Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Kejadian Kecelakaan Kerja Di Depo Lokomotif PT KAI Divre Medan
Alat Pelindung Diri (APD) merupakan suatu perangkat yang digunakan oleh pekerja demi melindungi dirinya dari potensi bahaya serta kecelakaan kerja yang kemungkinan dapat terjadi di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja pada pekerja Di Depo Lokomotif PT KAI Divre Medan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seleruh pekerja Depo Lokomotif PT KAI Divre Medan. Hasil penelitian ini menunjukan reponden yang tidak patuh menggunakan APD sebanyak 28 orang (61%), Sedangkan responden yang pernah mengalami kecelakaan kerja sebanyak 31 orang (67%). Uji statistic menggunakan Chi Square Test menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian kecelakaan kerja (nilai ( = 0,008). Diharapkan bagi perusahaan untuk memberikan peringatan ataupun sanksi yang tegas bagi pekerja yang tidak patuh terhadap peraturan untuk menggunakan APD.Personal Protective Equipment (PPE) is a device used by workers to protect themselves from potential hazards and work accidents that may occur in the workplace. The purpose of this study was to determine the relationship between adherence to the use of PPE and the incidence of work accidents among workers at the Locomotive Depot PT KAI Divre Medan. This study used a quantitative research design using a correlational descriptive method with a cross sectional approach. The population is all workers at the Locomotive Depot of PT KAI Divre Medan. The results of this study showed that 28 people (61%) were non-compliant with using PPE, while 31 people (67%) had experienced work accidents. Statistical tests using the Chi Square Test show that there is a significant relationship between adherence to the use of PPE and the incidence of work accidents (value ? = 0.008). It is hoped that the company will provide a warning or strict sanctions for workers who do not comply with regulations to use PPE
Efektivitas Kepuasan Pembelajaran SCL (Student Center Learning) Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan STIKes Dharma Husada
Kepuasan peserta didik adalah sikap positif peserta didik terhadap pelayanan lembaga pendidikan tinggi karena adanya kesesuaian antara harapan dari pelayanan dengan kenyataan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran SCL di STIKes Dharma Husada Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan sampel sebanyak 171 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tentang tingkat kepuasan siswa dalam pembelajaran SCL yang diadopsi dari Berry & Parasuraman dalam alma (2005) dalam buku kepuasan siswa dalam pelayanan akademik dan kemahasiwaan. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa di dapatkan hasil mayoritas(80,2%) berada pada kategori puas mahasiswa tingkat 3 dan 4 di STIKes Dharma Husada Bandung. Dari hasil penelitian ini diharapkan dosen mampu memulai perkuliahan sesuai jam yang di tentukan, dosen wali melakukan perwalian tiap semester untuk mengatasi permasalahan yang ada pada siswa dalam proses belajara, adanya buku di perpustakaan yang menunjang dalam proses pembelajaran sistem blok.Kepuasan mahasiswa adalah sikap positif mahasiswa terhadap pelayanan lembaga pendidikan tinggi karena adanya kesesuaian antara harapan dari pelayanan dengan kenyataan yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kepuasan mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran SCL di STIKes Dharma Husada Bandung. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan sampel sebanyak 171 responden yang diambil dengan tehnik total sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner tentang tingkat kepuasan mahasiswa keperawatan dalam pembelajaran SCL yang diadopsi dari Berry & Parasuraman dalam alma (2005) dalam buku kepuasan mahasiswa dalam pelayanan akademik dan kemahasiwaan. Hasil analisa univariat menunjukan yang di dapatkan hasil mayoritas(80,2%) berada pada kategori puas mahasiswa keperawatan tingkat 3 dan 4 di STIKes Dharma Husada Bandung. Dari hasil penelitian ini di harapkan dosen mampu memulai perkuliahan sesuai jam yang di tentukan, dosen wali melakukan perwalian tiap semester untuk mengatasi permasalahan yang ada pada mahasiswa dalam proses belajara, adanya buku di perpustakaan yang menunjang dalam proses pembelajaran sistem blok
Hubungan Penggunaan Gadget dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Prasekolah di Desa Cikulur Tahun 2022
Perkembangan sosial emosional adalah salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada periode prasekolah. Perkembangan sosial emosional yang tidak optimal sejak usia dini akan berdampak pada kematangan sosial dan emosi di masa remaja dan dewasa. Banyak faktor yang berpengaruh dalam perkembangan sosial emosional anak. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan gadget tidak hanya terbatas pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak. Penggunaan gadget yang berlebihan akan membawa dampak buruk bagi perkembangan sosial dan emosional anak.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak prasekolah di Desa Cikulur tahun 2022.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022, merupakan penelitian analitik menggunakan rancangan Cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh murid TK/PAUD yang terdapat di Desa Cikulur Kecamatan Cikulur Kabupaten Lebak sebanyak 84 orang. Di Desa Cikulur terdapat 1 buah TK yaitu TK Riyadul Muslimin dan 2 buah PAUD yaitu PAUD Karya Mulya dan PAUD Mutiara Kalam. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Populasi dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional dengan nilai p-value 0,000 dan nilai odd ratio (OR) 13,529 yang artinya anak dengan penggunaan gadget kategori tinggi akan mempunyai risiko 13,529 kali untuk memiliki perkembangan sosial emosional kurang baik.
Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan sosial emosional anak usia prasekolah
Pengaruh Senam Kaki Diabetes dalam Menurunkan Kontraktur Sendi Ankle Pasien Ulkus Diabetikum
Latar Belakang dan Tujuan: Komplikasi ulkus kaki dibetikum salah satunya adalah kontraktur sendi ankle yang mengakibatkan sulit untuk berjalan. Senam kaki diabetes dapat meningkatkan kekuatan otot. Tujuan riset ini adalah menjelaskan pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kontraktur sendi ankle pada pasien ulkus kaki diabetikum. Metode: Metode Quasy Eksperiment digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah pasien ulkus kaki diabetikum sebanyak 28 orang di Klinik Bedah Umum RSUD Bhakti Dharma Husada. Sampel pada penelitian ini adalah 28 pasien ulkus kaki diabetikum, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol serta yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah senam kaki diabetes selama 6x dalam 2 minggu. Data penelitian diambil dengan lembar observasi dan goniometer. Hasil: Uji Wilcoxon sign rank menunjukkan nilai r=0,003 < 0,05, maknanya ada perbedaan penurunan kontraktur sendi ankle sebelum dan setelah diberikan intervensi senam kaki diabetes. Kesimpulan: Senam kaki diabetes berpengaruh dalam menurunkan kontraktur sendi ankle karena sirkulasi darah membaik dan otot-otot kecil lebih kuat dari sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai sumber informasi sehingga perawat dapat melakukan penanganan pasien ulkus kaki diabetikum agar kejadian kontraktur sendi ankle dapat dicegah.Komplikasi ulkus kaki dibetikum salah satunya adalah kontraktur pengiriman pergelangan tangan kaki yang mengakibatkan sulit untuk berjalan. Senam kaki diabetes dapat meningkatkan kekuatan otot. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh senam kaki diabetes terhadap penurunan kontraktur pengiriman pergelangan kaki pada pasien ulkus kaki diabetes. Metode Quasy Eksperiment digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah pasien ulkus kaki diabetikum sebanyak 28 orang di Klinik Bedah Umum RSUD Bhakti Dharma Husada. Sampel pada penelitian ini berjumlah 28 pasien ulkus kaki diabetikum, dibagi menjadi kelompok pengobatan sebanyak 14 responden dan kontrol sebanyak 14 responden serta yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah senam kaki diabetes selama 6x dalam 2 minggu. Data penelitian diambil dengan lembar observasi dan goniometer. Hasil Uji Wilcoxon sign rank menunjukkan nilai p=0,003 < 0,05, maknanya ada perbedaan penurunan kontraktur sendi pergelangan kaki sebelum dan setelah diberikan intervensi senam kaki diabetes. Senam kaki diabetes berpengaruh dalam menurunkan kontraktur sendi pergelangan tangan kaki karena sirkulasi darah membaik dan otot-otot kecil lebih kuat dari sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai sumber informasi sehingga perawat dapat melakukan penanganan pasien ulkus kaki diabetikum agar kejadian kontraktur pengiriman pergelangan kaki dapat dicegah
Mapping the Distribution of Prevalence and Risk Factors for Stunting using the Cirebon City Geographic Information System: Data Report
Perbandingan Pemberian Tehnik Rebozo dan Pijat Oksitosin terhadap Lama Persalinan di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Jawa Barat
Latar Belakang : Komplikasi dalam lamanya waktu persalinan dapat menyebabkan aliran darah ibu melalui plasenta berkurang sehingga berdampak pada terjadinya asfeksia pada bayi baru lahir. Salah satu cara untuk mempercepat kemajuan persalinan yaitu dengan memberikan tehnik rebozo dan pijat oksitosin. Hasil laporan data dari Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Jawa Barat pada tahun 2022 dari 264 ibu bersalin ditemukan 167 kasus dengan partus lama sehingga terkadang ada yang dilakukan rujukan, adapun pepberian tehnik rebozo dan pijat oksitosin belum dilakukan di tempat tersebut. Tujuan Penulisaan : Mengetahui perbandingan pemberian tehnik rebozo dan pijat oksitosin terhadap lama persalinan di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Jawa Barat tahun 2023. Metode Penelitian : quasy experiment dengan rancangan posttest only with control group design. Sampel adalah ibu bersalin sebanyak 60 sampel dengan teknik total sampling. Intervensi selama 5-10 menit dan diulangi sebanyak 3 kali. Analisis bivariat menggunakan uji Mann Whiteney. Hasil Penelitian : Hasil penelitian univariat rata-rata lama persalinan dengan pemberian teknik rebozo pada kala I 185,50 menit dan kala II 30,93 menit. Rata-rata lama persalinan dengan pemberian pijat oksitosin pada kala I 231,07 menit dan kala II 44,90 menit. Hasil penelitian bivariat uji Mann Whiteney pada kala I sebesar 0,000 dan kala II sebesar 0,000. Kesimpulan dan Saran : Terdapat perbedaan pemberian tehnik rebozo dan pijat oksitosin terhadap lama persalinan kala I dan II. Bidan diharapkan untuk mempercepat proses persalinan alangkah baiknya jika pemberian teknik rebozo dan pijat oksitosin dilakukan secara bersamaan agar kemajuan persalinan akan berjalan lebih cepat.Background: Complications in the length of time of delivery can cause the mother's blood flow through the placenta to decrease so that it has an impact on the occurrence of asfexia in newborns. One way to accelerate the progress of labor is by giving the rebozo technique and oxytocin massage. The results of the data report from the Sukatani Health Center, Bekasi Regency, West Java, in 2022, out of 264 mothers who gave birth, 167 cases were found with prolonged labor so that sometimes referrals were made, while the rebozo technique and oxytocin massage had not been carried out at that location. Purpose of Writing: Knowing the comparison of giving the rebozo technique and oxytocin massage to the length of labor at the Sukatani Health Center, Bekasi Regency, West Java in 2023. Research Method: quasy experiment with posttest only design with control group design. The sample is 60 mothers giving birth with total sampling technique. Intervention for 5-10 minutes and repeated 3 times. Bivariate analysis using the Mann Whiteney test. Results: The results of the univariate study showed that the average length of labor by administering the rebozo technique was 185.50 minutes for the first stage and 30.93 minutes for the second stage. The average length of labor by giving oxytocin massage in the first stage was 231.07 minutes and the second stage was 44.90 minutes. The results of the Mann Whiteney bivariate test in stage I was 0.000 and stage II was 0.000. Conclusions and Suggestions: There are differences in giving the rebozo technique and oxytocin massage to the duration of the first and second stage of labor. Midwives are expected to speed up the delivery process. It would be nice if the rebozo technique and oxytocin massage were given simultaneously so that the progress of labor would go faster
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Klego 1 Boyolali
Hypertension or high blood pressure is a chronic condition indicated by an increase in blood pressure on the walls of the arteries. If someone's blood pressure shows > 140/90 mmHg then that person can be declared to be experiencing symptoms of hypertension or high blood pressure. When an individual is diagnosed with hypertension, the person concerned must undergo treatment and control hypertension. Hypertension treatment can be carried out non-pharmacologically and pharmacologically, non-compliance of hypertension sufferers with hypertension control is very bad. This is one of the factors causing uncontrolled blood pressure which will greatly influence the emergence of various kinds of complications. In order to increase self-confidence and have the motivation to face problems and increase compliance with hypertension treatment and diet, in this case support from the family is really needed. The aim of carrying out this research is to examine the correlation between family support and treatment compliance for hypertension sufferers in the Klego I Boyolali Community Health Center working area in 2023. This research is a quantitative study with a descriptive correlation research design, the instrument used is a family support questionnaire with 12 statements and treatment compliance with 8 statement, the population in this study was 73 people, in this study the samples were all hypertension sufferers who took part in PROLANIS activities at the Klego 1 Boyolali Community Health Center. The sample was taken using a non-probability sampling technique with saturated sampling (total sampling). The results of this research showed that there was a correlation between medication adherence and family support in hypertension sufferers. If a hypertension sufferer gets full support from the family, this will really help speed up the healing process, especially if the majority of family members who care for the sufferer have a sufficient level of knowledge so they can make the right decisions in carrying out treatment.Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan sebuah kondisi kronis yang diindikasikan dengan adanya peningkatan tekanan darah dinding pembuluh darah arteri. Jika seseorang tekanan darahnya memperlihatkan hasil > 140/90 mmHg maka orang tersebut dapat dinyatakan mengalami gejala hipertensi ataupun penyakit tekanan darah tinggi. Pada saat seorang individu didiagnosa mengalami hipertensi, maka yang bersangkutan harus melakukan pengobatan dan kontrol hipertensi. Pengobatan hipertensi bisa dilaksanakan secara non farmakologi dan secara farmakologi, ketidakpatuhan penderita hipertensi terhadap kontrol hipertensi sangat tidak baik. Hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab tidak terkontrolnya tekanan darah yang nantinya sangat mempengaruhi munculnya berbagai macam komplikasi. Supaya kepercayaan diri semakin meningkat dan mempunyai motivasi untuk menghadapi permasalahan dan meningkatkan kepatuhan pengobatan dan diet hipertensi maka dalam hal ini dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk menguji korelasi dukungan keluarga dan kepatuhan pengobatan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Klego I Boyolali tahun 2023. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasi, instrument yang digunakan kuesioner dukungan keluarga dengan 12 pernyataan dan kepatuhan pengobatan dengan 8 pernyataan, populasi pada penelitian ini sejumlah 73 orang, dalam penelitian ini yang menjadi sampelnya adalah seluruh penderita hipertensi yang megikuti kegiatan PROLANIS di Puskesmas Klego 1 Boyolali, pengambilan sampelnya mempergunakan teknik non-Probabillity sampling dengan sampling jenuh (total sampling). Hasil Penelitian ini diperoleh adanya korelasi antara kepatuhan pengobatan dengan dukungan keluarga pada penderita hipertensi. Jika seorang penderita hipertensi mendapatkan dukungan yang penuh dari keluarga hal tersebut sangat membantu mempercepat proses penyembuhannya, terlebih jika mayoritas anggota keluarga yang merawat penderita mempunyai tingkat pengetahuan yang cukup sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat dalam melakukan pengobatan
Pengetahuan yang Baik dan Sikap Positif Berperan dalam Mencegah Anemia pada Remaja Putri
Anemia yang dialami remaja terkhusus pada remaja putri merupakan satu dari masalah kesehatan dunia yang merupakan prioritas untuk ditanggulangi. Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia adalah 57,1% usia 10-18 tahun dan juga 19-45 tahun yakni 39,5% sementara di Provinsi Sumatera Utara tahun 2018 adalah 58,2% dan di Kota Medan prevalensi anemia remaja putri 26,5%. Penyebab anemia pada remaja adalah multifaktorial, tingkat pengetahuan kurang dan sikap negatif adalah satu dari penyebabnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap pada remaja putri dengan kejadian anemia defisiensi zat besi. . Populasi penelitian ini merupakan semua siswi kelas X-XII yaitu 70 orang dan pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner dan alat cek hemoglobin digital. Data diolah menggunakan analisis univariat dan juga bivariat. Analisis bivariat menggunakan Chi-Square; p<0.05. Hasil penelitian diperoleh bahwa remaja putri berpengetahuan baik mengenai anemia 38 orang (54,3%) dan bersikap positif 40 orang (60,0%). Pada hasil uji secara bivariat ditemukan hubungan signifikan diantara pengetahuan (p-value=0.031) dan sikap (p-value=0,000) yang dimiliki para siswi dengan terjadinya anemia di SMA Negeri 1 Laguboti. Penyuluhan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri sangat penting untuk dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman dan sikap positif remaja dalam mengkonsumsi makanan sumber zat besi agar terhindar dari anemia.Anemia in teenage girls is one of the health problem worldwide that need to be solved. In Indonesia, the prevalence of anemia in teenage girsl aged 10-18 was 57,1% and 39,5% in 19-45 aged in the others. Meanwhile in 2018 in North Sumatra Province, prevalence of this case was 58,2%, and in Medan was 26,5%. Anemia in teenage girls could be caused by multifactorial such as low knowledge and also negative attitudes. The study determined the association of knowledge and attitude with iron deficiency anemia in teenage girls. This analytical cross-sectional study was held in SMA Negeri 1 Laguboti on March-July 2022.. The Instruments were a questionnaire and digital hemoglobin test; easy touch. Data were analyzed in univariate and bivariate. Bivariate analyzed used Chi-Square; with p<0.05. The result showed that teenage girls who had good knowledge about iron deficiency anemia were 38 girls (54.3%) and also a positive attitude of 40 girls (60.0%). A significant association was found between knowledge (p-value=0.031) and attitude (p-value=0,000) with iron deficiency anemia in teenage girls in SMA Negeri 1 Laguboti. Health counseling about anemia should be given to teenagers especially to girls to increase their health knowledge and attitude toward consuming food riched iron so prevent anemia
Klaim Moisturizer terhadap Xerosis Cutis
Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan menyintesis berbagai literatur terkait klaim moisturizer dalam mengatasi xerosis cutis, yang merupakan kondisi kulit kering yang umum dihadapi oleh banyak individu. Metode studi yang digunakan adalah sistem review literatur, yang mencakup pencarian berbagai sumber informasi dari jurnal ilmiah, publikasi terverifikasi, dan buku-buku teks terkait topik tersebut. Hasil dari analisis literatur menunjukkan bahwa klaim moisturizer sebagai terapi untuk xerosis cutis didukung oleh banyak penelitian dan pengalaman klinis. Penggunaan moisturizer telah terbukti efektif dalam meningkatkan kelembaban kulit, mengurangi kekeringan, dan meningkatkan fungsi pelindung kulit. Beberapa studi juga menyoroti manfaat tambahan seperti peningkatan elastisitas kulit dan penundaan proses penuaan kulit. Dalam konteks ini, ditemukan bahwa pemilihan jenis moisturizer yang sesuai dan tepat adalah kunci kesuksesan terapi. Beberapa produk dengan kandungan bahan aktif tertentu, seperti humektan, emolien, dan ceramide, telah menunjukkan keefektifan dalam meningkatkan kondisi kulit yang kering dan mengurangi gejala xerosis cutis. Meskipun klaim positif terkait moisturizer dalam mengatasi xerosis cutis telah banyak dilaporkan, penting untuk diingat bahwa respons individual terhadap produk dapat bervariasi. Beberapa faktor seperti jenis kulit, kondisi medis tambahan, dan lingkungan dapat mempengaruhi hasil terapi. Secara keseluruhan, berdasarkan analisis literatur dalam studi sistem review ini, moisturizer telah terbukti sebagai terapi yang efektif dalam mengatasi xerosis cutis dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan. Namun, perlu adanya penelitian lebih lanjut dan studi klinis yang lebih mendalam untuk mendukung temuan ini dan mengidentifikasi solusi yang lebih spesifik dan disesuaikan dengan kebutuhan individu.This study aims to review and synthesize various literature related to claims of moisturizers in treating xerosis cutis, which is a common dry skin condition faced by many individuals. The study method used is a literature review system, which includes searching for various sources of information from scientific journals, verified publications, and text books related to the topic. The results of the literature analysis show that the claim of moisturizer as a therapy for xerosis cutis is supported by many studies and clinical experiences. The use of a moisturizer has been proven effective in increasing skin moisture, reducing dryness, and increasing the skin's protective function. Several studies have also highlighted additional benefits such as increased skin elasticity and delayed skin aging process. In this context, it was found that selecting the appropriate and appropriate type of moisturizer is the key to successful therapy. Several products containing certain active ingredients, such as humectants, emollients, and ceramides, have shown effectiveness in improving dry skin conditions and reducing the symptoms of xerosis cutis. Although many positive claims regarding moisturizer in treating xerosis cutis have been reported, it is important to remember that individual responses to products may vary. Several factors such as skin type, additional medical conditions, and environment can affect the outcome of therapy. Overall, based on the analysis of the literature in this review system study, moisturizer has been proven to be an effective therapy in treating xerosis cutis and improving overall skin health. However, further research and in-depth clinical studies are needed to support these findings and identify more specific and individualized solutions
Konsumsi jagung keluarga berdasarkan preferensi dan persepsi nilai sosial jagung di Kabupaten Buton
Konsumsi jagung keluarga berdasarkan preferensi dan persepsi nilai sosial jagung di Kabupaten Buto