Universitas Ciputra Surabaya e-Journal
Not a member yet
2690 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PERANCANGAN RUMAH SUSUN MELALUI ADOPSI NILAI- NILAI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
Seiring terus meningkatnya kebutuhan akan permukiman, diperlukan peraturan baik di tingkat nasional maupun daerah yang secara tegas mengatur tata permukiman. Hal ini sangat penting, terutama untuk kota-kota besar. Salah satunya Surabaya, kota besar ke dua setelah Jakarta. Kampung Stren Kali Jagir adalah contoh permukiman kumuh di Kota Surabaya. Warga Stren Kali Jagir memilih untuk menetap secara liar karena keterbatasan ekonomi. Penggunaan lahan secara liar dengan material bangunan seadanya, menyebabkan area ini terlihat kumuh dan berdampak negatif pada kesehatan masyarakat yang menghuninya. Pemindahan masyarakat ini ke hunian yang lebih layak seperti rumah susun juga tidak mudah karena kebiasaan hidup yang sulit untuk diadaptasikan. Penelitian bertujuan untuk menggali nilai sosial budaya masyarakat untuk menemukan solusi efektif, pemindahan permukiman liar dan kumuh ini. Metode pengumpulan data dilaksanakan secara kualitatif menggunaan kajian kepustakaan, observasi lapangan, dan wawancara langsung untuk mengeksplorasi nilai-nilai sosial dan ekonomi masyakarat setempat, yang perlu diadopsi dalam perancangan rumah susun. Penelitian ini merupakan model research through design dengan pendekatan kualitatif berupa observasi dan wawancara yang diperkaya studi literatur. Studi ini menunjukkan bahwa mendesain rumah susun dengan mengadopsi nilai sosial/budaya dan ekonomi masyarakat merupakan salah satu solusi pemindahan masyarakat ke rumah susun yang dibangun sesuai dengan karakteristik dan pola hidup, yang menunjukkan kekuatan pada nilai sosial ekonomi. Sehingga rumah susun tidak hanya untuk bertempat tinggal namun juga perlu dilengkapi dengan fasilitas untuk berusaha ataupun berdagang. Adopsi nilai-nilai yang dianut dan dibutuhkan masyarakat diharapkan memberikan solusi efektif atas pemindahan hunian liar dan kumuh ke rumah susun, yang selama ini sering kurang berhasil
The The Integration of Generative AI in the Creative Industry of Visual Communication Design: An Analysis of Its Impacts, Ethical Challenges, and Work Originality
The emergence of Artificial Intelligence (AI) technology, particularly Generative AI, has brought significant changes across various sectors, including the creative industry—especially in the field of Visual Communication Design (VCD), which integrates technology, aesthetics, and communication. This study aims to analyze how Generative AI is integrated into the workflow of creative industry professionals, its impact on productivity and the creative process, as well as the challenges encountered. A qualitative research method was employed using a case study approach and in-depth interviews with creative practitioners in graphic design, photography, and multimedia production. The findings show that Generative AI helps accelerate production processes and opens new spaces for idea exploration yet also raises concerns regarding the originality of works and potential threats to certain creative professions. This study provides recommendations for optimizing the use of AI while maintaining ethical considerations and the essential role of humans in the creative process
Understanding Interaction Design and Student’s Engagement in Augmented Reality Card for Education
Elementary students often get bored with passive teaching methods, such as listening to the teacher and paying attention to the blackboard, because they prefer playing the game, exploring things, and interacting with peers. Augmented Reality (AR) card games have emerged as an alternative education media, offering interactive 3D visuals that enrich the learning experience. This study explores how the interaction design of an AR card game influences the engagement of second-grade elementary school students in learning animal vocabulary. Using a qualitative case study approach, observation was conducted during one class session, and the collected data were analyze based on learning outcomes and interaction design principles. The findings revealed a dynamic engagement trajectory, with students starting with curiosity and excitement or needing AR guidance, then actively participating, becoming master, and finally becoming bored after repeated the AR card game. From student engagement, this study revealed that the AR interaction design of the card game fostered curiosity, motivation, enjoyment, collaboration, and attention. The study demonstrated that the 3D visualization, animation, gameplay, interaction variations, audio narrative, and text supported vocabulary development, contextual understanding, memory retention, and problem-solving. However, sustained engagement depends on the variety of AR interactivity, so the insights contribute to improve the user interaction and gameplay design
Emotional Design and Audience Intimacy: Comparing Offline and Online Engagement Strategy by Pop Mart
In saturated markets, brand-engagement drives customer’s perception, purchase and brand loyalty. This study explores and compares the effectiveness of the offline and online strategy fostering emotional connection and audience’s intimacy with the brand. While online engagement often involves high-frequency yet low-effort interactions, offline engagement provides deeper personal exchanges that may build stronger attachment. The study aims to identify which engagement mode—How do online and offline engagement strategies differ in fostering emotional intimacy and audience connection with the brand, and which engagement mode more effectively supports emotional design principles in building lasting brand relationships—Using a mixed-method approach combining quantitative descriptive-comparative surveys and qualitative expert interview, data were collected from participants familiar with Pop Mart to examine engagement patterns in both digital and physical brand environments. The case study of Pop Mart's market serves as a benchmark for evaluating emotional resonance and participant behaviour. Findings are expected to reveal that while online interactions efficiently enhance reach and frequency, offline interactions maintain superior depth of self-disclosure and non-verbal resonance, contributing to emotional intimacy. This study directly connects to the Visual Communication Design (VCD) context by proposing emotionally driven engagement design strategies that integrate storytelling and personalization and highlights effective engagement strategies that balance both online efficiency and offline emotional depth to create meaningful, lasting brand relationships
Peran Digital Marketing pada Sosial Media untuk Kampanye Edukasi Obesitas Anak terhadap Ibu Milenial: Analisis Konten Akun Instagram @foxandbunny.id Menggunakan Model Analisis AIDA
Di era digitalisasi ini, penyebaran informasi di sosial media menjadi masif dan mudah diakses. Informasi yang dibawa tidak hanya hiburan tetapi juga pendidikan dan pengetahuan. Sama halnya dengan pendidikan mengenai kesehatan seperti edukasi obesitas anak. Walaupun sosial media bisa menjadi saluran tepat untuk menjalankan kampanye edukasi, belum ada indikator keberhasilan konsistensi dalam ketersampaian pesan selama kampanye berjalan. Penelitian ini meneliti seberapa besar dan efektif peran digital marketing pada sosial media bisa mempengaruhi ketersampaian pesan dari tahap awal hingga tahap akhir dengan pendekatan analisis model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) pada konten @foxandbunny.id. Penelitian ini menggunakan mixed method melalui penyebaran kuesioner form dan wawancara expert yang kemudian diperdalam dengan narrative literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing memiliki peran dalam kampanye edukasi kesehatan anak dan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens secara konsisten.Di era digitalisasi ini, penyebaran informasi di sosial media menjadi masif dan mudah diakses. Informasi yang dibawa tidak hanya hiburan tetapi juga pendidikan dan pengetahuan. Sama halnya dengan pendidikan mengenai kesehatan seperti edukasi obesitas anak. Walaupun sosial media bisa menjadi saluran tepat untuk menjalankan kampanye edukasi, belum ada indikator keberhasilan konsistensi dalam ketersampaian pesan selama kampanye berjalan. Penelitian ini meneliti seberapa besar dan efektif peran digital marketing pada sosial media bisa mempengaruhi ketersampaian pesan dari tahap awal hingga tahap akhir dengan pendekatan analisis model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) pada konten @foxandbunny.id. Penelitian ini menggunakan mixed method melalui penyebaran kuesioner form dan wawancara expert yang kemudian diperdalam dengan narrative literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa digital marketing memiliki peran dalam kampanye edukasi kesehatan anak dan dinilai efektif dalam menyampaikan pesan kepada audiens secara konsisten
Analisis Peran Camera Movement dalam Memperkuat Storytelling pada Video Musik berbasis Koreografi (Lady Gaga “Abracadabra”)
Dalam produksi video musik, sinematografi tidak hanya untuk menciptakan video musik yang menarik secara visual, tetapi juga mendukung penyampaian pesan lirik lagu melalui storytelling. Salah satu komponen sinematografi yang memiliki peran dalam memperkuat storytelling dan dinamika visual adalah camera movement. Camera movement menjadi elemen penting terutama pada musik video berbasis koreografi, yang menggunakan gerakan tubuh sebagai medium utama dalam penceritaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknik camera movement dapat membangun emosi dan memperjelas alur narasi dalam storytelling, serta menyampaikan visi koreografi dan ekspresi tubuh penari dalam video musik “Abracadabra” oleh Lady Gaga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur sinematografi dan analisis mendalam terhadap video. Penelitian ini secara khusus berfokus pada interaksi antara teknik camera movement dengan dinamika, emosi, dan komposisi visual dari koreografi dengan menggunakan teori Gustavo Mercado tentang aturan komposisi sinematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa camera movement yang dirancang dengan baik tidak hanya berfungsi untuk mengikuti gerakan tubuh penari, tetapi juga menjadi bagian dari visi koreografi. Integrasi yang kohesif antara camera movement dan koreografi mampu membentuk persepsi, interpretasi, dan memperdalam keterlibatan emosional penonton.Dalam produksi video musik, sinematografi tidak hanya untuk menciptakan video musik yang menarik secara visual, tetapi juga mendukung penyampaian pesan lirik lagu melalui storytelling. Salah satu komponen sinematografi yang memiliki peran dalam memperkuat storytelling dan dinamika visual adalah camera movement. Camera movement menjadi elemen penting terutama pada musik video berbasis koreografi, yang menggunakan gerakan tubuh sebagai medium utama dalam penceritaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknik camera movement dapat membangun emosi dan memperjelas alur narasi dalam storytelling, serta menyampaikan visi koreografi dan ekspresi tubuh penari dalam video musik “Abracadabra” oleh Lady Gaga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur sinematografi dan analisis mendalam terhadap video. Penelitian ini secara khusus berfokus pada interaksi antara teknik camera movement dengan dinamika, emosi, dan komposisi visual dari koreografi dengan menggunakan teori Gustavo Mercado tentang aturan komposisi sinematik. Hasil analisis menunjukkan bahwa camera movement yang dirancang dengan baik tidak hanya berfungsi untuk mengikuti gerakan tubuh penari, tetapi juga menjadi bagian dari visi koreografi. Integrasi yang kohesif antara camera movement dan koreografi mampu membentuk persepsi, interpretasi, dan memperdalam keterlibatan emosional penonton
Debt, Profit, and Tax: Investigating Corporate Tax Behavior
In the past few years, tax avoidance has been a key concern and has drawn the focus of the Indonesian government. Tax avoidance causes harm to the country’s tax revenue, which affects government program financing and infrastructure development. The purpose of this study is to examine the influence of financial distress, profitability, and leverage on tax avoidance among property and real estate firms listed on the Indonesia Stock Exchange during 2019-2023. The data used is collected from the company’s financial statements, available on their official websites. This study's results show that financial distress has a significant positive impact on tax avoidance, suggesting that distressed firms tend to adopt aggressive tax avoidance to manage their financial challenges. Otherwise, leverage has a significant negative impact on tax avoidance. The reason is that companies with greater leverage face tighter supervision from creditors and outsiders, which can restrict their engagement in aggressive tax avoidance. Additionally, debt obligations may drive companies to focus more on tax compliance to avoid potential legal and financial repercussions. ROA does not show a significant impact on tax avoidance. The results of this study support agency theory, which emphasizes that external pressures, such as debt obligations and stable financial conditions, reduce managers' tendency to engage in opportunistic actions like tax avoidance. The study offers implications for stakeholders to focus more on internal financial factors and capital structure when overseeing corporate tax compliance
Laporan Kasus: Prolaps Uterus
Uterine prolapse is a condition in which the uterus protrudes into or outside the vagina. The prevalence of uterine prolapse is 50% in women who have given birth. Uterine prolapse is a spectrum of POP (Pelvic Organ Prolapse), characterized by uterine herniation or prolapse into the vagina due to the weakening of the pelvic floor muscles and other supportive tissues, such as ligaments and fascia. Several risk factors, such as aging, increased intra-abdominal pressure, or multiparity, can contribute to this condition. Diagnosis can be made using the Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q) system. Effective treatment needs early prevention through pelvic floor muscle exercise, as well as therapeutic options, including pessary ring use and surgery intervention. Uterine prolapse is not life-threatening, but it may cause significant morbidity and negatively impact the patient’s quality of life, both physically and psychologycally. This study described the case report of a 57-year old woman (P3A0) with a primary complaint of a protruding vaginal mass for the past 3 years. Based on the history and physical examination, the patient was diagnosed with stage 3 uterine prolapse. The inspection indicated a history of pessary therapy without improvement of subjective complaints. The patient was hospitalized and scheduled for a total transvaginal hysterectomy with anterior and posterior colporrhaphy. The clinical prognosis following total transvaginal hysterectomy was favorable, with improvement in functional outcomes, resolution of prolapse symptoms, improved quality of life, and reduced risk of recurrence in postmenopausal women.Prolaps uteri merupakan kondisi ginekologi di mana organ uterus mengalami penurunan ke dalam maupun ke luar vagina. Prevalensi prolaps uteri adalah 50% pada wanita yang pernah melahirkan. Prolaps uteri merupakan salah satu jenis Prolaps Organ Panggul (POP), yang ditandai oleh herniasi atau turunnya uterus ke dalam maupun ke luar vagina akibat melemahnya otot dasar panggul dan jaringan pendukung lainnya, seperti ligamen dan fasia. Beberapa faktor risiko, seperti penuaan, peningkatan tekanan intra-abdomen, atau multiparitas, dapat menyebabkan kondisi ini. Diagnosis dapat ditegakkan menggunakan sistem Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q). Penatalaksanaan yang efektif memerlukan pencegahan dini melalui latihan otot dasar panggul dan strategi pengobatan, yang mencakup penggunaan pesarium atau intervensi bedah. Prolaps uteri tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menimbulkan morbiditas yang signifikan dan berdampak negatif pada kualitas hidup pasien, baik fisik maupun mental. Studi ini melaporkan kasus seorang wanita berusia 57 tahun (P3A0) yang datang dengan keluhan utama adanya massa yang keluar dari vagina sejak 3 tahun terakhir. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien didiagnosis mengalami prolaps uteri derajat 3. Dari inspeksi, diketahui adanya riwayat pemberian terapi pesarium, tetapi keluhan subjektif tidak membaik. Pasien dirawat inap dan direncanakan menjalani tindakan histerektomi transvaginal total dengan kolporafi anterior dan posterior. Prognosis klinis pasca histerektomi transvaginal total adalah bonam, ditandai dengan perbaikan luaran hidup dan fungsionalitas, hilangnya keluhan prolaps, peningkatan kualitas hidup, serta penurunan risiko kekambuhan pada wanita pascamenopause
Weaving educational and cultural values through traditional games at the Nglarak Blarak Festival
The Nglarak Blarak Cultural Festival held in Kulon Progo Yogyakarta serves as a strong response to issues faced in safeguarding the traditional games and culture amid the threats posed by globalization. This research seeks to understand how Nglarak Blarak Cultural Festival upholds and passes on local cultural practices, thereby arguing for the role of traditional games in the broader context of culture, education and socialization processes. A cultural ethnography approach was used, involving participatory observation during the 2023 festival, in-depth interviews with 28 participants (organizers, teachers, parents, and children), and documentary analysis of promotional materials and activity reports. One-on-one interactions with the festival organizers, participants as well as local community members aimed at comprehending what such games mean and their significance in the context of the culture. Such findings indicate that traditional games like egrang, dingklik ogek, and gerobak sodor are not only for fun but serve several other purposes, including the development of child's multiple intelligence, social relations and culture through play. It also allows children to bond with their parents, so this is a method of culture in practice and children learn how to cooperate, play fair, and have discipline. Given the popularity of global culture, mass media and technological products, the festival offers an innovative way of cultural promotion aimed at appealing to young generations. The research concludes that these types of cultural festivals are important tools for retention of regional customs, strengthening of community spirit, and protection of cultural heritage in the fast changing social environment
Green culinary innovation in traditional banana processing: A zero waste approach to sustainable food
In 2020, national banana production in Indonesia reached 8,182,756 tons, a 12.39% increase compared to 2019. Banana processing into sale pisang is one solution to address the overproduction. This study aims to utilize local banana production, reduce plastic waste, implement the zero-waste concept, and produce sustainable products. The method involves peeling bananas, drying the flesh using a solar tunnel dryer (STD), packaging with eco-friendly materials, and calculating product cost through the Cost of Goods Sold (COGS) approach. The banana peels are reprocessed by adding water and molasses to produce eco-enzymes, which function as liquid fertilizer. The outcomes are two sustainable products: sale pisang and eco-enzymes. Sale pisang has strong potential as a business opportunity to support the growth of micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Indonesia. The use of the STD enhances hygiene and food safety compared to traditional open sun drying by providing controlled temperature and airflow. To support sustainability, applying green technology and zero-waste principles is essential, as it maximizes the utilization of all banana components. In conclusion, this research demonstrates how local banana production can be converted into value-added, eco-friendly products that support sustainable development goals