Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Faktor daya tarik Politeknik Kesehatan Kendari menurut mahasiswa

    No full text
    Faktor daya tarik Politeknik Kesehatan Kendari menurut mahasisw

    Aplikasi senam kebugaran lansia terhadap peningkatan kualitas hidup wanita klimakterium di kota Kendari

    No full text
    Aplikasi senam kebugaran lansia terhadap peningkatan kualitas hidup wanita klimakterium di kota Kendar

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Terhadap Perilaku Safety Riding pada Pengendara Ojek Online di Kota Palembang

    Get PDF
    Pengetahuan dan persepsi tentang safety riding pada suatu perusahaan sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, karena pengetahuan dan persepsi dapat mempengaruhi perilaku safety riding saat bekerja. Angka kecelakaan di Kota Palembang yang melibatkan sepeda motor bulan januari-september sebanyak 1.708 kasus. Kecelakaan lalu lintas juga menjadi risiko bagi pengemudi ojek online di Kota Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, persepsi, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman berkendara, usia, alat pelindung diri, sistem gaji terhadap perilaku keselamatan berkendara ojek online di Kota Palembang. Jenis penelitian ini survey analitic dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini pada pekerja ojek online di Kota Palembang dengan sampel sebanyak 104 orang. Metode pengambilan sampel adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 94,2% pengemudi ojek online mempunyai pengetahuan tinggi dan sebanyak 97,1% pengemudi ojek online di Kota Palembang mempunyai persepsi positif terhadap perilaku safety riding. Dengan ? = 0,05 diketahui bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, persepsi, tingkat pendidikan, alat pelindung berkendara dengan perilaku safety riding.Knowledge and perception about safety riding in a company is very important to prevent work accidents, because knowledge and perception can influence safety riding behavior while working. The number of accidents in Palembang City involving motorbikes in January-September was 1,708 cases. Traffic accidents are also a risk for online motorcycle taxi drivers in Palembang City. This research aims to determine the relationship between knowledge, perception, gender, education, driving experience, age, personal protective equipment, salary system and online motorcycle taxi driving safety behavior in Palembang City. This type of research is an analytical survey with a cross-sectional design. This research was conducted on online motorcycle taxi workers in Palembang City with a sample of 104 people. The sampling method is Accidental Sampling. Data analysis used the chi square test. The research results showed that as many as 94.2% of online motorcycle taxi drivers had high knowledge and as many as 97.1% of online motorcycle taxi drivers in Palembang City had a positive perception of safety riding behavior. It is known that ? = 0.05 shows that there is a relationship between knowledge, perception, level of education, protective riding equipment and safety riding behavior

    Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Personal Hygiene Remaja Putri Pada Saat Menstruasi di Desa Tuntungan II

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan dan perilaku personal hygiene remaja putri saat menstruasi di Desa Tuntungan II, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional, data dikumpulkan dari 30 remaja putri melalui kuesioner pada 11 November 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (53,3%) dan cukup (40%) tentang personal hygiene saat menstruasi, dengan hanya 6,7% memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Dalam hal perilaku personal hygiene, sebagian besar responden menunjukkan perilaku yang baik (83,3%), sedangkan 13,4% menilai perilaku mereka sebagai cukup, dan hanya 3,3% memiliki perilaku kurang baik. Berdasarkan temuan ini, disarankan untuk meningkatkan edukasi personal hygiene terutama terkait menstruasi, baik melalui pendidikan formal di sekolah maupun melalui kampanye penyuluhan di masyarakat. Diperlukan penyediaan materi yang lebih komprehensif dan peningkatan aksesibilitas informasi melalui pemanfaatan internet dan sumber daya digital. Selain itu, mendukung keluarga dalam peran aktif memberikan edukasi kepada remaja putri melalui seminar atau kelompok diskusi keluarga juga dapat membantu membangun pemahaman bersama tentang pentingnya personal hygiene saat menstruasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan reproduksi remaja putri di Desa Tuntungan II dan sekitarnya.This study aims to evaluate the level of knowledge and personal hygiene behavior of adolescent girls during menstruation in Tuntungan II Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency, North Sumatra. Through a quantitative approach with a cross-sectional research design, data was collected from 30 young women via questionnaire on November 11 2023. The results showed that the majority of respondents had a good (53.3%) and sufficient (40%) level of knowledge about personal hygiene. during menstruation, with only 6.7% having a poor level of knowledge. In terms of personal hygiene behavior, the majority of respondents showed good behavior (83.3%), while 13.4% rated their behavior as adequate, and only 3.3% had poor behavior. Based on these findings, it is recommended to increase personal hygiene education, especially regarding menstruation, both through formal education in schools and through outreach campaigns in the community. It is necessary to provide more comprehensive material and increase the accessibility of information through the use of the internet and digital resources. Apart from that, supporting families in an active role in providing education to young women through seminars or family discussion groups can also help build a shared understanding of the importance of personal hygiene during menstruation. It is hoped that these steps can improve the reproductive health of young women in Tuntungan II Village and its surroundings

    Radiografi Oss Pedis dengan Sangkaan Dislokasi Interphalangeal Proximal Digiti II di Rumah Sakit USU Medan

    Get PDF
    Ossa pedis adalah bagian dari extremitas bawah yang terdiri dari os femur,ossa pedis.Anggota gerak bawah dibagi dari beberapa bagian diantaranya ossa pedis(tulang-tulang kaki),yang terdiri dari 26 tulang dan dibagi dalam 3 bagian.Dislokasi adalah Pindahnya permukaan sentuh tulang yang menyusun sendi atau biasa disebut dengan keluarnya kepala sendi dari mangkok,sehingga keadaan tulang-tulang yang membentuk sendi tidak lagi berhubungan secara otomatis.Radiografi ossa pedis dengan sangkaan dislokasi interphalangeal proximal digiti II adalah pemeriksaan secara radiografi untuk memperlihatkan anatomi dan kelainan pada ossa pedis dengan menggunakan sinar-x. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran fraktur dari ossa pedis dari proyeksi Dorso-Plantar dan Oblique, dengan ketajaman dan detail yang optimal sehingga dapat memperlihatkan struktur tulang dan kelainan yang terjadi pada ossa pedis. Peneliti ini menggunakan metode dengan jenis kualitatif, dengan menggunakan pesawat rontgen General X-ray Unit dengan proses pengolahan gambar menggunakan computed radiografi (CR). Data terkumpul melalui cara Studi literatur, Observasi, Waancara dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dari pemeriksaan radiografi ossa pedis dengan sangkaan Dislokasi interphalangeal proximal digiti II dengan hasil interprestasi dokter: tampak Dislokasi interphalangeal proximal digiti II.The ossa pedis is part of the lower extremity which consists of the femur, ossa pedis. The lower limbs are divided into several parts including the ossa pedis (leg bones), which consists of 26 bones and is divided into 3 parts. Dislocation is the movement of the touching surface of the bone which makes up the joint or what is usually called the joint head coming out of the cup, so that the bones that form the joint are no longer connected automatically. Radiography of the ossa pedis with suspected dislocation of the proximal digit II interphalangeal is a radiographic examination to show the anatomy and abnormalities of the ossa pedis by using x-rays. This study aims to obtain an image of the fracture of the ossa pedis from the Dorso-Plantar and Oblique projections, with optimal sharpness and detail so that it can show the bone structure and abnormalities that occur in the ossa pedis. This researcher used a qualitative type of method, using a General X-ray Unit x-ray aircraft with image processing using computed radiography (CR). Data was collected through literature studies, observations, interviews and documentation. The research results were obtained from a radiographic examination of the ossa pedis with the suspicion of proximal digit II interphalangeal dislocation with the doctor's interpretation: visible proximal digit II interphalangeal dislocation

    LITERATURE REVIEW: Pengaruh Diet Ketogenik terhadap Penurunan Kadar HbA1c Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Overweight

    Get PDF
    Diabetes melitus tipe 2 memiliki ciri yang umum yaitutingginya kadar glukosa darah dalam jangka waktu yang lama. Pemeriksaan kadar HbA1c dapat mengetahui rata-rata kadar glukosa darah individu dalam 3 bulan terakhir, karenanya penderita DM tipe 2 disarankan untuk menjagapola makan terutama dari sumber karbohidrat. Diet ketogenik merupakan diet dengan komposisi asupankarbohidrat yang sangat rendah (<50 g atau ~5%), protein yang cukup, dan tinggi lemak sesuai kebutuhan kalori. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penelitian daripengaruh diet ketogenik terhadap penurunan kadar HbA1c pada penderita DM tipe 2 dengan berat badan lebih.Penelitian ini merupakan kajian literatur denganmembahas 9 artikel uji eksperimental dari 3 database (PMC, Pubmed, dan ScienceDirect) yang terindeks Q1 atau Q2, dan terbit dari tahun 2012 hingga 2022. Kata kunci berdasarkan metode PICO yaitu diabetes melitustipe 2, diet ketogenik, dan HbA1c. Delapan dari 9 artikel(88,8%) yang dikaji menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada diet ketogenik terhadap penurunan kadarHbA1c dibanding dengan diet lain dan perawatan DM tipe2 standar. Dapat disimpulkan bahwa diet ketogenikmemiliki efek yang signifikan terhadap penurunan kadarHbA1c pada penderita DM tipe 2

    Pengaruh Pendidikan Terpadu Cegah Stunting (Pantau) Terhadap Pengetahuan Dan Keterampilan Guru Paud Di Tk Aisyiyah Bustanul Athfal (Aba) Kota Gorontalo

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur adanya pengaruh pendidikan terpadu pencegahan stunting (PANTAU) terhadap pengetahuan dan keterampilan guru paud di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Gorontalo. Intervensi yang dilakukan yakni peserta mengisi 25 item kuesioner tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan stunting, setelah itu diberikan intervensi PANTAU kemudian peserta peserta dimin-ta mengisi kembali kuesioner yang sama. Outcome yang dinilai yakni pengetahuan dan keterampilan Guru PAUD dalam pencegahan stunting pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata selisih pengetahuan dan keterampilan guru PAUD sebelum dan sesudah intervensi yang diberikan (p<0,05). Studi ini adalah langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru PAUD dalam pencegahan stunting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi hasil saat ini yang kemungkinan akan digunakan untuk menerapkan program pendidikan yang sama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengukur adanya pengaruh pendidikan terpadu cegah stunting (PANTAU) terhadap pengetahuan dan keterampilan guru paud di TK Aisyiyah Bustanul Atfal Gorontalo. Intervensi yang dilakukan yakni peserta mengisi 25 item kuesioner tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam pencegahan stunting, setelah itu diberikan intervensi PANTAU kemudian peserta peserta diminta mengisi kembali kuesioner yang sama. Outcome yang dinilai yakni pengetahuan dan keterampilan Guru PAUD  dalam pencegahan stunting pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata selisih pengetahuan dan keterampilan guru PAUD  sebelum dan setelah intervensi diberikan (p<0,05). Studi ini adalah langkah awal dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Guru PAUD  dalam pencegahan stunting. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi hasil saat ini yang kemungkinan akan digunakan untuk menerapkan program pendidikan yang sama dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka

    Analisa Mycobacterium Tuberculosis Pada Penderita Diabetes Melitus Di RSUD Dr. R. M. Djoelham Binjai

    Get PDF
    Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko paling penting dalam terjadinya perburukan TB. Sejak permulaan abad ke 20, para klinisi telah mengamati adanya hubungan antara DM dengan TB, meskipun masih sulit untuk ditentukan apakah DM yang mendahului TB atau TB yang menimbulkan manifestasi klinis DM. Istilah DM menggambarkan suatu kelainan metabolik dengan berbagai etiologi yang ditandai oleh hiperglikemia kronis dengan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak, sebagai akibat defek pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penyakit Tuberculosis (TB) Paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri berbentuk batang (basil) yang dikenal dengan nama Mycobacterium tuberculosis. Penularan penyakit ini melalui perantaraan dahak atau droplet penderita yang mengandung bakteri Mycobacterium tuberculosis yang positif masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pernafasan. Tujuan : Untuk mengetahui analisa terjadinya Mycobacterium Tuberculosis (TB) paru pada penderita diabetes melitus di RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dengan metode deskriptif dengan rancangan bangun penelitian cross sectional, yang digunakan untuk mengetahui Pravelensi Terjadinya Tuberculosis (TB) Paru pada Penderita Diabetes Melitus di RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai. Hasil Penelitian: Berdasarkan pemeriksaan terhadap 36 sampel, diketahui sebanyak 16 orang (44,4%) penderita diabetes melitus menderita tuberculosis (TB). Sedangkan sisanya sebanyak 20 orang (55,6%) diketahui negatif TB. Hal ini menunjukkan persentasi yang tidak besar karena tidak melebihi angka 50%. Dari 36 sampel yang diperiksa 16 orang diantaranya merupakan perempuan (44,4%) dan 20 lainnya adalah laki – laki(55,6%).Background: Diabetes mellitus (DM) is one of the most important risk factors for worsening TB. Since the beginning of the 20th century, clinicians have observed an association between DM and TB, although it is still difficult to determine whether DM precedes TB or TB causes the clinical manifestations of DM. The term DM describes a metabolic disorder with various etiologies characterized by chronic hyperglycemia with disturbances of carbohydrate, protein, and fat metabolism as a result of defects in insulin secretion, insulin action, or both. Pulmonary Tuberculosis (TB) is a disease infection caused by a rod-shaped bacterium (bacillus) known as Mycobacterium tuberculosis. Transmission of this disease through the intercession of patient's sputum or droplets containing positive Mycobacterium tuberculosis bacteria enters the human body through the respiratory tract. R.M Djoelham Binjai. Methods: This study used descriptive research with a cross-sectional study design, which was used to determine the prevalence of pulmonary tuberculosis (TB) in patients with diabetes mellitus at RSUD Dr. R.M Djoelham Binjai. Research Results: Based on examination of 36 samples, it was found that 16 people (44.4%) with diabetes mellitus had tuberculosis (TB). While the remaining 20 people (55.6%) were found to be negative for TB. This shows that the percentage is not large because it does not exceed 50%. Of the 36 samples examined, 16 of them were women (44.4%) and the other 20 were men (55.6%).&nbsp

    Perbandingan Jumlah Pendonor Darah Di Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia Kota Bandung Tahun 2019 Dengan 2020 (Sebelum Dan Saat Pandemi)

    Get PDF
    As a result of the pandemic, there have been changes among the community, such as worrying about exposure to the Covid-19 virus when they are about to donate blood. The impact of this pandemic has had a negative effect on the condition of UDD PMI in several regions in Indonesia, such as the city of Bandung. The pur-pose of this study was to compare the number of blood donors at UDD PMI Ban-dung City before the pandemic occurred and during the pandemic. This study uses a cross-sectional research design. The sample in this study is the total population taken from data on the number of blood donors at UDD PMI Bandung City from 1 January to 31 and December 2019 – 1 January to 31 December 2020. In this study, quantitative data analysis with categorical statistics will be used. The results showed that the average number of blood donors at PMI in Bandung before the pandemic was 10,054 people, while during the pandemic there were an average of 8,455 people. Therefore, it can be concluded that there was a significant differ-ence in the number of blood donors at UDD PMI Bandung City before the pan-demic and during the pandemic, where there was a decrease in the number of do-nors during the pandemic.Akibat dari pandemi ada perubahan-perubahan yang terjadi dikalangan masyarakat, seperti khawatir akan terpaparnya virus Covid-19 saat akan melakukan tindakan pendonoran darah. Dampak pandemi ini berpengaruh buruk pada kondisi UDD PMI di beberapa wilayah di Indonesia seperti, kota Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah pendonor darah di UDD PMI Kota Bandung sebelum terjadinya pandemi dan saat pandemi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah jumlah populasi yang di ambil bersumber dari data jumlah pendonor darah di UDD PMI Kota Bandung sejak 1 Januari sd 31 dan Desember 2019 – 1 Januari sd 31 Desember 2020. Pada penelitian yang akan digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan stastik kategorik. Hasil penelitian menunjukkan jumlah donor darah di PMI Kota Bandung sebelum pandemi rata-rata sebanyak 10.054 orang, sedangkan pada saat pandemi rata-rata sebanyak 8.455 orang. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan jumlah donor darah di UDD PMI Kota Bandung sebelum terjadinya pandemi dan saat pandemi, di-mana terjadi penurunan jumlah pendonor saat terjadi pandemi

    Mammae Aberrans Sinistra pada Wanita Berusia 50 Tahun : Sebuah Laporan Kasus

    Get PDF
    Pendahuluan: Mammae aberrans didefinisikan sebagai "sisa jaringan payudara yang bertahan dari perkembangan embriologi normal". Juga dikenal sebagai jaringan payudara ektopik. Sekitar 2% sampai 6% wanita dan 1% sampai 3% pria terkena kondisi ini, sepertiga di antaranya memiliki lebih dari satu area pertumbuhan jaringan supernumerary. Tingkat kejadian sangat bervariasi berdasarkan etnis dan jenis kelamin, mulai dari serendah 0,6% di Kaukasia hingga setinggi 5% pada wanita Jepang. Tujuan: untuk menggambarkan kasus yang sangat jarang, yaitu mammae aberrans yang telah didiagnosis pada pusat medis peneliti, dari diagnosis hingga tatalaksana yang diberikan pada pasien. Hasil: Kami melaporkan suatu kasus yang terjadi pada seorang wanita berusia 50 tahun dengan keluhan utama benjolan pada ketiak sebelah kiri. Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan penunjang berupa USG dan ditemukan mammae aberrans pada axilla kiri. Pasien kemudian dilakukan terapi berupa pembedahan untuk mengangkat massa pada axilla kirinya. Kesimpulan: pengobatan pilihan untuk jaringan payudara aksila aksesori adalah eksisi bedah karena pengangkatan jaringan akan menghilangkan ketidaknyamanan fisik atau ketidaknyamanan mekanik dalam kasus jaringan aksesori volume besar.Introduction: Mammae aberrans is defined as "remaining breast tissue that survives normal embryological development". Also known as ectopic breast tissue. About 2% to 6% of women and 1% to 3% of men have this condition, one third of whom have more than one area of supernumerary tissue growth. Incidence rates vary widely by ethnicity and sex, ranging from as low as 0.6% in Caucasians to as high as 5% in Japanese women. Purpose: to describe a very rare case, namely mammary aberrans that has been diagnosed at the research medical center, from the diagnosis to the treatment given to the patient. Results: We report a case that occurred in a 50 year old woman with the main complaint of a lump in the left armpit. The patient then underwent a supporting examination in the form of ultrasound and found a mammary aberration in the left axilla. The patient then underwent therapy in the form of surgery to remove the mass in his left axilla. Conclusion: the treatment of choice for axillary accessory breast tissue is surgical excision because tissue removal will relieve physical or mechanical discomfort in cases of large volume accessory tissue

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇