Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Social Skills Training Interventions in Schizophrenic Patients: A Literature Review
Deficiencies in thinking, perception, unnatural or dull affect and social behavior, including decreased or inability to communicate as well as experiencing difficulty in carrying out activities experienced by schizophrenia sufferers, indicate that they need training in communication and social skills. This requires social skills training intervention in order to improve communication abilities and social skills. This article was written to determine social skills training interventions for schizophrenia patients through a literature study search, the writing method was carried out using a journal review approach from Pro Quest, Oxford, Sage Journal, Scopus, science Direct and PubMed with the keywords Social Skills Training AND Schizophrenia in each journal. The search was carried out from June 2023-August 2023 with the inclusion criteria being clinical trial articles, year of publication in the last 10 years, namely 2023 to 2023, English language, and quantitative methods. The results of this study stated that the initial search yielded 8,332 publications, which ultimately resulted in 9 studies reviewed, in the form of quantitative research, for interventions defined as SST need to include core behavioral techniques such as instruction in skills, live or recorded modeling or role-play exercises, and positive and corrective feedback. Studies should include samples with a diagnosis of schizophrenia. The studies reviewed show that Social skills training interventions can improve social skills or social adaptive functioning, increase adaptive behavior and improve negative symptoms in schizophrenia patients.Defisiensi dalam berpikir, persepsi, afek tidak wajar atau tumpul dan perilaku sosial baik penurunan atau ketidakmampuan berkomunikasi serta mengalami kesukaran dalam melakukan aktivitas yang dialami oleh penderita skiozofrenia menunjukkan bahwa mereka memerlukan intervensi social skills training agar dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan keterampilan sosial. Penulisan artikel ini untuk mengetahui intervensi social skills training pada pasien skizofrenia melalui penelusuran studi literature, metode penulisan dilakukan dengan pendekatan telaah jurnal dari ProQuest, OxFord, Sage Journal, Scopus, sciencedirect dan Pubmed dengan kata kunci Social Skills Training AND Schizophrenia pada setiap jurnal. Pencarian dilakukan dari Juni 2023-Agustus 2023 dengan kriteria inklusi artikel uji klinis tahun publikasi 10 tahun terakhir yaitu 2014 sampai dengan 2023, bahasa inggris, dan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa pencarian awal menghasilkan 8.332 publikasi, yang akhirnya menghasilkan 9 penelitian yang diulas, berupa penelitian kuantitatif, untuk intervensi yang didefinisikan sebagai SST perlu mencakup teknik perilaku inti seperti instruksi pada keterampilan, pemodelan langsung atau rekaman atau latihan role-play, dan umpan balik positif dan korektif. Studi harus menyertakan sampel dengan diagnosis skizofrenia. Kajian yang direview menunjukkan bahwa intervensi Social skills training dapat meningkatkan keterampilan sosial atau fungsi adaptif sosial, meningkatkan perilaku adaptif dan memperbaiki gejala negatif pada pasien skizofrenia
Pengelolaan Limbah Medis di Rumah Sakit Berorientasi pada Greenhospital
This research discusses medical waste management in hospitals using the GreenHospital approach, aiming to understand the effectiveness of sustainable strategies in managing medical waste in hospital environments. This research aims to analyze the GreenHospital concept’s implementation in hospitals’ medical waste management, evaluate its positive impact on sustainability and the environment, and provide recommendations to increase efficiency and compliance with related regulations. Research methods include policy and regulatory analysis, and literature review to understand GreenHospital’s strategies and practices in managing medical waste. The research results show that the application of GreenHospital in managing medical waste in hospitals can positively impact sustainability and compliance with regulations. Implementation of green hospitals by related parties to increase efficiency and have a positive impact on the environment. With the right adoption, GreenHospital can become a strong foundation for developing environmentally friendly medical waste management strategies in hospitals.Dalam penelitian ini, fokus utama adalah pengelolaan limbah medis di rumah sakit dengan menerapkan pendekatan GreenHospital, bertujuan untuk memahami efektivitas strategi berkelanjutan dalam mengelola limbah medis di lingkungan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi konsep GreenHospital dalam pengelolaan limbah medis di rumah sakit, mengevaluasi dampak positifnya pada keberlanjutan dan lingkungan, serta menyediakan rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi terkait. Metode penelitian meliputi analisis kebijakan dan peraturan, serta tinjauan pustaka untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang strategi dan praktik GreenHospital dalam mengelola limbah medis. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan GreenHospital dalam pengelolaan limbah medis di rumah sakit telah terbukti memberikan dampak positif dalam menjaga keberlanjutan dan mematuhi regulasi yang berlaku. Penerapan greenhospital pihak terkait guna meningkatkan efisiensi dan dampak positif pada lingkungan. Dengan adopsi yang tepat, GreenHospital dapat menjadi landasan yang kuat untuk mengembangkan strategi pengelolaan limbah medis yang ramah lingkungan di rumah sakit
Hubungan Anemia dan KEK pada Ibu Hamil dengan Kejadian BBLR di Puskesmas Wilayah Kabupaten Sukoharjo
Background: Low Birth Weight (LBW) is a condition where the baby's birth weight is below 2500 grams. LBW is one of the biggest causes of IMR in Indonesia in 2021, reaching 34.5%. Maternal conditions during pregnancy include anemia status, maternal nutritional status such as chronic energy deficiency (CED), maternal age when pregnant, parity are risk factors for LBW babies. Sukoharjo Regency experienced an increase in the prevalence of LBW from 3.5% in 2021 to 4.1% in 2022, it can be said that this figure exceeds the prevalence in Indonesia according to the Ministry of Health in 2021 of 2.5%. Objective: To find out whether there is a relationship between anemia and CED in pregnant women at the Sukoharjo District Health Center in 2022. Method: This type of research is analytical observational with a case control design. The sample for this study was divided into 2 groups, namely 105 case groups and 105 control groups, so that a total sample of 210 women giving birth at the Sukoharjo Regency regional health center was obtained in 2022. Data collection was carried out using secondary data, then processed and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between anemia and CED in pregnant women with the incidence of LBW. Results: The Chi-Square test showed a significant relationship between anemia in pregnant women (p=0.007; OR=2.417; CI=1.262–4.628) and CED in pregnant women (p=0.002; OR=3.102; CI=1.519–6.336) with the incidence of LBW in the Sukoharjo District Health Center in 2022. In addition, maternal age (p=0.010), parity (p=0.017), and maternal education (p=0.036) also showed a relationship with the incidence of LBW, but for maternal employment (p=0.443 ) there is no relationship with the incidence of LBW in the Sukoharjo District Health Center. Conclusion: There is a relationship between anemia and CED in pregnant women with the incidence of LBW in the Sukoharjo District Health Center.Latar Belakang : Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan kondisi berat badan lahir bayi dibawah 2500 gram. BBLR merupakan salah satu penyebab terbanyak AKB di Indonesia tahun 2021 yang mencapai 34,5%. Kondisi ibu saat hamil diantaranya status anemia, status gizi ibu seperti kekurangan energi kronis (KEK), usia ibu ketika hamil, paritas dapat menjadi faktor risiko terjadinya BBLR pada bayi. Kabupaten Sukoharjo mengalami peningkatan prevalensi BBLR dari 3,5% di tahun 2021 menjadi 4,1% ditahun 2022, dapat dikatakan bahwa angka tersebut melebihi prevalensi yang ada di Indonesia menurut Kemenkes tahun 2021 sebesar 2,5%. Tujuan : Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil di Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2022. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain case control. Sampel penelitian ini terbagi menjadi 2 kelompok yaitu 105 kelompok kasus dan 105 kelompok kontrol, sehingga didapatkan total sampel sebanyak 210 ibu bersalin di Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo ditahun 2022. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder, kemudian diolah dan dianalisis dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dnegna kejadian BBLR. Hasil : Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan pada anemia ibu hamil (p=0,007; OR=2,417;CI=1,262–4,628) dan KEK ibu hamil (p=0,002; OR=3,102;CI=1,519–6,336) dengan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo tahun 2022. Selain itu, usia ibu (p=0,010), paritas (p=0,017), dan pendidikan ibu (p=0,036) juga menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian BBLR, namun untuk pekerjaan ibu (p=0,443) tidak terdapat hubungan dengan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo.Kesimpulan : Terdapat hubungan anemia dan KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Puskesmas wilayah Kabupaten Sukoharjo
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Tingkat Konsumsi Protein dengan Status Gizi Atlet Basket Universitas Muhammadiyah Surakarta
Background: Nutrition is a crucial factor that should be taken into account when bolstering stamina and performance of athletes. One of the nutritional factors that affect athlete performance is nutritional status. The main factors that can affect nutritional status are food intake and nutritional knowledge. Nutritional knowledge and protein consumption are considered to be one of the important things in getting a good nutritional status. Objective: Knowing the relationship between nutritional knowledge and the level of protein consumption on the nutritional status of Basketball athletes at the University of Muhammadiyah Surakarta. Method: this type of study is observational with crossectional design. The sample used by basketball athletes from the University of Muhammadiyah Surakarta with44 athletes. The study was carried out for 5 days. The sampling technique uses simple random sampling. Bivariate and univariate data analysis using pearson product moment and spearman rank correlation tests. Results: There was no relationship between nutritional knowledge and nutritional status because p = 0.066 (p > 0.05). There was no relationship between the level of protein consumption and nutritional status because p = 794 (p > 0.05). Conclusion : It can be concluded that there is no relationship between nutritional knowledge and protein consumption levels with the nutritional status of basketball athletes at the University of Muhammadiyah Surakarta.Latar Belakang : Gizi adalah faktor yang perlu menjadi perhatian sebagai penunjang prestasi dan stamina atlet. Faktor gizi yang mempengaruhi performa atlet salah satunya yaitu status gizi. Faktor utama yang dapat berpengaruh pada status gizi adalah asupan makan dan pengetahuan gizi. Pengetahuan gizi dan konsumsi protein dinilai menjadi salah satu hal penting dalam mendapatkan status gizi yang baik. Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi protein terhadap status gizi atlet Basket Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode : Penelitian ini berjenis observasional melalui rencangan crossectional. Sampel yang dipergunakan atlet basket Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan total 44 atlet. Penelitian dilakukan selama 5 hari. Teknik pengambilan sampelnya mempergunakan simple random sampling. Analisis data secara bivariat dan univariat mempergunakan uji korelasi pearson product momen dan rank spearman. Hasil : Tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi denga status gizi karena p=0,066 (p>0,05). Tidak ada hubungan antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi karena p=794 (p>0,05). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan gizi dan tingkat konsumsi protein dengan status gizi atlet basket Universitas Muhammadiyah Surakarta
Perbedaan Tingkat Literasi Gizi Dan Status Gizi Pada Siswa Sekolah Kesehatan Dan Non Kesehatan Di Surakarta
Latar belakang: Literasi gizi merupakan kondisi dimana seseorang mempunyai pengetahuan gizi serta kemampuan untuk memperoleh, mengolah, dan memahami informasi dasar layanan gizi untuk membuat keputusan gizi yang tepat.Prevalensi literasi kesehatan pada siswa SMA/SMK di Surabaya menunjukkan kemungkinan besar literasi terbatas sebesar 37%, kemungkinan literasi terbatas sebesar 38%, dan kemungkinan literasi cukup sebesar 25%. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan tingkat literasi gizi dan status gizi pada siswa sekolah kesehatan dan non kesehatan di Surakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Data tingkat literasi gizi menggunakan instrumen NVS (Newest Vital Sign). Data status gizi didapat dengan perhitungan z-skor IMT/U. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMK kesehatan Mandala Bhakti Surakarta dan SMA Muhammadiyah 1 Surakarta dengan populasi semua siswa dan metode pengambilan sampel yaitu proporsional random sampling dengan jumlah sampel 92. Analisis data statistic menggunakan uji mann whitney. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada tingkat literasi gizi diperoleh nilai p (value) = 0,003 < 0,05, sedangkan status gizi dengan nilai p = 0,58 > 0,05. Kesimpulan: Pada tingkat literasi gizi terdapat perbedaan antara siswa sekolah kesehatan dan siswa sekolah non kesehatan dan tidak terdapat perbedaan status gizi pada siswa sekolah kesehatan dan siswa sekolah non kesehatan di Surakarta.Background: Nutritional literacy is a condition where a person has nutritional knowledge and the ability to obtain, process and understand basic information on nutritional services to make appropriate nutritional decisions. The prevalence of health literacy among high school/vocational school students in Surabaya shows that the probability of limited literacy is 37%, the probability of limited literacy is 38%, and the probability of sufficient literacy is 25%. Purpose: This research aims to explain differences in the level of nutritional literacy and nutritional status of health and non-health school students in Surakarta. Method:The type of research used is observational research with a design cross sectional. Nutritional literacy level data using the NVS instrument (Newest Vital Sign). Nutritional status data was obtained by calculating the BMI/U z-score. The location of this research was carried out at Mandala Bhakti Health Vocational School, Surakarta and Muhammadiyah 1 High School, Surakarta, with a population of all students and the sampling method is proporsional random sampling with a sample size of 92. Statistical data analysis uses the Mann Whitney test. Results: The research results show the level of nutritional literacy obtained p value (value) = 0.003 < 0.05, while nutritional status with value p = 0,58 > 0,05. Conclusion: In terms of nutritional literacy levels, there are differences between health school students and non-health school students and there are no differences in nutritional status between health school students and non-health school students in Surakarta
Hubungan Perilaku Caring Perawat dengan Kepuasan Pasien di Poli Umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022
Background: Caring behavior can be generally defined as the capacity to be devoted to others, vigilant supervision, showing concern, feelings of affection, love or compassion for others, a willingness to care. Objective: To explain the relationship between nurse service and patient satisfaction in the general polyclinic of the Besiq Health Center, West Kutai Regency in 2022. Methods: In this study, the type of quantitative research used was analytic research and cross sectional design. In this study, researchers wanted to know the nursing behavior and patient satisfaction of nurses at the Polyclinic of Puskesmas Besiq, West Kutai Regency in 2022. relationship between. The population of this study were visitors to the West Kutai Regency Health Center Polyclinic in 2022, totaling 50 people. In this study, the sampling technique used was non-probability sampling technique and total sampling. Total sampling is based on certain standards determined by the researcher, and the results of total sampling are carried out with the entire population as a sample. Results: Table 4.4 Chi-Square statistical test The results of the SPSS 25 program obtained a P-value < ? where the P-value (0.002) < ? (0.05), so it can be concluded that there is a significant relationship between the level of nurse service and respondent satisfaction in the general polyclinic of the Puskesmas Besiq, West Kutai Regency in 2022 .Latar Belakang: Perilaku caring secara umum dapat diartikan sebagai kapasitas untuk berbakti kepada orang lain, pengawasan yang waspada, menunjukkan perhatian, perasaan kasih sayang, cinta atau kasih sayang kepada orang lain, yaitu suatu kemauan untuk peduli. Tujuan: Untuk menjelaskan hubungan pelayanan perawat dengan kepuasan pasien di poliklinik umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022. Metode: Dalam penelitian ini, jenis penelitian kuantitatif yang digunakan adalah penelitian analitik dan desain cross sectional. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui perilaku keperawatan dan kepuasan pasien perawat di Poliklinik Puskesmas Besiq Kabupaten kutai Barat Tahun 2022. hubungan antara. Populasi penelitian ini adalah pengunjung Poliklinik Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat Tahun 2022 yang berjumlah 50 orang. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel non-probabilitas dengan Teknik pengambilan total sampling. Total sampling didasarkan pada standar tertentu yang ditentukan oleh peneliti, dan hasil sampling keseluruhan dilakukan dengan seluruh populasi sebagai sampel. Hasil Tabel 4.4 Uji statistik Chi-Square Hasil program SPSS 25 diperoleh P-value < ? dimana P-value (0,002) < ? (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pelayanan perawat dengan kepuasan responden di poliklinik umum Puskesmas Besiq Kabupaten Kutai Barat tahun 2022
Pengaruh Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi 'Klik KB' terhadap Pengetahuan dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi pada Masa Pandemi COVID-19 di Kota Tarakan
Pandemi COVID-19 berdampak pada perubahan kehidupan di Indonesia termasuk dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pandemi menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan akibat penurunan angka keikutsertaan dan putusnya penggunaan alat kontrasepsi. Masyarakat mengurangi keluar rumah untuk mendapatkan pelayanan KB karena takut tertular COVID-19, untuk mengatasi hal tersebut BKKBN meluncurkan aplikasi Klik KB. Aplikasi “Klik KB' ini dapat menghubungkan secara langsung antara akseptor KB dengan bidan dan dapat melakukan konseling secara online. Namun sayangnya, pemanfaatan aplikasi tersebut belum optimal, salah satu penyebabnya adalah adanya ketidaktahuan tentang aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi “klik kb” pengetahuan terhadap dalam penggunaan alat kontrasepsi selama pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan pretest and posttest control group design dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan responden terbanyak menggunakan alat kontrasepsi Suntik, berpendidikan terakhir SMA, tidak bekerja, dengan jumlah anak 2-3 dan berusia 20-35 tahun, juga terdapat pengaruh penggunaan aplikasi Klik KB terhadap pengetahuan.Pandemi Covid-19 berdampak pada perubahan kehidupan di Indonesia termasuk dalam penggunaan alat kontrasepsi. Pandemi menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan sebagai akibat dari penurunan angka keikutsertaan dan putus menggunakan alat kontrasepsi. Masyarakat mengurangi keluar rumah untuk mendapatkan pelayanan KB karena takut tertular covid-19, untuk mengatasi hal tersebut BKKBN meluncurkan aplikasi Klik KB. Aplikasi “Klik KB’ ini dapat menghubungkan secara langsung antara akseptor KB dengan bidan dan dapat melakukan konseling secara online. Namun sayangnya, pemanfaatan aplikasi tersebut belum optimal, salah satu faktor penyebabnya adalah adanya ketidaktahuan tentang aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan penggunaan aplikasi “klik kb” terhadap pengetahuan dalam penggunaan alat kontrasepsi selama pandemic covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperiment dengan pendekatan pretest and posttest control group design dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang dibagi kedalam kelompok control dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukan responden terbanyak menggunakan alat kontrasepsi Suntik, berpendidikan terakhir SMA, tidak bekerja, dengan jumlah anak 2-3 dan berusia 20-35 tahun, juga terdapat pengaruh penggunaan aplikasi Klik KB terhadap pengetahuan. Diharapkan akseptor dan bidan berperan aktif pada program KB dan dapat menggunakan aplikasi ini agar memudahkan pelayanan
Analisa Implementasi Rekam Medis Elektronik Terhadap Efisiensi Pembiayaan Di Unit Rekam Medis Rumah Sakit "X"
The implementation of EMR in Hospital Medical Record Unit "X" involves an analysis of financing efficiency. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Researchers compared financing before and after EMR implementation, as well as analyzing qualitative data. The study was conducted at Hospital "X" from April 16 to May 20, 2023, with data collection through document review and interviews. The object of study is the breakdown of costs allocated to medical record units, while the subjects include interested parties and EMR-related users. After the implementation of EMR, the cost of the Medical Record Unit decreased by 37.45% from the previous total cost. The interview results showed that EMR reduced the use of paper and medical record folders, and affected hospital cost efficiency. Although Hospital "X" has been implementing EMR since September 2022, there has been no cost-effectiveness analysis calculation. Therefore, the researcher recommends hospitals to perform appropriate calculations to evaluate the cost-effectiveness in implementing EMR, and use it as a reference in future EMR development.Implementasi RME di Unit Rekam Medis Rumah Sakit "X" melibatkan analisis efisiensi pembiayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Peneliti membandingkan pembiayaan sebelum dan setelah implementasi RME, serta menganalisis data kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit "X" dari 16 April hingga 20 Mei 2023, dengan pengumpulan data melalui telaah dokumen dan wawancara. Objek penelitian adalah rincian biaya yang dialokasikan untuk unit rekam medis, sedangkan subjeknya termasuk pihak yang berkepentingan dan pengguna terkait RME. Setelah implementasi RME, biaya Unit Rekam Medis mengalami penurunan sebesar 37,45% dari total biaya sebelumnya. Hasil wawancara menunjukkan bahwa RME mengurangi penggunaan kertas dan map rekam medis, serta mempengaruhi efisiensi biaya rumah sakit. Meskipun Rumah Sakit "X" telah menerapkan RME sejak September 2022, belum ada perhitungan cost-effectiveness analysis. Oleh karena itu, peneliti merekomendasikan rumah sakit untuk melakukan perhitungan yang sesuai guna mengevaluasi efektivitas biaya dalam implementasi RME, dan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan RME ke depan
Pengaruh Lingkungan Pertemanan Terhadap Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-laki Di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara IV Tuntungan Tahun 2023
Kebiasaan merokok sudah menjadi masalah kesehatan utama yang terjadi di berbagai negara. Faktor pertemanan juga dapat menjadi pendorong seorang remaja akhir untuk mulai merokok. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan hubungan lingkungan pertemanan dengan perilaku merokok pada mahasiswa UINSU IV Tuntungan tahun 2023, sedangkan desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh lingkungan pertemanan dengan perilaku merokok pada mahasiswa laki-laki UINSU IV Tuntungan Tahun 2023. Adapun hasilnya adalah Dinyatakan bahwa para perokok dari total keseluruhan reponden dinyatakan bahwa sebanyak 54,3% mahasiswa memilih merokok saat nongkrong dengan teman-teman dan untuk para perokok 45,7% mereka tidak merokok saat nongkrong dan memilih aktivitas lain untuk merokok. Dinyatakan bahwa sebanyak 80% para perokok merokok dikarenakan dari faktor lingkungan pertemanan. Untuk mengurangi pengaruh pergaulan terhadap perilaku merokok, penting untuk meningkatkan kesadaran individu tentang dampak negatif merokok terhadap kesehatan dan kualitas hidup.Smoking habit has become a major health problem that occurs in various countries. The friendship factor can also be a driving force for a late teenager to start smoking. This type of research is a quantitative descriptive research to explain the relationship between friendship environment and smoking behavior in UINSU IV Tuntungan students in 2023, while the study design used was cross sectional. The purpose of this study was to determine the relationship between the influence of the friendly environment and smoking behavior in male students at UINSU IV Tuntungan in 2023. The results stated that smokers from the total number of respondents stated that as many as 54.3% of students chose to smoke when hanging out with friends and for smokers 45.7% they did not smoke when hanging out and chose other activities to smoke. It is stated that as many as 80% of smokers smoke due to environmental factors.To reduce social influence on smoking behavior, it is important to increase individual awareness about the negative effects of smoking on health and quality of life
Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Berisiko Penyalahgunaan Napza pada Remaja di SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat
Masalah kenakalan remaja salah satu hal yang sangat perlu diperhatikan, utamanya di Indonesia. Remaja yang berusia belasan tahun mulai memiliki keterlibatan pada kasus perkelahian, meminum minuman keras, seks bebas hingga penyalahgunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran pengetahuan dan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja kelas XI SMA Negeri 1 Salak Kabupaten Pakpak Bharat dengan sampel sebanyak 207 responden. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan Google Form. Data yang dikumpulkan diolah secara manual lalu dianalisis secara univariat menggunakan SPSS-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa-siswi SMA Negeri 1 Salak tentang pengertian perilaku berisiko dan penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 71,5%; pengetahuan tentang dampak perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 69,6%; pengetahuan tentang faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 74,4%; penerapan perilaku positif dibanding dengan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA kategori baik sebesar 71,0%; dan interaksi keluarga siswa-siswi SMA Negeri 1 Salak dengan kategori baik sebesar 53,6%. Dengan adanya gambaran tingkat pengetahuan remaja dalam perilaku berisiko penyalagunaan NAPZA maka akan berdampak pada perilaku dari remaja itu sendiri karena pengetahuan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terbentuknya sikap seseorang. The problem of juvenile delinquency is one thing that really needs attention, especially in Indonesia. Juvenile who are in their teens begin to be involved in cases of fights, drinking, free sex and drug abuse. This study aims to analyze the description of knowledge and behavior at risk of drug abuse in juvenile at SMA Negeri 1 Salak, Pakpak Bharat Regency. The research method used is quantitative research with a descriptive analytic nature with a cross-sectional approach. The population in this study were all juvenile in class XI SMA Negeri 1 Salak, Pakpak Bharat Regency with a sample of 207 respondents. The sampling technique was carried out using Google Form. The data collected was processed manually and then analyzed univariately using SPSS-20. The results showed that the knowledge of students at SMA Negeri 1 Salak regarding the meaning of risky behavior and drug abuse was in the good category at 71.5%; knowledge about the impact of risky behavior of drug abuse in the good category of 69.6%; knowledge of internal and external factors that influence drug abuse in the good category of 74.4%; application of positive behavior compared to risky behavior of drug abuse in the good category of 71.0%; and family interactions of SMA Negeri 1 Salak students with good category of 53.6%. With an overview of the level knowledge of adolescents in risky behavior of drug abuse, it will have impact on the behavior of the adolescents themselves because knowledge is one of the factors that influence the formation a person of person’s attitude