Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
PENGARUH REKAYASA PERMUKAAN TERHADAP NILAI KEKERASAN PADUAN MAGNESIUM AZ31
Paduan magnesium AZ31 menawarkan prospek yang menjanjikan sebagai material implan biodegradable karena memiliki sifat mekanik yang menyerupai tulang manusia dan biokompatibilitasnya yang unggul. Namun, kelemahan utama material ini adalah laju korosi yang tinggi dapat mengakibatkan kegagalan material sebelum regenerasi jaringan selesai dan kekerasan yang rendah sebagai material implan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan rekayasa permukaan melalui metode Plasma Electrolytic Oxidation (PEO) dan Hydrothermal Treatment (HT). Studi ini melibatkan tiga spesimen: AZ31 tanpa perlakuan, AZ31 dengan lapisan PEO, dan AZ31 dengan lapisan PEO yang diberi perlakuan HT. Analisis difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan pembentukan senyawa MgO, Mg(OH)₂, Mg₂SiO₄, dan hidroksiapatit pada permukaan lapisan. Intensitas puncak hidroksiapatit tertinggi ditemukan pada spesimen yang menjalani perlakuan HT, menandakan peningkatan kandungan hidroksiapatit yang dapat meningkatkan bioaktif implan. Uji kekerasan Vickers menunjukkan bahwa spesimen dengan lapisan PEO memiliki nilai kekerasan tertinggi sebesar 76,69 HV, meningkat 35% dibandingkan dengan spesimen tanpa perlakuan (56,60 HV). Setelah perlakuan HT, kekerasan menurun menjadi 68,94 HV, yang disebabkan oleh relaksasi tegangan internal saat proses hidrotermal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode PEO dan HT tidak hanya meningkatkan kekerasan permukaan, tetapi juga menghasilkan lapisan bioaktif dengan potensi biointegrasi yang lebih baik. Kombinasi ini menjadikan paduan AZ31 sebagai kandidat unggul untuk aplikasi implan biomedis. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengoptimalkan parameter proses dan mengevaluasi kinerja biologis secara in-vitro dan in-vivo guna mendukung pengembangan aplikasi klinis
PENERAPAN ALGORITMA WELCH POWELL PADA PEWARNAAN GRAF UNTUK MENENTUKAN DESTINASI WISATA KULINER DI KOTA JAMBI
Kuliner merupakan salah satu daya tarik utama dalam perjalanan wisata, dengan setiap destinasi menyajikan makanan khas yang unik. Kota Jambi, yang kaya akan berbagai jenis kuliner seperti pindang ikan dan pempek, memiliki banyak pilihan tempat makan yang dapat membingungkan wisatawan. Beragamnya pilihan tempat makan seringkali membuat wisatawan menghabiskan waktu yang cukup lama hanya untuk memilih tempat yang tepat. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang dapat memberikan rekomendasi tempat makan secara efisien. Penelitian ini menggunakan metode pewarnaan graf untuk menyelesaikan masalah tersebut. Algoritma Welch-Powell diterapkan untuk mewarnai graf berdasarkan derajat simpul, dengan simpul mewakili tempat makan dan sisi mewakili jenis makanan yang ditawarkan. Hasil dari penelitian ini adalah graf yang menghasilkan 6 warna, masing-masing menggambarkan kelompok tempat makan yang menawarkan jenis makanan yang serupa. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan 6 rekomendasi tempat makan yang dapat membantu wisatawan menemukan pilihan yang sesuai dengan selera kuliner mereka
Pengembangan Game Edukasi “MONPEMSEI” Dalam Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Materi Pergerakan Nasional Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kademangan
ABSTRAKTujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk mengetahui kelayakan dan keefektifan multimedia interaktif materi Pergerakan Nasional mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk kelas XI SMA Negeri 1 Kademangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Kelayakan media diukur dari hasil data validasi oleh ahli dan uji coba pada peserta didik menggunakan pengukuran skala likert. Hasil validasi yang dilakukan oleh ahli dan hasil uji coba yang dilakukan oleh peserta didik mendapatkan hasil sangat baik. Pada uji validitas dan reliabilitas butir soal dinyatakan valid dan reliabel. Pada uji normalitas dan uji homogenitas hasil perhitungan menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan bersifat homogen. Hasil uji T memperoleh mendapat nilai sig. 0,001<0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada post-test dan pre-test kelas eksperimen dan kelas kontrol.Kata kunci: game edukasi, efektivitas, kelayakan, proses pembelajaran, model ADDIE.ABSTRACTThe purpose of this development research is to determine the feasibility and effectiveness of interactive multimedia material on the National Movement for the Indonesian History subject for class XI SMA Negeri 1 Kademangan using the ADDIE development model. Media feasibility is measured from the results of validation data by experts and trials on students using Likert scale measurements. The results of validation carried out by experts and the results of trials carried out by students obtained very good results. In the validity and reliability test, the question items were declared valid and reliable. In the normality test and homogeneity test, the calculation results show that the data is normally distributed and homogeneous. The T test results obtained a sig value. 0.001<0.05 which means there is a significant difference in the post-test and pre-test of the experimental class and control class.Keywords: educational games, effectiveness, feasibility, learning process, ADDIE model
Penalaran Matematis Siswa SMP dalam Memecahkan Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) Ditinjau dari Gaya Belajar
This research aims to describe the mathematical reasoning of junior high school students with visual, auditory, and kinesthetic learning styles in solving SPLDV problems. This research used a qualitative descriptive approach. The subjects of this study were three junior high school ninth-grade students with different learning styles (visual, auditory, and kinesthetic), high equivalent mathematics ability, and the same gender. The results showed that the three students' mathematical reasoning in understanding the problem included explaining the problem in their own words, identifying all known information, stating the sufficiency of information, and representing the problem in mathematical form, accompanied by reasons. Visual students identified all questions, while auditory and kinesthetic students only had most of them, accompanied by reasons. In making plans, all three students compiled strategies involving concepts accompanied by reasons. All three students applied the strategy in implementing the plan and gave reasons at each step. In re-examining, all three students evaluated the correctness of the solution accompanied by reasons, but auditory students did not perform a final check. Kinesthetic students draw conclusions thoroughly, while visual and auditory students only cover part of it, accompanied by reasons. Through this research, teachers can design learning strategies to optimize students' mathematical reasoning in solving SPLDV problems
Debate Based on Inquiry Learning (DBOIL): Validitas Isi Model Pembelajaran untuk Meningkatkan Keterampilan Argumentasi Ilmiah Mahasiswa pada Pembelajaran Fisika
Improving students' skills in scientific argumentation is an important initiative aimed at producing high-quality graduates. Debate Based on Inquiry Learning (DBOIL) is a learning model developed to facilitate the development of students’ scientific argumentation skills. This learning model is constructed based on the advantages of inquiry and debate, as well as a solution to the limitations of both in optimally improving scientific argumentation skills. As an intervention integrated into learning activities, DBOIL must satisfy criteria such as relevance (content validity), consistency (construct validity), practicality, and effectiveness. This study aims to describe the content validity of DBOIL. This is based on expert judgment, with 25 validators consisting of experts, lecturers, and education practitioners. The data collected in this study were analyzed using the Aiken Methodology (Aiken's V) which was strengthened by calculating the 95% confidence interval (95% CI). The results showed that the content validity of DBOIL has been proven valid. This shows that DBOIL is worthy of further research to explore and reveal other criteria, namely consistency, practicality, and effectiveness. Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam argumentasi ilmiah merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas tinggi. Debate Based on Inquiry Learning (DBOIL) merupakan model pembelajaran yang dikembangkan untuk memfasilitasi pengembangan keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa pada pembelajaran sains secara umum, dan fisika secara khusus. Model pembelajaran ini dibangun berdasarkan keunggulan model pembelajarana berbasis inkuiri dan debat, serta sebagai solusi atas keterbatasan keduanya dalam meningkatkan keterampilan argumentasi ilmiah secara optimal. Sebagai intervensi yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran, model DBOIL harus memenuhi kriteria seperti relevansi (validitas isi), konsistensi (validitas konstruk), kepraktisan, dan efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas isi model DBOIL. Hal ini didasarkan pada expert judgment, dengan 25 validator yang terdiri dari para ahli, dosen, dan praktisi pendidikan. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Metodologi Aiken (Aiken's V) yang diperkuat dengan perhitungan interval kepercayaan 95% (IK 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas isi model DBOIL telah terbukti valid. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran terssebut layak untuk diteliti lebih lanjut guna mengungkap kriteria lainnya, yaitu konsistensi, kepraktisan, dan efektivitas
Implementasi Program Kerjasama SMPN 50 kota Surabaya dengan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPNU-IPPNU)
This research aims to analyze the implementation of the collaboration program between SMPN 50 Surabaya City and IPNU-IPPNU. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews, documentation and observation. The data sources used are the results of interview transcripts and observations, in the form of assessment of survey results, while the analysis technique uses descriptive qualitative. The research results indicate that the implementation of this collaborative program has been effective, supported by good coordination among the related elements, effective communication, and active student participation. This program has successfully instilled and strengthened the values of religious moderation and character education among students at SMPN 50 Kota Surabaya. This conclusion is expected to serve as a model for similar programs in other schools, with adjustments according to each context and need. Based on the results of the study, suggestions that can be given are: 1) improve the quality of communication between all parties involved in the IPNU-IPPNU cooperation program with SMPN 50 Surabaya; 2) Training and professional development for teachers, school staff, and IPNU-IPPNU members should be a priority; 3) Character building for all program implementers; 4) simplification of bureaucratic procedures, evaluation of the existing bureaucratic structure must be carried out to identify possible obstacles.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi program kerjasama SMPN 50 Kota Surabaya dengan IPNU-IPPNU. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi. Sumber data yang digunakan adalah hasil transkrip wawancara dan observasi, berupa penilaian hasil survei, sedangkan teknik analisisnya menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program kerjasama ini berjalan efektif, didukung oleh koordinasi yang baik antar unsur terkait, komunikasi yang efektif, serta partisipasi aktif siswa. Program ini berhasil menanamkan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan pendidikan karakter siswa di SMPN 50 Kota Surabaya. Kesimpulan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program-program serupa di sekolah lain dengan penyesuaian sesuai konteks dan kebutuhan masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan yaitu: 1) meningkatkan kualitas komunikasi antara semua pihak yang terlibat dalam program kerjasama IPNU-IPPNU dengan SMPN 50 Surabaya; 2) Pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru, staf sekolah, dan anggota IPNU-IPPNU harus menjadi prioritas; 3) Pembinaan karakter bagi semua pelaksana program; 4) penyederhanaan prosedur birokrasi, evaluasi terhadap struktur birokrasi yang ada harus dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin terjadi
PENGEMBANGAN MEDIA WEB PEMBELAJARAN BAHASA ISYARAT INDONESIA DENGAN METODE TWO STREAM MIXED CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Abstrak— Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) adalah bahasa visual-gestural yang digunakan oleh komunitas tunarungu di Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Isyarat Indoensia masih sangat jarang diajarkan pada khalayak umum yang membuat adanya batasan pada teman-teman tuli terhadap masyarakat yang tidak paham akan penggunaan BISINDO. Dengan era digital yang semakin kuat ini, semua dapat dilakukan secara digital menggunakan gawai atau perangkat komunikasi, maka dari itu adanya tujuan pembuatan website belajar ini. Dengan mengunakan metode TSM-CNN sebagai basis untuk pembuatan models yang digunakan. Dengan penggunaan models seperti ini diharapkan meningkatkan hasil dari training models yang dilakukan. Dari models yang dihasilkan dibuat dalam bentuk website untuk menjalankan model tersebut. Dengan akurasi 100% akurat ini membuat hasil saat melakukan pembelajaran dapat dipelajari dengan akurat.
Kata kunci— Bisindo, CNN, Resnet50, Two-stream Mixed, model
Perbandingan Penerapan Media Flipchart Dan Media Kombinasi Flipchart -Video Terhadap Penguasaan Pengetahuan Dan Sikap Tentang Stunting Pada Ibu Hamil Di Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk
Preventing the risk of stunting requires efforts to increase knowledge and attitudes among pregnant women.
One very effective effort to support knowledge change is outreach using flipcharts and video media. The
aim of this research is to analyze the comparison of the application of flipchart media and flipchart-video
combination media on the mastery of knowledge and attitudes about stunting in pregnant women in
Sukoharjo Village, Wilangan District, Nganjuk Regency. This research design uses a quasi-experimental
study with a study nonequivalent kontrol group design. The population in this study was 30 pregnant women
who were divided into 2 groups. The results of the analysis using the Mann Whitney Test showed a
significance value of 0.251>0.05 for knowledge and 0.018>0.05 for attitude. The results of this study
indicate that the use of flipchart media and flipchart-video combination media provides the same increase
in knowledge about stunting in pregnant women, and the use of flipchart media and flipchart-video
combination media provides a difference in increasing attitudes about stunting in pregnant women in
Sukoharjo Village. Wilangan District, Nganjuk Regency.Pencegahan risiko terjadinya stunting diperlukan upaya melalui peningkatan pengetahuan dan sikap
pada ibu hamil. Salah satu upaya yang sangat efektif dalam menunjang perubahan pengetahuan adalah
penyuluhan menggunakan media flipchart dan video. Tujuan penelitian ni adalah untuk menganalisis
perbandingan penerapan media flipchart dan media media kombinasi flipchart-video terhadap penguasaan
pengetahuan dan sikap tentang stunting pada ibu hamil di Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten
Nganjuk. Desain penelitian ini menggunakan quasy Eksperimental dengan rancangan Study Nonequivalent
Kontrol Group design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 30 ibu hamil yang dibagi menjadi 2 kelompok.
Berdasarkan hasil analisis uji Mann Whitney Test diperoleh nilai signifikansi 0,251>0,05 pada pengetahuan
dan 0,018>0,05 pada sikap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media flipchart dan media
kombinasi flipchart-video memberikan peningkatan pengetahuan yang sama tentang stunting pada ibu hamil,
dan pada pemanfaatan media flipchart dan media kombinasi flipchart-video memberikan perbedaan
peningkatan sikap tentang stunting pada ibu hamil di Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Kabupaten
Nganjuk
Perbedaan Konsumsi Pangan Sumber Penghambat dan Pelancar Penyerapan Zat Besi Pada Remaja Putri
Anemia is a condition where the hemoglobin mass and the circulating erythrocyte mass cannot fulfill their function as oxygen providers for body tissues. This is caused by irregular consumption habits. The purpose of this study was to determine the difference in food consumption of iron inhibiting sources and the difference in food sources of iron absorbing facilitators in anemic and non-anemic adolescent girls at SMAN 1 Trenggalek.
This type of research is case control or based on diseases suffered by research respondents with the design used is analytical observations. Data collection techniques were carried out by collecting sample identity data through questionnaires, food data on inhibitor and enhancer sources through Food Frequency Questionnaire (FFQ) type Semi Quantitative FFQ (SQFFQ), and Hb levels using Easy Touch GCHB Meter. The data analysis used is the T-Test test to determine whether there is a significant difference between the two samples.
The results of the study stated that differences in food consumption of iron inhibitors and facilitators affect the condition of adolescent girls of SMAN 1 Trenggalek where students who often consume foods and drinks that are classified as inhibitors, such as (coffee and tea) will be indicated anemia. While schoolgirls who consume healthy foods and drinks, sufficient animal protein and vitamin C such as (citrus fruits, mangoes and papayas) in the body are fulfilled can avoid symptoms of anemia. So it can be concluded that there are differences in sources of inhibitors and facilitators of iron absorption in anemic and non-anemic adolescent girls at SMAN 1 Trenggalek.
Anemia adalah keadaan di mana masa hemoglobin dan masa eritrosit yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya sebagai penyedia oksigen bagi jaringan tubuh. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan konsumsi yang tidak teratur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan konsumsi pangan sumber penghambat zat besi serta perbedaan pangan sumber pelancar penyerap zat besi pada remaja putri anemia dan non anemia di SMAN 1 Trenggalek.
Jenis penelitian ini adalah case control atau didasarkan pada penyakit yang diderita oleh responden penelitian dengan rancangan yang digunakan adalah observasional analitik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data identitas sampel melalui kuisioner, data pangan sumber penghambat (inhibitor) dan pelancar (enhancer) melalui Food Frequency Questionnaire (FFQ) jenis Semi Quantitative FFQ (SQFFQ), dan kadar Hb menggunkan Easy Touch GCHB Meter. Analisis data yang digunakkan adalah Uji T-Test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan dari dua sampel.
Hasil penelitian menyebutkan bahwa perbedaan konsumsi pangan sumber penghambat dan pelancar zat besi berpengaruh pada kondisi remaja putri SMAN 1 Trenggalek dimana siswi yang seringkali konsumsi makanan dan minuman yang tergolong pada tipe penghambat (inhibitor), seperti (kopi dan teh) akan terindikasi anemia. Sedangkan siswi yang mengonsumsi makanan dan minuman sehat, protein hewani yang cukup serta vitamin C seperti (buah jeruk,mangga dan papaya) pada tubuh terpenuhi bisa dapat terhindar dari gejala anemia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sumber penghambat dan pelancar penyerapan zat besi pada remaja putri anemia dan non anemia di SMAN 1 Trenggalek.
 
Business Process Reengineering in the Training Service Business Process of CV. Maxindo Consulting to Improve Company Performance Efficiency
In facing global competition, companies must ensure that employees can work effectively and efficiently, with both high-quality and high-quantity output. Employee training has become one of the crucial methods to meet these standards, considering the importance of competent human resources in supporting a company’s competitiveness. CV. Maxindo Consulting is a company that specializes in employee training services across various sectors. However, its current business processes, such as proposal requests and training evaluations, remain time-consuming, hindering work efficiency and potentially harming the company’s image. Therefore, Business Process Reengineering (BPR) is proposed as a solution. This BPR approach is expected to enhance service quality, operational efficiency, and the company’s positive image. The BPR method, as explained by Hammer and Champy (1994) and Davenport & Short (1990), represents a novel approach to business process improvements that can optimize company services and performance