Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    41952 research outputs found

    Meningkatan Pengenalan Lambang Bilangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Flashcard: Meningkatan Pengenalan Lambang Bilangan Pada Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Media Flashcard

    No full text
    The results of observations that have been carried out found the problem that the ability to recognize number symbols in children at PPT Dahlia Pondok Maritim Surabaya is still low. This problem can arise due to the lack of use of learning media that provides direct understanding so that it can create curiosity in children in receiving learning. This research aims to determine the increase in children's recognition of number symbols in each cycle, children's activities and teacher activities. Because many factors can determine the success of learning, such as children, teachers, media and learning methods. This research uses Classroom Action Research (PTK). The research was carried out through 2 cycles, each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. Data collection was carried out using observation and documentation techniques. The subjects in this study were children aged 4-5 years with a total of 9 children. The internal analysis technique used is descriptive statistical data analysis technique, data in the form of information in the form of sentences that provide letters about children's expressions related to the level of understanding of a learning material.Keywords: flashcards, classroom action research, introduction to numberHasil pengamatan yang telah dilakukan menemukan permasalahan bahwa kemampuan pengenalan lambang bilangan pada anak di PPT Dahlia Pondok Maritim Surabaya masih rendah. Permasalahan tersebut dapat muncul karena kurangnya penggunaan media pembelajaran yang memberikan pemahaman langsung sehingga dapat memunculkan rasa ingin tahu pada anak dalam menerima pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengenalan lambang bilangan anak anak pada setiap siklusnya, aktivitas anak, dan aktivitas guru. Karena banyak faktor yang dapat menentukan keberhasilan suatu pembelajaran seperti anak, guru, media dan metode pembelajaran. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan melalui 2 siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik observasidan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun dengan jumlah 9 anak. Teknik analisis dalam yang digunakan yaitu teknik analisis data stastik deskriptif, data yang berupa informasi yang berbentuk kalimat yang memberi hurufan tentang ekspresi anak berkaitan dengan tingkat pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran.Kata kunci: flashcard, penelitian tindakan kelas, pengenalan lambang bilanga

    anak usia dini,menulis,mottorik Pengembangan Media Pre-Writing Activity Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Anak Usia 3-4 tahun

    No full text
    This study aims to develop media to stimulate children's fine motor development with a focus on improving writing skills. It is important to stimulate children's fine motor development and writing skills so that children are more confident and ready to enter the next level of education. The media developed by the researcher is the Pre-Writing Activity media. The method used in this study is the development method or Research and Development (R & D), using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The research instrument is in the form of a media expert validation result sheet, a material expert validation result sheet and in the form of pretest and posttest observation results. The research subjects were 3-4 year old children. To determine the feasibility of the Pre-Writing Activity media, a validity test was carried out by media experts and material experts with a percentage score of 97.9% and 100%. Based on these results, it shows that the Pre-Writing Activity media is a very feasible media to use in stimulating fine motor development and writing skills in children aged 3-4 years.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media stimulasi perkembangan motorik halus anak dengan focus meningkatkan kemampuan menulis. Penting untuk menstimulasi  perkembangan motorik halus dan kemampuan menulis anak agar anak  lebih percaya diri dan memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Media yang dikembangkan peneliti adalah media  Pre-Writing Activity.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode pengembangan atau Research and Development (R & D), dengan menggunakan model ADDIE  (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation).  Instrument penelitin ini berupa lembar hasil validasi ahli media, lembar hasil validasi ahli materi serta berupa hasil observasi pretest dan posttest. Subjek penelitian adalah anak usia 3-4 tahun yang berjumlah 3 anak.  Untuk mengetahui kelayakan media  Pre-Writing Activity  dilakukan  uji validitas oleh ahli media dan ahli materi dengan perolehan skor persentase 97,9% dan 100%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwasanya media Pre-Writing Activity merupakan media yang sangat layak digunakan dalam menstimulasi perkembangan motorik halus dan kemampuan menulis anak usia 3-4 tahun

    MORALITAS DALAM KUMPULAN DONGENG FABEL (14 DONGENG SEBELUM TIDUR) KARYA SULISTIYO WIBOWO DKK

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan moralitas prinsip sikap baik, prinsip keadilan, dan prinsip hormat terhadap diri sendiri dalam kumpulan dongeng fabel (14 Dongeng Sebelum Tidur) karya Sulistiyo Wibowo, dkk. Moralitas dipilih karena pada masa kini semakin banyak remaja yang mengalami krisis moralitas. Hal tersebut disebabkan oleh pengaruh teknologi yang semakin pesat, perubahan gaya hidup, dan lingkungan sekitar. Diperlukan pengajaran dan pembentukan moralitas untuk membentuk moral agar dapat berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan pragmatik yang melihat karya sastra sebagai media untuk menyampaikan tujuan tertentu kepada pembaca dengan menggunakan rancangan penelitian deksriptif kualitatif. Sumber data penelitian menggunakan kumpulan dongeng fabel (14 Dongeng Sebelum Tidur) karya Sulistiyo Wibowo, dkk. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membaca dan memahami dongeng dengan cermat serta melakukan pencatatan terhadap moralitas prinsip sikap baik, prinsip keadilan, dan prinsip hormat terhadap diri sendiri yang terdapat dalam dongeng. Analisis data dilakukan dengan tahap klasifikasi, penafsiran, dan simpulan. Hasil yang didapatkan adalah bahwa dalam kumpulan dongeng tersebut ditemukan tiga prinsip moralitas, yaitu prinsip sikap baik, yang meliputi kejujuran, nilai otentik, kesediaan bertanggung jawab, kemandirian moral, keberanian moral, kerendahan hati, serta realistik dan kirits, prinsip keadilan, dan prinsip hormat terhadap diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa kumpulan dongeng fabel dapat digunakan sebagai media pengajaran dan pembentukan moralitas pada anak. Kata Kunci: Cerita anak, dongeng, fabel, moralitas, sika

    PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DIGITAL TEMA WISATA SIDOARJO BERMUATAN PLURIKULTURAL BAGI PEMELAJAR BIPA LEVEL 1

    Full text link
    Terbatasnya modul pembelajaran bermuatan plurikultural dengan tema wisata kearifan lokal yang ada untuk mencegah terjadinya kesalapahaman budaya komunikasi dan interaksi bagi pemelajar asing merupakan maksud dari pengembangan modul pembelajaran BIPA supaya terus dikaji dan dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjabarkan proses pengembangan modul pembelajaran digital tema wisata Sidoarjo bermuatan plurikultural bagi pemelajar BIPA level 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Reasech and Development (R&D) dan model penelitian berupa analisis (Analyzis), desain (Design), pengembangan (Development), implementasi (Implementation), dan evaluasi (Evaluation) atau ADDIE. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data campuran, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Subjek data penelitian ini ialah mahasiswa BIPA level 1 yang ada di Universitas Negeri Surabaya. Hasil dari proses pegembangan modul pembelajaran ini  1) analisis, meliputi penelitian dan pengumpulan informasi dengan teknik wawancara yang dilakukan kepada pengajar BIPA; 2) desain, pada tahap ini dilakukan dengan teknik ceklist yang dilakukan oleh peneliti untuk mencatat proses pengembangan modul pembelajaran BIPA; 3) pengembangan, dilakukan dengan teknik ceklis dan angket untuk memantau setiap langkah pembuatan, validasi, dan revisi modul pembelajaran sebelum diimplementasikan pada pemelajar BIPA; 4) implementasi, pada tahap ini dilakukan dengan teknik angket dan pelatihan soal kepada pemelajar BIPA level 1 untuk mendapatkan data keefektifan dan kepraktisan modul pembelajaran; serta 5) tahap evaluasi, dalam tahap ini dilakukan dengan teknik ceklist untuk mengevaluasi perincian setiap tahap pengembangan, penerapan, hingga revisi akhir modul pembelajaran. Kemudian, kualitas modul pembelajaran ini diukur dengan nilai kevalidan, keevektifan, dan kepraktisan diperoleh. Akumulasi nilai rata-rata modul pembelajaran tema wisata Sidoarjo bermuatan plurikultural ialah 93% yang dapat dinyataka layak digunakan. Kata Kunci: plurikultural, BIPA, modul pembelajaran digital, kearifan lokal &nbsp

    APLLYING ATA ERROR CATEGORIES TO ANALYZE ENGLISH TRANSLATION OF MUSEUM SANDI YOGYAKARTA’S EXHIBITION LABELS

    Full text link
    As one of the popular educational destinations, the museum attracts both local and foreign visitors who are eager to learn about the country’s cultural heritage and history. Therefore, it is crucial to have translations in other languages, particularly in English. As a global language, English translations can greatly assist foreign visitors in comprehending the content. Unfortunately, there are some cases where translation errors appear in the exhibition labels in museums, affecting the translation accuracy and leading to confusion for the readers. This study aims to identify the types of translation errors on the exhibition labels of Museum Sandi Yogyakarta. This study used qualitative descriptive methods, including observation and data collection. Based on the result, there are 10 translation errors out of 24 types, according to ATA’s Framework for Standardized Error Making.  The most prominent types were found in usage and punctuation errors, occurring 18 times for both cases. The errors were mainly influenced by the translator's negligence, carelessness, and a lack of research regarding the rules in the target language

    Powder’s Trauma in Netflix TV Series Arcane (2021)

    Full text link
    Trauma is a mental wound that occurs after experiencing a traumatic incident. This study is focused on Powder from Netflix animated TV Series Arcane (2021) written by Christian Linke and Alex Yee, who has the depiction of trauma after a traumatic incident that involved the death of her loved ones. The researcher uses the theory of trauma by Cathy Caruth (1996) to see the main cause and manifestation of trauma in Powder’s life. The methodology that will be used for this research is in the form of qualitative content analysis, where the researcher will examine the animated TV series Arcane (2021) by Christian Linke and Alex Yee on Netflix by using the visual elements expressed in the TV series, alongside the textual data provided from the series’ subtitles. The results of the study found out that Powder’s manifestation of trauma comes in the form of hallucination and nightmares where she would remember the death of her loved ones

    ANALISIS PENGARUH RATA-RATA LAMA SEKOLAH, PDRB, UPAH MINIMUM, DAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI JAWA TIMUR

    Full text link
    Pengangguran merupakan permasalahan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya adalah Provinsi Jawa Timur. Tingkat pengangguran yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah sosial dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah, PDRB per kapita, upah minimum, dan tingkat partisipasi angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur pada tahun 2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda, dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur. Berdasarkan hasil regresi berganda menunjukkan bahwa variabel rata-rata lama sekolah, PDRB per kapita, upah minimum, dan tingkat partisipasi angkatan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur. Variabel PDRB per kapita dan tingkat partisipasi angkatan kerja berpengaruh negatif, sedangkan rata-rata lama sekolah dan upah minimum berpengaruh positif

    PENINGKATAN AKURASI PREDIKSI DATA SAHAM TELKOM INDONESIA DENGAN METODE SIX SIGMA DMAIC

    Full text link
    Akurasi prediksi harga saham sangat penting dalam keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan meningkatkan akurasi prediksi data saham Telkom Indonesia (TLKM) dengan menerapkan metode Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi dan mengurangi variasi dalam data saham, serta memperbaiki proses prediksi dengan analisis statistik yang lebih akurat. Pada tahap Define, tujuan penelitian dan faktor kritis yang mempengaruhi prediksi saham ditetapkan. Tahap Measure melibatkan pengumpulan data historis saham TLKM dan pengukuran kinerja prediksi saat ini. Analisis data pada tahap Analyze dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab variasi dan ketidaktepatan dalam prediksi. Tahap Improve bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan solusi untuk meningkatkan akurasi prediksi. Terakhir, tahap Control memastikan bahwa perbaikan yang telah dilakukan berkelanjutan dan dipertahankan dalam jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Six Sigma DMAIC dapat secara signifikan meningkatkan akurasi prediksi harga saham TLKM. Dengan menggunakan analisis statistik dan pemodelan yang lebih baik, variasi dalam data dapat dikurangi, dan pola-pola yang lebih akurat dapat diidentifikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi investor dan manajer portofolio dalam membuat keputusan investasi yang lebih informasi dan terukur, serta menawarkan pendekatan yang dapat diterapkan pada berbagai jenis data saham lainnya. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya meningkatkan kualitas prediksi saham Telkom Indonesia, tetapi juga membuka peluang untuk penerapan metode serupa dalam analisis saham perusahaan lain di masa depan. Keseluruhan proses DMAIC memastikan peningkatan prediktif yang terukur dan berkelanjutan, menjadikannya model yang sangat efektif untuk penelitian lebih lanjut

    Berpikir Reflektif Siswa SMA dalam Menyelesaikan Masalah Geometri dari Gaya Belajar

    Full text link
    Reflective thinking is one of the higher order thinking. Reflective thinking has not been fully realized during learning at school. This is due to the existence of a factor that influences one of them in terms of learning style. This research is a qualitative descriptive study that aims to describe the reflective thinking of high school students in solving geometry problems from visual, auditory, and kinesthetic learning styles. The research subjects were 3 students of each learning style and high math ability at SMA Negeri in Sidoarjo. Collecting data using tests, questionnaires, and interviews. Data were analyzed using indicators of reflective thinking contained in the four components of reflective thinking, namely selection of techniques, monitoring, insight, and conceptualization. The results of the study show that 1) students with a visual learning style have carried out all indicators on the reflective thinking component, namely selection of techniques, monitoring, conceptualization, and several indicators on the insight component, namely not checking and identifying wrong statements 2) students with an auditory learning style have carried out all indicators on the thinking component, namely monitoring and insight as well as several indicators on the selection of techniques and conceptualization components, namely not understanding the questions properly, not finding different strategies/alternatives to solve problems, and not connecting relevant experiences with problems 3) students with the kinesthetic learning style have carried out all a series of components of reflective thinking at once or the same as carrying out all the indicators totaling thirteen indicators of reflective thinking in it

    PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE BAGI ANAK CEREBRAL PALSY

    Full text link
    ABSTRAK Kemampuan motorik halus penting sebagai dasar untuk melakukan kegiatan sehari hari seperti merawat diri dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan media puzzle terhadap peningkatan kemampuan motorik halus anak cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR) dan desain penelitian A-B-A. Subjek yang diteliti satu siswa dengan Cerebral palsy Quadriplegia di Yayasan Nawangsasi Takarini PNTC Solo. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan observasi dengan instrumen berupa pedoman observasi. Teknik analisis menggunakan analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil analisis data menunjukkan stabilitas data yang konsisten pada fase baseline 1 (A1) dan baseline 2 (A2) dengan persentase 100%, serta stabilitas yang baik pada fase intervensi (B) sebesar 87,5%. Hal ini berarti penggunaan media Puzzle sebagai intervensi dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak dengan cerebral palsy. Implikasi dari penelitian ini yaitu penggunaan media puzzle berfungsi sebagai media pembelajaran yang dapat merangsang koordinasi mata-tangan, kontrol gerakan tangan dan jari, serta kemampuan pemecahan masalah pada anak-anak. Kata kunci : Motorik Halus, Puzzle, Cerebral palsy   ABSTRACT Fine motor skills are important as a basis for performing daily activities such as self-care and participating in learning activities. This study aims to prove the effect of using puzzle media on improving the fine motor skills of children with cerebral palsy. This research uses a quantitative approach of experimental type with a single subject or Single Subject Research (SSR) and A-B-A research design. The subject studied was one student with Cerebral palsy Quadriplegia at the Nawangsasi Takarini Foundation PNTC Solo. The technique of data collection process in this study uses observation with instruments in the form of observation guidelines. Analysis techniques to make conclusions using analysis in conditions and analysis between conditions. The results of data analysis show consistent data stability in the baseline 1 (A1) and baseline 2 (A2) phases with a percentage of 100%, as well as good stability in the intervention phase (B) of 87.5%. This means that the use of Puzzle media as an intervention can improve fine motor skills in children with cerebral palsy The implication of this research is that the use of puzzle media serves as a learning medium that can stimulate eye-hand coordination, control of hand and finger movements, and problem solving skills in children. Keywords : Fine Motor, Puzzle, Cerebral pals

    35,952

    full texts

    41,952

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇