Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia
Not a member yet
135 research outputs found
Sort by
Pengaruh Financial Distress terhadap Earnings Management (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek In-donesia Periode 2014-2018)
Reflecting on the biggest accounting scandals in the world, such as the case of Bernie Medoff, Enron, Lehman Brother, Worldcom, and others; corporate stakeholders are powerless against the collapse of a company or economy. There is a practice of Earnings Management, where accounting practices are misused for the benefit of company management. Then, the emergence and bankruptcy of companies continued to alternate based on the number of bankruptcy cases in Indonesia. And the mining sector became an advanced industry in the era of Susilo Bambang Yudhoyono, but experienced a setback in the era of Joko Widodo. Many small companies went bankrupt and were acquired by large companies. Financial Distress pressure can make management to do Earnings Management based on certain motives (Diri, 2018). The study was conducted to find the relationship between Financial Distress through the Grover model and Earnings Management through the Modified Jones model. The results show that there is a relationship between Financial Distress and Earnings Management, the influence or strength of the explanation of Financial Distress on Earnings Management is at a strong level
Mengukur Output Gap Ekonomi Maluku Utara (Pendekatan Hodrick-Prescott Filter)
Development anywhere will always be faced with fluctuating conditions or the ups and downs of economic growth. In the discourse "New Neo-Classical Synthesis" which by (Hubbard, 2014; Gordon, 2014; Mitchell, 2019 and Insukindro, 2020), sees economic fluctuations that can lead to recession and expansion. How to measure the output gap or economic fluctuation that occurred in North Maluku Province and its relationship with economic indicators.
Estimation of economic fluctuations uses the Hodrick-Prescott Filter method, which is an econometric method to describe the frequency of time series data becoming trends in an economic cycle. The results showed that North Maluku's economic fluctuations were actually dominated by economic recessions rather than expansion. In the first quarter of 2020, if you use the standard macroeconomic approach, there will still be economic expansion fluctuations (3.06), but the New Neo-Classical Synthesis method since the first quarter has experienced an economic recession (-1.42). Meanwhile, the movement patterns are unidirectional or procyclic, there are also opposites or contersiclic
Penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro sebagai Upaya Mempertahan-kan Usaha Mikro di Masa Pandemi
Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) telah menjadi salah satu sektor strategis dalam mendukung perkembangan perekonomian domestik di Indonesia. Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi perekonomian Indonesia, terutama bagi para pelaku usaha mikro. Menurunnya pendapatan para pelaku usaha mikro karena berbagai masalah keuangan dan masalah non-keuangan yang muncul akibat pandemi COVID-19 memberikan dampak langsung pada penurunan PDB dan tingkat perekonomian di Indonesia. Untuk menanggulangi permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha mikro, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM mengeluarkan program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). BPUM telah dilaksanakan dua kali yaitu, di tahun 2020 dan di tahun 2021. Berdasarkan efektivitas dari penggunaan dana BPUM dinilai telah efektif baik dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maupun wawancara mendalam yang dilakukan. Meskipun demikian, penyaluran program BPUM masih memiliki beberapa masalah dikarenakan implementasi BPUM pada 2020 berorientasi pada kecepatan penyaluran, sehingga sangat mungkin terjadi ketidatepatan sasaran. Oleh karena itu, penelitian berikut bertujuan untuk mempelajari permasalahan penyaluran program BPUM serta memberikan alternatif terbaik berupa desain strategi dalam proses penyaluran BPUM. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode analisis Analytic Network Process (ANP). Melalui penelitian berikut, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses penyaluran program BPUM diantaranya; penyaluran dana yang belum tepat sasaran, proses verifikasi data yang belum memadai, alur komunikasi satu arah, serta belum terintegrasinya informasi terkait program BPUM. Di sisi lain, penerima bantuan program BPUM juga belum mendapatkan pendampingan serta monitoring yang memadai. Berdasarkan hasil analisis data dan pembobotan yang telah dilakukan, pemerintah daerah menjadi alternatif terbaik dalam penyaluran BPUM
The The Role of Giving Incentives and Workload for Employees of Bank Perkreditan Rakyat Bekasi Branch
The purpose of this research is to measure the impact of the effect of providing incentives on the workload of employees at BPR Lestari Bekasi Branch. Quantitative descriptive analysis in this study involved 35 (thirty five) employees and used non-probability sampling. Data collected by making a questionnaire and distributed to employees of the company. From this research, it can be concluded that there is a positive and significant impact of providing incentives and workload on the variable of employee productivity at PT. BPR Lestari Bekasi Branch. The statistical test results obtained are incentives and workloads have a positive effect with a coefficient of determination of 78.70% on work productivity and partially each variable has a positive effect and significance on the dependent variable. An increase in the value of incentives and workload can increase the work productivity variable positively and vice versa if there is a decrease in the independent variable it can have an impact on a decrease in the dependent variable. Incentive variables affect the work productivity of employees of PT. BPR Lestari is indicated by the T-count > T-table value, namely (3.566 > 2.035) sig. 0.001 < 0.05 in this case the role of incentives has a positive and significant effect on employee productivity. The workload variable has an impact on the work productivity of PT. BPR Lestari. T-test results > T-table (7.391 > 2.035), sig. 0.000 < 0.05. Simultaneously the two independent variables Incentive and Workload have a positive and significant impact on the dependent variable, namely Work Productivity. The result of the Coefficient of Determination or R Square is 0.787, which means that this incentive has contributed 78.70% to the Work Productivity of PT. BPR Lestari Bekasi Branch
Pengaruh Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Kemiskinan Provinsi Jawa Barat 2011-2021
West Java Province is a province in Indonesia that always shows the realization of foreign and domestic investments that are superior to other provinces in Indonesia. On the other hand, poverty in West Java Province still becomes a main problem as indicated by the high number of people living in poverty. This study aims to determine the effect of investment and economic growth on poverty in West Java Province in 2011-2021. The results show that the high realization of investment has no significant effect on poverty in West Java. However, the high economic growth in West Java has a significant and negative effect on poverty in the area. The government can take the right policies to continue to increase economic growth in West Java and take other steps apart from investing both foreign and domestic investments
Apakah Dana Desa dan Fungsi Belanja APBD Mampu Mengatasi Kemiskinan di Indonesia?
Kemiskinan masih menjadi salah satu masalah dalam pembangunan ekonomi. Berbagai cara telah ditempuh oleh pemerintah untuk mengurangi persentase kemiskinan, di antaranya melalui pengeluaran belanja daerah dan dana desa. Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana pengaruh dana desa dan fungsi belanja APBD terhadap persentase kemiskinan di Indonesia. Adapun pendekatan belanja APBD menggunakan variabel fungsi ekonomi, fungsi pendidikan, fungsi perlindungan sosial, fungsi perumahan dan fasilitas umum. Data bersumber dari Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik periode 2018-2021. Adapun metode statistik yang digunakan yaitu regresi dengan data panel. Berdasarkan pengujian model panel, model efek tetap (fixed effect) merupakan model yang terbaik. Secara simultan seluruh variabel berpengaruh terhadap kemiskinan. Secara parsial variabel Fungsi Pendidikan, Fungsi Perlindungan Sosial, Fungsi Perumahan dan Fasilitas Umum dan Dana Desa berpengaruh signifikan negatif terhadap persantese kemiskinan. Di sisi lain belum cukup bukti menyatakan Fungsi Ekonomi berpengaruh terhadap persantese kemiskinan. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperlukan kebijakan komprehensif terkait ekonomi makro-sosial agar tingkat kemiskinan Indonesia terus berkurang misalnya dengan memberikan bantuan yang bersifat produktif pada masyarakat
Modelling the Impact of a Rise in Global Equity Risk Premium: The G Cubed Simulation
The global disruptions the Covid-19 pandemic, financial crisis, trade tension, and geopolitical issues led to uncertainty across the world economies. The impact either on individual emerging or advanced countries, however, remains unclear. To this end, this study is simulating a shock of a one percent increase in equity risk premium permanently in all sectors in all countries, and focusing on exploring its impact on the United States (US), the United Kingdom (UK), Australia, China, Indonesia, and India. The results reveal that no countries are immune from the short-lived synchronised nuisance. Investment plummeted massively following the profound drop in interest rate, while unemployment suddenly soars, and Gross Domestic Product (GDP) contracted dramatically. In the long run, all economies reverse and converge to the initial condition. Nevertheless, there would be persistent GDP loss and sluggish investment in all economies. Therefore, policy responses should be designed based on strong international cooperation, focusing on fiscal policy to limit the impact of global losing confidence
Penerapan Proportional Odds Model pada Regresi Logistik Ordinal Determinan Tingkat Kebahagiaan di Provinsi Yogyakarta
Pembangunan suatu wilayah dapat diukur dari sisi obyektif maupun subyektif. Kebahagiaan merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat dari sisi subyektif.. Berdasarkan data BPS pada tahun 2014, PDRB per kapita di Propinsi Yogyakarta merupakan terendah di Pulau Jawa, akan tetapi berdasarkan indeks kebahagiaan Propinsi Yogyakarta merupakan propinsi dengan indeks kebahagiaan tertinggi. Oleh karena itu, perlu dikaji lebih lanjut determinan apa yang mempengaruhi tingkat kebahagiaan di Propinsi Yogyakarta. Ukuran kebahagian seseorang biasanya diukur dengan tingkatan dari mulai tidak bahagia, bahagia, sangat bahagia. Dalam analisis statistik, ukuran bertingkat ini merupakan skala pengukuran ordinal. Model yang umum digunakan dalam regresi logistik ordinal adalah Proportional Odds Model. Dengan menggunakan data IFLS5 tahun 2014-2015 dilakukan pemodelan regresi logistik ordinal pada determinan tingkat kebahagiaan di Propinsi Yogyakarta. Hasil dari model yang diperoleh variabel yang signifikan mempengaruhi tingkat kebahagiaan di Propinsi Yogyakarta yaitu variabel usia, status perkawinan dan pendidikan. Berdasarkan nilai odds rasio dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi usia individu di Propinsi Yogyakarta cenderung lebih tidak bahagia Sedangkan jika dilihat dari status perkawinan individu dengan status kawin cenderung lebih bahagia dibandingkan dengan individu yang tidak kawin. Begitu juga untuk variabel pendidikan, individu dengan kategori pendidikan tertinggi perguruan tinggi cenderung lebih bahagia dibandingkan dengan individu dengan kategori pendidikan tertinggi sekolah dasar
UMKM, Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia
Mempromosikan kesetaraan gender telah menjadi kenyataan yang diakui secara global dan dapat diterima. Masalah gender juga telah diidentifikasi sebagai hal yang penting untuk pencapaian tujuan pembangunan nasional. Bahkan, pencapaian kesetaraan gender tidak hanya dilihat sebagai tujuan itu sendiri, tetapi juga sebagai katalisator, dan sine-qua-non bagi pencapaian pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini mencoba menilai tingkat pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dengan menggunakan tiga indikator penting yaitu: partisipasi dalam pendidikan di tingkat dasar, menengah dan tinggi, pekerjaan dan pengambilan keputusan politik, memanfaatkan sumber data sekunder yang berharga. Studi ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dengan pendekatan deksriptif. Narasumber adalah pemilik Cirebon Home Made. Inti masalah ketimpangan gender di Indonesia adalah dilema pemerintah Indonesia untuk mengambil keputusan untuk mengurangi masalah perluasan tingkat kapasitas yang diperlukan untuk meningkatkan kesempatan untuk mengakomodasi kebutuhan yang berbeda-beda dari keduanya. Para juga berpendapat bahwa pencapaian kesetaraan gender di Indonesia yang sudah dibatasi waktu, akan menjadi fatamorgana karena faktor penghambat multidimensi. Penelitian ini bertumpu pada aktualisasi kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan pada keinginan dan keniscayaan pendekatan pragmatis
Pembuktian Strategi Pengarusutamaan Gender (PuG): Analisis Capaian Indeks Pemberdayaan Gender di Indonesia
This study aims to prove the Gender Mainstreaming strategy which is analyzed from the achievements of the Gender Empowerment Index from 2010 to 2020. To prove the Gender Mainstreaming strategy, the author uses an index measurement approach from the indicators forming the Gender Empowerment Index which is then analyzed descriptively. It was found that the implementation of the Gender Mainstreaming strategy in Indonesia has not been optimal. The average achievement of the gender empowerment index from 2010 to 2020 was 71.39, which is still far from the perfect ratio of 100. Judging from its forming indicators, it was found that the representation of women in parliament from 2010 to 2020 was still below 30 percent, then women as the professional workforce are still growing at 40 percent which has not yet reached the 50 percent equality level, and the contribution of women's income has experienced an increasing trend which reflects that women have been included in the workforce, but the increase has been slow