Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Radiografi Oesophagus dengan Sangkaan Striktur Oesophagus Di Rumah Sakit Umum Haji Medan

    Get PDF
    Oesophagus (Kerongkongan) adalah sebuah saluran yang berbentuk tabung berotot yang panjangnya 20-25 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk kardiak lambung. Terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung. Setelah melalui rongga thorax menembus diafragma, lalu masuk ke dalam abdomen dan menyambung dengan lambung. Pemeriksaan Radiografi Oesophagus adalah pemeriksaan secara radigrafi dengan menggunakan media kontras positif dan negatif untuk menampakkan anatomi, fungsi, dan kelainan yang terjadi pada oesophagus. Untuk mendapatkan gambaran diagnosa tersebut maka dilakukan pemeriksaan secara radiologi dengan menggunakan sinar-X. Dengan bantuan sinar-X ini kita dapat mengetahui adanya kelainan dari oesophagus dan perubahan strukturnya serta pengaruhnya terhadap organ sekitarnya. Proyeksi yang dilakukan antara lain Proyeksi Antero Posterior menggunakan media kontras, dan Proyeksi Lateral. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis deskriptif dan kualitatif. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari 2022 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Haji Medan dengan menggunakan Pesawat Rontgen Generel Purpose X-Ray (GPX) dengan kapasitas 500mA, dan menggunakan proses pencatatan bayangan dengan Computer Radiografi (CR). Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara. Kemudian data yang terkumpul diolah, dan dihubungkan dengan hipotesis. Dari hasil penelitian diperoleh passage zat kontras melalui oesophagus tampak penyempitan lumen pada daerah proximal oesophagus.The esophagus (esophagus) is a muscular tube-shaped channel 20-25 cm long, starting from the pharynx to the cardiac entrance to the stomach. Located behind the trachea and in front of the spine. After passing through the thoracic cavity, it penetrates the aphragm, then enters the abdomen and connects to the stomach. Radiographic examination of the esophagus is a radiographic examination using positive and negative contrast media to reveal the anatomy, function and abnormalities that occur in the esophagus. To get this diagnostic picture, a radiological examination is carried out using X-rays. With the help of X-rays we can find out if there are abnormalities in the esophagus and changes in its structure and its effect on the surrounding organs. The projections carried out include Antero Posterior Projection using contrast media, and Lateral Projection. This research uses descriptive and qualitative research methods. The research was carried out in February 2022 at the Radiology Installation at the Haji General Hospital in Medan using a General Pur-pose X-Ray (GPX) X-ray aircraft with a capacity of 500mA, and using a shadow recording process with Computer Radiography (CR). Data collection techniques include observation, documentation and interviews. Then the collected data is processed and connec

    Korelasi Antara Insomnia dengan Performa Akademik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Angkatan 2020

    Get PDF
    Insomnia merupakan gangguan tidur dimana penderita mengalami kesulitan saat memulai tidur dan mempertahankan tidur.  Insomnia memiliki banyak dampak dalam kehidupan sehari-hari, dan salah satu dampak buruk dari insomnia adalah gangguan kognitif. Insomnia dikaitkan terhadap berkurangnya kemampuan kognitif. Dampak insomnia menyebabkan penurunkan fungsi kognitif, sehingga menyebabkan gangguan pada aktivitas produktif, menganggu daya ingat dan konsentrasi. Insomnia dapat mempengaruhi kemampuan kognitif serta menentukan performa akademik mahasiswa. Metode : Penelitian analitik metode cross-sectional, sampel dipilih dengan metode simple random samping. Subjek penelitian berjumlah 72 subjek. Pengumpulam datainsomnia dengan menggunakan kuesioner KSPBJ-IRS (Insomnia Rating Scale) yang akan diberikan kepada responden, sedangkan data peforma akademik menggunakan hasil ujian teori blok dengan izin dari ketua blok. Hasil : Analisis dengan Chi-square didapatkan hubungan bermakna antara insomnia dengan performa akademik mahasiswa kedokteran angkatan 2020 (p < 0,05) dengan PRR 2,5 menunjukkan insomnia merupakan faktor resiko sebanyak 2,5 terhadap performa akademik. Kesimpulan : Terdapat hubungan bermakna antara insomnia dengan prevalensi akademik (p < 0,05) dan insomnia merupakan faktor resiko sebanyak 2,5 kali terhadap performa akademik dengan nilai PRR 2,5

    Analisis Kebutuhan Pelayanan Kesehatan Syariah di Rumah Sakit, Jakarta Indonesia

    Get PDF
    Kesehatan merupakan hal penting yang dibutuhkan oleh manusia untuk menopang semua aktivitas hidup. Rumah sakit sebagai tempat penyembuhan yang paripurna bila seseorang mengalami sakit, tetapi sering ditemui pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Maqoshid Syariah sebagai acuan dalam pelayanan kesehatan syariah dengan penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan dan harta merupakan jawaban atas masalah pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tujuan penelitian untuk menganalisa kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan syariah di rumah sakit khususnya di Jakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengumpulan data Accidental Sampling dengan menggunakan kuesioner terstruktur-Google Form disebar selama 1 (satu) minggu ke masyarakat yang tinggal di Jakarta dan terkumpul dengan jumlah sampel 553 orang. Hasil penelitian; Descriptive Statistic menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan standar mutu pelayanan kesehatan syariah yaitu penjagaan agama sebesar 96,11%, penjagaan jiwa sebesar 80,89%, penjagaan akal sebesar 92,48%, penjagaan keturunan sebesar 96,02%, dan penjagaan harta sebesar 98,73% dari 553 responden serta dalam hal manajemen pengelolaan rumah sakit sebesar 387 responden (70%). Saran bagi pimpinan pengelola rumah sakit hendaknya komitmen menyediakan sumber daya yang menunjang pelayanan kesehatan dan manajemen syariah.Health is an important thing needed by humans to sustain all life activities. The hospital is a complete healing place when someone is sick, but health services are often found that are not in accordance with their needs. Maqoshid Syariah as a reference in sharia health services with the care of religion, soul, mind, lineage and property is the answer to the problem of health services in hospitals. The aim of this research is to analyze the community's need for sharia health services in hospitals, especially in Jakarta. This type of research is quantitative analytic with a cross sectional approach. The Accidental Sampling data collection technique uses a structured questionnaire-Google Form distributed for 1 (one) week to people living in Jakarta and collected with a total sample of 553 people. Research result; Descriptive statistics show that the community needs sharia health service quality standards, namely religious care by 96.11%, mental care by 80.89%, mental care by 92.48%, care for offspring 96.02%, and asset care by 98.73% of the 553 respondents and in terms of hospital management, 387 respondents (70%). Suggestions for hospital management leaders should be committed to providing resources that support health services and sharia management

    Hubungan Self Efficacy Dengan Kinerja Perawat Di Rumah Sakit Islam Siti Aisyah Madiun

    Get PDF
    Employee performance is an important factor so that the organization is able to survive any changes and be able to develop. One of the factors that affect employee performance is self-efficacy. Self efficacy is a person's belief about his opportunity to be able to successfully achieve a task at a certain level. This study aimed to determine the relationship between self-efficacy and the performance of nurses at RSI Siti Aisyah Madiun. This type of research is quantitative, with a design using a cross sectional approach. The sampling technique used proportional random sampling, the samples obtained were 57 respondents. Test analysis in research using Kendal tau test. The results showed that there was a relationship between self-efficacy and the performance of nurses at RSI Siti Aisyah Madiun with a sig of 0.000 <0.005 with a correlation coefficient of 0.437. Based on the results of the study it can be concluded that there is a relationship between self-efficacy and the performance of nurses at RSI Siti Aisyah Madiun. The suggestion from this research is that RSI Siti Aisyah Madiun can involve nurses in seminars and training so that there is an increase in nurse performance which has an impact on improving the quality of service in the hospital.Kinerja pegawai merupakan faktor penting agar organisasi mampu bertahan dalam setiap perubahan dan dapat mampu berkembang. Salah satu faktor yang meimpeingaruhi kinerja pegawai yaitu self efficacy. Self efficacy adalah keyakinan seseorang mengenai peluangnya untuk dapat berhasil mencapai sebuah tugas pada tingkat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan kinerja perawat di RSI Siti Aisyah Madiun. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain menggunakan pendekatan Cross Sectional. Telknik sampling menggunakan propotional random sampling, sampel yang diperoleh sebanyak 57 responden. Uji analisis dalam penelitian menggunakan uji kendal tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kinerja perawat di RSI Siti Aisyah Madiun nilai sig 0,000<0,005 dengan koefisien korelasi 0,437. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan self efficacy dengan kinerja perawat di RSI Siti Aisyah Madiun. Saran dari penelitian ini adalah RSI Siti Aisyah Madiun dapat mengikutsertakan perawat dalam seminar dan pelatihan sehingga terjadi peningkatan kinerja perawat yang berdampak pada peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit

    Mutu praktik klinik keperawatan menurut persepsi mahasiswa jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari tahun 2011

    No full text
    Mutu praktik klinik keperawatan menurut persepsi mahasiswa jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Kendari tahun 201

    Pola perubahan kadar darah rutin pada pasien stroke karena hipertensi di blud RS Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2011

    No full text
    Pola perubahan kadar darah rutin pada pasien stroke karena hipertensi di blud RS Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 201

    Perbandingan Hasil Pemeriksaan Urinalisis Menggunakan Metode Dipstick Dan Mikroskopik Di Klinik Bintang Timur Kota Sorong

    Get PDF
    Urinalysis is an important clinical tool used for screening, diagnosis, and monitoring of diseases of the urinary system, and diseases can be detected through the system. analytic with a cross sectional approach to see the similarities or differences in the results of urinalysis examination using dipstick and microscopic methods. The sampling technique used is total sampling, namely the number of samples is the same as the population. The study was conducted from March to April 2020. The number of samples was 30 samples. The results showed that there were differences in the results of urinalysis examinations between the dipstick and microscopic methods where the results of the same leukocyte examination contained 13 samples with a presentation of 43% and the results were not the same there were 17 samples with the presentation of 57% while the results of the erythrocyte examination showed the same results there were 22 samples with a presentation of 73% and the results were not the same there were 8 samples with a presentation of 27%. The conclusion from the results of urinalysis using the dipstick and microscopic methods, there are differences in the number of leukocytes and erythrocytes. Suggestions from researchers for health workers who will carry out urinalysis examinations are that they should carry out dipstick and microscopic examinations carried out simultaneously and always be guided by standard operating procedures so that more accurate results can be obtained.Urinalisis merupakan alat klinis yang penting digunakan untuk skrining, diagnosis, dan pemantauan penyakit pada sistem kemih, dan penyakit yang dapat dideteksi melalui sistem kemih.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan urinalisis menggunakan metode dipstick dan mikroskopik di Klinik Bintang Timur Kota Sorong.Penelitian ini merupakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk melihat persamaan atau perbedaan hasil pemeriksaan urinalisis menggunakan metode dipstick dan mikroskopik.Teknik sampling yang dgunakan adalah total sampling yaitu jumlah sampel sama dengan populasi. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2020. Jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan hasil pemeriksaan urinalisis antara metode dipstick dan mikroskopik dimana hasil pemeriksaan leukosit hasil yang sama terdapat 13 sampel dengan presentasi 43% dan hasil yang tidak sama terdapat 17 sampel dengan presentasi 57% sedangkan hasil pemeriksaan eritrosit hasil yang sama terdapat 22 sampel dengan presentasi 73% dan hasil yang tidak sama terdapat 8 sampel dengan presentasi 27%. Kesimpulan dari hasil pemeriksaan urinalisis menggunakan metode dipstick dan miksroskopik terdapat perbedaan jumlah leukosit dan eritrosit. Saran dari peneliti untuk petugas kesehatan yang akan melakukan pemeriksaan urinalisis sebaiknya pemeriksaan metode dipstick dan mikroskopik dilakukan secara bersamaan dan selalu berpedoman pada standar operasional prosedur agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat.&nbsp

    Pengetahuan dan Sikap tentang Perilaku Merokok pada Remaja SMP Negeri 1 Kuta Limbaru

    Get PDF
    Masa remaja seringkali labil dalam hal pemikiran dan prinsip hidup. Tembakau adalah zat sindroma adiktif yang disertai penarikan diri atau ketergantungan, baik secara fisiologis dan psikologis serta menyebabkan gangguan mental dan kualitas. Remaja pada umumnya merokok, ingin mengikuti trend yang ada disekitarnya dan ada beberapa remaja yang merokok hanya karena memiliki banyak teman yang merokok. Penelitian ini tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku remaja tentang rokok. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kuta Limbaru berpartisipasi dalam penelitian ini pengambilan sampel secara acak sebanyak 55 orang. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis satu dan dua dimensi dan diuji statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 96,3%, sikap positif 56,3% dan sebagian besar remaja tidak merokok 98,1%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku merokok (P>0,005), namun ada hubungan yang signifikan antara sikap remaja dengan perilaku merokok (P<0,005). Sekolah juga diharapkan bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk melaksanakan program kesehatan yang meningkatkan pendidikan tentang bahaya merokok, dan sekolah harus menilai pengetahuan dan sikap merokok kaum remaja

    Hubungan Pendidikan dan Masa Kerja dengan Pengetahuan Perawat tentang Triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Monokwari

    Get PDF
    Triase merupakan suatu kegiatan penyaringan pasien yang nantinya di prioritaskan untuk segera dilakukan tindakan di ruang Instalasi gawat darurat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pendidikan dan masa kerja dengan pengetahuan perawat tentang triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Monokwari. Jenis Penelitian menggunakan Metode kuantitatif, desain penelitian bersifat deskriktif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samping sebanyak 35 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui uji Chi-Square, diperolah nilai (p=0,010) ?=<0,05, Hal itu berarti bahwa Terdapat hubungan yang bermakna antara Pendidikan dengan Pengetahuan Perawat Tentang Triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Monokwari, sedangkan Variabel masa kerja dengan Pengetahuan Perawat tentang Triase diperoleh nilai (p=0,194) ?=<0,05 yang berarti tidak terdapat hubungan antara Masa kerja dengan Pengetahuan perawat Tentang Triase di Ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Monokwari. Disimpulkan bahwa Pengetahuan perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat tentang triase sangat penting untuk pengambilan keputusan sehingga dapat meningkatkan pelayanan. Pendidikan sangat erat kaitannya dengan pengetahuan, Pendidkan tersebut dapat diperoleh baik melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal.Triage is an activity of patient screening, where they areprioritized for immediate treatment in the emergency room. This studyaims to determine the relationship between education and work experiencewith nurses' knowledge of triage in the Emergency Room of the MonokwariRegional General Hospital. The research method used was quantitativewith an analytical descriptive design and a cross-sectional approach.The sampling technique used was total sampling, with 35 samples. Theresearch results showed that through the Chi-Square test, a value of(p=0.010) ?=<0.05 was obtained. This means that there is asignificant relationship between education and nurses' knowledge oftriage in the Emergency Room of the Monokwari Regional General Hospital.However, the variable of work experience and nurses' knowledge of triageobtained a value of (p=0.194) ?=<0.05, indicating that there is norelationship between work experience and nurses' knowledge of triage inthe Emergency Room of the Monokwari Regional General Hospital. Inconclusion, nurses' knowledge in the Emergency Room about triage iscrucial for decision-making and improving patient care. Education playsa vital role in this knowledge acquisition, whether obtained throughformal or informal education

    Hubungan Kelompok Usia Dengan Pemanfaatan Posbindu X Di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 2021

    Get PDF
    According to the 2018 RISKESDAS, the prevalence of non-communicable diseases in Indonesia has increased a lot compared to the 2013 RISKESDAS. In addition, according to RISKESDAS 2018, Riau Province also experienced an increase in the prevalence of non-communicable diseases. One of the efforts that can be done to reduce the risk of infectious diseases is the holding of PTM Posbindu. 4Posbindu is a community participation to monitor non-communicable diseases regularly and continuously to reduce the risk factors for PTM or reduce the risk of complications in people who already have PTM. Posbindu is intended for people with a minimum age of 15 years, both in good health, having PTM risk factors or already having PTM. This study was conducted to determine the relationship between age groups and the utilization of Posbindu X in Pontian Mekar Village, Lubuk Batu Jaya District, Indragiri Hulu Regency, Riau 2021. This study was an observational analytical study with a cross-sectional design and data analysis was done by pearson chi square. This study used 94 respondents aged > 15 years. The results showed that people who used Posbindu were aged 17-60 years, people who use posbindu a lot are 41-50 year sold, and there was a significant relationship between the age group and the use of Posbindu X in Pontian Mekar Village, Lubuk Batu Jaya District, Indragiri Hulu Regency, Riau 2021 (p = 0.000).Menurut RISKESDAS 2018 prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia banyak yang meningkat dibandingkan dengan RISKESDAS 2013. Selain itu menurut RISKESDAS 2018 di Provinsi Riau juga mengalami peningkatan prevalensi penyakit tidak menular. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit menular adalah dengan diadakannya posbindu PTM.4 Posbindu merupakan peran serta masyarakat untuk melakukan monitoring penyakit tidak menular secara teratur dan berkesinambungan untuk menurunkan faktor risiko PTM ataupun menurunkan risiko komplikasi pada masyarakat yang telah memiliki PTM. Posbindu diperuntukkan kepada masyarakat dengan minimal usia 15 tahun baik dalam kondisi sehat, memiliki faktor risiko PTM ataupun telah memiliki PTM. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelompok usia dengan pemanfaatan posbindu X di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 2021. Penelitian ini adalah penelitianoanalitik observasionalldenganddesainnstudi potong lintang (cross sectional) dan analisis data dilakukan dengan pearson chi square. Penelitian ini menggunakan 94 responden yang berusia >15 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang memanfaatkan posbindu adalah usia 17-60 tahun, masyarakat yang banyak memanfaatkan posbindu adalah 41-50 tahun, dan terdapat hubungan yang signifikan antara kelompok usia dengan pemanfaatan Posbindu X di Desa Pontian Mekar, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau 2021 (p=0,000)

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇