Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Insecure Akademik pada Mahasiswa Gap Year
Penelitian ini berangkat dari banyaknya mahasiswa yang mengalami insecure akademik dimana salah satu diantaranya adalah mahasiswa gap year. Berbagai latar belakang mahasiswa gap year yang disertai stigma buruk tentang gap year juga turut berperan dalam insecure akademik yang dirasakan oleh mahasiswa gap year. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran secara mendalam terkait insecure akademik yang dirasakan oleh mahasiswa gap year. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi terstruktur yaitu wawancara mendalam (in depth interview). Analisis data dilakukan dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan tujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjek. Temuan dalam penelitian ini adalah gambaran insecure akademik pada mahasiswa gap year. Insecure akademik pada mahasiswa gap year memunculkan beberapa perasaan negative seperti rendah diri, overthinking, dan Self-compare yang memperparah insecure akademik dan memengaruhi jalannya kinerja akademik. Penelitian ini juga menemukan strategi coping yang dilakukan oleh subjek untuk meminimalisir insecure akademik yang dirasakannya
Hubungan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMK Negeri X Surabaya
Performance is a work result achieved by a person in carrying out the tasks assigned to him which is based on skill, experience, seriousness and time. Performance measurement is necessary for everyone to influence an organization or company to achieve success. SMK X Surabaya already has competent teachers. However, sometimes there is a decline in teacher performance due to decreased work motivation which sometimes changes according to the teacher's condition. The role of the Principal in motivating teachers has often been carried out and there are several teachers who have carried out their duties well. All teachers are quite capable of completing lesson materials and are responsible for their duties but their performance still needs to be improved to achieve school goal. The subjects in this research were 30 teachers at SMK X Surabaya. The data collection technique used was teacher performance and teacher work motivation instruments, and used saturated sampling of teachers including permanent employees to determine research subjects. The analysis technique used is a product moment correlation test using SPSS 20.00 for Windows software
Hubungan Brand Reputation Produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) dengan Loyalitas Konsumen
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya hubungan antara brand reputation dengan loyalitas konsumen pada konsumen produk FMCG (Fast Moving Consumer Good) brand pasta gigi X. Metode kuantitatif dipilih dalam penelitian ini. Subjek yang digunakan sebanyak 96 orang subjek yang merupakan konsumen dari brand pasta gigi X yang telah menggunakan minimal satu tahun. Instrumen skala ukur psikologis yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak dua skala, yakni skala ukur brand reputation dan loyalitas konsumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment dengan hasil taraf signifikansi sebesar <0,001 (p>0,05) yang memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat signifikan antar variabel brand reputation dengan loyalitas konsumen. Penelitian ini juga melalui uji normalitas skala dengan teknik kolmogorov-smirnov dengan hasil 0,200 untuk variabel brand reputation dan 0,071 untuk variabe loyalitas konsumen. Nilai koefisien korelasi pada penelitian inni mendapatkan hasil sebesar 0,695 (r=0,695) disimpulkan bahwa variabel brand reputation dengan loyalitas konsumen memiliki korelitas yang bersifat kuat dan bersifat positif atau searah
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline Berintegrasi Self-Regulated Learning pada Materi Perubahan Wujud Benda Kelas IV Sekolah Dasar
Abstrak
Media pembelajaran berperan penting dalam membangkitkan semangat dan motivasi diri peserta didik. Oleh karena itu, sangat penting bagi pendidik untuk menciptakan media pembelajaran yang inovatif, menarik, interaktif, dan mengikuti perkembangan zaman. Penting bagi peserta didik untuk belajar memanajemen dan mengatur strategi belajarnya sendiri. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline berintegrasi self-regulated learning. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil validasi produk pengembangan sangat valid dengan presentase 82,86% dari ahli materi dan 82,22% dari ahli media. Dari hasil kepraktisan dikategorikan sangat praktis dengan presentase 93,68% dari respon guru dan 97,44% dari respon peserta didik. Dari hasil keefektifan dikategorikan sangat tinggi berdasarkan hasil ketuntasan yang meningkat dari 61,5% menjadi 92,3% dan dari perolehan N-gain sebesar 0,87 atau 87%.
Kata Kunci: manajemen waktu, media interaktif, pembelajaran mandir
PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL DALAM PROGRAM HOMESTAY SD SEKOLAH ALAM INSAN MULIA
Dampak covid-19 mengharuskan siswa sekolah daring dirumah banyak perubahan dari siswa terutama adalah pada aspek keterampilan sosial. Perubahan tersebut dirasakan oleh guru kelas 6 mengingat bahwa siswa kelas 6 pada tahun 2023 merupakan siswa yang mengalami dampak pembelajaran daring paling lama dari kelas 2 hingga kelas 5 sehingga masih terdapat siswa yang perlu dikembangkan keterampilan sosialnya. Adapun upaya yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa yang perlu dikembangkan yaitu dengan melaksanakan program homestay. Tujuan dari penelitian ini adalah memahami secara mendalam pelaksanaan Program Homestay di Sekolah Dasar Alam Insan Mulia, mendeskripsikan secara mendalam pengalaman siswa selama Program Homestay dalam konteks interaksi sosial dengan keluarga tuan rumah dan menganalisis dampak Program Homestay terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studikasus. Adapun hasil yang didapat bahwa pelaksanaan program homestay yang di SD Sekolah Alam Insan Mulia terdapat persiapan awal yang berisikan perencanaan program yang disesuaikan dengan tujuan program. Dalam pelaksanaaan program homestay banyak sekali kegiatan yang memfasilitasi perkembangkan keterampilan sosial siswa sehingga menyebabkan dampak peningkatan keterampilan sosial siswa. Dari banyaknya kegiatan saat pelaksanaan program homestay menumbuhkan perasaan siswa juga bermacam macam tergantung dengan pengalaman yang siswa dapatkan.
Kata Kunci: Program Homestay, Keterampilan sosial, Siswa kelas
The Development of Contextual Animation Video "Getting to Know Economic with Mumu" for Material On Economic Activities in Elementary School
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis pada Muatan IPS SD
Problematika pembelajaran IPS di SD yaitu guru masih menggunakan metode ceramah dan hafalan sehingga guru menyamaratakan pembelajaran di kelas. Padahal setiap peserta didik memiliki karakteristik yang beragam dalam belajar. Hal tersebut menyebabkan ketertarikan siswa terhadap mata pelajar IPS menurun dan kemampuan berpikir kritis siswa rendah. Salah satu pendekatan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah guru menerapkan pembelajaran diferensiasi supaya peserta didik tertarik dan nyaman saat pembelajaran sebab pembelajaran diferensiasi mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik sehingga dapat meningkatkan suatu keterampilan berpikir kritis. Tujuan penelitian tertulis yakni untuk mengetahui pengalaman penerapan pembelajaran berdiferensiasi, makna pembelajaran berdiferensiasi bagi guru guna meningkatkan suatu keterampilan berpikir kritis siswa dan menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam mata pelajaran IPS di SD. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dilaksanakan yakni triangulasi dengan menggabungkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di kelas VB SDN Banjarsugihan 2 Surabaya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya guru berpengalaman dan kompeten dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi karena mengikuti pelatihan, komunitas belajar dan narasumber webinar. Guru memaknai pembelajaran berdiferensiasi sebagai pembelajaran yang nyaman dan memenuhi kebutuhan belajar siswa dengan karakteristik yang beragam. Guru melaksanakan pembelajaran diferensiasi dengan diintegrasikan dengan model pembalajaran Cooperative Learning Tipe TPS dan memenuhi indikator keterampilan berpikir kritis
ANALISIS KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS III SEKOLAH DASAR DALAM KONTEKS IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI SEKOLAH
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengimplementasian program literasi sekolah pada pembiasaan membaca untuk mengetahui kemampuan literasi membaca siswa, khususnya dalam keterampilan membaca pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas III dalam konteks implementasi program literasi sekolah dengan pembiasaan membaca, dan menjelaskan hambatan-hambatan yang dialami siswa kelas III dalam membaca pemahaman beserta solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, angket dan observasi, dapat diketahui bahwa siswa kelas III memiliki keterampilan membaca pemahaman yang berbeda-beda. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya beberapa hambatan yang dialami siswa dalam keterampilan membaca pemahaman, seperti siswa yang belum menguasai keterampilan membaca dengan lancar, mengalami kesulitan dalam memahami materi yang dibaca, sulit memahami isi bacaan, dan menghadapi kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan teks. Dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, guru telah menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang terarah. Strategi-strategi tersebut antara lain meliputi pengenalan huruf dan bunyi, pemilihan bahan bacaan yang sesuai, serta pemberian dukungan individual kepada siswa. Diharapkan dengan pendekatan ini, siswa dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami isi bacaan dan meresponsnya dengan baik.
Kata Kunci: Analisis, Keterampilan Membaca Pemahaman, Program Literasi Sekolah
PENGEMBANGAN MEDIA BUKU CERITA BERGAMBAR BERBANTUAN APLIKASI CANVA UNTUK KETERAMPILAN MEMBACA DONGENG SISWA KELAS II SD
The limited Indonesian language learning media that is in accordance with the characteristics of low-grade students in elementary schools is one of the reasons for conducting this research. The purpose of this research is to produce valid, effective and practical Canva Application-assisted Picture Storybook media. Research and development or what is called Research and Development (R&D) is the type used in this study. The ADDIE development model was used to develop Canva Application-assisted Picture Storybook media. There are five stages in the ADDIE model, namely analysis, design, development, implementation, and evaluation. The test subjects were carried out on a small scale and large scale. The small-scale trial was conducted on grade II students with a total of 10 randomly selected students. While the large-scale trial was applied to grade II students as many as 35 students consisting of 2 study groups, namely classes IIA and IIB. Material validation received a percentage of 100% and media validation received a percentage of 99% in the development of Canva Application-assisted Picture Storybook media so that it was included in the very valid category. The results of filling out the questionnaire sheet of 2 class teachers get an average percentage of practicality of 100% and the results of filling out the questionnaire sheet of 35 students get an average percentage of practicality of 99%. From filling out the sheet, both get an average percentage between 81% - 100% so that they are in the very practical category. Based on the pre-test and post-test data obtained by students, it is processed using the n-gain formula. The average n-gain of 35 students obtained was 0.74 so that it was in the high category (0.74> 0.7). From these results, it can be stated that Picture Storybooks Assisted by Canva Application are effectively used as learning media for fairy tale reading skills in grade II elementary schools
The interactive learning media "Things in The House" based on Computer Assisted Instruction is one of the efforts to utilize information technology as a means for delivering materials to students. This development research aims to develop interactive learning media in English subject for fourth grade elementary school students on the topic of Unit 5, "Where is My Pencil?". Using the ADDIE development model, which consists of five stages: analyze, design, development, implementation, and evaluation. The use of interactive learning media "Things in The House" in teaching and learning activities has proven to be an effective solution for students to be directly involved and more active, making learning in the classroom enjoyable. This research evaluates the feasibility of interactive learning media "Things in The House" by considering aspects of validity, practicality, and effectiveness. In terms of material validation, the interactive learning media "Things in The House" scored a percentage of 96% with the category "Very Valid". For media validation, the interactive learning media "Things in The House" scored a percentage of 90% with the category "Very Valid". To determine the effectiveness of the learning media, it is determined through pre-test and post-test results calculated using N-Gain with a score of 0.67 falling into the category of "Moderate" student improvement. In terms of practicality, determined through educator and student response questionnaires after using the learning media, it reached values of 95.5% and 90%, both falling into the category of "Very Practical". The implementation of interactive learning media can be easily done as it is in line with the needs of teaching and learning activities in fourth grade elementary school classes, and overall, the interactive learning media "Things in The House" has been proven to be an effective and innovative solution in supporting classroom learning