Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Tingkat Kecemasan Kualitas Tidur Ibu Hamil Primigravida Trimester III

    Get PDF
    Ibu hamil pada dasarnya akan mengalami kecemasan, namun kecemasan yang lebih kompleks akan terjadi pada akhir kehamilan khususnya pada kehamilan pertama (Primigravida). Dalam studi sebelumnya yang di teliti oleh Hartanti, dkk. (2018) di dapatkan hasil 90% ibu hamil primigravida trimester III mengalami kecemasan dengan kualitas tidur yang tidak baik (cukup buruk). Tujuan dari riset yang dilakukan adalah untuk mempelajari apakah terdapat keterkaitan antara kualitas tidur dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III pada Klinik Adikusumah Karawang. Menggunakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional yang di terapkan pada riset yang dilakukan. Dengan jumlah 148 responden ibu hamil primigravida trimester III di Klinik Adikusumah Karawang. Intrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil analisis pada riset yang dilakukan menggunakan Fisher Exact Test di peroleh nilai (p-value = 0.001) (p<0.05) menunjukan terdapat adanya hubungan antara kecemasan dengan kualitas tidur pada ibu hamil primigravida trimester III. Berdasaran hasil riset yang dilakukan diketahui bahwa tingkat kecemasan memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas tidur seorang ibu hamil primigravida trimester III. Apabila kecemasan ibu hamil semakin tinggi maka akan semakin buruk juga kualitas tidurnya

    Peran Cranberry Terhadap Rekurensi Infeksi Saluran Kemih: Sebuah Review

    Get PDF
    Infeksi saluran kemih (ISK) berulang didefinisikan sebagai setidaknya tiga episode ISK dalam dua belas bulan, atau setidaknya dua episode dalam enam bulan. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit infeksi saluran kemih (ISK) adalah penyakit infeksi kedua tersering dan sebanyak 8,3 juta kasus dilaporkan per tahun. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan dan kekambuhan ISK. Wanita yang pernah mengalami ISK berulang memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak pernah terdiagnosis ISK. Antibiotik merupakan tatalaksana profilaksis pada ISK berulang. Namun ada alternatif yang tersedia, seperti cranberry, probiotik, dan obat tradisional cina. Cranberry merupakan alternatif yang dapat dipilih dalam pencegahan ISK di era tingginya angka resistensi terhadap antibiotik dan ISK berulang. Cranberry bekerja terutama dengan mencegah perlekatan pili tipe 1 dan strain p-fimbriae ke epitel saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penggunaan cranberry terhadap ISK berulang serta efektivitas penggunaan cranberry terhadap profilaksis terjadinya ISK berulang dibandingkan dengan antibiotik profilaksis. Metode penelitian ini merupakan literature review dengan pencarian dan pemilihan literatur-literatur yang diterbitkan dalam rentang 10 tahun terakhir kemudian telah dilakukan seleksi jurnal dengan kriteria akses terbuka dan yang memenuhi didapatkan 47 jurnal. Hasil penelitian menunjukkan jus Cranberry dikatakan dapat menurunkan pH urin untuk mengobati ISK dan memiliki zat proanthocyanidins sehingga mencegah perlekatan bakteri dalam saluran kemih. Studi lain melaporkan bahwa konsentrasi asam hipurat dalam urin tidak cukup untuk efek antibakteri. Selain itu beberapa studi menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penggunaan produk Cranberry dengan pasien yang menerima placebo. Sehingga konsumsi ekstrak Cranberry ini tidak dapat menggantikan antibiotik saat terjadi ISK yang sedang aktif. Konsumsi ekstrak cranberry dapat disarankan untuk terapi tambahan pada ISK yang sedang aktif, maupun sebagai profilaksis ISK berulang, namun harus tetap bersamaan dengan antibiotik..Recurrent urinary tract infection (UTI) was defined as at least three episodes of UTI within twelve months, or at least two episodes within six months.  According to the World Health Organization (WHO), urinary tract infection (UTI) is the second most common infectious disease and as many as 8.3 million cases are reported per year.  There are many factors that can influence the development and recurrence of a UTI.  Women who have had a recurrent UTI have a higher risk than those who have never been diagnosed with a uti.  Antibiotics are a prophylactic treatment for recurrent UTIs.  However there are alternatives available, such as cranberries, probiotics, and traditional Chinese medicine.  Cranberry is an alternative that can be selected in the prevention of UTI in an era of high rates of antibiotic resistance and recurrent UTI.  Cranberries work mainly by preventing the attachment of type 1 pili and p-fimbriae strains to the epithelium of the urinary tract.  This study aims to determine the benefits of using cranberries for recurrent UTIs and the effectiveness of using cranberries for prophylaxis of recurrent UTIs compared to prophylactic antibiotics.  This research method is a literature review by searching and selecting literature published in the last 10 years and then selecting journals with open access selection and 47 journals that fulfill this are obtained.  The results showed that cranberry juice can lower urine pH to treat UTIs and has proanthocyanidins that prevent bacteria from sticking to the bladder.  Another study reported that the concentration of hippuric acid in urine is insufficient for antibacterial effect.  In addition, several studies stated that there was no significant difference between the use of cranberry products and patients who received a placebo.  So consumption of Cranberry extract cannot replace antibiotics when an active UTI occurs.  Consumption of cranberry extract can be recommended for additional therapy for active UTIs, as well as for recurrent ISK prophylaxis, but must be kept together with antibiotics

    Efikasi Suplementasi Kolagen Dalam Mencegah Tanda Penuaan

    Get PDF
    Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia dan menyumbang sekitar 16% dari total berat badan. Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan pada tubuh termasuk kulit. Manifestasi yang jelas adalah kerutan, pigmentasi dan elastisitas kulit yang berkurang. Kulit mengandung sekitar 70% kolagen yang memberikan efek mengencangkan pada kulit. Komposisi kolagen akan berkurang seiring bertambahnya usia. Beberapa tahun terakhir, suplemen kolagen semakin banyak digunakan sehingga literatur ini dibuat untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pemberian suplementasi kolagen dalam hal dapat mencegah terjadinya proses penuaan di Indonesia. Sumber literatur yang digunakan adalah Pubmed, Google Scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science Direct dan Cochrane. Setelah itu dilakukan seleksi untuk memilih literatur yang sesuai serta dilakukan penyusunan artikel. Penggunaan suplementasi kolagen untuk memperlambat proses penuaan telah menjadi trend pada bidang dermatologi dan kosmetik. Suplemen kolagen yang terdiri atas sediaan oral dan topikal dikatakan berkontribusi dalam mencegah terjadinya proses penuaan. Berdasarkan penelusuran literatur yang telah dilakukan, kolagen memiliki efek positif dalam mencegah penuaan kulit dengan cara meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, mengurangi kerutan serta mengkompensasi kerusakan oksidatif pada fibroblas. Penuaan kulit merupakan suatu proses biologis multifaktorial dan normalnya terjadi pada dekade ketiga kehidupan. Tanda penuaan kulit ditandai dengan kerutan, elastisitas kulit yang berkurang dan tekstur yang kasar. Suplementasi kolagen telah terbukti dapat mencegah terjadinya proses penuaan kulit dengan berbagai mekanisme fisiologisnya.Skin is the largest organ in the human body and accounts for about 16% of the total body weight. As we get older, changes occur in the body including the skin. Clear manifestations are wrinkles, pigmentation, and reduced pigmentation and skin elasticity. The skin contains 70% of collagen which gives a strong effect on the skin. The composition of collagen will decrease with age. In the last few years, collagen supplements are increasingly used. This article was made to find out more about the therapy of collagen supplementation in terms of preventing aging in Indonesia. Sources of literature used are Pubmed, Google Scholar, Medline, Ebsco, Hindawi, Science Direct, and Cochrane. The selection is carried out to choose the appropriate literature and the writing of the literature will be carried out. Collagen supplementation has become a trend in dermatology and cosmetics to slow down the aging process. Oral and topical collagen supplements are said to contribute in preventing premature aging. Based on the literature search, collagen has a positive effect in preventing premature aging by increasing skin moisture, elasticity, reducing wrinkles and compensating oxidative damage to fibroblasts. Skin aging is a multifactorial biological process and which normally occurs in the third decade of a human's life. Signs of skin aging are characterized by wrinkles, reduced skin elasticity and rough texture. Collagen supplementation has been proven to prevent the skin aging process with various physiological mechanisms

    The Effectiveness of Normal Childbirth Care Training on the Completeness of Childbirth Medical Record Recording: Quasi-Experimental Research

    No full text
    Terdapat lima benang merah yang diajarkan dalam pelatihan APN dengan poin ke-4 yang merupakan pencatatan (rekam medis) asuhan persalinan yaitu lembar partograf. Salah satu keterampilan yang diajarkan selama pelatihan APN adalah pengisian lembar partograf sebagai dokumen rekam medis persalinan dengan baik dan lengkap. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah pelatihan APN efektif terhadap kelengkapan pencatatan rekam medis persalinan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Desain penelitian adalah kuasi eksperimen dengan melakukan pretest dan posttest. Jumlah populasi penelitian adalah 17 orang yang mengikuti pelatihan APN disalah satu lembaga pelatihan APN di Kota Semarang dan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar partograf yang kemudian dinilai dengan daftar tilik penilaian partograf. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian ini menghasilkan angka Sig. 0,008 yang menunjukkan adanya efektivitas pelatihan APN terhadap kelengkapan pencatatan rekam medis persalinan. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan mengkaji persepsi tenaga kesehatan terhadap pelatihan APN.There are five common threads taught in APN training with the 4th point which is the recording (medical record) of childbirth care, namely the partograph sheet. One of the skills taught during the APN training is filling out partograph sheets as a medical record document for childbirth properly and completely. The purpose of this study was to determine whether APN training is effective in the completeness of recording childbirth medical records. This research is a type of quantitative research with experimental research methods. The research design is a quasi-experiment by conducting pretest and posttest. The total population of the study was 17 people who attended APN training at one of the APN training institutions in Semarang City and the sampling technique was total sampling. The data collection tool uses a partograph sheet which is then assessed with a partograph assessment checklist. Data analysis using paired sample t-test. The results of this study resulted in a Sig. number of 0.008 which shows the effectiveness of APN training on the completeness of recording childbirth medical records. Further research can be done by examining health workers' perceptions of APN training

    Salt Concentration of 29 and 30 Percent Consumption as a Media for Identification of Intestinal Nematode Worm Eggs: Laboatorium Research

    Get PDF
    Nematoda usus merupakan kelompok parasit yang memiliki dampak signifikan pada masyarakat Indonesia. Infeksi cacing ini tetap menjadi masalah kesehatan karena ada banyak faktor yang mendukung kelangsungan hidup cacing parasit ini. Penularan cacing usus dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur cacing yang infektif, atau bahkan secara langsung melalui tangan yang terpapar oleh telur cacing. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi telur cacing Nematoda Usus menggunakan metode flotasi pada dua konsentrasi berbeda, yaitu 29% dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode flotasi untuk mengidentifikasi telur cacing. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dalam dua merek garam konsumsi yang diuji dengan konsentrasi 29%, yaitu merek M dan R, terjadi pengapungan telur cacing, termasuk Ascaris Lumbricoides dan Trichuris Trichiura. Sedangkan pada kelompok kontrol dengan menggunakan NaCl PA, terjadi pengapungan telur cacing, termasuk Hookworm dan Trichuris Trichiura. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam dua sampel garam dengan merek yang berbeda, yaitu sampel M dan R, pada kedua konsentrasi garam 29% dan 30% ditemukan telur cacing positif.Intestinal nematodes are a group of parasites that have a significant impact on Indonesian society. This worm infection remains a health problem because there are many factors that support the survival of this parasitic worm. Transmission of intestinal worms can occur through consuming food or drink contaminated with infective worm eggs, or even directly through hands exposed to worm eggs. This research aims to identify intestinal nematode worm eggs using the flotation method at two different concentrations, namely 29% and 30%. This study used the flotation method to identify worm eggs. The results of the examination showed that in the two brands of consumable salt tested with a concentration of 29%, namely brands M and R, there was floating of worm eggs, including Ascaris Lumbricoides and Trichuris Trichiura. Whereas in the control group using NaCl PA, worm eggs floated, including Hookworm and Trichuris Trichiura. From the results of this research, it can be concluded that in two samples of salt with different brands, namely samples M and R, at both salt concentrations of 29% and 30% positive worm eggs were found

    Pengaruh Kelengkapan Formulir Resume Medis Rawat Inap Terhadap Mutu Rekam Medis Di Rsud Majalaya

    Get PDF
    The discharge summary, also known as a medical resume, is a concise compilation of the entire period of patient care and treatment, encompassing the efforts made by medical staff and relevant parties. Typically, it includes information about the type of treatment provided, the patient's condition upon discharge, and follow-up plans. In this study, the focus is directed towards examining how the completeness of the inpatient medical resume form affects the quality of medical records at RSUD Majalaya. The results of the statistical analysis with a significance level of ? = 5% (0.05) or a confidence level of 95% indicate a significant impact of 46.5% from the completeness of the inpatient medical resume on the quality of medical records. Some identified issues include: (1) Incomplete components of the inpatient medical resume form. (2) Delays in information entry, affecting coding processes, insurance claims, and reporting to hospital management. (3) Suboptimal supervision and awareness among medical personnel. Based on the research findings, it can be concluded that the completeness of the medical resume at RSUD Majalaya is still not optimal, as there are still several sections that remain unfilled or have not been completed by authorized doctors or personnel responsible for filling out the form.Ringkasan riwayat pulang, juga dikenal sebagai resume medis, merupakan kompilasi singkat dari seluruh periode perawatan dan pengobatan pasien, mencakup upaya-upaya yang dilakukan oleh staf medis dan pihak terkait. Biasanya, ini memuat informasi tentang jenis pengobatan yang diberikan, kondisi pasien saat pulang, serta rencana tindak lanjut. Dalam penelitian ini, fokus ditujukan pada bagaimana kelengkapan formulir resume medis rawat inap berpengaruh terhadap kualitas rekam medis di RSUD Majalaya. Hasil analisis statistik dengan tingkat signifikansi ? = 5% (0,05) atau kepercayaan 95% menunjukkan adanya dampak sebesar 46,5% dari kelengkapan resume medis rawat inap terhadap kualitas rekam medis. Beberapa permasalahan yang teridentifikasi meliputi: (1) Tersedianya komponen resume medis rawat inap yang belum terisi dengan lengkap. (2) Keterlambatan dalam pengisian informasi, berdampak pada proses pengkodean, klaim asuransi, dan pelaporan kepada manajemen rumah sakit. (3) Pengawasan dan kesadaran petugas medis belum optimal. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kelengkapan resume medis di RSUD Majalaya masih belum optimal, karena masih terdapat beberapa bagian yang tidak terisi atau belum diisi oleh dokter atau petugas yang berwenang untuk melengkapi formulir tersebut

    Hubungan Service Quality Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Poli Paru Revisiting Polypulmonary Patients Manguharjo Madiun Tahun 2023

    Get PDF
    Kualitas pelayanan penting bagi perusahaan untuk mempertahankan dan memenangkan persaingan industri jasa yang sangat ketat. Kepuasan pasien adalah hasil perbandingan kinerja produk dan pelayanan yang diterima dengan harapan. Pelanggan setia cenderung enggan berpindah tempat, seseorang yang loyal akan setia terhadap produk tersebut meskipun terjadi kenaikan harga. Pelanggan setia adalah pelanggan yang tertarik untuk menggunakan kembali layanan di RSP Manguharjo Madiun.  Metode Kuantitatif  digunakan dalam penelitian dengan desain penelitian menggunakan Cross Sectional. Sampel penelitian ini 76 pasien poli paru RSP Manguharjo Madiun dan diolah menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan Service Quality berpengaruh sebesar 0.078 terhadap minat kunjungan ulang. Menandakan bahwa Service Quality RSP Manguharjo Madiun berpengaruh terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Poli Paru RSP Manguharjo Madiun.  Pada peneltian ini rumah sakit harus terus memperhatikan kualitas pelayanan agar pasien merasa puas, Kepuasan pasien secara langsung akan mempengaruhi minat mereka untuk kembali melakukan kunjungan ulang. Secara tidak langsung pasien yang merasakan kepuasan akan menjadi promosi yang efektif melalui perantara mulut ke mulut yang pada akhirnya tidak hanya menjadi pemicu untuk meningkatkan persentase kunjungan ulang dari pasien lama saja, namun juga akan meningkatkan kunjungan dari pasien baru.Service quality is important for companies to maintain and win thecompetition of the service industry is very tight. Patient satisfactionis the result of comparing the performance of products and servicesreceived with expectations. Loyal customers tend to be reluctant tomove, someone who is loyal will se-tia to the product despite the priceincrease. Loyal customers there are customers who are interested inreusing services at RSP Manguharjo Madiun. Quantitative methods used inthe study with de-sain research using Cross Sectional. The sample ofthis study was 76 lung Poly patients of RSP Manguharjo Madiun andprocessed using Chi-Square Test. The results of this study showed therelationship of Service Quality effect of 0.078 to the interest ofrepeat visits. Indicates that the Service Quality of RSP ManguharjoMadiun has an effect on the interest of re-visiting Poli Pa-ru patientsof RSP Manguharjo Madiun. In this study, the hospital must continue topay attention to the quality of service so that patients feel satisfied,patient satisfaction directly will affect their interest to return for arepeat visit. Indirectly patients who feel satisfaction will be aneffective pro-motion through word of mouth intermediaries whichultimately will not only be a trigger to increase the percentage ofrepeat visits from old patients, but will also increase visits from newpatients

    Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Universitas Gunadarma

    Get PDF
    Menstruation is a cycle of shedding the endometrial lining in response to the hormonal interactions produced by the hypothalamus, pituitary gland, and ovaries. Nutritional status, BMI, physical activity, hormonal conditions, and stress influence the menstrual cycle. Stress is a normal part of life that we often encounter. Everything that triggers stress is referred to as a stressor. For students, facing or undergoing intense schedules, labs, assignments, and the thesis-making process can trigger stress, leading to irregular menstrual cycles. This study aims to investigate whether there is a correlation between stress levels and the pattern of menstrual cycles among female students at Gunadarma University. This research employs a quantitative analytical approach with a cross-sectional design and applies a simple random sampling technique. Participation in this study involves 195 individuals who meet the inclusion and exclusion criteria. The collected data is analyzed using the Chi-Square test. Findings from this analysis indicate that the P value in this study is 0.001, signifying that the value is below the significance threshold of 0.05. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between stress levels and the pattern of menstrual cycles among female students at Gunadarma University.Menstruasi merupakan suatu siklus peluruhan dinding endometrium sebagai respon terhadap interaksi hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus, hipofisis dan ovarium. Siklus menstruasi di pengaruhi oleh beberapa faktor seperti status gizi, IMT, aktivitas fisik, kondisi hormonal dan stres. Stres merupakan bagian yang normal yang sering kita hadapi. Semua yang menghasilkan stres disebut stressor. Pada mahasiswa ketika menghadapi atau menjalani kuliah yang terlalu padat, praktikum, tugas, dan proses pembuatan skripsi merupakan faktor yang dapat memicu terjadinya stres sehingga menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah ada korelasi antara tingkat stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi di Universitas Gunadarma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitis dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan menerapkan teknik sampling acak sederhana. Partisipasi dalam penelitian ini melibatkan 195 individu yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Temuan dari analisis ini mengindikasikan bahwa nilai P dalam penelitian ini sebesar 0,001, menandakan bahwa nilai tersebut berada di bawah ambang signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Universitas Gunadarma

    Faktor Yang Mempengaruhi Pengendalian Hipertensi Pada Peserta Prolanis Di Puskesmas Sekota Kupang Tahun 2022

    Get PDF
    Prolanis is a health service system that uses a proactive and integrative approach by involving partic pants, health facilities and BPJS health in order to maintain those suffering from chronic diseases for health care effectively and efficiently. Bpjs Kesehatan data for the last three years, namely 2019, 2020 and 2021, there is not a single Puskesmas in Kupang City that can meet the target of the Controlled Prolanis Participant Ratio (RRPT ? 5%) per year. This study aims to analyze the factors that affect hypertension control in prolanis participants at puskesmas Se - Kupang City in 2022. The da-lam research method is quantitative research using a cross-sectional approach with the population in this study, namely prolanis participants in 11 Kupang City Health Centers who were diagnosed with hypertension. The sampling technique in this study is the cluster random sampling technique. The data in this study was taken using a questionnaire distributed to prolanis participants in 11 Kupang City Health Centers as many as 269 people. Data were analyzed using the Multiple Linear Regression test and the test results showed that the variables had a significant effect on hypertension control of prolanis participants, namely family support (p = 0.039), lifestyle (p = 0.015), traceability (p = 0.002) and trust (p = 0.003). So that it becomes a good input in the implementation of chronic disease prevention and control programs to be able to help the puskesmas achieve the target of implementing effective and efficient prevention programsProlanis adalah sistem pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan proaktif dan dilaksanakan secara integratif dengan melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS kesehatan dalam rangka pemeliharaan bagi yang menderita penyakit kronis untuk pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien. Data BPJS Kesehatan selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2019, 2020 dan 2021 tidak ada satu pun Puskesmas di Kota Kupang yang dapat memenuhi target Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RRPT ? 5%) per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pengendalian hipertensi pada peserta prolanis di Puskesmas Se - Kota Kupang tahun 2022. Metode dalam penelitian yaitu penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional dengan populasi dalam penelitian ini yaitu peserta prolanis di 11 Puskesmas Kota Kupang yang terdiagnosa hipertensi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik cluster random sampling. Data dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesioner yang disebar pada peserta prolanis di 11 Puskesmas Kota Kupang sebanyak 269 orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Regresi Linear Berganda dan hasil uji menunjukkan bahwa variabel berpengaruh signifikan terhadap pengendalian hipertensi peserta prolanis yaitu dukungan keluarga (p = 0,039), pola hidup (p = 0,015), keterjangkauan (p = 0,002) dan kepercayaan (p = 0,003). Sehingga menjadi masukkan yang baik terhadap pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian penyakit kronis untuk dapat membantu pihak puskesmas mencapai target pelaksanaan program pencegahan yang efektif dan efisien

    Pemberian Ringer Lactate Vs Normal Saline Untuk Tatalaksana Ketoasidosis Diabetik : Manakah Yang Lebih Baik ?

    Get PDF
    Ketoasidosis diabetik (DKA) adalah kondisi diabetes yang mengancam jiwa yang ditandai dengan gangguan metabolisme dan homeostasis. Selain identifikasi penyebab pencetus secara tepat waktu, langkah pertama dalam penatalaksanaan akut gangguan ini meliputi pemberian cairan intravena (IV) secara agresif. Dua jenis cairan infus yang biasa digunakan untuk penggantian cairan umum pada pasien rawat inap adalah Balanced Electrolyte Solutions (BES) seperti Ringer Lactate (RL) dan Normal Saline 0,9% (NS). Pedoman saat ini menyarankan penggunaan NS sebagai cairan resusitasi pilihan. Namun, kelebihan kandungan klorida NS dapat menyebabkan metabolisme hiperkloremik. BES seperti larutan Ringer Lactate (RL) telah diusulkan sebagai alternatif karena kecenderungan yang lebih rendah untuk menyebabkan komplikasi ini dan berpotensi dapat memfasilitasi resolusi yang lebih cepat. Bukti mengenai penggunaan BES dalam DKA masih terbatas. Untuk menentukan apakah penggunaan RL dalam resusitasi cairan menyebabkan resolusi DKA lebih cepat dibandingkan dengan NS. Jenis penelitian ini adalah kajian literatur. Studi ini melibatkan pencarian literatur yang komprehensif dari PubMed, Google Scholar, EBSCO, dan Science Direct tentang uji klinis yang membahas penggunaan BES vs NS dalam resusitasi cairan pada DKA. Waktu penyelesaian DKA diperiksa sebagai titik akhir primer. Pencarian literatur termasuk 19 studi yang disaring secara individual. Sebanyak 24 studi diidentifikasi tetapi 5 studi dikeluarkan karena tidak relevan dalam hasil kepentingan dan target populasi. Kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan RL untuk resusitasi cairan pada DKA terbukti lebih unggul daripada NS 0,9% dalam hal mengurangi DKA lebih cepat.Diabetic ketoacidosis (DKA) is a life threatening diabetic condition characterized by metabolic and homeostasis disturbance. In addition to timely identification of the precipitating cause, the first step in acute management of these disorder includes aggressive administration of intravenous (IV) fluid. Two types of IV fluids commonly used for general fluid replacement in hospitalized patients, Balanced Electrolyte Solutions (BES) such as Ringer Lactate (RL) and Normal Saline 0,9% (NS). Current guideline suggest the use of NS as the preferred resuscitation fluid. However, the excess chloride content of NS might cause hyperchloremic metabolic. BES such as Ringer Lactate (RL) solution have been proposed as an alternative due to a lower propensity to cause this complication and potentially could facilitate more-rapid resolution. Evidence regarding the use of BES in DKA remains limited. To determine if the use of RL in fluid resuscitation leads to faster resolution of DKA compared to NS. This type of research is a literature review. The study involves a comprehensive search of literature from PubMed, Google Scholar, EBSCO, and Science Direct of clinical trials addressing the use of BES vs NS in fluid resuscitation in DKA. The time to resolution of DKA was examined as the primary endpoint. The literature search included 19 studies that were screened individually. A total of 24 studies were identified but 5 studies were excluded due to irrelevance in the outcome of interest and target population. These review suggest that the use of RL for fluid resuscitation in DKA was shown to be superior to 0,9% NS in terms of alleviating DKA quicke

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇