Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Efektifitas One Student One Family Dalam Pencegahan Kedaruratan Malaria Pada Balita

    Get PDF
    Penyakit malaria masih menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Sumba Timur. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pendampingan One Student One Family (OSOF) yang melibatkan mahasiswa perawat sebagai pendamping keluarga yang mempunyai balita menderita malaria. Adapun kegiatan pendampingan OSOF meliputi penemuan kasus, pemantauan keteraturan minum obat, cara merawat balita yang sakit, follow up, serta pendidikan kesehatan tentang malaria dan pencegahannya. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga Balita dalam pencegahan kedaruratan Malaria pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Metode penelitian pre-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden dibagi dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol, dengan analisis non parametrik t-tes. Pada kelompok intervensi menggunakan metode OSOF, pada kelompok kontrol menggunakan SPO malaria. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendampingan OSOF sangat efektif terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga dalam mencegah kedaruratan malaria pada balita dengan p=0.000 (p<0.05). Kedua kelompok responden sama-sama mengalami peningkatan nilai setelah perlakuan, namun peningkatan nilai lebih besar pada kelompok intervensi yang menggunakan metode OSOF. Kesimpulannya ada pengaruh pendampingan OSOF terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku dalam mencegah kedaruratan malaria pada Balita

    Hubungan Antara Insiden Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Faktor Sanitasi Lingkungan : Tinjauan Sistematik Review

    Get PDF
    Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a vector-borne disease caused byflavivirus that  causes morbidity and death rates that are still quitehigh globally. This disease is influenced by many factors includingenvironmental factors that have a very close association with theincidence of DHF. Although there have been many previous studies thatanalyzed the relationship of environmental factors to the incidence ofDHF, the results are still inconsistent. This paper aims to analyze therelationship between the incidence of dengue fever and environmentalsanitation factors. The research design used the systematic reviewmethod. Articles are selected using the PRISMA (Preferred ReportingItems for Systematic Reviews and Meta Analysis) method  on the googlescholar search engine. The inclusion criteria in this writing arearticles published within the last 5 years, starting from 2019 – 2023with  the keyword "DHF and Environmental Sanitation, BivariateAnalysis", can be accessed in full, using  a cross-sectional studydesign  and relevant to the theme of writing. The results obtained were8 articles that met the criteria with environmental sanitation variablesrelated to mobility and population density as well as the location ofurban residences, waste disposal and management, water reservoirs,eradication of mosquito nests and the use of mosquito repellent, thepresence of water drainase system and behavior as social environmentalfactors. The conclusion of this study is that environmental variables,both physical, biological and social, have a significant relationshipwith the risk of dengue events. The difference in results in the studyis due only to the differences in parameters observed in the study.Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit tular vector yang disebabkan oleh flavivirus yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang masih cukup tinggi secara global. Penyakit ini dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk faktor lingkungan yang memiliki hubungan sangat erat dengan kejadian DBD. Walaupun telah banyak penelitian sebelumnya yang menganalisa hubungan faktor lingkungan terhadap kejadian DBD, hasilnya masih belum konsisten. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian DBD dengan faktor sanitasi lingkungan. Desain penelitian menggunakan metode systematic review. Artikel dipilih menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analysis) pada search engine google scholar. Kriteria inklusi dalam penulisan ini adalah artikel yang dipublikasi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, mulai tahun 2019 – 2023 dengan keyword “DBD dan Sanitasi Lingkungan, Bivariat Analisis”, dapat diakses secara penuh, menggunakan desain study cross sectional dan relevan dengan tema penulisan. Hasil yang didapatkan adalah 8 artikel yang memenuhi kriteria dengan variabel sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan mobilitas dan kepadatan penduduk serta lokasi tempat tinggal perkotaan, tempat pembuangan dan pengelolaan sampah, tempat penampungan air, PSN dan penggunaan obat anti nyamuk, keberadaan SPAL serta perilaku sebagai faktor lingkungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa variabel lingkungan baik fisik, biologis dan sosial, memiliki hubungan secara bermakna terhadap resiko  kejadian DBD. Perbedaan hasil dalam penelitian hanya disebabkan oleh perbedaan parameter yang diamati dalam studi

    Effectiveness of Remdesivir for the Treatment of COVID-19 In Preclinical and Clinical Studies: A Review

    Get PDF
    Kondisi darurat di awal tahun 2020 membuat pemerintah menerapkan berbagai kebijakan untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19, salah satunya dengan pemberian  Remdesivir  sebagai salah satu pengobatan pasien COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Remdesivir untuk pengobatan COVID-19 dalam uji praklinis dan klinis. Penelitian dilakukan dengan metode Tinjauan Pustaka berdasarkan jurnal penelitian yang berfokus pada Remdesivir dan obat lain yang digunakan untuk COVID-19 dari perpustakaan online, dengan menggunakan kata kunci seperti “Efektivitas”, “Remdesivir”, “COVID-19”, “Antiviral ," "Praklinis," dan "Klinis" dari jurnal internasional. Hasilnya menunjukkan bahwa pada uji praklinis, Remdesivir terbukti memiliki indeks selektivitas sebesar 129,87 yang berarti lebih tinggi dibandingkan obat lain yang diuji pada uji praklinis. Selama studi  klinis,  penggunaan  Remdesivir  dapat  menghasilkan  beberapa perbaikan klinis pada pasien COVID-19 dalam waktu 5, 10, dan 15 hari tetapi tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.Emergency conditions in early 2020 led the government to apply various policies to increase the recovery rate of patients with COVID-19, and one of them was by administering Remdesivir as one of the treatments for patients with COVID-19. Therefore, this study aims to determine the effectiveness of Remdesivir for COVID-19 treatment in preclinical and clinical studies. The research was conducted in a Literature review method based on a research journal that focused on Remdesivir and other drugs used for COVID-19 from online libraries, using keywords such as "Effectiveness," "Remdesivir," "COVID-19", "Antiviral," "Preclinical," and "Clinical" from international journals. The results indicate that in the preclinical study, Remdesivir was shown to have a selectivity index of 129.87, which means higher than the other drugs tested in the preclinical study. During the clinical study, compassionate use of Remdesivir may result in some clinical improvement in COVID-19 patients within 5, 10, and 15 days but did not show any significant difference

    Implementasi Kebijakan Intervensi Gizi Sensitif dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Gorontalo

    Get PDF
    Hasil analisis situasi prevalensi stunting Kabupaten Gorontalo terhadap 30 desa lokus tahun 2022, Desa Pelehu Kecamatan Bilato menempati prevalensi tertinggi yaitu 30,38 %, sedangkan Desa Hutadaa Kecamatan Telaga Jaya menempati posisi terendah yaitu 0 %. Penelitian ini bertujuan Pendekatan yang dilakukan oleh peneliti adalah kualitatif yaitu mendasarkan kepada filsafat post positivisme untuk meneliti pada situasi dan kondisi objek yang alamiah (peneliti adalah instrumen kunci). Hasil penelitian yang dilakukan didapatkan 4 tema/topik utama, yaitu : 1) Komunikasi Dalam Implementasi Kebijakan Intervensi Gizi Sensitif Dalam Penanganan Stunting di Kabupaten Gorontalo; 2) Sumber daya dalam implementasi kebijakan intervensi gizi sensitif dalam penanganan stunting di kabupaten Gorontalo; 3) Disposisi dalam implementasi kebijakan intervensi gizi sensitif dalam penanganan stunting di kabupaten Gorontalo; dan 4) Struktur organisasi dalam implementasi kebijakan intervensi gizi sensitif dalam penanganan stunting di kabupaten Gorontalo. Kesimpulan : keseluruhan variabel belum sepenuhnya berjalan secara optimal, sehingganya masih diperlukan peningkatan pada faktor internal yaitu konsistensi koordinasi dengan OPD dan stakeholder terkait, peningkatan kompetensi pelaksana untuk mendukung pemanfaatan sumber daya, selain itu diperlukan komitmen yang kuat dalam hal distribusi/pembagian tugas yang jelas antar fungsi agar program dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Diharapkan pada variabel-variabel tersebut dapat segera dilakukan penyempurnaan serta perbaikan agar implementasi kebijakan dapat benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan jumlah stunting serta meningkatan cakupan layanan intervensi gizi sensitif khususnya di Kabupaten Gorontalo.The results of the 2021 Gorontalo Regency situation analysis of 30 focus villages in 2022, Pelehu Village, Bilato District has the highest prevalence, namely 30.38%, while Hutadaa Village, Telaga Jaya District occupies the lowest position, namely 0% and if you look The approach taken by the researcher is qualitative, namely based on post-positivism philosophy to research situations and conditions of natural objects (the researcher is the key instrument). The results of the research carried out obtained 4 main themes/topics, namely: 1) Communication in the Implementation of Sensitive Nutrition Intervention Policies in Handling Stunting in Gorontalo Regency; 2) Resources in implementing sensitive nutrition intervention policies in handling stunting in Gorontalo district; 3) Disposition in implementing sensitive nutrition intervention policies in handling stunting in Gorontalo district; and 4) Organizational structure in implementing sensitive nutrition intervention policies in handling stunting in Gorontalo district. The conclusion of the research results shows that there are still problems found so that the implementation of sensitive nutrition intervention policies in handling stunting in Gorontalo Regency is still not optimal enough. This can be seen from the low coverage of sensitive nutrition intervention services, interventions that are not yet fully targeted and intervention activities that are not yet fully integrated

    Hubungan Karakteristik Remaja Akhir dengna Perilaku Berisiko Penyalahgunaan Napza pada Mahasiswa FKM

    Get PDF
    Masa remaja merupakan peralihan dari anak-anak menuju dewasa, sehingga masa ini memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan masa-masa kehidupan lainnya. Pada masa peralihan ini, keingintahuan manusia lebih besar dibandingkan dengan masa-masa kehidupan lainnya. Itulah sebabnya remaja lebih suka mencoba berbagai hal yang seringkali menimbulkan akibat yang mengerikan, termasuk kecanduan narkoba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pubertas terlambat dengan perilaku berisiko pada adiksi narkoba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel dependen dengan variabel independen. Selain itu, populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja akhir usia 18-21 tahun sebanyak 95 orang pada kohort FKM 2020/2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner berupa skala likert dan checklist. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square.Adolescence is a transition from childhood to adulthood, so this period has its own characteristics that are different from other periods of life. During this transitional period, human curiosity is greater than in other periods of life. That is why teenagers prefer to try various things that often lead to dire consequences, including drug addiction. The purpose of this study was to analyze the relationship between the characteristics of late puberty and risky behavior in drug addiction. The method used in this study is a cross sectional approach with the aim of knowing whether or not there is a correlation between the dependent variable and the independent variable. In addition, the population used in this study was 95 late adolescent respondents aged 18-21 years in the 2020/2021 FKM class. Data was collected by distributing questionnaires in the form of a Likert scale and checklist. Data analysis used in this study included univariate analysis and bivariate analysis using the Chi-square test

    Profil Penggunaan Napza Dikalangan Masyarakat berdasarkan Karakteristik Pasien Napza di Kecamatan Pantai Labu

    Get PDF
    Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (NAPZA) ialah bahan kimia atau obat-obatan apabila tertelan dapat menyebabkan dampak yang merugikan bagi tubuh manusia. Napza tergolong zat psikoaktif yang merupakan zat sangat berpengaruh pada otak sehingga dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, perasaan, pikiran dan kesadaran Alasan penggunaan Napza didasari karena ingin mencoba dan tergiur dengan tawaran atau ajakan teman. Penggunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) di Sumatera Utara diperkirakan sekitar 1,5 juta orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah total seluruh kunjungan pasien puskesmas Pantai Labu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil penggunaan napza di kalangan masyarakat Kecamatan Pantai Labu berdasarkan karakteristik pasien selama tahun 2022. Dari total 39 pasien memiliki riwayat pengguna NAPZA. Pengguna NAPZA sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (39%), berasal dari kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 18 kasus (46,2%), sebagian besar pengguna NAPZA memiliki diagnosa penyakit skizofrenia sebanyak 17 kasus (43,6%).Drugs, Psychotropics, and Other Addictive Substances (NAPZA) are chemicals or drugs that, if ingested, can cause adverse effects on the human body. Drugs are classified as psychoactive substances which are substances that are very influential on the brain so that they can cause changes in behavior, feelings, thoughts, and consciousness The reason for using drugs is based on wanting to try and be tempted by offers or invitations from friends. The use of Narcotics, Psychotropic, and Addictive Substances (NAPZA) in North Sumatra is estimated at around 1.5 million people. The method used in this study is descriptive-analytic with cross-sectional method. The respondents in this study were the total of all visits by Pantai Labu health center patients. This study was conducted to determine the profile of drug use among the people of Pantai Labu District based on patient characteristics during 2022. Of the total 39 patients had a history of drug users. Drug users are mostly male (39%), come from the age group of 26-35 years as many as 18 cases (46.2%), and most drug users have a diagnosis of schizophrenia as many as 17 cases (43.6%)

    Pengaruh Hidroterapi terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Ibu Hamil dengan Hipertensi di PMB Sumariyah S.Tr.Keb Kota Malang

    Get PDF
    In pregnancy, hypertension is one of the three components that cause maternal death in the obstetric field. In 2020, there were 1,110 cases of maternal deaths due to hypertension in pregnancy. Based on data from the East Java Health Office for 2020, maternal deaths with hypertension in pregnancy were 26.90% or 152 people. In addition to pharmacological treatment, there are non-pharmacological treatments for treating hypertension in pregnancy, one of which is hydrotherapy by soaking your feet in warm water. The aim of this research is to find out the effectiveness of foot soak therapy with warm water in reducing the blood pressure of pregnant women in the 2nd and 3rd trimesters at PMB Sumariyah Malang City. This research is a quantitative study with a pre-experimental research design with a one group pretest posttest design, namely blood pressure is measured after and before warm water therapy is given to hypertensive pregnant women with 5 sessions in 2 weeks. The research sample was selected using a purposive sampling method and amounted to 16 people. Data analysis used the Wilcoxon Test. The results of the study obtained a significant value (p = 0.000 <0.05), so it can be concluded that the effectiveness of giving warm water foot soak therapy in lowering the blood pressure of pregnant women with high blood pressure from an average decrease in blood pressure of 9 mmHg after 2 weeks of therapy. From this study it was concluded that there are alternative efforts to reduce blood pressure during pregnancy by routinely soaking your feet in warm water. It is hoped that further research can add other non-pharmacological therapy methods to make the blood pressure of hypertensive pregnant women decrease more effectively.Pada kehamilan, hiportensi adalah satu di antara tiga komponen yang menyebabkan kematian ibu pada bidang obstetric. Pada tahun 2020 di Indonesia kematian ibu yang diakibatkan hipertensi dalam kehamilan ada 1.110 kasus, Berdasarkan data dinkes jawa timur tahun 2020 menunjukkan kematian ibu dengan hipertensi dalam kehamilan yakni sebanyak 26,90% atau sebesar 152 orang. Selain pengobatan farmakologis terdapan pengobatan non farmakologis dalam mengatasi hipertensi dalam kehamilan salah satunya adalah Hidroterapi dengan rendam kaki pada air hangat. Penelitian ini tujuannya agar diketahuinya keefektifan terapi rendam kaki dengan air hangat dalam membuat turunnya tekanan darah ibu hamil trimester 2 dan 3 di PMB Sumariyah Kota Malang. Penelitian ini yakni penelitian kuantitatif yang desain penelitiannya pre experimental melalui rancangan one group pretest posttest, yakni tekanan darahnya diukur setelah dan sebelum terapi air hangat diberikan terhadap ibu hamil hipertensi dengan 5 sesi dalam 2 minggu. Sampel penelitian dipilih dengan memakai metode purposive sampil dan berjumlah 16 orang. Analisis data memakai Uji Wilcoxon. Hasil penelitian mendapatkan nilai signifikannya (p=0,000<0,05), jadi bisa diberikan kesimpulan bahwa efektifnya memberikan terapi rendam kaki dengan air hangat dalam membuat turunnya tekanan darah ibu hamil yang tekanan darahnya tinggi dari rata-rata turunnya tekanan darah sebanyak 9 mmHg sesudah 2 minggu diterapi. Dari penelitian ini disimpulkan adanya pengupayaan alternatif ini dalam membuat tekanan darah menurun semasa kehamilan secara rutin merendam kaki memakai air hangat. Diharapkan penelitian selanjutnya bisa menambah metode terapi non-farmakologi yang lain untuk lebih efektifnya membuat tekanan darah ibu hamil hipertensi menurun

    Pengaruh Paritas, Umur Pertama Melahirkan, dan Aborsi terhadap Penggunaan Kontrasepsi di Indonesia berdasarkan Data Survei Dasar Kesehatan Indonesia 2017

    Get PDF
    The Family Planning (KB) program uses contraception toprevent unwanted pregnancies, abortions and increase the risk-free ageat first childbirth. This study aims to find the effect of parity,abortion, and age at first childbirth on the use of contraceptivemethods. This research is a non-reactive analytic study using secondarydata from the 2017 IDHS for the Married Women section, a sample of 8838married women aged 15-49 years were obtained. Factors influencing theuse of contraception were parity (p=0.000, OR=1.136, 95%CI=1.193-1.451), age at first birth (p=0.038, OR=1.114, 95%CI=0.998-1.223), and abortion ( p=0.000, OR=0.750, 95% CI=0.665-0.846).The role of various sectors is needed to increase the use ofcontraceptive methods so that program objectives (KB) can be moreoptimal.Program Keluarga Berencana (KB) menggunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan tidak diinginkan, aborsi dan meningkatkan umur pertama melahirkan yang bebas risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh paritas, aborsi, dan umur pertama melahirkan terhadap penggunaan metode kontrasepsi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat non-reaktiv menggunakan data sekunder SDKI 2017 bagian Wanita Kawin, sampel yang diperoleh sebanyak 8838 wanita kawin usia 15-49 tahun. Faktor yang mempengaruhi penggunaan kontrasepsi yaitu jumlah paritas (p=0,000, OR=1,136, 95% CI=1,193-1,451),umur pertama melahirkan (p=0,038, OR=1,114, 95%CI= 0,998-1,223), dan aborsi (p=0,000, OR=0,750, 95% CI= 0,665-0,846). Diperlukan peranan berbagai sektor untuk meningkatkan penggunaan metode kontrasepsi agar tujuan program (KB) bisa lebih optimal

    Determinan Kejadian Gangguan Pendengaran pada Pekerja Pabrik di PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong

    Get PDF
    Hasil observasi dari peneliti jumlah tenaga kerja yang ada di perusahaan tersebut berjumlah 294 orang. Dalam melakukan proses produksinya berasal dari ikan cakalang yang diolah menjadi produk ikan kaleng menghasilkan dan tentunya pekerja di sana tidak terlepas dari bahaya kebisingan. Bahaya kebisingan di area PT. Citra Raja Ampat Canning Sorong antara lain berasal dari peralatan kerja dan proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan kejadian gangguan pendengaran pada pekerja pabrik di PT.Citra Raja Ampat Canning Sorong Desain  penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 09 September 2019 sampai dengan 18 Oktober 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling, dengan jumlah sampel 169 orang dengan menggunakan metode simple random sampling. Hasil penelitian uji chi-square ada hubungan kebisingan dengan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik PT. Citra Canning Sorong p value = 0,003, ada hubungan pengetahuan dengan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik PT.Citra Canning Sorong p value = 0,030 dan ada hubungan penggunaan APD dengan gangguan pendengaran  pada pekerja pabrik PT. Citra Canning Sorong p value = 0,006.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan kebisingan, pengetahuan dan penggunaan APD dengan gangguan pendengaran pada pekerja pabrik PT. Citra Canning Sorong. Saran hendaknya pihak perusahaan menyediakan alat pelindung diri khususnya bagi bekerja di unit produksi, dan sebaiknya tenaga kerja harus memakai alat pelindung telinga pada saat berada di lingkungan kerja yang kebisingannya melebihi nilai ambang batas yaitu 85 dB, sehingga tenaga kerja mampu meminimalisir risiko gangguan pendengaran

    Uterine leiomyoma: Analysis of Clinical Manifestation and Different Risk Factors in Women of Reproductive Age at Siloam Hospitals Manado

    Get PDF
    Uterine leiomyoma is the most common benign tumor in women of reproductive age. This problem is becoming increasingly relevant to the fact that many cases of uterine fibroids are asymptomatic, so they are often overlooked and only found accidentally. This study aims to identify the risk factors and clinical manifestations of uterine leiomyoma in women of reproductive age. This research method involved databased medical records at the in-patient department of Siloam Hospitals Manado and literature studies from various sources related to uterine leiomyoma. The design of this study uses a cross-sectional design. This design allows researchers to observe and analyze the relationship between variables without intervention or manipulation so that they can describe how often characteristics appear in the population at a certain time. The results showed that genetics, age, hormones, and ethnicity affect a person's risk of developing uterine leiomyoma. The clinical manifestations of uterine leiomyoma variants range from mild clinical manifestations to those that have a significant impact on women's quality of life. Further research is needed to understand the mechanisms of development and the best interventions for this condition.Uterine leiomyoma merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi pada wanita usia reproduksi. Masalah ini menjadi semakin relevan dengan kenyataan bahwa banyak kasus mioma uteri tidak menunjukkan gejala sehingga sering terlewatkan dan hanya ditemukan secara tidak sengaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko serta manifestasi klinis Uterine leiomyoma pada wanita usia reproduksi. Metode penelitian ini melibatkan basis data rekam medis pada in-patient department Siloam Hospitals Manado dan studi literatur dari berbagai sumber terkait Uterine leiomyoma. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Desain ini memungkinkan peneliti untuk mengamati dan menganalisis hubungan antara variabel tanpa intervensi maupun manipulasi sehingga dapat menggambaran seberapa sering karakteristik muncul dalam populasi pada waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor genetika, usia, hormon, dan etnis mempengaruhi risiko wanita untuk mengembangkan Uterine leiomyoma. Manifestasi klinis varian Uterine leiomyoma sangat beragam, mulai dari klinis yang ringan hingga yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup wanita. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme perkembangan dan intervensi terbaik untuk kondisi ini

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇