Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Dampak Pandemi Terhadap Tingkat Utilitas Pelayanan Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Haji Medan
Terjadi penurunan kunjungan di rumah sakit selama terjadinya pandemi Covid-19. Dengan melihat kondisi saat ini banyak peraturan pembatasan aktivitas masyarakat akibat pandemi covid-19 di longgarkan. Maka, Penulis tertarik untuk meneliti mengenai perilaku masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan dan apa yang menjadi faktor bagi masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan di saat mulai di bebaskannya kembali aktivitas masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Rawat Jalan RSU Haji Medan. Dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik Accidental Sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis multivariat regresi logistik. Hasil penelitian yang didapat bahwasannya terdapat hubungan antara faktor organisasi dan provider dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dengan persamaan regresi yang didapat, probabilitas orang untuk memanfaatkan pelayanan rumah sakit jika terdapat faktor organisasi dan faktor provider antara lain sebesar 79,2%. Faktor organisasi menunjukkan nilai tertinggi (OR=10,106) menjelaskan bahwa jika ada faktor pendukung organisasi baik itu dari segi kepemilikan asuransi kesehatan, akses menuju rumah sakit, dan ketersediaan sumber daya akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 10,106 kali dibandingkan dengan kurangnya faktor pendukung organisasi. Faktor provider dengan (OR=5,327) ) menjelaskan bahwa pemberian pelayanan oleh provider yang baik, maka akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 5,327 kali dibandingkan pemberian pelayanan oleh provider yang cukup diberikan.Selama pandemi terjadi kekhawatiran di masyarakat dalam memanfaatkan pela-yanan kesehatan. Tetapi saat ini, kondisi di Indonesia sudah memasuki masa endemi Covid-19 berdasarkan KEPPRES RI Nomor 17 Tahun 2023. Dengan berakhirnya pandemi Covid-19 di Indonesia, peneliti tertarik untuk mengetahui apa faktor apa yang menyebabkan masyarakat untuk memanfaatkan kembali pelayanan kesehatan di rumah sakit. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan RSU Haji Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik ac-cidental sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini ada sebanyak 100 orang. Dalam menganalisis data yang digunakan adalah analisis multivariat regresi logistik. Hasil dari penelitian ini yang didapat bahwasannya terdapat hubungan an-tara faktor organisasi dan provider dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dengan persamaan regresi yang didapat, probabilitas orang untuk memanfaatkan pelayanan rumah sakit jika terdapat faktor organisasi dan faktor provider antara lain sebesar 91,26% .Faktor organisasi menunjukkan nilai tertinggi (OR=8,426) menjelaskan bahwa jika ada faktor pendukung organisasi baik itu dari segi kepemilikan asuransi kesehatan, akses menuju rumah sakit, dan ketersediaan sumber daya akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 8,426 kali dibandingkan dengan kurangnya faktor pendukung organisasi. Faktor provider dengan (OR=4,839) menjelaskan bahwa pemberian pelayanan oleh provider yang baik, maka akan memanfaatkan pelayanan kesehatan sebesar 4,839 kali dibandingkan pemberian pelayanan oleh provider yang cukup diberikan
True Neurogenic Thoracic Outlet Syndrome: Sebuah Tinjauan Literatur
Latar Belakang: True neurogenic thoracic outlet syndrome (TN-TOS) adalah pleksopati brakialis kompresif kronis yang melibatkan akar dari persarafan C8, T1, atau batang tubuh bagian bawah. Mendiagnosis TN-TOS secara klinis cukup sulit dikarenakan penyakit ini sangat langka dan tidak ada gold standard untuk mendiagnosa TN-TOS. Oleh sebab jarangnya kasus ini, hanya ada sedikit literatur yang menggambarkan temuan neurologis, elektrodiagnostik dan radiologis TN-TOS serta banyak pasien TN-TOS menjalani manajemen bedah yang tidak perlu. Tujuan: Penulis bertujuan menyatukan berbagai literatur dan memberikan referensi terbaru terkait TN-TOS. Metode: Tinjauan literatur ini mengambil sampel berupa studi ilmiah terkait yang diterbitkan dalam rentang tahun 2018-2023 dengan kata kunci “true neurogenic thoracic outlet syndrome” yang ditelaah melalui database. Literatur yang memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan. Hasil: Hasil yang didapatkan TN-TOS adalah subtipe dari thoracic outlet syndrome dan membentuk sekitar 95% dari semua kasus. Penyakit ini biasa berkaitan dengan penggunaan ekstremitas atas secara berulang, trauma mapun kelainan kongenital. Gejalanya meliputi nyeri ekstremitas atas, nyeri bahu, nyeri leher, nyeri dada, nyeri supraklavikula, sakit kepala oksipital, parestesia, dan kelemahan pada tangan, lengan bawah, dan bahu. Kesimpulan: Diperlukan pemeriksaan fisik,dan penunjang yang signifikan agar pasien mendapatkan penatalaksanaan yang tepat.Backgrounds: True neurogenic thoracic outlet syndrome (TN-TOS) is a chronic compressive brachial plexopathy involving the roots of the C8, T1, or lower trunk nerves. Diagnosing TN-TOS clinically is quite difficult because this disease is very rare and there is no gold standard for diagnosing TN-TOS. Due to the rarity of these cases, there is little literature describing the neurological, electrodiagnostic and radiological findings of TN-TOS and many TN-TOS patients undergo unnecessary surgical management. Aim: The author aims to bring together various literature and provide the latest references regarding TN-TOS. Method: This literature review takes samples in the form of related scientific studies published in the 2018-2023 range with the keyword "true neurogenic thoracic outlet syndrome" which was reviewed through the database. Literature that met the inclusion criteria was included. Results: The results obtained by TN-TOS are a subtype of thoracic outlet syndrome and make up about 95% of all cases. This disease is usually associated with repeated use of the upper extremities, trauma or congenital abnormalities. Symptoms include upper extremity pain, shoulder pain, neck pain, chest pain, supraclavicular pain, occipital headache, paresthesias and weakness in hands, forearms and shoulders. Conclusion: Required physical examination, and significant support so that patients get the right management
Pengaruh Tata Ruang Penyimpanan Berkas Rekam Medis Rawat Inap terhadap Kinerja Petugas di RSUD Al-Ihsan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat inap terhadap kinerja petugas di RSUD Al-Ihsan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan penyebaran kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Jumlah responden sebanyak 45 petugas rekam medis dan pengolahan data menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh tata ruang penyimpanan berkas rekam medis rawat inap terhadap variabel kinerja petugas sebesar 72,9%, sedangkan sisanya 27,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini: 1) terdapat rak penyimpanan rekam medis yang sudah penuh. 2) banyak berkas rekam medis yang menumpuk dilantai. 3) jarak antar rak tingkat 4 belum sesuai standar jarak minimal. 4) beberapa lorong ruangan jarang dibersihkan dan kotor. Adapun saran yang diberikan kepada pihak rumah sakit: 1) menambah rak penyimpanan berkas rekam medis. 2) melakukan perluasan ruang penyimpanan berkas rekam medis. 3) mengatur ulang jarak rak tingkat 4 sesuai dengan standar jarak minimal yaitu 90 cm. 4) melakukan pembersihan rutin di seluruh ruangan penyimpanan berkas rekam medis.This study aims to determine the effect of inpatient medical-record file storage layout on officer performance at Al-Ihsan Hospital. The research method used is the quantitative method with a descriptive approach. Data collection techniques used were questionnaire distribution, observation, and literature study. The respondents were 45 medical record officers and data processing using PSS 20. The results showed that the effect of inpatient medical record file storage layout on officer performance variables was 72.9%, while other factors influenced the remaining 27.1%. The problems found in this study: 1) there are medical record storage shelves that are full. 2) many medical record files are piled up on the floor. 3) the distance between level 4 shelves does not meet the minimum distance standards. 4) some hallways are rarely cleaned and dirty. The suggestions given to the hospital: 1) add shelves for storing medical record files. 2) expand the medical record file storage room. 3)rearrange the distance of level 4 shelves according to the minimum distance standard, 90 cm. 4) Carry out routine cleaning throughout the medical record file storage room
Peran Zat Gizi Makro terhadap Suasana Hati dan Status Kebahagiaan pada Kelompok Dewasa Awal
Masa dewasa awal merupakan masa peralihan dari usia remaja menuju usia dewasa, masa ini penuh dengan masalah dan krisis emosional, perubahan nilai dan adaptasi diri pada hal-hal baru, sehingga lebih rentan mengalami stress. Beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi kognitif seseorang yaitu konsumsi makanan, dimana diet dapat mempengaruhi suasana hati dan status kebahagiaan dengan mengubah komposisi kimiawi otak dan mekanisme molekuler. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi makro (karbohidrat, protein, dan lemak) terhadap suasana hati dan status kebahagiaan pada kelompok dewasa awal di Kota Semarang. Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitaif dengan rancangan study cross-sectional. Sampel ditetapkan sejumlah 400 dengan menggunakan teknik cluster sampling dan dihitung menggunakan Slovin. Instrumen yang digunakan yaitu Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Four Dimensions Mood Scale (FDMS) dan Oxford Happiness Questionnare (OHQ) dan disebarkan secara online melalui google form. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman diketahui bahwa terdapat hubungan antara asupan protein dan karbohidrat dengan suasana hati (nilai p-value <0,05). Sedangkan asupan zat gizi makro meliputi protein, lemak dan karbohidrat tidak terdapat hubungan dengan status kebahagiaan pada kelompok dewasa awal (nilai p-value >0,05). Dapat disimpulkan bahwa asupan zat gizi makro khususnya karbohidrat dan protein berhubungan dengan suasana hati pada kelompok dewasa awal.
Kata kunci: Asupan zat gizi makro, suasana hati, status kebahagiaanEarly adulthood is a transitional period from adolescence to adulthood, this period is full of problems and emotional crises, changes in values and self-adaptation to new things, making it more vulnerable to stress. Some factors that affect a person's cognitive state are food consumption, where diet can affect mood and happiness status by changing brain chemical composition and molecular mechanisms. Therefore, the purpose of this study was to determine the relationship of macronutrient intake (carbohydrates, protein, and fat) to mood and happiness status in early adults in Semarang City. This study used quantitative method with cross-sectional study design. The sample was set at 400 using cluster sampling technique and calculated using Slovin. The instruments used were Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), Four Dimensions Mood Scale (FDMS) and Oxford Happiness Questionnare (OHQ) and distributed online through google form. The results of the analysis using the Spearman Rank correlation test showed that there was a relationship between protein and carbohydrate intake with mood (p-value <0.05). While the intake of macronutrients including protein, fat and carbohydrates has no relationship with happiness status in the early adult group (p-value> 0.05). It can be concluded that macronutrient intake, especially carbohydrates and protein, is associated with mood in early adulthood.
Keywords: Macronutrients intake, mood, happines
Pengaruh Substitusi Tepung Biji Nangka terhadap Kadar Protein dan Kadar Air Cookies
Cookies are a popular snack enjoyed and comsumed by various groups of people, one of which is used as a supplemnetary food for toddlers. Jackfruit seeds are a local food source with currently low utilization, making one of their uses to be procecced into flour. This is due to their high starch and protein content. The research aims to investigate the influence of substituting jackfruit seed flour on the protein content and moisture level of cookies. The study employs an experimenral research design using a completely randomized design with 4 treatments, including a control group, each repeated 2 times. The Kjeldahl method is utilized to test the protein content, while the thermogravimetric method is used to test the moisture content. The substitution of jackfruit seed flour in these cookies in this study is done at levels of 0, 10, 20, and 30%. The results of this research show the respective protein of the cookies in order 6,38; 6,51; 7,03; and 7,53%. The moisture content of cookies in order is 6.90; 4,65; 4,03; and 3.77%. This study concludes that there is a significant impact for each treatment of jacfruit seed flour substitution on the protein content and moisture level of cookies.Cookies adalah cemilan yang diminati dan dikonsumsi oleh banyak kalangan, salah satunya yaitu dijadikan sebagai makanan tambahan untuk balita. Biji nangka merupakan bahan pangan lokal yang pemanfaatannya masih rendah, sehingga salah satu pemanfaatannya dapat diolah menjadi tepung. Hal tersebut dikarenakan kandungan pati dan kandungan proteinnya yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mencari pengaruh substitusi tepung biji nangka terhadap kadar protein dan kadar air cookies. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan termasuk kontrol, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali ulangan. Metode kjeldahl digunakan untuk menguji kadar protein, sedangkan metode thermogravimetri digunakan untuk menguji kadar air. Substitusi tepung biji nangka terhadap cookies pada penelitian ini sebesar 0, 10, 20, dan 30%. Hasil dari penelitian ini didapatkan kandungan protein cookies secara berturut-turut sebesar 6,38; 6,51; 7,03; dan 7,53%. Hasil kadar air cookies secara berturut-turut sebesar 6,90; 4,65; 4,03; dan 3,77%. Dari penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang nyata pada setiap perlakuan substitusi tepung biji nangka pada kadar protein dan kadar air cookies. 
Pengaruh Implementasi Kebijakan Akreditasi terhadap Kinerja Puskesmas Kota Barat pada Situasi Pandemi COVID-19
This COVID-19 pandemic has put health services in a very challenging situation, requiring adjustments in an effort to maintain and improve the quality of health services. The purpose of this study is to analyze the effect of accreditation policy implementation on the performance of the West City Health Center in the COVID-19 pandemic situation. The sample in this study was employees at the West City Health Center with a total of 56 people. This study uses a variant-based Structural Equation Modeling (SEM) model (Partial Least Square), which aims to test predictive relationships between constructs by looking at the relationship or influence between these constructs. From the results ofthe study, it was found that there was a positive and significantinfluence on 3 variables of policy implementation, namely; communication(0.224), resources (0.268), and bureaucratic structure (0.404). As for the disposition variable, it had a positive but not significant effect (0.063). The conclusion of this study is that there is an influence of accreditation policy implementation on performance of 0.779, in the sense that the performance of the West City Health Center in theCOVID-19 pandemic situation is influenced by communication, resources, disposition, and bureaucratic structure variables by 77.9% while 22.1% is influenced by other variables that are not included in this model.Pandemi COVID-19 telah menempatkan pelayanan kesehatan dalam situasi yang sangat menantang, memerlukan penyesuaian dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh implementasi kebijakan akreditasi terhadap kinerja Puskesmas Kota Barat pada situasi pandemi COVID-19. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan yang ada di Puskesmas Kota Barat denganjumlah 56 orang. Penelitian ini menggunakan model Structural Equation Modeling (SEM) berbasis varian (Partial Least Square), yang bertujuan untuk menguji hubungan prediktif antar konstruk dengan melihat hubungan atau pengaruh antar konstruk tersebut. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan pada 3 variabel implementasi kebijakan yakni; komunikasi (0,224), sumber daya (0,268),dan struktur birokrasi (0,404). Sedangkan untuk variabel disposisi berpengaruh positif tapi tidak signifikan (0,063). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh implementasi kebijakan akreditasi terhadap kinerja sebesar 0,779, dalam artian bahwa kinerja Puskesmas Kota Barat pada situasi pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi sebesar 77,9% sedangkan 22,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini
Pemeriksaan Biomarker Pada Pasien Dengan Dermatitis Atopik : Sebuah Review
Latar Belakang: Dermatitis atopik (DA) adalah penyakit kulit inflamasi kronis berulang yang ditandai dengan eksim akut atau lesi likenifikasi kronis dengan berbagai heterogenitas. Penyakit kulit ini mempengaruhi hampir 10-20% orang di seluruh dunia. Perjalanannya melibatkan kekambuhan kronis yang secara signifikan menurunkan kualitas hidup pasien. Biomarker selalu ada untuk berbagai tujuan di kedokteran, terutama sebagai alat diagnostik. Namun, saat ini terdapat kekurangan biomarker yang sesuai untukdermatitis atopik, sebagian besar dikarenakan kesulitan pada pengambilan sampel. Tujuan: Mengetahui biomarker terkini yang dapat digunakan pada pasien dengan dermatitis atopik. Metode: Tinjauan literatur diambil dari database seperti PubMed dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Berdasarkan literatur, terdapat beberapa biomarker yang dapat digunakan untuk pasien dengan dermatitis atopic antara lain TARC atau CCL17, CCL27, phytosphingosine CD300a, Interleukin-1 family (IL-18, IL1?, CXCL8), adipokin, FABP5, filaggrin. Kesimpulan: Dari literatur ini didapatkan bahwa terdapat beberapa biomarker terkini untuk pasien dengan dermatitis atopik yang dapat digunakan sebagai penanda keparahan klinis penyakit dan pemantauan perkembangan penyakit, sebagai alat penanda prognostik, skrining dan diagnosis.Background: Atopic dermatitis (AD) is a chronic inflammatory skin disease characterized by acute eczema or chronic lichenified lesions with heterogeneity. This skin disease affects almost 10-20% of people worldwide. The course involves chronic relapses that significantly reduce the patient's quality of life. Biomarkers have always existed for various purposes in medicine, especially as a diagnostic tool. However, there is currently a shortage of suitable biomarkers for atopic dermatitis, largely due to difficulties in sampling. Purpose: To find out the latest biomarkers that can be used in patients with atopic dermatitis. Method: Literature review are taken from PubMed and Google Scholar databases published within the last 5 years, from 2018-2022. Results: Based on the literature, there are several biomarkers that can be used for patients with atopic dermatitis including TARC or CCL17, CCL27, phytosphingosine CD300a, Interleukin-1 family (IL-18, IL1?, CXCL8), adipokines, FABP5, filaggrin. Conclusion: From the literature it was found that there are several current biomarkers for patients with atopic dermatitis that can be used as markers of clinical disease severity and monitoring of disease progression, as prognostic markers, screening and diagnosis tools
Post COVID-19 Sequelae in Adults: A Review
Post-COVID syndrome is a multisystem disorder that develops after an acute illness. Numerous studies of past respiratory virus pandemics have shown persistence of various symptoms, fatigue, shortness of breath, and cognitive dysfunction that are frequently mentioned. The research carried out use a systematic literature search, a systemic search of published was performed in the databases PubMed and ScienceDirect. To find papers search terms “Post COVID-19”, “SARS-Cov-2”, “Sequelae” and “Adult”. The online search performed between December 2022 to April 2023. The results from the 14 journals used in this study consisted of 9 journals with cohort studies, 3 journals cross sectionals, 2 journals systematic reviews. Fatigue was the most common sequelae (71,4%), shortness of breath (64,1%), anxiety/depression (35,7%), memory and attention deficits (21,4%), myalgia/joint pain (21,4%), Smell/taste disorders (21,4%), hair loss (14,2%), and (7,1%) weakness legs, pain when breathing, cough, tiresness, headaches, problems seeing or blurred vision, hyperhidrosis, insomnia, sore throat, rhinitis, diarrhoea, ageusia, impaired pulmonary function, abnormal CT findings including pulmonary fibrosis, incurred greater risk of heart failure. There are many Sequelae in post COVID-19 sufferers, this will affect the target organs in the body. Fatigue is the most reported sequelae.Sindrom pasca-COVID merupakan kelainan multisistem yang berkembang setelah penyakit akut. Sejumlah penelitian tentang pandemi virus pernapasan di masa lalu menunjukkan berbagai gejala tersering yang muncul terus-menerus, kelelahan, sesak napas, dan disfungsi kognitif. Kajian menggunakan metode pencarian literatur sistematis dari publikasi dilakukan pada database PubMed dan ScienceDirect. Untuk menemukan istilah penelusuran makalah “Post COVID-19”, “SARS-Cov-2”, “Sequelae”, dan “Adults”. Pengelolaan data dilakukan pada Desember 2022 hingga April 2023. Hasil dari 14 jurnal yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 9 jurnal dengan studi kohort, 3 jurnal cross sectional, 2 jurnal sistematik review. Kelelahan adalah gejala sisa yang paling umum (71,4%), sesak napas (64,1%), kecemasan/depresi (35,7%), defisit memori dan perhatian (21,4%), mialgia/nyeri sendi (21 ,4%), Gangguan bau/rasa (21,4%), rambut rontok (14,2%), dan (7,1%) kaki lemah, nyeri saat bernapas, batuk, mudah lelah, sakit kepala, gangguan penglihatan atau penglihatan kabur, hiperhidrosis, insomnia, sakit tenggorokan, rinitis, diare, ageusia, gangguan fungsi paru, temuan CT abnormal termasuk fibrosis paru, menimbulkan risiko gagal jantung yang lebih besar. Kesimpulan: Gejala sisa pada penderita pasca COVID-19 banyak, hal ini akan mempengaruhi organ target dalam tubuh. Kelelahan adalah gejala gejala sisa yang paling banyak dilaporkan
Risk Analysis of Sitting Posture and Physical Activity with Low Back Pain Complaints in Students of University X Batam City in 2023
Low Back Pain atau nyeri punggung bawah merupakan cedera yang dijumpai pada akibat aktivitas fisik yang buruk. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya keluhan nyeri punggung bawah adalah posisi, lama duduk dan saat beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungn Postur duduk dan aktivitas dengan keluhan low back pain pada mahasiswa. Telah dilakukan penelitian survei analitik cross sectional terhadap 107 dengan menggunakan kuesioner, pengabilan sampe dilakukan secara random samplig. Hasil kusioner diuji dengan uji statistik Chi Square. Diperoleh Ada hubungan postur duduk dengan keluhan low back pain pada mahasiswa Universitas X di kota Batam Tahun 2023 p-value 0,05; r2 = 0,02. Ada nya hubungan aktivitas fisik dengan keluhan low back pain pada mahasiswa universitas ibnu sian p value 0,05; r2 = 0,03. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapatnya hubungan postur duduk dan aktivitas fisik dengan keluhan Low Back Pain pada mahasiswa Universitas X Kota Batam Tahun 2023.Low Back Pain or lower back pain is an injury that occurs as a result of poor physical activity. One of the factors that can influence complaints of lower back pain is position, length of sitting and activity. The aim of this research is to determine the relationship between sitting posture and activity with complaints of low back pain in students. A cross sectional analytical survey research was carried out on 107 people using a questionnaire, random sampling was carried out. The questionnaire results were tested using the Chi Square statistical test. It was found that there was a relationship between sitting posture and complaints of low back pain among students at University X in Batam City in 2023, p-value 0.05; r2 = 0.02. There is a relationship between physical activity and complaints of low back pain in university students. r2 = 0.03. The conclusion of this research is that there is a relationship between sitting posture and physical activity with complaints of Low Back Pain in students at University X, Batam City in 2023
Urine Podocalyxin as a Biomarker Predictor of Diabetic Nephropathy
Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyebab terbanyak dari diabetes, terdiri atas sekitar 85% kasus. Nefropati Diabetik (ND) merupakan salah satu komplikasi dari penyakit diabetes melitus yang dapat berakhir sebagai gagal ginjal. Podocalyxin (PDX) merupakan protein yang diekspresikan dalam podosit ginjal yang berperan dalam menjaga struktur glomeruli. Desain penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 25 subjek DMT2 dengan ND dan 25 subjek DMT2 tanpa ND yang diperoleh dengan teknik sampling probability purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Endokrin, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Hasanuddin University Medical Research Center (HUM-RC) Rumah Sakit Universitas Hasanuddin Makassar. Subjek DMT2 dengan dan tanpa ND dikategorikan berdasarkan kadar Albumin/Creatinine Ratio (ACR) yang diukur menggunakan metode imunoturbidimetri dan kadar podocalyxin urine diukur menggunakan metode Enzyme-linked Immunosorbent Assay. Hasil penelitian menunjukkan Area Under Curve validitas PDX terukur pada 0,779 dengan derajat kepercayaan 0,685-0,913 (p<0,05). Nilai cut off point sebesar 0,175 ng/mL dengan sensitivitas sebesar 66,7%, spesifisitas sebesar 64,3%. Disimpulkan bahwa PDX dengan nilai kadar 0,175 ng/mL dapat digunakan sebagai biomarker prediktor ND.Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is the most common cause of diabetes, accounting for about 85% of cases. Diabetic nephropathy (DN) is a complication of diabetes mellitus which can end up as kidney failure. Podocalyxin (PDX) is a protein expressed in kidney podocytes that plays a role in maintaining the structure of the glomeruli. The research design was carried out using analytic observational method with a cross sectional design. The total samples were 25 T2DM subjects with DN and 25 T2DM subjects without DN obtained by purposive probability sampling technique. This research was conducted at the Endocrine Polyclinic, Clinical Pathology Laboratory, Hasanuddin University Medical Research Center (HUM-RC) Laboratory, Hasanuddin University Hospital, Makassar. T2DM subjects with and without DN were categorized based on Albumin/Creatinine Ratio (ACR) levels that measured by immunoturbidimetric method and urine podocalyxin levels measured by the Enzyme-linked Immunosorbent Assay method. The results showed that the Area Under Curve of PDX validity was measured at 0.779 with a degree of confidence of 0.685-0.913 (p<0.05). The cut off point value was 0.175 ng/mL with a sensitivity of 66.7% and a specificity of 64.3%. It was concluded that PDX with a concentration value of 0.175 ng/mL could be used as a biomarker predictor of DN