Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
Not a member yet
    2690 research outputs found

    Meningkatkan Sustainable Development Goals (SDGs) melalui Lomba Showcase

    Full text link
    Universitas Ciputra (UC) Surabaya sedang gencar dalam mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada Partnerships for the Goals. Demi tercapainya Universitas yang berdampak bagi lingkungannya, maka diadakan lomba showcase menggunakan bahan daur ulang yang 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Lomba showcase diutamakan pada negara-negara yang menjadi partner kerja sama internasional UC yaitu Australia, Malaysia, India, Perancis, Thailand, dan China. Lomba ini diikuti oleh seluruh sivitas akademika UC. Hasilnya adalah pengetahuan tentang SDGs yang sudah dilakukan di negara-negara tersebut dapat menjadi tolok ukur bagi pengajar dan staf Universitas Ciputra Surabaya dalam mengimplementasikan SDGs khususnya di lingkungan sekitar kampus

    Exploring the influence of entrepreneurial orientation on firm performance: Absorptive capacity in family-owned food and beverage enterprises

    Full text link
    Growth in Indonesia's food and beverage industry is primarily dominated by family companies that contribute significantly to Gross Domestic Gross. The food and beverage industry is predicted to be one of the sectors with the most dynamic growth. The importance of the performance of family companies engaged in the food and beverage sector in Indonesia and previous research gaps are the reasons for researching and examining the effect of entrepreneurial orientation on firm performance with absorptive capacity as a mediating variable. This research is a quantitative study with a sample of 120 family companies engaged in Indonesia's food and beverage sector, especially in the Jakarta, Surabaya, and Sulawesi regions. Data on research respondents were obtained by distributing research questionnaires through social media or visiting research respondents directly. The data obtained was then analyzed using the Structural Equation Model - Partial Least Square. The results obtained are entrepreneurial orientation positively affects firm performance, entrepreneurial orientation affects absorptive capacity, and absorptive capacity affects firm performance. The role of absorptive as mediation enables the transformation of entrepreneurial orientation to firm performance. Family firms must integrate knowledge and create new capabilities aligned with the knowledge-based view

    EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI DARI PEMUNGUTAN DAN PENGELOLAAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR

    No full text
    Penelitian ini mengetahui efektivitas dan efisiensi dari pemungutan dan pengelolaan PKB pada UPPD Pelaihari tahun 2018-2021. Data berupa rekapitulasi penerimaan PKB, anggaran realisasi belanja dan total kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa efektivitas pemungutan PKB pada tahun 2018-2021 pada UPPD Pelaihari dikategorikan sangat efektif dengan hasil nilai rata-rata persentase sebesar 104.1% dan efisiensi pemungutan PKB dengan persentase nilai sebesar 99.9% dikategorikan efisien. Artinya secara keseluruhan penerimaan anggaran sudah berjalan secara baik. Hasil efektivitas dan efisiensi dari pengelolaan PKB menggunakan Analisis SWOT dengan metode kualitatif berdasarkan hasil wawancara dan matrik SWOT menunjukan  pengelolaan PKB pada UPPD Pelaihari masih berjalan kurang optimal, maka strategi yang dipilih guna megoptimalkan UPPD Pelaihari tersebut adalah strategi WO (Weakness-Opportunity).Penelitian ini mengetahui efektivitas dan efisiensi dari pemungutan dan pengelolaan PKB pada UPPD Pelaihari tahun 2018-2021. Data berupa rekapitulasi penerimaan PKB, anggaran realisasi belanja dan total kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil penelitian menyatakan bahwa efektivitas pemungutan PKB pada tahun 2018-2021 pada UPPD Pelaihari dikategorikan sangat efektif dengan hasil nilai rata-rata persentase sebesar 104.1% dan efisiensi pemungutan PKB dengan persentase nilai sebesar 99.9% dikategorikan efisien. Artinya secara keseluruhan penerimaan anggaran sudah berjalan secara baik. Hasil efektivitas dan efisiensi dari pengelolaan PKB menggunakan Analisis SWOT dengan metode kualitatif berdasarkan hasil wawancara dan matrik SWOT menunjukan  pengelolaan PKB pada UPPD Pelaihari masih berjalan kurang optimal, maka strategi yang dipilih guna megoptimalkan UPPD Pelaihari tersebut adalah strategi WO (Weakness-Opportunity)

    DETERMINAN MAKROEKONOMI DAN PAJAK DAERAH TERHADAP KETIMPANGAN EKONOMI

    No full text
    Ketimpangan ekonomi merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pengukuran rasio gini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui seberapa besar ketimpangan yang dialami di Indonesia. Rasio tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai variabel yaitu Upah Minimum Regional (UMR), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pekerjaan formal, populasi, dan pajak daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaruh variabel Upah Minimum Regional (UMR), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pekerjaan formal, populasi, dan pajak daerah terhadap data rasio gini di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencakup 38 provinsi di Indonesia untuk periode 2023-2024. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel populasi yang memiliki pengaruh signifikan positif terhadap rasio gini. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi pajak daerah, peningkatan efektivitas transfer fiskal, serta pengembangan kebijakan redistribusi dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi.Ketimpangan ekonomi merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pengukuran rasio gini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui seberapa besar ketimpangan yang dialami di Indonesia. Rasio tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai variabel yaitu Upah Minimum Regional (UMR), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pekerjaan formal, populasi, dan pajak daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaruh variabel Upah Minimum Regional (UMR), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pekerjaan formal, populasi, dan pajak daerah terhadap data rasio gini di Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencakup 38 provinsi di Indonesia untuk periode 2023-2024. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik untuk memastikan validitas model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya variabel populasi yang memiliki pengaruh signifikan positif terhadap rasio gini. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya optimalisasi pajak daerah, peningkatan efektivitas transfer fiskal, serta pengembangan kebijakan redistribusi dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi ketimpangan ekonomi

    Driving Franchisee Success in Indonesia’s F&B MSMEs: The Strategic Role of Entrepreneurial Orientation, Relationship Quality, and Franchisee Innovation

    Full text link
    Although the franchise business has shown rapid growth, the failure rate in this sector remains relatively high. This condition presents a distinct challenge for franchisors and franchisees in enhancing franchise performance to maintain competitiveness and business sustainability in an increasingly dynamic environment. However, existing studies on franchise performance have predominantly focused on the franchisor's perspective, while giving limited attention to the franchisee's role. This research aims to examine the roles of entrepreneurial orientation (EO), the relationship quality, and innovation in influencing franchisee performance. The research employed a quantitative survey method, collecting data from 70 franchisees in Indonesia's MSME-scale food and beverage (F&B) sector. The data were analyzed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS) approach. The results indicate that EO positively affects franchisee performance directly and indirectly through the mediating roles of relationship quality and innovation. While the quality of the franchisor–franchisee relationship significantly enhances performance, its influence on franchisee innovation creation is not statistically significant. In contrast, innovation is a key mediator that transforms EO into performance advantages by generating relevant innovations. This study contributes to the theoretical development of franchise and entrepreneurship by positioning EO as a key strategic driver of franchisee performance, directly and indirectly through relationship quality and franchisee innovation, while contextualizing its relevance in MSME-scale F&B franchises in emerging markets

    The Influence of Dynamic Capabilities on Business Performance Through Business Model Innovation Among MSMEs in Surabaya

    Full text link
    This study aims to analyze how dynamic capabilities (sensing, seizing, and transforming) influence the performance of MSMEs in Surabaya, with business model innovation (BMI) as a mediating variable. This quantitative study method used a causal design using PLS-SEM to survey data from 120 MSME decision-makers across diverse sectors in Surabaya. The results show that dynamic capabilities positively and significantly affect MSME performance, both directly and indirectly through BMI as a partial mediator. The capability set of sensing, seizing, and transforming fosters adaptive business model innovations that respond to market demands. BMI contributes to efficiency, competitiveness, and sales growth, strengthening sustainable performance. These findings underscore the need for targeted training, mentoring, and access to technology and resources to enhance MSME innovation and adaptability amid ongoing market challenges

    PERANCANGAN BEAUTY & WELLNESS CENTER DENGAN PENDALAMAN DESIGN BASED ON USER BEHAVIOR

    Full text link
    Perkembangan gaya hidup modern telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri, baik dari segi fisik maupun mental. Hal ini mendorong kebutuhan akan fasilitas yang tidak hanya menawarkan layanan kecantikan dan kebugaran, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman ruang yang nyaman, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Melihat peluang tersebut, Cognity Studio hadir untuk menjawab permasalahan tersebut dengan pendalaman design based on user behaviour. Pendekatan disesuaikan dengan permasalahan yang ada saat ini yang memiliki dampak besar seperti adanya perkembangan zaman, perubahan ekonomi, pertumbuhan penduduk, serta adanya pandemi yang memicu berbagai masalah kesehatan maupun psikologis. Pendekatan akan berfokus kepada psikologi seseorang dalam sebuah ruang yang disesuaikan dengan perilaku dan kebiasaan pengguna dengan memberikan berbagai rangsangan melalui panca indra. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan sebuah desain yang dapat menjadi solusi terhadap permasalahan behaviour dengan desain yang rileks, nyaman, serta homey. Untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan tahapan desain mulai dari observasi, riset, ideasi, pengembangan desain, hingga tahapan realisasi desain. Diharapkan dengan mengerjakan proyek ini dapat menjadi sarana bagi tiap masyarakat setempat untuk memenuhi kualitas hidup melalui fasilitas yang disediakan serta dapat menjadi tempat stress relief bagi masyarakat sekitar. Adapun keinginan serta kebutuhan pemilik dan pengunjung terkait desain yang nyaman dan tenang secara fisik dan mental akan dijawab dengan pendekatan yang dipilih dan diterapkan pada elemen-elemen desain interior

    MOTIF HIAS TRADISIONAL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI BUDAYA DALAM INTERIOR HOSPITALITY: STUDI KASUS RESTORAN HOTEL BLUE SKY BALIKPAPAN

    Full text link
    Artikel ini mengkaji perancang interior restoran di Hotel Blue Sky Balikpapan melalui pendekatan design thinking, desain dengan fokus pada integrasi motif hias tradisional Jawa sebagai identitas visual utama. Latar belakang penelitian berangkat dari kebutuhan klien untuk menciptakan ruang yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga mampu mewakili kekayaan budaya Indonesia secara elegan dan relevan dengan konteks lokal. Dalam lanskap hotel multikultural di kawasan perkotaan seperti Balikpapan, muncul tantangan konseptualisasi: bagaimana mengintegrasikan simbolisme budaya ke dalam desain interior restoran tanpa mengorbankan kenyamanan, efisiensi, dan fungsi ruang. Artikel ini menanggapi tantangan tersebut dengan merancang strategi desain yang memadukan nilai estetika, filosofi budaya Jawa, dan karakter lokal Balikpapan, sehingga tercipta harmoni antara identitas visual dan pengalaman pengguna. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan motif hias Jawa tidak hanya memperkuat fungsi restoran sebagai ruang pertemuan lintas budaya, tetapi juga sejalan dengan visi hotel “Be Right” dalam menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan. Proses desain melibatkan tahapan observasi kontekstual untuk memahami perilaku pengguna, formulasi naratif untuk membangun cerita ruang, eksplorasi estetika untuk mengolah elemen visual, serta simulasi atmosfer untuk menguji kualitas pengalaman. Kontribusi penelitian ini tidak berhenti pada penyajian layout, sketsa visual, dan prototipe interior, tetapi juga memperkaya wacana akademik tentang komunikasi visual dan konstruksi identitas budaya dalam ruang publik. Oleh karena itu, artikel ini menjadi rujukan penting bagi praktik desain berbasis budaya yang berfokus pada petualangan nilai lokal di tengah dinamika global

    Beyond Aesthetics in Wall Art: Graphic Mural, Source of Public Health Education on Malaria Parasite

    Full text link
    Malaria remains a major public health challenge in Nigeria, contributing significantly to national morbidity and mortality rates. This study explores how graphic murals can function as a non-clinical approach to public health education, using creative visual design to raise awareness about malaria prevention and control. The research specifically investigates the relevance and impact of wall art as a visual communication tool among students of Olabisi Onabanjo University (OOU), Ibogun Campus. Anchored on the diffusion of innovation theory, the study applied a survey method supported by descriptive qualitative analysis to examine students’ frequency of malaria infection, perceptions of visual health communication, and responses to a designed educational mural. The findings revealed a high prevalence of malaria among students and insufficient institutional health interventions. The mural successfully served as an effective educational medium, improving students’ awareness of malaria parasites and prevention measures. These results suggest that graphic murals can serve as accessible, community-based platforms for health communication, extending beyond aesthetic purposes to influence behavior and promote wellbeing. The study recommends broader adoption of creative public health campaigns and institutional support for integrating art-based design strategies into health education initiatives

    Product Effects of Shape Risk Perception on Hand Sanitizer Packaging

    Full text link
    This study examined curved and angular shapes to explore the risk perception of shapes in product design. Risk perception and product effect were analyzed based on three types of hand sanitizer logos and three packaging shapes. The results in Experiment 1 showed that circular and triangular logos were more effective than square logos in increasing consumers' risk perception. In Experiment 2, no difference in risk perception was observed among the curved, curved/angular, and angular package shapes. In Experiment 3, the circular logo had a better product effect than square and triangle logos. Moreover, curved and curved/angular packaging shapes had a better product effect than angular, suggesting that the curved shape did have a better effect. Therefore, when consumers judge hand sanitizer products, curved shapes representing warmth and friendliness were more likely to increase risk perception and product effect than angular shapes that exhibited a sense of power or threat. The results demonstrate people's innate preference for curved shapes, as well as the impression of curved shapes exhibiting a sensation of bubbles or flowing water when scrubbing lotion using hand sanitizer. The findings suggest that the design of a hand sanitizer logo and package should contain non-threatening curved shapes that could convey positive feelings through warm and friendly imagery

    2,504

    full texts

    2,690

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇