Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
ANALISIS YURIDIS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 981 K/Pdt/2020 TENTANG GUGATAN WANPRESTASI TERHADAP PERJANJIAN HONORARIUM SUCCES FEE
An agreement is a legally valid act conducted by two or more parties with the intention of establishing a binding relationship that functions as law. Generally, agreements made legally refer to the provisions and requirements set forth in the Indonesian Civil Code. One of the conditions for a valid binding agreement is that the consent must result from free will and without coercion.The objective of this research is to analyze the basis for the judicial considerations in the Surabaya High Court Decision No. 668/Pdt.G/2018/PT.Sby and the Supreme Court Decision No. 981 K/Pdt/2020 concerning breach of contract (wanprestasi) and its implications for the validity of a land sale and purchase agreement that is in dispute. As normative legal research, this study employs a statute approach and a conceptual approach, utilizing primary and secondary legal materials. The research adopts a library research method and employs a qualitative descriptive analysis technique. Based on these methods, the research concludes that a sale and purchase agreement involving a disputed object violates material requirements because it does not align with the principle of good faith.
Keywords: Agreement, Default, Court Decisio
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI ASPEK NON TEKNIS TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA TEKNIK PEMESINAN SMK YPM 1 TAMAN
Abstract
Vocational High School is one of the formal educational institutions that produces human resources that prepare the quality of graduates in a particular field of work. The quality of graduates from Vocational High Schools depends on the work readiness of students. Student work readiness needs to be considered carefully, one of which is through industrial work practices. Lack of understanding related to work readiness for students results in less experience gained during education. The objectives of this study include: 1) analyzing the work readiness of mechanical engineering students at SMK YPM 1 Taman after carrying out industrial work practices; 2) analyzing the effect of non-technical aspects of industrial work practice experience on the work readiness of mechanical engineering students at SMK YPM 1 Taman. This study uses a descriptive quantitative approach method with an ex-post facto design. The data analysis technique for this study used a simple regression testing technique. The results of the research data analysis showed that the work readiness of mechanical engineering students of SMK YPM 1 Taman after carrying out industrial work practices was included in the sufficient criteria based on an average value of 90. In addition, the influence of non-technical aspects of industrial work practice experience on the work readiness of mechanical engineering students of SMK YPM 1 Taman had a positive and significant impact on student work readiness of 58.1%.
Keywords: non-technical aspects of industrial work practice experience, work readiness, students.Abstrak
Sekolah Menengah Kejuruan merupakan suatu salah satu lembaga pendidikan formal penghasil sumber daya manusia yang menyiapkan kualitas lulusan pada suatu bidang pekerjaan tertentu. Kualitas lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan bergantung kepada kesiapan kerja siswa. Kesiapan kerja siswa perlu diperhatikan dengan seksama, salah satunya melalui praktik kerja industri. Kurangnya pemahaman terkait kesiapan kerja bagi siswa mangakibatkan pengalaman yang didapatkan selama menempuh pendidikan menjadi kurang. Adapun tujuan penelitian ini meliputi: 1) menganalisis kesiapan kerja siswa teknik pemesinan SMK YPM 1 Taman setelah melaksanakan praktik kerja industri; 2) menganalisis pengaruh pengalaman praktik kerja industri aspek non teknis terhadap kesiapan kerja siswa teknik pemesinan SMK YPM 1 Taman. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain ex-post facto. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik pengujian regresi sederhana. Hasil analisis data penelitian menunjukan bahwa kesiapan kerja siswa teknik pemesinan SMK YPM 1 Taman setelah melaksanakan praktik kerja industri termasuk dalam kriteria cukup berdasarkan nilai rata-rata 90. Disamping itu, pengaruh pengalaman praktik kerja industri aspek non teknis terhadap kesiapan kerja siswa teknik pemesinan SMK YPM 1 Taman memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa sebesar 58,1%.
Kata kunci: pengalaman praktik kerja industri aspek non teknis, kesiapan kerja, siswa
Perencanaan Ulang Struktur Gedung Delapan Lantai Pada Wilayah Resiko Gempa Tinggi Menggunakan Sistem Ganda
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di pertemuan lempeng Pasifik, Eurasia, dan Australia, rentan terhadap gempa bumi. Oleh karena itu, penting bagi bangunan di wilayah ini untuk dirancang agar tahan gempa. Salah satu sistem yang digunakan adalah sistem ganda, yang memiliki kelebihan dibandingkan struktur beton bertulang konvensional. Dalam sistem ini, beban gempa dibagi antara rangka pemikul momen khusus (SRMPK) dan dinding geser. SRMPK menanggung minimal 25% beban gempa, sedangkan dinding geser menanggung maksimal 75%. Penelitian ini bertujuan merencanakan ulang gedung rumah sakit di Boyolali dengan sistem ganda, menggunakan metode kuantitatif dan analisis dinamik respon spektrum. Hasil perencanaan menunjukkan periode struktur sebesar 0,847 detik, dengan partisipasi massa mencapai 90% pada ragam modal kelima, baik di arah X maupun Y. Gaya geser dasar akibat gempa tercatat sebesar 10.329,766 kN di arah X dan 10.331,648 kN di arah Y. Simpangan antar lantai sebesar 268,461 mm masih memenuhi batas maksimum, dan efek P-delta tidak melebihi nilai batas 0,1. Pembagian beban gempa antara SRMPK dan dinding geser pada arah X adalah 55%-45%, dan pada arah Y 59%-41%.Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada zona ring of fire sehingga struktur yang dibangun pada daerah ini harus bisa menahan gempa. Beberapa sistem struktur tahan gempa yang sering dipakai oleh engineer salah satunya sistem ganda, sistem ganda merupakan sistem struktur tahan gempa yang memiliki keunggalan daripada menggunakan sistem struktur beton bertulang konvensional lainnya. Pada sistem struktur ini terdapat pembagian beban gempa dimana sistem rangka pemikul momen khusus menerima beban gempa minimal sebesar 25% dan dinding geser menerima maksimal 75% beban gempa. Pada perencanaan ulang ini menghasilkan periode struktur sebesar 0,847 detik, partisipasi massa mencapai ragam terkombinasi minimal 90% pada arah X dan Y berada pada modal ke-5 yaitu sebesar 0,905 ke arah X, 0,906 ke arah Y pada masing-masing arah, gaya geser dasar menghasilkan gempa yang diskalakan sebesar 10329,766 kN ke arah-X dan 10331,648 kN ke arah-Y, simpangan total antar lantai memenuhi syarat batas maksimum yaitu sebesar 268,461, mm, efek p-delta pada struktur ini memenuhi syarat dimana nilai p delta tidak melebihi batas maksimum yang diizinkan yaitu 0,1, pembagian porsi beban gempa antara SRMPK dan dinding geser sebesar 55% pada arah X dan 45% pada arah X lalu pada arah Y prosi pembagiannya adalah 59% SRPMK dan SW 41
PENGARUH PENAMBAHAN BOTTOM ASH TERHADAP NILAI PEMADATAN DAN CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR): Pada Tanah Lempung di Ruas Jalan Kedamean-Dawarbelandong
Roads are one of the infrastructure facilities that are needed to support life. The bearing capacity of the subgrade is very influential on the condition of the road. The kedamean-dawarbelandong road has a type of subgrade soil in the form of expansive clay. For this reason, it is necessary to improve the soil based on the CBR value of the soil. This study aims to determine the effect of bottom ash addition on the California Bearing Ratio (CBR) value with the percentage of bottom ash addition of 22%, 27%, 32% and 37%. The tests carried out include Atterberg limit test (plastic limit, liquid limit and plasticity index), soil specific gravity test, compaction test (standard proctor test) and California Bearing Ratio test. The results showed that the addition of bottom ash can cause an increase in the CBR value of soil up to a certain percentage, after passing the maximum percentage, the CBR value decreased again as the percentage of bottom ash increased. From the results of the research, the CBR values obtained at the percentage of bottom ash addition of 0%, 22%, 27%, 32% and 37% are 10%, 13.36%, 13%, 12.25% and 7.36%Jalan adalah salah satu sarana prasarana yang saangat penting dalam menunjang kehidupan. Daya dukung tanah dasar (subgrade) sangat berpengaruh tehadap kondisi jalan. Di jalan kedamean-dawarbelandong meiliki jenis tanah dasaar berupa tanah lempung ekspansif. Maka dari itu perlu diadakan perbaikan tanah dengan berdasarkan pada nilai CBR tanah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penambahan bottom ash terhadap nilai CBR (california bearing ratio) dengan presentase penambahan bottom ash sebesar 22%, 27%, 32% dan 37%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji Atterberg limit (batas plastis, batas cair dan indeks plastisitas), uji berat jenis tanah, uji pemadatan (standart proctor test) serta uji California Bearing Ratio.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bottom ash dapat menyebabkan meningkatknya nilai CBR tanah hingga pada presentase tertentu, setelah melewati presentase maksimumnya, nilai CBR kembali mengalami penurunan seiring bertambahnya presentase bottom ash. Dari hasil penelitian didapatkan nilai CBR pada presentase penambahan bottom ash 0%, 22%, 27%, 32% dan 37% yakni sebesar 10%, 13.36%, 13%, 12.25% dan 7.36%
PENCIPTAAN DESAIN BUSANA EDGY DENGAN MANIPULATING FABRIC EMBROIDERY TERINSPIRASI DARI SESAJI UNAN-UNAN
Penciptan karya ini didasarkan pada pendekatan practice-led research yang dilakukan melalui studio praktik perancangan busana, dengan fokus pada penciptaan desain busana edgy melalui manipulating fabric embroidery, yang terinspirasi dari sesaji unan – unan. Studi praktik ini bertujuan untuk memahami proses penciptaan, mewujudkan hasil, serta mempublikasikan atau menyajikan desain busana edgy dengan manipulating fabric embroidery yang terinspirasi dari sesaji unan – unan, guna memperkaya ragam bentuk dan jenis busana yang berbeda dari desain – desain sebelumnya. Inspirasi karya ini berasal dari sesaji unan – unan suku Tengger, Bromo. Sesaji tersebut memiliki keunikan visual yang indah dan khas, serta jarang diterapkan sebagai sumber inspirasi desain busana oleh desainer sebelumnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan dalam pembuatan karya ini terdiri dari empat tahap, yaitu, : pra-perancangan, perancangan, perwujudan, dan penyajian. Teknik manipulating fabric embroidery diterapkan pada bagian – bagian busana untuk menambah nilai kreativittas dan estetika. Hasil dari proses penciptaan ini yang merupakan 3 jenis karya busana edgy dengan manipulating fabric embroidery, yang disajikan dalam bentuk pagelaran busana pada 34th Annual fashion show UNESA “BHUMIBRAMA”, dengan Teknik penyajian fashion show on the floor secara outdoor
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN SOCIAL ENVIRONMENT TERHADAP KESIAPAN MENJADI GURU BAGI MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TATA BUSANA
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan (X1) Self-efficacy (keyakinan diri) dan (X2) Social Environment (lingkungan sosial) terhadap (Y) kesiapan menjadi guru bagi mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana (S1 PTBN) Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif ex post facto antara variabel bebas dan terikat. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 199 mahasiswa S1 Pendidikan Tata Busana mulai dari angkatan 2018 sampai 2021. Kuesioner yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas digunakan dalam metode pengumpulan data. Variabel X1, X2, dan Y memiliki tingkat ketergantungan masing-masing sebesar 0,866, 0,836, dan 0,843. Program SPSS digunakan untuk uji analisis pendahuluan serta uji hipotesis secara parsial dan simultan (model analisis regresi berganda). Pedoman tingkat kesalahan 5% digunakan saat mengambil keputusan. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan sebesar 0,291 antara self-efficacy dengan kesiapan menjadi guru kekuatan rendah, social environment dengan kesiapan menjadi guru sebesar 0,516 kekuatan sedang, serta hubungan self-efficacy dan social environment dengan kesiapan menjadi guru kekuatan sangat kuat dengan syarat Fsig< Fstandar (0,000< 0,05)
PENERAPAN TEKSTIL MONUMENTAL FLOUNCE PADA PEMBUATAN BUSANA PESTA DI IK FASHION HOUSE
Tujuan penelitian ini yakni sebagai tugas dari program magang yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya di Butik IK Fashion House yang berada di Sidoarjo, serta untuk mengetahui bagaimana proses dan hasil dari pembuatan busana pesta dengan penerapan tekstil monumental flounce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penciptaan karya yang terdiri dari empat tahap. Pertama, tahap pra-perancangan. Kedua, tahap perancangan. Ketiga, tahap perwujudan. Keempat, tahap penyajian. Hasil dari penelitian ini adalah proses pembuatan busana pesta dengan penerapan tekstil monumental flounce sebagai center of interest pada busana pesta tersebut. Proses pembuatan dimulai dari membuat desain busana yang terinspirasi dari desain yang diambil pada pinterest kemudian dikembangkan sendiri modelnya dan diberi hiasan berupa tekstil monumental flounce yang dibentuk seperti bunga mawar. Kemudian membuat pecah pola sesuai desain dengan sistem pola praktis dikarenakan desain busana pesta ini tidak memiliki kupnat atau berpotongan longgar, setelah itu memotong bahan sesuai pecah pola yang telah dibuat. Selanjutnya ke proses penjahitan busana pesta dan proses pembuatan flounce bunga mawar dengan teknik circular flounce, untuk bahan yang dipilih yaitu bersifat kaku, berkilau dan tidak tembus pandang, untuk itu dipilih bahan satin bridal dengan warna rose gold yang kontras dengan warna busananya yakni hijau olive, perpaduan kedua warna ini kontras namun tetap terdapat kesan kelembutan karena warna yang dipilih yaitu warna-warna soft.
Kata kunci : busana pesta, flounce, tekstil monumenta
Perbandingan Makna Simbol Air Dalam Peribahasa Indonesia Dan Jepang: Kajian Semiotika
Language can be used to convey human thoughts through elements related to existing objects. Humans can utilize various models or styles of message delivery to express themselves, one of which is proverbs. A proverb is a short sentence that contains social comparisons, advice, life principles or behavioral guidelines. Proverbs in Japanese are called kotowaza. Kotowaza serve as a means for people to convey advice, moral values and life observations in a concise and meaningful form. This study focuses on proverbs that incorporate water elements. The comparison of Japanese and Indonesian proverbs, specifically in the context of water symbols will be examined based on the symbolic meanings reflected in the proverbs. The purpose of this study is to describe the meaning of water symbols as reflected in Japanese and Indonesian proverbs and to analyze the comparative meaning of these symbols in both languages. This study applies a semiotic approach, utilizing Ogden and Richards triangle theory of meaning. The research method employed is a qualitative descriptive method with a comparative analysis technique. Based on the results of the analysis, a total of 51 (fifty one) Japanese and Indonesian proverbs were identified. These proverbs were analyzed using Ogden and Richards triangle theory of meaning which consists three main components: symbols, referents and thoughts or concepts. The comparison of the water symbolism in Japanese and Indonesian proverbs reveal that these proverbs reflect various characteristic of water, including flexibility, futility, harmony in life, ignorance, tranquility, and emptiness in life.
Keywords: Japanese proverbs, semiotics, water symbols, meaning of symbol
PERJUANGAN MELAWAN DISKRIMINASI DALAM ANTOLOGI PUISI RIWAYAT TIMUR KARYA DEDI LOLANSOLOT
Penelitian ini berangkat dari fenomena diskriminasi yang diangkat dalam antologi Riwayat Timur karya Dedi Lolansolot. Puisi semacam ini menjadi penting untuk menghadirkan konteks pandangan dunia dan suara-suara yang tidak banyak terdengar khususnya dalam diskusi sastra. Minimnya kajian tentang topik seperti ini terutama melalui pendekatan komputasional, menjadikan penelitian ini hadir secara langsung melakukan advokasi atas kondisi soial budaya yang terpinggirkan dalam tatanan sosial masyarakat Indonesia sekaligus mengembangkan penelitian sastra digital. Penelitian dengan judul “Perjuangan Melawan Diskriminasi dalam Antologi Puisi Riwayat Timur Karya Dedi Lolansolot” ini bertujuan untuk mendeksripsikan praktik diskriminasi serta perjuangan ‘mereka’ yang tertindas melalui perlawanannya. Penelitian campuran ini menggunakan metode komputasional untuk menemukan frekuensi kata paling tinggi sebagai kata kunci penyair, serta pendekatan semiotis menggunakan semiotika Michael Riffaterre untuk menggali makna-makna yang terkandung di dalam puisi. Sumber data yang digunakan peneliti berupa teks yang mencakup keseluruhan puisi dalam antologi puisi Riwayat Timur karya Dedi Lolansolot. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, puisi-puisi paling representatif secara keseluruhan mengandung matriks yang menggambarkan praktik diskriminasi yang menindas masyarakat Indonesia Timur. Berdasarkan hasil temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kata kunci ‘kau’, penyair melakukan perlawanannya secara tertutup kepada para pembacanya untuk memantik kesadaran baik kesadaran individu maupun kesadaran kolektif melalui ruang-ruang diskusi sastra.
Kata Kunci: diskriminasi, perlawanan, Riwayat Timur, Dedi Lolansolot, semiotika Riffaterr
EFEKTIVITAS LATIHAN PLYOMETRICS DAN LATIHAN SPRINT TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN PADA SISWI SMPN 02 TUBAN
Kecepatan memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan dalam olahraga. Kecepatan lari sangat ditentukan oleh bentuk lari, karena menentukan pergerakan tubuh sebagai fungsi waktu dan ruang melalui langkah diagonal dan siklis pada tungkai bawah. Dalam beberapa observasi, menunjukan bahwasanya terlepas dari karakter permainan dan pertandingan dalam sebuah cabang olahraga tertentu. Kecepatan menjadi sebuah kunci untuk menorehkan prestasi dalam olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kefektifan Latihan plyometrics dan Latihan sprint, serta seberapa signifikan peningkatan kecepatan pada siswi SMP Negeri 2 Tuban setelah mendapatkan latihan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2024 selama 5 (lima) minggu atau 12 (dua belas) kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan metode penlitian berjenis kuntitatif (quasi experimental design– pretest-posttest control group design) menggunakan 40 (empat puluh) siswi sebagai subjek penelitian yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Berlandaskan pada hasil penelitian ini, terdapat peningkatan sebesar 3 % setelah melakukan program latihan plyometrics dan latihan sprint yang mana dapat terlihat pada hasil pre-test 4,99 detik > post-test 4,84 detik. Untuk hasil peningkatan kecepatan yang maksimal, jangka waktu pemberian perlakuan bisa lebih lama lagi di penelitian selanjutnya