Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Poster Serial Web Gadis Kretek
Drama terbaru dari Netflix yang merupakan drama orisinal Indonesia berhasil meraih Top 10 global series Netflix di seluruh dunia berjudul Gadis Kretek atau Cigarette Girl. Dalam perkembangan industri kreatif dan hiburan yang begitu pesat, dalam mempromosikan sebuah media visual seperti film dan serial menjadi hal yang memiliki urgensi tinggi dalam mengundang perhatian audiens karena poster film merupakan media komunikasi visual yang dapat menyampaikan informasi kepada calon penonton tentang gambaran umum dari suatu film atau web series. Dalam melakukan analisis makna yang terdapat pada poster serial web Gadis Kretek ini digunakan teori semiotika Roland Barthes sebagai pisau bedah. Adapun alur penelitian yang dilakukan untuk melakukan analisis poster serial web Gadis Kretek ini berpusat pada teori Feldman mengenai kritik seni yang terdiri dari deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan terhadap analisis poster serial web ini adalah bahwa unsur-unsur visual yang terdapat pada poster sudah mampu menggambarkan sebagian besar dan inti dari kisah cerita yang akan ditayangkan. Namun penulis berharap peneliti yang ingin meneliti dengan metode ini dapat melakukan penelitian lebih dalam lagi. Penulis juga berharap bahwa ke depannya analisis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat luas dan mampu membantu para pelajar yang ingin membuat analisis serupa sebagai referensi
Perancangan Iklan Layanan Masyarakat Kampanye Program Kampung Madani di Kelurahan Gayungan
Program Kampung Madani yang digagas Pemerintah Kota Surabaya bertujuan untuk mengentaskan angka kemiskinan dan pengangguran melalui zakat, infak, dan sedekah oleh masyarakat secara mandiri. Kelurahan Gayungan sebagai penyandang predikat Kampung Pancasila, level tertinggi status Kampung Madani, menunjukkan bahwa masyarakat di kelurahan tersebut sudah bisa mengatasi permasalahan dalam aspek ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola hukum dengan baik, bahkan mampu membantu wilayah kelurahan lainnya. Namun, masih ditemukan beberapa penduduk prasejahtera yang bergantung pada pemberian bantuan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli kepada penduduk sekitarnya melalui perancangan iklan layanan masyarakat (ILM). Perancangan ini meliputi proses pembuatan poster cetak, feeds Instagram, dan media pendukung berupa kaus T-shirt, gantungan kunci, dan mug. Metode perancangan menggunakan design thinking Stanford d.School serta metode analisis Miles & Huberman dan STP. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa iklan layanan masyarakat yang dirancang dapat memberikan edukasi mengenai program Kampung Madani serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong royong. Adanya iklan layanan masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan gotong royong warga Kelurahan Gayungan agar nol kemiskinan di wilayah tersebut dapat terwujud
Cyber Security Risk Management Practices: Insights From an ISO 27001 Certified Organization
In the increasingly complex and dynamic digital era, cybersecurity risk management has become a critical aspect affecting the operations and sustainability of organizations. This study examines the practice of cybersecurity risk management from the perspective of organizations that have obtained ISO 27001 certification, an international standard that sets the criteria for information security management systems (ISMS). The focus of this research is ISO 27001, one of the world's leading information security standards. This study explores the meaning of ISO 27001, risk management, and the process of implementing this certification within organizations through a literature review. Findings indicate that the implementation of ISO 27001 has a significant impact on the organization's awareness of information security management. The implementation process of ISO 27001 includes a series of steps and approaches designed to help organizations effectively manage cybersecurity risks. This study highlights the importance of implementing ISO 27001 into cybersecurity risk management practices to enhance information security and prevent cyberthreats. The study also evaluates the level of organizational awareness of the ISO 27001 standard and its impact on the implementation of cybersecurity risk management practices. Our findings show that organizations with ISO 27001 certification have a higher awareness of the importance of cybersecurity risk management, thereby supporting the implementation of more effective risk management practices. Thisstudy aims to provide insights and practical guidance for organizations in applying and utilizing cybersecurity risk management according to the ISO 27001 standard. Therefore, this research contributes to the enhancement of awareness and the implementation of better information security standards in thecurrent digital era
Implementation of employment opportunities for the Indonesian Blind Association community organization in Gresik Regency: Implementasi lapangan pekerjaan bagi organisasi masyarakat Persatuan Tunanetra Indonesia di Kabupaten Gresik
Employment plays a crucial role in improving the well-being and independence of visually impaired individuals. However, access to employment in Gresik Regency remains limited due to a lack of skills, minimal accessibility, and low acceptance in the workforce. This study aims to analyze the implementation of employment opportunities for visually impaired individuals and evaluate the fulfillment of their rights in the workplace. This research employs a qualitative descriptive method using interviews, observations, and documentation. The focus is on members of the Indonesian Blind Association (Pertuni) in Gresik Regency, both those who are employed and those still seeking jobs. The results indicate that the majority work as massage therapists (90%), while others serve as honorary teachers (3.33%), civil servants (3.33%), and traders (3.33%). The main challenges include limited job training, low public trust, and a lack of inclusive policies. The implications of this study highlight the need for concrete policies in providing skills training, disability-friendly work facilities, and incentives for companies to employ visually impaired individuals. In conclusion, synergy between the government, companies, and society is essential to creating more inclusive and sustainable employment opportunities
PENGELOLAAN PROSES PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSIF (STUDI KASUS DI SEKOLAH DASAR GALUH HANDAYANI SURABAYA)
Abstrak
Pengelolaan proses pembelajaran bertujuan menciptakan lingkungan belajar kondusif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengelolaan proses pembelajaran peserta didik berkebutuhan khusus di SD Galuh Handayani Surabaya. Pendekatan penelitian ini kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, psikolog, terapis, guru kelas, dan guru pembimbing khusus, sedangkan sumber data sekunder melalui dokumen dan foto. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan uji kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perencanaan meliputi pendaftaran calon peserta didik, identifikasi dan asesmen, penyesuaian kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan sarana prasarana; 2) pelaksanaan meliputi penerapan metode praktik dan interaktif, integrasi program terapi, kolaborasi berbagai pihak, dan pemantauan perkembangan 3) evaluasi meliputi penilaian harian, tengah semester, dan akhir semester, serta umpan balik untuk perbaikan; dan 4) faktor pendukung meliputi keterlibatan orang tua, sarana prasarana, dan kolaborasi berbagai pihak. Faktor penghambat meliputi keterlibatan orang tua, kondisi peserta didik, sumber daya manusia, dan fasilitas terapi yang kurang optimal. Implikasi penelitian ini adalah pengelolaan proses pembelajaran menciptakan lingkungan belajar adaptif, optimalisasi sumber daya, penguatan sikap menghargai keberagaman, dan terwujudnya model pendidikan inklusif yang adil.
Kata Kunci : pengelolaan, proses pembelajaran, siswa berkebutuhan khusus.
Abstract
Learning process management aims to create a conducive learning environment to achieve learning objectives. This study aims to describe the management of the learning process of students with special needs at SD Galuh Handayani Surabaya. The research approach used is qualitative with the type of case study. Primary data sources were obtained through observations and interviews with principals, psychologists, therapists, class teachers, and special guidance teachers, while secondary data sources were documents and photographs. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The research instruments were observation guidelines and interview guidelines. Data analysis techniques include data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The data validity test used credibility test. The results showed that: 1) planning includes registration of prospective students, identification and assessment, curriculum adjustments, improving teacher competence, and providing infrastructure; 2) implementation includes the application of practical and interactive methods, integration of therapy programs, collaboration of various parties, and monitoring of development 3) evaluation includes daily, mid-semester, and end-of-semester assessments, as well as feedback for improvement; and 4) supporting factors include parental involvement, infrastructure, and collaboration of various parties. Meanwhile, inhibiting factors include parental involvement, student conditions, human resources, and less than optimal therapy facilities. The implication of this research is that the management of the learning process creates an adaptive learning environment, optimizes resources, strengthens attitudes of respect for diversity, and realizes an equitable inclusive education model.
Keywords: management, learning process, students with special needs
UTILIZATION OF CHATGPT TECHNOLOGY TO IMPROVE LEARNING OUTCOMES OF IPA SUBJECTS ON EARTH ROTATION MATERIAL FOR STUDENTS WITH VISUAL IMPAIRMENTS AT SMPLB YPAB SURABAYA: PEMANFAATAN TEKNOLOGI CHATGPT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA MATERI ROTASI BUMI BAGI PESERTA DIDIK DENGAN HAMBATAN PENGLIHATAN DI SMPLB YPAB SURABAYA
AbstrakChatGPT merupakan suatu teknologi dalam bentuk kecerdasan buatan yang dapat membantupenggunanya dalam mengumpulkan informasi sehingga membentuk suatu kesimpulan dariinformasi yang telah didapat. Teknologi ChatGPT ini dapat bermanfaat dan memudahkan pesertadidik dalam menerima informasi berupa audio yang dapat diakses. Penelitian ini bertujuan untukmenguji kebermanfaatan teknologi ChatGPT sebagai alat bantu dalam meningkatkan hasil belajarmata pelajaran IPA materi rotasi bumi pada peserta didik dengan hambatan penglihatan di SMPLBYPAB Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test posttest,yang melibatkan 6 siswa SMPLB YPAB Surabaya. Metode pengumpulan data dalam penelitianini menggunakan tes, sedangkan instrumen penelitian menggunakan tes tulis. Teknik analisis datadalam penelitian ini menggunakan Uji T berpasangan dan uji normalitas Shapiro-Wilk mengujidistribusi normal dari data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalampemahaman peserta didik terhadap mata Pelajaran IPA dengan konsep rotasi bumi setelahpenggunaan ChatGPT. Implementasi teknologi ini membantu peserta didik mengakses informasisecara lebih cepat dan efektif, serta meningkatkan interaksi antara peserta didik dan guru melaluipembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metodepembelajaran yang inklusif dan efektif bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya dalammemanfaatkan teknologi AI untuk pendidikan. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai peluangbagi peserta didik untuk memanfaatkan keberadaan ChatGPT sebagai teknologi bantu yang dapatmemberikan fasilitas serta kesempatan dalam mempelajari berbagai ilmu dan pengetahuan yangterbaru sesuai dengan kurikulum pembelajaran di sekolah.Kata Kunci: ChatGPT, Hasil Belajar IPA, Hambatan Penglihata
Berpikir Matematis Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Aritmetika Sosial Ditinjau dari Self-Efficacy
In solving problems, students use unique methods according to their mathematical thinking. Their success in completing assignments is influenced by self-efficacy. This research aims to describe students' mathematical thinking in solving social arithmetic problems in terms of high, medium, and low self-efficacy. This descriptive qualitative research involved eighth-grade students selected based on self-efficacy questionnaires, high and equivalent math ability tests, and good communication skills for interviews. Data collection methods included self-efficacy questionnaires, math ability tests, problem-solving tasks, and interviews. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Results show that in the entry phase at the specialization stage, students with high, medium, and low self-efficacy identify all available information, including what is known and what is asked in the question. They then identify the problem and develop and test potential strategies to solve it. In the attack phase at the conjecturing stage, they propose hypotheses, correct incorrect ones until accurate, and test them to solve the problem. At the justification stage, they provide logical reasons for their hypotheses and feel confident that each step taken is correct. In the review phase at the generalization stage, student with high self-efficacy does not check the compatibility of her answers with the questions or solving steps, whereas students with medium and low self-efficacy do it completely. Additionally, does all of student report difficulties when calculating large discounts
Peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang dalam Program Identitas Kependudukan Digital
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia meluncurkan program IKD sebagai bentuk digitalisasi layanan. Kabupaten Jombang termasuk dalam sepuluh daerah dengan partisipasi IKD terendah di Jawa Timur. Namun faktanya Kabupaten Jombang memiliki potensi yang mendukung untuk mengimplementasikan program ini yaitu penduduk usia produktif tinggi dan kepadatan penduduk tinggi, sehingga peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang dalam program Identitas Kependudukan Digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun fokus dari penelitian ini berdasarkan pada teori peran oleh Siagian (2018) meliputi stabilisator, inovator, modernisator, pelopor, dan pelaksana. Hasilnya, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jombang sebagai stabilisator yaitu memberikan sosialisasi ke tujuh sekolah; melakukan bimbingan teknik untuk pegawai; dan membuka layanan pengaduan. Sebagai inovator, yaitu jemput bola ke perusahaan swasta dan menciptakan Desa Digital. Sebagai modernisator, yaitu memastikan ketersediaan komputer dan pelaporan jumlah aktivasi program melalui WhatsApp. Sebagai pelopor, melakukan gerakan aktivasi internal kepada OPD; pemasangan banner di kecamatan; dan mempromosikan melalui instagram. Sebagai pelaksana, yaitu tahap perencanaan dengan membuat rencana kegiatan, mengkoordinasikan berbagai pihak pada tahap pengimplementasian, serta melakukan evaluasi bersama provinsi, internal, dan seluruh kecamatan. Peneliti menyarankan untuk memperluas cakupan sosialisasi, mengembangkan upaya yang lebih bervariatif, dan mengintegrasikan IKD dalam layanan dokumen lainnya
Efektivitas Layanan Administrasi Kependudukan Melalui Aplikasi Klampid (Kawin, Lahir, Mati, Pindah, Datang) di Kelurahan Kapasan Kecamatan Simokerto Kota Surabaya
Aplikasi Klampid merupakan inovasi layanan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus keperluan administrasi kependudukan secara online. Untuk menunjang kemudahan masyarakat, pihak dinas menempatkan petugas khusus di setiap Kecamatan di Kota Surabaya salah satunya yaitu kecamatan Simokerto. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat terhadap adanya aplikasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan Klampid dalam mengoptimalkan kemudahan administrasi kependudukan kelahiran dan kematian di Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian ini menggunakan teori pengukuran efektivitas sistem informasi oleh DeLone dan McLean yang meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan, kepuasan pengguna dan keuntungan bersih. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan analisis model interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator kualitas sistem sudah cukup efektif. Indikator kualitas informasi sudah efektif karena telah menunjukkan keterbaruan, kejelasan dan keakuratan inforamsi. Indikator kualitas pelayanan sudah efektif dimana dilihat dari kecepatan, kehandalan dan interaksi baik yang terjalin dari pemberi layanan. Begitu pula pada indikator penggunaan, aplikasi Klampid sudah sering dimanfaatkan untuk memberikan layanan kependudukan. Indikator kepuasan pengguna juga sudah efektif dimana pihak kelurahan, kecamatan dan masyarakat merasa puas dengan adanya aplikasi Klampid. Pada indikator keuntungan bersih dari adanya aplikasi Klampid juga telah dirasakan oleh pihak kelurahan maupun masyarakat luas.
Kata Kunci: Aplikasi Klampid, Efektivitas, Pelayanan Publik.Aplikasi Klampid merupakan inovasi layanan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus keperluan administrasi kependudukan secara online. Untuk menunjang kemudahan masyarakat, pihak dinas menempatkan petugas khusus di setiap Kecamatan di Kota Surabaya salah satunya yaitu kecamatan Simokerto. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala berupa rendahnya pemahaman masyarakat terhadap adanya aplikasi tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan Klampid dalam mengoptimalkan kemudahan administrasi kependudukan kelahiran dan kematian di Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian ini menggunakan teori pengukuran efektivitas sistem informasi oleh DeLone dan McLean yang meliputi kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas pelayanan, penggunaan, kepuasan pengguna dan keuntungan bersih. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan analisis model interaktif menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator kualitas sistem sudah cukup efektif. Indikator kualitas informasi sudah efektif karena telah menunjukkan keterbaruan, kejelasan dan keakuratan inforamsi. Indikator kualitas pelayanan sudah efektif dimana dilihat dari kecepatan, kehandalan dan interaksi baik yang terjalin dari pemberi layanan. Begitu pula pada indikator penggunaan, aplikasi Klampid sudah sering dimanfaatkan untuk memberikan layanan kependudukan. Indikator kepuasan pengguna juga sudah efektif dimana pihak kelurahan, kecamatan dan masyarakat merasa puas dengan adanya aplikasi Klampid. Pada indikator keuntungan bersih dari adanya aplikasi Klampid juga telah dirasakan oleh pihak kelurahan maupun masyarakat luas.
Kata Kunci: Aplikasi Klampid, Efektivitas, Pelayanan Publik
Pengembangan Aplikasi Human Resource Information System Berbasis Mobile Dengan Absensi Wajah Menggunakan Metode CNN Pada BMT Bahtera Pekalongan
Sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) yang masih dilakukan secara manual di BMT Bahtera Pekalongan menimbulkan berbagai permasalahan, seperti ketidakefisienan dalam pencatatan kehadiran, keterlambatan proses administrasi, serta potensi kesalahan dan manipulasi data. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi Human Resource Information System (HRIS) berbasis mobile yang terintegrasi dengan teknologi pengenalan dan verifikasi wajah menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN). Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Waterfall, yang mencakup tahapan requirements, design, development, testing, dan deployment. Aplikasi ini dikembangkan menggunakan framework Flutter. Sistem absensi menggunakan teknologi face detection dan face verification wajah Google ML Kit dan TensorFlow Lite, untuk memastikan keakuratan verifikasi wajah.
Hasil pengujian menggunakan metode black box testing menunjukkan bahwa seluruh fitur aplikasi berfungsi dengan baik sesuai spesifikasi yang dirancang. Hasil pengujian sistem absensi wajah menggunakan CNN dengan Cosine Similarity dan confusion matrix, threshold 70% menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 0,77, menunjukkan keseimbangan False Positive dan False Negative yang baik. Evaluasi tingkat kegunaan aplikasi menggunakan System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor dengan grade acceptable yang menunjukkan aplikasi memiliki tingkat penerimaan yang baik oleh pengguna. Implementasi sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi manajemen SDM di BMT Bahtera Pekalongan, mengurangi risiko kesalahan pencatatan kehadiran, serta meningkatkan transparansi dan keandalan data.
Kata Kunci: HRIS, CNN, Face Detection, Face Verification, Flutter, System Usability Scale, Aplikasi berbasis mobile