Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Efek Protektif Suplementasi Vitamin D Terhadap Otitis Media Rekuren Pada Anak
Introduction: Otitis Media (OM) is an ear infection with a high prevalence in children. Immune system regulation is often a complex issue behind the progression and the occurrence of complications in children with OM. However, until now effective therapy for the long-term protection against infection still has not yet been determined. Therefore, this research was conducted to summarize various evidences regarding the role of vitamin D as one of the micronutrients in overcoming OM. Methods: A literature search regarding the role of vitamin D towards OM was conducted through databases namely ScienceDirect, Google Scholar, PubMed, and Wiley by prioritizing studies published in the last five years. Results: Various studies have revealed the protective role of vitamin D in regulating the body's immune response towards infectious pathogens. The incidence of OM in children is significantly associated with vitamin D deficiency, in contrast, vitamin D supplementation has been shown to have a protective role against the development of OM in children. Conclusion: Vitamin D supplementation can be considered as an effective preventive measure as well as therapy in preventing OM and the progression of OM in children. Dosage recommendations should be researched and reconsidered as a reference for the wider community in dealing with OM.Pendahuluan: Otitis Media (OM) menjadi infeksi telinga dengan prevalensi yang tinggi pada anak. Regulasi sistem imun seringkali menjadi permasalahan kompleks dibalik progresivitas dan komplikasi dari OM. Akan tetapi, hingga kini terapi yang efektif dalam jangka panjang dengan efek samping yang ringan masih juga belum ditemukan. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk merangkum berbagai bukti terkait peran salah satu mikronutrien yaitu vitamin D dalam mengatasi OM. Metode: Tinjauan literatur terkait peran vitamin D terhadap kejadian OM dilakukan melalui database yaitu ScienceDirect, Google Scholar, PubMed, dan Wiley dengan memprioritaskan studi yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Hasil: Berbagai studi telah mengungkapkan peran protektif vitamin D dalam mengatur respons imun tubuh terhadap patogen infeksi. Kejadian OM pada anak telah dikaitkan secara signifikan dengan defisiensi vitamin D, sebaliknya, suplementasi vitamin D terbukti memiliki peran protektif terhadap perkembangan OM pada anak. Simpulan: Suplementasi vitamin D dapat dipertimbangkan menjadi langkah preventif maupun terapi yang efektif dalam pencegahan OM serta progresivitas dari OM pada anak. Dosis rekomendasi dapat diteliti dan dipertimbangkan kembali sebagai acuan masyarakat luas dalam menangani OM
The Effect of Cadre Training on Knowledge and Attitudes regarding Giving MP-ASI
Prevalensi stunting cukup tinggi di Indonesia sehingga membutuhkan peran seluruh lintas sektor. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah pemberian MP-ASI yang kurang optimal dan tidak benar akibat kurangnya informasi dan pengetahuan terkait hal tersebut. Kader posyandu yang merupakan ujung tombak keesehatan di masyarakat memiliki peran yang sangat strategis sebagai educator bagi ibu. Para kader perlu diberdayakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pemberian MP-ASI sebagai langkah mencegah dan mendeteksi stunting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader tentang pemberian MP-ASI terhadap pengetahuan dan sikap dalam pemberian MP-ASI. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan populasi penelitian ini adalah seluruh kader Posyandu di Kota Kendari. Sampel penelitian berjumlah 92 orang terdiri atas kelompok intervensi 46 orang dan Kontrol 46 orang. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Abeli, Puskesmas Mokoau, Puskesmas Nambo dan Puskesmas Poasia. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney dengan menggunakan software STATA. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan nilai pengetahuan dan sikap kelompok intervensi sebelum dan setelah diberikan pelatihan (p=0,000), ada perbedaan skor pengetahuan dan sikap antara kedua kelompok (p=0,000). Penelitian memperlihatkan terdapat pengaruh pelatihan kader tentang pemberian MP-ASI terhadap pengetahuan dan sikap kader terhadap pemberian MP-ASI.The prevalence of stunting is high enough in Indonesia that it requires the role of all cross-sectors. One of the causes of stunting is the provision of breast milk complementary foods which is less than optimal and incorrect due to lack of information and knowledge related to it. Posyandu cadres who are the spearhead of health in the community have a very strategic role as educators for mothers. Cadres need to be empowered to convey information to the community about the provision of complementary food as a step to prevent and detect stunting. The purpose of the study was to determine the effect of cadre training on the provision of complementary food on knowledge and attitudes in giving complementary food. The research design is quasi-experimental with the population of this study is the entire Posyandu cadre in Kendari City. The study sample of 92 people consisted of an intervention group of 46 people and Control of 46 people. The research was carried out in the working areas of Puskesmas Abeli, Puskesmas Mokoau, Puskesmas Nambo and Puskesmas Poasia. Data analysis using Wilcoxon test and Mann Whitney test using STATA software. The results showed that there were differences in knowledge values and attitudes of the intervention group before and after training (p=0.000), there were differences in knowledge scores and attitudes between the two groups (p=0.000). This shows that there is an influence of cadre training on the provision of breast milk complementary foods on the knowledge and attitude of cadres towards the provision of breast milk complementary foods
Laporan Kegiatan Kunjungan Kasus Hipertensi Grade II Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Tidak Terkontrol Pada Ny. R Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas Gembong
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih, atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. WHO memperkirakan terdapat 1,28 miliar penderita hipertensi secara global pada tahun 2019 dan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi selalu menempati urutan pertama di Puskesmas Gembong. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan distribusi glukosa pada sel berjalan tidak optimal sehingga terjadi akumulasi glukosa dalam darah dan terjadi diabetes melitus. Ny. R berusia 64 tahun mengalami keluhan sakit kepala sejak 3 minggu sebelum berobat ke puskesmas, serta kesemutan dan baal pada tangan dan kaki sejak 2 minggu sebelum berobat ke puskesmas. Ny. R memiliki riwayat hipertensi dengan diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak tahun 2020. Melalui pendekatan kedokteran keluarga untuk mendapatkan diagnosis holistik menggunakan Mandala of Health, diberikan penatalaksanaan komprehensif untuk menurunkan tekanan darah dan kadar glukosa darah Ny. R. Setelah intervensi, tekanan darah Ny. R menurun dari 165/90 menjadi 129/77 mmHg dan kadar glukosa darah sewaktu menurun dari 305 menjadi 142 mg/dL. Ny. R dan keluarga telah memahami pentingnya mengonsumsi obat secara teratur, mengubah pola makan, melakukan aktivitas fisik dan kontrol secara rutin untuk mengontrol tekanan darah dan kadar glukosa darah. Diharapkan Ny. R tetap mengikuti saran yang diberikan untuk mencegah perburukan komplikasi di kemudian hari.Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih, atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. WHO memperkirakan terdapat 1,28 miliar penderita hipertensi secara global pada tahun 2019 dan prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi selalu menempati urutan pertama di Puskesmas Gembong. Tekanan darah yang tinggi menyebabkan distribusi glukosa pada sel berjalan tidak optimal sehingga terjadi akumulasi glukosa dalam darah dan terjadi diabetes melitus. Ny. R berusia 64 tahun mengalami keluhan sakit kepala sejak 3 minggu sebelum berobat ke puskesmas, serta kesemutan dan baal pada tangan dan kaki sejak 2 minggu sebelum berobat ke puskesmas. Ny. R memiliki riwayat hipertensi dengan diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak tahun 2020. Melalui pendekatan kedokteran keluarga untuk mendapatkan diagnosis holistik menggunakan Mandala of Health, diberikan penatalaksanaan komprehensif untuk menurunkan tekanan darah dan kadar glukosa darah Ny. R. Setelah intervensi, tekanan darah Ny. R menurun dari 165/90 menjadi 129/77 mmHg dan kadar glukosa darah sewaktu menurun dari 305 menjadi 142 mg/dL. Ny. R dan keluarga telah memahami pentingnya mengonsumsi obat secara teratur, mengubah pola makan, melakukan aktivitas fisik dan kontrol secara rutin untuk mengontrol tekanan darah dan kadar glukosa darah. Diharapkan Ny. R tetap mengikuti saran yang diberikan untuk mencegah perburukan komplikasi di kemudian hari
Spill Kit Infeksius berbahan Virgin Coconut Oil 71% Efektif sebagai Desinfektan Mikroba Urin penderita Infeksi Saluran Kemih: Penelitian Laboratorium
Virgin coconut oil or VCO is one of the processed coconut fruit (Cocos nucifera L.) which contains fatty acids so that it has the potential to have antimicrobials. Spill kits are equipment used to clean hazardous or infectious materials in liquid form. However, the continuous use of liquid chemicals from spill kit components will have a negative impact on the environment. This study aims to determine the effectiveness of VCO as a disinfectant spill kit material. The type of research carried out is descriptive with an experimental approach. The sample used is the urine of patients with urinary tract infections at the Puskesmas. Urine treatment by culturing on agar media with the type of urine culture, culture is then given vco and chlorine treatment. Based on culture observations on specimens followed by bacterial staining, 40% gram positive and 60% gram negative were obtained. The average number of colonies in the urine sample was 42 colonies, VCO 12 colonies, and chlorine was not observed colony growth. The average number of germs in urine before treatment was 1.4.104. CFU/ml, after treatment the addition of clorin to urine was 3.3.101. CFU / ml and after the addition of VCO to urine was 4.1.103. CFu/ml. There was a decrease in germ numbers of 1.4.104. CFU/ml (100%) in the addition of chlorine and a decrease of 9.9.103. CFU/ml (71%) in the addition of VCO. The effectiveness of VCO as a substitute for chlorine for disinfectants in urinary microbial growth is 71% while Chlorine is 100%. It is necessary to increase the time of VCO suspension to get maximum results as a disinfectant.Virgin coconut oil atau VCO merupakan salah satu hasil olahan buah kelapa (Cocos nucifera L.) yang mengandung asam lemak sehingga berpotensi memiliki antimikroba. Spill kit merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan material yang berbahaya atau infeksius yang berbentuk cair. Namun, penggunaan cairan bahan kimia dari komponen spill kit secara terus menerus akan berdampak buruk pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas VCO sebagai bahan spill kit desinfektan. Jenis penelitian yang dilakukan adalan deskriptif dengan pendekatan eksperimental. Sampel yang digunakan adalah urin penderita infeksi saluran kemih pada Puskesmas. Perlakuan urin dengan pengkulturan pada media agar dengan jenis kultur urin, kultur kemudian diberikan perlakuan vco dan klorin. Berdasarkan pengamatan kultur pada spesimen yang dilanjutkan dengan pewarnaan bakteri diperoleh gram positif 40% dan terdapat gram negatif 60%. Rerata jumlah koloni pada sampel urin yaitu 42 koloni, VCO 12 koloni, dan klorin tidak teramati pertumbuhan koloni. Rerata angka kuman pada urin sebelum perlakuan yaitu 1,4.104 CFU/ml, setelah perlakuan penambahan clorin pada urin yaitu 3,3.101 CFU/ml dan setelah penambahan VCO pada urin yaitu 4,1.103 CFU/ml. Terdapat penurunan angka kuman 1,4.104 CFU/ml (100%) pada penambahan Klorin dan penurunan 9,9.103 CFU/ml (71%) pada penambahan VCO. Efektivitas VCO sebagai pengganti klorin untuk desinfektan pada pertumbuhan mikroba urin yakni 71% sedangkan Klorin 100%. perlu dilakukan penambahan waktu suspense VCO untuk mendapatkan hasil sebagai disinfektan yang lebih maksimal
Risalah Kebijakan Intervensi Berbasis Masyarakat pada Pengendalian Hipertensi dalam Kehamilan
Analisis Pemeriksaan Jumlah Trombosit Dan Leukosit Dengan Metode Mikroskopis Pada Penderita Malaria Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kasuari
Penerapan Terapi Distraksi Dan Relaksasi Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Penderita Kanker Payudara: Literature Review
Kanker payudara adalah penyakit dimana sel dalam payudara berkembang secara tidak normal diluar kendali dan bisa membentuk tumor yang bisa menjalar ke seluruh bagian tubuh dan dapat berakibat fatal. Nyeri ialah keluhan paling umum yang dialami oleh penderita kanker. Tatalaksana nyeri pada penderita kanker payudara dapat diterapkan secara farmakologi (terapi dengan obat) dan nonfarmakologi (terapi komplementer). Penanganan secara farmakologi melibatkan penggunaan obat-obatan seperti pemberian obat analgesic, sedangkan manajemen non farmakologi bisa dilakukan secara mandiri oleh perawat dengan terapi relaksasi, terapi distraksi, terapi musik, guided imagery, terapi pemijatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas penerapan terapi distraksi dan relaksasi terhadap penurunan tingkat nyeri pada pasien penderita kanker payudara. Metode penelitian yang digunakan tinjauan literatur. Literatur yang digunakan didapatkan melalui data base seperti Google Scholar dan PubMed. Kata kunci yang digunakan untuk mencari literatur yaitu “terapi distraksi”, “terapi relaksasi”, “nyeri”, “kanker payudara”. Kesimpulan: Manajemen nyeri non farmakologi dengan terapi distraksi dan relaksasi secara efektif dapat menurunkan skala nyeri pasien kanker payudara dan bisa menjadi alternatif dalam mengurangi tingkat nyeri pada penderita kanker payudara, serta bisa menjadi pilihan dalam intervensi non farmakologis dalam menurunkan tingkat nyeri.Breast cancer is a disease where cells in the breast grow abnormally out of control and can form tumors that can spread to all parts of the body and can be fatal. Pain is the most common complaint experienced by cancer sufferers. Pain management in breast cancer sufferers can be applied pharmacologically (therapy with drugs) and non-pharmacologically (complementary therapy). Pharmacological treatment involves the use of drugs such as administering analgesic drugs, while non-pharmacological management can be carried out independently by nurses with relaxation therapy, distraction therapy, music therapy, guided imagery, massage therapy. The aim of this research is to determine the effectiveness of applying distraction and relaxation therapy to reduce pain levels in patients with breast cancer. The research method used was literature review. The literature used was obtained through databases such as Google Scholar and PubMed. The keywords used to search for literature were "distraction therapy", "relaxation therapy", "pain", "breast cancer". Conclusion: Non-pharmacological pain management with distraction and relaxation therapy can effectively reduce the pain scale of breast cancer patients and can be an alternative in reducing pain levels in breast cancer sufferers, and can also be an option for non-pharmacological interventions in reducing pain levels
Formulasi Sediaan Gel dan Uji Aktivitas Bagian Tanaman Nanas Sebagai Sun Protection Factor
Paparan sinar matahari yang berlebihan sangat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama wajah. oleh karena itu, ekstrak kulit nanas sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan gel tabir surya. yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin yang memiliki aktivitas tabir surya..Metode penelitian meliputi identifikasi sampel tanaman nanas, Selanjutnya, uji skrining fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa dalam ekstrak tersebut.kemudian evaluasi formulasi sediaan gel nanas yang meliputi pemeriksaan organoleptik, pH, daya sebar, dan viskositas, uji stabilitas sediaan gel nanas selama 8 minggu. dan pengukuran nilai SPF ekstrak kulit nanas dan sediaan gel nanas menggunakan spektrofotometer UV-Vis., serta uji iritasi pada sediaan gel nanas dengan menggunakan metode Draize. Uji stabilitas menunjukkan bahwa sediaan gel nanas tetap stabil selama 8 minggu. Pengukuran ssSPF menunjukkan bahwa ekstrak kulit nanas dan sediaan gel nanas memiliki nilai SPF yang cukup tinggi. Kesimpulannya, ekstrak kulit nanas memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam formulasi sediaan gel tabir surya. Sediaan gel nanas yang dibuat memiliki karakteristik yang baik dan menunjukkan stabilitas yang baik selama 8 mingguExcessive sun exposure has a very bad impact on health especially on the face. Therefore, pineapple peel extract is an active ingredient in sunscreen gel formulations. Which contain flavonoid, tannin and saponin compounds which have sunscreen activity. The research method includes identifying pineapple plant samples. Next, a phytochemical screening test to determine the compound content in the extract. Then evaluate the formulation of the pineapple gel preparation which includes organoleptic examination, pH, spread ability and viscosity, test the stability of the pineapple gel preparation for 8 weeks. and measure the SPF value of pineapple peel extract and pineapple gel preparations using a UV-Vis spectrophotometer, as well as irritation testing on pineapple gel preparations using the Draize method. The stability test showed that the pineapple gel preparation remained stable for 8 weeks. SPF measurements show that pineapple peel extract and pineapple gel preparations have quite high SPF values. In conclusion, pineapple peel extract has the potential as an active ingredient in sunscreen gel formulations. The prepared pineapple gel preparation has good characteristics and shows good stability for 8 weeks
Analisis Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional: Studi Literatur
Background: The quality of health services in Indonesia has currently reduced social disparities with the existence of the National Health Insurance program. National Health Insurance is a health protection guarantee that funds future health facilities to be able to change the health system in Indonesia, so that participants receive health service benefits and protection for basic health needs. Having an effective and efficient JKN can protect the public from high health costs. So this research aims to analyze the factors that influence the utilization of BPJS Health services in Indonesia. Methods: This research uses a literature review method with a Narrative Literature Review approach. A total of 15 research articles were obtained from databases namely Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect with the keywords Utilization, Health Services, National Health Insurance. This method consists of determining keywords, creating questions, grouping questions, answering questions, and creating paragraphs. Research Results: From the eleven articles taken, the results showed that there was a relationship between age, gender, accessibility and the use of health services among JKN participants. Meanwhile, for the marital status variable, JKN participants' perceptions of the actions of health workers are not related to the use of health services. Conclusion: Utilization of health services among JKN participants can be influenced by several variables, namely Age, Gender, and Accessibility.Latar belakang: Mutu pelayanan kesehatan di Indonesia saat ini telah memperkecil kesenjangan sosial dengan adanya program Jaminan Kesehatatan Nasional. Jaminan Kesehatan Nasional merupakan jaminan perlindungan kesehatan yang mendanai fasilitas kesehatan masa depan untuk mampu mengubah sistem kesehatan di Indonesia, sehingga peserta memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dan perlindungan atas kebutuhan dasar kesehatan. Dengan adanya JKN yang Efektif dan efisien dapat melindungi masyarakat dari tingginya biaya kesehatan. Jadi Penelitian ini bertujuan untuk menganalis faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan BPJS Kesehatan di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literatur Review dengan pendekatan Narative Literatur Review. Sejumlah 15 artikel penelitian yang didapatkan dari database yaitu Google Scholar, Pubmed, Sciencedirect dengan kata kunci Pemanfaatan, Pelayanan Kesehatan, Jaminan Kesehatan Nasional. Metode ini terdiri dari menentukan kata kunci, membuat pertanyaan, mengelompokan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan membuat paragraph. Hasil Penelitian: Dari sebelas artikel yang diambil didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antar usia, jenis kelamin, aksesbilitas terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN. Sedangkan untuk variabel status perkawinan, persepsi peserta JKN terhadap Tindakan petugas kesehatan tidak ada hubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Kesimpulan: Pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu Usia, Jenis Kelamin, dan Aksesbilitas
Determinan yang Mempengaruhi Pemanfaatan Pelayanan pada Penderita Hipertensi: Studi Literatur
Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit yang menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi dapat menyebabkan komplikasi berbagai penyakit, seperti serangan jantung, stroke ataupun penyakit ginjal. Oleh karena itu, hipertensi merupakan penyakit yang harus selalu dikontrol secara rutin di fasilitas kesehatan. Jadi penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Pendekatan yang digunakan adalah Narative Literature Review. Terdapat 10 artikel penelitian yang diperoleh dari suatu database yaitu Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan adalah Pemanfaatan Pelayanan dan Hipertensi. Metode ini terdiri dari mengumpulkan jurnal-jurnal serta diambil beberapa kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam. Hasil Penelitian: Dari 10 artikel yang diambil, didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara usia, jenis kelamin, jenis kepesertaan dan wilayah terhadap pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi. Kesimpulan: Pemanfaatan pelayanan pada penderita hipertensi dapat dipengaruhi oleh beberapa variabel yaitu usia, jenis kelamin, jenis kepesertaan dan wilayah.Background: Hypertension is a disease that is the number one cause of death in the world every year. Hypertension can cause complications from various diseases, such as heart attacks, strokes or kidney disease. Therefore, hypertension is a disease that must always be controlled routinely in health facilities. So this study aims to analyze the determinants that influence the use of services for hypertension sufferers. Methods: This research uses the Literature Review method. The approach used is Narrative Literature Review. There are 10 research articles obtained from a database, namely Google Scholar, Pubmed and ScienceDirect. The keywords used are Service Utilization and Hypertension. This method consists of collecting journals and drawing several conclusions and then reviewing them in depth. Research Results: From the 10 articles taken, the results showed that there was a relationship between age, gender, type of membership and region on the use of health services in hypertension sufferers. Conclusion: Utilization of services for hypertension sufferers can be influenced by several variables, namely age, gender, type of membership and region