Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SNADDERS POSAF SELF-ESTEEM UNTUK PEMILIHAN KEPUTUSAN KARIER DI SMAN 1 DRIYOREJO
Self-esteem atau harga diri merupakan persepsi atau penilaian subjektif positif ataupun negatif individu terhadap diri sendiri. Dalam masalah karier, orang dengan self-esteem negatif cenderung meremehkan minat dan bakatnya, merasa tidak dihargai oleh orang lain, merasa tidak berdaya, dan tidak percaya diri, sehingga siswa belum mampu dan kebingungan dalam menentukan pilihan karier. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghasilkan produk pengembangan permainan Snadders Posaf (Snake and Ladders Positive Affirmation) self-esteem dalam pemilihan keputusan karier di SMAN 1 Driyorejo yang telah memenuhi kriteria akseptabilitas (kegunaan, kelayakan, kepatutan, dan ketepatan). Berdasarkan hal tersebut, peneliti menggunakan metode Reseach & Development (R & D) yang terbatas pada 5 tahapan (pengumpulan data, perencanaan, pengembangan draft awal produk, uji ahli, dan revisi hasil uji). Media permainan ini mendapatkan nilai rata-rata akesptebilitas sebesar 95% dari ahli media, 95,3% dari ahli media, 98% dari praktisi (guru BK), dan 99,3% dari calon pengguna. Hasil data dari tahap uji ahli dianalisis menggunakan 2 teknik, yaitu analisis kuantitatif dari penilaian uji validitas dan analisis kualitatif dari komentar atau saran. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan Snadders Posaf (Snake and Ladders Positive Affirmation) self-esteem dalam pemilihan keputusan karier di SMAN 1 Driyorejo telah memenuhi kriteria akseptabilitas (kegunaan, kelayakan, kepatutan, dan ketepatan)
Implementasi Program Friday Class sebagai Pengembangan Vocational Skills Peserta Didik Paket A di Homeschooling Kak Seto Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses implementasi program Friday Class menggunakan prinsip manajemen POAC (perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan) untuk mengembangkan vocational skill siswa Paket A. Fokus penelitian mencakup pengenalan peralatan dan bahan, pengerjaan cepat, tepat, akurat, serta penguasaan kompetensi dan keterampilan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan analisis berupa pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Friday Class telah berjalan cukup maksimal, namun masih perlu perbaikan untuk keberlanjutan di masa depan. Faktor pendukungnya meliputi kualitas sumber daya manusia yang unggul dan fasilitas yang memadai. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah rendahnya disiplin peserta, keterbatasan bahan atau peralatan, serta alokasi waktu yang belum efisien. Implementasi ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan lebih lanjut dalam meningkatkan keterampilan vokasional siswa
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KECAMATAN SIDOARJO
menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, inovatif, dan berorientasi pada tujuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan kuantitatif dengan responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Analisis daya yang dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan berganda dengan bantuan SPSS IBM 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru, kepala sekolah yang efektif dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan memotivasi guru dalam meningkatkan kinerjanya. Selain itu, budaya sekolah yang positif juga terbukti dapat memberikan kontribusi penting dalam mendukung kinerja guru. Hal tersebut menegaskan pentingnya sinergi keduanya dalam mencapai tujuan pendidikan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk memperkuat peran kepemimpinan dan budaya sekolah sebagai strategi meningkatkan mutu pendidikan.
Kata kunci: kepemimpinan kepala sekolah, budaya sekolah, kinerja gur
The Influence of the Wordwall Interactive Game on Symbolic Thinking Ability: THE EFFECT OF INTERACTIVE WORDWALL GAMES ON THINKING ABILITY SYMBOLICS OF CHILDREN AGE 4-5 YEARS IN MUSLIMAT KINDERGARTEN NU 30 TAMBAK REJO WARU SIDOARJO
At this time, stimulating children's symbolic thinking skills can be done in various ways, one of which is by using the interactive game Wordwall. After initial observations, there are still many kindergartens that have not thought about using the interactive game Wordwall to stimulate children's symbolic thinking skills. Children's thinking abilities have indicators of cognitive development, namely mentioning, counting, and connecting number concepts. This study aims to determine the effect of the Wordwall interactive game on the symbolic thinking skills of children aged 4-5 years at the Muslimat NU 30 Tambak Rejo Kindergarten. This research was conducted for 7 days by giving a pretest to the sample then followed by giving treatment 1, treatment 2, treatment 3 and ends with a posttest. The treatment given is using learning media and worksheets made by researchers. This study used 15 children as the research sample. This research uses quantitative research with the Quasi Experimental Design method, by utilizing the control group and the experimental group, but to determine this is not random (Nonrandom Assignment). Data collection techniques used observation sheets and tests on children. The data analysis technique used validity test through expert judgment, reliability test using Chronbach's Alpha, Kolmogorov-Smirnov normality test and homogeneity test with Levene test using SPSS Version 22 software. The results of hypothesis testing were through independent sample t-test with SPSS Verssi 22 software. These results obtained a significant value of 0.000 <0.05. Thus Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that the Wordwall interactive game has a significant influence on the symbolic thinking skills of children aged 4-5 years at TK Muslimat NU 30 Tambak Rejo
ANDROGENITAS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL UTARA KARYA BAYU PERMANA: KAJIAN ANDROGINI SANDRA L. BEM
Penelitian ini membahas perilaku androgini dari tokoh utama novel Utara karya Bayu Permana menggunakan teori androgini Sandra L. Bem. Novel tersebut mengisahkan seorang laki-laki bernama Uttam dan seorang perempuan bernama Amanda yang mengalami masalah dengan adanya stereotip peran gender di lingkungan sekolahnya. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan karakter androgini tokoh utama yang mengandung adjektiva maskulin dan feminim tanpa terbatas pada identitas gender sesuai dengan teori androgini Sandra L. Bem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu novel Utara karya Bayu Permana. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk kutipan teks berupa kegiatan, perbuatan, dan juga dialog antar tokoh yang menunjukkan karakteristik kepribadian Androgini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 perilaku androgini yang ditunjukkan tokoh utama laki-laki dan 15 perilaku androgini yang ditunjukkan tokoh utama perempuan. Perilaku tersebut terbagi ke dalam lima unsur utama. Pada tokoh Uttam, ditemukan sebanyak 7 data dalam unsur sikap, 3 data dalam unsur emosi, 6 data dalam unsur kepercayaan, 4 data dalam unsur kebiasaan dan kehendak, serta 3 data dalam unsur konsepsi diri. Kemudian pada tokoh Amanda, ditemukan sebanyak 2 data dalam unsur sikap, 3 data dalam unsur emosi, 5 data dalam unsur kepercayaan, 1 data dalam unsur kebiasaan dan kehendak, serta 4 data dalam unsur konsepsi diri. Hasil analisis menunjukkan adanya karakteristik androgini dari kedua tokoh berupa penolakan pembatasan stereotip gender untuk mengekspresikan diri mereka secara bebas dan autentik.
Kata Kunci: karya sastra, novel, stereotip gender, androgini.
 
REPRESENTASI NILAI SOSIAL DALAM NOVEL KISAH YANG PILU UNTUK KITA YANG RAGU KARYA BOY CHANDRA KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA IAN WATT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk gejala sosial yang sering dijumpai, fungsi sosial dan nilai sosial sebagai tindakan yang dapat dicontoh lingkungan sosial dalam novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra dengan kajian teori sosiologi sastra Ian Watt. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data menggunakan novel berjudul Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra diterbitkan oleh sigikata tahun 2021. Data yang diperoleh berupa frasa, kalimat, dialog atau kutipan dari novel Kisah yang Pilu untuk Kita yang Ragu karya Boy Chandra yang menunjukkan adanya sastra cerminan masyarakat dan fungsi sosial sesuai kajian teori sosiologi sastra Ian Watt. Kemudian nilai sosial meliputi nilai cinta kasih sayang, nilai tanggung jawab dan nilai keserasian hidup. Teknik pengumpulan data berupa baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan teknik hermeutik. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: 1) Terdapat bentuk gejala sosial seperti disorganisasi keluarga, petengkaran dan pencurian berdasarkan fakta sosial atau kejadian sosial yang sering ditemui. 2) Terdapat fungsi sosial sebagai hiburan melalui kritikan. 3) Terdapat nilai sosial dengan memperlihatkan setiap tokoh dapat menjadikan cerminan sosial seperti kasih sayang, peduli dan tolong menolong. 4) Terdapat nilai tanggung jawab memperlihatkan tokoh yang bertanggung jawab menjalankan usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. 5) Terdapat nilai keserasian hidup sebagai bentuk kerja sama. Penelitian ini diharapkan menjadi refrensi bagi peneliti lainnya yang menganalisis bentuk sosial dan sastra dengan menggunakan kajian teori sosiologi sastra Ian Watt.
Kata Kunci: Sastra Cerminan Masyarakat, Fungsi Sosial, Nilai sosial, Sosiologi Sastra Ian Watt.
 
GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM TEKS VIDEO ANIMASI TEKOTOK
Di era digital sekarang, animasi telah menjadi salah satu media paling efektif untuk menyampaikan pesan kepada publik. Salah satu genre animasi yang sedang naik daun di Indonesia adalah Animasi Tekotok, yang terkenal dengan gaya humor dan sarkasmenya. Dalam penelitaian ini penulis mengambil beberapa gaya Bahasa yaitu sindirian ironi, sinisme, satire, sarkasme, inuendo, antifrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan sindiran dari video animasi Tekotok. Video animasi yang diambil adalah beberapa video animasi telah dipilih. Terdapat 10 animasi dengan judul sebagai berikut: Kondangan Nutup Jalan, Review SJW FT. @Stevansyoung, Legenda Anak IT, Jangan Nyalip Motofloger, Si paling Masuk Surga, Hukuman Is Dead, Tutorial Biar Gak Sirik, Komentar Juri, dan Naro Setiker. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, karena mengumpulkan data berupa kalimat dan kutipan yang berkaitan dengan rumusan masalah, kemudian dilanjutkan dengan analisis masalah sehingga menemukan kesimpulan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang mengkaji gaya bahasa yang terdapat pada teks animasi video tekotok. Berdasarkan hasil analisis terhadap teks video animasi tekotok, sindiran dominan yang digunakan dalam video tersebut adalah satire. Maka sindiran yang paling sedikit adalah sindiran antifrasis dan inuendo.
Kata Kunci: Kosakata, Sikap, Semantik, Siswa
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN DIGITAL TEMA WISATA BOJONEGORO BERMUATAN PLURIKULTURAL BAGI PEMELAJAR BIPA LEVEL 1
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengembangan modul pembelajaran digital tema wisata Bojonegoro yang bermuatan plurikultural bagi pemelajar BIPA level 1 menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan menganalisis kualitas modul ajar dari aspek kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Dalam proses pengembangannya hasil Analysis dilakukan menggunakan cara wawancara dan lembar ceklist, hasil analisis menunjukkan pemelajar dan pengajar BIPA sangat membutuhkan modul ajar yang bermuatan budaya komunikasi. Pada tahapan Design dihasilkan data budaya masyarakat Bojonegoro, sepsifikasi produk, dan prototip modul ajar. Pada tahapan Development mengasilkan produk modul ajar dan hasil validasi produk modul ajar dari ahli bahasa dan ahli desain grafis, yang mencakup ejaan, bahasa, kesesuaian materi, muatan plurikultural, serta desain visual dengan perolehan hasil validasi sebesar 81,3%. Pada tahapan Implementation menghasilkan nilai keefektifan dengan skor rata-rata 95,8% melalui hasil tes uji coba. Sedangkan, pada nilai kepraktisan modul ajar mendapatkan skor 92,5%, melalui angket respon pemelajar BIPA Level 1. Pada tahapan Evaluation melakukan revisi akhir terhadap kelebihan dan kekurangan produk modul ajar. Subjek penelitian ini adalah 6 pemelajar BIPA level 1 Universitas Negeri Surabaya dari negara yang berbeda (Korea, Jepang, Myanmar, dan USA). Materi yang diajarkan dalam modul meliputi penggunaan posisi dan lokasi, penggunaan kata keterangan, dan penggunaan kata hubung. Berdasarkan hasil penelitian, modul ini layak digunakan dalam pembelajaran BIPA level 1 karena berhasil memadukan aspek kebahasaan dan budaya lokal, serta memberikan pemahaman mendalam tentang norma etika, basa-basi, dan implikatur dalam konteks wisata di Indonesia.
Kata Kunci: Pembelajaran BIPA, Plurikultural, Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Asing, Kearifan Lokal Wisata
THE CHARACTERS’ ATTACHMENT STYLE IN OUR BELOVED SUMMER (2021)
Our Beloved Summer (2021) which depicts two main characters with different life backgrounds, mindsets, and attachment styles living a relationship. Choi Ung who grew up full of parental affection, while Kook Yeon Su who had no parental affection at all. This gives rise to several attitudes that describe how each character's attachment style is when living in a relationship. This study seeks to show how the attachment style of each character in this drama is by using the theory of Hazan and Shaver (1987) regarding adult attachment. This study states that there are 3 attachment styles, namely secure, anxious, and avoidant. This research concludes that the character of Choi Ung here is a safe figure while Kook Yeon Su is an anxious and avoidant figure.
Keywords: Attachment Style, Anxious, Avoidant, Secure, Relationshi