Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    41952 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS V SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh permainan engklek pada pembelajaran matematika terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik kelas 5 sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen Non-Equivalent Control Design. Di mana desain ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan dan keadaan setelah diberi perlakuan (posttest). Pada penelitian ini diperoleh hasil validasi soal sebesar 80% (sangat valid). Dari data uji coba diketahui hasil uji validitas tiap butir soal pretest dan posttest dengan jumlah awal 30 soal pilihan ganda hingga menjadi 15 soal pilihan ganda berkategori valid dan hasil uji relibilitas diperoleh sebesar 0,618 (> 0,329) dikategorikan reliabel. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (Sig. <0,05), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh peningkatan hasil belajar peserta didik ditinjau dari penggunaan media permainan engklek pada kelas V.  Kata Kunci: pengaruh, permainan engklek, bangun datar

    ANALISIS PENAMBAHAN DOSIS ALUMINIUM SULFAT TERHADAP PH AIR DENGAN METODE JAR-TEST DI PT. HANARIDA TIRTA BIRAWA: Kata Kunci: Jar-test, Koagulan, pH

    No full text
    Metode Jar Test merupakan suatu metode pengujian untuk mengetahui kemampuan suatu koagulan dan menentukan kondisi operasi dosis optimum pada proses penjernihan air. Jar Test biasanya digunakan untuk menentukan konsentrasi dari koagulan. Koagulan yang digunakan yaitu aluminium sulfat. Besaran yang diukur dan dicatat dalam Jar Test meliputi pH dan NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Namun, parameter yang di ukur pada penelitian ini yaitu pH. pH merupakan parameter penting untuk menentukan kadar asam atau basa dalam air. pH air yang di produksi oleh PT. Hanarida Tirta sekitar >7. pH yang sesuai akan meningkatkan efisiensi pengolahan air dengan mengurangi kekeruhan dan kandungan zat-zat terlarut. Berdasarkan hasil pengujian jar-test, pemberian bahan kimia yaitu aluminium sulfat dapat mengurangi nilai pH kadar air baku di PT. Hanarida Tirta Birawa dengan penurunan sebesar 5%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai PH dengan penambahan koagulan telah memenuhi standart SNI 698911.2019. Adanya dosis yang optimal dalam penggunaan aluminium sulfat dapat mengurangi potensi risiko kesehatan akibat penggunaan koagulan yang berlebihan. Kata Kunci: Jar-test, Koagulan, pH Abstract The Jar Test method is a test method to determine the ability of a coagulant and determine the optimum dosage operating conditions in the water purification process. Jar Test is usually used to determine the concentration of the coagulant. The coagulant used is aluminum sulfate. The quantities measured and recorded in the Jar Test include pH and NTU (Nephelometric Turbidity Unit). However, the parameter measured in this study is pH. pH is an important parameter for determining acid or base levels in water. The pH of water produced by PT Hanarida Tirta is around >7. The appropriate pH will increase the efficiency of water treatment by reducing turbidity and solute content. Based on the results of jar-test testing, the provision of chemicals, namely aluminum sulfate, can reduce the pH value of raw water levels at PT Hanarida Tirta Birawa with a decrease of 5%. These results indicate that the PH value with the addition of coagulants has met the SNI 698911.2019 standard. The existence of an optimal dose in the use of aluminum sulfate can reduce potential health risks due to excessive coagulant use. Keywords: Jar-test, coagulant, pH

    KESENIAN JARANAN ROGO SAMBOYO PUTRO DI DESA KETAMI KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI TAHUN 2009-2023

    No full text
    Jaranan merupakan bagian kesenian yang terkenal di Jawa Timur sebagai media ritual sakral maupun hiburan. Popularitas kesenian jaranan kini menjadi daya tarik sendiri di kalangan masyarakat, seperti Grup kesenian jaranan Rogo Samboyo Putro di Desa Ketami. Rumusan masalah penelitian ini adalah 1) Bagaimana sejarah lahirnya Kesenian Jaranan Rogo Samboyo Putro, 2) Bagaimana perkembangan Kesenian Jaranan Rogo Samboyo Putro Di Desa Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri 2009-2023, 3) Bagaimana cara menjaga eksistensi kesenian Jaranan Rogo Samboyo Putro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penulisan sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa bermula dari bubarnya Grup Manggolo Putro yang diikuti oleh Bapak Gunawan sang pendiri jaranan Rogo Samboyo Putro, dalam keberhasilan perkembangan dan pelestarian kesenian ini melibatkan sinergi tiga elemen utama: pemerintah Kota Kediri melalui regulasi dan penyelenggaraan event budaya, partisipasi aktif masyarakat, serta inovasi internal dari kelompok Rogo Samboyo Putro sendiri. Eksistensi grup jaranan Rogo Samboyo Putro dilakukan dengan baik (1) menjaga mutu seniman jaranan (2) penambahan sinden dan penyanyi (3) pembaharuan kostum setiap 1-2 tahun sekali (4) menjaga alat peraga dan gamelan jaranan (5) membuat merchandise untuk fans (6) menjaga harga pasar Rogo Samboyo Putro agar tetap diterima baik oleh masyarakat kota Kediri maupun luar kota Kediri. Keberhasilan Jaranan Rogo Samboyo Putro menjadikan digitalisasi sebagai model referensi bagi seniman Jaranan lainnya dalam mempertahankan kesenian tradisional yang tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi akar identitas masyarakat

    Implementasi Program Cakap Digital di SMK Krian 2 Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    SMK 2 Krian Sidoarjo merupakan salah satu sekolah tingkat kejurusan di kabupaten sidoarjo yang menerapkan kebijakan program cakap digital berupa aplikasi Onklas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi program cakap digital di SMK Krian 2 Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian ini adalah Implementasi program cakap digital di SMK Krian 2 Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo berdasarkan teori warwick (2008) terdiri dari 4 variabel yaitu kemampuan organisasi, informasi, dukungan, pembagian potensi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Data penelitian berupa data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui profil sekolah, dokumentasi, laporan historis, dan dokumen yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini adalah 1) Pada variabel kemampuan organisasi terdiri dari indikator kemampuan teknis, koordinasi dan SOP sehingga memberikan kemudahan pelaksanaan aplikasi Onklas. 2) Pada variabel informasi, aplikasi Onklas menyediakan berbagai fitur lengkap yang mendukung kegiatan belajar mengajar seperti absensi, mengadakan ujian, pengumuman nilai ujian, materi pembelajaran, dan komunikasi. 3) Pada variabel dukungan terdiri dari indikator kualitas kebijakan, kapasitas implementator, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Pada variabel pembagian potensi kurangnya komunikasi dan koordinasi serta kurangnya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program.SMK 2 Krian Sidoarjo merupakan salah satu sekolah tingkat kejurusan di kabupaten sidoarjo yang menerapkan kebijakan program cakap digital berupa aplikasi Onklas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi program cakap digital di SMK Krian 2 Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian ini adalah Implementasi program cakap digital di SMK Krian 2 Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo berdasarkan teori warwick (2008) terdiri dari 4 variabel yaitu kemampuan organisasi, informasi, dukungan, pembagian potensi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Data penelitian berupa data primer melalui wawancara dan data sekunder melalui profil sekolah, dokumentasi, laporan historis, dan dokumen yang relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian ini adalah 1) Pada variabel kemampuan organisasi terdiri dari indikator kemampuan teknis, koordinasi dan SOP sehingga memberikan kemudahan pelaksanaan aplikasi Onklas. 2) Pada variabel informasi, aplikasi Onklas menyediakan berbagai fitur lengkap yang mendukung kegiatan belajar mengajar seperti absensi, mengadakan ujian, pengumuman nilai ujian, materi pembelajaran, dan komunikasi. 3) Pada variabel dukungan terdiri dari indikator kualitas kebijakan, kapasitas implementator, karakteristik dan dukungan kelompok sasaran, kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Pada variabel pembagian potensi kurangnya komunikasi dan koordinasi serta kurangnya pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program

    IMPLEMENTASI PROGRAM PEMUTIHAN DENDA PAJAK DAN BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR (BBNKB) DI SAMSAT KABUPATEN MADIUN

    Get PDF
    Rendahnya kepatuhan wajib pajak dan tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan mengurangi beban administratif bagi masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Pemutihan Denda Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Namun, implementasi program ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kebijakan pemutihan, rendahnya partisipasi wajib pajak, serta keterbatasan sosialisasi dan koordinasi antar instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemutihan di SAMSAT Kabupaten Madiun dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn digunakan sebagai kerangka analisis, dengan fokus pada enam variabel utama: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi implementor, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi keberhasilan kebijakan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat SAMSAT dan Bapenda, observasi langsung di lokasi, serta analisis dokumen resmi terkait kebijakan pemutihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan penerimaan PAD, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan informasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan rendahnya partisipasi wajib pajak. Rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan sosialisasi dan koordinasi antar instansi untuk memastikan keberhasilan program di masa depan.Rendahnya kepatuhan wajib pajak dan tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kepatuhan pajak dan mengurangi beban administratif bagi masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan Program Pemutihan Denda Pajak dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Namun, implementasi program ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kebijakan pemutihan, rendahnya partisipasi wajib pajak, serta keterbatasan sosialisasi dan koordinasi antar instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pemutihan di SAMSAT Kabupaten Madiun dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn digunakan sebagai kerangka analisis, dengan fokus pada enam variabel utama: standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antar organisasi, disposisi implementor, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang memengaruhi keberhasilan kebijakan. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat SAMSAT dan Bapenda, observasi langsung di lokasi, serta analisis dokumen resmi terkait kebijakan pemutihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan penerimaan PAD, namun masih terdapat kendala seperti keterbatasan informasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan rendahnya partisipasi wajib pajak. Rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan sosialisasi dan koordinasi antar instansi untuk memastikan keberhasilan program di masa depan

    ANALYSIS OF JUDGE'S CONSIDERATIONS IN CRIMINAL SENTENCES FOR CLASS 1 DRUG ABUSE FOR SELF (Case Study of Labuan Bajo District Court Decision Number 28/Pid.Sus/2023/Pn Lbj)

    No full text
    The research findings indicate that judges overlook the facts revealed during the trial when deciding cases of self-use of Class 1 narcotics, failing to consider the provisions in Supreme Court Circular Letter Number 1 of 2017, particularly in the criminal chamber formulation letter (b). This research emphasizes the importance for judges to explore other legal sources, such as the Supreme Court Circular Letter Number 1 of 2017, previous rulings, and expert doctrines, in delivering verdicts against perpetrators of self-use narcotics offenses. If the judge does not consider these legal sources, the resulting verdict may lead to defects in the imposition of punishment. The conclusion of this study is that the judge's considerations in sentencing Defendant I Sarjan alias Jek and Defendant II Abdul Jalani alias Buce did not comply with the provisions of the Supreme Court Circular Letter Number 1 of 2017. In its decision, the judge did not use the Supreme Court Circular as a consideration, which resulted in the decision in case number 28/Pid.sus/2023/PN Lbj not being in accordance with the provisions. Based on research and discussion, the author concludes that if the judge does not use the Supreme Court Circular Letter Number 1 of 2017 as a consideration, it may result in defects in the imposition of narcotics abuse penalties, and the decision

    The Study of Reading Comprehension Questions in Bright an English 2 Based on Barrett's Taxonomy

    Get PDF
    Abstrak Penelitian kualitatif ini menerapkan metode analisis konten untuk menganalisis relevansi pertanyaan pemahaman membaca dalam buku Bright an English 2 (versi kurikulum Merdeka) terhadap jenis-jenis pemahaman dalam taksonomi Barrett. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proporsi pertanyaan di tiga tingkat pemahaman. Tabel checklist digunakan sebagai instrumen untuk mengklasifikasikan setiap pertanyaan membaca ke dalam lima jenis pemahaman: literal, reorganisasi, inferensial, evaluasi, dan apresiasi, berdasarkan kriteria Barrett. Analisis menunjukkan bahwa pertanyaan membaca dalam buku teks hanya relevan dengan empat jenis pemahaman, kecuali 'apresiasi'. Keempat jenis tersebut selanjutnya dikelompokkan menjadi tiga tingkat pemahaman: tingkat rendah (pemahaman literal dan reorganisasi), tingkat menengah (pemahaman inferensial), dan tingkat tinggi (evaluasi). Untuk memeriksa proporsi pertanyaan di ketiga tingkat ini, peneliti menjumlahkan persentase dari setiap jenis pemahaman dalam kelompok tingkat yang sesuai. Hasilnya menunjukkan bahwa pertanyaan tingkat rendah memiliki proporsi tertinggi dalam buku, yaitu 81% dari total pertanyaan, sementara pertanyaan tingkat tinggi memiliki proporsi terendah, yaitu hanya 4%. Akhirnya, menjadi jelas bahwa buku tersebut tidak mencakup semua jenis pemahaman dalam taksonomi Barrett dan tidak mencerminkan proporsi yang seimbang dari ketiga tingkat pemahaman di dalamnya. Buku tersebut seharusnya disusun dengan proporsi yang lebih seimbang dari ketiga tingkat tersebut agar lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman membaca siswa. This qualitative research applied content analysis method to analyze the relevance of reading comprehension questions in the textbook Bright an English 2 (kurikulum Merdeka/Freedom curriculum version) to the comprehension types in Barrett’s taxonomy. Additionally, the study aimed to describe the proportions of questions across three comprehension levels. A checklist table was used as an instrument to classify each reading question into five comprehension types: literal, reorganization, inferential, evaluation, and appreciation, based on Barrett’s criteria. The analysis revealed that the reading questions in the textbook were relevant to only four comprehension types, excluding ‘appreciation’. These four types were further grouped into three comprehension levels: low-level (literal comprehension and reorganization), middle-level (inferential comprehension), and high-level (evaluation). To examine the proportions of questions across these levels, the researcher summed up the percentages of each comprehension type within their corresponding level groups. The results showed that low-level questions have the highest proportion in the textbook, representing 81% of the total questions, while high-level questions have the lowest proportion, at only 4%. Finally, it became evident that the textbook does not cover all the types of comprehension in Barrett’s taxonomy and fails to reflect a balanced proportion of the three comprehension levels within it. The textbook should be organized to include a more balanced proportion of these levels to more effectively enhance students’ critical thinking and reading comprehension

    Sistem Rekomendasi Wawancara Calon Karyawan dengan Metode SVM dan Algoritma Kelelawar

    Get PDF
    Seiring dengan semakin tingginya angka angkatan kerja di Indonesia, proses seleksi calon karyawan menjadi semakin kompleks dan membutuhkan waktu cukup lama untuk menemukan calon karyawan yang memiliki peluang besar untuk semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem rekomendasi calon karyawan memanfaatkan metode Support Vector Machine (SVM) dan algoritma kelelawar serta mengimplementasikan menggunakan framework Flask. Metodologi yang digunakan akan mengacu analisa pokok permasalahan secara mendalam, pengembangan model, dan pengembangan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi SVM dan algoritma kelelawar menghasilkan nilai akurasi paling optimal serta mampu membuat proses seleksi tahap awal menjadi lebih efisien dan menghemat waktu. Penelitian ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam proses seleksi calon karyawan di berbagai perusahaan

    Bentuk Hegemoni terhadap Dominasi Gender dalam Film Xiàngfēng Érxíng 《向风而行》: Perspektif Hegemoni Antonio Gramsci

    Get PDF
    AbstrakHegemoni merujuk pada dominasi suatu kelas sosial terhadap kelas sosial lainnya, yang dicapai melalui persetujuan dan penerimaan ideologi serta norma-norma oleh masyarakat secara luas. Salah satunya adalah hegemoni terhadap dominasi gender dalam pekerjaan sebagai pilot, seperti pada film Xiàngfēng  Érxíng 《向风而行》karya Yú Qiào《虞俏》 dan Wáng Zhī《王之》. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk hegemoni terhadap dominasi gender dalam film Xiàngfēng  Érxíng 《向风而行》karya Yú Qiào《虞俏》 dan Wáng Zhī《王之》 melalui perspektif hegemoni Gramsci. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif karena data yang digunakan berupa tuturan yang merepresentasikan bentuk hegemoni oleh para tokoh dalam film tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan data yang ditemukan secara runtut dan jelas. Teknik simak bebas libat cakap juga digunakan untuk mengumpulkan data serta teknik analisis data metode padan digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis data menunjukkan terdapat empat bentuk hegemoni terhadap dominasi gender, yaitu hegemoni bentuk budaya, intelektual, politik, dan ekonomi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, bentuk hegemoni budaya adalah yang paling banyak ditemukan dalam film Xiàngfēng  Érxíng 《向风而行》karya Yú Qiào《虞俏》 dan Wáng Zhī《王之》. 摘要霸权是指一个社会阶级对另一个社会阶级的支配,这种支配通过社会广泛认同和接受的意识形态和规范来实现。其一例是对飞行员职业中的性别霸权,如在虞俏《向风而行》和王之《向风而行》影片中表现的那样。本研究旨在通过格兰姆西霸权视角描述在虞俏和王之的《向风而行》影片中表现的性别霸权形式。 本研究是一项质性研究,所用数据为影片中人物言论中所表现的霸权形式。研究方法采用描述性方法,系统且清晰地描述发现的数据。为了收集数据,还采用了自由听说技术,并使用匹配方法进行数据分析。数据分析结果表明,性别霸权存在四种形式:文化霸权、知识霸权、政治霸权和经济霸权。基于数据分析结果,在虞俏和王之的《向风而行》影片中,文化霸权是最常见的形式。 AbstractHegemony refers to the domination of one social class over another, achieved through the consensus and acceptance of ideology and norms by society at large. One such instance is the hegemony over gender domination in the occupation of pilots, as depicted in the film Xiàngfēng Érxíng 《向风而行》by Yú Qiào《虞俏》 and Wáng Zhī《王之》. This study aims to describe the forms of hegemony over gender domination in the film Xiàngfēng Érxíng 《向风而行》by Yú Qiào《虞俏》 and Wáng Zhī《王之》through the perspective of Gramscian hegemony. This is a qualitative study, as the data used comprises dialogues representing the forms of hegemony exhibited by the characters in the film. The research method employed is descriptive, systematically and clearly describing the data found. The free speaking-listening technique is also used to collect data, and the matching method is employed for data analysis. The results of the data analysis indicate that there are four forms of hegemony over gender domination: cultural, intellectual, political, and economic hegemony. Based on the data analysis, cultural hegemony is the most frequently observed form in the film Xiàngfēng Érxíng 《向风而行》by Yú Qiào《虞俏》 and Wáng Zhī《王之》

    PENGARUH PELAYANAN PRIMA OLEH CUSTOMER SERVICE TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN TRANS ICON MALL SURABAYA

    Get PDF
    Di era globalisasi, informasi publik menjadi kebutuhan mutlak bagi masyarakat. Akses memperoleh informasi menjadi hak dasar yang harus didapatkan setiap manusia. Berbicara mengenai informasi tidak lepas kaitannya dengan komunikasi, pelayanan prima dan customer service. Hal tersebut merupakan unsur pusat perbelanjaan untuk tetap kompetitif demi membangun loyalitas pelanggan. Trans Icon Mall Surabaya sebagai pusat perbelanjaan baru yang memiliki visi besar menjadi pusat perbelanjaan terdepan di Jawa Timur, terus berupaya memberikan pengalaman belanja memuaskan kepada pelanggan melalui pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan prima oleh customer service terhadap loyalitas pelanggan Trans Icon Mall Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan uji regresi linear sederhana, menunjukkan pelayanan yang diberikan dengan emphaty, cepat dan efisien, konsistensi, menepati janji, berpengetahuan   mendalam terhadap produk atau jasa, bersikap ramah dan sopan, dengan penerapan komunikasi secara empati ketika memberikan pelayanan prima berpengaruh pada loyalitas pelanggan.Di era globalisasi, informasi publik menjadi kebutuhan mutlak bagi masyarakat. Akses memperoleh informasi menjadi hak dasar yang harus didapatkan setiap manusia. Berbicara mengenai informasi tidak lepas kaitannya dengan komunikasi, pelayanan prima dan customer service. Hal tersebut merupakan unsur pusat perbelanjaan untuk tetap kompetitif demi membangun loyalitas pelanggan. Trans Icon Mall Surabaya sebagai pusat perbelanjaan baru yang memiliki visi besar menjadi pusat perbelanjaan terdepan di Jawa Timur, terus berupaya memberikan pengalaman belanja memuaskan kepada pelanggan melalui pelayanan prima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelayanan prima oleh customer service terhadap loyalitas pelanggan Trans Icon Mall Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif yang menggunakan uji regresi linear sederhana. Berdasarkan uji regresi linear sederhana, menunjukkan pelayanan yang diberikan dengan emphaty, cepat dan efisien, konsistensi, menepati janji, berpengetahuan  mendalam terhadap produk atau jasa, bersikap ramah dan sopan, dengan penerapan komunikasi secara empati ketika memberikan pelayanan prima berpengaruh pada loyalitas pelanggan

    35,952

    full texts

    41,952

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇