Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Layanan Informasi Berbasis Website untuk Pencegahan dan Pelaporan Perilaku Bullying pada Peserta Didik SMP
Perilaku bullying merupakan tindakan kekerasan yang disengaja dan berulang kali yang dilakukan oleh individu atau kelompok, yang bertujuan untuk menyakiti individu atau kelompok lain dalam jangka waktu lama. Di SMP Negeri 36 Surabaya, ditemukan bahwa peserta didik belum mempunyai pemahaman tentang pencegahan perilaku bullying, dimana hal tersebut diketahui melalui wawancara dan pengamatan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa media website sebagai layanan informasi untuk pencegahan dan pelaporan perilaku bullying pada peserta didik SMP yang dapat memenuhi kriteria akseptabilitas meliputi aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg & Gall, yang telah disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov meliputi tahap studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba pendahuluan, dan revisi produk. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji validasi oleh ahli materi, ahli media dan calon pengguna, yang memperoleh rata-rata hasil pada aspek kegunaan sebesar 98% termasuk dalam kategori sangat sesuai dan tidak perlu revisi, pada aspek kelayakan sebesar 91,5% termasuk dalam kategori sangat sesuai dan tidak perlu revisi, pada aspek ketepatan sebesar 92,5% termasuk dalam kategori sangat sesuai dan tidak perlu revisi, dan pada aspek kepatutan sebesar 95,8% termasuk dalam kategori sangat sesuai dan tidak perlu revisi. Dari hasil uji validasi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan media layanan informasi berbasis website untuk pencegahan dan pelaporan perilaku bullying telah memenuhi kriteria akseptabilitas, meliputi aspek kegunaan, aspek kelayakan, aspek ketepatan, dan aspek kepatutan
PENILAIAN DIRI DAN AFIRMASI SOSIAL SEBAGAI ASPEK YANG BERPENGARUH PADA CAREER DECISION MAKING SELF EFFICACY (CDMSE) PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
Teenagers often face decisions in their lives, including those regarding their future careers. A person's ability to make decisions is a necessity that must be met. When choosing a career, self-confidence is essential when completing tasks related to career decisions, also known as CDMSE, to ensure that the choices made are appropriate . This study offers insights to enhance CDMSE concerning career selection. This article was written using a literature review method , with data collection involving the analysis of 43 articles into 10 articles. The data analysis technique employed is content analysis. The study 's findings indicate that CDMSE is influenced by six aspects: self-assessment, information gathering, goal selection, planning, problem - solving, and social affirmation. From the information collected, it was found that self-assessment and social affirmation are frequently discussed aspects because they significantly impact career decisions. Additionally, personality and gender can also be supportive factors in students career choices
REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK KORBAN BROKEN HOME DI SMP NEGERI 39 SURABAYA
Abstrak
Keadaan broken home dapat mempengaruhi individu dalam meregulasi emosi, termasuk pada remaja. Emosi sangat penting bagi individu untuk diregulasi agar emosi tidak diaplikasikan secara berlebihan. Fokus penelitian ini mendapatkan gambaran mengenai regulasi emosi peserta didik broken home, dampak regulasi emosi, dan peran guru bk dalam meningkatkan regulasi emosi peserta didik. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data ini didapatkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan trianggulasi. Sumber data pada penelitian terdiri dari sumber primer yakni dua peserta didik kelas IX di SMP Negeri 39 Surabaya yang memiliki latar belakang broken home, dan sumber sekunder yakni teman dekat dari dua peserta didik, wali kelas, dan guru bk. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa regulasi emosi peserta didik bahwa broken home tidak selalu buruk. Ada yang dapat meningkatkan perilakunya menjadi lebih aktif dan ada yang menjadi menutup diri dan pasif.
Kata Kunci : Broken home, dampak, gambaran, regulasi emosi, peran guru bimbingan dan konseling
Abstract
A broken home situation can influence individuals in regulating emotions, including teenagers. Emotions are very important for individuals to regulate so that emotions are not applied excessively. The focus of this research is to obtain an overview of the emotional regulation of broken home students, the impact of emotional regulation, and the role of guidance and counseling teachers in improving students' emotional regulation. This research uses a qualitative approach with a case study method. This data was obtained through semi-structured interviews and analyzed using data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions with triangulation validity tests. The data sources in the research consisted of primary sources, namely two class IX students at SMP Negeri 39 Surabaya who had broken home backgrounds, and secondary sources, namely close friends of the two students, the homeroom teacher, and the guidance counselor. The results of the case study show that students' emotional regulation in broken homes is not always bad. There are those who can increase their behavior to become more active and there are those who become closed off and passive.
Keywords: Broken home, impact, description, emotion regulation, the role of the teacher guide and conselin
Implementasi Model Pembelajaran Teaching Factory Dalam Meningkatkan Kompetensi Belajar di Surabaya Hotel School
Model pembelajaran teaching factory merupakan pendekatan inovatif yang mengintegrasikan pembelajaran teori di kelas dengan praktik langsung menyerupai industri. Tujuannya adalah menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan industri dengan menciptakan suasana belajar yang menyerupai lingkungan kerja nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi teaching factory dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di Surabaya Hotel School, khususnya keterampilan teknis (hard skills) dan non-teknis (soft skills). Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model teaching factory telah diimplementasikan dengan baik melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Keberhasilan didukung oleh fasilitas yang memadai, keterlibatan aktif industri, serta partisipasi instruktur dan peserta didik
Pengembangan Media Solarium Berbasis Augmented Reality Pada Materi Tata Surya Untuk Siswa Kelas VI Sekolah Dasar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kurangnya pemanfaatan media pembelajaran, khususnya berbasis teknologi, yang mampu menarik minat sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifan media pembelajaran Solarium berbasis augmented reality pada materi tata surya untuk siswa kelas VI sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research & Development) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi delapan tahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memiliki tingkat validitas sebesar 85% dengan kategori sangat valid, sedangkan validitas materi mencapai 92% yang juga termasuk kategori sangat valid. Persentase kepraktisan media, berdasarkan angket siswa dan guru serta lembar observasi sejawat, masing-masing mencapai 86%, 96%, dan 93%. Keefektifan media, diukur melalui analisis N-Gain dari hasil pretest dan posttest, menghasilkan nilai 0,50 yang masuk kategori sedang. Dengan demikian, media pembelajaran Solarium berbasis augmented reality dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada materi tata surya di kelas VI sekolah dasar
PENGGUNAAN KARTU DIGITAL BERGAMBAR (KADIBAR) UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KOSAKATA SISWA AUTISME KELAS 7 DI SMPN 40 SURABAYA JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan kosakata siswa autisme menggunakan media kartu digital bergambar. Metode yang digunakan adalah Applied Behavior Analysis (ABA), yang menekankan pengamatan dan pengelolaan perilaku siswa untuk mendukung komunikasi yang lebih efektif. Kartu digital bergambar dipilih karena kemampuannya dalam membantu visualisasi (gambar, warna dan bentuk) untuk membantu siswa mempermudah dan mengingat kosakata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata siswa selama setiap siklus pembelajaran. Pada siklus pertama, dua siswa memperoleh nilai 90 dan 83, menunjukkan dampak positif dari penggunaan media ini. Pada siklus kedua, nilai siswa meningkat, dengan tiga siswa memperoleh nilai 96, 88, dan 82. Pada siklus ketiga, semua siswa mencapai pencapaian sangat baik dengan nilai 97, 91, 88, dan 80. Peningkatan nilai ini menunjukkan bahwa kartu digital bergambar sangat efektif dalam membantu siswa autisme memahami dan menguasai kosakata. Selain itu, respons positif dari siswa terlihat pada meningkatnya minat dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Secara keseluruhan, penggunaan kartu digital bergambar terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa autisme, memberikan dampak positif pada hasil belajar mereka, serta meningkatkan respons siswa terhadap kemampuan menggunakan media pembelajaran semakin baik. Hal ini menunjukkan bahwa, media kartu digital bergambar dapat menjadi alat bantu menyampaikan materi yang efektif dalam mendukung proses pembelajaran bagi siswa autisme.
Kata Kunci: Media pembelajaran, kartu digital bergambar, penguasaan kosakata, siswa autisme, media digita
PENGGUNAAN EPONIM PADA PAPAN NAMA JALAN KOTA SURABAYA JAWA TIMUR: KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK
Penelitian ini mengkaji penggunaan eponim pada papan nama jalan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan menggunakan kerangka teori lanskap linguistik. Eponim, yaitu nama yang berasal dari tokoh terkenal atau tempat bersejarah, berperan penting dalam mencerminkan identitas budaya dan sejarah suatu wilayah. Surabaya, yang dikenal sebagai Kota Pahlawan, memiliki banyak nama jalan yang digunakan untuk menghormati berbagai tokoh, termasuk pahlawan nasional, tokoh agama, karakter legendaris, profesi, sastrawan, dan raja-raja dalam sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan klasifikasi eponim tersebut. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung di lima wilayah utama Surabaya—pusat, timur, barat, utara, dan selatan—yang dilengkapi dengan studi literatur terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis data dan mengidentifikasi pola serta makna di balik penggunaan eponim tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya 36 nama jalan yang menggunakan eponim, dengan mayoritas berasal dari nama pahlawan nasional (9 data), diikuti oleh nama profesi atau jabatan (6 data), serta tokoh agama, legenda, sastra, dan raja-raja (masing-masing 5–6 data). Penggunaan eponim ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi tokoh-tokoh tersebut tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan penguatan identitas lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang linguistik dan budaya, khususnya dalam memahami interaksi antara bahasa, ruang publik, dan identitas masyarakat. Hasilnya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian serupa di masa mendatang.
Kata Kunci: eponim, lanskap linguistik, Kota Surabaya, identitas budaya, toponimi, ruang publik.
 
VIGILANTE DALAM NOVEL TANAH PARA BANDIT KARYA TERE LIYE: PERSPEKTIF HEGEMONI GRAMSCI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ideologi vigilante dan tindakan vigilante dalam novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye yang dikaji menggunakan perspektif hegemoni Gramsci. Vigilante merupakan paham yang meyakini bahwa segala bentuk penyimpangan atau kejahatan harus diadili, vigilante juga menjadi simbol perlawanan terhadap dominasi para pengausa yang semena-mena. Gramsci mengatakan bahwa ideologi merupakan isi hegemoni dan kaum intelektual adalah orang yang menjalankan fungsinya untuk mencapai hegemoni. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data yang berbentuk teks atau frasa. Pendekatan sosiologi sastra dengan teori hegemoni Gramsci digunakan untuk menganalisis data yang berfokus pada berbagai fenomena sosial dalam karya sastra. Data penelitian bersumber dari novel Tanah Para Bandit karya Tere Liye cetakan ketiga, terbitan tahun 2023. Data berupa kutipan dalam novel yang berkaitan dengan ideologi dan tindakan kaum intelektual kelompok vigilante. Data dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan baca dan catat, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis hermeneutika objektif. Pada hasil penelitian dan pembahasan, diperoleh temuan berupa bentuk-bentuk ideologi vigilante dan tindakan vigilante. Kedua aspek tersebut memiliki kaitan yang erat dan menjadi suatu hubungan kausalitas, karena ideologi sebagai landasan berpikir memengaruhi tindakan yang menjadi identitas sosial pada suatu individu. Simpulan, melalui pendekatan sosiologi sastra dengan perspektif hegemoni Gramsci, ditemukan ideologi vigilante dan tindakan vigilante yang menjadi kontra hegemoni para penguasa.
Kata Kunci: Vigilante, Ideologi, dan Tindakan
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL KARIKATUR TEMA POTRET DIRI UNTUK SISWA KELAS XI SMAN 14 SURABAYA
Video singkat yang ada di media sosial seperti Youtube Shorts kerap digemari kaum muda. Konten video yang disajikan pun beragam, ada yang membahas tentang fakta, sejarah, permainan, alat kecantikan, bisnis, berita, dan seni. Di kelas XI SMAN 14 Surabaya terdapat mata pelajaran seni rupa yang membahas ilustrasi karikatur. Namun, peserta didik kurang mengetahui materi karikatur secara mendalam. Adapun kendala lainnya seperti kesulitan dalam proses colouring dan membuka media sosial ketika guru menerangkan materi di kelas. Penelitian ini bertujuan, mendeskripsikan konsep perancangan video tutorial, proses pembuatan video tutorial, hasil penerapan video karikatur, dan mengetahui tanggapan atau respon peserta didik kelas XI di SMAN 14 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D). Tenik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Teknik validitas data melalui validasi ahli dan uji coba produk. Konsep perancangan meliputi potensi dan masalah, pengumpulan data, penyusunan materi, mengkonsep video tutorial, dan desain produk. Proses pembuatan video tutorial meliputi mendesain produk video tutorial, melakukan validasi desain produk, merevisi produk video tutorial, dan publikasi media. Hasil penerapan media video tutorial mendapatkan presentase sebesar 81,14%. Tanggapan atau respon peserta didik setelah diberi kuesioner google formulir mendapatkan presentase sebesar 89,8%. Media video tutorial terbukti sangat efektif dalam pembelajaran seni rupa
PENGEMBANGAN MEDIA POP UP BOOK UNTUK PEMBELAJARAN UNSUR SENI RUPA DI SMAN 1 PULUNG PONOROGO
Pembelajaran Seni Budaya khususnya materi unsur seni rupa di SMAN 1 Pulung berjalan dengan kurang optimal di karenakan keterbatasan media ajar yang digunakan. Pengembangan media pop up book unsur seni rupa bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembuatan media ajar pop up book, uji coba penerapan pop up book dan hasil serta respon setelah penerapan pop up book. Metode yang digunakan ialah Research and Development (R&D) Sugiyono (2018) yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba produk. Data penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dokumenti, pretest, postest, serta angket responden. Kelayakan media ajar pop up book diperoleh dari hasil validasi Validasi media memperoleh presentase 88% dan validasi materi memperoleh presentase 76%. Hasil dari validasi menujukkan indikator layak untuk di uji coba. Hasil dari ujicoba media ini dibuktikan dari peningkatan nilai siswa sebesar 18% dari nilai rata-rata pretest 59 menjadi 77 pada postest. Hasil dan respon peserta didik terhadap media ajar pop up book unsur seni rupa dilihat dari presetase dari angket yang disebar, dan mendapatkan presentase sebesar 97%. Berdasarkan hasil di atas, media ini efektif digunakan dalam pembelajaran unsur seni rupa