Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Berpikir Aljabar Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Tebak Bilangan Menggunakan Microsoft Excel
This study aims to describe students' algebraic thinking in solving number guessing problems using Microsoft Excel. In human life, algebraic thinking plays a very important role. Many problems in human life can be solved with algebraic thinking. In solving mathematical problems, Microsoft Excel can be used to assist students in solving mathematical problems. The method used in this study is qualitative, involving junior high school students as research subjects. The subjects are divided into two categories: the first category consists of students with correct mathematical modeling and correct Microsoft Excel formulas, and the second category consists of students with correct mathematical modeling but incorrect Microsoft Excel formulas. Data were collected through analysis of students' work completed using Microsoft Excel and interviews. he results of the study show that the difference in students' algebraic thinking between those with correct formulas and those with incorrect Microsoft Excel formulas is evident in the processes of organization, analytical thinking, and generalization. Students with correct Microsoft Excel formulas can solve equations easily, while students with incorrect Microsoft Excel formulas solve equations without paying attention to the order of operations. In the generalization process, students with correct Microsoft Excel formulas create formulas without the aid of solving equations, whereas students with incorrect Microsoft Excel formulas create formulas by combining operations in solving equations. The formulas created do not use parentheses, causing the Microsoft Excel system to perform multiplication and division operations first. These findings suggest that when using Microsoft Excel in lessons, attention should be paid to the use of punctuation marks that can affect the order of operations in the Microsoft Excel system
GEDUNG OSVIA BLITAR: PERUBAHAN FUNGSI PADA MASA JEPANG HINGGA MASA KEMERDEKAAN DI KOTA BLITAR TAHUN 1943-1990
Gedung Osvia adalah markas prajurit PETA pada masa penjajah dan sekarang beralih fungsi menjadi pangkalan militer, kantor administrasi, maupun sekolah. Perubahan fungsi tersebut, menjadi daya tarik sendiri untuk dapat diketahui perkembangan serta perubahan dampak yang diberikan terhadap sekitar. Oleh karena itu, penulis mengangkat permasalahan latar belakang, perubahan dan alih fungsi, serta dampak yang ditimbulkan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui latar belakang Gedung Osvia di Kota Blitar, 2) Menganalisis perubahan pada Gedung Osvia pada masa Jepang dan Kemerdekaan di Kota Blitar tahun 1943-1990, 3) Mengetahui dampak dan kondisi setelah Gedung Osvia beralih fungsi dari markas tentara PETA menjadi sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian sejarah dengan menggunakan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Dalam proses analisisnya, penulis menggunakan ilmu bantu teori perubahan sosial dan pembangunan dalam menjawab masalah dampak alih fungsi Gedung Osvia. Adapun hasil yang ditemukan yaitu pertama latar belakang berdiri Gedung Osvia yaitu untuk mendidik tenaga kerja sehingga pemerintah Hindia Belanda memberikan pendidikan kepada rakyat pribumi. Kemudian perubahan alih fungsi Gedung Osvia dijadikan sekolah mampu memberikan motivasi masyarakat dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, meningkatkan kualitas masyarakat, dan memberikan dampak sosial terhadap sekitar
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SENSOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENERAPAN RANGKAIAN ELEKTRONIKA DI SMKN 1 SIDOARJO
Penelitian dan pengembangan ini bermula dari masalah yang ditemukan saat observasi di SMKN 1 Sidoarjo, salah satunya bahan ajar yang digunakan yaitu perangkat trainer sensor belum dioptimalkan untuk menunjang pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media atau bahan ajar yang layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan menganalisis validitas, respon siswa, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian model ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas 11 TAV SMK Negeri 1 Sidoarjo sebanyak 34 siswa. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest and posttest. Hasil dari pengembangan trainer dan jobsheet sensor menunjukkan tingkat kevalidan yang tinggi, dengan persentase 93% untuk kevalidan trainer dan 90% untuk kevalidan jobsheet. Berdasarkan hasil tersebut trainer dan jobsheet dapat dikategorikan sangat valid. Nilai persentase respon siswa mencapai 85,6%, sehingga trainer dan jobsheet dinyatakan sangat mudah digunakan sebagai media pembelajaran. Sementara itu, hasil belajar siswa didapatkan melalui uji coba pretest dan posttest menggunakan paired sample test yang menghasilkan nilai signifikansi < 0,001 (kurang dari 0,05). Dengan kata lain, ada perbedaan pencapaian hasil belajar kognitif siswa ketika belum menggunakan dan sudah menggunakan media pembelajaran. Sementara itu, hasil analisis skor akhir siswa diperoleh dari one sample test dengan nilai signifikansi < 0,001 (kurang dari 0,05). Nilai tersebut menyatakan bahwa hasil belajar siswa memenuhi standar KKTP. Oleh karena itu, berdasarkan kedua hasil tersebut diketahui bahwa hasil pembelajaran meningkat setelah menggunakan media sensor
IMPLEMENTASI METODE DESIGN THINKING PADA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DOKUMEN SURAT BERBASIS WEBSITE
Surat sebagai media dalam penyampaian pesan secara tertulis diperlukan pengelolaan yang terorganisir, adanya Sistem Informasi Manajemen Dokumen Surat berbasis website sebagai salah satu pelaksanaan E-government dan bentuk digitalisasi dari layanan pengadaan surat hingga pengelolaan dokumen surat. Dengan implementasi metode design thinking yaitu emphatize, define, ideate, prototype, dan testing, serta perancangan sistem informasi manajemen dokumen surat menggunakan PHP framework Codeigniter telah mencapai tujuan sebagai media untuk meningkatkan efektivitas kinerja pegawai agar lebih terorganisir dan dapat membantu pegawai menciptakan lingkungan kerja produktif.
Kata Kunci— Surat Agenda, Sistem informasi, Design Thinking, Website, Framework Codeignite
Pola Makan dan Gaya Hidup Lansia dengan Penyakit Komorbid Sebelum dan Selama Pandemi COVID-19
Objectives: This study aims to determine diet and lifestyle of the elderly with comorbidities before and during the covid-19 pandemic.
Methods: This study used a descriptive cross-sectional study design. This study was conducted in one of the working areas of the Gondang Health Center, namely the elderly posyandu of Ngrendeng Village, Gondang District, Tulungagung Regency, East Java, Indonesia on November 29, 2021 to December 10, 2021. The sample used the purposive sampling of 40 subjects. The instrument used is form of a questionnaire (google form). Data analysis uses bivariate, univariate, and multivariate analysis.
Results: There was no significant difference between feeding frequency of the elderly with comorbidities before and during the covid-19 pandemic (p>0.05). Meanwhile, the type of food consumed, activity patterns, cleanliness of the living environment, and personal hygiene of the elderly with comorbidities have significant differences between before and during the covid-19 pandemic (pPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan dan gaya hidup lansia dengan penyakit penyerta sebelum dan selama pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu wilayah kerja Puskesmas Gondang yaitu posyandu lansia Desa Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia pada tanggal 29 November 2021 sampai dengan 10 Desember 2021. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling sebanyak 40 subjek. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner (google form). Analisis data menggunakan analisis bivariat, univariat, dan multivariat. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara frekuensi makan lansia dengan penyakit penyerta sebelum dan selama pandemi covid-19 (p>0,05). Sementara itu, jenis makanan yang dikonsumsi, pola aktivitas, kebersihan lingkungan tempat tinggal, dan personal higiene lansia dengan penyakit penyerta terdapat perbedaan bermakna antara sebelum dan selama pandemi covid-19 (p<0,05). Secara keseluruhan, terdapat perbedaan yang signifikan antara pola makan dan gaya hidup lansia sebelum dan selama pandemi covid-19
Determinan Risiko Kematian Maternal Di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Tahun 2015-2022
Maternal death occurs while in pregnancy, childbirth, and the 42 days after delivery or the postpartum period due to pregnancy or its care. This study aims to: 1. know the risk determinants that affect maternal mortality; 2. know whether there is an influence between pregnancy complications, delivery complications, postpartum complications, medical history, age, parity, pregnancy spacing, antenatal care, nutritional status, and anemia status on maternal mortality. Employing a case-control study design combined with an analytical observational research methodology 1: 2. Randomly chose the subjects and matched the control group with cases. The study's group size is 48 people. The Chi-Square test was used to look at the relationship or effect of the independent factors on maternal mortality. The odds ratio was used to look at the risk of being exposed to the independent variable on maternal death in Singosari District, Malang Regency. The results are Age and parity did not affect the incidence of maternal death. Pregnancy complications have a 93 times risk. Comorbidities have a 24.1 times maternal death risk; pregnant women with a spacing of pregnancies have a risk of 15 times; pregnant women who have Chronic Energy Deficiency have a risk of maternal death by 4.2 times; and pregnant women with anemia have a risk of 5,4 times.
Kematian ibu yang terjadi saat masa kehamilan selama persalinan, atau dalam 42 hari setelah persalinan atau masa nifas disebut kematian maternal. Kematian ini dapat disebabkan oleh hal-hal yang terkait dengan atau memperburuk kehamilan atau perawatannya. Penelitian ini bertujuan untuk : 1. mengetahui determinan risiko yang mempengaruhi kematian maternal; 2. mengetahui pengaruh antara komplikasi kehamilan, komplikasi persalinan, komplikasi nifas, riwayat penyakit/penyerta, usia, paritas, jarak kehamilan, pemeriksaan kehamilan, status gizi, dan status anemia terhadap kematian maternal. Studi observasional analitik yang dirancang sebagai studi kasus kontrol 1:2 dimana subjek dipilih secara random sampling dengan menggunakan matching dalam memasangkan kelompok kontrol dengan kasus. Total subjek pada penelitian ini yaitu 48. Untuk menganalisis hubungan atau pengaruh variabel bebas terhadap kematian maternal digunakan uji Chi Square serta menganalisis Odds Ratio untuk mengetahui besar risiko paparan variabel bebas terhadap kematian maternal. Hasil dari penelitian ini yaitu usia dan paritas tidak berpengaruh pada kejadian kematian maternal. Ibu hamil dengan komplikasi kehamilan mempunyai risiko kematian maternal sebesar 93 kali, ibu hamil dengan riwayat penyakit/penyerta mempunyai risiko kematian maternal sebesar 24,1 kali, Ibu hamil yang memiliki jarak kehamilan yang tinggi lebih rentan kematian maternal sebesar 15 kali, risiko kematian ibu yang mengalami KEK meningkat sebesar 4,2 kali, dan ibu hamil dengan anemia mempunyai risiko kematian maternal sebesar 5,9 kali
BOIKOT SEBAGAI RESPON ISU GENOSIDA DI PALESTINA OLEH PENGGEMAR IDOL K-POP SEVENTEEN (Studi Etnografi Virtual pada Akun Autobase @caratstalk di X)
Media sosial menjadi alat yang diandalkan masyarakat untuk mengakses, menyebarkan, dan merespons informasi, termasuk dalam aktivisme digital lintas negara. Salah satu fenomena yang muncul adalah keterlibatan fandom idol K-pop dalam isu politik dan sosial. Carat, sebutan penggemar boygroup Seventeen, turut memperbincangkan aksi boikot sebagai respon terhadap isu Israel-Palestina melalui akun autobase @caratstalk di media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi dalam @caratstalk terkait aksi boikot Carat terhadap produk terkait Seventeen yang terafiliasi zionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi virtual. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teori pola komunikasi Twitter oleh Bruns & Moe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam persebaran pesan boikot menegaskan temuan sebelumnya. Namun, ditemukan pola baru dalam bentuk polarisasi opini, yakni antara kelompok pro dan kontra boikot maupun di dalam kelompok pro boikot sendiri. Anonimitas juga berperan penting dalam dinamika diskusi ini. Selain itu, akun @caratstalk lebih efektif dalam mengumpulkan massa aksi boikot daripada membangun pemahaman yang komprehensif mengenai isu tersebut.Media sosial menjadi alat yang diandalkan masyarakat untuk mengakses, menyebarkan, dan merespons informasi, termasuk dalam aktivisme digital lintas negara. Salah satu fenomena yang muncul adalah keterlibatan fandom idol K-pop dalam isu politik dan sosial. Carat, sebutan penggemar boygroup Seventeen, turut memperbincangkan aksi boikot sebagai respon terhadap isu Israel-Palestina melalui akun autobase @caratstalk di media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi dalam @caratstalk terkait aksi boikot Carat terhadap produk terkait Seventeen yang terafiliasi zionis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi virtual. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teori pola komunikasi Twitter oleh Bruns & Moe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi dalam persebaran pesan boikot menegaskan temuan sebelumnya. Namun, ditemukan pola baru dalam bentuk polarisasi opini, yakni antara kelompok pro dan kontra boikot maupun di dalam kelompok pro boikot sendiri. Anonimitas juga berperan penting dalam dinamika diskusi ini. Selain itu, akun @caratstalk lebih efektif dalam mengumpulkan massa aksi boikot daripada membangun pemahaman yang komprehensif mengenai isu tersebut
Ladder Diagram Control Sistem Conveyor untuk Proses Painting dan Sandblasting Berbasis Elektro-Hidrolik
Dalam industri manufaktur modern, otomatisasi memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi. Salah satu tahapan kritis dalam proses fabrikasi struktur adalah finishing, yang mencakup sandblasting dan pengecatan. Penelitian ini membahas rancangan sistem conveyor berbasis elektro-hidrolik untuk proses sandblasting dan painting yang dikendalikan menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan sensor proximity agar proses dapat berjalan secara otomatis. metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan simulasi menggunakan Software Automation Studio. perancangan sistem ini melibatkan integrasi berbagai komponen seperti push button, sensor proximity, solenaoid valve, serta motor 3 fasa yang dikendalikan melalui ladder diagram pada PLC. Pengujian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu mengontrol pergerakan conveyor, mengaktifkan dan menonaktifkan proses sandblasting serta painting secara otomatis berdasarkan deteksi material oleh sensor proximity. hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PLC dan sensor proximity dapat meningkatkan efisiensi serta memastikan konsistensi kualitas dalam proses finishing. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan implementasi sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT) guna meningkatkan pemantauan performa sistem secara real-time.
Kata Kunci: conveyor, elektro-hidrolik, sensor proximity, motor 3 fasa, PLC, Automation Studio
Penerapan Ekstraksi Warna Alami Pelepah Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) untuk Pencelupan Kain Katun Primisima
Natural substance coloring comes from natural ingredients that are the result of plant extracts, such as banana fronds that contain tannins in their sap and produce brown pigments. Dyeing of natural substances can be done using tunjung mordan and using Primisima cotton fabric. Primisima is a type of cotton with better quality than other types of cotton, with fine and thick fibers. This study aims to find out how to apply Primisima cotton fabric in the natural dyeing of kepok banana fronds using alum mordan (Al2SO4)3, lime (CaCO3), and tunjung (Fe(SO4)3) with dyeing techniques. The mordanting process is carried out in three ways, namely pre-mordan, simultaneous, and post-mordan, then fixed to lock the natural dyes of the mordan group and provide a more permanent color effect. The novelty of this research lies in the selection of natural dye materials from the fronds of the kepok banana and the use of different mordan combinations to obtain variations in color results in Primisima cotton fabric. Based on the dyeing results, the pre-mordan using the three mordans produces brown color and color flatness in the flat category, simultaneously produces light brown color with uneven color flatness, and post-mordan produces brown color with uneven color flatness. The best results were obtained by using the tunjung mordan on the pre-mordan, compared to simultaneous and post-mordan
TANAMAN BERUS MATA BUAYA SEBAGAI INSIRASI MOTIF BATIK DALAM BUSANA KEBAYA MODERN
The purpose of designing modern kebaya fashion inspired by the crocodile eye brush plant is as a form of introduction to the crocodile eye brush plant so that people will preserve and cultivate this plant which will later be introduced through batik motifs and applied to modern kebaya fashion. This is because the crocodile eye brush plant is a typical plant from the West Kalimantan Coast which has experienced a population decline due to the surrounding community destroying the habitat of this plant. To create this work, a qualitative descriptive approach method was used with a method of creating craft art with four stages, namely pre-design, design, manifestation, and presentation of the work. Through these stages, 3 fashion designs were produced with batik motifs inspired by the crocodile eye brush plant that were stylized. The three fashion designs have a distinctive feature on the neck with the addition of a tie accent on each dress, and the materials used are brocade and cotton cloth that has been batiked. The batik motif on this dress is applied to the skirt and back of the dress. The batik design displays the characteristics of flowers, leaves, and tendrils on the crocodile eye brush plant and the colors used in this dress are black and green. This creation resulted in three dresses with batik motifs inspired by the crocodile eye brush plant which were realized into modern kebaya dresses.Tujuan dari perancangan busana kebaya modern dengan mengambil insipirasi dari tamanan berus mata buaya yaitu untuk sebagai bentuk pengenalan terhadap tanaman berus mata buaya agar masyarakat lebih melestarikan dan membudidayaan tanaman ini yang nantinya akan di perkenalan melalui motif batik serta diaplikasikan pada busana kebaya modern. Hal ini dikarenakan tanaman berus mata buaya merupakan tanaman khas dari Pesisir Kalimatan Barat yang mengalami penurun populasi akibat masyarakat sekitar. Metode yang digunakan dalam perancangan ini kualitatif pendekatan deskriptif dengen metode penciptaan karya seni kriya dengan empat tahapan yaitu pra-perancangan, perancangan, perwujudan, serta penyajian karya. Melalui tahapan tersebut menghasilkan 3 desain busana dengan motif batik yang terinsiprasi dari tanaman berus mata buaya yang distilasikan. Ketiga desain busana tersebut memiliki suatu ciri khas pada bagain leher dengan tambahan aksen dasi pada setiap busana, serta bahanyang digunakan yaitu brokat serta kain katun yang telah di batik. Motif batik pada busana ini diterapkan pada bagain busana rok serta bagian belakang busana. Pada desain batik menempilakn ciri khas dari bunga, daun, serta sulur yang ada pada tanaman berus mata buaya dan warna yang digunakan pada busana ini yaitu hitam dan hijau