E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
Not a member yet
    924 research outputs found

    Perbandingan Biaya Galian Tanah Menggunakan Alat Berat Dengan Proses Pengerjaan Manual

    No full text
    Abstrak Dalam proyek konstruksi biasanya  pihak pengerja dalam hal ini dapat disebut kontraktor lapangan terkadang mengalami beberapa kendala dalam mengerjakan proyek yang tidak mempunyai akses jalan yang baik, permasalahan tersebut adalah sulitnya untuk mobilisasi alat berat.Akan tetapi terkadang pelaksanaan secara manual pun sulit dilaksanakan dikarenakan terbatasnya  waktu pengerjaan dan perekrutan pekerja untuk proyek tersebut. Lokasi penelitian untuk ini mencakup daerah Desa tatah alayung kecamatan mandastana kabupaten barito kuala. Metode penelitian data untuk Tugas Akhir ini ialah dengan observasi, yaitu melakukan pengamatan di lapangan berkaitan dengan materi yang dibahas. Observasi dilakukan Daerah Irigasi Rawa (DIR) tanipah Desa Tatah Alayung Kecamatan Mandastana  Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan analisis perhitungan didapat Volume pekerjaan galiannya sebesar 216,476.80  m3. Biaya excavator long-arm sebesar 1,928,609,738 rupiah, Biaya excavator long-arm + Ponton sebesar 2,571,479,650 rupiah, dan Biaya excavator standard sebesar 714,480,000 rupiah. Jika pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat-alat manual dan dikerjakan oleh pekerja galian didapatkan hasil sebesar 22,580,000,000 rupiah. Rasio perbandingan biaya antara alat berat dengan pekerjaan manual adalah 2,571,479,650 : 22,580,000,000 atau sama dengan 1 : 8,78 (Bila diambil dari biaya alat berat yang terbesar). Kata kunci : Excavator, Biaya, Pekerja Abstract In construction projects, usually the workman in this case can be called a field contractor, sometimes experiencing some obstacles in working on projects that do not have good road access, the problem is the difficulty of mobilizing heavy equipment. However, sometimes even manual implementation is difficult to carry out due to limited working time and recruitment of workers for the project. The research location for this area includes tatah alayung village, mandastana sub-district, barito kuala district. This data research method is by observation, which is conducting observations in the field relating to the material discussed. Observations were carried out in the Swamp Irrigation Area (DIR) Tanipah, Tatah Alayung Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency. Based on the analysis of calculations, the volume of excavation works is 216,476.80 m3. The cost of long-arm excavators is 1,928,609,738 rupiahs, the cost of long-arm excavators + Pontoons is 2,571,479,650 rupiahs, and the cost of standard excavators is 714,480,000 rupiahs. If the work is carried out using manual tools and is carried out by excavated workers, the result is 22,580,000,000 rupiah. The ratio of the cost ratio between heavy equipment with manual work is 2,571,479,650: 22,580,000,000 or equal to 1: 8,78 (If taken from the largest cost of heavy equipment).  Keywords : Failure, Settlement, Eccentricit

    Pelatihan Desain Grafis untuk Pemberdayaan Pemuda Karang Taruna Desa Karyabaru Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Kegiatan pelatihan ini adalah sebagai penunjang bagi pemuda karang taruna desa Karyabaru kecamatan barambai kabupaten Barito Kuala dalam memahami lebih jauh lagi mengenai pelatihan Komputer, serta memperkenalkan metode “learn and fun†pada pelatihan tersebut.    Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah Melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi berupa Pengabdian Kepada Masyarakat. Kemampuan dalam menyampaikan ide dan gagasan dalam upaya untuk membangun desa memerlukan dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang dituangkan dalam bentuk spanduk, poster, undangan. Ini semua dapat dilakukan, jika kita dapat menguasai atau memiliki kemampuan design grafis yang baik. Pada kesempatan kali ini akan dilakukan transfer pengetahuan berupa penguasaan ketrampilan design grafis menggunakan software photoshop dan corel draw.Dilakukan survey pendahuluan untuk melihat situasi kerja di lingkungan  kelurahan/  aparatur  desa    dalam  melakukan   tugas  dan  fungsi   (Tupoksi)   serta  kondisi masyarakat. Mengajak aparatur desa  untuk menggerakkan masyarakat melalui organisasi  yang  ada  di  daerah  atau  desa/kelurahan   Karya Baru. Mengkoordinir peserta yang berminat terhadap pelatihan-pelatihan yang sudah disiapkan oleh tim. Peserta  mampu  melaksanakan   pelatihan design grafis dengan hasil yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan keseharian menyangkut desain grafis

    Instalasi Listrik Tenaga Surya Untuk Penerangan Di Pondok Pesantren Mahad Arrahman

    Get PDF
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Pondok Pesantren Mahad Arrahman, Loktabat Utara, Banjarbaru. Pondok Pesantren Mahad Arrahman merupakan lembaga yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang berada di bawah yayasan Cahaya Arrahman. Berdasarkan hasil survey lapangan, pondok pesantren tersebut belum mempunyai cadangan listrik yang dapat digunakan sewaktu-waktu terjadi pemadaman. Kegiatan pengabdian ini meliputi perencanaan sistem panel surya, pemasangan panel surya, serta sosialisasi pengoperasian sistem listrik tenaga surya yang terpasang. Luaran dalam kegiatan ini adalah tersedianya listrik tenaga surya beserta instalasinya untuk penerangan. Manfaat dari kegiatan ini adalah dengan tersedianya cadangan listrik, kegiatan pembelajaran atau kegiatan lainnya di lingkungan pondok tidak terganggu akibat pemadaman listrik khususnya pada malam hari

    ANALISIS RASIO PROFITABILITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PT GRAHA PUSRI MEDIKA PALEMBANG

    No full text
    Tujuan laporan akhir ini untuk menilai kinerja keuangan peusahaan pada PT Graha Pusri Medika Palembang dengan menggunakan analisis rasio keuangan selama periode tahun 2014-2017. Rasio keuangan yang digunakan yaitu profitabilitas. Rasio profitabilitas pada PT Graha Pusri Medika Palembang menunjukkan kinerja perusahaan yang efisien ditinjau nilai rata-rata rasio Return on Assets (ROA) karena berada di atas rata-rata industri (time series). Rasio Return on Equity (ROE) juga efisien karena berada di atas rata-rata industri (time series). Rasio Gross Profit Margin (GPM) juga efisien karena berada di atas rata-rata industri (time series). Nilai rata-rata rasio Operating Profit Margin (OPM) dibawah rata-rata industri (time series) untuk kinerja keuangan dikatakan tidak efisien. Rasio Net Profit Margin (NPM) tidak efisien karena berada di bawah rata-rata industri (time series).Tujuan laporan akhir ini untuk menilai kinerja keuangan peusahaan pada PT Graha Pusri Medika Palembang dengan menggunakan analisis rasio keuangan selama periode tahun 2014-2017. Rasio keuangan yang digunakan yaitu profitabilitas. Rasio profitabilitas pada PT Graha Pusri Medika Palembang menunjukkan kinerja perusahaan yang efisien ditinjau nilai rata-rata rasio Return on Assets (ROA) karena berada di atas rata-rata industri (time series). Rasio Return on Equity (ROE) juga efisien karena berada di atas rata-rata industri (time series). Rasio Gross Profit Margin (GPM) juga efisien karena berada di atas rata-rata industri (time series). Nilai rata-rata rasio Operating Profit Margin (OPM) dibawah rata-rata industri (time series) untuk kinerja keuangan dikatakan tidak efisien. Rasio Net Profit Margin (NPM) tidak efisien karena berada di bawah rata-rata industri (time series)

    Desain Iot Untuk Smart Kumbung Dengan Thinkspeak Dan Nodemcu

    No full text
    Mushroom Kumbung is a house to take care of mushroom baglog and grow mushrooms, made from bamboo or wood. This Kumbung must have the ability to maintain the temperature and humidity of the mushroom so that it grows optimally. Control of the condition of mushroom kumbung is usually done manually, by spraying water on the mushroom baglog. This is less effective when a farmer has many kumbung, especially if far from his home. This requires a technology that can control and monitor the temperature and humidity of the kumbung. This research designs Internet of Things (IoT) technology for smart kumbung systems to condition their temperature and humidity. This research method is experimental with a quantitative approach. This study tried Thingspeak as an IoT platform with NodeMCU as its microcontroller. The sensor used for sensing humidity and temperature is DHT22 with an actuator is a sprayer, a blower and a lamp. Realtime temperature and humidity monitoring data can be accessed through an internet browser. The system works functionally according to the desired work design. Error value from the reading of the DHT22 sensor with a Digital Thermometer Hygrometer measuring instrument is still in the working area of DHT22.Kumbung jamur merupakan rumah untuk merawat baglog jamur dan menumbuhkan jamur, yang terbuat dari bambu atau kayu. Kumbung ini harus memiliki kemampuan untuk menjaga suhu dan kelembapan jamur supaya tumbuh secara optimal. Pengendalian kondisi kumbung jamur biasanya dilakukan manual, dengan penyemprotan air pada baglog jamur. Hal ini kurang efektif bilamana seorang petani mempunyai banyak kumbung, terlebih bila jauh dari rumahnya. Untuk itu diperlukan suatu teknologi yang dapat mengendalikan dan memantau suhu dan kelembapan kumbung.  Penelitian ini mendesain teknologi Internet of Things (IoT) untuk sistem kumbung yang pintar dalam mengkondisikan suhu dan kelembapannya. Metode penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini mencoba Thingspeak sebagai platform IoT dengan NodeMCU sebagai mikrokontrolernya. Sensor yang digunakan untuk men-sensing kelembapan dan suhu adalah DHT22 dengan aktuator berupa sprayer-pump, blower dan lampu pijar. Data pemantauan suhu dan kelembapan realtime bisa diakses melalui internet browser. Sistem secara fungsional bekerja baik sesuai dengan desain kerja yang diinginkan. Nilai galat dari pembacaan sensor DHT22 dengan alat ukur Digital Thermometer Hygrometer masih dalam kawasan kerja DHT22

    INVESTIGASI PENERAPAN COLLABORATIVE LEARNING DI UNIVERSITAS BINA DARMA PALEMBANG

    No full text
    Abstract This study aims to investigate the extent of collaborative learning that occurs at Bina Darma University Palembang. The data used is data from posting in the e-learning forum. The data is then processed using the Community of Inquiry method approach. The results of this study are an analysis of the application of collaborative learning in e-learning forums and suggestions for improving its application. Keywords  LMS, Community of Inquiry, Blended Learning, Online Learning, Trancript AnalysisPenelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi seberapa jauh pembelajaran kolaboratif yang terjadi di Universitas Bina Darma Palembang. Data yang digunakan adalah data dari pesan yang ada pada forum e-learning. Data tersebut kemudian diolah menggunakan pendekatan metode Community of inquiry. Hasil dari penelitian ini adalah analisis dari penerapan collaborative learning pada forum e-learning dan saran untuk meningkatkan penerapannya.   Keywords  LMS, Community of Inquiry, Blended Learning, Online Learning, Trancript Analysi

    PERBANDINGAN METODE NAÃÂVE BAYES DAN EQUIVALENCE CLASSES DALAM MENENTUKAN STRUKTUR BAYESIAN NETWORK

    No full text
    Bayesian Network merupakan model yang termasuk dalam klasifikasi bayes, dimana metode ini mengasumsikan bahwa nilai variabel independen memiliki ketergantungan dengan nilai variabel lain. Bayesian Network memiliki keunggulan yaitu dapat memodelkan hubungan antar variabel dengan menggunakan graf atau semacam penggambaran alur hubungan antar variabel. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menentukan struktur bayesian network. Metode pembentukan struktur jaringan Bayesian network pada penelitian ini adalah metode naïve bayes dan equivalence classes. Kedua metode pembentukan struktur ini diterapkan untuk klasifikasi kelayakan peminjaman dana Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Pada struktur metode naïve bayes variabel dependen menjadi pusat dari variabel independen sedangkan pada struktur metode equivalence classes setiap variabel memiliki hubungan antar variabel lain. Hasil pengujian dari metode naïve bayes dan equivalence classes dalam pembentukan struktur Bayesian network secara rata-rata adalah metode equivalence classes 79,53% dan naïve bayes 80,93%

    PERMODELAN MODIFIKASI ALAT PEMADATAN DI LABORATORIUM SESUAI DENGAN SNI SNI 1743:2008

    No full text
    Pesatnya perkembangan prasarana di kota Banjarmasin terutama dalam sarana transportasi, akibat jumlah kendaraan yang semakin meningkat kian harinya. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan masyarakat yang juga bertambah, seperti kebutuhan jalan yang baru dan sesuai Spesifiikasi Umum Bina Marga. Oleh sebab itu, pembangunan jalan baru atau perbaikan jalan yang lama harus segera terealisasikan oleh pemerintah. Dalam rangka membangun suatu konstruksi seperti salah satunya pembangunan jalan baru perlu perencanaan dan penelitian yang matang sebab pembangunan jalan sangat berkaitan dengan kondisi fisik dan mekanis lapis pondasi, dimana jalan mempunyai beberapa lapis pondasi ditinjau berdasarkan gradasi agregatnya. Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi di lapangan diperlukan pemadatan yang maksimum agar mengantisipasi terjadinya penurunan akibat adanya pembebanan lalu lintas. Dalam praktek pemadatan di lapangan pada umumnya menggunakan mesin penggilas tanpa ada persyaratan material harus lolos saringan 19,00 mm (3/4″) sedangkan pada pekerjaan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Kelas B di laboratorium menggunakan metode pemadatan berat dan untuk bahan campuran material harus yang lolos saringan 19,00 mm (3/4″). Dari hasil penelitian ini dapat diketahui nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan SNI 1743:2008 yaitu Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,243 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,7%, dan Nilai CBR desain 78%. Nilai kepadatan maksimum dan kadar air optimum serta nilai CBR desain sesuai dengan permodelan alat pemadatan 2 lapisan dan 3 lapisan, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 2 lapisan didapatkan Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,183 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,9 %, dan Nilai CBR desain 16%, hasil pengujian permodelan modifikasi alat pemadatan 3 lapisan mendapatkan rata-rata Nilai Kepadatan Kering Maksimum (maks) 2,194 gr/cm3, Kadar Air Optimum 4,6 %, dan Nilai CBR desain 22%. Kesesuaian parameter hasil sifat mekanis antara standar SNI 1743:2008 dengan permodelan modifikasi alat pemadatan di laboratorium menunjukkan bahwa permodelan modifikasi alat pemadatan dan CBR Laboratorium tidak sesuai dengan SNI 1743:2008 karena tidak mencapai minimum desain CBR Laboratorium dalam Spesifikasi Umum 2010 Rev 3 Bina Marga Divisi 5 pada Lapis Pondasi Agregat Kelas B

    Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Rantau Badauh Barito Kuala

    Get PDF
    Rantau Badauh Subdistrict is located in Barito Kuala Regency which is located around 25 km from the capital of Barito Kuala Regency and around 20 km from the Capital City of South Kalimantan (Banjarmasin). The village area consists of paddy fields, yards, swamps, rivers, and forests. Teachers as the spearhead in the world of education, are required to always be responsive and sensitive to the various innovations that occur around them, teachers must be able to follow the rapid development of science, technology and information. Most teachers have not used computer technology for the learning process, for example to create simple computer-based learning media or to administer learning activities. Training activities are carried out using survey methods, lectures, training practices and discussion - consultation. The survey was conducted by distributing a 'user need assessment' questionnaire to school teachers to get the data of the type and needs of teachers in mastering the most needed computer skills. Mastery of computer skills is categorized in supporting the learning process, making learning media. The output target of this activity is to Improve the Teacher's Ability in Developing Computer Based Learning Media.   Keywords: Teacher, Learning Media, Computer Base

    REDESAIN KAPASITAS DAN DISTRIBUSI BEBAN TIANG AKIBAT EKSENTRISITAS BERLEBIH

    No full text
    Interpretasi produk perencanaan sebagai panduan pelaksanaan bisa terjadi kesalahan. Kurangnya kemampuan ahli tenaga teknis, keterbatasan alat dan bahan serta metode pelaksanaan yang salah sebagai factor penyebab kesalahan tersebut. Sebagai contoh adalah kesalahan pelaksanaan pemancangan tiang pada pembangunan Gedung lantai 8 di jalan Veteran Banjarmasin. Berdasarkan hasil investigasi lapangan menunjukkan bahwa titik berat (As) pile cap atau As beban struktur atas rencana tidak satu sumbu dengan As group tiang yang terpancang. Kondisi tersebut mengakibatkan kegagalan dukung tiang karena tiang mengalami over load dan uplift . Oleh sebab itu perlu dilakukan redesain kapasitas dan distribusi beban ke tiang akibat eksentrisitas berlebih. Langkah-langkah awal dapat dilakukan dengan pengumpulan data pendukung dan dilanjutkan dengan penyelidikan data utama seperti posisi koordinat tiang terpasang dan koordinat As pilecap. Data-data tersebut dianalisis dan diolah menjadi redesain formasi group tiang yang mampu memenuhi syarat kapasitas dan distribusi beban rencana ke tiang. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa eksentrisitas arah y maximum terjadi pada jalur C sebesar -0.486 m dan minimum pada jalur A sebesar  0.010 m. selain itu eksentrisitas maximum arah x terjadi pada baris 4 sebesar -0.430 m dan minimum pada baris 6 sebesar  -0.027 m. Eksentrisitas eksisiting tersebut lebih besar dari eksentrisitas ijin e > B/6 per pilecap. Kondisi eksentrisitas eksisting tersebut mengakibatkan tidak tercapainya safety factor (SF) rencana 2,5 dan terjadinya overcapacity (Pmax 208 ton) serta tiang tarik. Daya dukung tiang group existing maximum sebesar 944,55 ton dengan SF minimum yang terjadi 0,965 <  SF rencana 2,5. Setelah dilakukan redesain jumlah dan posisi tiang diperoleh ex maximum 0,187 m dan ey maximum 0,104 m < e ijin B/6 dan  daya dukung tiang group redesain maximum sebesar  1620,17 ton dengan SF minimum 2,354 ≈  SF rencana 2,5. Redesain tersebut menghasilkan distribusi beban ke tiang P max 83,30 ton dan P min  57,32 ton. Distribusi tersebut tidak mengakibatkan overcapacity dari P ijin 208 ton dan tidak menimbulkan tiang tarik. Hasil re-eksentrisitas dan perhitungan daya dukung tersebut dituangkan dalam shop drawing redesain titik pancang sebagai panduan pelaksanaan di lapangan

    682

    full texts

    924

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-JOURNAL POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇