Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    A Case Report of Warm Compresses as Nursing Pain Management in Abdominal Colic

    No full text
    Gejala kolik abdomen membutuhkan perhatian yang serius dalam penangannya karena nyeri hebat yang dirasakan dapat menurunkan kualitas hidup pasien kolik abdomen. Salah satu tindakan non farmakologi yang dilakukan untuk menurunkan nyeri adalah kompres hangat. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat gambaran penerapan kompres hangat terhadap perubahan nyeri pada klien dengan gejala Kolik Abdomen di RSU Aliyah 1 Kota Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada 1 subjek studi kasus selama 6 hari. Instrument yang digunakan untuk mengukur perubahan tingkat nyeri adalah numerical rating scale (NRS) Hasil penelitian menunjukkan nyeri mengalami penurunan setelah diberikan kompres hangat selama 6 hari ditandai dengan skala nyeri menurun dari skala 6 menjadi skala 4 pada hari ke enam intervensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat yang dikombinasikan dengan obat analgesic memberikan efek yang signifikan terhadap perubahan skala nyeri . Oleh karena itu, diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan kolik abdomen.Symptoms of abdominal colic require serious attention in handling because severe pain that is felt can reduce the quality of life of abdominal colic patients. One of the non-pharmacological actions taken to reduce pain is a warm compress. The purpose of this study was to see the picture of the application of warm compresses to pain changes in clients with symptoms of Abdominal Colic at RSU Aliyah 1 Kendari City. The method used in this study is a descriptive method with a case study approach conducted on 1 case study subject for 6 days. The instrument used to measure changes in pain levels is the numerical rating scale  (NRS) The results showed that pain decreased after being given warm compresses for 6 days characterized by a scale of pain decreased from a scale of 6 to a scale of 4 on the sixth day of the intervention. This study showed that the administration of warm compresses combined with analgesic drugs had a significant effect on changes in pain scale. Therefore, it is expected to be a source of information for nurses in providing nursing care to patients with abdominal colic

    Efektivitas Biskuit Beras Merah (Oryza nivara) dan Kedelai (Glycine max L) terhadap Kadar Hemoglobin Remaja Putri Anemia

    Get PDF
    Latar Belakang: Anemia merupakan masalah kesehatan di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap anemia karena dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pemerintah melakukan upaya suplementasi tablet tambah darah selain itu pemanfaatan pangan lokal yang kaya akan zat besi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biskuit beras merah dan kedelai terhadap kadar hemoglobin remaja putri anemia. Metode: Jenis penelitian quasi experiment (nonequivalent control group design). Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dengan sampel sebanyak 36 sampel. Sampel dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Kelompok Beras Merah (6 orang), Kedelai (6 orang), Beras Merah dan Kedelai (6 orang) dan Kontrol (18 orang). Instrumen yang digunakan Hematologi Analyzer. Analisis yang digunakan One Way Anova dan Post Hoc Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin kelompok Beras Merah, Kedelai, Beras Merah dan Kedelai, Kontrol sebelum intervensi adalah 11,40 g/dl, 10,85 g/dl, 10,68 g/dl, 11,34 g/dl dengan nilai p=0,037. Setelah dilakukan intervensi didapatkan rata-rata kadar hemoglobin  kelompok Beras Merah, Kedelai, Beras Merah dan Kedelai, Kontrol yaitu 11,90 g/dl, 12,51 g/dl, 11,95 g/dl, 11,72 g/dl dengan nilai p=0,001. Rata-rata selisih kadar hemoglobin adalah 0,5 g/dl, 1,66 g/dl, 1,27 g/dl, 0,38 g/dl dengan nilai p=0,001. Dapat disimpulkan, pemberian biskuit beras merah (Oryza Nivara) dan Kedelai (Glycine Max L) efektif meningkatkan kadar hemoglobin remaja putri

    Analysis of Direct and Indirect Determinants of Undernutrition Status in Adolescents Orphanages

    No full text
    Masalah gizi berperan secara langsung maupun tidak langsung terhadap lebih dari 60% dari 10 juta kematian anak di setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara determinan langsung dan determinan tidak langsung terhadap status gizi kurang pada remaja panti asuhan. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods yaitu kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap remaja panti asuhan di Kota Semarang. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah minimal 97 sampel. Data statistik dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai p-value variabel tingkat kecukupan energi 0,000 (<0,05) dan personal hygiene memiliki nilai p-value 0,000 (<0,05). Pada variabel sanitasi lingkungan menunjukkan nilai p-value 0,897 (>0,05) dan pemantauan pertumbuhan memiliki nilai p-value 0,668 (>0,05). Hasil wawancara diketahui sebagian besar panti asuhan memiliki anggaran makan yang tidak sesuai, sedangkan ketersediaan bahan pangan panti asuhan diketahui sudah dalam keadaan stabil. Dapat disimpukan terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dan personal hygiene terhadap status gizi kurang, tidak ada hubungan antara sanitasi lingkungan dan pemantauan pertumbuhan terhadap status gizi kurang, ada pengaruh antara anggaran makan terhadap status gizi kurang, namun tidak terdapat pengaruh antara ketersediaan bahan pangan terhadap status gizi kurang.Nutritional problems play a direct or indirect role in more than 60% of the 10 million child deaths each year. This study aims to determine the relationship between direct and indirect determinants of undernutrition status in adolescents at orphanages. This research is a mixed methods research, namely quantitative and qualitative with a cross sectional approach to orphanages in the city of Semarang. Determination of the sample using purposive sampling with a minimum number of 97 samples. Statistical data were analyzed using the Rank Spearman Corelation test. The results of the data analysis show that the p-value of the energy adequacy level variable is 0.000 (0.05). The results of the interviews revealed that most of the orphanages had inappropriate food budgets. while the availability of food for orphanages is known to be in a stable condition. It can be concluded that there is a relationship between the level of energy adequacy and personal hygiene on undernutrition status, there is no relationship between environmental sanitation and growth monitoring on undernutrition status, there is an effect between the food budget on undernutrition status, but there is no effect between food availability food safety on undernutrition status

    Kompres Rebusan Daun Sereh Merah terhadap Pengurangan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III: Penelitian Kuasi Eksperimen

    No full text
    One of the high-quality antenatal midwifery care is optimizing health during pregnancy, one of which is providing comfort to pregnant women, including reducing back pain which is usually felt by pregnant women in the third trimester through warm compresses. One action that has been proven to be effective in reducing pain non-pharmacologically is by warming the painful part of the body (Pratintya, 2012). Compress using red lemongrass is also a traditional treatment or alternative therapy to reduce pain, red lemongrass contains cyclo-oxygenation enzymes which can reduce pain and has a pharmacological effect, namely a hot and spicy feeling, where this hot feeling can relieve pain, stiffness and muscle spasm. or the occurrence of vasodilation of blood vessels. Based on this background, the author felt interested in conducting research on the effect of boiled red lemongrass compresses on reducing back pain in third trimester pregnant women. The aim of the research was to determine the effect of red lemongrass boiled compresses on back pain in third trimester pregnant women. The data analysis used in this research was a quasi experiment with a two groups pre post experimental test design with control group design approach, using the statistical test used was the Willcoxon test. Conclusion: There was a decrease in the level of back pain in pregnant women before and after being given the red lemongrass leaf boiled compress intervention with the results of the pretest data distribution finding a median value distribution of 5 and posttest data with a median value distribution of 3 and 1. There was an effect of red lemongrass leaf decoction on reducing back pain in pregnant women significantly with p value = 0.000 (p value < 0.05).Salah satu asuhan antenatal kebidanan bermutu tinggi adalah mengoptimalkan kesehatan selama kehamilan yang salah satunya adalah  memberikan kenyamanan pada ibu hamil termasuk mengurangi nyeri punggung yang biasa dirasakan oleh ibu hamil trimester III melalui kompres hangat. Salah satu tindakan yang terbukti efektif untuk mengurangi nyeri secara nonfarmakologi adalah dengan menghangatkan bagian tubuh  yang sakit (Pratintya, 2012). Kompres menggunakan serei merah  juga merupakan pengobatan  tradisional atau terapi alternatif untuk mengurangi nyeri, serei merah  memiliki kandungan enzim siklo oksigenasi yang dapat mengurangi nyeri dan  memiliki efek farmakologis yaitu rasa panas dan pedas, dimana rasa panas ini dapat meredakan rasa nyeri, kaku, dan spasme otot atau terjadinya vasodilatasi pembuluh darah. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis merasa tertarik melakukan penelitian tentang pengaruh kompres rebusan serei merah terhadap pengurangan nyeri punggung ibu hamil Trimester III.  Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh kompres rebusan sereh merah terhadap nyeri punggung ibu hamil Trimester III. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi ekperimen dengan pendekatan secara two groups pre post eksperimental test design with control group design, menggunakan Uji statistik yang digunakan adalah uji willcoxon. Kesimpulan : Ada penurunan tingkat nyeri punggung pada ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi kompres rebusan daun sereh merah dengan hasil distribusi data pretest ditemukan persebaran nilai median 5 dan data posttest persebaran nilai median 3 dan 1.Ada pengaruh rebusan daun sereh merah terhadap penurunan nyeri punggung pada ibu hamil secara signifikan dengan nilai p value = 0,000 (p value < 0,05)

    Aplikasi e-PTM sebagai Media Skrining Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Remaja

    Get PDF
    Non-communicable diseases (NCDs) are one of the 8 types of health problems experienced by adolescents, and there are four main diseases namely cardiovascular disease, cancer, diabetes and chronic respiratory diseases which cause 70 % of deaths in Indonesia. The main causes of NCDs in adolescents are unhealthy lifestyles, suchas consumption of unbalanced foods, no physical activity, smoking, and consuming alcohol. The purpose of this study is as an effort to prevent and control non-communicable diseases in adolescents by screening using the e-PTM application. This research method is in the form of Research and Development research, by developing the e-PTM application as an application for NCD screening in adolescents. The results of research in the form of the e-PTM application have been tested on 30 adolescents in Poni Poniki Village, Motui District, North Konawe Regency. Screening can be done by adolescents independently by accessing the website using a computer, tablet or smartphone. All screening results can be seen in the e-PTM application sistem which can only be accessed by admins in this case researchers, all screening result data is available in PDF and excel form and displayed in graphic form. The conclusion is that adolescents can screen independently and find out the results whether or not they are at risk of isolating non-communicable diseases.Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu masalah kesehatan dari 8 jenis masalah  kesehatan yang dialami oleh remaja,  dan ada empat penyakit yang utama yaitu penyakit kardiovaskuler, kanker, diabetes dan penyakit pernafasan kronis yang menjadi penyebab 70 % kematian terbanyak di Indonesia. Penyebab utama PTM pada remaja adalah pola hidup yang tidak sehat, yaitu konsumsi makanan yang tidak seimbang, tidak beraktivitas fisik, merokok, dan mengonsumsi alkohol.Tujuan penelitian ini adalah sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular pada remaja dengan skrining menggunakan aplikasi e-PTM. Metode penelitian ini berupa penelitian Research and Development, dengan mengembangkan  aplikasi e-PTM sebagai aplikasi untuk skrining PTM pada remaja. Hasil penelitian berupa aplikasi e-PTM telah diuji cobakan pada 30 remaja di Desa Poni Poniki Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara. Skrining dapat dilakukan oleh remaja secara mandiri dengan mengakses website menggunakan computer, tablet atau smartphone. Keseluruhan hasil skrining dapat terlihat pada sistem aplikasi e-PTM yang hanya dapat diakses oleh admin dalam hal ini peneliti, keseluruhan data hasil skrining tersedia dalam bentuk PDF dan excel dan ditampilkan dalam bentuk grafik.  Kesimpulan bahwa remaja dapat melakukan skrining secara mandiri dan mengetahui hasil apakah berisiko atau tidak beriso terhadap penyakit tidak menular

    Manajemen Stres pada Lansia dengan Hipertensi: Scoping Review

    Get PDF
    Various terms are used in defining stress management of elderly people with hypertension with varying abstract concepts used in various fields including nursing, psychology, medicine and education. A strong understanding of the concept of stress management in hypertensive elderly is important in nursing to be the basis for providing appropriate nursing care. The aim of this concept analysis is to clarify the concept of stress management and develop an operational definition about the concept of stress management in elderly with hypertension, attributes, antecedents, and consequences of the concept of stress management in elderly with hypertension. The method used is the concept analysis approach from Walker and Avant. The results of the analysis show that stress management attributes include stress management strategies, adaptive coping, use of resources from themselves and the environment. Antecedents for stress management for elderly people with hypertension include the characteristics of the elderly, sources of stress, and stress appraisal. The consequences of stress management include decreased of blood pressure, eliminated stress, increased adaptive capacity, and improved quality of life. This concepts analysis helps nurses to understand concepts and determine appropriate assessment and intervention for elderly people with hypertension. It is recommended that nurses understand the characteristics of the elderly, sources of stress, and the elderly's appraisal of stresors, coping used, as well as resources from themselves and the environment that can be used to overcome stress. Further research is needed in developing interventions to improve adaptive coping in elderly with hypertension regarding the consequences of stress management in elderly with hypertension.Berbagai istilah digunakan dalam mendefinisikan manajemen stres lansia dengan hipertensi dengan konsep abstrak yang bervariasi digunakan di berbagai bidang termasuk keperawatan, psikologi, kedokteran dan pendidikan. Pemahaman yang kuat tentang konsep manajemen stres pada lansia hipertensi penting dalam keperawatan untuk dapat menjadi dasar dalam melakukan asuhan keperawatan yang tepat. Tujuan dari analisis konsep ini adalah untuk memperjelas konsep manajemen stres dan mengembangkan definisi operasional dari konsep manajemen stres pada lansia dengan hipertensi, atribut, antesenden, dan konsekuensi dari konsep manajemen stres lansia dengan hipertensi. Metode yang digunakan adalah pendekatan analisis konsep dari Walker dan Avant. Hasil analisis menunjukan bahwa atribut manajemen stres meliputi strategi mengelola stres, koping adaptif, dan penggunaan sumber dari diri dan lingkungan. Antesenden untuk manajemen stres lansia dengan hipertensi meliputi karakteristik lansia, sumber stres, dan penilaian terhadap stres. Konsekuensi manajemen stres meliputi penurunan tekanan darah, stres menurun, kemampuan koping meningkat, dan kualitas hidup menjadi baik. Analisis ini membantu perawat untuk memahami konsep dan menentukan pengkajian dan intervensi yang tepat bagi lansia dengan hipertensi. Disarankan agar perawat harus memahami karakteritik lansia, sumber stres, penilaian lansia terhadap stresor, koping yang digunakan, serta sumber daya dari diri dan lingkungan yang dapat digunakan untuk mengatasi stres. Penelitian lebih lanjut diperlukan dalam mengembangkan intervensi untuk meningkatkan koping adaptif pada lansia dengan hipertensi terhadap konsekuensi dari manajemen stres lansia dengan hipertensi.

    Hubungan Kadar Kreatinin dan Leukosit terhadap Tingkat Kematian Pasien Leptospirosis

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara kadar kreatinin dan jumlah leukosit dengan tingkat kematian pada pasien leptospirosis. Metode yang digunakan yaitu penelitian Observasional analitik dengan pendekatan Cross-sectional melibatkan pengumpulan data medis pasien yang terdiagnosis dengan leptospirosis dan analisis statistik untuk mengevaluasi korelasi antara kedua faktor tersebut dengan tingkat kematian. Sampel penelitian ini merupakan pasien dewasa leptospirosis berusia > 18 tahun di RS PKU Muhammadiyah, RSUD Dr. Sayidiman Magetan, dan RSUD Kartini Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kadar AL (leukosit) dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara kreatinin dengan kematian pada pasien leptospirosis. Terdapat hubungan yang tidak bermakna antara kadar AL (lukosit) dan kreatinin pada pasien kematian pada pasien leptospirosis.This study aims to investigate the relationship between creatinine levels and leukocyte counts with mortality rates in leptospirosis patients. The method used was analytical observational research with a cross-sectional approach involving the collection of medical data of patients diagnosed with leptospirosis and statistical analysis to evaluate the correlation between the two factors with mortality rates. The sample was adult leptospirosis patients aged > 18 years at PKU Muhammadiyah Hospital, Dr. Sayidiman Magetan Hospital, and Kartini Karanganyar Hospital. The results showed that there was a non-significant relationship between AL (leukocyte) levels and mortality in leptospirosis patients. There is an insignificant relationship between creatinine and mortality in leptospirosis patients. There is a non-significant relationship between AL (leukocyte) and creatinine levels in patients with death in leptospirosis patients

    Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi sanitasi lingkungan hubungannya dengan kejadian penyakit malaria di kelurahan Anggoeya kecamatan Poasia Kota Kendari 2011

    No full text
    Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi sanitasi lingkungan hubungannya dengan kejadian penyakit malaria di kelurahan Anggoeya kecamatan Poasia Kota Kendari 201

    Pengaruh konseling oleh bidan terhadap keputusan ibu hamil dalam menentukan penolong dan tempat persalinan di wilayah kota Kendari

    No full text
    Pengaruh konseling oleh bidan terhadap keputusan ibu hamil dalam menentukan penolong dan tempat persalinan di wilayah kota Kendar

    Literature Review: Kepatuhan Pekerja Terhadap Kebijakan Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) untuk Pencegahan Penyakit Akibat Kerja

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dan mengkaji tingkat kepatuhan pekerja terhadap kebijakan pemakaian alat pelindung diri (APD) sebagai langkah pencegahan penyakit akibat kerja. Melalui metode literature review, kami menganalisis sejumlah studi terkait yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Tema utama yang muncul dari literatur adalah faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan pekerja terhadap penggunaan APD. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti pengetahuan, kesadaran, pelatihan, ketersediaan APD, pengawasan, dan budaya organisasi memainkan peran kunci dalam menentukan tingkat kepatuhan pekerja. Studi juga mencatat bahwa kurangnya pengetahuan tentang risiko penyakit akibat kerja, serta kurangnya akses terhadap APD yang sesuai, seringkali menjadi hambatan utama. Kesimpulannya, kepatuhan pekerja terhadap kebijakan pemakaian APD dapat ditingkatkan melalui pendekatan yang komprehensif, termasuk peningkatan pelatihan, edukasi, kesadaran, serta dukungan organisasi. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja guna meningkatkan tingkat kepatuhan pekerja terhadap pemakaian APD, yang pada gilirannya dapat membantu mencegah penyakit akibat kerja

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇