Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Surveilans Kesehatan Remaja di Posyandu Menggunakan Aplikasi REMILA

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Kompleksitas permasalahan kesehatan remaja memerlukan penanganan komprehensif terintegrasi. Sistem surveilans yang baik dapat mendeteksi masalah kesehatan remaja secara dini untuk pencegahan stunting dan penyakit tidak menular. Tujuan: Mengembangkan aplikasi layanan elektronik berbasis website "Remaja Milenial Sehat (REMILA)" untuk pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja sebagai upaya pencegahan stunting di Kota Baubau. Metode: Penelitian research and development menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Lokasi penelitian di Puskesmas Katobengke dan Betoambari dengan sampel 100 remaja menggunakan accidental sampling. Uji coba aplikasi dilakukan pada 18 penanggung jawab Posyandu remaja. Hasil: Aplikasi REMILA berhasil dikembangkan untuk pencatatan status gizi, anemia, KEK, obesitas, dan risiko PTM. Data antropometri, pemeriksaan Hb, gula darah, kolesterol, dan tekanan darah dapat diinput dan diakses admin maupun petugas Puskesmas. Simpulan: Sistem informasi REMILA bermanfaat untuk pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja dengan akses mudah dan penggunaan efektif. Saran: Diperlukan evaluasi efektivitas aplikasi untuk surveilans kesehatan remaja berkelanjutan.Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja tentunya memerlukan penanganan yang komprehensip dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor. Penelitian bertujuan membuat aplikasi layanan elektronik berbasis Website "Remaja Milenial Sehat (REMILA)" untuk pencatatan dan pelaporan (surveilans) status kesehatan remaja meliputi Status Gizi, Anemia, Kurang Energi Kronik (KEK) Obesitas, resiko penyakit Tidak menular (Hipertensi) sebagai upaya pencegahan Stunting dan resiko PTM pada remaja di wilayah Kota Baubau. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research dan development) dengan mengembang aplikasi REMILA sebagai platform pencatatan dan pelaporan status kesehatan remaja, dengan langkah terdiri dari: 1) tahap studi Pendahuluan; 2) Rancangan dan pembuatan aplikasi, 3) Validasi Desain; 4) Melakukan uji coba dan revisi desain, 5) Implementasi. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Katobengke dan Puskesmas Betoambari dengan populasi remaja yang tercatat di Posyandu Remaja di dua PKM tersebut, sampel sebanyak 100 orang. Teknik Sampling menggunakan metode accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi REMILA dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan status Gizi dan resiko PTM pada remaja dan penggunaan aplikasi ini telah diujicobakan kepada 18 orang penanggung jawab Posyandu remaja di Puskesmas sekota Baubau. Pengumpulan data berupa pengukuran Antropometri (BB, TB), pemeriksaan kadar Hb, gula darah, kolesterol, pengukuran tekanan darah, hasilnya diinput kedalam aplikasi REMILA dan dapat diakses oleh admin (peneliti maupun penanggungjawab Posrem Puskesmas

    Gambaran Resiliensi dan Kesehatan Mental Perawat di Indonesia: Sebuah Systematic Review

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Perawat menghadapi bahaya psikososial di tempat kerja yang meningkatkan masalah kesehatan mental seperti stres kerja dan burnout syndrome. Resiliensi yang baik diperlukan untuk menghadapi kesulitan dan mempertahankan kesehatan mental perawat. Tujuan: Mengidentifikasi tingkat resiliensi, instrumen pengukuran, dan hubungan antara resiliensi dengan kesehatan mental perawat di Indonesia. Metode: Systematic review menggunakan alur PRISMA dengan pencarian artikel pada database Scopus, ProQuest, dan Garuda. Setelah proses identifikasi, skrining, dan eligibilitas studi, diperoleh 12 studi untuk ditelaah. Hasil: Resiliensi perawat Indonesia berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Instrumen CD-RISC merupakan alat ukur yang paling sering digunakan. Resiliensi berhubungan negatif dengan depresi, berhubungan positif dengan burnout syndrome, namun tidak berhubungan dengan kecemasan dan stres kerja. Simpulan: Makin tinggi resiliensi perawat, makin rendah tingkat depresi yang dialami. Saran: Diperlukan kajian lanjutan tentang faktor yang mempengaruhi resiliensi dan penelitian intervensi resiliensi pada perawat Indonesia.Perawat merupakan profesi yang banyak dikelilingi oleh bahaya psikososial di tempat kerja. Hal ini dapat meningkatkan terjadinya masalah kesehatan mental di tempat kerja seperti stres kerja dan burnout syndrome. Dibutuhkan resiliensi yang baik pada perawat untuk dapat menghadapi kesulitan dan bangkit kembali sehingga kesehatan mental perawat dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Gambaran tentang resiliensi perawat di Indonesia dibutuhkan dalam mengembangkan intervensi resilinesi. Penelitian ini bertujuan  untuk mengidentifikasi tingkat resiliensi, instrumen yang sering digunakan untuk mengukur resiliensi, dan hubungan antara resiliensi dengan kesehatan mental perawat di Indonesia. Metode penelitian menggunakan systematic review menggunakan alur Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dalam pencarian artikel pada database Scopus, Proquest, dan Garuda. Setelah melalui proses identifikasi, skrining, dan eligibilitas studi, diperoleh 12 studi untuk ditelaah. Hasil kajian literatur yaitu, resiliensi perawat Indonesia berada pada tingkat sedang hingga tinggi. Instrumen CD-RISC merupakan alat ukur yang paling sering digunakan untuk mengukur tingkat resiliensi perawat di Indonesia. Resiliensi memiliki hubungan positif dengan burnout syndrome namun sebaliknya berhubungan negatif dengan depresi. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa makin tinggi resiliensi maka makin rendah depresi pada perawat. Disarankan adanya kajian lanjutan tentang faktor yang memengaruhi resiliensi dan penelitian tentang intervensi resiliensi

    Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung Pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Penyakit jantung merupakan penyebab kematian utama dengan prevalensi 13,7% di Indonesia. Bubuk kakao mengandung flavonoid tinggi seperti katekin dan epikatekin yang berpotensi memperbaiki kesehatan jantung melalui mekanisme antioksidan dan antiinflamasi. Tujuan: Menganalisis pengaruh konsumsi bubuk kakao terhadap profil lipid sebagai indikator kesehatan jantung pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Metode: Penelitian eksperimental sederhana menggunakan purposive sampling dengan 20 pegawai. Subjek mengonsumsi bubuk kakao 40 gram/hari selama 7 hari. Parameter yang diukur meliputi kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida menggunakan paired t-test. Hasil: Terjadi penurunan signifikan kolesterol total dari 223,95±44,92 mg/dl menjadi 217,05±44,96 mg/dl (p=0,045). Parameter LDL, HDL, dan trigliserida menunjukkan perubahan tidak signifikan (p>0,05). Simpulan: Konsumsi bubuk kakao selama 7 hari efektif menurunkan kolesterol total namun tidak berpengaruh terhadap LDL, HDL, dan trigliserida. Saran: Diperlukan penelitian dengan durasi lebih panjang dan kelompok kontrol untuk mengonfirmasi efektivitas bubuk kakao terhadap profil lipid komprehensif.Latar belakang: Penyakit jantung terjadi karena kerusakan sel otot jantung dalam memompa aliran darah keseluruh tubuh, sehingga menyebabkan kondisi jantung tidak dapat melaksanakan fungsinya dengan baik. Perbaikan pada kelaianan jantung yakni konsumsi bubuk kakao. yang banyak katekin dan epikatekin). Tujuan Penelitian untuk mengetahui Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung Pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain eksperimen sederhana, untuk mengidentifikasi Studi Pengaruh Konsumsi Bubuk Kakao Terhadap Kesehatan Jantung. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai Poltekkes Kemenkes Kendari. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling sebesar 20 orang. Setelah pemeriksaan, Sampel diberikan bubuk kakao sebesar 20 g yang dikonsumsi sebanyak 40 g tiap hari selama 7 hari konsumsi. Analisis data menggunakan paired t test. Hasil Penelitian: bahwa sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai kolesterol sebesar 223,95 + 44,92 mg/dl dan nilai kolesterol sesudah konsumsi bubuk kakao 217,05 + 44,96 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan ada penurunan kolesterol setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,045.  Konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai LDL sebesar 144,42 + 28,78 mg/dl dan nilai LDL sesudah konsumsi bubuk kakao 136,74 + 34,47 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada penurunan LDL setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,213. Sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai HDL sebesar 47,05 + 11,65 mg/dl dan nilai HDL sesudah konsumsi bubuk kakao 49,79 + 7.89 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada perubahan kenaikan HDL setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,103. Selanjutnya sebelum konsumsi bubuk kakao rata-rata nilai TG sebesar 47,05 + 11,65  mg/dl dan nilai TG sesudah konsumsi Cozika 49,79 + 7.89 mg/dl. Hasil uji paired t test menunjukkan tidak ada penurunan TG setelah konsumsi bubuk kakao pv=0,420. Kesimpulan: konsumsi bubuk kakao setelah perlakuan dapat menurunkan kolesterol total tapi tidak menurunkan LDL, tidak menaikan HDL dan tidak menurunkan TG. Saran, pada ujicoba ini hanya menggunakan waktu 7 hari sehingga perlu penambahan waktu untuk uji coba tersebu

    The Efek Terapi Musik Alam Terhadap Intensitas Nyeri Pada Anak Usia 6-12 Tahun Selama Pemasangan Infus di Ruang IGD Puskesmas Puuwatu Kota Kendari

    No full text
    Ringkasan: Latar belakang: Prosedur pemasangan infus sering menimbulkan nyeri dan kecemasan pada anak, memerlukan intervensi nonfarmakologis efektif untuk meningkatkan kenyamanan. Tujuan: Menilai pengaruh terapi musik alam terhadap intensitas nyeri pada anak usia 6–12 tahun selama prosedur pemasangan infus di IGD Puskesmas Puuwatu Kendari. Metode: Quasi-eksperimen Non-Equivalent Control Group Design melibatkan 30 anak (15 intervensi, 15 kontrol) yang dipilih dengan convenience sampling. Kelompok intervensi mendengarkan musik alam selama 30–45 menit, sedangkan kontrol tanpa terapi. Intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog Scale pre dan post test, dianalisis dengan paired t-test (?=0,05). Hasil: Terapi musik alam menurunkan skor nyeri rata-rata 1,20 (p<0,001) pada kelompok intervensi, sedangkan penurunan pada kontrol 0,33 (p=0,055). Simpulan: Terapi musik alam efektif mengurangi intensitas nyeri anak selama pemasangan infus. Saran: Terapkan terapi musik alam sebagai distraktor standar dalam prosedur invasif pediatrik.Setiap pasien yang di rawat selalu menerima tindakan pemasangan infus, tindakan ini menyebabkan rasa sakit sehingga diperlukan tindakan non farmakologi untuk meminimalkan rasa sakit yang dirasakan oleh anak, terapi musik alam merupakan salah satu pilihan yang tepat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik alam terhadap intensitas nyeri anak usia 6-12 tahun selama prosedur pemasangan infus di ruang IGD Puskesmas Puuwatu Kendari. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan metode quasi eksperimen Non-Equivalent Control Group Design. Sampel adalah anak yang mendapatakan tindakan pemasangan infus usia 6-12 tahun yang dipilih dengan menggunakan metode convenience sampling terdiri dari 15 orang dalam kelompok intervensi dan 15 orang dalam kelompok kontrol. Terapi musik alam didengarkan oleh anak pada kelompok intervensi selama 30-45 menit mulai dari persiapan prosedur hingga selesai sedangkan pada kelompok kontrol tanpa terapi musik. Hasil uji paired t-test menunjukkan penurunan yang signifikan intensitas nyeri pada kelompok intervensi dengan nilai p-value <0,001 dan pada kelompok control p-value 0.055. Terapi musik alam efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada anak usia 6-12 tahun selama prosedur pemasangan infus

    Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Perubahan Mean Arterial PrThe Effect of Giving the Semi Fowler Position on Changes in Mean Arterial Pressure in CHF Patients at Type A Hospital, West Kalimantan

    No full text
    Pemantauan hemodinamik memiliki peran penting dalam manajemen pasien dengan gagal jantung. Perubahan MAP (Mean Arterial Pressure) harus selalu dalam pemantauan. Penatalaksanaan keperawatan yang dapat dilakukan antara lain istirahatkan klien untuk mengurangi konsumsi oksigen, pantau tanda-tanda vital, edukasikan tentang keadaan yang terjadi pada klien agar tidak timbul kecemasan, atur posisi (positioning) yang nyaman bagi klien. Tujuan:  Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisa Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler Terhadap Perubahan Mean Arterial Pressure Pada Pasien CHF Rumah Sakit Type A Kalimantan Barat. Metode: penelitian memiliki desain quasy-experimental dengan kelompok kontrol berjenis non-equivalent. Pengukuran data dilakukan pre dan post test. Jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 80 orang yang terbagi atas 2 kelompok, kelompok kontrol akan diberikan posisi supinasi, sementara kelompok intervensi akan diberikan posisi semi-fowler. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah paired sample t test terhadap penilaian nilai pre-post test, sementara menentukan efektivitas kedua kelompok, dilakukan pengujian menggunakan independent sample t test. Hasil : Uji statistik paired sample T, pada kelompok intervensi nilai MAP dari pre ke-post, terjadi perbedaan dengan significant  nilai P = 0,013, (P < 0.005),  sedangkan kelompok kontrol nilai MAP dari pre-post tidak terjadi perbedaan dengan  nilai P= 0,980, (P>0.005). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian reposisi pasien dengan semi-fowler  terhadap perubahan tekanan MAP.Ringkasan: Latar belakang: Pemantauan hemodinamik berperan penting dalam manajemen pasien CHF, khususnya perubahan Mean Arterial Pressure (MAP) yang memerlukan penatalaksanaan keperawatan optimal termasuk pengaturan posisi. Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh pemberian posisi semi-fowler terhadap perubahan MAP pada pasien CHF di Rumah Sakit Tipe A Kalimantan Barat. Metode: Quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group pada 80 pasien (40 intervensi, 40 kontrol) menggunakan purposive sampling. Kelompok intervensi diberikan posisi semi-fowler 45°, kelompok kontrol posisi supinasi selama 1 jam. Analisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan MAP signifikan (p=0,013; p<0,05) dari 91,42 mmHg menjadi 86,50 mmHg, sedangkan kelompok kontrol tidak signifikan (p=0,980; p>0,05). Simpulan: Posisi semi-fowler efektif menurunkan MAP pada pasien CHF. Saran: Implementasi posisi semi-fowler sebagai intervensi keperawatan standar untuk optimalisasi hemodinamik pasien CHF

    Edukasi Deteksi Dini Stroke Dengan Video Animasi Fast Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Keluarga Penderita Hipertensi

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Stroke merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat untuk mencegah kematian dan kecacatan permanen. Edukasi deteksi dini melalui metode audiovisual dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan stroke pada keluarga penderita hipertensi. Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metode audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Metode: Penelitian quasi experiment pre-post test dengan kontrol pada 50 responden menggunakan purposive sampling. Intervensi berupa video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST berdurasi 10 menit. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil: Media audiovisual pada kelompok perlakuan meningkatkan skor pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000) secara signifikan. Kesimpulan: Promosi kesehatan deteksi dini stroke menggunakan metode animasi FAST melalui media audiovisual efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi. Saran: Direkomendasikan untuk melibatkan populasi yang lebih besar dengan mengikutsertakan keluargaPendahuluan: Stroke merupakan kondisi darurat medis karena berkaitan dengan waktu sehingga memerlukan penanganan yang cepat, tepat dan hati-hati. Penatalaksanaan yang optimal dapat mencegah kematian dan kecacatan permanen. Salah satu strategi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan stroke dapat dilakukan melalui edukasi berupa metode audiovisual yang berisi informasi tentang deteksi dini penyakit stroke. Tujuan menganalisis pengaruh edukasi deteksi dini stroke dengan metode audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap keluarga individu penderita hipertensi. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen pre-post test dengan group kontrol untuk pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 responden yang sesuai kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah video animasi deteksi dini stroke dengan metode FAST ( Face drooping, Arm weakness, Speech  Dificulty dan Time) yang berisi edukasi deteksi dini stroke berdurasi 10 menit, lembar angket pengetahuan dan sikap. Data dianalisis dengan menggunakan uji t berpasangan. Penelitian ini dilakukan setelah mendapat ijin etik penelitian yang dikeluarkan oleh komisi etik kesehatan Politeknik Kesehatan Manado. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada kelompok perlakuan memberikan pengaruh terhadap peningkatan skor pengetahuan (p=0,000) dan sikap (p=0,000). Kesimpulan: Promosi kesehatan deteksi dini edukasi stroke dengan menggunakan metode FAST melalui media audiovisual dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga penderita hipertensi

    Kajian Analisis Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal: Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2023

    Full text link
    Background: Providing additional food made from local food is one strategy for handling nutritional problems in malnourished toddlers and SEZ pregnant women. In order to support improving the quality of Indonesian people, strengthening an economic structure that is productive, independent and competitive, the government has targeted an acceleration in reducing the stunting rate under five. In order to support the implementation of the Acceleration of Stunting Reduction which aims to achieve the quality development target by 2030 and the stunting prevalence target of 14% by 2024.Objective: To produce a comprehensive, up to date and effective analysis of supplementary feeding analysis: Accelerating Stunting ReductionResearch Method: This research uses a qualitative approach and design. Participants in this research were leaders and staff of institutions related to stunting prevention, namely: Provincial Health Services, District Services, Community Health Center Nutrition Officers and Posyandu Cadres. Materials and Tools: Questionnaire form, Camera, Video/handycam equipment, other ATK. This research was carried out in the Southeast Sulawesi Provincial Health Service Area, in June-November 2023. Data analysis method: Reading/studying the data, marking key words and ideas that is in the data. The steps in data analysis are data reduction, data presentation and conclusion drawing as follows: Data reduction, data presentation, conclusion drawingResults. PMT activities made from local food can build family independence in providing quality food for pregnant women and toddlers. Malnutrition among toddlers and pregnant women in KEK in Southeast Sulawesi. This problem must be corrected. One program is providing additional local food. Where Southeast Sulawesi is a coastal and island area that has a lot of food. The success of the local feeding program is demonstrated by improvements in the nutritional status of both targets. In toddlers, success can be seen from the weight gain each month. In this activity, the community health center plays a very important role. At the Puskesmas, all activities carried out by cadres can be monitored by the Puskesmas nutrition staff.Suggestion: Improvements in funding are needed, namely additional funds for food distribution to cadres, adequate transportation is needed. It is necessary to evaluate the process of providing additional food made from local ingredients and evaluate weight gain in children under five and increase in LILA size in pregnant women.Latar Belakang: Pemberian Makanan Tambahan berbahan pangan lokal merupakan salah satu strategi penanganan masalah gizi pada balita gizi kurang dan ibu hamil KEK. Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, penguatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing,  pemerintah telah menargetkan percepatan penurunan angka Stunting balita. Demi mendukung pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting yang bertujuan untuk mencapai target pembangunan berkualitas pada 2030 dan target prevalensi stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Tujuan: Menghasilkan kajian Analisis Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal: Percepatan Penurunan Stunting yang komprehensif, up to date, dan tepat guna Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan dan desain  kualitatif. Partisipan  dalam penelitian ini adalah pimpinan dan staf lembaga yang terkait dengan penanggulangan stunting yaitu: Dinas Kesehatan Provins, Dinas Kabupaten, Petugas Gizi Puskesmas dan Kader Posyandu. Bahan dan Alat: Form kuesioner, Camera, Alat Video/handycam, ATK lainnya Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, pada bulan Juni-November 2023. Metode Analisis data: Membaca/mempelajari data, menandai kata-kata kunci dan gagasan yang ada dalam data. Langkah-langkah dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan sebagai berikut: Reduksi data, Penyajian data, Penarikan Kesimpulan   Hasil. Kegiatan PMT berbahan pangan lokal dapat membentuk kemandirian keluarga dalam menyediakan makanan yang berkualitas bagi Ibu Hamil dan Balita Gizi kurang pada balita dan ibu hamil KEK di Sulawesi Tenggara. Permasalahan ini harus dipebaiki, Salah satu program adalah pemberian makanan tambahan local. Dimana Sultra merupakan daerah pesisir dan kepulauan yang memiliki bahan pangan yang banyak. Keberhasilan dari program pemberian makanan lokal ditunjukkan dengan perbaikan status gizi dari kedua sasaran. Pada balita keberhasilan dilihat dari kenaikan berat badan tiap bulannya. Pada kegiatan ini yang sangat berperan adalah puskesmas. Di Puskesmas semua kegiatan yang dilakukan oleh kader dapat dipantau oleh tenaga gizi Puskesmas. Saran: Perlu perbaikan pada pendanaan yakni penambahan dana untuk pendistribusian makanan ke kader perlu penyediaan transportasi yang memadai. Perlu dilakukan evaluasi pada proses penyelenggaraan pemberian makanan tambahan berbahan lokal dan evaluasi kenaikan berat badan pada anak balita dan kenaikan ukuran LILA pada ibu hamil

    Freeze Drying Tomat Sebagai Upaya Peningkatan Status Anemia Pada Ibu Hamil (Studi Kadar Hemoglobin)

    Full text link
    Ringkasan:  Latar belakang: Prevalensi anemia ibu hamil di Kota Semarang mencapai 12,84% dengan program suplementasi tablet Fe selama 90 hari kurang efektif meningkatkan status anemia. Diperlukan alternatif non-farmakologis yang aman dan efektif. Tujuan: Mengetahui pengaruh freeze drying tomat terhadap perbaikan status anemia pada ibu hamil anemia. Metode: Quasi-eksperimen pretest-posttest control group design pada 40 ibu hamil anemia trimester I-III di Puskesmas Rowosari dan Srondol menggunakan purposive sampling. Kelompok perlakuan mendapat freeze drying tomat 5 gram (mengandung 50 mg vitamin C) plus tablet Fe, kelompok kontrol hanya tablet Fe selama 10 hari. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan independent t-test. Hasil: Peningkatan kadar hemoglobin kelompok perlakuan dari 9,665 gr/dl menjadi 10,970 gr/dl, sedangkan kontrol dari 9,735 gr/dl menjadi 10,575 gr/dl (p=0,000). Simpulan: Freeze drying tomat efektif meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Saran: Implementasi freeze drying tomat sebagai pendamping tablet Fe dalam program penanggulangan anemia maternal.Prevalensi ibu hamil anemia di kota Semarang sebesar 12,84%. program pemerintah dalam pencegahan anemia dengan pemberian Fe selama 90 hari kurang efektif dalam meningkatkan status anemia pada ibu hamil. Telah dilakukan upaya peningkatan status anemia melalui pemberian jus buah dan sayur. Untuk mengetahui apakah pemberian freeze drying tomat dapat memperbaiki status anemia pada ibu hamil anemia. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimen, pretest posttest with control group design. Variabel independen  pemberian freeze drying  tomat mengandung 50 mg vitamin C, variabel dependen kadar haemoglobin (Hb), teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 40 ibu hamil trimester I, II, III yang anemia,  terbagi menjadi kelompok kontrol (pemberian tablet Fe) dan perlakuan (pemberian freeze drying buah tomat dan tablet Fe).Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan independen t test. Pemberian freeze drying buah tomat (FdT) yang mengandung 50 mg vitamin C pada ibu hamil yang mengalami anemia selama 10 hari berpengaruh terhadap perbaikan status anemia, yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata kadar Hemoglobin dari 9,665 gr/dl menjadi 10,970 gr/dl pada kelompok intervensi. Freeze drying tomat berpotensi dapat digunakan sebagai pendamping tablet Fe dalam meningkatkan status anemia pada ibu hamil anemia

    Hubungan Antara Jumlah Anak dan Keterampilan Menyusui pada Ibu Nifas: Pendekatan Observasional Analitik

    No full text
    Ringkasan: Latar Belakang: Keterampilan menyusui yang benar merupakan faktor krusial dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Jumlah anak yang dimiliki ibu berpengaruh terhadap pengalaman dan kemampuan menyusui. Tujuan: Menganalisis hubungan antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui yang benar pada ibu nifas. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 50 ibu nifas 6 jam postpartum di PMB Amanah Kota Palu. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Keterampilan menyusui dinilai menggunakan checklist 16 item, dengan kategori terampil (skor ?16,5) dan tidak terampil (skor <16,5). Hasil: Sebanyak 64% ibu dengan jumlah anak ?2 tidak terampil menyusui, sedangkan 30% ibu dengan anak >2 terampil. Analisis Chi-square menunjukkan hubungan signifikan (p=0,000) antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui. Simpulan: Ibu multipara memiliki keterampilan menyusui lebih baik dibandingkan ibu primipara. Saran: Diperlukan intensifikasi edukasi dan konseling teknik menyusui pada ibu hamil primipara untuk meningkatkan keterampilan menyusui yang optimal.Masalah teknik menyusui pada ibu nifas tidak hanya dirasakan oleh ibu yang baru melahirkan, tetapi juga oleh mereka yang sudah pernah menyusui sebelumnya. Faktor-faktor seperti jumlah anak, pengetahuan, dan teknik menyusui yang tidak tepat dapat memengaruhi pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah anak dengan keterampilan menyusui yang benar pada ibu nifas di PMB Amanah Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 50 ibu nifas yang berusia 6 jam postpartum menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% ibu dengan jumlah anak ? 2 tidak terampil dalam menyusui, sementara 30% ibu dengan anak > 2 terampil dan 6% tidak terampil. Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara jumlah anak dan keterampilan menyusui (nilai p = 0,000). Kesimpulannya, ibu dengan lebih dari dua anak memiliki keterampilan menyusui yang lebih baik. Rekomendasi penelitian ini adalah meningkatkan penyuluhan dan konseling terkait teknik menyusui yang benar, khususnya pada ibu hamil dan nifas

    TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS: Efektivitas Front of Package (FoP) Nutrition Labelling Dalam Pengendalian Obesitas

    Full text link
    Ringkasan: Latar Belakang: Front of Package Nutrition Labelling (FoPNL) merupakan strategi pelabelan gizi sederhana di bagian depan kemasan untuk membantu konsumen memilih produk pangan yang lebih sehat sebagai upaya pengendalian obesitas. Tujuan: Mengetahui efektivitas FoPNL pada dewasa obesitas dalam pengendalian obesitas melalui tinjauan literatur sistematis. Metode: Systematic review menggunakan strategi pencarian PICO melalui database PubMed, Science Direct, NCBI, dan Scopus. Kriteria inklusi publikasi 2019-2024, populasi dewasa, free full text, bahasa Inggris dan Indonesia. Review menggunakan Critical Appraisal Skills Programme tools dengan 10 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil: FoPNL efektif mengurangi prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan melalui pengurangan asupan makanan dan minuman berkalori tinggi. Format FoPNL terbagi menjadi lima sistem: simple, numerik, kode warna, grade, dan peringatan. Efektivitas bergantung pada motivasi, kesadaran, pengetahuan konsumen, dan format yang digunakan. Simpulan: FoPNL dapat digunakan untuk pengendalian obesitas pada usia dewasa dengan mempertimbangkan format dan faktor konsumen. Saran: Diperlukan penelitian format FoPNL berbeda sebagai dasar pemilihan format sesuai masyarakat Indonesia.Front of Package Nutrition Labelling (FoPNL) dapat membuat konsumen memilih produk pangan kemasan yang lebih sehat sehingga dapat berpengaruh terhadap pengendalian obesitas. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui Efektifitas FoPNL pada dewasa obesitas dalam pengendalian obesitas. Metode yang digunakan menggunakan strategi pencarian PICO melalui database online. Kriteria inklusi pada artikel ini adalah publikasi tahun 2019-2024, populasi dewasa, free full text, menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Review menggunakan Critical Appraisal Skills Programme tools hingga disimpulkan. Hasil menunjukkan bahwa FoPNL dapat digunakan untuk pengendalian obesitas pada usia dewasa. Penerapan FoPNL ini dapat mengurangi prevalensi obesitas dan kelebihan berat badan melalui pengurangan asupan makanan maupun minuman yang memiliki kalori tinggi pada konsumen.

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇