Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Analisis Pemecahan Masalah Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Belajar Sensing dan Intuition
The Pythagorean Theorem is a basic mathematical concept that is widely applied in various fields, but students often have difficulty understanding and applying it effectively. Understanding students' learning styles, particularly sensing and intuition, can provide valuable insight into their problem-solving approaches and improve teaching strategies. This study aims to describe solving the Pythagorean theorem problem for students with sensing and intuition learning styles. This research uses a qualitative approach involving two class VIII junior high school students in Sidoarjo, each of whom consists of students with sensing and intuition learning styles. Data collection techniques were carried out by administering sensing and intuition learning style questionnaires, mathematical ability tests, problem solving tests, and interviews. The data analysis technique in this research uses learning style questionnaire scoring guidelines, mathematical ability test scoring guidelines, problem solving stage indicators according to Mason et al (2010) which consist of entry, attack and review stages, and data reduction from interviews to explore students' problem solving. The results showed that at the entry stage, students with a sensing learning style focused more on the concrete facts given in the problem, while intuition students tended to see patterns and conceptual relationships. At the attack stage, although both learning styles were able to solve the problem according to initial assumptions, there were similar errors in detailed calculations, especially those involving the concept of special triangle comparisons and root forms. At the review stage, sensing students focused more on checking the answer without looking for alternative solutions, while intuition students tried to explore other possible solutions even though they did not produce valid answers
PERAN MUSEUM TNI-AL LOKA JALA CRANA, BUMIMORO, KREMBANGAN DALAM MELESTARIKAN WARISAN BUDAYA TAHUN 1999 – 2017
Museum TNI AL Loka Jala Crana berdiri sejak tahun 1969 dan masih eksis hingga sekarang. Pada awalnya, museum ini merupakan fasilitas pembelajaran terkait sejarah Angkatan Laut, tata surya, dan astronavigasi bagi calon hingga anggota TNI Angkatan Laut. Tapi sejak 1999, museum ini dimanfaatkan sebagai sarana hiburan, penelitian, dan pendidikan bagi calon, anggota TNI AL, serta masyarakat umum. Pada tahun 2014, Pertemuan Nasional Museum (PNM) di Tanjung Pinang mengesahkan pedoman baru bagi museum Indonesia untuk melakukan pembaharuan agar menarik minat pengunjung. Beberapa tahun kemudian, Museum Nasional Indonesia mulai melakukan digitalisasi. Tidak bisa dipungkiri jika generasi millennial dan Z sangat lekat dengan teknologi. Digitalisasi menjadi aspek penting agar museum tetap eksis di kalangan anak muda Menilik fenomena di atas, penelitian ini fokus mengulas tiga hal penting, yaitu sejarah pendirian, pemanfaatan sumber daya manusia, pengelolaan kunjungan, hingga upaya mengembangkan koleksi. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan analisis studi kepustakaan. Data yang berasal dari sumber primer (dokumen yang relevan dan wawancara narasumber), serta sumber sekunder (karya penelitian/jurnal dan buku terkait Museum TNI AL Loka Jala Crana) dikumpulkan menggunakan analisis studi kepustakaan. Sementara itu, data yang sudah terkumpul diteliti menggunakan metode historis, yaitu heuristik (mengumpulkan sumber), Verifikasi (kritik sumber), interpretasi, dan historiografi
Pengaruh Penambahan Pure Labu Kuning Terhadap Sifat Organoleptik, Kandungan Gizi Dan Nilai Ekonomi Dumbeg Sebagai Alternatif Jajanan Tinggi Vitamin A
The trend in food choices in today's society is not only to prioritize taste but also to consider nutritional aspects and their role in develop body health. Indonesia has many cases of health problems regarding nutrition, including vitamin A deficiency. Technology is now very developed, giving rise to many innovations and creativity in food products that use pumpkin puree and other ingredients. Dumbeg is a traditional snack that is usually consumed during earth charity events in various regions. Dumbeg can be modified by adding pumpkin puree as an alternative snack high in vitamin A. This research aims to determine the organoleptic properties, nutritional content in the form of beta carotene and the economic value of adding yellow pumpkin puree to dumbeg. This research method uses an experimental method with the addition of 3 different pumpkin puree formulas. The independent variable of this research is the addition of pumpkin puree while the dependent variable is organoleptic properties, nutritional content of beta carotene and economic value. The data collection technique used a hedonic test with 5 trained panelists and 40 semi-trained panelists. The results of the research showed that the addition of pumpkin puree to dumbeg could influence the color, taste, texture and overall parameters of the dumbeg with p<0.005 and had no effect on the aroma with p>0.005. The best dumbeg results were obtained by adding 125 g of yellow pumpkin puree with the nutritional value of beta carotene being 3.43 mg/g. This amount is able to meet the need for snacks high in vitamin A and has an economic value that can be compared with market prices.Kecenderungan pemilihan makanan pada masyarakat saat ini, tidak hanya mengutamakan cita rasa tetapi juga mempertimbangkan aspek gizi dan peran dalam membangun kesehatan tubuh. Indonesia memiliki banyak sekali kasus masalah kesehatan tentang gizi, diantaranya adalah kekurangan vitamin A. Teknologi saat ini sudah sangat berkembang sehingga menimbulkan banyaknya inovasi dan kreatifitas produk pangan yang menggunakan pure labu kuning dan bahan lainnya. Dumbeg merupakan jajanan tradisional yang biasanya dikonsumsi saat diadakan sedekah bumi diberbagai daerah. Dumbeg dapat dimodifikasi dengan menambahkan pure labu kuning sebagai alternative jajanan tinggi vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptic, kandungan gizi berupa beta karoten dan nilai ekonomi dari penambahan pure labu kuning pada kue dumbeg. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan penambahan 3 formula pure labu kuning yang berbeda. Variable bebas dari penelitian ini adalah penambahan pure labu kuning sedangkan variable terikatnya merupakan sifat organoleptik, kandungaan gizi beta karoten dan nilai ekonomi. Teknik pengambilan data menggunakan uji hedonic dengan 5 orang panelis terlatih dan 40 panelis semi terlatih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pure labu kuning pada dumbeg dapat berpengaruh pada parameter warna, rasa, tekstur dan keseluruhan pada dumbeg dengan p<0,005 dan tidak berpengaruh pada aroma dengan p>0,005. Didapatkan hasil dumbeg terbaik dengan penambahan 125 g pure labu kuning dengan nilai gizi beta karoten adalah 3,43 mg/g. Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan sebagai jajanan tinggi vitamin A dan memiliki nilai ekonomi yang dapat dibandingkan dengan harga pasar
IMPLEMENTASI SUPERGRAFIS “PESONA DELTA” PADA INSTAGRAM DISPORAPARKAB SIDOARJO
Supergrafis merupakan elemen penting dalam mendukung promosi city branding pada berbagai media, salah satunya Instagram. Akun Instagram Disporaparkab Sidoarjo melakukan implementasi logo ”Pesona Delta” pada foto profil dan feed Instagram. Namun, pengaplikasiannya kurang optimal karena ukuran logogram terlalu kecil dan pemilihan kombinasi warna latar kurang kontras dengan logogram, mengakibatkan penurunan visibilitas. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi alternatif implementasi elemen supergrafis “Pesona Delta” pada grid dan feed Instagram guna meningkatkan visibilitas dengan daya tarik visual dari supergrafis ”Pesona Delta”. Pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara dengan pihak terkait, serta analisis studi eksisting pada akun Instagram Disporaparkab Sidoarjo. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode STP untuk merancang strategi desain yang relevan dengan kategori informasi unggahan yang telah dibagikan pada akun tersebut. Hasil penelitian ini menghasilkan tiga alternatif desain template feed Instagram berbasis grid puzzle. Supergrafis yang ditampilkan pada desain ini adalah logogram “Pesona Delta” sebagai elemen utama yang dikombinasikan dengan elemen gambar pendukung yang diekstraksi dari pola functional pattern “Pesona Delta.” Desain yang dihasilkan tidak hanya meningkatkan visibilitas elemen supergrafis tetapi juga memberikan referensi yang dapat membantu Disporaparkab Sidoarjo dalam mengoptimalkan promosi city branding “Pesona Delta” secara visual, baik di media sosial maupun platform lainnya
PENGGUNAAN COPPER SLAG SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT HALUS DAN PENAMBAHAN SIKA VISCOCRETE 8048 PADA HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA-SCC) TERHADAP KUAT TEKAN
The concept of Self-Compacting Concrete technology, combined with the use of high-volume fly ash (HVFA), has been proven to enhance the compressive strength of concrete. This increase in strength also be achieved through the utilization of copper slag, a by-product of copper smelting, as a fine aggregate replacement. This research employed an experimental method, creating cylindrical specimens of 150 x 300 mm in laboratory to evaluate the compressive strength of HVFA-SCC and determine the optimum variation of copper slag replacement in fine aggregates, targeting a concrete strength of f’c 30 MPa. Workability was tested using the slump flow and V-funnel methods. Compressive strength data were collected at the age of 14 days after curing in PDAM water. The substitution variations of copper slag were set at 0%, 10%, 20%, and 30% of fine aggregate requirement, while fly ash replaced 50% of cement requirement. The compressive strength tests results inndicated that substitutions of 0%, 10%, and 20% in 50% HVFA-SCC improved concrete strength, with the optimum variation achieved at 20% copper slag, resulting in a compressive strength of 38.57 MPa.Konsep teknologi Self Compacting Concrete yang dipadukan dengan penggunaan fly ash dengan presentase tinggi atau High Volume Fly ash (HVFA) terbukti mampu meningkatkan kuat tekan beton. Peningkatan kuat tekan beton dapat diperoleh dari pemanfaatan limbah peleburan tembaga atau copper slag sebagai pengganti agregat halus yang mampu meningkatkan kekuatan beton. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan membuat benda uji silinder 150 x 300 mm di laboratorium, untuk mengetahui nilai kuat tekan HVFA-SCC serta variasi optimum penggunaan copper slag pada agregat halus dengan target mutu f’c 30 MPa. Workability diuji melalui slump flow dan V-funnel. Pengumpulan data kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 hari setelah direndam menggunakan air PDAM. Kadar variasi subtitusi copper slag dimulai dari 0%, 10%, 20%, 30% dari berat agregat halus dan kadar pengganti fly ash sebesar 50% dari berat semen, Dihasilkan data dari pengujian kuat tekan bahwa variasi 0%, 10%, dan 20% copper slag pada HVFA-SCC 50% mampu memberikan peningkatkan kuat tekan beton, dan variasi optimum terjadi pada variasi 20% copper slag sebesar 38,57 MPa
Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Perempuan Hamil Terkait Pembatasan Beban Kerja Yang Diberikan Oleh Perusahaan
Tenaga kerja merupakan sumber daya manusia (SDM) yang penting pada suatu perusahaan. Untuk melindungi hak-hak pekerja maka Pemerintah menetapkan kebijakan dalam bentuk Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Penelitian berjudul Perlindungan Hukum bagi Pekerja Perempuan Hamil terkait Pembatasan Beban Kerja yang Diberikan Oleh Perusahaan. Penelitian dengan mengajukan permasalahan terkait perempuan hamil dengan keterkaitan bagaimana jaminan perlindungan hukum dan keselamatan kerja terkait pembatasan beban kerja bagi pekerja perempuan yang sedang hamil dan akibat hukum bagi pemberi kerja yang memberikan pekerjaan terhadap perempuan hamil melebihi pembatasan beban kerja dilihat berdasarkan pada Undang-undang Ketenagakerjaan. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yaitu suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak-hak pekerja perempuan sebagaimana seperti perlindungan perempuan hamil dan hak maternitas telah disebutkan dalam Konvensi ILO serta hak-hak wanita yang diatur dalam Undang-undang Ketengakerjaan anatara lain perlindungan jam kerja, perlindungan masa haid, cuti hamil dan melahirkan, pe3rlindungan kesehatan dan keselamatan kerja dan perlindungan upah. Selain itu, UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengatur hak-hak tersebut. Beban kerja yang berlebih akan menjadi pengaruh negatif yang signifikan pada kesehatan ibu dan kandungannya dan masih minimnya kepastian hukum yang kurang tegas terkait permasalahan tersebut
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN NOMOR 188/PID.SUS/2022/PN JMB TERHADAP TINDAK PIDANA PENYALAHGUNA NARKOTIKA
Penyalahgunaan narkotika yang terjadi pada terdakwa pada putusan Pengadilan Negeri Jambi dengan perkara nomor 188/Pid.sus/2022/PN.Jmb diputus dengan terdakwa memakai narkotika golongan I untuk diri sendiri tanpa hak dan melanggar dakwaan alternatif ketiga. Kemudian pada fakta hukum terbukti menyimpan dan narkotika tersebut bertujuan untuk dijual. Sehingga penelitian ini menganalisis kesesuaian putusan nomor 188/Pid.sus/2022/PN.Jmb dengan pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika dan upaya hukum yang bisa dilakukan pada putusan tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Putusan Nomor 188/Pid.Sus/2022/PN Jmb telah sesuai atau belum sesuai dengan pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika dan untuk mengetahui upaya hukum yang bisa dilakukan pada Putusan Nomor 188/Pid.Sus/2022/PN Jmb. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yang mengkaji peraturan perundang-undangan yang dilaksanakan dengan menganalisis kasus yang berkaitan dengan permasalahan hukum yang sudah menjadi putusan pengadilan. Hasil penelitian ini ialah Putusan Nomor 188/Pid.Sus/2022/PN Jmb belum sesuai dengan pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika. Dalam putusan ini kurang setuju dengan penjatuhan pidana dengan alasan aspek yuridis, sosiologis, dan filosofis. Maka dengan alasan tersebut timbulnya kekeliruan atau kekhilafan hakim dalam penjatuhan hukumnya melalui Putusan Nomor 188/Pid.Sus/2022/PN Jmb sehingga dapat ditempuh dengan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali pada putusan tersebut
TINJAUAN YURIDIS PENGANGKATAN ANAK YANG AKAN DILAKUKAN OLEH CALON ORANG TUA TUNGGAL YANG BELUM TERIKAT DALAM PERKAWINAN
Pengangkatan anak umumnya dilakukan oleh orang yang telah menikah, akan tetapi seiring berjalannya waktu orang yang belum menikah melakukan pengangkatan anaksehingga menimbulkan pertanyaan bagaimanapertimbangan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 2009 tentang Persyaratan Pengangkatan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 tentangPelaksanaan Pengangkatan Anak dan bagaimana akibathukum dari pengangkatan anak yang dilakukan oleh orang tua tunggal yang tidak terikat dalam perkawinan. Metode penelitian yang digunakan yaitu normatif denganpendekatan perundang-undangan dan pendekatankonseptual. Sumber bahan hukum yang digunakan bahanhukum primer, sekunder dan non hukum dengan teknikpengumpulan bahan hukum studi kepustakaan dan dianalisis menggunakan teknik analisis preskriptif denganbantuan teori-teori yang bersumber dari studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini untuk memahami pertimbangan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 6 Tahun 1983 tentangPersyaratan Pengangkatan Anak dan Peraturan PemerintahNomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan PenangkatanAnak dan memahami akibat hukum yang ditimbulkan daripengangkatan anak oleh orang tua tunggal yang belumterikat dalam perkawinan. Pada dasarnya orang tua tunggal(single parent) tidak diperbolehkan untuk mengangkatanak. Hal tersebut dapat dilakukan jika pengangkatan anakoleh orang tua tunggal telah mendapatkan izin dariMenteri Sosial dan kemudian wajib memperolehpenetapan dari pengadilan. Pengangkatan anak oleh orang tua tunggal yang belum terikat dalam perkawinanmemiliki akibat hukum berupa lahirnya, berubahnya ataulenyapnya suatu keadaan hukum, dikarenakanpengangkatan anak mengubah status hukum anak yang diangkat, yang semula mungkin tidak memiliki hubunganhukum dengan orang tua angkat, menjadi memilikihubungan hukum yang setara dengan anak kandung dariorang tua angkatnya
Evaluasi Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi pada Program SMK PK di SMK NU 1 Karanggeneng: Pembelajaran Berdiferensiasi
Education has undergone significant changes with the emergence of Vocational High Schools (SMKs) aimed at producing quality graduates ready to work. The Center of Excellence (PK) Vocational School program focuses on aligning vocational education with workforce demands. Differentiated learning, which addresses students' individual needs, is key to improving learning outcomes. This study evaluates the implementation of differentiated learning in the SMK PK program at SMK NU 1 Karanggeneng using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model to analyze its effectiveness. The research employs an evaluation method to determine program effectiveness by comparing outcomes with intended objectives or standards. The approach used is mixed-method, combining quantitative and qualitative data. The findings indicate that differentiated learning at SMK NU 1 Karanggeneng has been fairly successful, with a supportive learning environment fostering student interaction, although facilities for auditory learners remain inadequate. Material content has been tailored to meet student needs but is not yet optimal for kinesthetic learners. Material delivery accommodates various learning styles, though improvements are needed for kinesthetic students. Students can select final assignments based on their learning styles, but the lack of assessment activities for kinesthetic and auditory learners remains a challenge. Overall, differentiated learning positively impacts meeting students’ learning needs, though improvements are still necessary, particularly in product aspects that received the lowest scores, to achieve better outcomes. The data in this research was obtained through observation, questionnaires and documentation by involving students and teachers in sketch and illustration elements.Pendidikan mengalami perubahan signifikan dengan munculnya jalur Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bertujuan menghasilkan lulusan berkualitas dan siap kerja. Program SMK Pusat Keunggulan (PK) berfokus pada keselarasan pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Pembelajaran berdiferensiasi, yang memenuhi kebutuhan individu siswa, menjadi kunci untuk meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada program SMK PK di SMK NU 1 Karanggeneng dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) untuk menganalisis efektivitasnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi untuk mengetahui efektivitas suatu program dengan membandingkan hasilnya dengan tujuan atau standar yang diterapkan. Pendekatan yang digunakan adalah campuran, yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMK NU 1 Karanggeneng berjalan cukup baik, dengan aspek lingkungan belajar yang mendukung interaksi siswa meskipun fasilitas untuk siswa gaya belajar auditori masih kurang memadai. Isi materi sudah disesuaikan dengan kebutuhan siswa, namun belum optimal untuk siswa gaya belajar kinestetik. Penyampaian materi mendukung berbagai gaya belajar, meskipun penyampaian materi untuk siswa kinestetik perlu ditingkatkan. Siswa dapat memilih tugas akhir sesuai gaya belajar, tetapi kurangnya aktivitas asesmen akhir untuk siswa kinestetik dan auditori yang masih menjadi kendala. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan belajar siswa, namun masih diperlukan peningkatan, terutama pada aspek produk yang memperoleh skor paling rendah, agar hasilnya lebih maksimal. Data pada penelitian ini diperoleh melalui observasi, angket, dan dokumentasi dengan melibatkan siswa dan guru pada elemen sketsa dan ilustrasi
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KAHOOT BERBASIS GAME BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI, KEAKTIFAN, DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK PEMESINAN SMKN 2 SURABAYA
Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti di SMKN 2 Surabaya, terdapat berberapa kendala yang dihadapi yaitu pada proses pembelajaran karena media pembelajaran masih kurang efektif. Mayoritas guru masih menggunakan media buku dan papan tulis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan motivasi, keaktifan, dan hasil belajar siswa terhadap penerapan media pembelajaran Kahoot berbasis game based learning. Jenis penelitian yang digunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode kuantitatif desain model Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek kelas X Teknik Pemesinan 1 SMKN 2 dengan jumlah 35 siswa. Pengumpulan data berupa observasi, hasil belajar, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis validasi, analisis angket, analisis lembar observasi, dan analisis hasil belajar. Hasil belajar siklus I menunjukkan bahwa siswa mencapai ketuntasan pembelajaran sebesar 88%. Pada siklus II, mendapatkan nilai persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 94%. Setelah diterapkannya media pembelajaran Kahoot berbasis game based learning persentase ketuntasan hasil belajar siswa naik sebesar 69%. Motivasi belajar siswa pada siklus I didapatkan nilai persentase 78%. Pada siklus II didapatkan nilai persentase 94%. Keaktifan siswa siklus I nilai persentase 75%. Pada siklus II didapatkan nilai persentase 97%. Observasi keaktifan siswa pada siklus I didapatkan hasil persentase 76%. Pada siklus II didapatkan hasil persentase 92%. Setelah diterapkannya media pembelajaran Kahoot berbasis game based learning persentase ketuntasan motivasi belajar siswa naik sebesar 91%, pada keaktifan siswa mengalami kenaikan sebesar 88%. Pada hasil observasi keaktifan siswa mengalami kenaikan sebesar 16%, yang berarti siswa sangat termotivasi dan aktif dengan diterapkannya media pembelajaran Kahoot berbasis game based learning