Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
962 research outputs found
Sort by
Picture Of The Dark Triad Personality Of Students In Medan City
This study aims to determine the Dark Triad Personality Description of College Students in Medan City. Based on the results of descriptive analysis of Dark Triad Personality in 350 student respondents in Medan City, several conclusions can be drawn as follows: Overall, the total score of Dark Triad Personality in the study sample was at an average of 56.1 (SD = 8.4), with the majority of respondents included in the medium category. When viewed per dimension, Machiavellianism showed the largest proportion of high categories (77 people; 22.0%), while Narcissism and Psychopathy each had 62 people (17.7%) in the high category. For the three dimensions, the majority of respondents were also in the medium category (Machiavellianism 60.9%; Narcissism 72.6%; Psychopathy 65.4%). The majority picture at the moderate level strengthens the view that the Dark Triad in the non-clinical population is subclinical, that is, present in the form of tendencies that are not always pathological. However, the presence of a high proportion of respondents (especially on Machiavellianism) suggests the existence of a small group that deserves further attention in further studies. The limitations of the study (descriptive design, purposive sampling, and self-report data) should be considered so that the results are best understood as an initial snapshot/sample population, rather than a full generalization to all students in Medan Cit
The Effect Of The Poe (Prediction, Observation, Explanation) Learning Model On Results Learning Economics For Grade X Students
This study aims to determine the effect of the POE (Prediction, Observation, Explanation) learning model on students’ learning outcomes in Economics for Grade X at SMA Swasta Imelda Medan in the 2024/2025 academic year. The study employed a quantitative approach using an experimental method with a pretest-posttest control group design. The research subjects consisted of two classes: class X-B as the experimental group and class X-A as the control group, with a total of 68 students. The research instrument used was a multiple-choice test administered before and after the treatment. The results showed that the average pretest score in the experimental class was 14.85, which increased to 17.24 in the posttest. The average N-Gain score was 0.478 (47.80%), categorized as moderate. The t-test analysis revealed a significance value of 0.000 < 0.05 and a t-value of 8.162, indicating a significant effect of the POE learning model on student learning outcomes. Additionally, the regression test showed a significance value of 0.001 < 0.05, confirming the model's significant influence. The average N-Gain in the control class was only 0.208, showing a lower improvement compared to the experimental class. Thus, it can be concluded that the POE learning model has a positive and significant effect on improving students’ learning outcomes in Economic
MAKNA SOSIAL DAN FUNGSI RITUAL PERLON BAGI KOMUNITAS TRAH BONOKELING, DESA PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS
This article discusses the meaning and function of Perlon ritual in Bonokeling lineage in Pekuncen village, Banyumas Regency. This research aims to understand the cultural values contained in Perlon ritual and its social function in strengthening solidarity among Bonokeling or non-Bonokeling lineage members. The research method used is qualitative method. Data collection techniques used in-depth interviews and documentation. The technique of determining informants used snowball sampling technique with a total of six informants. The results showed that the Perlon ritual has a function and meaning in each element performed by the Bonokeling lineage in carrying out the Perlon ritual. In addition, Perlon rituals can also affect social relations between Bonokeling and non-Bonokeling lineages in Pekuncen village, as well as the challenges faced by Bonokeling lineage in carrying out Perlon rituals. 
DETERMINASI AUTHENTIC EXPERIENCE DAN NILAI WISATA TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN DALAM PERJALAN SLOW TOURISM DI DESA WISATA CIBURIAL KABUPATEN GARUT
Transformasi dalam tren pariwisata global telah mendorong munculnya konsep slow tourism yang menekankan pada pengalaman perjalanan yang mendalam, autentik, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis pengaruh kausal antara authentic experience dan nilai wisata terhadap kepuasan wisatawan dalam konteks perjalanan slow tourism di Desa Wisata Ciburial, Kabupaten Garut. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang pernah berkunjung ke Desa Wisata Ciburial, dengan jumlah sampel ditentukan melalui rumus Slovin menjadi 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, hanya nilai wisata yang berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan wisatawan, sedangkan authentic experience tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan nilai wisata yang optimal sebagai faktor penyebab utama dalam meningkatkan kepuasan wisatawan serta memperkuat pengembangan destinasi slow tourism yang berkelanjutan
PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN CAKRA TULUNG “UMBUL COKRO” KLATEN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Cakra Tulung (Umbul Cokro). Cakra Tulung memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dapat meningkatkan daya tarik wisata, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan pengelola wisata, untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan kebijakan yang mendukung keberlanjutan pariwisata, terutama dalam pengelolaan atraksi budaya dan lingkungan di Cakra Tulung
PERUBAHAN TATA KELOLA KOMPLEKS PEMAKAMAN EREVELD KALIBANTENG SEMARANG DARI MAKAM PENGHORMATAN TERTUTUP MENUJU SITUS EDUKASI SEJARAH (1949-2023)
Ereveld Kalibanteng merupakan salah satu makam kehormatan Belanda yang berada di bawah pengelolaan lembaga Oorlogsgravenstichting (OGS) Indonesia yang bertugas merawat makam para korban perang Belanda. Ereveld Kalibanteng dikenal sebagai makam perempuan dan anak-anak dari peristiwa peperangan. Ereveld sebagai makam kehormatan yang diakui oleh pemerintah Indonesia memiliki previlage yang besar dalam tata kelola kawasannya termasuk terkait regulasi kunjungan. Namun, seiring perkembangan zaman dan keterbukaan atas cara pandangan post-kolonial, Ereveld Kalibanteng mulai mengembangkan dan menyesuaikan tata kelola makamnya termasuk akses kunjungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan Ereveld Kalibanteng sejak awal pendiriannya hingga penyesuaian regulasi kunjungan yang terbuka. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi sumber, dan wawancara. Sumber penelitian berasal dari laporan kebijakan OGS Indonesia, surat kabar Belanda, serta sejarah lisan. Hasil studi secara umum menunjukkan bahwa penyesuaian kebijakan kunjungan di Ereveld Kalibanteng lahir dari tingginya angka kunjungan setiap tahunnya. Penyesuaian secara resmi dilakukan pada tahun 2022 meliputi tata kelola administrasi, skema kunjungan, dan struktur pengelolanya. Penyesuaian ini berdampak pada lahirnya peluang Ereveld Kalibanteng sebagai situs edukasi sejarah
MANAJEMEN DESA WISATA PEKUNDEN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PADes (STUDI KASUS DI KAMPOENG NOPIA MINO)
Bahasa Indonesia: Saat ini, pengembangan desa wisata menjadi upaya utama desa-desa di Indonesia untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya. Salah satu desa wisata di Kabupaten Banyumas yang telah mendapat pengakuan nasional adalah Desa Wisata Pekunden. Desa ini memiliki berbagai daya tarik, salah satunya adalah Kampoeng Nopia Mino, daya tarik unggulannya. Kekuatan daya tarik ini disebabkan oleh proses manajemen yang efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memahami proses manajemen Kampoeng Nopia Mino dalam meningkatkan pendapatan asli daerah di Desa Pekunden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan interpretasi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kampoeng Nopia Mino sebagai daya tarik di Desa Wisata Pekunden adalah sebagai berikut. (1) Proses perencanaan dijalankan dengan baik, meskipun belum optimal. (2) Memiliki struktur organisasi yang jelas, dengan penerapan model hexahelix. (3) Kegiatan manajemen berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. (4) Proses pengawasan melibatkan masyarakat melalui pertemuan rutin untuk mengevaluasi manajemen. Keberadaan Kampoeng Nopia Mino diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi kelompok kerja lain di Desa Wisata Pekunden, sekaligus mendorong upaya optimal dalam pengelolaannya untuk mewujudkan visi jangka panjang
KESIAPAN INFRASTRUKTUR DAN AKSESIBILITAS TERHADAP DAYA DUKUNG LINGKUNGAN DALAM PENGEMBANGAN WISATA ALAM BERKELANJUTAN DI KECAMATAN BONE
Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan infrastruktur dan aksesibilitas terhadap daya dukung lingkungan dalam pengembangan wisata alam berkelanjutan di Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta kuesioner kepada pengunjung, masyarakat, dan pemerintah desa. Analisis dilakukan menggunakan pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) yang dimodifikasi sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan tiga objek wisata yang dikaji, yaitu Pantai Taludaa, Kolam Bidadari, dan Air Terjun Ilohuuwa, memiliki tingkat kesiapan berbeda. Kolam Bidadari memperoleh skor tertinggi (3.150 atau 80%) dengan kategori Sangat Siap dan Berkelanjutan berkat kondisi lingkungan alami, aksesibilitas baik, dan ketersediaan air bersih. Sementara Pantai Taludaa (2.735; 69%) dan Air Terjun Ilohuuwa (2.750; 70%) termasuk kategori Cukup Siap namun Memerlukan Penguatan terutama pada aspek infrastruktur dan fasilitas penunjang. Secara umum, daya dukung lingkungan ketiga lokasi masih baik dan berpotensi dikembangkan dengan pendekatan konservasi serta partisipasi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola wisata diperlukan untuk menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian lingkungan menuju destinasi ekowisata unggulan
ANALISIS MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER ROBOTIKA: PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN EVALUASI DI SEKOLAH DASAR ISLAM AL-ISHLAH BUKITTINGGI
Penelitian ini mengkaji pengelolaan ekstrakurikuler robotik di SD Islam Al-Ishlah Bukittinggi, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta dampaknya terhadap keterampilan teknologi dan karakter siswa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi, dengan analisis. Temuan menunjukkan bahwa program robotik disusun secara terstruktur, namun pelaksanaannya masih menghadapi keterbatasan sarana dalam studi integrasi robotik di sekolah dasar. Meski demikian, kegiatan robotik mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, dan kecakapan teknis siswa. Program ini juga memperkuat karakter Islami seperti disiplin, kerja sama, sportivitas, dan tawakal. Secara keseluruhan, manajemen robotik di sekolah ini tidak hanya mendukung penguasaan keterampilan abad ke-21, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter religius siswa
IMPLEMENTASI PERAN HUMAS DALAM PUBLIKASI ONLINE DI PLN INDONESIA POWER UBP JABAR 2 PELABUHAN RATU
This study aims to analyze the implementation of the Public Relations (PR) role in online publication activities at PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Pelabuhan Ratu. The role of PR goes beyond merely disseminating information; it involves managing digital communication strategies to build a positive corporate image. This research adopts the public relations theory of Cutlip and Center (1982), which includes four key stages: Research– Listening, Planning–Decision, Communication–Action, and Evaluation. A descriptive qualitative method was employed, using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, documentation, and literature review. The findings show that the PR Division is actively involved throughout the entire digital publication process—from data collection and content planning based on platforms, to the production of visual and narrative materials, and evaluation through the Web Scoring system. Communication is carried out in a two-way manner and tailored to the characteristics of both social media and news portals. Regular evaluation ensures message consistency and effectiveness. This implementation reflects a modern public relations practice that adapts to digital transformation and contributes positively to increasing transparency and public trust in the company