ITB Journal
Not a member yet
    5999 research outputs found

    Studi Perbandingan Analisis Statik dan Dinamik pada Girder Kereta Cepat

    Get PDF
    Abstrak Faktor perbesaran dinamis (dynamic amplification factor – DMF) lazim digunakan oleh perencana untuk memperbesar respons struktur (gaya dalam, perpindahan) yang didapatkan dari analisi statis untuk mengakomodasi efek dinamis dari laju kendaraan. Di dalam beberapa Code, faktor amplifikasi dinamis cenderung berupa rumus empiris yang tergantung pada bentangan struktur, bukan pada laju kendaraan. Studi ini hendak mengevaluasi berapa faktor amplifikasi dinamis yang mungkin terjadi pada momen lentur dan lendutan girder kereta apabila laju kendaraan divariasikan dari 100 km/jam s.d. 550 km/jam. Pemodelan dan analisis didasarkan pada girder tipikal untuk kereta cepat untuk bentang 32,6 m dengan menggunakan software metode elemen hingga. Hasil analisis software pertama-tama diverifikasi dengan solusi eksak dari persamaan gerak dinamik untuk beban terpusat berjalan (moving load), kemudian dilanjutkan dengan analisis terhadap beban kereta cepat CR400AF. Perbandingan antara respons dinamis dan statis (faktor amplifikasi dinamis) yang direkomendasikan oleh Code cenderung konservatif untuk laju kendaraan rencana 350 km/jam.   Kata-kata Kunci: Respon dinamik, beban bergerak, kereta cepat, jembatan box girder, time history analysis. Abstract Dynamic amplification factor is commonly used by design engineers to amplify structural response (bending moment, deflection) obtained from static analysis to accommodate dynamic effect resulted from vehicle’s speed. In some design codes, this dynamic amplification factor is an empirical equation which is simply a parameter of girder length, not of speed. This study evaluates the possible amplification factor which migh occur when the speed is varied from 100 km/hour to 550 km/hour. The modeling and analysis is based on a typical girder for high speed train with girder length 32,6 m using finite element software. The results of software was firstly verified against exact solution of an equation of motion due to single concentrated moving load. Then, an analysis due to a high speed train CR400AF was carried out. The comparison between dynamic and static response (indicated by the dynamic amplification factor), be it maximum bending moment or mid span deflection, recommended by the design code tends to be conservative for operational speed of 350km/hour. Keywords: Analisis dinamis, analisis statis, faktor amplifikasi dinamik, kereta cepat, respons struktur.Faktor perbesaran dinamis (dynamic amplification factor – DMF) lazim digunakan oleh perencana untuk memperbesar respons struktur (gaya dalam, perpindahan) yang didapatkan dari analisi statis untuk mengakomodasi efek dinamis dari laju kendaraan. Di dalam beberapa Code, faktor amplifikasi dinamis cenderung berupa rumus empiris yang tergantung pada bentangan struktur, bukan pada laju kendaraan. Studi ini hendak mengevaluasi berapa faktor amplifikasi dinamis yang mungkin terjadi pada momen lentur dan lendutan girder kereta apabila laju kendaraan divariasikan dari 100 km/jam s.d. 550 km/jam. Pemodelan dan analisis didasarkan pada girder tipikal untuk kereta cepat untuk bentang 32,6 m dengan menggunakan software metode elemen hingga. Hasil analisis software pertama-tama diverifikasi dengan solusi eksak dari persamaan gerak dinamik untuk beban terpusat berjalan (moving load), kemudian dilanjutkan dengan analisis terhadap beban kereta cepat CR400AF. Perbandingan antara respons dinamis dan statis (faktor amplifikasi dinamis) yang direkomendasikan oleh Code cenderung konservatif untuk laju kendaraan rencana 350 km/jam

    Perancangan Sistem Kontrol Tekanan Pada Reaktor Biogas Berbasis PID Controller dengan Ziegler-Nichols dan Auto Tuning PSO

    Get PDF
    Biogas, an eco-friendly energy source, significantly reduces greenhouse gas emissions by converting organic waste or biomass into methane. However, the quality of biogas, primarily determined by methane content and pressure variables, directly impacts its efficiency and safety. This study, which aims to design a pressure control system and monitor methane gas levels in a biogas reactor using a PID Controller with Particle Swarm Optimization (PSO), provides crucial insights into improving biogas production efficiency and safety. Tests were conducted on a fixed dome-type biogas reactor in the East Java region, Indonesia. The PSO-based PID tuning was compared with two other PID tuning methods: Trial-error and Ziegler-Nichols (ZN). Data on pressure values and biogas flow rates from the biogas reactor were collected, and system modeling was carried out to produce a system transfer function. The PSO algorithm was developed to optimize PID control parameters. The results of this research demonstrate that the PID tuning method using PSO produces a stable state error value of 1.40%, rise time of 0.09 s, settling time of 2.1 s, maximum overshoot of 0.986404, and ITAE of 0.0010801. The implementation of PID-PSO can significantly enhance PID control performance in rise time, settling time, maximum overshoot, and ITAE compared to Trial-Error and ZN, while the stable state error value in PID-PSO tuning is higher than tuning using Trial-Error and ZN.Biogas merupakan sumber energi ramah lingkungan yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menghasilkan metana dari limbah organik atau biomassa. Namun, kualitas biogas sangat ditentukan oleh kandungan metana dan variabel tekanan yang mempengaruhi efisiensi dan keselamatan produksi biogas. Studi ini bertujuan untuk merancang sistem kontrol tekanan dan monitoring kadar gas metana pada reaktor biogas berbasis PID Controller dengan Particle Swarm Optimization (PSO). Pengujian dilakukan pada plant reaktor biogas tipe fixed dome di wilayah Jawa Timur, Indonesia. Tuning PID berbasis PSO ini akan dibandingkan hasilnya dengan dua metode tuning PID lainnya, yaitu Trial-error dan Ziegler-Nichols (ZN). Data nilai tekanan dan laju aliran biogas dari plant reaktor biogas dikumpulkan dan dilakukan pemodelan sistem sehingga menghasilkan fungsi transfer sistem. Selanjutnya dilakukan pengembangan algoritma PSO untuk optimasi parameter kontrol PID. Hasil studi ini menunjukkan bahwa metode tuning PID menggunakan PSO menghasilkan nilai error steady state sebesar 1.40%, rise time sebesar 0.09 s, settling time sebesar 2.1 s, maximum overshoot sebesar 0.986404, serta ITAE sebesar 0.0010801. Implementasi PID-PSO dapat meningkatkan performansi kontrol PID pada rise time, settling time, maximum overshoot dan ITAE dibandingkan Trial-Error dan ZN, sedangkan nilai error steady state pada tuning PID-PSO lebih tinggi daripada tuning menggunakan Trial-Error dan ZN

    Survei Daya Tahan Aerobik Atlet Shorinji Kempo Tanah Laut Kategori Randori

    Get PDF
    Endurance is the first factor in determining the performance of Randori athletes because the long competition system makes endurance very necessary.This research method uses survey research using data collection techniques using tests and measurements with quantitative descriptive methods. The population in this study were all 25 Tanah Laut shorinji kempo athletes in the randori category. The sample in this study was 15 Randori athletes who often took part in training activities. The sampling technique in this research used a purposive sampling technique. The data collection technique uses the Multistage Fitness Test (MFT). Results from the Aerobic Endurance test of the Shorinji kempo Tanah Laut Athlete Randori Category with a total of 15 male and female athletes in categories, namely 4 athletes in the very poor category with a presentation of 26.7%, 3 athletes in the poor category with a presentation of 20%, 7 athletes with a sufficient category with a presentation of 46.7%, 1 athlete in the good category with a presentation of 6.6% can be concluded that the aerobic endurance of the Tanah Laut shorinji kempo athlete in the randori category is in the sufficient category. Suggestions for athletes to be able to participate in training activities regularly according to the schedule determined by the coach so that endurance can improve better and also for coaches to be able to build enthusiasm, motivate and vary training activities so that athletes continue to train so they don't get bored in the training activities. carried out routinely.Daya tahan merupakan faktor pertama dalam menentukan prestasi atlet Randori karna sistem pertandingan yang lama membuat daya tahan sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Metode penelitian ini menggunakan penelitian survei dengan menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran dengan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet Shorinji Kempo Tanah Laut kategori Randori yang berjumlah 25 orang. Sampel pada penelitian ini yaitu berjumlah 15 orang atlet Randori yang sering turun dalam kegiatan latihan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan test Multistage Fitnees Test (MFT). Hasil dari tes daya tahan aerobik atlet Shorinji kempo Tanah Laut Kategori Randori dengan jumlah 15 atlet putra dan putri dengan kategori, yakni 4 atlet dalam kategori sangat buruk dengan presentasi 26,7%, 3 orang atlet kategori buruk dengan presentasi 20%, 7 atlet dengan kategori cukup dengan presentasi 46,7%, 1 orang atlet kategori baik dengan presentasi 6,6% dapat disimpulkan bahwa daya tahan aerobik atlet Shorinji Kempo Tanah Laut kategori Randori berada pada kategori cukup. Saran untuk atlet agar bisa mengikuti kegiatan latihan secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pelatih sehingga daya tahan bisa meningkat lebih baik dan juga untuk pelatih agar bisa membangun semangat, memotivasi dan memvariasi kegiatan latihan agar atletnya terus berlatih agar tidak bosan dalam kegiatan latihan yang rutin dilaksanakan

    Analisis Keterkaitan Persepsi Gizi dan Citra Tubuh (Body Image) pada Atlet Beladiri di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Jawa Barat

    Get PDF
    Body weight is a crucial aspect in martial arts sports, as it is directly related to determining the competition class that an athlete will participate in. To achieve their ideal target weight required for their respective classes, each athlete has their own perception of the body weight status they desire. This perception is often closely linked to their body image or view of their current physical form. This research was conducted with the aim of comprehensively describing nutritional perceptions, body image profiles, and the relationship between nutritional perceptions and body image among martial arts athletes at the West Java Student Sports Education and Training Center (PPLP). This research involved 45 martial arts athletes from the West Java PPLP institution, comprising 25 males and 20 females. The research design used was a cross-sectional survey with total sampling technique. Nutritional perception and body image assessments were conducted using the Nutritional Perception Screening Questionnaire (NPSQ9) and Figure Rating Scale (FRS) instruments. The findings showed that on average, the athletes' nutritional perceptions were in the good category. However, the obtained body image profile yielded negative results, meaning that their current body shape did not match the desired body shape of the athletes. The bivariate correlation analysis revealed no significant relationship between nutritional perceptions and body image among martial arts athletes at the West Java PPLP, with a significance value of 0.164 (p>0.05). Although the body image profiles of males were negative and females positive, there was no difference in perception between them. This was because the athletes were more focused on meeting the requirements for their competition class rather than attaining their desired body image.Berat badan merupakan aspek krusial dalam olahraga beladiri, karena berkaitan langsung dengan penentuan kelas pertandingan yang akan diikuti oleh seorang atlet. Untuk dapat mencapai target berat badan ideal yang dibutuhkan pada kelasnya masing-masing, setiap atlet memiliki persepsi tersendiri mengenai status berat badan yang mereka inginkan. Persepsi ini seringkali terkait erat dengan citra tubuh atau pandangan mereka terhadap bentuk tubuh yang dimiliki saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan secara komprehensif mengenai persepsi gizi, profil citra tubuh, serta hubungan antara persepsi gizi dan citra tubuh pada atlet beladiri di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan 45 orang atlet beladiri yang tergabung dalam lembaga PPLP Jawa Barat, dengan komposisi 25 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Desain penelitian yang digunakan adalah survei cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Penilaian persepsi gizi dan citra tubuh dilakukan dengan menggunakan instrumen Nutritional Perception Screening Questionnaire (NPSQ9) dan Figure Rating Scale (FRS). Hasil temuan menunjukkan bahwa rata-rata persepsi gizi atlet termasuk dalam kategori baik. Namun, profil citra tubuh yang diperoleh memberikan hasil negatif, yang berarti bentuk tubuh yang dimiliki saat ini tidak sesuai dengan bentuk tubuh yang diinginkan oleh para atlet. Analisis korelasi bivariate yang dilakukan mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara persepsi gizi dan citra tubuh pada atlet beladiri PPLP Jawa Barat, dengan nilai signifikansi sebesar 0,164 (p>0,05). Meskipun profil citra tubuh laki-laki menunjukkan hasil negatif dan perempuan positif, namun tidak terdapat perbedaan persepsi di antara keduanya. Hal ini disebabkan karena para atlet lebih berfokus pada upaya pemenuhan persyaratan kelas pertandingan dibandingkan pemenuhan citra tubuh yang mereka inginkan

    PENGEMBANGAN SISTEM AILERON PESAWAT TERBANG BERBASIS ELEKTROMEKANIK

    Get PDF
    More Electric Aircraft (MEA) dan Zero Emission Aircraft (ZEA) adalah masa depan pengembangan pesawat terbang, hingga saat ini MEA dan ZEA belum mendapat sertifikasi tipe dari regulator kelaikan udara. Berdasarkan kondisi tersebut, pada penelitian ini akan dilakukan studi terkait penggunaan sistem elektromekanik pada  kendali aileron pesawat terbang. Penelitian ini  dimulai dengan memilih pesawat yang memenuhi regulasi Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 23, yang kemudian sistem kendali aileron pesawat yang ada diganti dengan sistem berbasis elektromekanikal. Proses ini mencakup analisis kehandalan sistem menggunakan Fault Tree Analysis FTA. Kemudian analisis daya dan berat dilakukan untuk memastikan sistem yang baru dapat diterapkan. Pada akhir studi ini, didapatkan hasil analisis kegagalan sistem menunjukkan bahwa arsitektur  yang diusulkan memiliki tingkat kegagalan sekitar 9.324 × 10−8 pada kondisi loss of aileron control dan 1.09× 10−10  pada kondisi aileron hard over dan   hasil tersebut sudah memenuhi persyaratan regulasi. Analisis daya menunjukkan bahwa daya yang diperlukan hanya 1667,8 Watt, sehingga daya yang tersedia pada pesawat masih mencukupi. Namun, analisis berat menunjukkan bahwa sistem elektromekanikal yang baru lebih berat sekitar 35,7% dibandingkan sistem mekanikal yang digunakan sebelumnya

    On Data Driven SIRD Model of Delta and Omicron Variants of COVID-19

    Get PDF
    The compartmental model stands as a cornerstone in quantitatively describing the transmission dynamics of diseases. Through a series of assumptions, this model can be formulated and subsequently validated against real-world conditions. Leveraging the abundance of COVID-19 data presently available, this study endeavors to reverse engineer the model construction process. Specifically, we analyse the compartmental model governing two notable variants of COVID-19: Delta and Omicron, utilizing empirical data. Employing the SINDy method, we extract parameters that define the model by effectively fitting the available data. To ensure robustness, the obtained model undergoes validation via comparison with real-world data through numerical integration. Additionally, we conduct fine-tuning in regularization techniques and input features to refine model selection. The constructed model then undergoes thorough analysis to gain qualitative insights and interpretations regarding the transmission dynamics of COVID-19

    Virtual Reality (VR) Method to Improve Sense of Place for Interior Design Studio Students

    Get PDF
    Virtual reality (VR) technology has emerged in response to recent developments in the 3-dimensional (3D) world. VR enables people to engage in various metaverse world experiences in a more immersive way. Immersive learning is a learning method that uses 3D digital technology to facilitate the learning process by visualization in the classroom. This research used a case study of the Interior Design II studio course taken by level-2 students of the Department of Interior Design, School of Creative Industries, Telkom University, Indonesia. The Interior Design II course requires students to design the interior of a residence with a minimum area of 100 m2. The method of paired sample test analysis was used to assess student’s preferences for pre-test and post-test statements from the VR intervention method in assessing student’s sense of place in the final design of the course. The results showed significant differences in student preferences during the pre-test (481.3% and 790.6%), which increased during the post-test (641.7% and 801%). The paired sample t-test analysis results also showed a Sig (2-tailed) number of 0.000 < 0.05, so there is a significant relationship between the pre-test and post-test intervention

    Laboratory Performance of Asphalt Concrete containing Foamed Bitumen from extraction of Buton Natural Asphalt

    Get PDF
    This study examines the performance of asphalt concrete mixtures using foamed bitumen derived from extracted Buton natural asphalt (Asbuton) in comparison to conventional penetration asphalt (Pen 60/70). The research focuses on evaluating key parameters such as aggregate properties, Marshall stability, indirect tensile strength, and other mix characteristics, benchmarked against Indonesian national standards. Asbuton, known for its high viscosity and resistance to extreme conditions, offers an alternative binder for sustainable road infrastructure development. The results demonstrate that foamed Asbuton significantly outperforms Pen 60/70 in critical metrics. Foamed Asbuton achieved higher stability (2440.8 kg) and a superior tensile strength ratio (92.78%), reflecting its robustness under heavy loads and resistance to moisture-induced damage. In contrast, Pen 60/70 exhibited reduced stability and rigidity when subjected to the foaming process. The enhanced performance of foamed Asbuton is attributed to its dense structure and the benefits of the foaming process, which improves aggregate coating and binder distribution at lower mixing temperatures. This study highlights the potential of foamed bitumen technology, particularly when paired with high-performance binders like Asbuton, to improve the durability and sustainability of road infrastructure. Foamed Asbuton emerges as a promising material for high-stress applications and extreme environmental conditions.Penelitian ini mengkaji kinerja campuran aspal beton yang menggunakan aspal busa berbasis ekstraksi aspal alam Buton (Asbuton) dibandingkan dengan aspal penetrasi konvensional (Pen 60/70). Penelitian ini berfokus pada evaluasi parameter utama seperti sifat agregat, stabilitas Marshall, kuat tarik tidak langsung, dan karakteristik campuran lainnya, dengan mengacu pada standar nasional Indonesia. Asbuton, yang dikenal memiliki viskositas tinggi dan ketahanan terhadap kondisi ekstrem, menawarkan alternatif sebagai bahan pengikat untuk pengembangan infrastruktur jalan yang berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asbuton berbusa secara signifikan memiliki kinerja lebih baik dibandingkan Pen 60/70 pada metrik penting. Asbuton berbusa mencapai stabilitas yang lebih tinggi (2440,8 kg) dan rasio kekuatan tarik yang lebih unggul (92,78%), mencerminkan ketahanannya terhadap beban berat dan kerusakan akibat kelembapan. Sebaliknya, Pen 60/70 menunjukkan penurunan stabilitas dan kekakuan saat melalui proses pembusaan. Kinerja unggul Asbuton berbusa dikaitkan dengan struktur padatnya dan manfaat proses pembusaan yang meningkatkan pelapisan agregat dan distribusi pengikat pada suhu pencampuran yang lebih rendah. Penelitian ini menyoroti potensi teknologi aspal busa, terutama jika dikombinasikan dengan bahan pengikat berkinerja tinggi seperti Asbuton, untuk meningkatkan daya tahan dan keberlanjutan infrastruktur jalan. Asbuton berbusa menjadi material yang menjanjikan untuk aplikasi pada kondisi tekanan tinggi dan lingkungan ekstrem

    ANALISIS CONTROL VALUE THEORY ACHIEVEMENT EMOTIONS (CVTAE) TERHADAP TOURIST EXPERIENCE DAN REVISIT INTENTION DI TAMAN MARGASATWA DAN BUDAYA KINANTAN BUKITTINGGI

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh Control Value Theory Achievement Emotions (CVTAE) terhadap pengalaman wisata dan niat wisatawan untuk kembali berkunjung (revisit intention) ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Kota Bukittinggi. CVTAE menjelaskan bagaimana emosi yang terkait dengan pencapaian dipengaruhi oleh persepsi kontrol dan nilai yang diberikan individu terhadap situasi tertentu. Pengalaman wisata yang berkesan dapat mempengaruhi emosi positif dan negatif yang dirasakan oleh wisatawan, yang pada gilirannya mempengaruhi niat mereka untuk mengunjungi destinasi tersebut kembali. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman wisatawan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, storytelling yang menarik, dan inovasi dalam aktivitas wisata sangat berperan dalam menciptakan pengalaman yang positif, yang berujung pada peningkatan niat wisatawan untuk kembali ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan destinasi wisata yang lebih inovatif dan menarik di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh Control Value Theory Achievement Emotions (CVTAE) terhadap pengalaman wisata dan niat untuk kembali (revisit intention) wisatawan di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan, Kota Bukittinggi. CVTAE menjelaskan bagaimana emosi yang terkait dengan pencapaian dipengaruhi oleh persepsi kontrol dan nilai yang diberikan individu terhadap situasi tertentu. Pengalaman wisata yang berkesan dapat mempengaruhi emosi positif dan negatif yang dirasakan oleh wisatawan, yang pada gilirannya mempengaruhi niat mereka untuk mengunjungi destinasi tersebut kembali. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman wisatawan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, storytelling yang menarik, dan inovasi dalam aktivitas wisata sangat berperan dalam menciptakan pengalaman yang positif, yang berujung pada peningkatan niat wisatawan untuk kembali ke Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan destinasi wisata yang lebih inovatif dan menarik di Bukittinggi

    Development of Electrospun Polymer Nanofiber Membrane Based on PAN/PVDF as a Supercapacitor Separator

    Get PDF
    Among various types of energy storage, the supercapacitor is regarded as the most promising device due to its long cycling life, good cycling stability, and high power density. A supercapacitor is generally composed of electrodes, electrolytes, and a separator. The separator is one of the most important components, serving to prevent internal short circuits between the anode and the cathode. Herein, a nanostructured-based separator in a PAN/PVDF nanofiber scheme is introduced for improving the electrochemical performance of the supercapacitor. Briefly, the membranes were produced via the electrospinning technique. All of the raw materials were blended in various compositions of PVDF for optimization purposes. Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR) and scanning electron microscopy (SEM) were carried out to identify the microstructure of the nanofibers. The electrochemical properties of the membrane were measured using galvanostatic charge-discharge (GCD). Based on GCD, it was shown that the PAN/PVDF 20 wt% membrane exhibited the optimum gravimetric capacitance at 54.104 Fg-1 as evidenced by a high porosity percentage. Thus, the PAN/PVDF nanofiber has good potential as a separator for application in supercapacitors

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITB Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇