Berdikari: Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia
Not a member yet
135 research outputs found
Sort by
Role of Governance and Public Trust on Government Debt-Economic Growth Nexus (A Global Empirical Analysis)
High government debts in several countries have the potential to trigger or exacerbate economic instability. These concerns are consistent with the results of this study, where countries that have a high debt ratio tend to have declining economic growth. To provide more understanding about this effect, this study tries to examine the effect of debt on economic growth by utilising the governance and public trust level as a contextual variable and mediator. Empirically, both variables have a prominent role in the debt and economic growth nexus. The debt threshold as a budgetary rule is necessary but might not be sufficient to validate the rationality of rising debt. The capability of government in providing public governance and the effect of additional debt on public trust is another crucial aspect that needs to be seriously scrutinised, or when the addition of debt becomes inevitable (such as in pandemic situation), the government should strengthen governance capability to ensure the productivity of debt and mitigate the decreased public trust. This finding implies that the debt policy should not only be based on budgetary rule but also the capacity of governance and the potential implication of the falling public trust
Keterkaitan Antar Sektor dan Antar Wilayah dalam Perekonomian Provinsi Lampung: Analisis Data Tabel Inter Regional Input Output (IRIO) Tahun 2016
Provinsi Lampung merupakan provinsi yang memiliki potensi untuk mengembangkan pembangunan ekonomi di Indonesia. Dalam perekonomiannya, Provinsi Lampung memiliki potensi terutama di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta industri pengolahan. Analisis ekonomi secara lebih komprehensif tidak hanya mengamati keterkaitan antar sektor ekonomi melainkan juga perlu mempertimbangkan keterkaitan antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perekonomian Provinsi Lampung bukan hanya dengan menganalisis keterkaitan antar sektornya, tetapi juga menganalisis keterkaitannya dengan wilayah lain di Indonesia. Model yang digunakan adalah analisis tabel Inter-Regional Input-Output (IRIO). Tabel IRIO yang digunakan berukuran 17 industri x 34 provinsi diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kunci di Provinsi Lampung adalah industri pengolahan (C) serta pengadaan listrik dan gas (D). Sektor pengadaan listrik dan gas (D) memiliki nilai pengganda output terbesar baik terhadap perekonomian Provinsi Lampung maupun terhadap perekonomian nasional. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (A) memiliki nilai pengganda NTB yang relatif paling besar baik terhadap perekonomian Provinsi Lampung maupun terhadap perekonomian nasional. Jika dilihat dari pola perdagangan input antaranya, perdagangan input antara Provinsi Lampung secara umum lebih didominasi oleh perdagangan dengan wilayah Pulau Jawa dibandingkan dengan Pulau Sumatera. Selanjutnya, apabila dilihat menurut provinsinya, Provinsi Lampung memiliki keterkaitan ke depan (forward linkage) dan keterkaitan ke belakang (backward linkage) paling erat dengan Provinsi Sumatera Selatan serta provinsi-provinsi di Pulau Jawa
Pengaruh Religiusitas, Love of Money, dan Status Sosial Ekonomi Terhadap Kecenderungan Perilaku Tax Evasion dalam Perspektif Ekonomi Islam
Tax is a mandatory expenditure imposed on taxpayers to assist the development of the country. However, taxpayers feel that taxes are a burden for them, because the distribution of development has not been maximized, causing the people to feel reluctant to pay their obligations. So in this case the taxpayer is trying to find a way to evade taxes. The purpose of this study was to determine the effect of religiosity, love of money, and socio-economic status on the tendency of tax evasion behavior in an Islamic economic perspective. This study used a literature study which refers to journals and books. The results of this study reveal that religiosity and love of money have an effect on tax evasion behavior. However, socioeconomic status has no effect on tax evasion behavior
Pengaruh Kekayaan Rumah Tangga terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan: Studi Kasus Provinsi di Indonesia 2010-2019
Kekayaan yang dimiliki oleh rumah tangga dapat diidentifikasikan sebagai kekayaan bersih rumah tangga yang terbentuk dari aset riil dan aset keuangan dikurangi hutang. Paper ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekayaan rumah tangga dan jenis-jenisnya, lalu menganalisis pengaruh kekayaan rumah tangga terhadap pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan provinsi di Indonesia periode 2010 hingga 2019. Metode estimasi yang digunakan adalah dengan regresi data panel. Hasil estimasi menunjukkan bahwa kekayaan rumah tangga signifikan berpengaruh terhadap pertumbuhan pendapatan riil per kapita yang merupakan proxy pertumbuhan ekonomi. Aset finansial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan pendapatan riil per kapita, sedangkan kewajiban keuangan mempunyai dampak yang berlawanan. Semakin banyak beban hutang suatu rumah tangga, maka akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Ketimpangan distribusi pendapatan di Indonesia cukup stabil, sehingga kekayaan rumah tangga hanya mempunyai pengaruh yang kecil terhadap pengentasan ketimpangan. Aset finansial yang dimiliki oleh suatu rumah tangga berpengaruh positif terhadap ketimpangan, artinya aset finansial yang semakin tinggi hanya dikuasai oleh golongan masyarakat tertentu sehingga distribusi pendapatan semakin tidak merata
Pengaruh Leverage dan Pertumbuhan Aset terhadap Return on Equity pa-da PT Pegadaian (PERSERO)
Perbandingan antara leverage dengan modal sendiri dalam struktur modal perusahaan merupakan alat untuk melakukan perencanaan dan kebijakan dalam perusahaan untuk menentukan kewajiban dalam memaksimalkan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hubungan antara leverage yang diukur dalam debt to equity ratio serta pertumbuhan aset terhadap return on equity pada PT Pegadaian (Persero). Penelitian ini menggunakan sampel laporan keuangan perusahaan pada periode 2015 sampai dengan 2019. Sedangkan teknik pemeriksaan yang digunakan untuk pengolahan data menggunakan analisa regresi berganda. Hasil dari penelitian menunjukan secara parsial baik debt to equity ratio maupun pertumbuhan aset memiliki hubungan negative dan signifikan terhadap return on equity serta secara simultan debt total equity dan pertumbuhan aset berpengaruh signifikan terhadap return on equity