Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Analisis Strength, Weakness, Opportunity, And Threats Pada Pembinaan Prestasi Bolatangan Kabupaten Lamongan
Kegiatan olahraga prestasi dilakukan secara professional dengan tujuan memperoleh prestasi yang optimal disetiap cabang olahraga. Dalam organisasi olahraga, pembinaan merupakan elemen krusial untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pembinaan ialah upaya untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mengembangkan aspek tertentu. Didalamnya analisis SWOT menjadi alat penting dalam mengidentifikasi dan mengelola pembinaan prestasi. Dengan memahami kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman dari lingkungan eksternal, organisasi dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan mencapai kesuksesan dalam pembinaan prestasi. Salah satu contoh didalam penelitian ini yakni Kabupaten Lamongan yang telah aktif terlibat dalam berbagai kejuaraan di tingkat provinsi dengan klub bolatangannya. Selanjutnya, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pembinaan prestasi cabang olahraga bolatangan di kabupaten Lamongan berdasarkan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis SWOT menunjukkan bahwa pembinaan klub bolatangan Lamongan telah berjalan dengan baik. Dibuktikan dengan hasil survey bahwa klub bolatangan Lamongan memiliki faktor kekuatan, antara lain sarana dan prasarana latihan yang memadai, kualitas pelatih, atlet berbakat, program latihan yang terstruktur, dan manajemen klub yang efektif. Klub bola tangan Lamongan juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan seperti mengirim atlet dalam kejuaraan, postur tubuh atlet yang memadai, serta pengetahuan pelatih terhadap potensi setiap atletnya. Ancaman yang dihadapi klub bolatangan Lamongan yaitu persaingan antar tim bolatangan serta dukungan orang tua terhadap atlet. Jika ancaman-ancaman yang ada tidak segera diatasi, perkembangan atlet dalam mencapai target prestasi mereka akan terhambat, dan pembinaan bolatangan Lamongan akan terganggu.
Kata Kunci: Pembinaan Prestasi, SWOT, Bola Tanga
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC HURDLE JUMP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT TUNGKAI PEMAIN SEPAK BOLA SSB TULUNGAGUNG PUTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan plyometric hurdle jump terhadap power otot tungkai pemain sepakbola SSB Tulungagung Putra. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif menggunakan group prettest-posttest design. Sampel yang digunakan pada penelitian ini ialah pemain sepakbola SSB Tulungagung Putra berjumlah 18 orang yang diberi treatment selama 18 kali pertemuan dengan intensitas 3 kali seminggu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Pre- Experimental Design. Dan teknik analisis data pada penelitian ini ada beberapa tahap dengan dibantu menggunakan aplikasi statistik SPSS, satu uji analisis deskriptif, kedua uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, dan yang terakhir uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-test. Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai signifikasi sebesar 0,001 yang berarti nilai tersebut lebih kecil dari tingkat signifikasi 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dan dari hasil penelitian ini bahwa latihan Plyometric hurdle jump terhadap power otot tungkai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap power otot tungkai pemain SSB Tulungagung putra.
Kata Kunci : Plyometric Hudrle Jump, Power Otot Tungkai, Sepak Bol
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR QUENCHING DAN MEDIA PENDINGIN OLI PADA MATERIAL BAJA AISI 4140 TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO
Abstrak
Keausan merupakan suatu kerusakan pada penampang atau permukaan material. Salah satu komponen mesin yang sering mengalami keausan dikarenakan cara kerjanya bergesekan secara terus-menerus yaitu poros engkol. Poros engkol adalah sebuah bagian pada mesin yang mengubah gerak vertikal / horizontal dari piston menjadi gerak rotasi. Poros engkol yang aus dapat menyebabkan mesin mengeluarkan suara berisik, cepat panas, bahkan menyebabkan mesin mati. Untuk mengatasi terjadinya keausan pada poros engkol yaitu dengan cara meningkatkan sifat kekerasan pada material. Material baja AISI 4140 adalah jenis baja yang digunakan dalam pembuatan poros engkol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen untuk mengetahui nilai kekerasan material serta mengetahui fasa akhir yang terbentuk setelah dilakukan proses quenching dengan memvariasikan temperatur pemanasan (850°C, 900°C, dan 950°C) dengan holding time 30 menit dan media pendingin berupa oli SAE 5W-30, oli SAE 10W-40, dan oli SAE 15W-50. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat uji kekerasan rockwell dan alat uji metalografi. Berdasarkan analisis data pengujian kekerasan dan pengujian metalografi, maka dapat disimpulkan bahwa hasil uji kekerasan raw material sebesar 29, 1 HRC mengalami peningkatan tertinggi setelah dilakukan perlakuan sebesar 42,8 HRC dengan temperatur 950°C menggunakan media pendingin oli SAE 5W-30. Untuk hasil metalografi raw material memiliki fasa perlit dan ferit sedangkan setelah dilakukan perlakuan fasa perlit lebih dominan dibandingkan fasa ferit dan mulai terbentuknya fasa martensit di bagian tepi yang memiliki sifat keras.
Kata Kunci: Poros engkol, kekerasan, Viskositas oli, Metalografi, AISI 4140
Abstract
Wear is damage to the cross-section or surface of a material. One of the engine components that often experiences wear due to its continuous friction is the crankshaft. The crankshaft is a part of the engine that converts the vertical / horizontal motion of the piston into rotational motion. A worn crankshaft can cause the engine to make a noisy sound, heat up quickly, and even cause the engine to die. To overcome wear on the crankshaft, namely by increasing the hardness of the material. AISI 4140 steel material is the type of steel used in making crankshafts. The method used in this study uses an experimental research method to determine the hardness value of the material and to determine the final phase formed after the quenching process by varying the heating temperature (850°C, 900°C, and 950°C) with a holding time of 30 minutes and cooling media in the form of SAE 5W-30 oil, SAE 10W-40 oil, and SAE 15W-50 oil. Testing was carried out using a Rockwell hardness tester and a metallographic tester. Based on the analysis of hardness test data and metallographic testing, it can be concluded that the raw material hardness test results of 29.1 HRC experienced the highest increase after treatment of 42.8 HRC with a temperature of 950°C using SAE 5W-30 oil cooling media. For the raw material metallography results, it has pearlite and ferrite phases, while after treatment, the pearlite phase is more dominant than the ferrite phase and the martensite phase begins to form at the edge which has hard properties.
Keywords: Crankshaft, Hardness, Oil viscosity, Metallography, AISI 414
Rancang Bangun Plugin E-Monitoring Di Moodle Sebagai Penerapan PjBL Untuk Meningkatkan Kompetensi Pointing Antena Nirkabel Siswa Kelas XI TKJ Di SMKN 1 Kediri
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun serta menerapkan plugin E-Monitoring di Moodle sebagai media pembelajaran yang menggunakan PjBL untuk memudahkan pelacakan kemajuan belajar siswa. Selain itu penelitian ini juga dipergunakan untuk menilai efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi Pointing Antena Nirkabel pada siswa kelas XI TKJ SMKN 1 Kediri. Plugin E-Monitoring ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman PHP dan model pengembangan ADDIE. Desain uji coba yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Hasil pengujian media menggunakan black box testing menyatakan bahwa keseluruhan komponen berfungsi dengan baik (valid). Data hasil validasi untuk media, RPP, materi, dan soal menunjukkan tingkat kevalidan secara berurutan yaitu, 99% (sangat valid), 97% (sangat valid), 95% (sangat valid), 97% (sangat valid). Nilai rata-rata tes kognitif untuk posttest lebih besar dari pretest 90,7 > 57,4. Sementara nilai rata-rata tes psikomotorik untuk posttest juga lebih besar dari pretest 85,8>74,4. Output hasil uji paired sample t-test dari tes kognitif maupun tes psikomotorik mendapatkan nilai Sig.(2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa (H0) ditolak dan (H1) diterima, dalam artian terdapat peningkatan kompetensi kognitif dan psikomotorik siswa dalam materi Pointing Antena Nirkabel menggunakan plugin E-monitoring sebagai penerapan PjBL dalam media pembelajaran berbasis Moodle. Adapun hasil uji N-Gain tes kognitif siswa adalah 0,7841 yang termasuk kategori tinggi, sedangkan hasil uji N-Gain tes psikomotorik siswa adalah 0,4581 yang termasuk kategori sedang.
Kata Kunci: Plugin E-Monitoring, PjBL, Kognitif, Psikomotorik, Pointing Antena Nirkabe
Rancang Bangun Fitur Pengolahan Proyek Pada Learning Management System MOODLE Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Pada Mata Pelajaran Basis Data Kelas XI RPL SMKN 1 Surabaya
Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk potensi individu untuk menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berfokus pada penguasaan keahlian tertentu. Namun, proses pembelajaran di SMK Negeri 1 Surabaya, khususnya pada mata pelajaran Basis Data, menghadapi kendala seperti sulitnya siswa memahami materi spesifik dan kejenuhan dalam metode pembelajaran konvensional. Media pembelajaran yang kurang inovatif, seperti penggunaan PowerPoint, juga menjadi faktor yang menurunkan motivasi siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan fitur pengolahan proyek berbasis Learning Management System (LMS) MOODLE dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL).Fitur yang dirancang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa kelas XI RPL dalam pengelolaan basis data. Pengembangan fitur ini menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu sebuah fitur pegolahan proyek pada website “Erdlearn” berbasis Learning Management System MOODLE. Validitas platform mencapai tingkat sangat valid dengan skor 92%, sedangkan uji Black-Box menunjukkan hasil "sangat baik" dengan nilai rata-rata 84%. Hasil analisis menunjukkan bahwa Erdlearn efektif meningkatkan pemahaman siswa, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai kognitif dari 54,4 menjadi 77,5 dan nilai psikomotorik dari 54,9 menjadi 75,6. Uji Wilcoxon memperkuat adanya perbedaan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan siswa dengan nilai signifikansi < 0,05. Selain itu, perbandingan dengan penelitian lain menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan peningkatan hasil belajar berbasis data secara signifikan (p-value < 0,05). Dengan demikian, Erdlearn terbukti inovatif dan efektif dalam mendukung pengelolaan proyek, meningkatkan hasil belajar, serta memperkuat penerapan pembelajaran berbasis proyek
Pola Komunikasi Grup Virtual Percakapan Fans Tiara Andini Mootiara Garis Keras di Media Sosial Whatsapp
Hadirnya media sosial dalam era digitalisasi media membawa pada perubahan interaksi dan komunikasi antar masyarakat. Perubahan ini mendorong munculnya pola-pola komunikasi baru yang menjadi nilai sekaligus norma baru dalam masyarakat digital. Perwajahan media sosial yang menawarkan segala kemudahan dan berbagai fitur yang menarik menjadi intensi pada generasi saat ini, tak terkecuali dalam dunia fanbase. Ketertarikan seseorang pada sosok yang membuat terkagum-kagum menjadi trend menarik saat ini dimana tidak hanya tertarik secara personal, melainkan adanya sesuatu yang dijunjung dalam diri seseorang tersebut. Hal ini kemudian berkembang menjadi fanbase yang kita kenal saat ini. Perkembangan dunia fanbase terus menjadi trendsetter saat ini dijagat media sosial. Fenomena bertemunya orang-orang dengan penggemar yang sama menjadi sesuatu hal yang menarik dilihat.Dengan adanya media sosial seperti Whatsapp, peneliti melihat bagaimana kehidupan fanbase Mootiara Garis Keras beserta pola komunikasi apa yang terjadi didalam. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, peneliti ikut terjun dalam grup tersebut dengan berpartisipasi secara langsung. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa di dalam grup tersebut pola komunikasi bintang yang dibangun sangat dinamis dan bersifat resiprokal. Ini terlihat ketika admin dan seluruh anggota dapat melakukan komunikasi secara timbal-balik meskipun terdapat aturan yang wajib ditaati. Sementara itu, pola komunikasi yang dijalin antara anggota dengan anggota sangat luwes, serta tidak memiliki aturan yang ketat. Anggota juga diperbolehkan membahas seluruh hal dengan tanpa menyinggung atau membahas artis lain. Komunikasi juga tidak sebatas pada persoalan artis yang didukung, tetapi saling melakukan dalamkegiatan sosial lain, seperti amal. Hanya saja, kekurangan dari penelitian ini adalah tidak meluasnya jaringan fanbase dimana hanya orang-orang yang mengetahui akses Whatsapp admin saja yang tergabung, sedangkan yang memiliki penggemar yang sama tidak mengetahuinya.Hadirnya media sosial dalam era digitalisasi media membawa pada perubahaninteraksi dan komunikasi antar masyarakat. Perubahan ini mendorong munculnyapola-pola komunikasi baru yang menjadi nilai sekaligus norma baru dalam masyarakatdigital. Perwajahan media sosial yang menawarkan segala kemudahan dan berbagaifitur yang menarik menjadi intensi pada generasi saat ini, tak terkecuali dalam duniafanbase. Ketertarikan seseorang pada sosok yang membuat terkagum-kagum menjaditrend menarik saat ini dimana tidak hanya tertarik secara personal, melainkan adanyasesuatu yang dijunjung dalam diri seseorang tersebut. Hal ini kemudian berkembangmenjadi fanbase yang kita kenal saat ini. Perkembangan dunia fanbase terus menjaditrendsetter saat ini dijagat media sosial. Fenomena bertemunya orang-orang denganpenggemar yang sama menjadi sesuatu hal yang menarik dilihat.Dengan adanya media sosial seperti Whatsapp, peneliti melihat bagaimanakehidupan fanbase Mootiara Garis Keras beserta pola komunikasi apa yang terjadididalam. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, peneliti ikut terjun dalamgrup tersebut dengan berpartisipasi secara langsung. Hasil penelitian yang didapatkanbahwa di dalam grup tersebut pola komunikasi bintang yang dibangun sangat dinamisdan bersifat resiprokal. Ini terlihat ketika admin dan seluruh anggota dapat melakukankomunikasi secara timbal-balik meskipun terdapat aturan yang wajib ditaati.Sementara itu, pola komunikasi yang dijalin antara anggota dengan anggota sangatluwes, serta tidak memiliki aturan yang ketat. Anggota juga diperbolehkan membahasseluruh hal dengan tanpa menyinggung atau membahas artis lain. Komunikasi jugatidak sebatas pada persoalan artis yang didukung, tetapi saling melakukan dalamkegiatan sosial lain, seperti amal. Hanya saja, kekurangan dari penelitian ini adalahtidak meluasnya jaringan fanbase dimana hanya orang-orang yang mengetahui aksesWhatsapp admin saja yang tergabung, sedangkan yang memiliki penggemar yangsama tidak mengetahuinya
IMPLEMENTASI INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION DESA WISATA KETAPANRAME DALAM UPAYA MENARIK MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN
The rapid development of the tourism sector has led to the creation of various types of tourism in Indonesia. One type that is still much favoured by the public is the type of village tourism. The mushrooming of tourist villages in Indonesia today, makes the need for an integrated marketing communication strategy so that later the tourist village can compete with other tours. This research aims to find out the implementation of Integrated Marketing Communication (IMC) carried out by Ketapanrame Tourism Village in its efforts to attract local and foreign tourists. The method used in this research is descriptive qualitative with the type of research, namely case study. Data obtained through the process of interviews with sources, observation, and documentation. The results of the study stated that the most dominant IMC implementation carried out by Ketapanrame Tourism Village was the promotion of discounts through social media and agents, followed by publicity through social media and mass media, the holding of cultural events, and promotion through WOM and E-WOM.Perkembangan sektor pariwisata yang sangat pesat membuat terciptanya berbagai jenis pariwisata di Indonesia. Salah satu jenis yang hingga saat ini masih banyak digemari oleh masyarakat adalah jenis wisata desa. Menjamurnya desa wisata yang ada di Indonesia saat ini, membuat perlunya strategi komunikasi pemasaran terpadu agar nantinya desa wisata tersebut dapat bersaing dengan wisata lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Komunikasi Pemasaran Terpadu atau Integrated Marketing Communication (IMC) yang dilakukan oleh Desa Wisata Ketapanrame dalam upayanya menarik minat berkunjung wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian yaitu studi kasus. Data yang diperoleh melalui proses wawancara dengan narasumber, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa, implementasi IMC yang paling dominan dilakukan oleh Desa Wisata Ketapanrame adalah dengan promosi diskon melalui media sosial dan agen, selanjutnya publisitas melalui media sosial dan media massa, terselenggaranya event yang bercorak culture, serta promosi melalui WOM dan E-WOM
Rancang Bangun Sistem Layanan Sirkulasi Ruang Baca Menggunakan Teknologi RFID Berbasis IoT
Kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) telah berdampak besar di berbagai bidang, salah satunya adalah layanan perpustakaan. Layanan di perpustakaan meliputi pelayanan administratif dan pelayanan pemustaka, khususnya adalah layanan sirkulasi yang mencakup aktivitas peminjaman, pengembalian, serta pengelolaan koleksi perpustakaan. Namun, banyak perpustakaan yang masih menggunakan metode tradisional dengan pencatatan manual yang meningkatkan risiko penyalahgunaan, seperti pencurian dan peminjaman tanpa izin. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi keterlambatan pengembalian buku, meningkatkan keamanan dalam proses sirkulasi, serta mempermudah layanan dengan menyimpan data secara aman di jaringan lokal. Sistem yang dikembangkan menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32, RFID stiker label, RFID card, dan RFID reader. Selain itu, pengiriman kode OTP melalui bot Telegram untuk autentikasi dan pengingat otomatis, memastikan proses yang lebih aman dan efisien. Pengujian sistem menunjukkan bahwa pemindaian RFID card memiliki rata-rata waktu pembacaan sebesar 1.58 detik dan pemindaian RFID stiker label memiliki rata-rata waktu pembacaan sebesar 1.90 detik. Selain itu, pengiriman kode OTP dan notifikasi melalui Telegram memerlukan rata-rata waktu pengiriman sebesar 3.48 detik. Hasil pengujian fungsional, sistem memiliki tingkat validitas sebesar 100% yang membuktikan bahwa sistem efektif dan mendukung layanan sirkulasi di perpustakaan dengan baik.
Kata Kunci: IoT, RFID card, RFID stiker label, OTP, Telegra
Sistem Informasi Profile Calon Anggota Legislatif Dengan Deteksi QR Code Pada Smartphone
Pemilihan calon anggota legislatif (caleg) merupakan proses demokrasi dimana para calon mengumpulkan dukungan masyarakat melalui kampanye. Media kampanye konvesional seperti spanduk dan poster mempunyai biaya cukup besar serta keterbatasan dalam menyampaikan informasi dan menjangkau audiens. Untuk mengatasi hal ini, dirancang sistem informasi profile calon anggota legislatif dengan deteksi QR code pada smartphone. Sistem ini memungkinkan masyarakat memindai QR code di media kampanye fisik untuk mendapatkan informasi secara lengkap terkait identitas, visi, misi dan program kerja calon anggota legislatif. Sistem dibangun menggunakan metode waterfall berbasis PHP dan database MySQL. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa performa sistem memberikan akses informasi yang cepat dengan kecepatan pemindaian kurang dari 5 detik di berbagai level koreksi, ukuran, jarak dan sudut pada QR code. Tingkat kepuasan pengguna termasuk kategori sangat puas dengan nilai 85.875% berdasarkan skala Likert. Sistem terbukti kompatibel dengan berbagai perangkat dan browser serta meningkatkan efektivitas kampanye dan pemahaman masyarakat terhadap calon anggota legislatif.
Kata Kunci — Caleg, kampanye, QR code, smartphone
Sistem Rekomendasi Motif Batik Sesuai dengan Kebutuhan Acara Pernikahan Pengguna Menggunakan Metode Content-Based Filtering
Batik merupakan sebuah identitas asli dari Bangsa Indonesia juga diakui UNESCO pada tahun 2009 sebagai warisan leluhur Bangsa Indonesia. Saat ini, industri batik tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Motif batik menjadi aspek yang paling penting dan menarik dalam industri kerajinan batik. Setiap motif memiliki makna filosofi historis yang begitu mendalam. Perkembangan motif batik dipengaruhi oleh berbagai budaya pada setiap daerah di Indonesia. Adat masyarakat Indonesia dalam melangsungkan pernikahan menjunjung tinggi nilai-nilai keselarasan dan kesesuaian dengan makna yang ditonjolkan. Kecenderungan pengguna dalam mementukan motif batik masih sebatas preferensi pribadi pengguna karena keterbatasan pengetahuan pengguna dalam memilih motif yang sesuai dengan acara pernikahan. Content-based filtering menghasilkan rekomendasi independen kepada pengguna, cocok digunakan dalam pengembangan sistem rekomendasi motif batik dengan merekomendasikan beberapa motif batik berdasarkan kemiripan obyek yang dipilih dengan obyek yang akan dibandingkan. Cosine similarity akan menghitung tingkat kemiripan obyek yang didasarkan pada item profile yang dibentuk dari fitur konten masukan pengguna. Tahapan pengujian dilakukan berdasarkan penilaian ahli. Akurasi kesesuaian hasil didapatkan rata-rata nilai sebesar 3.3 dari skala penilaian 1-5. Penilaian akurasi tersebut termasuk dalam kategori baik. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini yaitu metode content-based filtering cukup efektif dan relevan membantu pengguna dalam pemilihan motif batik berdasar kesamaan item profile untuk masing-masing motif