Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Pengaruh Stimulasi Motorik Halus Terhadap Perkembangan Psikososial dan Motorik Halus pada Anak Usia 48-60 Bulan di Kota Kendari
Latar belakang: Perkembangan anak yang optimal dipengaruhi oleh beberapa factor, salah satunya stimulasi.Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang mendapatkan stimulasi terarah, teratur, dan dilakukan sejak lebih dini akan lebih cepat berkembang dibandixngkan dengan anak yang kurang atau terlambat mendapatkan stimulasi. Kurangnya stimulasi dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan pada anak. teknik pengambilan sample pada penelitian ini secara Purposive Sampling. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh stimulasi motorik halus terhadap perkembangan psikososial dan motorik halus pada anak usia 48-60 bulan di Kota Kendari.
Metode penelitian : rancangan intervensi dengan desaineksperimen kuasi, yaitu pre dan pos tes pada kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan uji man Witnay karena sebaran data tidak berdistribusi normal. Untuk uji wilcoxson digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi, sedangkan uji Man –Witnay digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan nilai rata-rata antara kelompok kontrol dan kelompok intervernsi.
Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan skor nilai perkembangan motorik halus antara kelompok kontrol dan intervensi. Sehingga tidak terdapat pengaruh stimulasi terhadap perkembangan motorik halus anak
 
Promosi Kesehatan berbasis Kartu untuk Meningkatkan Motivasi Lansia: Alternatif Media Pendidikan Kesehatan
Providing health information is certainly a challenge so that the objectives of health education are achieved. So, the need for health promotion media is certainly an effort so that the information can be received and the implementation has a positive impact on the motivation of the elderly. The research method uses a one group pre post test design. Data collection techniques using questionnaires. The elderly population amounted to 50 respondents.Data processing techniques with wilcoxon test with significance (p <0.05). The results showed that there were differences in motivation before and after being given card print media about spirituality and brain gymnastics with p = 0.000 (p < 0.05).Supported by motive factors in motivation, namely most of the elderly have family, friends and activities every week in the environment. The revision of the designed card media requires revisions to the size of the text and images.Memberikan informasi kesehatan tentu menjadi tantangan agar tujuan dari pendidikan kesehatan itu tercapai. Maka, kebutuhan akan media promosi kesehatan tentu menjadi upaya agar informasi tersebut dapat di terima dan implementasi yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap motivasi lansia. Metode penelitian menggunakan one group pre post test design. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner. Populasi lansia berjumlah 50 responden. Teknik pengolahan data dengan uji wilcoxon dengan signifikansi (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan motivasi sebelum dan sesudah diberikan media cetak kartu tentang spiritual dan senam otak dengan p = 0,000 (p < 0,05). Di dukung dengan faktor motif pada motivasi yaitu sebagian besar lansia memiliki keluarga, teman dan adanya kegiatan aktivitas setiap minggu di lingkungan. Revisi media kartu yang di rancang membutuhkan revisi pada ukuran tulisan dan gambar
Hubungan Asupan Vitamin C dan Vitamin B12 dengan Kejadian Suspek Anemia pada Remaja Putri di Kabupaten Sukoharjo
Anemia merupakan masalah gizi global yang dapat terjadi pada remaja putri. Prevalensi anemia secara global untuk perempuan usia 15-49 tahun adalah 29%. Kekurangan asupan vitamin B12 dapat mengganggu proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan asupan vitamin C dapat menurunkan penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan vitamin C dan vitamin B12 dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crossectional pada 110 subjek dari 3 SMPN di Sukoharjo (SMPN 2 Sukoharjo, SMPN 5 Sukoharjo, dan SMPN 7 Sukoharjo) yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan multistage sampling. Pengambilan data asupan vitamin C dan asupan vitamin B12 menggunakan FFQ semikuantitatif serta data kejadian suspek anemia menggunakan kuesioner deteksi dini anemia. Analisis uji hubungan yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan subjek dengan asupan vitamin C kurang sebesar 57,3%, asupan vitamin B12 kurang sebesar 61,8%, dan kejadian suspek anemia sebesar 34,5%. Analisis uji chi-square terkait asupan vitamin C didapatkan p-value sebesar 0,924 dan terkait asupan vitamin B12 sebesar 0,007. Tidak terdapat hubungan asupan vitamin C dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri serta terdapat hubungan asupan vitamin B12 dengan kejadian suspek anemia pada remaja putri.Anemia is a global nutritional problem that could occur in adolescence girls. The global prevalence of anemia for women aged 15-49 years is 29%. Lack of vitamin B12 intake can interfere with the process of formation of red blood cells. Lack of vitamin C intake can reduce iron absorption. This study aimed to find out the relationship between vitamin C and vitamin B12 intake with the suspected cases of anemia in adolescent girls in Sukoharjo District. This study was an analytical observational study with a cross-sectional approach on 110 subjects from 3 junior high schools in Sukoharjo (SMPN 2 Sukoharjo, SMPN 5 Sukoharjo, and SMPN 7 Sukoharjo) who had met the inclusion criteria of the study. The sampling technique was carried out using multistage sampling. Data retrieval of vitamin C intake and vitamin B12 intake used semiquantitative FFQ and the data of the suspected cases of anemia used by the early detection questionnaire of anemia signs. Data were analyzed using the chi-square test. The results of this study showed that subjects with less vitamin C intake were 57,3%, with less vitamin B12 intake were 61,8%, and the suspected cases of anemia were 34,5%. Chi-square test analysis related to vitamin C intake obtained a p-value was 0,924 and related to vitamin B12 intake was 0,007. There was no correlation between vitamin C intake with suspected cases of anemia in adolescent girl and there was a correlation between vitamin B12 intake with suspected cases of anemia in adolescent girl
Partisipasi suami dan kesetaraan pasangan usia subur dalam keluarga berencana di kota Kendari
Partisipasi suami dan kesetaraan pasangan usia subur dalam keluarga berencana di kota Kendar
Pengaruh modifikasi standar resep lauk nabati tahu terhadap daya terima pasien rawat inap RSUD Propinsi Sultra
Pengaruh modifikasi standar resep lauk nabati tahu terhadap daya terima pasien rawat inap RSUD Propinsi Sultr
Kualitas konseling bidan terhadap kesesuaian indikasi penggunaan alat kontrasepsi di kota Kendari
Kualitas konseling bidan terhadap kesesuaian indikasi penggunaan alat kontrasepsi di kota Kendar
Pengembanga pesan-pesan gizi seimbang agar praktis digunakan oleh kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mata
Pengembanga pesan-pesan gizi seimbang agar praktis digunakan oleh kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Mat
Faktor Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap Kejadian Demam BerdarahDangue (DBD) di Wilayah Endemis: Systematic Literature Review
Salah satu penyakit berbasis lingkungan yaitu Demam Berdarah Dengue yang sampai saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat dikarenakan penyebaran penyakit ini yang begitu cepat dan berpotensi menimbulkan kematian. Indonesia merupakan daerah endemis DBD dan penyakit ini masih menjadi permasalahan utama sejak penyakit ini pertama kali dideteksi di Jakarta dan Surabaya pada Tahun 1968. Penularan penyakit DBD dapat dipengaruhi dari faktor lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui factor lingkungan apa saja yang mempengaruhi kejadian DBD. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review yang diperoleh melalui pencarian jurnal-jurnal dari Google Search atau Google Scholar, PubMed dan Elsevier. Terdapat hubungan dari factor lingkungan seperti (curah hujan, suhu udara, kelembapan udara, kepadatan penduduk, ventilasi berkasa dan pencahayaan) pada kejadian DBD.One of the environment-based diseases is Dengue Fever, which is currently a public health problem due to the rapid spread of the disease and the potential for death. Indonesia is a DHF endemic area and this disease is still a major problem since the disease was first detected in Jakarta and Surabaya in 1968. The transmission of DHF can be influenced by environmental factors. The purpose of this study was to determine what environmental factors affect the incidence of DHF. This research used a literature review method obtained through searching journals from Google Search or Google Scholar, PubMed and Elsevier. There was an association of environmental factors such as (rainfall, air temperature, air humidity, population density, airy ventilation and lighting) on the incidence of DHF
Pengaruh Edukasi Pencegahan COVID-19 terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Cuci Tangan pada Siswa di SMK Muhammadiyah Kartasura
SARS-CoV-2 or COVID-19 is transmitted through close contact exposure or direct transmission from asymptomatic, asymptomatic, or symptomatic individuals who contain the virus. So preventive measures are needed, such as washing hands properly. Hand hygiene is a barrier to transmission through objects or materials that allows transmission with a lower risk. The research method used is quantitative with a quasi-experimental type of research. In the research, a pretest and posttest were carried out to determine the extent of knowledge and attitudes before and after being given education. There is an influence on the results of the Wilcoxon test with a p-value in the pre-test of 0.009 < 0.05 and in the post-test so that there is an influence of hand washing education using the lecture method on knowledge, Covid-19 prevention education using the lecture method which is based on national defense has an influence on increasing hand washing attitudes in Muhammadiyah Vocational School students with a p-value of 0.037 < 0.05. The results of the research showed that there was a change in the knowledge and attitude values of Muhammadiyah Kartasura Vocational School students so the education provided had an influence on the knowledge and attitudes of Kartasura Muhammadiyah Vocational School students.SARS-CoV-2 atau Covid-19 menular melalui paparan kontak dekat atau penularan langsung dari individu yang tidak menunjukkan gejala, tanpa gejala atau bergejala yang mengandung virus. Maka diperlukan upaya pencegahan, seperti cuci tangan dengan benar. Kebersihan tangan merupakan penghalang penularan melalui benda atau bahan yang memungkinkan penularan dengan resiko yang lebih rendah. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental. Penelitian dilakukan pretest dan post test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah diberikan edukasi. Terdapat pengaruh pada hasil uji wilcoxon dengan nilai p-value pada pre-test sebesar 0,009 < 0,05 dan pada post-test sehingga terdapat pengaruh edukasi cuci tangan dengan metode ceramah terhadap pengetahuan, edukasi pencegahan Covid-19 dengan metode ceramah yang didasari bela negara memiliki pengaruh terhadap peningkatan sikap cuci tangan pada siswa SMK Muhammadiyah dengan p-value 0,037 < 0,05. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan adanya perubahan nilai pengetahuan dan sikap dari siswa SMK Muhammadiyah Kartasura sehingga edukasi yang diberikan memiliki pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap siswa SMK Muhammadiyah Kartasura
Sangkaan Fraktur 1/3 Distal di Rumah Sakit Umum Haji Medan
Os Femur radiography with suspected distal 1/3 fracture to show the fracture and abnormalities found in the Os Femur. The femur has the function of supporting and supporting the body, as a place of attachment for large muscles, and as a place for the production of red blood cells in the bone marrow. Fractures of the Os Femur are more often caused by forced injuries which often occur in traffic accidents where the patient experiences decreased consciousness and active bleeding occurs. At this writing, the examination projections used are Antero-Posterior and Lateral projections. The aircraft used by General X-Ray uses 200 mA. Image recording using Computed Radiography (CR). This research was conducted at the Haji Medan General Hospital with qualitative and descriptive research. Data collection was carried out by interviews, documentation and direct photography in the field. The conclusion from the results of the X-ray examination of the femur is a diaphyseal fracture of the distal 1/3 of the femur in the contrast position, the alignment is not good, which is shown using Antero-Posterior and Lateral projections and using Computed Radiography (CR) film processing so as to provide clear image results. optimal for diagnosing diseases and disorders.Radiografi Os Femur dengan sangkaan Fraktur 1/3 distal untuk memperlihatkan fraktur dan kelainan-kelainan yang terdapat pada Os Femur. Os Femur memiliki fungsi untuk menyang-ga dan menopang tubuh, sebagai tempat melekat otot-otot besar, dan sebagai tempat produksi sel darah merah pada sumsum tulangnya. Fraktur pada Os Femur lebih sering disebabkan oleh ruda paksa yang sering terjadi pada kecelakaan lalu lintas dimana pasien mengalami penurunan kesadaran dan terjadi perdarahan aktif pada penulisan ini proyeksi pemeriksaan yang digunakan adalah proyeksi Antero-Posterior dan Lateral. Pesawat yang digunakan Gen-eral X-Ray dengan menggunakan 200 mA. Pencatatan gambar menggunakan Computed Ra-diografy (CR). Penelitian ini di lakukan di RS Umum Haji Medan dengan jenis penelitian kualitatif dan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan pemotoan langsung di lapangan. Kesimpulan dari hasil pemeriksaan Radiografi Os Femur adalah fraktur diafise os femur dextra 1/3 distal posisi kontrasionem, alignment tidak baik, yang diperlihatkan dengan menggunakan proyeksi Antero-Posterior dan Lateral dan menggunakan processing film Computed Radiograpy (CR) sehingga memberikan hasil gam-baran yang maksimal untuk mendiagnosa suatu penyakit dan kelainan