 59,5% dipengaruhi oleh variable lain yang tidak diteliti oleh penulis, dan menghasilkan korelasi yang Kuat antara kedua variable yaitu sebesar 0,637. Masalah yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: (1) Masih ditemukannya pengisian identitas pasien yang tidak lengkap bahkan tidak diisi, (2) Tingginya angka ketidaklengkapan pengisian resume medis pasien rawat inap dan autentifikasi dokter penanggung jawab pasien serta kejelasan pencatatan resume medis, (3) Masih terdapat beberapa klaim yang dikembalikan oleh verifikator BPJS untuk direvisi oleh verifikator rumah sakit. Adapun saran yang diberikan untuk mengatasi masalah yang ada yaitu: (1) Kepala Instalasi Verifikasi dan Adminitrasi Pasien melakukan sosialisasi SOP kepada dokter atau petugas terkait yang tidak melengkapi lembar resume medis, (2) Melakukan evaluasi kerja bulanan secara rutin serta melakukan pelatihan bagi tenaga medis, terutama dokter dan petugas rekam medis, (3) Menambah jumlah SDM di bagian verifikato
Gambaran Efek Samping Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Salah Satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung Barat
Hipertensi merupakan suatu faktor resiko penting yang dapat mengarah pada terjadinya komplikasi kardiovaskular. Hipertensi sendiri dikategorikan sebagai the silen disease karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efek samping obat antihipertensi pada pasien rawat jalan di salah satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung Barat. ?Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini yaitu dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara, dan studi pustaka yang relevan dengan pokok permasalahan. Hasil penelitian ini berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Pasien penderita hipertensi yang paling banyak yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 12 responden (60%), berusia 44-60 tahun sebanyak 12 responden (60%), dan pekerjaan sebagai Ibu Rumah Tangga 10 responden (50%). Golongan obat yang paling sering digunakan adalah obat golongan CCB (Calcium Channel Blocker), yaitu amlodipin 10mg sebanyak 15 responden (75%) dari 20 responden. Sedangkan obat furosemid 40mg sebanyak 3 responden (15%), bisoprolol 5mg sebanyak 1 responden (5%) dan amlodipin 5mg sebanyak 1 responden (5%). Efek samping yang paling paling banyak di alami penderita hipertensi yaitu mulut kering, kelelahan pada tubuh, pusing serta gatal-gatal. ?Sehingga dapat disimpulkan bahwa orang dewasa berjenis kelamin perempuan paling banyak menderita hipertensi, terapi antihipertensi paling banyak digunakan adalah amlodipin 10mg.Hypertension is an important risk factor that can lead to cardiovascular complications. Hypertension itself is categorized as the silent disease because the patient does not know he has hypertension before having his blood pressure checked. This study aims to find out how the side effects of antihypertensive drugs are on outpatients at a hospital in West Bandung Regency. The research method used is a quantitative method. The data collection technique used in completing this Final Project is by distributing questionnaires, interviews, and literature studies that are relevant to the subject matter. The results of this study are based on gender, age, and occupation. Most of the patients with hypertension were female, 12 respondents (60%), 12 respondents (60%) aged 44-60 years, and 10 respondents (50%) working as housewives. The most frequently used drug group was the CCB (Calcium Channel Blocker) drug, namely amlodipine 10 mg by 15 respondents (75%) out of 20 respondents. Meanwhile, 3 respondents (15%) took furosemide 40 mg, 1 respondent (5%) bisoprolol 5 mg and 5 mg amlodipine 1 respondent (5%). The most common side effects experienced by people with hypertension are dry mouth, fatigue in the body, dizziness and itching. So it can be concluded that most female adults suffer from hypertension, the most widely used antihypertensive therapy is amlodipine 10 mg
Faktor Kebiasaan Tidak Menggunakan Alas Kaki dan Mencuci Tangan Berpengaruh terhadap Prevalensi Cacingan pada Anak Usia Sekolah Dasar
Worms are one of the infections that occur in children, and cause the risk of worsening health with causative factors associated with WASH (water, sanitation, hygiene). This study aims to determine the effect of the habit of not using footwear and washing hands on the prevalence of worms in elementary school-age children in the Doom Islands, Sorong, West Papua. The research design used was a quasi-experimental pretest-posstest comparison group design, namely the entire case sample and control carried out fecal examination as a whole (pretest), then observation samples for 2 months and given health education treatment in the case group, and then re-stool examination (posttest). Sampling was carried out by the total sampling method with a total sample of 68 people. The results of the study found that there was an influence of the habit of not using footwear (p = 0.000) and the habit of not washing hands (p = 0.000) on the prevalence of worms in school-age children. The habit of not using footwear and the habit of not washing hands affect the prevalence of worms, so it is recommended to school principals to provide education related to PHBS to students.Cacingan merupakan salah satu infeksi yang terjadi pada anak, dan menyebabkan risiko perburukan kesehatan dengan faktor penyebab yang dikaitkan dengan WASH (water, sanitation, hygiene). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebiasaan tidak menggunakan alas kaki dan mencuci tangan terhadap prevalensi cacingan pada anak usia sekolah dasar di Kepulauan Doom, Sorong, Papua Barat. Rancangan penelitian digunakan adalah kuasi eksperimen pretest-posstest comparison group design yaitu keseluruhan sampel kasus dan kontrol dilakukan pemeriksaan feses secara keseluruhan (pretest), kemudian sampel observasi selama 2 bulan dan diberikan perlakuan edukasi kesehatan pada kelompok case, dan kemudian dilakukan kembali pemeriksaan feses (posttest). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh kebiasaan tidak menggunakan alas kaki (p=0,000) dan kebiasaan tidak mencuci tangan (p= 0,000) terhadap prevalensi cacingan pada anak usia sekolah. Kebiasaan tidak menggunakan alas kaki dan kebiasaan tidak mencuci tangan berpengaruh terhadap prevalensi cacingan, sehingga disarankan kepada kepala sekolah untuk memberikan edukasi terkait PHBS terhadap para siswa
Gambaran Penerapan Perawatan Gagal Jantung Berfokus Pada Pasien
Heart failure contributes to the high morbidity and mortality rates due to chronic diseases in the world. This condition causes one of which is due to low self-care management. A decrease in the functioning of the patient's body is the impact of the condition. Health workers are essential in assisting patients' self-care while in the hospital and preparing for home care. This study aims to find out the description of the implementation of treatments focused on heart failure patients from the patient's perspective descriptive quantitative research method of the survey selected in this study. A total of 294 heart failure patients who met the established criteria were involved in the study. The results showed that the treatment focused on heart failure patients was assessed from the patient's point of view to have been well implemented by health workers. The analysis obtained an average value of 78.24.Gagal jantung menjadi penyumbang tingginya angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kronis di dunia. Kondisi ini diakibatkan salah satunya karena manajemen perawatan diri yang rendah sebab penurunan fungsional tubuh pasien. Tenaga kesehatan memiliki peran penting dalam membantu perawatan diri pasien selama di rumah sakit dan mempersiapkan perawatan di rumah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran implementasi perawatan berfokus pada pasien gagal jantung dari perspektif pasien. Metode penelitian kuantitatif deskriptif survei dipilih dalam penelitian ini. Sejumlah 294 pasien gagal jantung yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil didapatkan bahwa perawatan berfokus pada pasien gagal jantung dinilai dari sudut pandang pasien telah diterapkan dengan baik oleh tenaga kesehatan, dengan hasil analisis diperoleh nilai rata-rata sebesar 78.24