Jurnal Stabn Raden Wijaya Wonogiri
Not a member yet
962 research outputs found
Sort by
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 PEMATANGSIANTAR
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Siswa Kelas X Smk Negeri 3 Pematangsiantar. Peneliti menggunakan jenis penelitian pre-eksperimental design. Desain penelitian ini menggunakan one-group pretest-posttest design karena memilih satu kelas dari seluruh siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematangsiantar. maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:Kemampuan menulis puisi oleh siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematangsiantar sebelum menggunakan media audio visual berada pada kategori cukup, dengan nilai rata-rata 68,68. Setelah penerapan media audio visual, kemampuan menulis puisi siswa meningkat ke kategori baik, dengan nilai rata-rata 79,91. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam kemampuan menulis puisi siswa setelah penggunaan media pembelajaran audio visual.Berdasarkan analisis rubrik penilaian, terdapat peningkatan skor pada semua aspek penilaian sesudah penerapan media audio visual. Data sebelum penerapan menunjukkan jumlah skor keseluruhan 2413 dengan nilai rata-rata 68,68, dengan rincian skor pada aspek amanat sebesar 510 (rata-rata 21,13), tema sebesar 507 (rata-rata 21,01), imaji sebesar 466 (rata-rata 19,31), gaya bahasa sebesar 458 (rata-rata 18,98), dan diksi sebesar 472 (rata-rata 19,56). Setelah penerapan media audio visual, skor meningkat menjadi 2797 dengan nilai rata-rata 79,91, dengan rincian skor pada aspek amanat sebesar 582 (rata-rata 20,80), tema sebesar 581 (rata-rata 20,77), imaji sebesar 543 (rata-rata 19,41), gaya bahasa sebesar 549 (rata-rata 19,62), dan diksi sebesar 542 (rata-rata 19,37). Hal ini menunjukkan bahwa media audio visual membantu siswa memperjelas ide, memperbaiki struktur bahasa, serta meningkatkan kreativitas dalam penggunaan diksi dan gaya bahasa. Diketahui terdapat pengaruh penggunaan media audio visual terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas X SMK Negeri 3 Pematangsiantar. Hal ini terbukti setelah dilakukan uji hipotesis paired sample t-test, di mana diperoleh hasil t_hitung = 9,89 > t_tabel = 1,690 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menyatakan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan menulis puisi siswa
learning media to increase students' interest in learning at buddhist sunday school in vihara maitri ratna giriwoyo
This research aims to determine student interest at SMB Vihara Maitri Ratna by using learning media. Buddhist Sunday School (SMB) includes non-formal education carried out at monasteries or cetiya. During the learning process in class, of course there is a problem, namely students who are less enthusiastic and don't understand what the teacher is teaching. So teachers must be able to create a comfortable classroom atmosphere, for this reason a teacher and students must work to create it. In this case, improving learning carried out in the classroom is important for teachers to increase interest in learning among their students, namely by teachers carrying out learning using interactive, interesting and creative learning media in delivering the material so that the students they teach can understand what is being conveyed by them. the teacher. Learning media are tools or means used to convey information, concepts or knowledge to students. The use of learning media aims to increase students' understanding, skills and interest in learning. It is hoped that it can attract students' interest in learning and motivate students to study Buddha Dhamma
Perilaku Bulyying Verbal di SMA
Perkembangan manusia merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan perubahan fisik, kognitif, dan emosional. Masa kanak-kanak hingga remaja merupakan periode krusial di mana individu mengembangkan sikap dan nilai yang mempengaruhi pilihan dan hubungan sosial mereka. Namun, dalam fase ini, remaja juga rentan terhadap kenakalan, termasuk perilaku perundungan, yang seringkali disebabkan oleh kurangnya bimbingan dan pengawasan. Perundungan, baik verbal maupun non-verbal, menjadi masalah yang semakin kompleks, terutama di era globalisasi. Perundungan verbal, yang meliputi tindakan mengejek dan merendahkan, dapat memiliki dampak negatif signifikan terhadap kesehatan mental remaja, seperti kecemasan, depresi, dan hilangnya percaya diri, yang dapat berlanjut hingga masa dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai perundungan verbal di kalangan remaja berusia 12-18 tahun, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan dampaknya di masa depan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh linear masyarakat memiliki pengaruh untuk membantu remaja dalam memerangi dan mengatasi perundungan verbal
Dimensi Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra Dalam Logika Kontradiksi Diri Absolut Nishida Kitarō
This research article explains the connections and similarities regarding the logical structure in the Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra and Nishida Kitarō's logic of absolute self-contradiction. Essentially the Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra teaches about nothingness or Sunyata. Nothingness in logic of absolute self-contradiction is called zettai mu. In Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra, the teaching about nothingness is explained through a logic scheme of negation or can be said to be the logic of inversion. On the other hand, Nishida Kitarō's logic of absolute self-contradiction also shows the same thing, it can be seen as a logical scheme which is defined as the logic of exception without exception (mufunbetsu no funbetsu) or can also be understood as a point of view without point of view (tachiba naki tachibai) . This logic can be understood as paradoxical logic or paralogism (hairi no ri). The concept of Sunyata in the Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra is basically a mental state that leads to Nirvana, whereas, zettai mu in Nishida Kitarō's logic of absolute self-contradiction, leads to the highest understanding without any discrimination. Overall it can be concluded that in the logic of absolute self-contradiction there are identical dimensions of the Prajñā Pāramitā Hṛdaya Sūtra, but based on the criticism given by Hakuin and Tsujimura, the core thing in the Sūtra , namely nothingness, needs to be redefined properly and its true meaning understood
OPTIMISM AND SOCIAL SUPPORT AS PREDICTORS OF ACADEMIC STRESS
Academic stress experienced by students is subject to a multitude of psychological and environmental determinants, including but not limited to optimism and social support. The present study endeavors to explore the predictive influences of optimism and social support on academic stress among junior high school students. A cohort of 80 students from junior high schools located in Banyumas, Central Java, Indonesia. was meticulously selected through a purposive sampling method. The participants were required to complete three standardized assessment tools: the Academic Stress Scale, the Optimism Scale, and the Social Support Scale. Each assessment tool underwent validation through content validity (item-total correlation > 0.30) and exhibited commendable reliability, with Cronbach's Alpha coefficients registering at 0.806 for academic stress, 0.791 for optimism, and 0.772 for social support. The data were subjected to analysis via multiple regression techniques, employing a significance threshold of 0.05. The findings indicated that both optimism and social support serve as significant predictors of academic stress levels. In particular, elevated levels of optimism and perceived social support were correlated with diminished academic stress. levels of academic stress. These findings underscore the importance of fostering optimism and strengthening social support systems to mitigate academic stress in adolescent
Enhancing the Implementation of Buddhist Pancasila Values in Religious Education at Atisa Dipamkara Elementary School, Tangerang
This study aims to analyze the strengthening of Buddhist Pancasila values in the context of Buddhist Religious Education at Atisa Dipamkara Tangerang Elementary School. This qualitative research employed a comprehensive approach, including interviews, observations, and document analysis for data collection, utilizing instruments such as interview guides, observation protocols, and documentation checklists. Data were meticulously analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña's interactive model, which involves data collection, condensation, display, and conclusion/verification to address the research questions. The findings indicate that teachers internalize Buddhist Pancasila values through various methods, including teaching, reminding, reinforcing, habituating, emphasizing, modelling, and applying these values. These values encompassing compassion, love, helping others, non-violence, honesty, responsibility, gratitude, respect for self and others, admitting mistakes, refraining from defamation, maintaining focus, appropriate interactions with the opposite sex, and moderation in eating and drinking. The internalization of these values significantly influences students' character development, particularly in areas such as discipline, compassion, and respect for others, instilling confidence in the validity of the research findings. This research provides robust evidence of the impact of implementing Buddhist Pancasila values on students' character development, with practical implications for educators, researchers, and policymakers in the field of religious education and character development
Semiotika Sosial Dan Analisis Teks Dalam Penelitian Komunikasi Pendekatan Kualitatif Berbasis Teks
Berlatarbelakangkan masih relatif kerapnya dijumpai ketidakjelasan terkait pemahaman di kalangan akademisi menyangkut typologi sumber data penelitian pendekatan kualitatif, artikel ini mencoba menelaah posisi analisis teks dalam konteks penelitian komunikasi dengan pendekatan kualitatif. Penelaahan diorientasikan fokus pada model analisis teks Theo Van Leeuwen. Pemfokusan berorientasi pada upaya formatisasi model, praktik cara kerja model, praktik cara menemukan tema minor, praktik cara menyajikan hasil analsis teks dan cara melakukan diskusi hasil penelitian. Dari hasil pembahasan, tulisan ini berhasil menemukan format model analisis teks Theo Van Leeuwen beserta wujud dari praktik cara kerja model, cara menemukan tema minor, menyajikan hasil analisis teks dan praktik cara melakukan diskusi hasil penelitian
Pengaruh Kondisi Sosial Dan Minat Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran IPS
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS yang diduga dipengaruhi oleh kondisi sosial dan rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi sosial dan minat belajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VII Di UPTD SMP Negeri 2 Pematangsiantar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII sebanyak 11 kelas dengan jumlah siswa 334 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling sehingga sampel yang diambil adalah 88 orang.Data dikumpulkan melalui angket untuk variabel kondisi sosial dan minat belajar, serta nilai tes mata pelajaran IPS sebagai indikator hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji regresi linier sederhana, regresi linier berganda, uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi.Pengujian persyaratan analisis dilakukan dengan uji normalitas mengugunakan chi kuadrat, berdasarkan perhitungan kedua variabel berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan kondisi sosial terhadap hasil belajar siswa dengan (thitung=9,99 > ttabel=1,987) dan ada pengaruh yang positif dan signifikan minat belajar terhadap hasil belajar siswa dengan (thitung=10,860 > ttabel=1,987) Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa (Fhitung = 69,91 > Ftabel = 3,10). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,6496 menunjukkan bahwa 64,96% variasi hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kondisi sosial dan minat belajar, sedangkan sisanya 35,04% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Effectiveness of the Inquiry Learning Model in Shaping the Morality and Ethics of Seventh Grade Students in the Academic Year 2024/2025 (A Case Study at SMP Paramita Maitreya Duri, Riau)
Moral and ethical education has become a central concern in the 21st century, particularly in the face of rapid social and cultural changes. Schools are expected not only to provide cognitive knowledge but also to shape students’ moral character and ethical responsibility. This study aims to evaluate the effectiveness of the inquiry learning method in developing moral and ethical values among Grade VII students at SMP Paramita Maitreya Duri, Indonesia. The research adopts a qualitative case study design with purposive sampling involving students, teachers, school leaders, and parents. Data were collected through observation, in-depth interviews, focus group discussions, and documentation. The findings reveal that inquiry learning fosters active participation, critical thinking, and reflective engagement in moral education. Students demonstrated improvements in honesty, responsibility, cooperation, discipline, and self-control. Ethical awareness was also enhanced, with students showing increased ability to analyze real-life dilemmas, respect others’ perspectives, and make moral decisions. These findings are consistent with both contemporary educational theories (Bruner, Lickona) and Buddhist teachings (Dhammapada, Kalama Sutta, Sigalovada Sutta). Although challenges remain, such as limited time and teachers’ readiness, inquiry learning has proven to be an effective and culturally relevant approach to moral and ethical education
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dibandingkan pembelajaran biasa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dan mendeskripsikan perbedaan ketuntasan klasikal kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dibandingkan pembelajaran biasa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan yang berjumlah 10 kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-8 sebagai kelas eksperimen dan VIII-9 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan komunikasi matematis sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 22. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan rumus ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) nilai posttest siswa kelas eksperimen sebesar 80,46, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,30, maka tolak h_0 dan terima h_1 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh model Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa (2) ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 81,25 % yang termasuk dalam kategori Baik, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 40,62 % termasuk kategori Sangat Kurang artinya ketuntasan klasikal kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa pada siswa SMPN 1 Percut Sei Tua