Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Hubungan antara Kadar HBA1C dan Gula Darah Sewaktu (GDS) dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kadar HbA1c dan gula darah sewaktu (GDS) dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II yang dirawat di Rumah Sakit Darmayu, Ponorogo. Data pasien diabetes melitus tipe II selama periode tertentu dikumpulkan, dan analisis statistik digunakan untuk menentukan korelasi antara kadar HbA1c, GDS, dan kejadian hipertensi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dna sampel dalam penelitin ini sebanyak 60 pasien prolanis yang menderita DM dan rutin kontrol di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur Hasil penelitian ini Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hba1c dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur. Terdapat hubungan yang signifikan antara Gula Darah Sewaktu (GDS) dengan kejadian hipertensi pada pasien diabetes melitus tipe II di Rumah Sakit Darmayu Ponorogo, Jawa Timur

    Penerapan Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Karyawan

    Get PDF
    Artikel ini membahas hasil kajian literatur tentang penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di tempat kerja dengan fokus pada peran karyawan. K3 menjadi faktor kunci dalam memastikan kesejahteraan karyawan dan produktivitas organisasi. Penelitian ini berdasarkan evaluasi terhadap berbagai sumber literatur, termasuk jurnal ilmiah, laporan industri, dan pedoman regulasi K3. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik K3 yang efektif memberikan dampak positif dalam mengurangi tingkat kecelakaan kerja, penyakit terkait pekerjaan, dan absensi karyawan. Selain itu, peran penting manajemen dalam mendorong budaya keselamatan di tempat kerja dan mendukung inisiatif K3 ditekankan dalam artikel ini. Karyawan yang merasa didukung oleh manajemen lebih cenderung untuk patuh terhadap prosedur keselamatan dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan kerja yang aman. Kesimpulannya, penerapan K3 yang efektif bukan hanya memenuhi standar etis, tetapi juga meningkatkan produktivitas organisasi dan kesejahteraan karyawan. Oleh karena itu, artikel ini menyediakan dasar untuk pemahaman yang lebih dalam tentang pentingnya penerapan K3 di tempat kerja dan peran karyawan serta manajemen dalam mencapai kesuksesan jangka panjang dalam hal keselamatan dan kesehatan kerja.This article discusses the results of a literature review on the implementation of occupational safety and health (OSH) in the workplace with a focus on the role of employees. OHS is a key factor in ensuring employee well-being and organizational productivity. The research is based on an evaluation of various literature sources, including scientific journals, industry reports, and OHS regulatory guidelines. The results show that effective OHS practices have a positive impact on reducing the rate of occupational accidents, work-related diseases and employee absenteeism. In addition, the important role of management in encouraging a workplace safety culture and supporting OHS initiatives is emphasized in this article. Employees who feel supported by management are more likely to comply with safety procedures and actively participate in maintaining a safe work environment. In conclusion, effective OHS implementation not only meets ethical standards, but also improves organizational productivity and employee well-being. Therefore, this article provides a basis for a deeper understanding of the importance of OHS implementation in the workplace and the role of employees and management in achieving long-term success in terms of occupational safety and health

    Perubahan Kualitas Hidup DLQI Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Krim Racikan Anti Jerawat Klinik Sukma

    Get PDF
    Akne Vulgaris merupakan penyakit pada unit pilosebasea yang ditandai dengan komedo terbuka atau tertutup, papula, pustula, nodul dan kista. Akne adalah salah satu penyakit tersering yang diobati oleh dokter dermatologi dan  banyak terjadi pada usia remaja. kualitas hidup adalah persepsi seseorang mengenai keberadaannya dalam hidup, di dalam konteks kultural maupun sistem nilai serta hubungannya dengan tujuan, harapan, standard, dan perhatiannya. Akne merupakan penyakit kulit yang dapat berdampak pada kualitas hidup penderitanya. Terganggunya kualitas hidup dapat memberikan dampak negatif psikologis dan dapat memicu gejala emosional seperti depresi, rasa cemas, marah, maupun perasaan malu yang berdampak pada hubungan interpersonal. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan akne seperti  riwayat  keluarga atau genetik, hormonal, lingkungan, stres emosional, trauma, makanan,obat-obat, dan kosmetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari rerata skor kualitas hidup DLQI sebelum dan sesudah intervensi serta perbedaan kualitas hidup DLQI yang bermakna  sebelum dan sesudah penggunaan krim racikan anti jerawat Klinik Sukma. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi  observasional analitik  dan menggunakan desain potong lintang dengan cara membagikan kuesioner DLQI dalam bentuk g-form. Sampel diambil secara consecutive sampling, kemudian dianalisa menggunakan uji Wilcoxon. Dari 32 responden menderita Akne Vulgaris terdapat 9 (28,13%) responden laki-laki dan 23 (71,87%) responden perempuan. Pada penelitian ini didapatkan perbedaan rerata skor kualitas hidup DLQI yang bermakna sebelum intervensi 8,63±8,147 menjadi 5,78±6,210 setelah intervensi dengan p=0,006.Acne vulgaris is a disease of the pilosebaceous unit characterized by open or closed comedones, papules, pustules, nodules and cysts. Acne is one of the most common diseases that are treated by dermatologists and occurs mostly in adolescents. Quality of life is a person's perception of his existence in life, in the context of his value system culture and its relationship to goals, expectations, standards and concerns. It is a skin disease that can have an impact on the quality of life of the sufferer. Disruption of quality of life can have a negative psychological impact and can trigger emotional symptoms such as depression, anxiety, anger, and feelings of shame that have an impact on interpersonal relationships. Several factors can cause acne such as family history or genetics, hormones, environment, emotional stress, trauma, food, medications, and cosmetics. The purpose of this study was to find out the DLQI quality of life scores before and before the intervention and the significant difference in the DLQI quality of life before and before the use of Sukma Clinic's anti-acne cream. The method used in this study is an analytical observational study and the use of a cross-sectional design by distributing the DLQI questionnaire in the form of a g-form. Samples were taken sequentially by sampling, then analyzed using the Wilcoxon test. Of the 32 respondents suffering from acne vulgaris, there were 9 (28.13%) male respondents and 23 (71.87%) female respondents. In this study, it was found that the difference in the mean DLQI quality of life score before the intervention was 8.63±8.147 to 5.78±6.210 after with p=0.006

    Model - Model Pengukuran Beban Kerja Perawat Di Rumah Sakit: A Literature Review

    Get PDF
    Nurse workload is all activities, activities, actions taken by a nurse while the nurse is on duty in a hospital service unit. The purpose of this literature is to identify which method is more effective and efficient to measure the workload of nurses. Article review was carried out through several electronic databases including Google Scholar, Google Scholar, Pubmed with the keyword "nurse workload", inclusion criteria included articles published between 2015 and 2022, full text in both English and Indonesian. A literature search found 72 articles, then 51 articles were removed according to the exclusion criteria, so that only 8 articles were identified. The results of the literature study show that the WISN method is most often used to determine the workload of health workers, not only nurses. made by several people including Richa Noprianty et al, 2020 with the topic Analysis of Nurses Staff Needs Using Workload Indicate Staff Need in Pediatric Ward with Time Motion Study, Taufique Joarder et al, 2020 with the topic Assessment of staffing needs for physicians and nurses at Upazila health complexes in Bangladesh using WHO workload indicators of staffing need (WISN) method and Angélica Araújo de Menezes et al, 2022 with the topic Application of the workload indicators of staffing need method to calculate the size of the medical staff at a maternity hospital in the state of Bahia, Brazil. But beyond that, it doesn't mean that other methods are ineffective, because each method has its own advantages and disadvantages, it's up to the researchers or the hospital to choose which method to useBeban kerja perawat merupakan seluruh kegiatan, aktivitas, tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat selama perawat tersebut bertugas di suatu unit peayanan Rumah sakit. Tujuan literature ini untuk mengidentifikasi metode mana yang lebih efektif dan efisien untuk melakukan pengukuran beban kerja perawat. Penelaahan artikel dilakukan melalui beberapa data base elektronik meliputi Google Scholar, Google Cendekia, Pubmed dengan kata kunci “nurse workload”, kriteria inklusi meliputi artikel yang di publikasikan antar tahun 2015 sampai 2022, teks lengkap baik dalam bahasa inggis ataupun indonesia. Pencarian literature ditemukan 72 artikel, selanjutnya 51 artikel di keluarkan sesuai kriteria ekslusi, sehingga hanya 8 artikel yang diidentifikasi. Hasil dari penelitian lieterature menunjukan bahwa metode WISN paling sering digunakan untuk menentukan beban kerja tenaga kesehatan tidak hanya tenaga perawat, Kesimpulan dari artikel ini adalah Berdasarkan hasil dari beberapa artikel yang di dapat menunjukan  bahwa metode WISN paling sering digunakan dibandingkan metode lain, misalnya salah satu artikel yang di buat oleh beberapa orang diantaranya Richa Noprianty et al, 2020 dengan topik Analysis of Nurses Staff Needs Using Workload Indicate Staff Need in Pediatric Ward with Time Motion Study, Taufique Joarder et al, 2020 dengan topik Assessment of staffing needs for physicians and nurses at Upazila health complexes in Bangladesh using WHO workload indicators of staffing need (WISN) method dan Angélica Araújo de Menezes et al, 2022 dengan topik Application of the workload indicators of stafng need method to calculate the size of the medical staf at a maternity hospital in the state of Bahia, Brazil. Tapi di luar itu bukan berarti metode Lain tidak efektif, karena setiap metode pasti ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing, kembali lagi ke pihan peneliti atau pihak rumah sakit mau menggunakan metode yang mana

    Asosisasi Kejadian Priapismus Dengan Riwayat Penggunaan Antipsikosis

    Get PDF
    Priapismus merupakan salah satu kegawatdaruratan urologis yang membutuhkan intervensi segera. Priapismus memiliki angka prevalensi yang rendah pada populasi umum, namun memiliki peningkatan risiko pada populasi tertentu. Terdapat berbagai faktor yang meningkatkan risiko priapismus yaitu pada pasien dengan gangguan hematologi, konsumsi obat-obatan tertentu, malignansi, dan gangguan neurologi. Priapismus akibat obat-obatan dapat disebabkan oleh obat antipsikotik/ Anti Psycotic Drugs (APD), antidepresan, antihipertensi, antikoagulan, penghambat alfa, dan beberapa zat psikoaktif. APD diperkirakan menyumbang setengah dari kasus priapismus yang dipicu oleh obat. Karena hal ini, pentinguntuk tenaga medis mengetahui asosiasi kejadian priapismus dan APD, untuk lebih selektif dalam meresepkan obat tertentu pada pasien. Metode: Penulis mencari, menyeleksi, dan memilih jurnal yang berkaitan dengan asosiasi kejadian priapismus dan APD melalui beberapa database penelitian antara lain ScienceDirect, Google Scholar, PubMed, dan Wiley. Kata kunci yang digunakan adalah “Priapismus”, “Antipsikotik”, dan “Asosiasi”. Hasil: Berbagai studi telah menunjukkan asosiasi yang signifikan antara kejadian priapismus dengan riwayat konsumsi APD. APD menyumbang 50% kejadian priapismus yang dipicu oleh obat-obatan. Kombinasi dari APD dengan obat psikotropika atau obat lainnya meningkatkan risiko kejadian priapismus. Simpulan: Kejadian priapismus memiliki asosiasi dengan riwayat konsumsi APD.Priapism is a urological emergency that requires immediate intervention. Priapism has a low prevalence rate in the general population, but has an increased risk in certain populations. There are various factors that increase the risk of priapism, namely in patients with hematological disorders, consumption of certain drugs, malignancies, and neurological disorders. Priapism due to drugs can be caused by Anti Psychotic Drugs (APD), antidepressants, antihypertensives, anticoagulants, alpha blockers, and some psychoactive substances. APD is estimated to account for half of drug-induced priapism cases. Because of this, to be more selective in prescribing certain drugs to patients, it is important for medical personnel to know the association between the incidence of priapism and APD. Methods: The author searches and selects journals related to the association of the incidence of priapism and APD through several research databases including ScienceDirect, Google Scholar, PubMed, and Wiley. The keywords used were "Priapismus", "Antipsycotic", and "Association". Results: Various studies have shown a significant association between the incidence of priapism and a history of APD consumption. APD accounts for 50% of drug-induced priapism. The combination of APD with other psychotropic drugs or other drugs increases the risk of developing priapism. Conclusion: The incidence of priapism has an association with a history of APD consumption

    Efek Dari Seramid Terhadap Pengobatan Dermatitis Atopik : Literatur Review

    Get PDF
    Ceramides are important sphingolipids in forming the skin's permeability barrier and preventing the invasion of foreign substances. Insufficient ceramide levels can disrupt the function of the skin barrier. Atopic Dermatitis (AD) is one type of skin disease that occurs due to skin barrier dysfunction, and ceramides can be used as an alternative therapy. This study aims to review the literature on the use of ceramides in the treatment of AD. The research was conducted by searching and selecting relevant literature. The selected keywords were "Ceramide" AND "Atopic Dermatitis" OR "Atopic Eczema" AND "Treatment." The author searched for a collection of literature from reliable sources such as Pubmed, Google Scholar, Ebsco, Medline, Science Direct, Cochrane, and Hindawi, published in the last 10 years. From the search results, the author performed further selection and obtained relevant 33 journals. The discussion was organized in a structured format, consisting of definition, epidemiology, pathophysiology, and how ceramides provide an alternative therapy for atopic dermatitis. Ceramides act as water modulators and form a multi-layered lamellar structure with other lipids in the stratum corneum (SC), contributing to the barrier permeability. Ceramide disturbances can disrupt the function of the intracellular skin barrier and increase transepidermal water loss (TEWL), leading to various skin diseases, including atopic dermatitis. There is a significant correlation between reduced ceramide levels and the occurrence of atopic dermatitis. The management of atopic dermatitis is primarily aimed at reducing signs and symptoms of the disease and preventing or minimizing relapses. The best therapeutic approach is to enhance the function of the skin barrier through regular moisturization and avoiding irritants. The research findings indicate that ceramides play a role in maintaining skin moisture and repairing skin barrier damage. The use of topical products containing ceramides and other lipids can help improve the skin barrier and reduce AD symptoms. Studies also show that adding ceramides to skin moisturizers can enhance the function of the skin barrier. This research provides further understanding of the role of ceramides in the treatment of atopic dermatitis and the development of products that can enhance skin health.Seramid adalah sphingolipid yang penting dalam membentuk barier permeabilitas kulit, dan mencegah invasi zat asing. Kekurangan seramid dapat menyebabkan gangguan pada fungsi barier kulit. Dermatitis Atopik (DA) adalah salah satu jenis penyakit kulit yang terjadi akibat disfungsi barier kulit, dan seramid dapat digunakan sebagai terapi alternatif. Literature review ini bertujuan mencari literatur mengenai penggunaan seramid dalam pengobatan DA. Penelitian ini dilakukan dengan mencari dan pemilihan literatur yang sesuai dengan topik. Kata kunci yang dipilih adalah “Ceramide” AND "Atopic Dermatitis" OR "Atopic Eczema" AND “Treatment”. Penulis mencari kumpulan tinjauan pustaka dari beberapa sumber terpercaya antara lain Pubmed, Google Scholar, Ebsco, Medline, Science Direct, Cochrane dan Hindawi yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Dari hasil pencarian, penulis melakukan seleksi kembali dan didapatkan 33 jurnal. Hasil diskusi disusun dalam format terorganisir yang terdiri dari definisi, epidemiologi, patofisiologi, dan bagaimana seramid memberikan efek sebagai terapi alternatif pada kejadian dermatitis atopik. Seramid berperan sebagai modulator air dan menjadi barier permeabilitas dengan membentuk struktur multi-layered lamellar dengan lipid lainnya pada lapisan stratum korneum (SC). Gangguan seramid dapat menyebabkan terganggunya fungsi sawar kulit intraseluler dan meningkatkan transepidermal water loss (TEWL), sehingga dapat menyebabkan berbagai penyakit kulit termasuk dermatitis atopik.Terdapat hubungan signifikan antara dermatitis atopik yang menyebabkan kadar seramid berkurang dengan penggunaan seramid. Penatalaksanaan dermatitis atopik terutama ditujukan mengurangi tanda dan gejala penyakit, mencegah atau mengurangi kekambuhan. Pendekatan terapeutik terbaik adalah dengan meningkatkan fungsi barier kulit dengan penggunaan pelembab secara teratur dan menghindari iritasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa seramid berperan dalam menjaga kelembaban kulit dan memperbaiki kerusakan pada barier kulit. Penggunaan produk topikal yang mengandung seramid dan lipid lainnya dapat membantu memperbaiki barier kulit dan mengurangi gejala DA. Studi juga menunjukan bahwa menambahkan seramid ke dalam pelembab kulit dapat meningkatkan fungsi barier kulit. Penelitian ini memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai peran seramid dalam perawatan dermatitis atopik dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan kesehatan kulit

    Hygiene Sanitasi Jajanan Anak Sekolah Dasar Dengan Kejadian Diare di Desa Saentis Kecamatan Percut Sei Tuan

    Get PDF
    Hygiene is an effort to improve individual health through preventive health measures. Food sanitation is an effort to maintain food hygiene, safety and health by securing and preserving it. The aim of the study was to determine the relationship between food handler hygiene, equipment sanitation, serving sanitation, and facilities sanitation with the incidence of diarrhea. This type of quantitative research is descriptive observational survey using the Chi-Square statistical test. The results obtained showed that there was a relationship between handler knowledge (p=0.014), handler hygiene (p=0.026), equipment sanitation (p=0.003), presentation sanitation (p=0.003), facility sanitation (p=0.044) with the incidence of diarrhea in elementary schools, Saentis Village, Percut Sei Tuan District. It can be concluded that food vendors must always pay attention to personal hygiene before handling food. And don’t forget to pay attention to the condition of equipment and food storage before selling so that contamination does not occur. As well as strive for safe and clean facilities/facilities. Keywords: Hygiene and Sanitation, Diarrhea, Snack FoodHygiene merupakan usaha untuk meningkatkan kesehatan individu melalui langkah-langkah kesehatan preventif. Sanitasi makanan adalah upaya menjaga kebersihan, keamanan, dan kesehatan pangan dengan mengamankan dan melestarikannya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan hygiene penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian, dan sanitasi sarana dengan kejadian diare. Jenis penelitian kuantitatif dengan deskriptif survey observasional, menggunakan uji statistic Chi-Square. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan penjamah (p=0.014), hygiene penjamah (p=0.026), sanitasi peralatan (p=0.003), sanitasi penyajian (0.003), sanitasi sarana (p=0.044) dengan kejadian diare di Sekolah Dasar, Desa Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dapat disimpulkan bahwa pedagang makanan harus selalu memperhatikan kebersihan diri sebelum menjamah makanan. Dan tidak lupa untuk memperhatikan juga kondisi peralatan dan penyimpanan makanan sebelum berjualan agar tidak terjadi kontaminasi. Serta mengupayakan sarana/fasilitas yang aman dan bersih

    Peran Proton Pump Inhibitor Dalam Mencegah Terjadinya Perdarahan Saluran Cerna Pada Pasien Yang Mengonsumsi Antiplatelet

    Get PDF
    Gastrointestinal bleeding is divided into two categories, upper and lower gastrointestinal bleeding which are separated by the ligament of Treitz. Taking Dual Antiplatelet Therapy such as a combination of Aspirin and Adenosine Diphosphate Receptor Antagonist has a higher risk of gastrointestinal bleeding. Administration of Proton Pump Inhibitors together with antiplatelets can prevent complications of gastrointestinal bleeding in patients taking antiplatelets. Proton Pump Inhibitors consisting of Omeprazole, Esomeprazole, Lansoprazole, Dexlansoprazole, Pantoprazole, and Rabeprazole work by reducing acid secretion in the gaster which is known to cause impaired platelet aggregation and result in decreased blood coagulation ability.Related literature reviews were searched using Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct and Cochrane which were published in last 10 years. After obtaining the appropriate literature, the manuscript is written. Antisecretory drugs especially Proton Pump Inhibitors can reduce gastrointestinal complications due to antiplatelet by strongly inhibiting gastric acid secretion by directly inhibiting proton pumps which can prevent antiplatelet induced gastrointestinal complications. Another study states that giving antiplatelet therapy and using Proton Pump Inhibitors simultaneously can reduce the risk of upper gastrointestinal bleeding. The cause of gastrointestinal bleeding is the consumption of antiplatelets. One way to reduce the risk of gastrointestinal bleeding is to take Proton Pump Inhibitors. Proton Pump Inhibitors have been proven in the literature to reduce the risk of gastrointestinal bleeding in patients taking antiplatelets.Perdarahan saluran cerna terbagi atas dua kategori yaitu perdarahan saluran cerna bagian atas dan bagian bawah yang dipisahkan oleh ligamentum treitz. Mengonsumsi Dual Antiplatelet Therapy seperti kombinasi Aspirin dan Adenosine Diphosphate Receptor Antagonist memiliki risiko lebih tinggi terjadinya perdarahan saluran cerna. Pemberian Proton Pump Inhibitor bersamaan dengan antiplatelet dapat mencegah terjadinya komplikasi perdarahan saluran cerna pada pasien yang mengonsumsi antiplatelet. Proton Pump Inhibitor yang terdiri dari Omeprazole, Esomeprazole, Lansoprazole, Dexlansoprazole, Pantoprazole, dan Rabeprazole bekerja dengan cara menurunkan sekresi asam pada gaster yang diketahui dapat menyebabkan gangguan agregasi platelet dan mengakibatkan penurunan kemampuan koagulasi darah. Tinjauan pustaka terkait ditelusuri menggunakan Pubmed, Google scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science direct dan Cochrane yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir. Setelah didapatkan literatur yang sesuai maka dilakukan penulisan naskah.Obat antisekretori khususnya Proton Pump Inhibitor dapat mengurangi komplikasi saluran cerna akibat antiplatelet dengan menghambat sekresi asam lambung secara kuat dengan cara menghambat langsung pompa proton yang dapat mencegah komplikasi saluran cerna yang diinduksi antiplatelet. Studi lain menyatakan bahwa pemberian terapi antiplatelet dan penggunaan Proton Pump Inhibitor secara bersamaan dapat penurunan risiko perdarahan saluran cerna bagian atas.Penyebab terjadinya perdarahan saluran cerna adalah konsumsi antiplatelet. Salah satu cara untuk menurunkan risiko terjadinya perdarahan saluran cerna adalah dengan mengonsumsi Proton Pump Inhibitor. Proton Pump Inhibitor telah terbukti secara literatur dalam mengurangi risiko terjadinya perdarahan saluran cerna pada pasien yang mengonsumsi antiplatelet.&nbsp

    Media Edukasi Buklet dan Pendidikan Kesehatan Berpengaruh terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester III pada ASI Eksklusif: Penelitian Kuasi Eksperimen

    Get PDF
    Puskesmas Singgani is one of the health facilities with a low coverage of the implementation of the exclusive breastfeeding program, with the lowest coverage area in West Besusu sub-district. This research aims to determine the influence of booklet media on the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women about exclusive breastfeeding. The study was conducted with a pseudo-experimental method in a pre-post-test group in the population of all III trimester pregnant women in the Working Area of the Singgani Health Center, West Besusu and sampling with saturated sample techniques, a total of 40 third trimester pregnant women. All respondents were given counseling on exclusive breastfeeding, and booklets as educational media. Collection of research data using questionnaires. Data analysis using descriptive test methods, and Wilcoxon signed-rank. The results showed that knowledge and attitudes before being given counseling using booklet media averaged 2.5% of knowledge in the good category and had a positive attitude of 55%. After being given counseling, the mother's knowledge and attitude increased by 95%, good knowledge and positive attitude by 95% with a p value of 0.000. There is an influence of counseling with booklet media on the knowledge and attitudes of third trimester pregnant women about exclusive breastfeeding. The next research can be continued with the stages of health education about exclusive breastfeeding in addition to pregnant women in the third trimester, also in pregnant women in the first and second trimesters.Puskesmas Singgani merupakan salah satu fasilitas kesehatan dengan cakupan implementasi program ASI eksklusif yang masih rendah, dengan daerah yang paling rendah cakupannya pada kelurahan Besusu Barat. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif. Penelitian dilaksanakan dengan metode eksperimen semu pada satu grup pra-pascates pada populasi seluruh ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Singgani, Besusu Barat dan pengambilan sampel dengan teknik sampel jenuh, total responden sejumlah 40 ibu hamil trimester III. Seluruh responden diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif, dan media booklet. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan metode uji deskriptif, dan Wilcoxon signed-rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap sebelum diberikan penyuluhan menggunakan media booklet rata-rata pengetahuannya dalam kategori baik sebanyak 2,5% dan memiliki sikap positif sebanyak 55%. Setelah diberikan penyuluhan pengetahuan dan sikap ibu meningkat sebanyak 95% pengetahuan baik dan sikap positif sebanyak 95% dengan nilai p value sebesar 0.000. Terdapat pengaruh penyuluhan dengan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III tentang ASI eksklusif. Penelitian berikutnya dapat dilanjutkan dengan tahapan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif selain kepada ibu hamil trimester III, juga pada ibu hamil trimester I dan II

    Penerapan Sistem Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan

    Get PDF
    Hospitals play a crucial role in providing healthcare services, but the generated medical waste can pose health risks and harm the environment if not properly managed. Medical waste consists of various types, including syringes, chemicals, infectious waste, and unused pharmaceutical waste. If not properly managed, these medical wastes can pose health risks to patients, healthcare workers, and damage the surrounding environment. This research adopts a qualitative approach, conducted at Dr. Pirngadi Regional General Hospital in Medan City. The research was conducted from March to June 2023. The primary data source for this research was obtained through interviews with seven informants who are cleaning service personnel working at Dr. Pirngadi Regional General Hospital in Medan. The research findings indicate that the management of medical waste in the hospital involves sorting, transportation, and disposal stages. Medical waste is sorted using yellow-colored trash bins and then transported to temporary disposal sites using covered trash bins. The disposal of medical waste is carried out through incineration at a temperature of 1200ºC. The developed medical waste management system is expected to serve as a reference for other hospitals in improving the effectiveness and efficiency of medical waste management while maintaining environmental cleanliness and public health.Rumah sakit memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan kesehatan, namun limbah medis yang dihasilkan dapat menimbulkan risiko kesehatan dan merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Limbah medis ini terdiri dari berbagai jenis, termasuk jarum suntik, bahan kimia, limbah infeksius, dan limbah farmasi yang tidak terpakai. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah medis tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi pasien, tenaga medis, serta merusak lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi di Kota Medan. Waktu penelitian dilakukan di bulan maret - juni 2023, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data primer yang dijadikan sumber data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara kepada 7 (tujuh) orang Informan dari petugas cleaning servies yang bekerja di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis di rumah sakit tersebut melalui tahap pemilahan, pengangkutan, dan pemusnahan. Limbah medis dipilah menggunakan tong sampah berwarna kuning, kemudian diangkut ke tempat pembuangan sementara menggunakan tong sampah tertutup. Pemusnahan limbah medis dilakukan melalui incinerator dengan suhu 1200ºC. Sistem pengelolaan limbah medis yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi rumah sakit lain dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan limbah medis serta menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar rumah sakit

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇