Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
KAJIAN MODEL REGRESI DATA PANEL PADA DATA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI DKI JAKARTA TAHUN 2019-2023
Regression analysis on panel data is a regression technique that utilizes the panel data structure, which combines information from time series and cross section data. Panel data regression analysis in economics is usually used for Human Development Index (HDI) data. HDI is a measure used to assess the success of a region in developing the quality of life of its population. In panel data regression, there are three estimation models, namely CEM, FEM and REM. The CEM method assumes that the intercept and slope in the cross section and time series units are the same, the FEM method assumes that the intercept is different between cross section units, while the slope between cross section units remains the same, while the REM method assumes that differences in unit characteristics and time periods are accommodated in the residual model. As a result of this study, the best panel data regression model is using the Random Effect Model (REM) with individual effects. The variables of life expectancy, school expectancy, number of poor people and per capita expenditure are able to explain HDI in DKI Jakarta Province by 95.45%.
Keywords: Panel Data Regression, HDI, Random Effect Model
Perbandingan Metode Complete Linkage, Average Linkage dan Ward’s untuk Pengelompokan Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Timur
Provinsi Jawa Timur merupakan produsen utama padi nasional dengan total produksi mencapai 9,59 juta ton pada tahun 2023, yang memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Namun, disparitas indikator ketahanan pangan di beberapa kabupaten/kota masih menjadi perhatian, di mana beberapa wilayah dikhawatirkan masuk dalam kategori rawan pangan. Penelitian ini berfokus pada analisis clustering untuk mengelompokkan ketahanan pangan kabupaten/kota di Jawa Timur dengan membandingkan tiga metode agglomerative hierarchical clustering, yakni complete linkage, average linkage, dan ward’s. Data yang digunakan terdiri dari 12 variabel terkait ketahanan pangan, seperti produksi padi, konsumsi kalori, akses listrik, umur harapan hidup, prevalensi stunting dan lain-lain. Ketiga metode dievaluasi menggunakan koefisien cophenetic yang menghasilkan bahwa metode average linkage memiliki performa terbaik dengan nilai cophenetic sebesar 0,859 yang mengindikasikan ketepatan representasi data yang tinggi. Metode ini mengelompokkan wilayah Jawa Timur menjadi tiga cluster dengan kategori rentan pangan, tahan pangan, rawan pangan yang mampu memberikan informasi penting bagi pengambilan kebijakan
Efektivitas E-LKPD Bioteknologi Konvensional untuk Melatihkan Kemampuan Indikator Bioentrepreneurship Peserta Didik dalam Era Society 5.0
Ilmu pengetahuan serta teknologi yang terus berkembang telah mengantarkan global pada Era baru yaitu Era Society 5.0. Hal tersebut memiliki dampak pada berbagai bidang kehidupan, tak terkecuali bidang pendidikan. Kemampuan bioentrepreneurship merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik untuk menghadapi Era Society 5.0. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) pada materi bioteknologi konvensional untuk melatihkan kemampuan indikator bioentrepreneurship peserta didik kelas X SMA. Efektivitas yang didapatkan dari uji coba skala terbatas untuk didapatkan skor N-Gain dan uji sensitivitas. Metode penelitian menggunakan skor N-Gain yang menunjukkan ada tidaknya peningkatan nilai tes kemampuan bioentrepreneurship pretest ke posttes pada tiap indikator kemampuan bioentrepreneurship yang meliputi exploring, planning, producting, communicating, dan evaluating/reflecting. Metode penelitian ini juga menggunakan uji sensitivitas pada tiap butir soal tes yang mengandung indikator kemampuan bioentrepreneurship. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan nilai tes kemampuan bioentrepreneurship dari pretest dan posttest pada tiap indikator dan bernilai efektif. Skor rata-rata N-Gain mendapatkan angka 0,63 dengan kategori interpretasi sedang dan tiap butir soal mendapat kategori sensitive. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa E-LKPD materi bioteknologi konvensional yang dikembangkan mampu melatihkan kemampuan bioentrepreneurship peserta didik
Pengembangan Flipbook Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Materi Sistem Ekskresi Manusia untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Siswa Kelas XI
Pendidikan abad ke-21 ditandai pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Teknologi dapat diterapkan dalam penyusunan sumber belajar flipbook yang dapat diakses melalui media elektronik. Literasi sains merupakan kemampuan mengaitkan isu yang berhubungan dengan sains serta pengaplikasiannya. Pendekatan yang dapat melatih literasi sains antara lain CTL yang menekankan siswa aktif dalam menemukan konsep dan menghubungkannya pada kehidupan nyata. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan flipbook berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) materi Sistem Ekskresi Manusia untuk melatihkan keterampilan literasi sains siswa kelas XI yang layak berdasarkan validitas, kepraktisan dan keefektifan. Penelitian ini menggunakan model 4D (define, design, develop, disseminate). Validitas flipbook ditentukan berdasarkan komponen isi, penyajian, dan kebahasaan. Kepraktisan flipbook ditentukan berdasarkan respons siswa. Keefektifan flipbook ditentukan berdasarkan ketuntasan hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan flipbook. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan penelitian, flipbook memperoleh rata-rata skor 3,97, respons positif siswa sebesar 99,03%, serta ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 100%. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menghasilkan flipbook berbasis CTL pada materi Sistem Ekskresi Manusia untuk melatihkan keterampilan literasi sains siswa kelas XI yang layak, berdasarkan validitas, kepraktisan dan keefektifannya
Pengembangan E-LKPD Model Problem Based Learning Materi Ekosistem untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas Siswa Kelas X SMA
Kemampuan berpikir kritis menjadi aspek krusial bagi masyarakat di era global saat ini. Penelitian yang dilaksanakan berupa penelitian pengembangan yang bertujuan mengembangkan lembar kerja peserta didik elektronik (E-LKPD) model pembelajaran problem based learning / PBL materi ekosistem untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA yang layak dengan mengacu validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Rancangan penelitian mengikuti model 4-D yang memuat tahapan define, design, develop, dan dessiminate. Penelitian ini menggunakan parameter validitas, kepraktisan, dan keefektifan berupa lembar validasi, lembar keterlaksanaan, lembar angket respons guru dan peserta didik dan lembar pre-test serta post-test. Uji coba penelitian ini dilaksanakan kepada 20 siswa kelas X 11 di SMA Negeri 2 Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan E-LKPD dihasilkan validitas sangat valid dengan nilai 89%, dinyatakan praktis dengan perolehan keterlaksanaan sangat praktis dengan nilai 95,94% dan respons guru 95% serta respons peserta didik 96% kemudian dinyatakan sangat efektif dengan mengacu hasil ketuntasan belajar peserta didik yang berpedoman pada KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dengan nilai 100% serta ketercapaian keterampilan berpikir kritis kategori tinggi melalui perolehan n-gain 0,75. Berdasarkan penelitian tersebut, E-LKPD model PBL materi ekosistem untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa kelas X SMA dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai bahan ajar.
Kata Kunci: Penelitian Pengembangan E-LKPD, Validitas E-LKPD, Kepraktisan E-LKPD dan Keefektifan E-LKPD
Visualisasi Trend Penelitian Bibliometrik pada Bidang STEAM Pembelajaran Biologi dalam Rentang Tahun 2021-2023
Penelitian bidang STEAM dalam pembelajaran biologi diambil dari publikasi jurnal Scopus pada rentang tahun 2021-2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian mengenai hubungan antara STEAM (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) dan Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran biologi berdasarkan analisis bibliometrik. Higher Order Thinking Skills merupakan salah satu syarat yang perlu ditekankan agar menciptakan pembelajaran berinovasi khususnya pada pembelajaran biologi. Penelitian ini diperoleh n=223 artikel dengan metode bibliometrik analisis software VOSviewer dan Biblioshiny fitur Co Occurance, Co-Author,Citation, dan Co-Word. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penelitian tentang hubungan antara STEAM dan Higher Order Thinking Skills dalam pembelajaran biologi selama 3 tahun terakhir (2021-2023) berdasarkan database scopus didapat visulisasi jaringan seputar kata kunci “STEAM in Science Education” yang terbagi menjadi 5 klaster, yaitu STEAM dan inovasi sebagai subjek penelitian yang dominan. Kesimpulan yang dapat diambil dari data bibliometrik menunjukan bahwa tahun 2021-2023, sedikit yang terindeks di scopus membahas hubungan antara bidang STEAM dan Higher Order Thinking Skills pada pembelajaran biologi yang seharusnya dapat diimplementasikan dengan kurikulum merdeka. Implementasi kurikulum saat ini jika dipadukan dengan komponen STEAM dalam pembelajaran biologi dapat memberikan fleksibilitas bagi guru dan peserta didik menjadi pembelajaran berkreasi dan bermakna. Maka dari itu sangat diperlukan pembelajaran berinovasi pada bidang STEAM dalam pembelajaran biologi seperti menghasilkan sebuah inovasi berupa projek yang juga diberikan dalam bentuk tes agar Higher Order Thinking Skills dapat meningkat
Rasionalitas Nasabah BTPN Syariah Dalam Program Simpan Pinjam Tanggung Renteng (Studi Fenomenologi Nasabah BTPN Syariah di Kecamatan Blega, Bangkalan)
Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas nasabah BTPN Syariah dalam program Simpan Pinjam Tanggung Renteng di Kecamatan Blega, Bangkalan. Dengan latar belakang bahwa BTPN Syariah merupakan salah satu bank yang mengikuti prinsip syariah, penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menganalisis perilaku nasabah yang terlibat dalam sistem pembiayaan ini. Program Simpan Pinjam Tanggung Renteng menyediakan akses pembiayaan bagi perempuan di kalangan masyarakat yang kurang terlayani oleh bank konvensional maupun perempuan yang memiliki pandangan berbeda pada penggunaan bank konvensional. Hal ini penting mengingat mayoritas penduduk di Kabupaten Bangkalan hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit maupun yang cukup religius. Melalui pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, peneliti menemukan bahwa meskipun sistem tanggung renteng memberikan manfaat dalam hal aksesibilitas pembiayaan, terdapat juga risiko yang signifikan. Banyak anggota kelompok mengalami kekhawatiran dalam memikirkan proses pembayaran angsuran yang akan dilakukan, Dalam konteks ini, pilihan rasional nasabah menjadi penting, di mana mereka mempertimbangkan manfaat dan risiko sebelum bergabung dalam kelompok simpan pinjam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasabah yang terlibat dalam program ini memiliki motif yang beragam, mulai dari kebutuhan ekonomi hingga keinginan untuk berpartisipasi dalam komunitas. Nasabah juga mempertimbangkan faktor sosial, seperti solidaritas dan dukungan dari anggota kelompok lainnya. Penelitian ini juga mencatat bahwa meskipun ada tantangan dalam pelaksanaan sistem, banyak nasabah yang tetap memilih untuk terlibat dalam program ini karena mereka melihatnya sebagai solusi untuk masalah ekonomi yang mereka hadapi. Dengan demikian, dalam perspektif James Coleman penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat risiko dalam program Simpan Pinjam Tanggung Renteng, banyak nasabah yang tetap memilih untuk terlibat karena mereka melihat manfaat jangka panjang yang dapat diperoleh dari partisipasi dalam sistem ini
Implementasi Kebijakan Penilaian Berbasis Literasi Membaca Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Di Sma Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo
This study aims to describe the implementation of reading literacy-based assessment policies in Pancasila Education subjects at Wachid Hasyim 2 High School Taman Sidoarjo. The research method used is a qualitative approach with a case study research design because of the school's policy regarding literacy-based assessment in all subjects, especially those that lead to the form of AKM questions. Data was collected through documentation, interviews and observations. Data analysis techniques with the Miles and Huberman model. The results of the study show that the implementation of the policy begins with the Principal issuing a Decree (SK) to all subject teachers to include AKM questions in summative assessment. Then, the Principal appointed the Deputy Principal of the Curriculum section as the coordinator of policy implementation. In conveying policies to teachers, the Vice Principal of the Curriculum Division collaborates with the school Curriculum Development Team in conducting workshops for teachers, providingbriefings and becoming proofreaders of questions made by teachers. Teachers of Pancasila Education subjects themselves in implementing the policy develop questions from three aspects, namely content, cognitive processes and context. The content applied in the form of informational text/article text as a stimulus, from the text then directs students to be able to find information in the text, process what has been read and associate it with the knowledge they have. Meanwhile, the context provided can be related to the daily life of students, current events or only about learning materials. This shows that the distribution of responsibilities in the variables of the bureaucratic structure is going well.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penilaian berbasis literasi membaca pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus karena dengan adanya Kebijakan dari sekolah mengenai penilaian berbasis literasi pada semua mata pelajaran khususnya yang mengarah pada bentuk soal-soal AKM. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis data dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan berawal dari Kepala Sekolah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada semua Bapak/Ibu guru mata pelajaran untuk memasukkan soal-soal AKM dalam penilaian sumatif. Kemudian, Kepala Sekolah menunjuk Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum sebagai koordinator pelaksanaan kebijakan. Dalam menyampaikan kebijakan kepada Bapak/Ibu guru, Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum bekerjasama dengan Tim Pengembang Kurikulum sekolah dalam melakukan workshop bagi Bapak/Ibu guru, memberikan pengarahan dan menjadi korektor soal yang dibuat oleh Bapak/Ibu guru. Guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila sendiri dalam melaksanakan kebijakan mengembangkan soal dari tiga aspek yaitu konten, proses kognitif dan konteks. Konten yang diterapkan berupa teks informasi/teks artikel sebagai stimulus, dari teks tersebut kemudian mengarahkan peserta didik untuk dapat menemukan informasi dalam teks, mengolah apa yang sudah dibaca dan mengaitkan dengan pengetahuan yang dimilikinya. Sementara konteks yang diberikan dapat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, kejadian terkini atau hanya mengenai materi pembelajaran saja. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran tanggungjawab dalam variable struktur birokrasi berjalan baik
Problematika Problematika Minat Belajar pada Anak di Pesisir Pantai Kenjeran Kelurahan Sukolilo Baru Surabaya
he interest in learning in children on the Kenjeran coast is still relatively low. Low interest in learning can be recognized through behavior such as not being serious about learning, getting bored quickly, trying to avoid learning activities and being lazy in learning. Children's interest in learning is very important so that children remain enthusiastic about getting an education. The purpose of this study was to describe (1) the form of problematic learning interest in children on the Kenjeran coast (2) the causal factors in the problematic learning interest in children on the Kenjeran coast. This study used a qualitative research method with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using data analysis techniques by Miles Huberman which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the form of problematic learning interest in children on the Kenjeran coast were 1) feelings of dislike for certain subjects 2) coastal children's interest in learning was still lacking 3) understanding of disliked subject matter was still lacking. Problems occur due to internal and external factors. Internal factors come from children who do not yet have an awareness of the need to learn which is still lacking because of a lack of motivation and high enthusiasm that has not been instilled in the child. While external factors come from the parental environment and friendship environment. Factors originating from the parental environment occur due to a lack of parental support and attention, the socio-economic limitations of parents so that children involve themselves in their parents' work, and the low level of parental education.Minat belajar pada anak di pesisir pantai Kenjeran ini masih tergolong rendah. Minat belajar yang rendah dapat dikenali melalui tingkah laku seperti tidak sungguh-sungguh dalam belajar, cepat bosan, berusaha menghindar dari kegiatan belajar dan malas-malasan dalam belajar. Minat belajar anak sangat penting agar anak tetap bersemangat untuk mengenyam pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) bentuk problematika minat belajar pada anak di pesisir pantai Kenjeran (2) faktor-faktor penyebab adanya problematika minat belajar pada anak di pesisir pantai Kenjeran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data oleh Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk problematika minat belajar pada anak di pesisir pantai Kenjeran yakni 1) perasaan tidak senang terhadap mata pelajaran tertentu 2) ketertarikan anak pesisir untuk belajar masih kurang 3) pemahaman akan materi pelajaran yang tidak disukai masih kurang. Problematika terjadi karena adanya faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari anak belum memiliki kesadaran kebutuhan belajar yang masih kurang karena kurang motivasi dan semangat yang tinggi yang belum ditanamkan dalam diri anak tersebut. Sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan orang tua dan lingkungan pertemanan. Faktor yang berasal dari lingkungan orang tua ini terjadi karena kurangnya dukungan dan perhatian orang tua, keterbatasan sosial ekonomi orang tua sehingga anak melibatkan diri dalam pekerjaan orang tua, serta tingkat pendidikan orang tua yang rendah
Implementasi Program Roots Indonesia dalam Mengatasi Perilaku Bullying di SMKN 1 Rejotangan Kabupaten Tulungagung
This research aims to describe the implementation of the Indonesian roots program at SMKN 1 Rejotangan, Tulungagung Regency, and identify obstacles in implementing the Indonesian roots program at SMKN 1 Rejotangan, Tulungagung Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. The theory used in this research is George C. Edward III's theory of policy implementation. Data collection techniques in this research used observation, interviews and documentation. The informants in this research consisted of the Principal, Deputy Head of Student Affairs, Counseling Guidance Teacher/Facilitator Teacher, change agent students, and several student representatives from classes X, XI, XII of SMKN 1 Rejotangan. The data analysis technique in this research uses the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results obtained in this research indicate that the implementation of the Indonesian roots program at SMKN 1 Rejotangan consists of several stages, namely (1) Selection of teacher facilitators, (2) Training of teacher facilitators, (3) Initial survey and selection of students as agents of change, ( 4) Training for students as agents of change, (5) Actions for students as agents of change and teacher facilitators, (6) Student-based actions which include outreach, declarations, anti-bullying campaigns, and art and work performances. Obstacles in implementing the Indonesian roots program at SMKN 1 Rejotangan include the difficulty of regenerating teacher facilitators, limited interaction with implementers, parents' doubts about the role of students as agents of change, difficulties in arranging training schedules, low student awareness of the dangers of bullying, and limited financial resources for support program needs.
Keywords: Implementation, Roots Indonesia Program, Bullying Behavior.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi program roots Indonesia di SMKN 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, dan mengidentifikasi hambatan dalam implementasi program roots Indonesia di SMKN 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi kebijakan George C. Edward III. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan pada penelitian ini terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Kesiswaan, Guru Bimbingan Konseling/Guru Fasilitator, siswa agen perubahan, dan beberapa perwakilan siswa dari kelas X, XI, XII SMKN 1 Rejotangan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program roots Indonesia di SMKN 1 Rejotangan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu (1) Pemilihan fasilitator guru, (2) Pelatihan fasilitator guru, (3) Survei awal dan pemilihan siswa sebagai agen perubahan, (4) Pelatihan siswa agen perubahan, (5) Aksi siswa agen perubahan dan fasilitator guru, (6) Aksi berbasis siswa yang meliputi sosialisasi, deklarasi, kampanye anti-bullying, dan pentas seni dan karya. Hambatan dalam pelaksanaan program roots Indonesia di SMKN 1 Rejotangan meliputi sulitnya regenerasi fasilitator guru, keterbatasan interaksi dengan pelaksana, keraguan orang tua terhadap peran siswa sebagai agen perubahan, kesulitan dalam mengatur jadwal pelatihan, rendahnya kesadaran siswa akan bahaya bullying, serta keterbatasan sumber daya finansial untuk mendukung kebutuhan program