Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Kejadian Stunting pada Balita Berhubungan dengan Pemberian ASI eksklusif Selama 1000 Hari Pertama Kelahiran
The phenomenon of exclusive breastfeeding coverage that is still low in the long term will have implications for children's growth and development. This study explores the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting in toddlers in the Working Area of the Limboto Health Center, Gorontalo Regency. By involving 93 respondents of mothers of toddlers aged 7-24 months, this study used a cross-sectional, quantitative approach for exclusive and qualitative breastfeeding history variables with in-depth interviews of exclusive breastfeeding factors, data analysis using the Chi-square test method. Most toddlers in the very short (16.1%), and short (14.0%) categories, then those who do not receive exclusive breastfeeding tend to be stunted (p = 0.001). Factors of exclusive breastfeeding include health facilities that are far enough away so that health services and counseling obtained are not optimal, lack of maternal understanding of the importance of nutritional status during the first 1000 days of life or during pregnancy until the child is 2 years old, mothers with a history of SEZ conditions, history of anemia and irregular consumption of Fe tablets during pregnancy mostly give birth to children with stunting. Efforts to overcome the problem of stunting require good cross-sectoral cooperation. Further research is needed by paying attention to cultural and contextual factors.Fenomena cakupan ASI eksklusif yang masih rendah secara jangka panjang akan berimplikasi terhadap tumbuh dan kembang anak. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Dengan melibatkan 93 responden ibu Balita berusia 7–24 bulan, penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, kuantitatif untuk variabel riwayat pemberian ASI eksklusif dan kualitatif dengan wawancara mendalam faktor pemberian ASI eksklusif, analisis data menggunakan metode uji Chi-square. Sebagian besar balita pada kategori sangat pendek (16,1%), dan pendek (14,0%), kemudian yang tidak menerima ASI eksklusif cenderung mengalami stunting (p=0,001). Faktor pemberian ASI eksklusif antara lain fasilitas kesehatan yang jaraknya cukup jauh sehingga pelayanan kesehatan dan penyuluhan yang didapatkan tidak maksimal, kurangnya pemahaman ibu akan pentingnya status gizi selama 1000 hari pertama kehidupan atau selama masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, ibu dengan riwayat kondisi KEK, riwayat anemia dan tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe saat hamil kebanyakan melahirkan anak dengan stunting. Upaya untuk mengatasi masalah stunting diperlukan kerjasama lintas sektoral yang baik. Penelitian lanjutan diperlukan dengan memperhatikan kepada faktor budaya dan kontekstual
A Bibliographic Analysis of 2012-2022 of Research on Cupping
Bekam merupakan metode pengobatan komplementer dan bentuk pelayanan kesehatan tradisional. Implementasi bekam yang dikombinasikan dengan terapi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kebaruan keilmuan pada variabel bekam dan imunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah bibliometrik dengan aplikasi komputer Publish and Perish, artikel penelitian yang dipublikasikan dan diindeks oleh Scopus sejak tahun 2012-2022. Analisis data secara deskriptif analitik menggunakan sistem VOSviewer dan MSExcel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 230 artikel penelitian bekam, sepuluh jurnal teratas dalam mempublikasikan penelitian bekam, delapan penulis teratas tentang bekam, enam kata yang banyak digunakan dalam penelitian bekam. Sedangkan dari visualisasi hubungan terdapat enam item dan tiga klaster, dan kekuatan hubungan secara keseluruhan berjumlah 30, namun tidak ditemukan kata imun atau yang berhubungan dengan sistem imun. Tampilan overlay menunjukan tidak ada hubungan antar penulis dalam artikel bekam. Kesimpulan penelitian bahwa secara kuantitatif, topik penelitan bekam yang berkaitan dengan kata imun atau sistem imun masih terbatas. Diperlukan kajian dan analisis lanjutan untuk menentukan variabel yang spesifik antara bekam dan topik sistem imun.Cupping is a complementary method of medicine and a traditional form of health care. Implementation of cupping combined with conventional therapy. This study aims to find scientific novelty in cupping and immunity variables. The research method used is bibliometric with the computer application Publish and Perish, research articles published and indexed by Scopus from 2012-2022. Descriptive analytic data analysis using VOSviewer and MSExcel systems. The results showed that there were 230 cupping research articles, the top ten journals in publishing cupping research, the top eight authors on cupping, six words that are widely used in cupping research. While from the visualization of the relationship there are six items and three clusters, and the overall strength of the relationship is 30, but no word immune or related to the immune system was found. The overlay view shows no relationship between authors in the cupping article. The conclusion of the study is that quantitatively, cupping research topics related to the word immune or immune system are still limited. Further studies and analysis are needed to determine variables specific to cupping and immune system topics
Dampak Masalah Psikologis Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung: Systematic Review
Gagal Jantung dikenal juga dengan Heart Failure atau Cardiac Failure, merupakan peyakit kronis yang prevalensinya meningkat setiap tahun. Gagal jantung mengakibatkan tingginya angka mortalitas, morbiditas, selain itu berdampak secara finansial terutama pada pasien lanjut usia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, merangkum dan menganalisis dampak masalah psikologis pada pasien gagal jantung terhadap kualitas hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review. Literature dicari dari database Scopus dan Science Direct pada bulan November–Desember 2022. Sejumlah 1.083 artikel diperoleh dalam pencarian. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan seleksi duplikasi, judul, abstrak dan kata kunci dilanjutkan seleksi pada fulltext. Hasil seleksi diperoleh 8 artikel memenuhi kriteria yang telah ditetapkan. Telaah kritis dilakukan menggunakan alat dari Joanna Briggs Institute untuk desain Cross Secional. Pelaporan review menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses/ PRISMA. Hasil analisis diperoleh 6 artikel yang menyatakan bahwa masalah psikologis berdampak besar pada kualitas hidup pasien gagal jantung. Masalah psikoligis yang dialami pasien gagal jantung meliputi kecemasan dan depresi, selain itu masalah tersebut berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien gagal jantung.Heart Failure, also known as Heart Failure or Cardiac Failure, is a chronic disease whose prevalence increases every year. Heart failure results in high mortality and morbidity rates, besides that it has a financial impact, especially in elderly patients. The purpose of this study was to identify, summarize and analyze the impact of psychological problems in heart failure patients on quality of life. The research method used is a systematic review. Literature was searched from the Scopus and Science Direct databases in November–December 2022. A total of 1,083 articles were obtained in the searches. The selection process is carried out through the stages of duplication, title, abstract and keyword selection followed by full text selection. The selection results obtained 8 articles that met the predetermined criteria. Critical review was carried out using tools from the Joanna Briggs Institute for Cross Sectional designs. Review reporting uses Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses/PRISMA. The results of the analysis obtained 6 articles which stated that psychological problems had a major impact on the quality of life of heart failure patients. Psychological problems experienced by heart failure patients include anxiety and depression, besides that these problems have a significant impact on the quality of life of heart failure patients. 
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung
Heart failure is a condition in which the heart is unable to kill enough blood to meet the tissue's need for oxygen and nutrients, causing various clinical manifestations in sufferers. With these clinical manifestations, sufferers can experience psychological disorders, one of which is stress. Excessive stress can interfere with sleep sufferers resulting in decreased sleep quality. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality in heart failure patients. This type of research is a quantitative descriptive, using a cross-sectional data collection method. The number of respondents was 106 respondents in the cardiac polyclinic at UNS Hospital using a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire, PSS (Perceived Stress Scale) to measure stress levels and PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) to measure sleep quality. Data analysis using chi-square. The results showed that heart failure patients experienced moderate stress levels of 59.4% and poor sleep quality of 84%, there was a relationship between stress levels and sleep quality with a Sig value. (2-sided) P = 0.007. The conclusion from this study is the level of Stress is related to sleep quality in heart failure patients. Gagal jantung merupakan suatu kondisi di mana terjadi ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat dalam memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi sehingga menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada penderitanya. Adanya manifestasi klinis tersebut penderita bisa mengalami gangguan psikologis, salah satunya stres. Stres yang berlebih dapat mengganggu tidur penderita yang mengakibatkan menurunnya kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif, menggunakan metode pengambilan data secara cross sectional. Jumlah responden sebanyak 106 responden di poli jantung RS UNS menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan pasien gagal jantung mengalami tingkat stres sedang sebesar 59,4% dan kualitas tidur buruk sebesar 84%, terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur dengan nilai Sig.(2-sided) P=0,007. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung
Biomarker Terkini Untuk Membedakan Diagnosis Stroke Iskemik Dan Hemoragik Pada Pasien Dewasa Dan Lansia : Sebuah Review
Background: Stroke is a neurological deficit that occurs suddenly as a result of reduced or obstructed blood supply to certain parts of the brain. Stroke is the fifth leading cause of death in the United States and the third leading cause of death worldwide. Currently, neuroimaging examinations such as CT Scan and MRI are the gold standard in determining stroke diagnosis. However, these checks are limited, costly, and time consuming. Biomarkers are potensial tool that is currently being extensively researched to help diagnose stroke quickly and precisely, and they are used to differentiate between ischemic and hemorrhagic strokes. Objective: To know about the most recent biomarkers that can be used to distinguish between ischemic and hemorrhagic stroke in adult and elderly patients. Methods: Literature review of four database; PubMed, DOAJ, Cochrane, and Google Scholar published within the last 5 years, from 2018-2022. Results: There were 14 studies that reported effective biomarkers for diagnosing ischemic and hemorrhagic strokes, including Matrix Metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), Sphingosine 1-phosphate (S1P), S100, Glial Fibrillary Acid Protein (GFAP), and Cystatin C. (CysC). Conclusion: Matrix metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), and Sphingosine 1-phosphate (S1P) were discovered to be useful tools for diagnosing ischemic stroke. Meanwhile, because S100 and GFAP biomarkers can detect hemorrhagic stroke, they can be used to rule out an ischemic stroke diagnosis. In elderly patients, cystatin C (CysC) can be used as a biomarker for stroke. Latar Belakang: Stroke adalah kejadian defisit neurologis yang terjadi secara mendadak akibat berkurangnya atau terhambatnya suplai darah ke bagian otak tertentu. Stroke menjadi penyebab kematian kelima terbanyak di Amerika Serikat dan penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Saat ini, pemeriksaan neuroimaging seperti CT Scan dan MRI menjadi gold standard dalam menentukan diagnosis stroke. Namun, pemeriksaan tersebut terbatas, membutuhkan biaya yang mahal, dan memakan waktu. Biomarker menjadi salah satu alat yang saat ini sedang banyak diteliti untuk membantu mendiagnosis stroke secara cepat dan tepat serta digunakan untuk membedakan stroke iskemik dan hemoragik. Tujuan: Mengetahui biomarker terkini yang dapat digunakan untuk membedakan diagnosis stroke iskemik dan hemoragik pada pasien dewasa dan lansia. Metode: Tinjauan literatur dari empat database PubMed, DOAJ, Cochrane, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2018-2022. Hasil: Didapatkan 14 literatur yang melaporkan biomarker yang efektif untuk mendiagnosis stroke iskemik dan hemoragik seperti Matrix Metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), Sphingosine 1-phosphate (S1P), S100, Glial Fibrillary Acidic Protein (GFAP), dan Cystatin C (CysC). Kesimpulan: Dari literatur ini didapatkan bahwa Matrix Metalloproteinase (MMP), Thioredoxin, N-terminal brain natriuretic peptide (NT-proBNP), C-reactive protein (CRP), dan Sphingosine 1-phosphate (S1P) dapat digunakan sebagai alat diagnosis stroke iskemik. Sedangkan biomarker S100 dan Glial Fibrillary Acidic Protein (GFAP) dapat mendiagnosis stroke hemoragik, sehingga dapat digunakan untuk menyingkirkan diagnosis stroke iskemik. Cystatin C (CysC) dapat digunakan sebagai biomarker penanda stroke pada pasien lansia
Factors Affecting The Survival Of Hd Patients With COVID-19
Maintenance hemodialysis (HD) patients experience an increased risk of exposure to COVID-19 and complications of COVID-19 due to comorbidity conditions and the obligation to routine hemodialysis. Patients undergoing HD with end-stage kidney disease (ESRD) are particularly susceptible to SARS-CoV-2 infection and have a high mortality rate. This study aims to assess the correlation of ffactor actors that affect theurvival of HD patients with COVID-19. The design of this study is analytical research with a cross-sectional study retrospective approach. The study was conducted from August to December 2021 at the Medical Record Installation of USU Hospital Medan. The subjects of this study were all regular HD patients at USU Hospital Medan. To assess the relationship of the correlation f factor actors that influence the urvival of HD patients with COVID-19, the Pearson correlation test is used and if the data is not normally distributed, then the test used is the Spearman correlation test. The results of the analysis are said to be significant when p<0.05, with a degree of confidence of 95%. Pearson's correlation values for Hb and platelets with mortality were -0.282 and -0.285 but with p-values above 0.05 so the results were insignificant. The pearson correlation value for albumin with mortality is -0.462 with a p value of 0.013 which means that the test results are significant. Spearman's correlation values for leukocytes and D-Dimer with mortality were 0.296 and 0.307 but with a p-value above 0.05 so the results were insignificant. Spearman's correlation value for CRP with mortality is 0.383 with a p value of 0.044 which means the test results are significant. Albumin levels showed a significant correlation with mortality of HD patients with COVID-19. Meanwhile, CRP levels showed a significant positive correlation with mortality of HD patients with COVID-19.Pasien hemodialisis rumatan (HD) mengalami peningkatan risiko paparan COVID-19 dan komplikasi COVID-19 akibat kondisi komorbiditas dan kewajiban rutin hemodialisis. Pasien yang menjalani HD dengan penyakit ginjal stadium akhir (ESRD) sangat rentan terhadap infeksi SARS-CoV-2 dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai korelasi aktor faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup pasien HD dengan COVID-19. Desain penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan retrospektif cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga Desember 2021 di Instalasi Rekam Medis RS USU Medan. Subyek penelitian ini adalah seluruh pasien HD reguler di RS USU Medan. Untuk menilai hubungan korelasi f aktor faktor yang mempengaruhi kelangsungan hidup pasien HD dengan COVID-19, digunakan uji korelasi Pearson dan jika data tidak berdistribusi normal, maka uji yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil analisis dikatakan bermakna bila p<0,05, dengan derajat kepercayaan 95%. Nilai korelasi Pearson untuk Hb dan trombosit dengan mortalitas adalah -0,282 dan -0,285 tetapi dengan nilai p di atas 0,05 sehingga hasilnya tidak signifikan. Nilai korelasi pearson untuk albumin dengan mortalitas adalah -0,462 dengan nilai p 0,013 yang berarti hasil uji signifikan. Nilai korelasi Spearman untuk leukosit dan D-Dimer dengan mortalitas adalah 0,296 dan 0,307 namun dengan nilai p di atas 0,05 sehingga hasilnya tidak signifikan. Nilai korelasi Spearman CRP dengan mortalitas adalah 0,383 dengan nilai p 0,044 yang berarti hasil uji signifikan. Kadar albumin menunjukkan korelasi yang signifikan dengan kematian pasien HD dengan COVID-19. Sementara itu, kadar CRP menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan kematian pasien HD dengan COVID-19
The Role of Family Support, Coping Strategies, and Personal Resilience as Supporting Motivation to Recover in Drug Rehabilitation Prisoners: A Systematic Review
The current phenomenon of narcotics and dangerous substance abuse (hereinafter referred to as drugs) is increasingly worrying, which is reflected in the increasing number of narcotics prisoners. Prisoner life requires family support, self-resilience and coping strategies to grow motivation to recover from narcotics abuse. This research aims to analyze the role of family support, coping strategies, resilience with recovery motivation in prisoners who are drug rehabilitation. The research method used is a systematic review through searching for articles adapted to the formulation of research questions using the PICO formula in the ProQuest, Sage Journal, ScienceDirect, Scopus and google scholar databases. The articles reviewed with the inclusion criteria and the articles were published between 2016 and 2023. The search results found 13 articles with research show that there is a significant relationship between family support, coping strategies, resilience and recovery motivation in prisoners who are drug rehabilitation. In conclusion, the recovery motivation from prisoners who are drug rehabilitation is influenced by family support, coping strategies and resilience.Peristiwa fenomena penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya (selanjutnya disebut sebagai narkoba) yang tampak saat ini keadaaannya makin memprihatinkan, yang dicerminkan dengan meningkatnya jumlah narapidana narkotika. Kehidupan narapidana membutuhkan dukungan keluarga, ketahanan diri dan strategi koping untuk tumbuhnya motivasi pulih dari penyalahgunaan narkotika. Telaah artikel ini ditujukan dalam rangka analisis peran dukungan keluarga, strategi koping, ketahanan diri dengan motivasi pulih pada narapidana yang menjalani rehabilitasi narkoba. Metode telaah artikel menggunakan cara systematic review pada rumusan pertanyaan PICO dengan mencari judul artikel pada database online (ProQuest, Sage Journal, ScienceDirect, Scopus dan google scholar). Artikel yang ditelaah telah sesuai dengan kriteria inklusi dan artikel tersebut diterbitkan antara tahun 2016 sampai tahun 2023. Hasil pencarian ditemukan 13 artikel dengan hasil secara umum adanya hubungan bermakna dukungan keluarga, strategi koping, ketahanan diri dengan motivasi pulih pada narapidana yang menjalani rehabilitasi narkoba. Simpulan menyatakan motivasi pulih narapidana yang menjalani rehabilitasi narkoba dipengaruhi dukungan keluarga, strategi koping, dan ketahanan diri
Hubungan antara Status Gizi dan Persen Lemak Tubuh dengan Kebugaran Jasmani pada Atlet Bola Basket Universitas Muhammadiyah Surakarta
Latar Belakang: Olahraga bola basket merupakan suatu permianan beregu yang intens karena membutuhkan adanya kombinasi yang baik antara kecepatan, kekuatan, kelincahan, keterampilan, daya tahan, dan taktik sehingga dibutuhkan suatu kebugaran jasmani yang baik untuk dapat melakukan permainannya. Status gizi dan persen lemak tubuh dinilai menjadi bagian yang penting untuk diperhatikan untuk mendapatkan kebugaran jasmani yang baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan persen lemak tubuh dengan kebugaran jasmani pada atlet bola basket Universitas Muhammadiyah Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini adalah atlet basket Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan jumlah 43 sampel. Pengukuran status gizi dan persen lemak tubuh dilakukan menggunakan alat karada scan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) omron Hbf 375. Pengukuran kebugaran jasmani menggunakan metode tes cooper 12 menit. Hubungan status gizi dan persen lemak tubuh dengan kebugaran jasmani menggunakan uji korelasi spearman danpearson. Hasil: Analisis bivariate menggunakan korelasi spearman menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani pada atlet basket dengan nilai p=0,003 dan nilai r=-0,442 yang berarti hubungan negative dengan arah korelasi sedang. Analisis bivariate menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan kebugaran jasmani atlet basket dengan nilai p=0,000 dan nilai r=-0,635 yang berarti hubungan negative dengan arah korelasi kuat. Kesimpulan: status gizi dan persen lemak tubuh memiliki hubungan negative dengan kebugaran jasmani atlet bola basket Universitas Muhammadiyah Surakarta.Background: Basketball is an intense, rigid sport because it requires a good combination of speed, strength, agility, skill, endurance, and tactics, so it takes a good physical fitness to do the game. Nutritional status and body fat percentage are assessed as an important part to pay attention to for a good physical fitness. Objective: To find out the relationship between nutritional status and body fat percentage and physical fitness of a basketball athlete at Muhammadiyah University of Surakarta. Methods: This type of research is observational with a cross-sectional approach. The sample of this research is a basketball athlete of Muhammadiyah University of Surakarta with a total of 43 samples. Measurement of nutritional status and body fat percentage was done using the Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) omron Hbf 375. Physical fitness measurement using the 12-minute cooper test method. Relationship of nutritional status and body fat percentage to physical fitness using spearman and pearson correlation tests. Results:bivariate analysis using spearman correlation showed that there was a relationship between nutritional status and physical fitness in basketball athletes with a p=0,003 value and a r=-0,442 value which means a negative relationship with the direction of moderation. The bivariate analysis using the Pearson correlation test showed that there was a relationship between body fat percentage and basketball athlete's physical fitness with a p=0,000 value and a r=-0,635 value, which means a negative relationship with the direction of strong correlations. Conclusion: nutritional status and body fat percentage have a negative relationship with the physical fitness of a basketball athlete at the Muhammadiyah University of Surakarta
UPRIGHT POSITION TERHADAP INTENSITAS NYERI DAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVIDA
Proses persalinan dan kelahiran merupakan peristiwa fisiologis dan alamiah, kebanyakan perempuan merasakan sebagai proses nyeri dan dianggap sebagai salah satu peristiwa yang menyakitkan selama kehidupannya. Rasa nyeri saat bersalin dapat menimbulkan rasa khawatir, tegang dan kecemasan. Penanggulangan nyeri pada persalinan sangat penting karena dapat memperbaiki keadaan fisiologi dan psikologi ibu dan bayi yang akan lahir. Sensasi nyeri yang dirasakan ibu bersalin berasal dari sinyal/respon nyeri yang timbul akibat kontraksi otot rahim dengan tujuan untuk mendorong bayi yang ada didalam rahim keluar, namun apabila semakin meningkatnya kecemasan akan semakin meningkatkan intensitas nyeri. Rasa cemas dan takut yang dirasakan ibu akan berpengaruh terhadap lamanya persalinan, his kurang baik dan pembukaan yang tidak lancar. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling yaitu menggunakan kriteria yang telah dipilih oleh peneliti dalam memilih sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian Tujuan penelitian Untuk pengaruh Penggunaan Modul Upright Position terhadap lama Kala I Fase Aktif dan intensitas nyeri pada Primigravida di Klinik Dharma Bhakti. Metode penelitian Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 18 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembaran observasi skala nyeri dan partograf. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu (quasi experiment) menggunakan the post test only control group design. Analisis data menggunakan Uji statistik yang digunakan adalah uji perbandingan dua sampel tidak berpasangan yaitu Uji t independen atau Uji t tidak berpasangan (data berdistribusi normal), Uji Mann-Whitney (data tidak berdistribusi normal). Terdapat perbedaan skala nyeri dan lama kala I fase aktif ibu primigravida terhadap kelompok intervensi dan kontrol, dalam hal ini terdapat pengaruh penggunaan modul uprigth position terhadap intensitas nyeri dan lama kala I fae Aktif Ibu Primigravida di PMB Klinik Darma BaktiUPRIGHT POSITION TERHADAP INTENSITAS NYERI DAN KALA I FASE AKTIF PADA PRIMIGRAVID
Efektivitas Konseling Gizi Menggunakan Media Lembar Balik Terhadap Kemampuan Remaja Putri Mengestimasi Porsi Makanan di SMAN 6 Kendari
Hasil Riskesdas Propinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 untuk Kota Kendari remaja usia 13-15 sebesar 21,94% dengan status gizi pendek dan sangat pendek, bila masalah ini berlanjut hingga dewasa, akan timbul masalah kesehatan pada janin yang dikandungnya sehingga rantai intergenerasi masalah gizi tidak akan terhenti. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia. Asupan gizi yang optimal baik kuantitas maupun kualitas, sangat penting untuk pertumbuhan serta perkembangan yang optimal. Untuk itu, pola makan remaja perlu ditingkatkan ke arah konsumsi gizi seimbang. Konsumsi gizi seimbang ditentukan pula oleh besar porsi makan, kesalahan estimasi besar porsi akan mempengaruhi kualitas estimasi dan berdampak pada tidak akuratnya jumlah konsumsi zat gizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu perbaikan gizi remaja melalui intervensi gizi spesifik salah satunya melalui konseling gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling gizi menggunakan media lembar balik terhadap kemampuan Remaja putri mengestimasi porsi makanan di SMAN 6 kendari. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan kuasi eksperimen dengan model pre test post test control group desain yaitu Pemberian Konseling gizi dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol menggunakan alat peraga berupa leaflet dan kelompok kasus menggunakan alat peraga flipchart/lembar balik. Berdasarkan hasil uji independent T test menunjukan bahwa nilai p = 0,000 dimana nilai p<0,05 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan efektifitas antara media leaflet dengan media flipchart/lembar balik dalam meningkatkan kemampuan remaja putri mengestimasi porsi makanan.
The results of the 2018 Riskesdas of Southeast Sulawesi Province for Kendari City for adolescents aged 13-15 amounted to 21.94% with short and very short nutri-tional status, if this problem continues into adulthood, health problems will arise in the fetus they contain so that the intergenerational chain of nutritional problems will not occur. stopped. This will have an impact on increasing the prevalence of stunting in Indonesia. Optimal nutritional intake, both quantity and quality, is very important for optimal growth and development. For this reason, adolescent diets need to be improved towards balanced nutritional consumption. Consumption of balanced nutrition is also determined by the size of the meal portion, an error in estimating the size of the portion will affect the quality of the estimate and have an impact on the inaccuracy of the amount of nutrient consumption. One ef-fort that can be done is to improve adolescent nutrition through specific nutritional interventions, one of which is through nutritionalcounseling. This study aims to determine the effectiveness of nutritional counseling using flipcharts on the ability of young women to estimate food portions at SMAN 6 Kendari. The type of this research was an analytic survey with a quasi-experimental design with a pre-test post-test control group design model, namely Nutrition Counseling was divided into 2 groups, namely thecontrol group using teaching aids in the form of leaflets and the case group using flipchart teaching aids. Based on the results of the in dependent T test, it showed that the p value = 0.000 where the p value <0.05 so that it can be concluded that there is a difference in effectiveness between leaflet media and flipchart media in improving the ability of young women to estimate food portions