Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Pengetahuan tentang HIV berhubungan dengan Ketertarikan Mengikuti Voluntary Counselling and Testing pada Pasangan Usia Subur: Penelitian Observasional
Every year there are 5,100 new Human Immunodeficiency Virus (HIV) infections among housewives, 33% of whom are infected by their partners who engage in risky sexual behavior. Therefore, utilization of HIV screening through voluntary counselling and testing (VCT) services is important especially for those with high risk. This study was conducted to determine the relationship between knowledge of couples of childbearing age in Garut Regency, especially in Ciwalen Village with interest in participating in HIV screening through VCT. This study is a quantitative study with a cross sectional approach. Data collection was carried out on May 2-June 2, 2023 and was located in one of the Ciwalen Villages in Garut Regency, West Java. The study population was one of the couples of childbearing age who lived permanently in one of the villages in Garut Regency with purposive sampling technique totaling 121 married men or women of childbearing age. Data collection was conducted using a questionnaire that included information on respondent characteristics, questions related to interest in attending VCT combined with the HIV-KQ-18 questionnaire to assess respondents' knowledge about HIV/AIDS. Data were collected using a questionnaire that included information on respondents' characteristics, questions related to interest in attending VCT combined with the HIV-KQ-18 questionnaire to assess respondents' knowledge about HIV/AIDS. Data were analyzed using SPSS software (Version 21), frequency distribution analysis and chi-square test. The results showed that the majority of couples of childbearing age (78 people, 64.5%) had poor knowledge about HIV/AIDS and only a few (26.4%) of them were interested in following HIV screening through VCT. Interest in VCT was more prevalent among couples of childbearing age who had good knowledge about HIV/AIDS (P < 0.05). To increase the interest of couples of childbearing age in HIV screening, efforts should be made to increase their knowledge about HIV/AIDS.Setiap tahunnya terdapat 5.100 infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) baru pada kelompok ibu rumah tangga dan sebagian besar 33% tertular dari pasangannya yang melakukan tindakan seks berisiko. Oleh sebab itu, Pemanfaatan skrining HIV melalui layanan voluntary counselling and testing (VCT) menjadi penting terutama pada mereka dengan risiko tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pasangan usia subur di Kabupaten Garut khususnya di Kelurahan Ciwalen dengan ketertarikan mengikuti skrining HIV melalui VCT. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan pada 2 Mei–2 Juni 2023 dan berlokasi di salah satu Kelurahan Ciwalen di Kabupaten Garut Jawa Barat. Populasi penelitian adalah salah satu dari pasangan usia subur yang tinggal menetap di salah satu kelurahan Ciwalen di Kabupaten Garut dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sejumlah 121 laki-laki atau perempuan usia subur yang sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang meliputi informasi karakteristik responden, pertanyaan terkait ketertarikan mengikuti VCT yang digabungkan dengan kuesioner HIV-KQ-18 untuk mengkaji pengetahuan responden tentang HIV/ AIDS. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS (Versi 21), analisis distribusi frekuensi dan Uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan mayoritas pasangan usia subur (78 orang, 64,5%) memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang HIV/ AIDS dan hanya sedikit (26,4%) diantara mereka yang tertarik mengikuti skrining HIV melalui VCT. Ketertarikan mengikuti VCT lebih banyak dijumpai pada pasangan usia subur yang memiliki pengetahuan yang baik tentang HIV/ AIDS (P < 0.05). Untuk meningkatkan ketertarikan pasangan usia subur melakukan skrining HIV perlu dilakukan upaya-upaya peningkatan pengetahuan mereka tentang HIV/ AIDS
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi Puskesmas Poasia kota Kendari tahun 2010
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi Puskesmas Poasia kota Kendari tahun 201
Implementasi Capaian Program Universal Health Coverage di Indonesia: Narrative Review
Jaminan Kesehatan Nasional merupakan salah satu program pemerintah sebagai upaya mencapai Universal Health Coverage (UHC) yang telah dideklarasikan dalam Sustainable Development Goal’s (SDG’s). Terdapat beberapa daerah di Indonesia yang sudah menerima predikat UHC dengan capaian lebih dari 95%. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi capaian UHC di Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Litelature Review dengan pendekatan Narative Literatur Review. Artikel yang digunakan merupakan artikel dengan rentang waktu publikasi 5 tahun daari tahun 2018-2023 dari beberapa database seperti Google Scholar dan PubMed Hasil penelitian ini menunjukan bahwa capaian UHC di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan cakupan kepesertaan sektor informal serta terdapat beberapa strategi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah dalam mencapai UHC di daerahnya diantaranya adanya peran dan komitmen aktor, koordinasi lintas sektor, upaya perluasan cakupan kepesertaan JKN, menyediakan anggaran yang cukup, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kapasitas SDM Kesehatan, membuat program yang inovatif dalam mencapai UHC. Selain itu Indonesia menerapkan indikator dalam mengukur capaian UHC dengan menghitung indeks cakupan layanan kesehatan esensial dan perlindungan keuangan terhadap biaya kesehatan. Kesimpulannya implementasi capaian program UHC di Indonesia masih mengalami berbagai tantangan sehingga dibutuhkan strategi dan kebijakan yang tepat.National Health Insurance is one of the government's programs as an effort to achieve Universal Health Coverage (UHC) which has been declared in the Sustainable Development Goals (SDGs). There are several regions in Indonesia that have received the UHC designation with achievements of more than 95%. The aim of this research is to describe the implementation of UHC achievements in Indonesia. The method used in this research is a Literature Review with a Narrative Literature Review approach. The articles used are articles with a publication time span of 5 years from 2018-2023 from several databases such as Google Scholar and PubMed. The results of this research show that UHC achievements in Indonesia are still faced with challenges in covering informal sector participation and there are several strategies and policies issued by Regional governments in achieving UHC in their regions including the role and commitment of actors, cross-sector coordination, efforts to expand JKN membership coverage, providing sufficient budgets, improving the quality of health services and capacity of health human resources, creating innovative programs to achieve UHC. In addition, Indonesia applies indicators to measure UHC achievements by calculating the essential health service coverage index and financial protection against health costs. In conclusion, the implementation of the UHC program achievements in Indonesia is still experiencing various challenges so appropriate strategies and policies are needed
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup. Kepatuhan minum obat memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan terapi pengobatan DM untuk menjaga kadar gula darah agar tetap dalam rentang normal. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepatuhan pengobatan DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan dan menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data ini diperoleh dari data primer (kuesioner) dan data sekunder (rekam medis). Populasi pada penelitian ini yaitu pasien DM tipe 2 di Puskesmas II Kotagede Yogyakarta. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: pasien didiagnosa DM tipe 2 rawat jalan di Puskesmas Kotagede II, telah mendapatkan terapi obat diabetes minimal 3 bulan terakhir, memiliki data laboratorium kadar gula darah puasa dan/atau sewaktu, bersedia menjadi responden. Faktor kepatuhan yang dievaluasi pada penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan, ketercapaian kadar gula darah, asuransi, frekuensi minum obat, rejimen terapi (monoterapi atau kombinasi), dan lama menderita. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS) sedangkan tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ). Data dianalisis secara deskriptif dan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan digunakan uji chi square dan uji multivariat (regresi logistik). Berdasarkan hasil penelitian dari 106 responden sebagian besar yaitu sebanyak 79 responden (74,5%) memiliki tingkat kepatuhan sedang. Faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pengobatan pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta adalah kadar gula darah (p-value = 0,000; OR = 12,387) dan pengetahuan (p-value = 0,012). Kadar gula darah merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pasien DM tipe 2 di Puskesmas Kotagede II Yogyakarta..Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease that will last a lifetime. Compliance with taking medication plays a very important role in the success of DM treatment therapy to maintain blood sugar levels within the normal range. There are various factors that can influence the level of compliance with DM treatment. This study aims to evaluate the level of compliance and analyze factors that influence treatment compliance in patients with type 2 diabetes mellitus at the Kotagede II Yogyakarta Community Health Center. This research is a type of quantitative research with a cross sectional approach. This data was obtained from primary data (questionnaire) and secondary data (medical records). The population in this study was type 2 DM patients at Puskesmas II Kotagede Yogyakarta. Samples were obtained using a purposive sampling method based on the inclusion criteria: patients diagnosed with type 2 DM outpatient at the Kotagede II Community Health Center, had received diabetes drug therapy for at least the last 3 months, had laboratory data on fasting and/or intermittent blood sugar levels, were willing to be respondents. Compliance factors evaluated in this study were level of knowledge, attainment of blood sugar levels, insurance, frequency of taking medication, therapy regimen (monotherapy or combination), and length of suffering. The level of adherence was measured using the Medication Adherence Rating Scale (MARS) questionnaire while the level of knowledge used the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ) questionnaire. The data were analyzed descriptively and to determine the factors that influenced compliance, the chi square test and multivariate test (logistic regression) were used. Based on research results from 106 respondents, the majority, namely 79 respondents (74.5%) had a moderate level of compliance. Factors that influence the level of treatment compliance of type 2 DM patients at the Kotagede II Yogyakarta Community Health Center are blood sugar levels (p-value = 0.000; OR = 12.387) and knowledge (p-value = 0.012). Blood sugar levels are the factor that most influences the level of treatment compliance for type 2 DM patients at the Kotagede II Yogyakarta Community Health Center
Fistelografy dengan Sangkaan Vesico Perianal Fistel di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Medan
This is an examination of abnormal holes (fistels) using X-rays, which can clearly determine the fistula. Fistelography examination with suspected Vesico perianal fistula aims to get a picture of the relationship of the abnormal hole (fistel) with other organs, from postero-anterior and lateral projections, contrast media is needed so that it can show the relationship of the abnormal hole (fistel) with other organs. This research uses descriptive and qualitative types. The research was carried out in July 2020 at the Dr. Pirngadi Medan Regional General Hospital using a General X-ray unit. Data collection techniques using 1. Interview with a radiographer, 2. Observation, namely carrying out examinations on patients undergoing fistelography examinations with suspected vesico perianal fistula, by recording and documenting the results of the examination. 3. Documentation of the results of the processed data and the results are transcribed and copied in typed form. From the research results, contrast is obtained, sharpness of detail of the criteria covering the object. The film recording used is Computer Radiography (CR).Merupakan pemeriksaan lubang abnormal (fistel) dengan menggunakan sinar-X, dapat mengetahui dengan jelas dari fistel. Pemeriksaan Fistelografy dengan sangkaan Vesico perianal fistel bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan lubang abnormal (fistel) dengan organ lain, dari proyeksi postero-anterior dan lateral, diperlukan kontras media sehingga dapat memperlihatkan hubungan lubang abnormal (fistel) dengan organ lain. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif dan kualitatif. Waktu penelitian dilakukan bulan Juli 2020 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Pirngadi Medan dengan menggunakan Pesawat General X-ray unit. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan 1.Wawancara dengan radiografer, 2.Observasi yaitu melaksanakan jalannya pemeriksaan pada pasien pemeriksaan fistelografy dengan sangkaan vesico perianal fistel, dengan mencatat dan mendokumentasikan hasil pemeriksaan. 3.Dokumentasi hasil dari data-data diolah dan hasilnya di transkip dan disalin dalam bentuk ketikan, Dari hasil penelitian diperoleh kontras,ketajaman detail dari kriteria mencakup objek. Pencatatan film yang digunakan adalah Computer Radiography (CR)
EFEKTIFITAS PELATIHAN SKRINING STUNTING TERHADAP KEMAMPUAN DETEKSI DINI ORANG TUA PADA ANAK USIA 1-3 TAHUN DI RSIA SITI KHADIJAH KOTA GORONTALO
Stunting atau perawakan pendek masih menjadi masalah yang belum terpecahkan, baik di dunia maupun di Indonesia. Hal ini tentu berdampak pada terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Untuk prevalensi balita stunting di Kota Gorontalo sebesar (26,5%). Balita yang sehat terhindar dari masalah stunting, wasting maupun underweight tumbuh dan berkembang secara normal. Deteksi dini pencegahan stunting dilakukan pengukuran secara berkala yaitu dari berat badan dan tinggi badan sesuai umur, dapat membantu upaya pencegahan stunting dan harus dilaksanakan dengan sunguh-sunguh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis Efektifitas Pelatihan Skrining Stunting dengan Kemampuan Deteksi Dini Orang Tua Pada Anak Usia 1-3 Tahun. Adapun tujuan atau target khusus pada penelitian ini adalah untuk melatih orang tua dilihat dari kemampuan untuk mendeteksi dini anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen, pada kelompok ibu di RSA Siti Khadijah pada penentuan sampel dengan metode kuantitatif sehingga total sampel penelitian 30 responden, kelompok intervensi yang diberikan pelatihan Skrining Stunting dengan Kemampuan Deteksi Dini Orang Tua Pada Anak Usia 1-3 Tahun dan kelompok kontrol yang memberikan perlakuan atau intervensi kepada subjek penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan desain pre post testgroup design.Stunting atau perawakan pendek masih menjadi masalah yang belum terpecahkan, baik di dunia maupun di Indonesia. Hal ini tentu berdampak pada terhambatnya proses pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Untuk prevalensi balita stunting di Kota Gorontalo sebesar (26,5%). Balita yang sehat terhindar dari masalah stunting, wasting maupun underweight tumbuh dan berkembang secara normal, merupakan calon SDM berkualitas sebagai penerus pembangunan bangsa di masa depan. Kualitas masa depan perkembangan anak ditentukan sejak dini yakni sejak masa balita. Begitu pula ketika terdapat deteksi dini gejala stunting, maka dapat dilakukan penanganan sejak dini untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan balita. Deteksi dini cegah stunting dilakukan pengukuran secara berkala yaitu dari berat badan dan tinggi badan sesuai umur, dapat membantu upaya pencegahan stunting dan harus dilaksanakan dengan sunguh-sunguh. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis Efektifitas Pelatihan Skrining Stunting dengan Kemampuan Deteksi Dini Orang Tua Pada Anak Usia 1-3 Tahun. Adapun tujuan atau target khusus pada penelitian ini ialah untuk melatih orang tua dilihat dari kemampuan untuk mendeteksi dini anak usia 1-3 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi eksperimen yang memberikan perlakuan atau intervensi kepada subjek penelitian. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan desain pre post testgroup design. Desain ini digunakan untuk membandingkan hasil intervensi pelatihan skrining stunting terhadap kemampuan deteksi dini orang tua. Penelitian ini dilaksanakandi RSIA Siti Khadijah Kota Gorontalo. Pentingnya pelatihan skrining stunting perlu dilakukan sejak dini untuk memastikan SDM Indonesia di masa yang akan datang berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi
Hubungan Perilaku Pencegahan Komplikasi Dengan Activity Daily Living Dan Tekanan Darah Penderita Hipertensi
Hypertension is a chronic condition, which means that if you have suffered from it, you have to be treated regularly, and if it is left untreated for a long time, it will cause complications. The behavior of hypertensive patients who do not follow recommendations will cause complications. Behaviors that support hypertension in preventing complications include adopting a healthy lifestyle, such as maintaining a diet, reducing salt consumption, doing sports and physical activity, stopping smoking, and consuming alcohol. People who have had hypertension and complications for a long time will struggle with activities of daily living (ADL). ADL is a daily activity in self-care. With 91 respondents, this research method is correlation with purposive sampling. Complication prevention behavior was measured using a complication prevention behavior questionnaire, while activity in daily living was measured using a Barthel index questionnaire, and blood pressure was measured with a sphygmomanometer. The results showed that 3 people had good complication prevention behavior with mild ADL dependence and 8 people had good complication prevention behavior with stage II hypertension. Data analysis of complication prevention behavior with activity-based daily living was carried out using the Spearman rho correlation test, which obtained a p-value of.002, and complication prevention behavior with blood pressure obtained a p-value of.036. In conclusion, there is a significant relationship between complication prevention behavior, ADL, and blood pressure in hypertensive patients. Hipertensi merupakan kondisi kronis yang artinya apabila telah menderita tersebut harus dengan perawatan yang berkala dan apabila dibiarkan dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan komplikasi. Perilaku penderita hipertensi yang tidak sesuai anjuran akan menyebabkan terjadinya komplikasi. Perilaku hipertensi yang mendukung dalam mencegah terjadinya komplikasi adalah melakukan gaya hidup sehat seperti menjaga diet, mengurangi komsumsi garam, melakukan aktivitas fisik olahraga, berhenti merokok dan mengkonsumsi alcohol. Penyandang hipertensi dengan komplikasi dalam waktu yang lama akan berpengaruh pada Activity Daily Living (ADL). ADL adalah aktivitas sehari hari dalam perawatan diri. Metode penelitian ini adalah korelasi dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan 91 responden. Perilaku pencegahan komplikasi diukur menggunakan kuisioner perilaku pencegahan komplikasi sedangkan activity daily living diukur menggunakan kuisioner indeks barthel dan tekanan darah diukur dengan Sfigmomanometer. Hasil penelitian didapatkan perilaku pencegahan komplikasi yang baik dengan ADL ketergantungan ringan sebanyak 3 orang dan perilaku pencegahan komplikasi yang baik dengan hipertensi tahap II sebanyak 8 orang. Analisa data perilaku pencegahan komplikasi dengan Activity Daily Living dilakukan menggunakan uji korelasi spearman rho diperoleh p-value .002 dan perilaku pencegahan komplikasi dengan tekanan darah diperoleh p-value .036. Kesimpulan terdapat hubungan yang cukup perilaku pencegahan komplikasi dengan ADL dan tekanan darah penderita hipertensi
Optimization and Evaluation of Whole genome sequencing of SARS CoV-2 at the Center for Health Laboratory and Testing of Medical Devices in Central Java Province
SARS CoV-2 merupakan virus yang menyebar hampir keseluruh Negara di dunia termasuk Indonesia. Whole genome sequencing merupakan metode yang paling tepat digunakan untuk mendeteksi beberapa varian dan mutasi gen dari SARS CoV-2. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui dan evaluasi pengerjaan whole genome SARS CoV-2 berdasarkan nilai keberhasilan dan indikator sekuensing di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Metode survei digunakan dalam penelitian ini di mana sampel diambil dari beberapa daerah yaitu Jawa tengah, Jawa Barat, Banten dan Jakarta. Analisis keberhasilan didasarkan pada hasil fasta dari analisis Dragen COVID Lineage. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase keberhasilan dari empat batch pengerjaan menunjukkan bahwa dua batch terakhir mendapatkan persentase lebih tinggi dibandingkan dengan dua batch pertama. Primer pool artic yang digunakan yaitu versi V3 dan V4 diduga kuat sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan tersebut di mana versi V4 menunjukkan performa yang lebih baik dan cocok digunakan dalam pengerjaan whole genome sequencing SARS CoV-2 di Balai Laboratorium Kesehatan dan Pengujian Alat Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Beberapa indikator digunakan sebagai penilaian standar evaluasi yaitu cluster density, passing filter dan Q30 yang disesuaikan dengan instrument yang digunakan.SARS CoV-2 is a virus that has spread to almost all countries in the world, including Indonesia. Whole genome sequencing is most appropriate for detecting several variants and gene mutations of SARS CoV-2. The purpose of this study was to identify and evaluate the entire SARS CoV-2 genome based on success and sequencing indicators at the Central Java Province Health Laboratory and Medical Device Testing Center. The survey method used in this study where samples were taken from several regions, namely Central Java, West Java, Banten and Jakarta. The analysis is based on fasta results from the Dragen COVID lineage analysis. The results showed that the proportion of success of the four working batches showed that the last two batches got a higher percentage than the first two batches. Pool artic primers used, namely versions V3 and V4 are strongly suspected as factors that influence the success where the V4 version shows better performance and is suitable for use in the whole genome sequencing of SARS CoV-2 at the Central Java Provincial Health Laboratory and Medical Device Testing Center. Several indicators are used as evaluation standards, namely cluster density, passing filter and Q30 which are adjusted to the instrument used
Effects of Synbiotic Milk on the Duodenal Mucosa Structure of Mice Induced by High Doses of Trans Oil: Animal Research
Susu sinbiotik merupakan susu fermentasi probiotik yang dikombinasikan dengan prebiotik. Minyak trans merupakan minyak/lemak dengan struktur trans. Minyak trans yang dikonsumsi secara berlebih dan terus menerus dapat berdampak pada sistem pencernaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh susu sinbiotik (SS) mengandung tepung pisang tanduk (TP) terhadap struktur mukosa duodenum mencit yang diinduksi minyak trans (MT). Sebanyak 30 ekor mencit jantan strain DDY usia 2 bulan dibagi menjadi 6 kelompok yaitu MT; MT+simvastatin dosis 0,4 mg/20grBB; MT+SS; MT+SS(1%TP); MT+SS(3%TP); dan MT+SS(5%TP). Minyak trans dosis 200mg/20grBB diberikan pada hari 1-14. Susu sinbiotik dosis 200mg/20grBB diberikan pada hari 15-28. Hari ke-29 semua mencit diterminasi secara dekapitasi servikal dan organ duodenum diambil untuk dibuat preparat histologis. Morfologi mukosa duodenum dianalisis secara deskriptif. Secara morfologi duodenum ditemukan erosi vili dan deskuamasi epitel mukosa. Tingkat erosi dan deskuamasi epitel mukosa duodenum dari tinggi-rendah berturut-turut yaitu kelompok MT, MT+Simvastatin dan MT+SS. Semakin tinggi persentase tepung pisang semakin menurunkan tingkat erosi vili dan deskuamasi epitel mukosa duodenum. Pada kelompok susu sinbiotik dengan 5% tepung pisang tidak ditemukan erosi vili dan deskuamasi epitel duodenum. Maka dapat disimpulkan bahwa susu sinbiotik memperbaiki morfologi mukosa duodenum dari erosi vili dan deskuamasi epitel yang diakibatkan oleh minyak trans.Synbiotic milk is a probiotic fermented milk combined with prebiotics. Trans oil is an oil/fat with a trans structure. Trans oil consumed in excess and continuously can have an impact on the digestive system. This study aims to determine the effect of synbiotic milk (SS) containing banana horn flour (TP) on the morphology of the duodenum mice induced by trans oil (MT). A total of 30 male mice of the DDY strain aged 2 months were divided into 6 groups, namely MT; MT + simvastatin dose 0.4 mg/20grBB; MT+SS; MT+SS(1%TP); MT+SS(3%TP); and MT+SS(5%TP). Trans oil doses of 200mg/20grBB are administered on days 1-14. Synbiotic milk dose 200mg/20grBB is administered on days 15-28. Day 29 all mice are terminated decapitationally cervical and duodenal organs are taken for histological preparations to be made. The morphology of the duodenal mucosa was analyzed descriptively. Morphologically the duodenum was found erosion of villi and desquamation of the mucous epithelium. The rate of erosion and desquamation of the epithelium of the duodenal mucosa from successive highs and lows namely the MT, MT + Simvastatin and MT+SS groups. The higher the percentage of banana flour the more it lowers the rate of erosion of the villi and the desquamation of the epithelium of the duodenal mucosa. In the synbiotics milk group with 5% banana flour no erosion of the villi and desquamation of the duodenal epithelium were found. Thus, it can be concluded that synbiotics milk improves the morphology of the duodenal mucosa from villi erosion and epithelial desquamation resulting from trans oils
Uji Hedonik Makanan Olahan Ikan Gabus dengan Penambahan Wortel sebagai Jus
Penelitian sebelumnya tentang pemanfaatan ikan gabus dapat digunakan untuk pengobatan dan peningkatan fungsi tubuh, seperti kolagen yang diekstraksi dari ikan gabus digunakan untuk luka bakar, dan olahan ikan gabus dengan bahan makanan lain mempengaruhi kadar hemoglobin, albumin serum, dan protein pada pasien HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rasio optimal olahan ikan gabus dengan penambahan wortel. Penelitian ini merupakan penelitian praeksperimen. Tahapan formulasi menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap. Perbandingan kombinasi dengan tiga kali pengulangan, dengan perbandingan ikan gabus: wortel adalah (123, 85%: 15%, 231, 80%: 20%, 321, 75%: 25%). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga September 2022. Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Haluoleo melakukan uji organoleptik dan analisis kandungan gizi. Tes hedonik diberikan kepada seluruh mahasiswa Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Kendari Tingkat 2. Metode analisis ANOVA digunakan dalam uji statistik. Rata-rata hasil uji hedonik pada semua parameter di atas 3,50 (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Parameter warna dalam ketegori agak disukai, aroma pada kategori disukai untuk produk F2, rasa pada kategori agak disukai, dan tekskur disukai pada produk F2. Aroma dan tekstur merupakan kategori yang paling disukai pada kelompok produk F2 (80%:20%)